Anda di halaman 1dari 4

Berdasarkan ciri morfometrik dan meristrik, ikan ini mempunyai bentuk tubuh yang

memanjang. Bentuk kepala yang pipih dan pendek, bentuk tubuh tampak depan bundar,

punggung berwarna biru gelap sampai biru kehitam-hitaman. Bentuk mata normal, bentuk

mulut subterminal, mampu mencapai panjang baku tubuh hingga 80 cm serta tidak

memiliki lineal lateral. Sirip punggung dengan jari-jari bertulang keras berjumlah 2-2, sirip

punggung jari-jari lemah 6-8, sirip anal berjari-jari tulang keras 0-0, sirip anal dengan jari-

jari lemah 33-43, sirip ekor panjang dan bercagak. Sedangkan untuk sirip yang sepasang,

sirip pectoral berjari-jari tulang keras 1, dan berjari-jari lemah 9-15 dengan bentuk normal,

untuk sirip perut (pelvics) dengan 1 jari-jari keras dan 6-6 jari-jari lemah dengan bentuk

abdominal (Zerli, 2002).

Ciri-ciri morfologi ikan lele adalah adanya dua buah kumis sebagai alat penciuman

yang letaknya berdekatan dengan sungut hidung. Fungsi kumis sebagai alat peraba ketika

bergerak dan mencari makan. Ciri morfologi yang lebih spesifik adalah warna tubuhnya ada

yang cokelat gelap dan cokelat terang, bahkan ada yang hitam. Warna tubuh ini bersifat

permanen dan tidak berubah (Khairuman dan Amri, 2008).

Ikan Pantau (Rasbora borneesis) adalah ikan pelagik yang terdapat di sungai-sungai

(air tawar). Mulutnya terminal, mempunyai tutup insang , berwarna kuning keemasan,liniea

literalis sempurna, mempunyai sirip punggung, sirip dada, sirip perut, sirip anus, dan sirip

ekor. Sirip ekor berbentuk cagak, sirip punggung dan sirip anus tidak bersatu hubungan

sirip dada dan sirip perut abdominal, sisik berbentuk cycloid, tidak berbahaya (Saanin,

1968 dalam Kisaz, 2008).

Ikan Paweh (Osteochilus hasselti) dengan ciri-ciri bentuk tubuh pipih dan langsing,

bilateral simetris, tubuh berwarna kekuning-kuningan sedangkan bagian siripnya berwarna

kemerah-merahan, memiliki sepasang sungut yang pendek terletak di sudut mulut,

kepalanya tumpul, tubuh diliputi sisik, bentuk mulutnya subterminal, linea lateralis

sempurna, siripnya terdiri dari jari-jari lemah mengeras dan jari-jari lemah, (Kottelat et al,

1993 dalam Novrizandi, 2012).

Ikan Bawal hitam (Stromateus niger) ciri-ciri marfologinya adalah badan sangat

besar dan gepeng seperti belah ketupat. Sirip ekor bercagak kuat dengan lembaran lebuh

panjang D VII-VIII : 28-30, A III : 28-30. Termasuk pemakan plankton, hidupnya didasar

perairan yang berlumpur sampai kedalaman 100 meter, umumnya dimuara-muara sungai
besar. Warnanya abu-abu keunguan bagian atas, putih perak bagian bawah. Siripnya agak

gelap. Perbedaanya dengan bawal hitam selain sirip dubur yang lebih panjang. Ikan ini

termasuk ikan ekonomis yang banyak dijual dipasar-pasar (Saanin,

1984 dalam Aquaculture, 2010).

Ikan kapas-kapas memiliki lima buah sirip, yaitu sirip punggung (pinnae dorsalis),

sirip dada (pinnae pectoralis), sirip perut (pinnae ventralis), sirip dubur (pinnae analis), dan

sirip ekor (pinnae caudalis). Sirip punggung panjang hingga kepangkal ekor dan sirip dubur

panjang hingga kepangkal ekor. Sirip ekor bercagak dan berada di belakang.. Linea

lateralisnya lurus agak melengkung dan habitatnya di air laut (Novrizandi, 2012).

Ikan Parang-parang (Chirocentrus dorab) memiliki kisaran penyebaran yang cukup

luas di Indonesia, disamping dapat ditangkap dengan alat tangkap yang bervariasi dan dapat

diolah menjadi produk pasca panen (post-harvest product), menjadikan ikan ini memiliki

potensi yang cukup besar untuk terus dikembangkan menjadi salah satu komoditi ikan

ekonomis penting (Dyah, 2007).

Ikan tenggiri mempunyai morfologi tubuh yang cukup unik. Dibagian samping

tubuhnya terdapat garis lateral yang memanjang dari insang hingga akhir sirip dorsal kedua,

sedangkan pada punggungnya terdapat warna biru kehijauan. Garis pada bagian samping

menjadi cirri khas ikan tenggiri yang berbeda dengan ikan sejenis. Secara umum warna ikan

tenggiri adalah perak keabu-abuan (Pikiran Rakyat, 2009).

Menurut Retnanigdyah dalam Ramayani (2011), kerapu macan memiliki ciri-ciri

yaitu mulut lebar dengan rahang dapat membuka lebar (maxilla ekposed), satu sirip

punggung dengan 11 jari-jari keras dan 14-15 jari-jari lunak (D-XI, 14-15), sirip dada

memiliki 1 jari-jari keras dan 18-20 jari-jari lunak (P-I, 18-20), sirip anus memiliki 3 jari-jari

keras dan 8-9 jari-jari lunak (A-III, 8-9) dan sirip perut memiliki 1 jari-jari keras dan 5 jari-

jari lunak (V-I, 5). Warna dasar tubuh coklat pucat kekuningan dengan lima seri bercak

coklat gelap vertikal. Kepala, tubuh dan sirip dipenuhi bintik-bintik kecil warna coklat. Pada

operculum ada flat spines. Didepan pangkal sirip ekor sebelah atas ada bercak gelap seperti

pelana.

