Anda di halaman 1dari 4

I.

Tujuan Percobaan

a. Tujuan Umum

Melakukan pengamatan Toksikologi Bahan Obat terhadap larva,


jentik nyamuk atau benur udang.

b. Tujuan Khusus

Mengetahui berapa kadar dosis toksikan yang efektif untuk


menghasilkan efek toksik pada jentik nyamuk

Mengetahui berapa lama waktu yang dibutuhkan toksikan untuk


menghasilkan efek toksik pada jentik nyamuk

II. Pengantar
Toksikologi adalah ilmu yang mempelajari pengaruh negative toksikan
pada makhluk hidup. Pengaruh negatif tersebut dapat berupa perubahan
biologi (fisiologi) yang tidak normal dari makhluk hidup dalam waktu
tertentu, sedangkan toksikan yaitu bahan/agen pada sistem biologi. Prinsip uji
toksikologi yaitu:
a. Ada persenan biokimia pada spesies hewan coba dan mekanisme
sistem biologi mamalia
b. Substansi uji dapat menyebabkan disfungsi dan kerusakan jaringan
pada beberapa dosis pemaparan
c. Data toksikologi dari hewan coba dapat digunakan untuk mengukur
dosis yang tidak menyebablam efek negatif pada manusia
d. Hubungan antara konsentrasi bahan kimia dengan pengaruh yang
ditimbulkan pada hewan coba.
Suatu kerja toksik pada umumnya merupakan hasil dari sederetan proses
fisika, biokimia, dan biologik yang sangat rumit dan komplek. Proses ini
umumnya dikelompokkan ke dalam tiga fase yaitu: fase eksposisi toksokinetik
dan fase toksodinamik. Dalam menelaah interaksi xenobiotika/tokson dengan
organisme hidup terdapat dua aspek yang perlu diperhatikan, yaitu: kerja
xenobiotika pada organisme dan pengaruh organisme terhadap xenobiotika.
Yang dimaksud dengan kerja tokson pada organisme adalah sebagai suatu
senyawa kimia yang aktif secara biologik pada organisme tersebut (aspek
toksodinamik). Sedangkan reaksi organisme terhadap xenobiotika/tokson
umumnya dikenal dengan fase toksokinetik.

III. Alat dan Bahan

Alat

a. Pipet

b. Botol Vial/botol putih 10 ml (10 buah)

c. Aquades

d. Objek glass

Bahan

a. Abate

b. Ekstrak bahan alam

c. Jentik nyamuk/benur udang

IV. Prosedur Kerja

Sediakan wadah penampung (gelas) untuk jentikjentik. Lakukan pemilihan


jentik yang seragam (tua dan muda) kemudian dipilih untuk diisikan pada
botol Vial/botol 1-10. Gunakan jentik ukuran yang seragam tiap botol
Vial/botol.

a. Sediakan 10 Vial/botol percobaan

b. Kalibrasi 10 ml masing-masing Vial/botol, lalu diberi tanda Vial/botol


1 – 10
c. Beri masing-masing akuades 10 ml yang berisi jentik-jentik sebanyak
10 buah. Vial/botol 1 dan 2 sebagai kontrol yaitu tidak diberikan
perlakuan apapundan Vial/botol 3 – 10 sebagai bahan tes. Cukupkan
dengan bahan uji sampai 10 ml

d. Buat sediaan bahan uji 500 ppm, 1000 ppm, 1500 ppm, dan 2000 ppm.
Masing-masing akan diberi kedalam 2 Vial/botol tes uji.

e. Vial/botol 3 dan 4 diberi abate 1 ml, Vial/botol 5 dan 6 diberi ekstrak


bahan alam 1 ml, Vial/botol 7 dan 8 diberi ekstrak bahan alam 0,5 ml
dan Vial/botol 9 dan 10 diberi ekstrak bahan alam 2 ml. Ket: (500 ppm
= 500 mg/1000 mL = 50 mg/100 mL = 5 mg/10 mL = 25 mg/50 mL)

f. Masukkan masing-masing bahan uji sesui rencana percobaan dengan


bahan kontrol. Cukupkan volume dalam Vial/botol sampai 10 ml,
kurangi volume menggunakan pipet tetes apabila berlebih dari yang
telah ditentukan

g. Amati kehidupan jentik-jentik selama : 15, 30, 45, 60, 90 menit dan 24
jam

h. Buat tabulasi

i. Amati jentik dan nyamuk dengan mikroskop pada percobaan di hari


yang lain (tidak mengganggu jadwal praktikum). Gunakan objek glass,
teteskan preparat dengan minyak.
V. Hasil Pengamatan
Tabel pengamatan jumlah jentik nyamuk yang mati
Pot 1 Pot 2 Pot 3 Pot 4 Pot 5 Pot 6 Pot 7 Pot 8 Pot 9 Pot 10
Abate Ekstrak Abate Ekstrak Abate Ekstrak Abate Ekstrak
waktu
Contro Contro 500pp 500pp 1000pp 1000pp 1500pp 1500pp 2000pp 2000pp
l l m m m m m m m m
0menit - - - - - - - - - -
15meni 14.15 14.15 14.15 14.15 14.15 14.15 14.15 14.15 14.15 14.15
t (0) (0) (1) (0) (0) (0) (2) (0) (0) (5)
30meni 14.45 14.45 14.45 14.45 14.45 14.45 14.45 14.45 14.45 14.45
t (0) (0) (5) (1) (2) (3) (4) (0) (9) (9)
45meni 15.00 15.00 15.00 15.00 15.00 15.00 15.00 15.00 15.00 15.00
t (0) (0) (8) (1) (8) (5) (8) (5) (10) (9)
60meni 15.15 15.15 15.15 15.15 15.15 15.15 15.15 15.15 15.15 15.15
t (0) (0) (10) (5) (10) (9) (10) (5) (10) (9)
75meni 15.30 15.30 15.30 15.30 15.30 15.30 15.30 15.30 15.30 15.30
t (0) (0) (10) (7) (10) (9) (10) (6) (10) (9)
90meni 15.30 15.30 15.30 15.30 15.30 15.30 15.30 15.30 15.30 15.30
t (0) (0) (10) (7) (10) (9) (10) (6) (10) (9)
24jam

VI. Pembahasan
Pada praktikum ini, praktikkan melakukan percobaan taksikologi bahan
obat terhadap jentik nyamuk, jentik yang digunakan 10 ekor tiap vial. Bahan obat
yang digunakan adalah abate dengan kekuatan (500 ppm, 1000 ppm, 1500 ppm,
2000 ppm). Untuk vial diisikan 10 ml larutan abate. Lalu diamati tiap 15 menit.
Dimana jentik mulai pukul = …… sampai ….. seluruh jentik mati menit
ke- ….. sedangkan jentik nyamuk sebagai control tidak ada yang mati sampai
menit ke- ….. pada percobaan ini vial abate 2000 ppm lebih cepat mematikan
jentik nyamuk.

VII. Kesimpulan
Pada praktikum kali ini, dapat disimpulkan bahwa vial yang berisi
abate 2000 ppm, lebih cepat mematikan jentik nyamuk, dibandingkan dengan
abate 500 ppm, 1000 ppm, dan 1500 ppm. Karena dosis yang besar jadi kerja abte
2000 ppm lebih efektif sebagai taksikologi pada jentik nyamuk, artinya kadar obat
berbanding lurus dengan taksikologi.