Anda di halaman 1dari 3

TUGAS PRAKTIKUM USAHATANI

“Analisis Anggaran Parsial Usahatani Labirin Betta Farm”

Oleh Kelompok :
Muhammad Iqbal (H34164033), Ivo Alnora (H34164060), Mesa Suhandana
(H34164065), Riko Putra (H34164068), Larasati Riskia (H34164070)

Program Sarjana Alih Jenis,


Departemen Agribisnis, Fakultas Ekonomi dan Manajemen
Institut Pertanian Bogor

Hari/Tanggal : Rabu, 20 Desember 2017


Praktikum : Tugas 12
Ruang : Ruang AGB 03

Analisis Anggaran Parsial

A. Definisi Anggaran Parsial


Analisis adalah uraian arau usaha mengetahui sesuatu keadaan. Data atau
bahan keterangan mengenai sesuatu keadaan diuraikan atau diselidiki hubungannya
satu sama lain, atau diselidiki kaitannya yang ada antara satu dengan yang lain.
Menganalisis suatu usaha proyek merupakan usaha untuk mengetahui biaya-biaya
dan manfaat-manfaat serta menentukan usaha proyek yang mempunyai keuntungan
yang layak (Gittinger 1986).
Analisis manfaat biaya adalah satu-satunya metode pendugaan proyek yang
sudah lama dikenal, dimana biaya dan manfaat dari proyek-proyek pembangunan
komunal (masyarakat) diselidiki untuk dapat menentukan apakah proyek tersebut
patut diberi perhatian atau tidak. Dengan demikian dalam mengkaji kelayakan suatu
usaha atau proyek dengan menggunakan analisis manfaat biaya yang menjadi
perhatian adalah besarnya manfaat bersih (net benefit) yang diperoleh perusahaan
tersebut. Manfaat bersih adalah selisih antara total manfaat dan total biaya. Apabila
nilai manfaat (Bj) dinyatakan dengan uang dan nilai biaya (Cj) dinyatakan dengan
uangmaka secara matematik manfaat bersih (Sw) dapat ditulis sebagai berikut: Sw =
∑𝐾 𝑀
𝐽=1 𝐵𝑗 − ∑𝐽=1 𝐶𝑗 . Untuk mengukur besarnya manfat biaya dapat dilakukan
dengan meminjam teknik anggaran parsial (Partial Budget).
Anggaran parsial adalah salah satu tipe anggaran belanja yang biasanya
digunakan dalam bisnis-bisnis pertanian. Tipe anggaran ini dipakai untuk mengukur
biaya dan pendapatan dalam membuat perubahan-perubahan yang relatif kecil agar
perusahaan tetap exist. Dalam mempersiapkan suatu anggaran parsial ada empat
pertanyaan dasar yang harus dimunculkan, dua diantaranya hubungan dengan aspek
finansial yang hilang (Income decreasing) dan dua lagi berhubungan dengan
penambahan aspek finansial (Income increasing). Keempat pertanyaan tersebut
adalah: (A). Tambahan Pendapatan (Income increasing) : 1. Apakah dapat diperoleh
tambahan keuntungan baru? ; 2. Apakah terjadi penambahan biaya sekarang? ; (B)
Pengurangan Pendapatan (Income decreasing) : 1. Apakah terjadi penurunan
penjualan/keuntungan baru? ; 2. Apakah terjadi penambahan dalam biaya sekarang? ;
jika A lebih besar dari B maka perubahan pendapatan yang diperoleh dari perubahan
tersebut adalah layak atau memberi keuntungan. Selisih antara tambahn pendapatan
inilah yang menjadi manfaat bagi suatu usaha atau proyek (Adulavidhaya 1980).

