Anda di halaman 1dari 4

PERJANJIAN GADAI

No: ……………..………………………………..

Perjanjian ini dibuat pada hari ini,…………………….tanggal,………………………………oleh dan


antara:
I. PT. BPR LANGGENGLESTARI BERSAMA, berkedudukan di Bandar Lampung
beralamat di Jl. Laks. Malahayati No. 7-7 A Teluk Betung yang diwakili
oleh L. Eddy Chandra selaku Direktur Utama selanjutnya disebut BANK.

II. ............................., pengusaha/swasta *)bertempat tinggal


di..................................................................
dalam hal ini bertindak :

1. untuk diri sendiri dan untuk melakukan tindakan hukum tersebut dalam
perjanjian ini telah memperoleh persetujuan dari suami/istrinya,
yaitu.......................yang turut menandatangani perjanjian
ini/sebagaimana ternyata dalam suratnya tertanggal................

2. selaku...................... dari dan oleh karenanya bertindak untuk


dan atas nama......................berkedudukan di................
dan untuk melakukan tindakan hukum tersebut dalam perjanjian ini
telah memperoleh persetujuan dari.............. yang turut
menandatangani perjanjian ini/sebagaimana ternyata dalam suratnya
tertanggal...........selanjutnya disebut DEBITUR.

III. .................................pengusaha/swasta, *) bertempat tinggal


di.................................dalam hal ini bertindak :

1. untuk diri sendiri dan untuk melakukan tindakan hukum tersebut dalam
perjanjian ini telah memperoleh persetujuan dari suami/istrinya,
yaitu.......................yang turut menandatangani perjanjian
ini/sebagaimana ternyata dalam suratnya tertanggal................

2. selaku...................... dari dan oleh karenanya bertindak untuk


dan atas nama......................berkedudukan di................
dan untuk melakukan tindakan hukum tersebut dalam perjanjian ini
telah memperoleh persetujuan dari.............. yang turut
menandatangani perjanjian ini/sebagaimana ternyata dalam suratnya
tertanggal...........selanjutnya disebut PENJAMIN.

Apabila cek/bilyet giro yang digadaikan adalah milik DEBITUR, maka selanjutnya
dalam perjanjian ini setiap kata DEBITUR/PENJAMIN dibaca DEBITUR dan jika
cek/bilyet giro yang digadaikan adalah milik PENJAMIN, maka setiap kata
DEBITUR/PENJAMIN dibaca PENJAMIN, kecuali ditentukan lain.

Para pihak dalam perjanjian ini menerangkan terlebih dahulu sebagai berikut :

- bahwa DEBITUR/PENJAMIN adalah pemilik Cek/Bilyet Giro sebagaimana di


bawah ini :
1. Cek/Bilyet Giro No.............. Nilai Nominal Rp.............
(...................................................................)
Tanggal ......... Bank Pengeluar Cek/Bilyet Giro ................
2. .....................................................................
.....................................................................
.....................................................................

- bahwa guna lebih menjamin pembayaran kembali dengan tertib dan secara
sebagaimana mestinya seluruh hutang DEBITUR kepada BANK, yang telah dan
akan ada berikut bunga, denda, provisi, serta biaya-biaya lain yang
mungkin timbul karena kredit yang telah dan akan ada diberikan
berdasarkan Perjanjian Kredit yang telah dan akan dibuat antara DEBITUR
dengan BANK berikut perubahan-perubahan, penambahan-penambahan dan
perpanjangan-perpanjangannya atau berdasarkan dokumen-dokumen lain
(selanjutnya disebut Perjanjian Kredit) antara lain Perjanjian Kredit
No. ........................ tanggal....................................
DEBITUR/PENJAMIN setuju dengan ini menggadaikan Cek/Bilyet Giro tersebut
di atas kepada BANK termasuk perpanjangan-perpanjangannya, penambahan-
penambahan serta perubahan-perubahannya.
Maka sehubungan dengan segala sesuatu yang diuraikan di atas, para pihak
saling setuju dan sepakat untuk membuat perjanjian ini dengan syarat-syarat
serta ketentuan-ketentuan sebagai berikut :

PASAL 1

Selama hutang DEBITUR belum dibayar lunas,maka BANK berhak dan dengan ini
diberi kuasa dengan hak substitusi oleh DEBITUR/PENJAMIN untuk mencairkan
Cek/Bilyet Giro tersebut dan menerima hasil pencairannya serta
memperhitungkannya dengan hutang DEBITUR, dalam hal DEBITUR lalai memenuhi
kewajibannya sebagaimana tercantum dalam Perjanjian Kredit.

PASAL 2

1. Dalam hal BANK melaksanakan hak-haknya untuk mencairkan Cek/Bilyet Giro


guna diperhitungkan dengan hutang DEBITUR, maka apabila hasil pencairan
Cek/Bilyet Giro tersebut melebihi jumlah hutang DEBITUR kepada BANK, maka
kelebihannya akan dikembalikan kepada DEBITUR/PENJAMIN. Sebaliknya jika
hasil pencairan Cek/Bilyet Giro tersebut kurang dari jumlah hutang DEBITUR
kepada BANK, maka sisa hutang DEBITUR tersebut harus dibayar dengan
seketika dan sekaligus oleh DEBITUR pada saat ditagih oleh BANK.

