Anda di halaman 1dari 22

STANDAR

LATIHAN KETERAMPILAN MANAJEMEN MAHASISWA


TINGKAT DASAR
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER

BSO BADAN KOORDINASI PEMANDU


BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER
SURABAYA
2017
STANDAR
LATIHAN KETERAMPILAN MANAJEMEN MAHASISWA
TINGKAT DASAR
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER
SURABAYA

STANDAR LKMM TD ITS


Standar Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar Institut Teknologi Sepuluh
Nopember yang selanjutnya disebut Standar LKMM TD ITS adalah pedoman dalam pelaksanaan LKMM
TD dan digunakan untuk penilaian dari pelaksanaan LKMM TD di ITS. Standar LKMM TD berisikan
Rincian Tugas dan Aktivitas Pemandu yang selanjutnya disebut RTAP. RTAP adalah bagian dari proses
pelaksanaan LKMM yang direncanakan, dijalankan dan dievaluasi oleh seorang pemandu dan atau
bersama tim pemandu sebagai daftar tugas-tugas beserta hal-hal apa saja yang menjadi tanggung
jawab seorang pemandu.

RTAP mencakup pembahasan berbagai tugas pemandu dalam tahap konsep pelaksanaan LKMM yang
terbagi menjadi 3 (tiga) bagian penting yaitu tugas dan aktivitas sebelum hari pelaksanaan (Pra hari
H), pada saat pelaksanaan (hari H), dan pasca pelaksanaan LKMM (pasca).

RTAP diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi pemandu dalam menentukan prioritas kerja
pada saat melakukan pengonsepan terhadap pelaksanaan LKMM. Dengan adanya RTAP ini pemandu
dapat mengetahui tentang tahap-tahap yang harus ditempuh untuk melaksanakan sebuah pelatihan
LKMM sesuai dengan yang diharapkan.

PEMANDU
Pemandu adalah seseorang yang bertugas sebagai pembimbing dan bertugas untuk mengarahkan
peserta pelatihan dalam sebuah forum tentang materi-materi yang diberikan pada saat pelatihan.

Pengertian tersebut masih sangatlah singkat, dalam arti lebih luas pemandu bertugas melaksanakan
semua kewajiban sebagai seorang pemandu yang diantara nya adalah melakukan tahap pengonsepan
pelatihan yang dilakukan bersama tim pemandu dan melaksanakan semua tugas-tugas terkait dengan
hal kepemanduan dalam upaya mencapai tujuan pelaksanaan pelatihan sesuai dengan yang
diharapkan.

Pemandu juga diharapkan dapat menjadi teladan yang baik bagi para peserta pelatihan melalui
caranya dalam menginspirasi dan memberikan wawasan yang dibutuhkan oleh peserta.

LKMM
LKMM adalah Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa yang difasilitasi oleh Direktorat Jenderal
Pendidikan Tinggi sejak tahun 1989 yang diawali dengan pelatihan untuk pemandu. LKMM sendiri
memiliki tujuan untuk mampu memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan manajerial untuk
mengelola berbagai organisasi kemahasiswaan, terutama para mahasiswa yang terlibat langsung dan
aktif di dalam kepengurusan organisasi kemahasiswaan baik di dalam kepengurusan organisasi di
tingkat program studi, fakultas maupun di tingkat institut.
Saat ini terdapat empat jenis LKMM yang terdiri atas LKMM Pra-Dasar dan Dasar yang dilaksanakan
dan dibiayai sendiri oleh perguruan tinggi dengan berpedoman pada panduan dan kurikulum LKMM
yang dikeluarkan oleh Dikti, serta LKMM Tingkat Menengah dan Lanjut yang langsung dikoordinasikan
dan didanai oleh Dikti, melalui pengajuan proposal dan atau penunjukan.

LKMM TD
LKMM Tingkat Dasar bertujuan membekali mahasiswa agar mampu menyelenggarakan kegiatan
dengan lebih sistematis dan terencana. Setelah mengiktui pelatihan LKMM ini diharapkan peserta
mampu:

1. Merumuskan sasaran yang ingin dicapai dan menjabarkannya kedalam sebuah program kerja
2. Mengantisipasikan berbagai hambatan yang mungkin ditemui dalam mewujudkan rencana
kerjanya
3. Mengidentifikasi berbagai peluang yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang pencapaian
rencana kerjanya
4. Memanfaatkan berbagai sumber daya yang ada di lingkungannya
5. Memikat rekan mahasiswanya agar mau bergabung dan aktif berpartisipasi dalam kelompok
yang dibentuknya
6. Mengendalikan partisipasi anggota unit kerjanya agar mampu menguasai hal-hal tersebut di
atas

LKMM diposisikan pada diagram kepentingannya untuk kebutuhan mahasiswa. Sedangkan LKMM TD
posisinya berada pada kepentingan kebutuhan tingkat jurusan/ program studi.
Gambar 1 Sistem LKMM ITS

PERANGKAT LKMM

PEMANDU

Dalam penyelenggaraan pelatihan LKMM TD, terdapat materi pengembangan sikap dan keterampilan
(PSK) dan pengembangan sikap dan keterampilan wawasan (PSK-W). Materi PSK wajib dibawakan oleh
pemandu, sedangkan materi PSK-W dapat dibawakan oleh non-pemandu. Pemandu bertanggung
jawab untuk memastikan tersampaikannya materi pelatihan kepada peserta.
FASILITATOR PEMANDU

