Anda di halaman 1dari 10

2017/2018

Persamaan Linear Dua Variabel

Persamaan linear dua variabel adalah persamaan yang


didefinisikan sebagai ax+by+c=0 dengan a dan b tidak
Al-Khawarizmi Penemu
AlJabar dan Idola Mark
Z u ck e r b e r g
keduanya nol, di mana x dan y adalah variabel, a koefisien
Riwayat Hidup Al-Khawarizmi
Abdullah Muhammad bin Musa Al- dari x, b koefisien dari y, dan c adalah
Khawarizmi atau lebih populer dipanggil
Al-Khawarizmi adalah seorang cendikiawan konstanta. Misalkan a, b, dan c bilangan real
muslim yang dikenal sebagai seorang
ilmuan yang telah menemukan Al-jabar dan
angka nol.
dan a, b keduanya tidak nol. Himpunan penyelesaian
Beliau lahir di Bukhara pada tahun 164 H
(780 M) dan wafat di Baghdad tahun 232 H persamaan linear ax + by = c adalah himpunan semua
(847 M). Sebagian literature ada yang
menyatakan dia wafat pada tahun 235 H pasangan (x, y) yang memenuhi persamaan linear tersebut.
(850 M)
Selain penemu al-jabar dan angka nol, Al-
khawarizmi juga berperan dalam bidang
matematika, astronomi, geografi bahkan
musik. Alkhawarizmi telah mengarang buku
yakni “Aljabar wal Sistem Persamaan Linier Dua Variabel
Muqabalah” penggagasan ilmu aljabar lah
yang menjadi nama buku tersebut, dan kata
pertama yang menjadi identik yaitu Aljabar. Sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV) adalah suatu
https://www.klikmania.net/al-khawarizmi-
penemu-aljabar/
Al-Khwarizmi menulis cara menggunakan sistem persamaan linear dengan dua variabel.
bilangan desimal. Dia juga menjelaskan dan
memopulerkan sebuah cara untuk
menyelesaikan masalah matematika Bentuk umum sistem persamaan linear dengan dua
tertentu. Dia menjelaskannya dalam
buku Kitab al-jabr wa’l-muqabala (The variabel x dan y adalah
Book of Restoring and Balancing). Kata al-
jabr, yang berasal dari judul buku tersebut,
menjadi asal kata algebra dalam bahasa
Inggris atau aljabar dalam bahasa Indonesia.
ax1 + by1 = c1
Seorang penulis artikel ilmu pengetahuan
bernama Ehsan Masood mengatakan bahwa
Aljabar adalah ”salah satu metode
ax2 + by2 = c2
matematika paling penting yang pernah
ditemukan. Ini mendukung semua segi ilmu
pengetahuan”. *
dengan a1, a2, b1, b2, c1, dan c2 bilangan real; a1 dan b1 tidak
Berabad-abad kemudian, ahli matematika
dari Barat, termasuk Galileo dan Fibonacci, keduanya 0; a2 dan b2tidak keduanya 0.
sangat menghargai penjelasan al-Khwarizmi
yang terperinci tentang cara penggunaan
persamaan. Penjelasan al-Khwarizmi ini x, y : variabel
menjadi dasar untuk penelitian lebih lanjut
tentang aljabar, aritmetika, dan
trigonometri. Karena trigonometri tersebut, a1, a2 : koefisien variabel x
para ahli Timur Tengah bisa menghitung
nilai sudut dan sisi dari segitiga serta lebih
memahami ilmu astronomi. * b1, b2 : koefisien variabel y
https://www.jw.org/id/publikasi/majalah/g2
01505/al-khwarizmi-bapak-aljabar/
c1, c2 : konstanta persamaan

Siapa Idola Kalian???


Penyelesaian Sistem Persamaan Linier Dua Variabel

1. Metode eliminasi

Dengan menggunakan metode ini, kita harus mengeliminasi/menghilangkan


salah satu variabel dengan cara penjumlahan ataupun pengurangan. Untuk
lebih jelasnya perhatikan contoh berikut.

Tentukan himpunan selesaian dari SPLDV yang memuat persamaan-persamaan


2x + 5y = –3 dan 3x – 2y = 5.