2. Apabila Cek/Bilyet Giro dalam mata uang yang berbeda dengan mata uang
kredit yang diberikan kepada DEBITUR oleh BANK dan Cek/Bilyet Giro
dicairkan untuk pembayaran hutang DEBITUR sebagai akibat dari kredit yang
diberikan kepada DEBITUR oleh BANK, maka kurs (nilai tukar) yang digunakan
adalah kurs yang berlaku di BANK pada saat pencairan Cek/Bilyet Giro
terhadap mata uang kredit tersebut.

PASAL 3

Semua biaya sehubungan dengan pelaksanaan kewajiban dan tanggungjawab


DEBITUR/PENJAMIN menurut perjanjian ini, termasuk bea materai dan pajak-pajak,
menjadi beban dan ditanggung oeleh DEBITUR/PENJAMIN.

PASAL 4

DEBITUR dan/atau PENJAMIN tunduk kepada semua peraturan dan kebiasaan mengenai
perjanjian kredit/pemberian kredit dan perjanjian pemberian jaminan yang ada
dan yang khususnya berlaku pada BANK serta yang ditetapkan oleh Bank
Indonesia, baik yang kan ditetapkan dikemudian hari.

PASAL 5

Selama hutang DEBITUR kepada BANK belum dibayar lunas, maka segala kuasa yang
diberikan oleh DEBITUR dan/atau PENJAMIN kepada BANK dalam perjanjian ini atau
dokumen-dokumen lain sehubungan dengan pemberian kredit kepada DEBITUR
merupakan bagian yang terpenting dan tidak terpisahkan dari perjanjian ini,
yang dengan tidak adanya kuasa-kuasa tersebut perjanjian ini tidak akan dibuat
dan dengan demikian kuasa-kuasa tersebut tidak akan berakhir karena sebab
apapun juga, termasuk tetapi tidak terbatas oleh sebab-sebab yang tercantum
dalam Pasal 1813 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.

PASAL 6

(1) Semua surat-menyurat atau pemberitahuan-pemberitahuan yang harus dikirim


oleh masing-masing pihak kepada pihak lain dalam perjanjian ini mengenai
atau sehubungan dengan perjanjian ini dilakukan dengan pos “tercatat” atau
melalui perusahaan ekspedisi (kurir) ke alamt-alamat yang tersebut di
bawah ini :
1. BANK
Nama : PT. BPR LANGGENGLESTARI BERSAMA
Alamat : Jl. Laksamana Malahayati No. 7-7 A Telukbetung
Bandar Lampung
Telp./Fax : (0721) 487878 Fax. 487118
2. DEBITUR
Nama :.................................................
Alamt :.................................................
Telp./Fax :.................................................

(2) Surat-menyurat atau pemberitahuan-pemberitahuan dianggap telah diterima


dalam waktu 5 (lima) hari kerja setelah dimasukkan kedalam pos “tercatat”
atau sejak diserahkan kepada perusahaan ekspedisi (kurir) dan cukup bila
ditandatangani oleh pihak-pihak yang berhak mewakili BANK atau
DEBITUR/PENJAMIN.

(3) Dalam hal terjadi perubahan alamat dari alamat tersebut di atas atau
alamat terakhir yang tercatat pada masing-masing pihak, maka perubahan
tersebut harus diberitahukan secara tertulis kepada pihak lain dalam
perjanjian ini selambat-lambatnya 5 (lima) hari kerja sebelum terjadinya
perubahan alamat yang dimaksud. Jika perubahan alamat tersebut tidak
diberitahukan, maka surat-menyurat atau pemberitahuan-pemberitahuan
berdasarkan perjanjian ini dianggap telah diberikan sebagaimana mestinya
dengan dikirimnya surat atau pemberitahuan itu dengan pos “tercatat” atau
melalui perusahaan ekspedisi (kurir) yang ditujukan ke alamat tersebut di
atas atau alamat terakhir yang diketahui/tercatat pada masing-masing
pihak.

PASAL 7

PASAL 8

Hal-hal yang belum atau belum cukup diatur dalam perjanjian ini akan
ditetapkan berdasarkan musyawarah oleh BANK dan DEBITUR dan/atau PENJAMIN
serta diatur secara tertulis.

PASAL 9

Mengenai perjanjian ini dan segala akibatnya, para pihak memilih tempat
kedudukan hukum yang tetap dan seumumnya di Kantor Kepaniteraan Pengadilan
Negeri Tanjungkarang di Bandarlampung dengan tidak mengurangi hak BANK untuk
memohon pelaksanaan/eksekusi dari perjanjian ini atau mengajukan
tuntutan/gugatan hukum terhadap DEBITUR dan/atau PENJAMIN berdasarkan ini
melalui pengadilan lainnya dalam wilayah Republik Indonesia.

Demikian perjanjian ini dibuat di Bandarlampung, pada hari dan tanggal


tersebut di atas dan setelah dibaca dan dimengerti isinya, lalu ditandatangani
oleh para pihak.

PT. BPR LANGGENGLESTARI BERSAMA, DEBITUR

materai
( L. Eddy Chandra ) (................)
Menyetujui,

(...................)

PENJAMIN menyetujui,

(..................) (..................)