Fasilitator pemandu merupakan pemandu yang bertugas menjadi fasilitator dalam suatu sesi materi.
Fasilitator bertugas sebagai pendamping pemandu saat memandu materi. Fasilitator adalah seorang
pemandu yang membantu memastikan seluruh kebutuhan teknis pemandu dalam sebuah materi
terpenuhi. Adapun peran fungsi fasilitator adalah sebagai berikut:
1. Menyiapkan peserta
2. Menyiapkan fasilitas pelatihan (ruangan, papan, LCD, laptop, spidol, kertas)
3. Membantu pemandu dalam penyampaian materi
4. Merekap Penilaian Feedback
5. Membuat berita acara fasilitator (perihal pelaksanaan penyampaian materi)
6. Memberikan Ringkasan Materi secara singkat (±3menit) di akhir materi.

PESERTA

Peserta LKMM TD merupakan mahasiswa yang telah lulus LKMM Tingkat Pra-Dasar Fakultas terkait.
Peserta LKMM TD berjumlah maksimal 30 orang dalam satu kelas. Untuk menjadi peserta LKMM TD,
calon peserta harus mengikuti serangkaian proses seleksi yang telah ditentukan tim pemandu.
Adapun terdapat persyaratan berkas yang harus dipenuhi oleh calon peserta LKMM TD adalah sebagai
berikut:
1. Mahasiswa aktif tahun pertama atau kedua, ditandai dengan fotokopi KTM
2. Indeks prestasi kumulatif (IPK) minimal 2,5 dibuktikan dengan transkrip IPK
3. Curriculum Vitae (CV) peserta
4. Deskripsi tema
5. Surat pernyataan kesediaan mengikuti pelatihan
6. Persyaratan tambahan yang ditentukan oleh tim pemandu jurusan
Untuk menjadi peserta LKMM TD, terdapat alur yang dapat diikuti oleh calon peserta. Adapun alur
standard pemilihan peserta adalah sebagai berikut:
Lulus Lulus
Calon Persyaratan Wawancara Peserta
peserta berkas LKMM TD

Tidak Tidak
lulus lulus

Gambar 2 Alur Standar Proses Seleksi Calon Peserta LKMM TD

BUKU PANDUAN
Buku Panduan LKMM TD merupakan pedoman materi LKMM TD yang
dikeluarkan oleh DIKTI. Dalam buku panduan LKMM TD, terdapat standard
materi yang harus disampaikan untuk materi Pengembangan Sikap dan
Keterampilan (SPK). Buku tersebut memuat tujuan materi, durasi materi,
peralatan, serta proses penyampaian materi secara umum. Setiap pemandu
yang akan memandu diwajibkan untuk membaca buku panduan agar materi
yang disampaikan tetap sesuai dengan arahan penyampaian materi yang
ada.

SCREENING
Screening merupakan proses seleksi calon peserta LKMM TD yang ditentukan oleh tim pemandu.
Adapun alur seleksi calon peserta LKMM TD dapat dilihat pada Gambar 1. Pada tahap persyaratan
berkas, calon peserta mengumpulkan berkas sesuai dengan persyaratan berkas yang ditentukan oleh
tim pemandu. Calon peserta yang lulus tahap persyaratan berkas, berhak mengikuti tahap wawancara.
Pada tahap wawancara inilah tim pemandu diharapkan dapat mengetahui akan motivasi, karakteristik,
pengetahuan dan wawasan yang mendasari calon peserta mengikuti screening LKMM TD.

KONTRAK BELAJAR

Kontrak belajar adalah pernyataan tertulis yang ditandatangani oleh perwakilan pemandu dan peserta
sebagai bentuk kesepakatan antara kedua belah pihak dalam pelaksanaan pelatihan. Kontrak belajar
berisi tata tertib peserta dan ketentuan-ketentuan selama pelatihan. Kontrak belajar ditandatangani
saat berlangsungnya technical meeting. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa peserta mampu
menjaga suasana kondusif selama pelatihan. Adapun Kontrak belajar yang digunakan disesuaikan
dengan kebutuhan dan budaya pelaksana pelatihan.

TES POTENSI AWAL – TES POTENSI AKHIR

Tes Potensi Awal merupakan bentuk pengukuran pengetahuan peserta saat sebelum dan sesudah
semua materi PSK disampaikan. TPA bertujuan untuk melihat ketercapaian peserta terhadap materi
melalui perbandingan Tes Potensi awal dan akhir. TPA berupa pertanyaan-pertanyaan terkait materi
PSK.

Gambar 2 Contoh Rekap Pre Test dan Post Test

PERFORMANCE APPRAISA L

Performance Appraisal merupakan bentuk pengukuran kualitas materi dari sisi pemandu, peserta, dan
fasilitator. PA diberikan kepada pemandu, peserta, dan fasilitator dan wajib diisi setelah penyampaian
setiap materi. Dalam PA terdapat indikator-indikator penting yang disampaikan oleh pemandu terkait
materi yang dibawakan. PA mencakup materi PSK dan PSK-W.