B. Anggaran Keuntungan Parsial


Anggaran keuntungan parsial digunakan untuk mengevaluasi pengaruh
perubahan metode berproduksi atau organisasi usahatani terhadap kruntungan
usahatani. Tingkat keuntungan usahatani diukur dengan penghasilan bersih
usahatani. Anggaran parsial merupakan metode perencanaan usahatani yang sangat
berguna, anggaran parsial memberikan cara yang tepat dan mudah untuk
membandingkan keuntungan alternati-alternatif tersebut. Perubahan keuntungan
usahatani yang berkaitan dengan perubahan anggaran dapat dihitung dengan cara
mengurangi keuntungan total dengan kerugian total. Apabila keuntungan total lebih
besar dari pada kerugian total, maka anggaran menunjukkan bahwa perubahan yang
diusulkan itu menguntungkan (Sukartawi dkk 2011).

PEMBAHASAN

1. Anggaran Parsial untuk Pembuatan Konsentrat Sendiri


Pakan bagi ikan cupang hias dari sudut nutrisi merupakan salah satu unsur
yang sangat penting dalam menunjang kesehatan, pertumbuhan dan reproduksi agar
dihasilkan ikan cupang hias yang kuat dan indah. Pemenuhan gizi yang baik bersifat
sangat esensial bagi ikan cupang hias karena pakan yang baik akan menjadikan ikan
cupang hias lebih indah serta fungsi proses dalam tubuh secara normal sehingga
tidak mudah terserang penyakit. Pakan ikan cupang hias terdiri dari pakan alami
seperti jentik nyamuk dan konsentrat. Konsentrat merupakan pakan penguat yang
terdiri dari bahan yang kaya akan karbohidrat dan protein.
Tabel 1.1 Anggaran Parsial Pembuatan Konsentrat Sendiri
Perubahan yang Ditinjau: Pembuatan konsentrat sendiri, dengan tujuan dapat
menghemat biaya yang digunakan untuk membeli
konsentrat jadi sekaligus dapat mengontrol
komposisi konsentrat yang baik.
Tanggal : 20 Desember 2017
Kerugian Keuntungan
Biaya Tambahan Biaya yang Dihemat :
Pembuatan Konsentrat : Pembelian Konsentrat
Asumsi per 10 kg untuk 1 bulan Jadi
(10 kg untuk 1 bulan)
Keong sawah (3,5kg x 1500) Rp5.250 Kebutuhan Total :
Daun pepaya (1,5kg x 500) Rp 750 10 kg x Rp 8500/kg =
Rp85.000
Ikan asin BS (2kg x 2500) Rp5.000 Keuntungan Total
Dedak (2kg x3500) Rp7.000 = Rp85.000
Konsentrat (1kg x 12000) Rp12.000
Kerugian Total Rp30.000
Keuntungan Tambahan : Rp85.000-Rp30.000 = Rp55.000

Pada perencanaan pembuatan konsentrat sendiri mendapatkan biaya


keuntungan yaitu dari penghematan pembelian konstentrat sebesar
Rp85.000/bulannya. Sedangkan biaya kerugian didapatkan dari biaya pembuatan
konsentrat. Biaya tersebut terdiri atas pembelian keong sawah, daun papaya, ikan
asin, dedak dan sedikit konsentrat buatan. Untuk setiap 10 Kg konsentrat dibutuhkan
biaya Rp30.000. Dengan demikian, pembuatan konsentrat sendiri akan memberikan
keuntungan tambahan sebesar Rp55.000 perbulannya dan keuntungan tambahan
sebesar Rp165.000/siklusnya.

DAFTAR PUSTAKA

Adulavidhaya, K. 1980. Improving Farm Managament Teaching In Asia. The


Agriculture Development Council, Inc Bangkok.
Gittiger, J. Price. 1994. Economic of Natural Resource the Environmental and
Policies. London. Chapman & Hall.
Sukartawi, Soeharjo A, Dillon J L, Hardaker. 2011. Ilmu Usahatani da Penelitian
untuk Pengembangan Petani ecil. Jakarta (ID): UI-Press