Anda di halaman 1dari 2

EPITAKSIS

No.Dokumen :
No. Revisi :
SOP
Tanggal Terbit :
Halaman :
Kepala UPTD
UPTD Puskesmas Waho
PUSKESMAS La.Joni, Amk
WAHO NIP:
197904161999031005
Epitaksis adalah perdarahan akut yang berasal dari lubang hidung atau

1. Pengertian nosofaring. Epitaksis bukan suatu penyakit melainkan gejala dari suatu
kelainan yang hampir 90% dapat berhenti sendiri
Prosedur ini dibuat dimaksudkan agar petugas kesehatan di puskesmas dapat
2. Tujuan
dilakukan penanganan penderita dengan baik benar
Surat Keputusan Kepala Puskesmas
3. Kebijakan
Tentang epitaksis
Panduan pratek klinik puskesmas
4. Referensi
Pedoman pengobatan dasar puskesmas 2007
Alat dan Bahan :
1. Tempat tidur

5. Persiapan 2. Stetoskop
3. Thermometer
4. Tensi meter
Tiga prinsip utama dalam menaggulangi epitaksis yaitu menghentikan
perdarahan, mencegah kompilkasi dan mencegah berkurangnya epitaksis.
1. Perbaikan keadaan umum pasien.
Pasien diperiksa dalam posisi duduk kecuali bila penderita sangat
lemah, pasien bisa berbaring dengan kepala dimiringkan
2. Pada epitaksis ringan, perdarahan dapat di hentikan dengan cara duduk
dengan kepala ditegakkan kemudian cuping hidung ditekan kearah
septum selama 3-5 menit (metode troller)
6. Prosedur
3. Bila perdarahan berhenti dengan speculum hidung dibuka dengan alat
penghisap (suction) dibersihkan semua kotoran dalam hidung Baik
cairan, secret maupun darah yang sudah membeku
4. Bila perdarahan tidak berhenti, kapas dimasukan kedalam hidung yang
dibasahi dengan larutan anestesi local yaitu 2cc larutan lidokain yang
ditetesi larutan adrenalin 1/1000. Bertujuan untuk menghilangkan rasa
sakit dan membuat vaso kontraksi pembuluh darah dapat berhenti
sementara untuk mencari sumber perdarahan. Sesudah 10-15 menit
kapas dalam hidung dikeluarkan dan dilakukan evaluasi

Perbaikan Pada epitaksis perdarahan


keadaan umum ringan, di hentikan berhenti speculum
pasien dengan cara duduk hidung dibuka
dengan kepala dengan (suction)
ditegakkan

7. Bagan Alir
kapas dimasukan
kedalam hidung
yang dibasahi
dengan larutan
anestesi local

8. Hal-hal yang
perlu
diperhatikan
UGD
9. Unit Terkait
Pustu

10. Dokumen terkait

11. Rekaman
No Yang diubah Isi Perubahan Tanggal mulai diberlakukan
Historis
perubahan