Anda di halaman 1dari 8

BAB I

PEMBAHASAN

A. Batuan Beku
Batuan beku adalah bahan yang terbentuk akibat membekunya
magma pada waktu perjalanan ke permukaan bumi. Magma adalah cairan
silikat yang panas dan pijar yang terdiri dari unsur-unsur O, Si, Al, Fe, Mg, Ca,
K, dan sebagainya. Hasil rekristalisasi magma disebut membentuk berbagai
macam jenis mineral dan mengikuti aturan tingakat kristalisasi dari magma
mengikuti Reaksi Bowen.

REAKSI BOWEN`S
Mineral-mineral pembentuk batuan beku dibagi 3 kelompok,yaitu :
1. Mineral Utama
Mineral utama adalah mineral yang terbentuk dari
krisatalisasi magma yang biasanya hadir dalam jumlah yang cukup
banyak dan menentukan nama atau sifat batuan.

2. Mineral Tambahan
Mineral tambahan adalah mineral yang terbentuk kristalisasi
magma, namun khadirannya relative sedikit (50 %), tidak
menentukkan nama sifat batuan.
3. Mineral Sekunder
Mineral sekunder adalah mineral yang terbentuk dar turunan
mineral utama.

1) Tekstur Batuan Beku


Tekstur adalah kenampakan dari batuan yang dapat merefleksikan
sejarah kejadiannya.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukkan tekstur batuan
beku adalah derajat kristalinitas, granulitas/besar butir dan kemas/fabric.
a. Granulitas/Butiran Butir
1. Faneritik : kristal-kristalnya dapat dilihat dengan mata biasa.
Khusus untuk batuan bertekstur faneritik, ukuran butirnya dapat
ditentukan sebagai berikut :
o Halus : besar butir < 1mm
o sedang : besar butir 1mm – 5mm
o Kasar : besar butir 5mm – 3cm
o sangat kasar : besar butir > 3cm
2. Afanitik : kristal-kristalnya sangat halus atau amorf, hanya dapat
dilihat dengan mikroskop
Jika batuan bertekstur porfiritik, maka ukuran fenokris dan
masadasar dipisah.
b. Struktur Batuan Beku
1. Masif/padat
2. Vesikuler (vesicular) → lubang-lubang sejajar
3. Skoria (scoriaceous) → lubang-lubang tidak teratur
4. Amigdalodal → lubang-lubang terisi mineral sekunder
5. Struktur aliran → mineral-mineral sejajar menunjukkan
6. Pumis (pumiceous) → lubang-lubang banyak, halus.
c. Warna Segar
Warna segar adalah warna asli atau warna sesungguhnya pada
batuan tersebut.
d. Warna Lapuk
Warna lapuk adalah warna yang sudah disebabkan suhu,
takenan, ataupun temperature.

e. Jenis Batuan
1. Batuan Beku Dalam (Plitonik)
Batuan beku dalam adalah batuan yang terbentuk barada jauh di
dalam bumi (15-50 km), proses pendinginan sangat lambat karena
dekat dengan astenosfer sehingga batuan seluruhnya terdiri atas
kristal-kristal
2. Batuan Beku Luar (Evusif)
Terbentuk di (dekat)permukaan bumi. Proses pendinginan sangat
cepat sehingga tidak sempat membentuk kristal. Struktur batuan
ini dinamakan amorf. Contohnya obsidian, riolit, batu apung.
f. Nama Batuan
Nama batuan adalah nama yang sesuai dengan tekstur yang
telah duicari.
B. Batuan Sedimen
Batuan sedimen adalah batuan yang terbentuk dalam suatu siklus
sedimentasi (pelapukan – transportasi – sedimentasi – diagenesa).
1) Struktur Batuan Sedimen
a. Perlapisan
 Lapisan : tebal >1cm
 Laminasi : tebal < 1cm
b. Jenis perlapisan
 Perlapisan masif
 Paralel lamination
 Cross lamination/cross beds
 Convolute lamination
 Gradded bedding
 Injection structures (sandstones dykes)
c. Struktur di bidang perlapisan
 Di bagian bawah : load cast, flute cast
 Di bagian atas : ripple marks, mud cracks, rganic marks (tracks
& trails, burrow)
 Tekstur dan mineralogi batuan sedimen dapat merefleksikan lingkungan
pengendapan batuan sedimen.
2) Warna Segar
Warna segara adalah warna asli dari batuan tersebut.
3) Warna Lapuk
Warna lapuk adalah warna yang sudah dipengaruhi oleh suhu,
tekanan, dan temperature.
4) Jenis Batuan Sedimen
a. Batuan Sedimen Klasik

