Anda di halaman 1dari 1

1.

Net Present Value (NPV)


Net present value adalah salah satu dari teknik capital budgeting
yang mempertimbngkan nilai waktu uang yang paling banyak
digunakan. Definisi atau perhitungan net present value (NPV) dilakukan
sebagai berikut:
NPV = present cash inflow – present value investasi.
Keputusan tentang apakah suatu proyek dapat diterima atau tidak,
akan sangat tergantung pada hasil perhitungan net present value dari
proyek tersebut.
Untuk menghitung NPV, pertama menghitung present value dari
penerimaan atau cashflow dengan tingkat discount rate tertentu,
kemudian dibandingkan dengan present value dari investasi. Bila selisih
antara PV dari cashflow lebih besar berarti terdapat NPV positif, artinya
proyek investasi layak, sebaliknya bila PV dari cashflow lebih kecil
dibanding PV investasi, maka NPV negatif dan investasi dipandang tidak
layak.

Contoh:
Misalnya proyek senilai Rp. 600.000.000,- menghasilkan cashflow selama 4
tahun masing-masing Rp. 150.000.000,-; Rp. 200.000.000,-; Rp. 250.000.000;
dan Rp. 300.000.000,-. Bila diinginkan keuntungan sebesar 15%, maka NPVnya
bisa dihitung sebagai berikut :
Tabel 5
Perhitungan Net Present Value (r= 18%)
TAHUN CASHFLOW DISCOUNT FACTOR PRESENT VALUE OF
R= 15% CASHFLOW
1 150.000.000,- 0,870 130.500.000,-
2 200.000.000,- 0,756 151.200.000,-
3 250.000.000,- 0,658 164.500.000,-
4 300.000.000,- 0,572 171.600.000,-
Total Present Value of Cashflow 617.800.000,-
Present Value of investment 600.000.000,-
NET PRESENT VALUE 17.800.000,-

Dari perhitungan tersebut diperoleh hasil NPV positif Rp. 17.800.000,-


artinya proyek ini layak.