Anda di halaman 1dari 14

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Tampaknya bahwa kehidupan muncul di bumi sekitar 4 milyar tahun yang
lalu. Yang paling sederhana sel, dan jenis pertama dari sel untuk berevolusi, adalah
prokariotik sel-organisme yang tidak memiliki membran nuklir, membran yang
mengelilingi inti sel.
Sel adalah unit struktural dan fungsional dari semua organisme hidup.
Beberapa organisme, seperti bakteri, merupakan uniseluler, yang terdiri dari satu sel.
Organisme lain, seperti manusia, adalah multiseluler. Setiap sel adalah dunia yang
menakjubkan, ia dapat mengambil nutrisi, mengkonversi nutrisi menjadi energi,
menjalankan fungsi-fungsi khusus, dan bereproduksi jika diperlukan. Bahkan lebih
menakjubkan adalah bahwa setiap sel menyimpan seperangkat instruksi sendiri untuk
melaksanakan masing-masing kegiatan.
Sel hewan dan sel tumbuhan memiliki berbagai macam organel, sel hewan
dan sel tumbuhan memiliki organel khusus yang bila dimiliki oleh sel hewan maka
sel tumbuhan tak memilikinya, begitu juga sebaliknya jika sel tumbuhan memilikinya
maka sel hewan tak memilikinya salah satunya adalah kloroplas yang terdapat di
dalam plastida sel tumbuhan.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas maka yang menjadi rumusan masalah
adalah:
1. Apa yang dimaksud dengan kloroplas?
2. Apa saja struktur penyusun dari kloroplas?
3. Bagaimana fungi kloroplas dalam tubuh tumbuhan?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan kloroplas
2. Untuk mengetahui struktur penyusun kloplas
3. Untuk mengetahui fungsi kloroplas dalam tubuh tumbuhan

Biologi Sel 1
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Kloroplas
Kloroplas atau chloroplast adalah plastida yang mengandung pigmen hijau
yang disebut klorofil. kloroplas hanya terdapat pada sel tumbuhan, kloroplas
terbungkus oleh membran ganda dimana membran sebelah dalam (internal) tidak
berlipat-lipat seperti halnya membran internal pada mitikondria.
Kloroplas merupakan organel tempat berlangsungnya fotosintesis, bentuk
kloroplas pada berbagai jenis tumbuhan cukup bervariasi, ada yang berbentuk
mangkuk, bentuk pita hingga menyerupai bentuk lensa. Pada tumbuhan tingkat
rendah seperti chlamydomous, kloroplas berbentuk mangkuk dan pada spyrogyra
bentuknya menyerupai bangunan pita sedangkan pada tumbuhan tingkat tinggi
kloroplas berbentuk menyerupai lensa.

Gambar 2.1 Penampilan kloroplas pada tumbuhan tinggi bila dilihat dari samping dan
atas
Ukuran kloroplas pada tumbuhan tingkat tinggi panjangnya berkisar 5-10 um
dan jumlahnya berkisar 50-200/sel. Kloroplas dapat dilihat dengan mudah dengan
bantuan mikroskop cahaya, tetapi ultraselulernya secara detail hanya dapat dilihat
dengan bantuan mikroskop elektron.

Biologi Sel 2
B. Struktur Penyusun Kloroplas
Kloroplas merupakan organel berbatas antar membran ganda, setiap membran
memiliki ketebalan berkisar 70-80. Membran kloroplas terdiri atas membran dalam
dan membran luar yang dipisahkan oleh ruang antar membran yang lebarnya kurang
lebih 10 nm, ruang antar membran mengandung molekul-molekul nutrient sitosol.
Bagian dalam kloroplas mengandung DNA, RNA, ribosom, stoma (tempat terjadinya
reaksi gelap) dan granum yang terdiri atas membran tilakoid (tempat terjadinya reaksi
terang) dan ruang tilakoid (ruang di antar membran tilakoid).

Gambar 2.2 srtuktur daun dan kloroplas


1. Membran luar
Membran luar kloroplas tumbuhan tinggi dipisahkan oleh membran dalam
dan ruang antar membran, membran ini permiabel terhadap sejumlah senyawa dengan
berat molekul rendah seperti nukleotida, fosfat organik, derivat-derivat fosfat, asam
karboksilat dan sukrosa.
2. Membran dalam
Membran dalam bekerja sebagai pembatas fungsional antara sitosol dan
stoma. Membran dalam tidak permiabel terhadap surosa, sorbitol, dan berbagai anion