POINT PEMAHAMAN
NO MATERI SUB-MATERI Critical Point
0-60 61-70 71-80 81-100
Ma mpu mengi dentifi ka s i fa ktor pengha mba t,
pendukung
Ma mpu mengi dentifi ka s i kondi s i l i ngkunga n da n
1 ANALISIS KONDISI LINGKUNGAN
menyus un s ka l a pri ori tas progra m kerja
Ma mpu menyebutka n potens i pos i tif ya ng
menunja ng progra m kerja
Ma mpu menya mpa i ka n ga ga s a n a wa l mengena i
2 PERUMUSAN GAGASAN AWAL
progra m kegi a tan ya ng a ka n di us ul ka n
Ma mpu mema ha mi tujua n da n fungs i /keguna a n
tol ok ukur keberha s i l a n s ua tu progra m kerja
3 TOLOK UKUR KEBERHASILAN
Ma mpu merumus ka n tol ok ukur keberha s i l a n
s ua tu progra m kerja
Ma mpu mema ha mi a rti, ma nfa a t, da n mengetahui
tekni k membua t perenca na a n ja dwa l kegi a tan
4 PERENCANAAN PROGRAM KERJA
Ma mpu membua t ja dwa l kegi a tan da ri progra m
ya ng di a juka n s es ua i denga n kondi s i l i ngkunga n
Sehingga, akan di dapatkan analisa pemahaman akan masing-masing materi secara lebih mendalam
seperti berikut :

LEMBAR FEEDBACK

Lembar feedback merupakan lembar penilaian peserta terhadap pemandu dan fasilitator. Lembar
feedback dapat digunakan sebagai evaluasi dalam penyampaian materi berikutnya. Panitia wajib
memberikan lembar feedback setiap materi, baik materi PSK maupun materi PSK-W ketika telah
selesai disampaikan. Kriteria penilaian dalam lembar feedback minimal mencakup 5 poin, yaitu:
 Pemandu/pemateri
 Fasilitator
 Panitia
 Materi
 Peserta
Sebelum pemandu mendapatkan lembar feedbacknya, fasilitator WAJIB untuk merekap penilaian
yang ada. Hal ini dilakukan untuk melihat subjektivitas penilaian peserta terhadap performa seorang
pemandu dalam menyampaikan materi dan dukungan dari setiap elemen LKMM. Adapun indikator
penilaian masing-masing poin ditentukan oleh pemandu masing-masing jurusan.

Contoh Lembar Feedback :

LEMBAR FEEDBACK LKMM TD


NAMA PEMATERI | FASILITATOR :
MATERI :
S K S K
PENILAIAN B B C K S PENILAIAN B B C K S
A.
PEMBICARA/PEMAND
U C. MATERI
Penguasaan Materi Materi yang diberikan jelas
Cara Penyajian Materi Mudah di Pahami
Materi berkorelasi dengan
Keruntutan Materi materi sebelumnya
Persiapan TOTAL
Pengalokasian Waktu D. PESERTA
TOTAL Ketertiban Peserta
B. FASILITATOR Antusiasme Peserta
Kesigapan Fasilitator Interaksi dengan pemandu
Pengondisian Peserta TOTAL
Kerjasama dengan
Pemandu E. PANITIA
Kemampuan Mengkondisikan Ruangan
menyimpulkan materi dengan Kondusif
Menyiapkan perlengkapan
TOTAL yang dibutuhkan
KETERANGAN : TOTAL
(SB/SANGAT BAIK=5) (B/ BAIK=4) (C/CUKUP=3) (K/KURANG=2) (KS/KURANG SEKALI=1)
KRITIK DAN SARAN SECARA KESELURUHAN:
Dengan Hasil yang diharapkan sebagai berikut :

Dari rekap lembar feedback dan berita acara akan terlihat akan hubungan pencapaian kemampuan
peserta menangkap sebuah materi dengan kemampuan pemandu memandu, keadaan ruangan,
kesiapan panitia, kondusifitas ruangan dan hal-hal lainnya yang langsung maupun tidak langsung
mempengaruhi jalannya materi.

KEGIATAN PASCA PELATIHAN

Kegiatan pasca pelatihan (KPP) merupakan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh peserta LKMM TD
setelah menyelesaikan pelatihan. KPP terbagi menjadi dua yaitu KPP Pelatihan dan KPP Titipan tim
penyelenggara. KPP Pelatihan adalah KPP yang ditentukan oleh pemandu dan disesuaikan dengan
tujuan utama pelaksanaan pelatihan. KPP Titipan penyelenggara yang dalam hal ini adalah Himpunan
Mahasiswa Jurusan yang berupa KPP untuk memajukan dan meningkatkan potensi Sumber Daya
Mahasiswanya. Seorang peserta LKMM TD dapat dinyatakan lulus setelah melaksanakan KPP
Pelatihan yaitu membuat 1 (satu acara) sesuai dengan materi LKMM TD. Untuk KPP Titipan tim
penyelenggara hanya boleh maksimal 3 KPP dan itu tidak mempengaruhi kelulusan peserta.

PENYUSUNAN PROGRAM PANDUAN

SAMAKAN PRESEPSI TEN TANG PELATIHAN


Sebelum memulai persiapan sebuah pelatihan, diperlukan penyamaan persepsi bagi semua pemandu
terkait tujuan yang hendak dicapai melalui pelatihan. Hal tersebut bertujuan agar pelatihan berjalan
dengan lancar. Penyamaan persepsi dapat dilakukan melalui diskusi internal tim pemandu.