Grafik dari kedua persamaan tersebut dapat digambarkan sebagai berikut.

Untuk menentukan selesaiannya, pertama kita harus mengeliminasi salah satu


variabelnya. Misalkan kita akan mengeliminasi variabel x, maka kita harus
menyamakan koefisien x dari kedua persamaan tersebut. Koefisien x pada
persamaan 1 dan 2 secara berturut-turut adalah 2 dan 3. Sehingga kita harus
menyamakan koefisien x dari kedua persamaan tersebut menjadi KPK dari 2
dan 3, yaitu 6, dengan mengalikan persamaan 1 dengan 3 dan persamaan 2
dengan 2.

2𝑥 + 5𝑦 = −3 × 3 6𝑥 + 15𝑦 = −9

3𝑥 − 2𝑦 = 5 × 2 6𝑥 − 4𝑦 = 10

19𝑦 = −19

−19
𝑦 =
19

𝑦 = −1
Dengan cara yang sama, kita dapat mengeliminasi variabel y untuk
mendapatkan nilai dari x.

2𝑥 + 5𝑦 = −3 × 2 4𝑥 + 10𝑦 = −6

3𝑥 − 2𝑦 = 5 × 5 15𝑥 − 10𝑦 = 25
+
19𝑥 = 19

19
𝑥 =
−19

𝑥 = −1

Sehingga diperoleh selesaiannya adalah x = 1 dan y = –1, atau dapat dituliskan


sebagai himpunan selesaian Hp = {(1, –1)}.

2. Metode Substitusi

Metode substitusi merupakan salah satu metode untuk menentukan selesaian


dari sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV). Untuk menentukan
selesaian tersebut, kita harus menyatakan suatu variabel ke dalam variabel lain,
kemudian nilai dari variabel tersebut disubstitusi ke variabel yang sama pada
persamaan lainnya.

Untuk lebih memahami dalam menyelesaikan permasalahan SPLDV dengan


metode substitusi, perhatikan contoh berikut.

Selisih uang Samuel dan Andini adalah Rp 3.000,00. Jika 2 kali uang Samuel
ditambah dengan 3 kali uang Andini adalah Rp 66.000,00. Tentukanlah
besarnya uang masing-masing.

Langkah pertama, kita modelkan informasi yang ada di soal menjadi


persamaan-persamaan matematika. Misalkan s dan a secara berturut-turut
merupakan banyaknya uang Samuel dan Andini. Karena selisih uang Samuel
dan Andini adalah Rp 3.000,00, maka kalimat tersebut dapat diubah menjadi
persamaan sebagai berikut.

𝑠 − 𝑎 = 3.000 .....(1)
Selain itu, jumlah dari dua kali uang Samuel dan tiga kali uang Andini adalah
Rp 66.000,00, maka

2𝑠 + 3𝑎 = 66.000 ....(2)

Sehingga, pada langkah pertama ini kita menghasilkan persamaan (1) dan (2)
yang masing-masing dinyatakan dalam variabel s dan a.

Langkah kedua, kita akan menyatakan variabel s pada persamaan (1) ke dalam
variabel a.

𝑠 − 𝑎 = 3.000

⇔ 𝑠 = 𝑎 + 3.000 ...(3)

Langkah ketiga, substitusikan persamaan (3) ke dalam persamaan (2) untuk


mendapatkan nilai dari a.

2𝑠 + 3𝑎 = 66.000

⇔ 2(𝑎 + 3.000) + 3𝑎 = 66.000

⇔ 2𝑎 + 6.000 + 3𝑎 = 66.000

⇔ 5𝑎 = 66.000 − 6.000

60.000
⇔ 𝑎=
5

⇔ 𝑎 = 12.000

Langkah keempat, tentukan nilai variabel s dengan mensubstitusi nilai a yang


diperoleh ke dalam persamaan (3).