Biologi Sel 3
misalnya dikarboksilat, trikarboksilat, fosfat, dan senyawa-senyawa seperti
nukleutida dan gula fosfat namun demikian bersifat permiabel terhadap CO2, asam-
asam monokarboksilat tertentu seperti asam asetat, asam gliseral dan asam glukolat.
Pada membran dalam terdapat sejumlah protein pembawa tertentu untuk mengangkut
fosfat, fosfogliserat, dihidroksi aseton fosfat, dikarboksilat dan ATP.
3. Tilakoid
Membran bagian dalam terdiri atas kantung-kantung membran berbentuk
pipih yang dinamakan tilakoid. Tilakoid terdapat di dalam stroma, tilakoid terdiri atas
dua bentuk yaitu bentuk cakram pipih dan bentuk lamella. Tumpukan beberapa
tilakoid yang berbentuk cakram pipih disebut grana, dan masing-masing tilakoidnya
disebut tilakoid grana (grana lamella). Tilakoid yang memanjang kearah stroma
dinamakan tilakoid stroma (grana lamella) yang menghubungkan tilakoid grana.
Setiap tilakoid memiliki ruang dalam yang dinamakan lokulus.
Pada membran tilakoid terdapat enzim-enzim untuk melaksanakan reaksi
fotosintesis yang bergantung cahaya. Klorofil, pembawa elektron, dan faktor-faktor
yang menggabungkan transport elektron dengan fosforilasi terdapat pada membran
tilakoid.
4. Stroma
Stroma merupakan tempat enzim-emzim yang penting untuk asimilasi CO2
menjadi hidrat arang. Terdapat pula partikel dalam stroma dan yang sering ditemukan
ialah partikel amilum yang panjangnya dapat mecapai 2 milimikrom. Selain itu
terdapat pula partikel platoglobulin yang terletak bebas pada stroma. Stroma juga
merupakan tempat penyimpanan lemak, terutama plastoaquinon dan tokoforilquinon.
Pada stroma terdapat DNA dan ribosom.
5. DNA dan ribosom
DNA plastida merupakan bagian kloroplas yang merupakan gen pembawa sifat
pada plastida berfungsi untuk replikasi kloroplas dan pembelahan sel kloroplas.
Dalam kloroplas terdapat DNA yang berbentuk sirkular dan tidak mempunyai histon,

Biologi Sel 4
satu kloroplas tetdapat 20-100 DNA sirkular. Sedangkan ribosom merupakan bagian
dari membran dalam kloroplas yang berfungsi dalam sebagai sintesis rotein.
6. Grana
Tersusun atas granum-granum yang terdiri dari membran tilakoid sebagai
tempat terjadinya reaksi terang dan ruang tilakoid yang berada diantara membran
tilakoid. Ukurannya sekitar 0,3-2,7 nm. Satu kloroplas terdiri dari 40 hingga 60
grana yang tersebar di dalam matriks kloroplas. Antara satu granum dengan granum
yang lainnya dihubungkan oleh lamella tilakoid sedangkan antara grana dan stroma
dihubungkan oleh lamella stroma.
C. Fungsi Kloroplas dalam Tubuh Tumbuhan
Kloroplas merupakan tempat berlangsungnya fotosintesis pada tumbuhan,
semua bagian yang berwarna hijau pada tumbuhan termasuk batang hijau, dan buah
yang belum matang memiliki kloroplas, tetapi daun merupakan tempat utama
berlangsungnya fotosintesis pada sebagia besar tumbuhan. Warna daun berasal dari
klorofil, pigmen warna hijau yang terdapat didalam kloroplas. Energy cahaya yang
diserap klorofil akan menggerakan sintesis molekul makanan dalam kloroplas.
Kloroplas ditemukan terutama pada sel mesofil, yaitu jaringan yang terdapat didalam
bagian dalam daun. Karbon dioksida masuk kedaun dan oksigen keluar melalui pori
mikroskopik yang disebut stomata. Air yang diserap oleh akar dialirkan kedaun
melalui berkas pembuluh. Daun juga menggunakan berkas pembuluh untuk
mengirimkan gula keakar dan bagian-bagian tumbuhan yang tidak berfotosintesis.
Seperti halnya mitokondria, kloroplas dapat dipandang sebagai pabrik tenaga
menggunakan sinar matahari sedangkan mitokondria adalah pabrik tenaga kimia yang
menggunakan energy kimia molekul zat makanan. Kloroplas menyerap energy sinar
dan menggunkannya untuk mereduksi karbondioksida membentuk karbohidrat seperti
pada pati yang membebaskan molekul oksigen (02). Sel tumbuhan fotosintetik
mengandung kloroplas dan mitokondria, kloroplas berfungsi sebagai pabrik tenaga
pada keadaan terang dan mitokondria pada keadaan gelap, pada saat organel ini

Biologi Sel 5
mengoksidasi karbohidrat yang dihasilkan oleh fotosintesa pada siang hari.