PEMILIHAN KOMISI

Komisi dalam hal ini merupakan pembagian tugas pemandu dalam penyelenggaraan pelatihan. Dalam
suatu pelatihan LKMM TD, harus terdapat Koordinator pemandu yang bertugas untuk
mengkoordinasikan semua pemandu selama pelatihan. Adapun tugas yang tidak tertulis seperti
menjaga komunikasi dengan setiap elemen LKMM, menjadi orang yang bertanggung jawab dengan
jalannya pelaksanaan LKMM telah termasuk ke dalam tugasnya sebagai koordinator pemandu.
Untuk menunjang pelatihan LKMM TD minimal terdapat 3 komisi, yakni komisi materi, komisi teknis,
dan komisi disiplin. Adanya komisi lainnya disesuaikan dengan kebutuhan pemandu.
KOMISI MATERI
1. Menyiapkan materi PSK dan PSK-W
2. Menyiapkan bulkonah
3. Plotting pemandu jurusan dan luar jurusan
4. Plotting fasilitator
5. Menyiapkan term of reference (TOR) setiap materi
6. Memeriksa KDKO pemandu yang akan memandu materi
7. Menyiapkan simulasi total pelatihan
8. Menyiapkan TPA
9. Membuat rundown materi selama pelatihan
10. Merekap PA

KOMISI TEKNIS
1. Koordinasi dan kontroling panitia terkait teknis pelatihan
2. Menyiapkan administrasi selama pelatihan yang meliputi absensi materi, absensi konsumsi,
lembar keaktifan, absensi perizinan, lembar feedback, lembar cek kelengkapan peserta
3. Menyiapkan teknis pendaftaran peserta
4. Menyiapkan technical meeting
5. Menyiapkan teknis pembukaan dan penutupan pelatihan
6. Menyiapkan rundown kegiatan pelatihan
7. Menyiapkan fasilitas pelatihan

KOMISI DISIPLIN
1. Menyiapkan tata tertib peserta dan pemandu selama pelatihan
2. Mengawasi kedisiplinan peserta dan pemandu selama pelatihan
3. Memberikan penilaian kedisiplinan peserta dan pemandu setiap harinya melalui performance
indicator (PI)

PENDEKATAN ANTAR PEM ANDU


Sebelum memulai pelatihan, diperlukan koordinasi yang baik antar pemandu saat pra, pelaksanaan,
dan pasca pelatihan. Berdasarkan hal tersebut, diperlukan pendekatan antar pemandu, agar pelatihan
yang direncanakan berjalan dengan baik dan lancar.

PENYUSUNAN TEMA PELA TIHAN

Tema pelatihan ditentukan oleh pemandu berdasarkan kondisi ideal yang di harapkan. Kemudian
kondisi ideal ini dibenturkan pada analysis raw material yang diberikan oleh pihak penyelenggara yang
dalam hal ini adalah Himpunan Mahasiswa Jurusan.
Kondisi ideal merupakan hasil brainstorming terhadap kondisi ideal yang diharapkan yang telah
dibenturkan pada analysis raw material (ARM) dari peserta. Tema sewajarnya adalah sebuah kondisi
yang ingin dicapai oleh peserta dengan menanamkan tema tersebut dalam diri peserta. Tema
pelatihan maksimal terdiri dari maksimal 14 kata.
PENYUSUNAN PROGRAM PANDUAN

Program panduan merupakan kerangka materi yang disusun oleh pemandu dan diberikan kepada
peserta. Program panduan dapat berupa bulkonah (bulat, kotak, panah) yang berisi kondisi awal
peserta, materi PSK dan PSK-W, tujuan antara, serta tujuan akhir.
Adanya program panduan disesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai oleh pemandu ataupun pihak
penyelenggara yang dalam hal ini adalah Himpunan Mahasiswa Jurusan. Program panduan
berpedoman pada buku standard pelatihan LKMM TD yang dikeluarkan oleh DIKTI. Adapun contoh
bulkonah dalam program panduan dapat dilihat pada Gambar 3.

Gambar 3. Bulkonah dalam program panduan

Proses Penyusunan Program Panduan ini diharapkan menjadi Penyusunan Jenjang Belajar yang
didapatkan dari analisis model ideal dan penyusunan model ideal untuk mendapatkan susunan alur
pembawaan LKMM yang terkendali dan membuat susunan alternatif bagi sekuen panduan.
MENYIAPKAN KERANGKA DISKUSI DAN KERANGKA OBSERVASI

Kerangka Diskus dan Kerangka Observasi (KDKO) merupakan kerangka penyampaian materi yang
dibuat oleh pemandu yang akan memandu materi. KDKO wajib dibuat oleh pemandu jurusan atau luar
jurusan yang akan memandu suatu materi. KDKO wajib diserahkan kepada komisi materi jurusan
sebelum mulai memandu materi. KDKO harus disesuaikan dengan materi yang akan
dipandu/disampaikan.
KDKO sendiri memiliki tujuan untuk memastikan pemandu yang akan memandu materi tersebut telah
mampu membawakan materi dengan baik dan perencaan yang matang akan setiap kemungkinan yang
terjadi selama proses pemandu.
Adapun langkah-langkah membuat KDKO adalah sebagai berikut :

SIMULASI PEMANDU

Sebelum pelaksanaan pelatihan LKMM TD, diharapkan pemandu jurusan mengadakan simulasi
pemandu untuk menyamakan persepsi semua pemandu terhadap materi yang akan dibawakan.
Simulasi pemandu sewajarnya dilaksanakan dengan mengondisikan suasana yang paling mendekati
suasana ruang pelatihan dan alur pelatihan yang telah direncanakan. Hal ini juga dapat menjadi
evaluasi kesiapan dan keluwesan pembawaan bagi pemandu.