 Terdiri dari material detritus (hasil rombakan : pecahan),


memperlihatkan tekstur klastik (butiran berukuran lempung
sampai bongkah)

 Memperlihatkan berbagai struktur sedimen

 Proses : pelapukan, erosi, transportasi, sedimentasi

 Dapat dipelajari tentang sumber material (provenance),


lingkungan pengendapan/fasies, diagenesa.
b. Batuan Sedimen Non-Klasik

 Umumnya terdiri dari mineral autogenik

 Pada P dan T tertentu seringkali memperlihatkan gejala diagenesa,


akibatnya porositas batuan menjadi sangat rendah atau hilang

 Porositas primer rendah dan memperlihatkan tekstur mozaik


(contoh : batugamping)
 Kadang-kadang terdapat butiran yang amorf (seperti kalsedon &
opal) sebagai semen.
5) Nama Batuan
Nama batuan adalah nama dari batuan sedimen tersebut yang
sesuai dengan tekstur.
BAB II
HASIL PENELITIAN BATUAN BEKU

1. Penelitian Batuan Beku

Praktikum batuan beku kami lakukan di lokasi pertama dan lokasi ke-2. Dalam
kami lakukan praktik ini kamu mengidentifikasikan warna segar, warna lapuk,
tekstur,struktur, dan jenis batuan sehingga kita dapat menentukan nama batuan
tersebut.

Hasil dari diskripsi tersebut adalah sebagai berikut :

 Lokasi Pertama

Warna Segar :

Warna Lapuk :

Struktur :

Tekstur :

Jenis Batuan :

Nama Btuan :

 Lokasi Ke Dua

Ada perbedaan di lokasi ke-dua ini yaitu kita menghitung kemiringan lerengnya
dn hasil diskripsip yang kita lakuakan, yaitu :
Warna Segar : Biru Keabuan

Warna Lapuk : Coklat

Struktur : Masif

Tekstur : Faneritik

Dip dan Strike :

Nushrati : N 1410 E/900 SW

: N 1500 E/850 SW

Sabar Setyawan : N 1520 E/880 SW

: N 2240 E/850 SW

Joushi : N 2350 E/630 SW

: N 3320 E/480 SW

BAB III
HASIL PENELITIAN BATUAN SEDIMEN

1. Penelitian Batuan Sedimen

Penelitian batuan sedimen ini kami lakukan di lokasi ke-3. Dalam kami lakukan
praktik ini kamu mengidentifikasikan warna segar, warna lapuk, tekstur, struktur,
lapisan, dip dan strike dan jenis batuan sehingga kita dapat menentukan nama batuan
tersebut.

Hasil dari diskripsi tersebut adalah sebagai berikut :

Warna Segar : Biru Keabuan

Warna Lapuk : Coklat

Struktur : Masif

Tekstur : Faneritik

Pelapisan :

Biru : 12 cm

Putih : 44 cm

Coklat : 21 cm

Biru Keabuan : 13 cm
Dip dan Strike :

David Bosita : N 2880 E/800 SW

: N 3120 E/890 SW

Widya Nabila M : N 1850 E/900 SW

: N 1950 E/720 SW

Anhar : N 2700 E/700 SW

: N 2230 E/600 SW