Gambar 2. 3 lokasi berlangsungnya fotosintesis


Pada dasarnya, rangkaian reaksi fotosintesis dapat dibagi menjadi dua bagian
utama yaitu reaksi terang (memerlukan cahaya) dan reaksi gelap (tidak memerlukan
cahaya tetapi memerlukan karbondioksida).
1. Reaksi terang (memerlukan cahaya)
Perubahan energy cahaya menjadi energy kimia mengahasilkan ATP dan
mereduksi NADPH, ATP dibentuk melalui fotofosforilasi sedangkan NADPH
dibentuk malalui proses fotoreduksi.

Fase terang fotosintesis merupakan fase reaksi kimia fotosintesis yang


membutuhkan cahaya sehingga fase terang disebut juga fase reaksi fotokimia.
Proses reaksi terang ada dua macam, yaitu reaksi terang siklik dan nonsiklik.
Reaksi terang ini terjadi lebih tepatnya pada membran tilakoid yang mengandung
protein yang disebut fotosistem, yaitu semacam protein pengolah cahaya. Fotosistem
sendiri ada dua macam, yaitu Fotosistem II yang menyerap cahaya
680P dan Fotosistem II yang menyerap cahaya 700P.

Biologi Sel 6
Energy diagram of the photosynthetic
electron transport system
Light Light

Chlorophyll a/b Chlorophyll a

P680 Electron transfer P700 Electron transfer


O2
NADPH

ATP
H2O

Photosystem II Photosystem I

Gambar 2.3 Diagram energy sistem transport elektron pada fotositesis


Pada fase fotokimia terjadi reaksi fotolisa air dan penyerapan energi cahaya
matahari oleh klorofil di dalam kloroplas. Proses ini dikatalisis oleh kompleks protein
yang tertanam pada membran tilakoid. Penyerapan energi cahaya atau fotosistem
terdiri dari dua sistem yang saling berhubungan. Sistem pertama disebut Fotosistem I
(PS I) yang menyangkut penyerapan energi cahaya matahari pada panjang gelombang
sekitar 700 nm. Sistem kedua, menyangkut penyerapan energi matahari pada panjang
gelombang sekitar 680 nm disebut Fotosistem II (PS II).
Fotosistem I sebagian besar tersusun dari klorofil a dan sedikit klorofil b dan
 karoten. Satu dari khlorofil a pada fotosistem I menjadi spesial karena lingkungan
kimianya dapat menyerap cahaya dengan panjang gelombang + 700 nm sehingga
disebut P 700. P 700 ini merupakan pusat reaksi dari PS I dan semua pigmen lainnya.
Pada PS I akan mengirim energi eksitasinya ke P 700. Pada PS I juga dijumpai
paling sedikit 2 molekul protein yang mengandung Fe dan setiap 4 atom Fe pada
molekul protein ini mengikat 2 atom belerang sehingga disebut protein Fe-S. Fe-S
merupakan penerima elektron utama pada PS I .
PS II mengandung klorofil a dan -karoten serta sedikit klorofil b. Penerima
elektron utama pada PS II ini adalah sebuah klorofil a yang tidak berwarna dan tidak
mengandung Mg yang disebut Feofitin (FeO). PS II juga mengandung quinon (Q)

Biologi Sel 7
yang berasosiasi dengan FeO, P 680 dan protein yang terikat pada P 680. Di samping
itu PS II juga mengandung salah satu atau lebih protein yang mengandung mangan
dan disebut protein Mn. Setiap dua ion Mn pada protein PS II dijembatani antara lain
satu ion Cl-.
Fotosistem I dan PS II merupakan komponen penyalur energi dalam rantai
pengangkutan elektron fotosintesis secara kontinyu dari molekul air sebagai donor
elektron ke NADP. Pengangkutan elektron dalam membran tilakoid selama fase
terang fotosintesis dimulai dari molekul air (H2O) ke fotosistem II. Elektron dari
fotosistem II dipindahkan ke fotsoistem I melalui serangkaian akseptor elektron.
Setiap perpindahan elektron melepaskan energi sedikit demi sedikit. Enegi yang
dibebaskan digunakan untuk memfosforilasi ADP membentuk ATP.
Apabila foton diserap oleh molekul pigmen pada kompleks PS II, maka energi
akan ditransfer ke P 680 dengan cara reduksi induktif. Hal ini akan mengakibatkan P
680 tereksitasi dan segera melepaskan elektronnya dan ditangkap oleh mol FeO. P
680 yang kehilangan elektronnya dan menjadi bermuatan positif (P 680+) sehingga
akan menarik elektron dari protein Mn di sekitarnya. Apabila protein Mn telah
teroksidasi, akan menyerap elektron dari molekul H2O sehingga molekul air akan
terurai menjadi H+ dan OH dan satu elektron. Satu elektron yang dilepaskan akibat
penguraian air diterima oleh klorofil (P680) yang telah mengalami eksitasi sehingga
klorofil tersebut kembali dalam keadaan stabil. Sementara itu elektron yang
dilepaskan dari P680 digunakan untuk mereduksi NADP menjadi NADPH.
Pengangkutan elektron pada fotosistem II disebut lintasan pengangkutan elektron
Non Siklik (reaksi non siklik).

