Anda di halaman 1dari 3

Diagnosa

1. Nyeri akut b.d agen pencedera biologis (implamasi)


2. Termoregulasi tidak efektif b.d penurunan dengan kapasitas kandung kemih
3. Deficit nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d ketidakmampuan
mengabsorbsi nutrient
4. Gangguan pola tidur b.d hambatan lingkungan
5. Ansietas b.d krisis situasional

Intervensi nyeri akut

O : Observasi TTV

Kaji tingkat nyeri, perhatikan lokasi intensitas, frekuensi dan waktu (PQRST)

R : Mengidentifikasi kebutuhan untu tindakan yang akan di lakukan dan juga


tanda-tanda perkembangan klien

N : Atur posisi klien senyaman mungkin

R : Untuk memberikan kenyamanan pada pasien

E : Ajarkan teknik relaksasi nafas dalam

R : Menghilangkan persepsi terhadap nyeri

C : Kolaborasi pemberian analgetik

R : Menurunkan kualitas nyeri

Intervensi Termoregulasi tidak efektif

O : Monitor TTV Dan Cairan (tentukan jumlah din jenis intake atau asupan cairan
serta kebiasaan eliminasi)

R : Untuk mengumpulkan din menganalisis data pasien untuk mengatur


keseimbangan cairan

N : Pemasangan kateterisasi urine pada klien

R : Membantu pengeluaran urine

E : Mengjarkan tehnik berkemih yang baik din benar


R : Meminimalkan tehnik berkemih yang salah

C : Kolaborasi pemasangan kateter

R : Meminimalkan waktu din kesalahan

Intervensi Gangguan pola tidur

O : Kaji pola tidur klien

R : Uuntuk mengetahui kemudahan pola tidur

N : Diskusikan pada klien hal yang menjadi factor

R : Untuk mengidentifikasi penyebab actual dari gangguan tidur

E : Ajarkan klien tehnik relaksasi distrasi

R : Untuk menenagkan fikiran dari kegelisahan din mengurangi ketegangan


otot

C : Kolaborasi pemberian obat tidur

R : Pemberian obat sesuai jadwal agar klien dapat mengatasi gangguan tidur

Intervensi kecemasan

O: Kaji tingkat cemas.

R: Agar perawat dapat menentukan tingkat kecemasan klien dengan menentukan


intervensi untuk klien selanjutnya.

N: Bantu pasien mengenal situasi yang menimbulkan kecemasan.

R: Agar klien dapat mengenal din mengungkapkan penyebab kecemasannya.

E: Intruksikan pasien menggunakan teknik relaksasi.


R: Pengurangan/penghilangan rangsangan penyebab kecemasan dapat
meningkatkan ketenangan pada klien dan mengurangi tingkat kecemasannya.

O: Kolaborasi dengan apoteker untuk pemberian obat untuk mengurangi


kecemasan.

R: Agar klien mampu mengatasi din mengurangi kecemasan yang dihadapinya.