V. KESIMPULAN DAN SARAN


5.1 Kesimpulan

Kesimpulan yang didapat dari praktikum Iktiologi Bidang dan Arah ini adalah kita

mengetahui secara langsung bidang dan arah pada Ikan Juaro(Pangasius

plyuranodon), Ikan Lele Lokal (Clarias batrachus), Ikan Pantau (Rasbora

cephalotaenia), Ikan Paweh (Osteochilus hasselti), Ikan Bawal Hitam (Stromateus

niger), Ikan Kapas-kapas (Geres punctatus), Ikan Parang-parang (Chirocentrus

hypselosema), Ikan Tenggiri (Scomber commersoni), Ikan Kerapu Macan (Ephinephelus

fuscoguttatus).

Bidang dan Arah pada Ikan dapat dibagi menjadi tiga yaitu bidang khayal frontal,

bidang khayal sagital, dan bidang khayal transversal. Terminologi-terminologi yang

terdapat pada Ikan adalah medial, lateral, dorsal, ventral, proximal dan distal.

5.2. Saran

Diharapkan pada praktikum selanjutnya agar para assisten dapat lebih membimbing

para praktikan lebih baik lagi sehingga suasana praktikum ini dapat berjalan dengan lebih

lancar lagi.

DAFTAR PUSTAKA

Aquaculture. 2010. Coret-coret Aquaculture fish information : Ikan Pantau (Rasbora


argirotaenia). http://aquaculture09.blogspot.com/2010/05/ikan-pantau-rasbo ra-
argirotaenia.html. Diakses Tgl 26 Maret 2013.

Dyah P, Sulistyani. 2007. Daerah Penangkapan Ikan Parang-parang (Chirocentus dorab). Fakultas
Perikanan Dan Ilmu Kelautan. UNDIP.

Ersti. 2000. Pengembangan Sistem Informasi Perikanan Di Perairan Laut Bengkalis Provinsi Riau.
Fakultas Terknologi Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor.

Fishypedia. 2006. Ikan Kapas-Kapas. http://www.iftfishing.com/fishypedia/ikan-kapas-kapas/.


Diakses Tgl 26 Maret 2013.

Gayanti. 2012. Morfometrik Dan Meristik Ikan Paweh (Osteochilus Hasselti C.V) Di Sungai Tapung
Kiri Desa Bencah Kelubi Kabupaten Kampar Propinsi Riau. Skripsi. FMIPA. Universitas
Riau. Pekanbaru.

Khairuman dan Amri, K. 2003. Budidaya Lele Lokal Secara Intensif. Agromedia Pustaka. 64 hal.
Kisaz. 2008. Morfometrik Dan pola pertumbuhan ikan pantau (Rasbora spp) di oxbow belanti desa
mentulik kecamatan kampar kiri hilir kabupaten kampar Provinsi Riau. Skripsi. Faperika.
Universitas Riau. Pekanbaru.
Putra, R.M., Lukystiowati, I., Pulungan, C.P., Budijono dan Windarti. 2013. Penuntun Praktikum
Ichthyologi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau. Pekanbaru. 73 hal.

Putra, R.M., Pulungan, C.P., Budijono dan Windarti. 2009. PenuntunPraktikum Ichthyologi
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau. Pekanbaru. 73 hal.

Novrizandi. 2012. Ikan Paweh (Osteochilus hasselti). http://novrizandimalaputra.


wordpress.com/2012/04/28/ikan-pawehosteochilus-hasselti/. Diakses Tgl 26 Maret 2013.

Pikiran Rakyat. 2009. Tenggiri Ikan Laut Sejuta Potensi. Terbit 19 Februari 2009.

Ramadhan, P.P. 2008. Studi Kebiasaan Makanan Ikan Juaro (Pangasius polyuranodon) di Daerah
Aliran Sungai Musi, Sumatera Selatan. Skripsi. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.
Institut Pertanian Bogor.

Ramayani. 2011. Teknik Pemeliharaan Larva Ikan Kerapu Macan (Epinephelus Fuscoguttatus) Di
Balai Budidaya Laut (Bbl) Batam Kepulauan Riau. Laporan raktek Magang. FAPERIKA.
Universitas Riau. Pekanbaru.

Richocean. 2012. Ikan Tenggiri. http://richocean.wordpress.com/ikan-laut/ikan-tenggiri/. Diakses


Tgl 26 Maret 2013.

Romimohtarto, K. 2005. Ilmu Pengetahuan Biota Laut. Jakarta: Djambatan. 540 hal.

Subyakto, S & S. Cahyaningsih, 2003. Pembenihan Kerapu Skala Rumah Tangga. Agromedia Pustaka.
62 hal.

Suyanto, S. R . 2002. Budidaya Ikan Lele. Jakarta: Penebar Swadaya. 100 halaman.
Zerli, Z. 2008. Komparatif Morfologi Ikan Juaro (Pangasius polyuranodon Blkr) Di Sungai Kampar
Dan Sungai Siak Provinsi Riau. Skripsi. Faperika. Universitas Riau. Pekanbaru.