PELAKSANAAN PROGRAM PANDUAN

KOORDINASI DENGAN PANITIA


Dalam pelaksanaan Hari H, Koordinator Pemandu dan Tim Komisi Teknis adalah tim yang bertanggung
jawab untuk menjaga alur komunikasi dengan panitia pelaksana pelatihan. Koordinasi dan komunikasi
dilakukan berdasarkan Petunjuk Pelaksanaan dan Petunjuk Teknis ( Juklak-Juknis) yang telah
disepakati oleh kedua belah pihak. Adapun isi dan alur komunikasi dikembalikan lagi kepada masing-
masing tim penyelenggara.

PERAN FUNGSI PEMANDU

MEMBERI INSTRUKSI
Karena program panduan umumnya merupakan proses belajar melalui kegiatan, maka dengan
sendirinya ada sejumlah besar kegiatan yang harus dilakukan oleh peserta. Kegiatan-kegiatan yang
akan dilakukan oleh peserta sesungguhnya adalah kegiatan-kegiatan yang sengaja diberikan dengan
harapan agar melalui kegiatan tersebut akan muncul sejumlah temuan yang dapat digunakan untuk
mendukung kesimpulan-kesimpulan tertentu. Untuk memperbesar kemungkinan munculnya temuan-
temuan yang diharapkan, pemandu harus memberikan instruksi (untuk melakukan kegiatan yang
bersangkutan) secara seksama.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penyampaian instruksi antara lain adalah:

1. Peserta perlu tahu out put (hasil) yangdiharapkan dari mereka.


2. Peserta perlu tahu sistem skoring yang berlaku (kalau ada perhitungan nilai).
3. Peserta perlu tahu tata tertib yang berlaku, baik yang menyangkut batas waktu, maupun yang
menyangkut aturan lain seperti; boleh atau tidaknya mereka berbicara dengan teman, boleh
tidaknya mereka bertanya pada pemandu setelah mulai bekerja, dan lain sebagainya.
4. Peserta harus mendapat jawaban atau penjelasan mengenai hal-hal yang mereka tanyakan.
5. Instruksi perlu disampaikan sesingkat mungkin tanpa mengurangi kelengkapannya.
6. Bila mungkin instruksi sebaiknya disampaikan secara tertulis.
7. Sedapat mungkin jangan menggabungkan dua atau lebih satuan instruksi yang sesungguhnya
dapat dipisahkan. Dalam hal ini, yang dimaksud dengan satu satuan instruksi adalah sejumlah
penjelasan yang dibutuhkan peserta agar mereka dapat mengerjakan tugas yang tidak boleh
diinterupsi oleh informasi baru, atau oleh waktu istirahat tanpa perlu disusuli oleh informasi
yang terlupa.

MENGAWASI KEGIATAN PANDUAN


Selama peserta melakukan kegiatan yang diinstruksikan kepada mereka, pemandu harus aktif
melakukan pencatatan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan pengamatan ini antara lain
adalah :

1. Pemandu harus ingat bahwa kegiatan ini dilakukan dalam rangka pengumpulan temuan-
temuan yang akan digunakan dalam pembahasan konsep atau prinsip-prinsip.
2. Karena itu pemandu harus mengingat tujuan dari kegiatan dan temuan-temuan apa saja yang
diharapkan muncul untuk dijadikan bahan pembahasan. Pemandu sebaiknya mencatat
temuan-temuan yang berhasil dijumpainya. Catatan harus meliputi: "Kapan suatu peristiwa
terjadi, siapa saja yang berperan, bagaimana tingkah laku masing-masing peserta dan
mengapa mereka menampilkan tingkah laku tersebut".
3. Pemandu juga harus membayangkan cara-cara yang akan digunakan. Untuk mengolah
temuan tersebut di dalam diskusi kelas yang seharusnya dilakukan sebagai lanjutan dari
kegiatan ini.
MEMIMPIN DISKUSI KELAS
Tugas pemimpin diskusi kelas adalah tugas utama seorang pemandu. Selama memimpin
diskusi, pemandu sesungguhnya sedang melakukan sejumlah interaksi dengan peserta. Kalau
diperhatikan lebih seksama terhadap interaksi-interaksi itu dapat dihimpun ke dalam unit-unit
interaksi. Dalam hal ini, satu unit interaksi adalah serangkaian interaksi yang dimulai dengan suatu
persoalan atau pertanyaan baik yang diajukan pemandu maupun yang diajukan peserta dan berakhir
dengan munculnya persoalan baru. Ini berarti bahwa suatu unit interaksi bisa saja berakhir dengan
secara tidak mulus atau tidak tuntas, yaitu bila interaksi tersebut berakhir tanpa terpecahkannya
persoalan-persoalan yang diajukan semula. Tuntas tidaknya unit-unit interaksi dalarn suatu diskusi,
merupakan salah satu faktor yang turut menentukan efektivitas seorang pemandu.

