Anda di halaman 1dari 5

PAROTITIS

No.
:
Dokumen
No. Revisi :
SOP
TanggalTerb
: 05 Maret 2018
it
Halaman :1/4
La Joni, AMK
UPTD PuskesmasWaho
Nip.197904161999031005
1. Pengertian Parotitis adalah peradangan pada kelenjar parotis. Parotitis dapat
disebabkan oleh infeksi virus, infeksi bakteri, atau kelainan autoimun,
dengan derajat kelainan yang bervariasi dari ringan hingga berat.
2. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk dapat memahami dan
memberikan pengobatan yang tepat pada pasien Parotitis.
3. Kebijakan Surat Keputusan Kepala UPTD Puskesmas Waho
No.440/SK/C/VII/112/03/2018 Tentang Kebijakan Pelayanan Klinis

4. Referensi
Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan
Primer tahun 2014.
5. Persiapan Alat :
1. Alattulis
2. Rekam Medik pasien
3. Tensimeter
4. Stetoskop
5. Pengukur BB
6. Pengukur TB
7. Termometer
6. Prosedur 1. Perawat poli menerima rekam medis dari loket
2. Perawat poli memanggil pasien sesuai identitas yang tertera pada
rekam medis.
3. Perawat poli melakukan pemeriksaan TB, BB, Tekanan darah,
pengukuran Nadi, pernapasan dan suhu pasien dan mencatatnya
dalam Rekam medis pasien
4. Perawat poli memberikan status pasien kepada Dokter poli Umum
5. Dokter memeriksa kesesuaian identitas pasien dengan data pada

1|Parotitit
rekam medis
6. Dokter melakukan anamnesis kepada pasien
7. Dokter mendapatkan anamnesis berupa :
Keluhan
Parotitis mumps
- Pembengkakan pada area di depan telinga hingga rahang
bawah,
- Bengkak berlangsung tiba-tiba,
- Rasa nyeri pada area yang bengkak,
- Onset akut, biasanya < 7 hari,
- Gejala konstitusional: malaise, anoreksia, demam,
- Biasanya bilateral, namun dapat pula unilateral.
Parotitis bakterial akut
- Pembengkakan pada area di depan telinga hingga rahang
bawah,
- Bengkak berlangsung progresif,
- Onset akut, biasanya < 7 hari,
- Demam,
- Rasa nyeri saat mengunyah.
Parotitis HIV
- Pembengkakan pada area di depan telinga hingga rahang
bawah ,
- Tidak disertai rasa nyeri,
- Dapat pula bersifat asimtomatik.
Parotitis tuberkulosis
- Pembengkakan pada area di depan telinga hingga rahang
bawah,
- Onset kronik,
- Tidak disertai rasa nyeri,
- Disertai gejala-gejala tuberkulosis lainnya.
Parotitis autoimun (Sjogren syndrome)
- Pembengkakan pada area di depan telinga hingga rahang
bawah,

2|Parotitit
- Onset kronik atau rekurens,
- Tidak disertai rasa nyeri,
- Dapat unilateral atau bilateral,
- Gejala-gejala Sjogren syndrome, misalnya mulut kering, mata
kering,
- Penyebab parotitis lain telah disingkirkan.
Faktor Risiko
- Anak berusia 2–12 tahun merupakan kelompok tersering
menderita parotitis mumps,
- Belum diimunisasi MMR,
- Pada kasus parotitis mumps, terdapat riwayat adanya penderita
yang sama sebelumnya di sekitar pasien,
- Kondisi imunodefisiensi.
8. Dokter melakukan konfirmasi dengan pemeriksaan fisik dan
menemukan:
- Keadaan umum dapat bervariasi dari tampak sakit ringan
hingga berat
- Suhu meningkat pada kasus parotitis infeksi,
- Pada area preaurikuler (lokasi kelenjar parotis), terdapat:
- Edema,
- Eritema,
- Nyeri tekan (tidak ada pada kasus parotitis HIV,
tuberkulosis, dan autoimun).
- Pada kasus parotitis bakterial akut, bila dilakukan masase
kelanjar parotis dari arah posterior ke anterior, nampak
saliva purulen keluar dari duktur parotis.
9. Dokter menegakkan diagnosis klinis
10. Dokter melakukan penatalaksanaan/penanganan berupa
Parotitis mumps
- Nonmedikamentosa :
- Pasien perlu cukup beristirahat,
- Hidrasi yang cukup,
- Asupan nutrisi yang bergizi .

3|Parotitit
- Medikamentosa :
- Pengobatan bersifat simtomatik (antipiretik, analgetik).
Parotitis bakterial akut
- Nonmedikamentosa :
- Pasien perlu cukup beristirahat,
- Hidrasi yang cukup,
- Asupan nutrisi yang bergizi.
- Medikamentosa :
- Antibiotik,
- Simtomatik (antipiretik, analgetik).
11. Dokter melakukan konseling edukasi:
- Penjelasan mengenai diagnosis, penyebab, dan rencana
tatalaksana,
- Penjelasan mengenai pentingnya menjaga kecukupan hidrasi
dan higiene oral,
- Masyarakat perlu mendapatkan informasi yang adekuat
mengenai pentingnya imunisasi MMR untuk mencegah
epidemi parotitis mumps.
12. Dokter melakukan kriteria rujukan
- Parotitis dengan komplikasi,
- Parotitis akibat kelainan sistemik, seperti HIV, tuberkulosis,
dan Sjogren syndrome.
13. Mempersilahkan pasien menuju apotek untuk mengambil obat jika
telah selesai.
14. Dokter mendokumentasikan hasil pemeriksaan dalam Rekam
Medis
7. Bagan Alir
Perawat poli Memanggil Pasien Melakukan
menerima RM sesuai identitas di pemeriksaan
dari loket RM TB,BB,TD,Nadi, RR,
Suhu

Perawat poli memberikan status


kepada dokter

Melakukan Doktermemeriksaakese
Melakukan
Pemeriksaan suaianidentitaspasiend
Anamnesa
Fisik enganRM
4|Parotitit

Menegakkan Diagnosis
Melakukan
Penatalaksanaan

Memberikan Konseling
edukasi

Menanyakankeluhandanpo
li yang dituju
Melakukan Kriteria
Rujukan

Mempersilahkan pasien
menuju Apotek

Mendokumentasikan hasil
pemeriksaan dalam RM

8. Hal-hal yang
perludiperhatikan
9. Unit terkait 1. Loket Pendaftaran
2. Apotik
10. Dokumenterkait 1. RekamMedik
11. Rekamanhistorisperub No Yang diubah Isi perubahan Tanggalmulai di berlakukan
ahan
1

5|Parotitit