Biologi Sel 8
Gambar 2.4 Pengangkutan elektron non siklik
Elektron yang tereksitasi pada PS II dialirkan ke PS I melalui molekul
penerima elektron berturut-turut ke sit b3 yang berasosiasi dengan FeO dan Quinon
(Q) ke plastoquinon (PQ), Fe-S, sitokrom f Plastosianin (PS) sampai pada mol P 700.
Pengangkutan elektron dari mol P 700 ke Fe-S dirangkaikan dengan
pembentukan ATP dari ADP dengan Pi. Penyerapan foton oleh PS I dengan panjang
gelombang > 680 nm mengakibatkan elektron tereksitasi dari P 700 ke Feredoksin –
sulfat (Fe-S). Selanjutnya elektron dialirkan ke sit b6, dan diteruskan ke PS, Fe-S,
Cyt f, PC dan kembali ke P 700. Pengangkutan elektron pada PS I ini disebut
pengangkutan elektron siklik (reaksi siklik).
Energi foton yang bersumber dari cahaya matahari diabsorbsi oleh klorofil
dan menyebabkan eksitasi elektron. Keadaan tereksitasi ini sangat tidak stabil dan
cenderung kembali ke keadaan semula (ground state). Pada saat kembali ke ground
state terdapat energi yang dibebaskan. Energi tersebut dapat digunakan untuk
aktivitas metabolisme. Pada tumbuhan, kloroplas meneruskan elektron tereksitasi ke
molekul tetangganya yang disebut akseptor elektron primer. Rangkaian pemindahan
elektron menghasilkan ATP, NADPH, dan oksigen.
Mekanisme pembentukan ATP mengikuti cara Chemioosmosis coupling
(osmosis kimia berpasangan), yang terjadi karena adanya proses yang berpasangan
antara aliran proton dan aliran elektron. Aliran elektron di dalam kloroplas
menghasilkan energi, energi tersebut digunakan untuk mengaktifkan angkutan ion

Biologi Sel 9
H+dari satu sisi membran ke sisi membran yang lain. Di dalam kloroplas protein
pembawa memindahkan ion H+ melewati membran tilakoid dari stroma ke ruang
tilakoid dan menyebabkan terjadi perbedaan konsentrasi H+ pada membran.
Konsentrasi H+ di ruang tilakoid lebih tinggi dari pada bagian luarnya. Perbedaan ini
menyebabkan pengaliran ion H+ dari ruang tilakoid kembali ke luar. Aliran proton
ini menghasilkan energi untuk mengaktifkan enzim ATP-ase. Melalui fosforilasi
dengan bantuan enzim ATP-ase, ADP diubah
Electron Transport menjadiMembrane
in the Thylakoid ATP.
The red X indicates
that protons do not
directly pass through
the cytochrome
complex.

H+
Protons cross the membrane via
oxidation and reduction of quinones

Gambar 2.5 Transport elektron pada membran tilakoid


2. Reaksi gelap (tidak memerlukan cahaya)
Reaksi terang fotosinetsis (reaksi fotofosforilasi) menghasilkan NADPH2 pada
fotosistem I (reaksi Non Siklik) dan ATP pada fotosistem II (reaksi fereoksida ke
sitokrom b6 dan dari sitokrom b1 ke fase terang fotosintesis digunakan untuk
mereduksi CO2. Pada fase ini tidak dibutuhkan cahaya tetapi reaksi yang terjadi
adalah reaksi kimia murni sehingga disebut Fase Gelap Fotosintesis.
Reaksi gelap dalam proses fotosintesis disebut juga dengan nama siklus
Calvin. Reaksi dalam siklus calvin dibagi menjadi 3 tahapan, Yaitu: Tahap Fiksasi
karbon, Tahap Reduksi dan Tahap Regenerasi RuBP.