Satu unit interaksi dapat tersusun dari sejumlah unitas (unit aktifitas) yaitu : kesatuan terkecil
dari tingkah laku seorang pemandu. Ada sejumlah besar unit aktivitas yang mungkin dilakukan seorang
pemandu. Beberapa di antaranya, adalah :

a. Memberi Instruksi
b. Menjawab Pertanyaan
c. Mengundang Tanggapan
d. Menjelaskan Definisi
e. Mengajukan Contoh
f. Memberikan Konfirmasi
g. Menanyakan Maksud Peserta
h. Mengendalikan Arah Diskusi
i. Menekankan Jawaban Peserta
j. Memancing Data
k. Merangkaikan Induksi
l. Memberi Konsekuensi

MEMBERIKAN CERAMAH SINGKAT


Berbeda dari kegiatan memimpin diskusi, kegiatan ceramah terutama merupakan monolog di mana
pemandu tidak melakukan interaksi, tetapi secara satu arah menjelaskan konsep-konsep atau prinsip-
prinsip tertentu, yang berkaitan dengan tujuan panduan. Satu ceramah sesunggutrnya terdiri dari
sejumlah unit penjelasan yaitu satu rangkaian penjelasan yang bertujuan memberikan pemahaman
terhadap satu prinsip atau satu konsep.

Bila untuk menjelaskan satu konsep atau satu prinsip dibutuhkan satu atau dua penjelasan pengantar,
maka tiap-tiap konsep yang dijelaskan inilai sebagai satu unit penjelasan.

EVALUASI PROGRAM PANDUAN

EVALUASI UNTUK LKMM KE DEPANNYA


Evaluasi adalah sebuah proses penilaian dalam sebuah organisasi/kegiatan untuk mengukur akan
efentifitas strategi yang digunakan dalam upaya mencapai tujuan organisasi/kegiatan. Dalam
pelaksanaan Kegiatan LKMM TD pun diperlukan sebuah evaluasi untuk memastikan kegiatan tetap
berjalan sesuai dengan yang telah di rencanakan. Apabila dalam sebuah evaluasi di temukan
perbedaan antara perencanaan dengan kenyataan pelaksanaan kegiatan. Adapun evaluasi yang baik
dilakukan dari dua buah sisi, yaitu dari sisi internal dan juga dari sisi eksternal.

INTERNAL
Evaluasi yang di dapatkan dari internal adalah sebagai berikut :

1. Kelengkapan perangkat LKMM, mulai dari Pemandu, Panitia hingga Peserta


2. Ketersediaan Perlengkapan LKMM, mulai dari ruangan hingga kebutuhan simulasi total

Evaluasi dari sisi internal adalah evaluasi terhadap kesamaan antara perencanaan yang telah
disepakati oleh seluruh kelengkapan peserta LKMM dengan kenyataan pelaksanaannya. Evaluasi ini
dilakukan di setiap harinya. Hasil evaluasi yang didapatkan diharapkan mampu menjadi inputan bagi
pelaksanaan LKMM di keesokan harinya maupun di pelaksanaan LKMM di tahun-tahun selanjutnya.

EKSTERNAL
Evaluasi yang di dapatkan dari internal adalah sebagai berikut :

1. Pemandu/Pemateri dari luar


Bagaimana kesiapan tim pemandu memastikan pemateri dari luar tim mampu mengikuti
peraturan yang telah disepakati oleh tim pemandu baik dari sisi juklak-juknis panitia hingga
kesesuaian penyampaian pemateri dengan Term of Reference yang telah disepakati bersama
tim pemandu.
2. Plan B
Kesiapan Tim Pemandu dan Tim Panitia dalam mengendalikan pelaksanaan pelatihan tetap
sesuai dengan juklak-juknis baik dalam keadaan ideal maupun keadaan tidak ideal.
Perencanaan B untuk setiap kemungkinan mulai dari mati listrik, hujan, hingga pembatalan
pemateri harus sudah disediakan panitia jauh dari hari pelaksanaan kegiatan.

Evaluasi dari sisi eksternal adalah evaluasi terhadap kesiapan setiap pelaksana LKMM dengan
kenyataan pelaksanaannya. Evaluasi ini dilakukan di setiap harinya. Hasil evaluasi yang didapatkan
diharapkan mampu menjadi inputan bagi pelaksanaan LKMM di keesokan harinya maupun di
pelaksanaan LKMM di tahun-tahun selanjutnya.

LIHAT- TIRU – MODIFIKASI


Setiap kejadian dalam pelaksanaan kegiatan diharapkan mampu menjadi masukan untuk
pembelajaran pelaksanaan LKMM dikemudian hari. Adapun bentuk evaluasi yang diharapkan adalah
baik dari tim pemandu maupun panitia dan peserta mampu mempelajari berdasarkan pengalamannya
mengikuti LKMM untuk menjadi bahan evaluasi di kemudian hari. Setiap nilai positif dan negatif
pelaksanaan LKMM dapat di tiru dan di modifikasikan sesuai dengan perkembangan zaman dan tujuan
pelaksaan pelatihan.

REGENERASI
Adapun dua poin yang harus mampu disediakan oleh tim pemandu adalah :

1. Regenerasi antara tim pemandu satu dengan tim pemandu selanjutnya baik dari sisi
pengalaman maupun administrasi dan sistem yang baik.
2. Adanya Dokumentasi yang baik untuk setiap proses pelaksanaan kegiatan LKMM dari tahap
Pra Hari H hingga Pasca Hari H.

PENGAWASAN PASCA KEGIATAN PELATIHAN

KEKOMPAKAN ALUMNI PELATIHAN


Kekompakan alumni pelatihan adalah salah satu indikator penilaian sebuah pelatihan dapat dikatakan
berhasil atau tidak. Kekompakan tidak hanya tercermin dalam hari pelaksanaan pelatihan saja, tetapi
hingga seluruh KPP dari pelatihan terpenuhi mulai dari KPP Pelatihan hingga KPP titipan dari organisasi
seperti menjadi Panitia.

