Anda di halaman 1dari 4

DEMAM TIFOID

No. Dokumen :

No. Revisi :
SOP
Tanggal Terbit : 05 Maret 2018

Halaman :1/4
La Joni, AMK
UPTD Puskesmas Waho
Nip.197904161999031005
1. Pengertian Suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh kuman typhoid, Demam
tifoid banyak ditemukan di masyarakat perkotaan maupun di pedesaan.
Penyakit ini erat kaitannya dengan kualitas higiene pribadi dan sanitasi
lingkungan yang kurang baik
2. Tujuan Sebagai pedoman petugas untuk menegakan diagnosis dan
penatalaksanaan penyakit Tifoid di UPTD Puskesmas Waho
3. Kebijakan 1. SK Kepala UPTD Puskesmas Waho No.440/SK/C/VII/112/03/2018
Tentang Kebijakan Pelayanan Klinis

2. SK Kepala UPTD Puskesmas Waho No.440/SK/A/I/001/03/2018


Tentang Jenis Pelayanan yang disediakan

3. SK Kepala UPTD Puskesmas Waho No.440/SK/C/VII/112/03/2018


Tentang Kebijakan Pelayanan Klinis

4. SK Kepala UPTD Puskesmas Waho No.440/SK/C/VII/039/03/2018


Tentang Penyusunan Rencana Layanan Medis

5. SK Kepala UPTD Puskesmas Waho No.440/SK/C/VII/076/03/2018


Tentang Isi Rekam Medis

4. Referensi
Peraturan Mentri Kesehatan Tahun 2015 tentang Panduan Praktik
Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama
5. Persiapan Alat :
1. Alat tulis
2. penlight
3. Tensimeter
4. Stetoskop
5. Pengukur BB
6. Pengukur TB

1|Demam Tifoid
7. Termometer
Bahan :
1. Rekam Medik
2. Blanko pemeriksaan Laboratorium
3. Blanko Rujukan
6. Prosedur 1. Perawat poli menerima rekam medis dari loket
2. Perawat poli memanggil pasien sesuai identitas yang tertera pada
rekam medis.
3. Perawat poli melakukan pemeriksaan TB, BB, Tekanan darah,
pengukuran Nadi, pernapasan dan suhu pasien dan mencatatnya
dalam Rekam medis pasien
4. Perawat poli memberikan status pasien kepada Dokter poli Umum
5. Dokter memeriksaa kesesuaian identitas pasien dengan data pada
rekam medis
6. Dokter melakukan anamnesis kepada pasien
Keluhan
- Panas lebih dari 5 hari, lebih sering muncul pada sore menjelang
malam hari
- Sakit kepala (pusing-pusing) yang sering dirasakan di area
frontal, nyeri otot, pegal-pegal
- Insomnia, anoreksia dan mual muntah. Selain itu, keluhan dapat
pula disertai gangguan gastrointestinal berupa konstipasi dan
meteorismus atau diare, nyeri abdomen dan BAB berdarah.
- Terjadi kejang demam pada anak-anak
7. Dokter melakukan konfirmasi dengan pemeriksaan fisik dan
mendapatkan hasil Suhu tinggi, Bau mulut karena demam lama,
Bibir kering dan kadang pecah-pecah, Lidah kotor dan ditutup
selaput putih (coated tongue), jarang ditemukan pada anak, Ujung
dan tepi lidah kemerahan dan tremor, Nyeri tekan regio epigastrik
(nyeri ulu hati), Hepatosplenomegali, Bradikardia relatif
(peningkatan suhu tubuh yang tidak diikuti oleh peningkatan
frekuensi nadi) hingga Penurunan kesadaran ringan
8. Dokter memberikan balnko pemeriksaan Laboratorium berupa

2|Demam Tifoid
Pemeriksaan RDT Malaria sebagai diagnosis banding,
dikarenakan tidak tersedianyan pemeriksaan widal di Puskesmas
Waho
9. Dokter menegakkan diagnosis klinis dari hasil anamnesis, dan
pemeriksaan fisik
10. Dokter melakukan penatalaksanaan berupa
- Terapi simptomatik untuk menurunkan demam (antipiretik)
dan mengurangi keluhan gastrointestinal.
- Terapi definitif dengan pemberian antibiotik. Antibiotik lini
pertama untuk demam tifoid adalah kloramfenikol (4x500mg
selama 10 hari), ampisilin atau amoksisilin (3x500mg selama
10 hari- aman untuk penderita yang sedang hamil), atau
trimetroprim-sulfametoxazole kotrimoksazol( 2x960mg
selama 7-10 hari).
11. Dokter melakukan konseling edukasi yaitu pengobatan dan
perawatan,diet, pentahapan mobilisasi, serta tanda-tanda
kegawatan.
12. Dokter melakukan kriteria rujukan apabila
- Telah mendapat terapi selama 5 hari namun belum tampak
perbaikan.
- Demam tifoid dengan tanda-tanda kedaruratan
- Demam tifoid dengan tanda-tanda komplikasi dan fasilitas
tidak mencukupi
13. Mempersilahkan pasien menuju apotek untuk mengambil obat jika
telah selesai.
14. Dokter mendokumentasikan hasil pemeriksaan dalam Rekam
Medis

3|Demam Tifoid
7. Bagan Alir
Perawat poli Memanggil Pasien Melakukan
menerima RM sesuai identitas di pemeriksaan
dari loket RM TB,BB,TD,Nadi, RR,
Suhu

Perawat poli memberikan status


kepada dokter

Melakukan Dokter memeriksaa


Melakukan
Pemeriksaan kesesuaian identitas
Anamnesa
Fisik pasien dengan RM

Melakukan Menegakkan Melakukan


pemeriksaan Diagnosis Penatalaksanaan
Lab

Memberikan Konseling
edukasi

Menanyakan keluhan dan


poli yang dituju
Mempersilahkan pasien Kriteria
menuju Apotek Rujukan

Mendokumentasikan hasil
pemeriksaan dalam RM

8. Hal-hal yang perlu di


perhatikan
9. Unit terkait 1. Loket Pendaftaran
2. Apotik
3. laboratorium
10. Dokumen terkait 1. Rekam Medik
11. Rekaman historis No Yang diubah Isi perubahan Tanggalmulai di berlakukan
perubahan
1

4|Demam Tifoid