Biologi Sel 10
Gambar 2.5 siklus Kelvin
a. Tahap fiksasi karbon
Siklus Kelvin menggabungkan setiap molekul CO2, satu per satu, dengan cara
meletakkannya ke gula berkarbon-lima yang bernama ribulosa bisfosfat (RuBP).
Enzim yang mengkatalisis langkah pertama ini adalah karboksilase atau rubisko
(rubisco). Produk reaksi ini adalah intermediat berkarbon-enam yang sedemikian
tidak stabil sehingga segera pecah menjadi dua membentuk dua molekul 3-
fosfogliserat (untuk setiap CO2 yang difiksasi).
b. Tahap reduksi
Setiap molekul 3-fofogliserat menerima satu gugus fosfat tambahan dari ATP,
menjadi 1,3-bisfosfogliserat. Kemudian, sepasang elektron yang disumbangkan dari
NADPH mereduksi 1,3-bisosfogliserat yang juga kehilangan satu gugus fosfat,
menjadi G3P. Secara spesifik, elektron dari NADPH mereduksi gugus karboksil
pada1,3-bisfosfogliserat menjadi gugus aldehida G3P, yang menyimpan lebih banyak
energy potensial. G3P merupakan gula-gula berkabon-tiga yang sama yang terbentuk
dalam glikolisis melalui pemecahan glukosa. Untuk setiap tiga molekul CO2 yang

Biologi Sel 11
memasuki siklus, terbentuk enam molekul G3P. Namun hanya satu molekul dari gula
berkrbon tiga ini yang dapat dihitung sebagai perolehan netto karbohidrat. Siklus
dimulai dengan karbohidrat senilai 15 karbon, dalam bentuk tiga molekul gula RuBP
berkarbon-lima. Sekarang ada karbohidrat senilai 18 karbon dalam bentuk enam
molekul G3P. satu molekul keluar dari siklus dan digunakan oleh sel tumbuhan,
namun lima molekul yang lain harus disiklus ulang untuk menghasikan tiga molekul
RuBP.
c. Tahap regenerasi penerimaan CO2 (RuBP)
Dalam serangkaian reaksi kompleks, rangka karbon lima molekul G3P
disusun-ulang oleh langkah-langkah terakhir Siklus Calvin menjadi tiga molekul
RuBP. Untuk melakukan hal ini, siklus harus menggunakan tiga molekul ATP lagi.
RuBP kini siap memoriam CO2 kembali, dan siklus pun berlanjut.

Biologi Sel 12
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan tujuan dari penulisan makalah ini maka dapat ditarikkesimpulan
sebagai berikut:
1. Kloroplas atau chloroplast adalah plastida yang mengandung pigmen hijau
yang disebut klorofil. kloroplas hanya terdapat pada sel tumbuhan, kloroplas
terbungkus oleh membran ganda dimana membran sebelah dalam (internal)
tidak berlipat-lipat seperti halnya membrane internal pada mitikondria.
2. Kloroplas terdiri atas membran dalam dan membran luar, dan mengandung
DNA, RNA, ribosom, stoma (tempat terjadinya reaksi gelap) dan granum
yang terdiri atas membran tilakoid (tempat terjadinya reaksi terang) dan
ruang tilakoid (ruang di antar membran tilakoid).
3. Kloroplas berfungsi sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis pada
tumbuhan terdiri atas 2 proses reaksi yaitu reaksi terang dan reaksi gelap,
semua bagian yang berwarna hijau pada tumbuhan termasuk batang hijau,
dan buah yang belum matang memiliki kloroplas, tetapi daun merupakan
tempat utama berlangsungnya fotosintesis pada sebagian besar tumbuhan.
B. Saran
Saran yang dapat saya ajukan dalam makalah ini adalah agar dapat menjadi
sumber pengetahuan bagi yang membacanya dan menjadi sumber referensi. Oleh
karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun dari para pembaca sangat
diharapkan demi kesempurnaan makalah berikutnya.

Biologi Sel 13
DAFTAR PUSTAKA

Adnan. dkk. 2015. Biologi Sel. Makassar: alauddin University Press


Campbell, Reece. 2008. Biologi. Edisi Kedelapan Jilid 1. Jakarta: Erlangga.
Campbell N.A. dan Reece J.B. 2007. Biology. Edisi ke-8. San Fansisco: Pearson
Benjamin Cummings.
Lakitan, benyamin. 2013. Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. Jakarta: PT Raja
Grafindo Persada.
Swanson C.P aw/P.L Webster., 1989. The Cell. Fourth Edition. Prentice-HallJnc, of
Modem Biology Series.

Biologi Sel 14