Teknis dalam mengotrol kekompakan alumni dapat dilakukan dengan adanya kontroling langsung dari
Biro Pelatihan atau Departemen Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa di organisasi yang
melaksanakan ( teknis dalam pelaksanaan LKMM TD dilaksanakan di masing-masing Himpunan
Mahasiswa Jurusan).

Adapun yang dilakukan pengontrolan adalah :


1. Komunikasi yang baik antara PSDM Himpunan dengan Kaforkom ( Ketua Forkom).
2. Adanya list KPP
3. Adanya deadline pelaksanaan List KPP
4. Adanya Laporan dan dokumentasi pelaksanaan.

Contoh Form List KPP :


Contoh Form Laporan dan Dokumentasi Pelatihan :

Dengan adanya laporan ini diharapkan mampu memberikan kontrol yang lebih baik antara forkom
pelatihan dengan organisasi penyelenggara LKMM. Organisasi penyelenggara LKMM wajib untuk
mencetak seluruh SERTIFIKAT PESERTA DAN PANITIA ACARA LKMM paling lambat sudah di cetak dan
mendapat tanda tangan lengkap birokrasi SETELAH ACARA LKMM BERAKHIR. Bagi Organisasi yang
tidak mampu memastikan adanya sertifikat peserta dan panitia, apabila KPP tidak berjalan dengan
baik maka KPP tidak terlaksana bukanlah menjadi tanggung jawab dari peserta tetapi menjadi
tanggung jawab organisasi.

PENDAMPINGAN KPP
Latihan Keterampilan Manajerial Mahasiswa (LKMM) adalah sebuah pelatihan yang mengharapkan
setiap mahasiswa yang telah mengikuti pelatihan mampu terampil dalam mengaplikasikan ilmu yang
di dapatkan, dalam konteks kali ini adalah Tingkat Dasar yang memiliki tujuan untuk membekali
mahasiswa agar mampu menyelenggarakan kegiatan dengan lebih sistematis dan terencana.

Mengingat pelatihan yang hanya berjalan dalam waktu tiga hingga lima hari dirasa belum mampu
memastikan seluruh ilmu dalam pelatihan mampu diaplikasikan dengan terampil oleh karena itu
dibuatlah kegiatan pasca pelatihan yang didampingi langsung oleh tim pemandu yang melaksanakan
pelatihan.
Adapun yang berkewajiban untuk melakukan pembimbingan adalah KOORDINATOR PEMANDU dan
KOMISI SELEKSI. Hal ini di dasari pada :

1. Koordinator Pemandu adalah seseorang yang di pilih di antara seluruh anggota tim pemandu
dan memiliki tugas dan kewajiban seperti yang telah di jelaskan dalam bab sebelumnya.
Koordinator Pemandu adalah seseorang yang bertanggung jawab dari awal perencanaan
pelaksanaan hingga pasca pelaksanaan. Selain itu koordinator pemandu diharapkan adalah
seseorang yang paling dekat dengan seluruh elemen LKMM terutama peserta.
2. Komisi Seleksi adalah sebuah tim yang dibentuk dengan tujuan seperti telah di jelaskan dalam
bab sebelumnya. Adapun harapan yang ingin ditekankan adalah tim Seleksi tidak hanya
memastikan calon peserta yang akan di ikutkan dalam pelatihan mampu mengikuti pelatihan
dengan baik, tetapi juga mampu memastikan akan tersampaikan dan ilmu yang didapatkan di
manfaatkan dengan baik pasca pelaksanaan pelatihan.

Bentuk KPP yang paling umum dilaksanakan oleh masing-masing jurusan adalah sebagai berikut :
1. Membuat Proposal
2. Membuat Kegiatan

MEMBUAT PROPOSAL
Terdapat perbedaan di beberapa jurusan akan pelaksanaan pembuatan proposal. Terdapat jurusan
yang membagi peserta dalam beberapa kelompok kecil dan ada yang menugaskan proposal secara
bersamaan dalam sebuah kelompok komunal satu forkom.

Akhir dari kegiatan pembuatan proposal ini untuk memastikan bahwa peserta mampu dan mengerti
cara untuk membuat sebuah proposal kegiatan. Adapun yang menjadi titik fokusan dari kegiatan pasca
pelatihan ini adalah :
1. Adanya Monitoring yang jelas dan terarah akan proses pembuatan proposal
2. Adanya wadah untuk outputan proposal yang memiliki potensi untuk dilaksanakan dalam
organisasi.
Contoh Form Penilaian Proposal
LEMBAR KONTROLING LKMM TD XXX HIMPUNAN MAHASISWA XXX
KELOMPOK
ANGGOTA
NAMA KEGIATAN
1. KELENGKAPAN PROPOSAL CHECK ( √)
NAMA ACARA
LATAR BELAKANG
TUJUAN
SASARAN
RANGKAIAN KEGIATAN
PELAKSANAAN KEGIATAN
RENCANA SUSUNAN ACARA
TOLOK UKUK KEBERHASILAN
SUSUNAN KEPANITIAAN
ANGGARAN DANA
PENUTUPAN
LEMBAR PENGESAHAN
2. POIN PENILAIAN PARAMETER NILAI (1-10)
Ide Kreatif (30%)
Ide (40%) Ide solutif terhadap permasalahan (30%)
Ide Realistis (40%)
Kesesuaian Format (50%)
Proposal (25%)
Isi jelas dan lengkap (50%)
Presentasi Jelas (30%)
Pembawaan Menarik(20%)
Presentasi (25%)
Dapat memberikan argumen dengan baik (30%)
Pembagian tugas merata (20%)
Kegiatan tergambar dengan jelas (50%)
Poster (10%)
Poster Menarik dan Kreatif (50%)

Penilaian yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan menjadi salah satu parameter
ketercapaian KPP. Selain itu proposal yang sudah terbuat adalah karya yang dapat dihimpun oleh
himpunan menjadi aset organisasi. Komisi yang bertanggung jawab akan KPP Proposal adalah
KOMISI SELEKSI bekerjasama dengan KOMISI MATERI.

MEMBUAT KEGIATAN
Beberapa himpunan memiliki KPP tambahan berupa mewujudkan kegiatan yang sudah direncanakan
dalam proposal. Tujuan dari pelaksanaan KPP membuat kegiatan ini adalah mengimplementasikan
ilmu yang sudah di dapatkan sebelumnya dari pelatihan. Monitoring dilakukan mulai dari tahap
penentuan nama kegiatan hingga proses SPJ/LPJ selesai. Monitoring didasari berdasarkan kesesuaian
pelaksanaan dengan timeline yang telah direncanakan sebelumnya.
Contoh Form Penilaian Kegiatan
Timeline Proposal
Bulan / Minggu ke-
No. Kegiatan Agustus September Oktober Nopember Desember Januari Februari
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 Pembentukan Panitia inti
2 Pembuatan Proposal
3 Open Recruitment
4 Screening Panitia
6 Pengajuan Birokrasi
7 Penyebaran Mitra
9 Fixasi Pembicara/Pemateri
8 Publikasi Peserta
10 Pendaftaran Peserta
11 Pengumuman Peserta Lolos
12 Melengkapi perlengkapan
13 Persiapan fixsasi acara
14 Pelatihan Enterpreneurship
15 Pendampingan & Pembimbingan
16 Competition on Expo
17 Evaluasi
18 Road to Entrepreneur Expo

Contoh Lembar Kontrol Pelaksanaan Kegiatan


LEMBAR KONTROLING LKMM TD XXX HIMPUNAN MAHASISWA XXX
NAMA KEGIATAN XXXX
WAKTU PELAKSANAAN Februari 2013
TARGET KETERCAPAIAN
Realisasi Keterangan
(MINGGU) Ya Tidak
1. PRA HARI H
Pembentukan Panitia 1-4 √
Pembuatan Proposal 5-8 √ Selesai di Minggu 9 Terdapat Kesalahan dalam format proposal
Open Recruitment 5-6 √
Screening Panitia 7 √
Pengajuan Birokrasi 9-10 √ Selesai di Minggu 11 Karena Proposal Mundur
Penyebaran Mitra 11-13 √ Selesai di Minggu 13 Proposal Sponsorship mundur
Fiksasi Pemateri 10-13 √ Selesai di Minggu 14 Sulit Mencari Pemateri
Publikasi Peserta 10-13 √
Pendaftaran Peserta 11-14 √
Pengumuman Peserta Lulus 15 √
Melengkapi Perlengkapan 14-15 √
Persiapan Fiksasi Acara ™ 15-16 √
2. HARI H
Pelaksanaan Pelatihan 17 √
Pendampingan & Pembimbingan 18-22 √
Competition 23 √ Competition di mundurkan Minggu ke 24 Koordinasi dengan pihak juri
3. PASCA HARI H
Evaluasi 24 √
SPJ/LPJ 2 Minggu Setelah Acara √ SPJ LPJ Mundur 1 Bulan Sulitnya mengumpulkan bahan SPJ/LPJ

Kedua Form di atas digunakan sebagai contoh untuk pengontrolan KPP pelaksanaan kegiatan. Adapun
dalam pelaksanaannya apabila tim pemandu telah mampu membuat format penilaian yang lebih baik,
lebih dianjurkan. Pemandu yang bertanggung jawab akan KPP Kegiatan adalah SELURUH ANGGOTA
TIM PEMANDU yang dikoordinasikan melewati KOORDINATOR PEMANDU.

PENGAWALAN KEGIATAN PELATIHAN

ASISTENSI
Kegiatan asistensi merupakan fasilitas untuk setiap himpunan dalam menyelenggarakan LKMM TD.
Kegiatan asistensi ini wajib dilaksanakan paling lambat H-7 sebelum pelaksanaan LKMM TD kepada
pihak BAKOR ITS
LKMM AWARD
LKMM Award merupakan bentuk apresiasi kepada Bakor Fakultas dan pelaksanaan LKMM di ITS. Bakor
fakultas dan pelaksanaan LKMM se ITS akan dinilai oleh Bakor ITS. Adapun apresiasi yang diberikan
adalah sebagai berikut:

1. Bakor Fakultas Terkoordinatif


2. Abdi Pemandu Kontributif
3. LKMM Terdisiplin
4. LKMM Terkreatif
5. LKMM Terstandardisasi

Award yang dilaksanakan di setiap tahunnya bergantung sesuai dengan kebutuhan dan penyelenggara
penilaian. Penilaian akan dilaksanakan melalui kunjungan resmi pada saat pelaksanaan LKMM di
masing-masing jurusan dengan indikator penilaian yang telah ditentukan.