𝑎 = 12.000 ⇒ 𝑠 = 12.000 + 3.000 = 15.000

Langkah kelima, tentukan selesaian dari SPLDV yang diberikan dan jawablah
pertanyaan yang diberikan soal. Dari langkah 4 dan 5, kita memperoleh
selesaian dari SPLDV tersebut adalah s = 15.000 dan a = 12.000. Sehingga,
banyaknya uang Samuel adalah Rp 15.000,00 dan banyaknya uang Andini adalah

Rp 12.000,00.
3. Menyelesaikan SPLDV dengan Menggunakan Metode Campuran

Metode eliminasi juga dapat dipadukan dengan metode substitusi dalam


menyelesaikan suatu permasalahan SPLDV. Perhatikan contoh berikut.

Selisih umur seorang ayah dan anak perempuannya adalah 26 tahun, sedangkan
lima tahun yang lalu jumlah umur keduanya 34 tahun. Hitunglah umur ayah
dan anak perempuannya dua tahun yang akan datang.

Misalkan umur ayah dan anak perempuannya secara berturut-turut adalah m


dan n, maka permasalahan di atas dapat dimodelkan sebagai berikut.

𝑚 − 𝑛 = 26

(𝑚 − 5) + (𝑛 − 5) = 34 ⇔ 𝑚 + 𝑛 = 44

Grafik dari persamaan-persamaan m – n = 26 dan m + n = 44 dapat digambarkan


seperti berikut.

Pertama, kita akan mengeliminasi variabel n untuk mendapatkan nilai dari m


dengan menjumlahkan persamaan 1 dengan persamaan 2.

𝑚 − 𝑛 = 26

𝑚 + 𝑛 = 44
+
2𝑚 = 70

70
𝑚=
2

𝑚 = 35
Selanjutnya kita substitusikan m = 35 ke salah satu persamaan, misalkan ke
persamaan 1. Sehingga diperoleh,

35 − 𝑛 = 26

−𝑛 = 26 − 35

−𝑛 = −9

𝑛=9

Jadi, umur ayah dan anak perempuannya saat ini secara berturut-turut adalah
35 tahun dan 9 tahun

4. Sistem Persamaan Linier Dua Variabel dengan metode grafik

Pada pembahasan ini akan dibahas bagaimana cara menyelesaikan SPLDV


dengan menggunakan metode grafik. Tetapi, sebelum itu kita harus tahu
bentuk grafik dari persamaan linear dua variabel. Bagaimana bentuk grafik dari
persamaan linear dua variabel?

Grafik dari persamaan linear dua variabel berbentuk garis lurus, seperti yang
ditunjukkan oleh gambar berikut.

Lalu bagaimana cara menggunakan grafik persamaan linear untuk


menyelesaikan permasalahan SPLDV? Pada dasarnya, terdapat 4 langkah dalam
menyelesaiakan permasalahan SPLDV dengan menggunakan metode grafik.
Untuk lebih memahaminya, perhatikan contoh berikut.

Dalam sebuah konser musik, terjual karcis kelas I dan kelas II sebanyak 500
lembar. Harga karcis kelas I adalah Rp 8.000,00, sedangkan harga karcis kelas II
adalah Rp 6.000,00. Jika hasil penjualan seluruh karcis adalah Rp 3.250.000,00,
tentukan banyak karcis masing-masing kelas I dan kelas II yang terjual.

Langkah pertama adalah mengubah kalimat-kalimat pada soal cerita di atas


menjadi model matematika, sehingga membentuk sistem persamaan linear.
Misalkan banyak karcis I dan II yang terjual secara berturut-turut adalah x dan
y, maka kalimat “Dalam sebuah konser musik, terjual karcis kelas I dan kelas II
sebanyak 500 lembar,” dapat dimodelkan menjadi,

𝑥 + 𝑦 = 500

Sedangkan kalimat, “Harga karcis kelas I adalah Rp 8.000,00, sedangkan harga


karcis kelas II adalah Rp 6.000,00. Jika hasil penjualan seluruh karcis adalah Rp
3.250.000,00,” dapat dimodelkan menjadi,

8.000𝑥 + 6.000𝑦 = 3.250.000

Sehingga diperoleh SPLDV sebagai berikut.

𝑥 + 𝑦 = 500

8.000𝑥 + 6.000𝑦 = 3.250.000

Langkah kedua, kita cari koordinat dua titik yang dilewati oleh grafik masing-
masing persamaan tersebut. Biasanya, dua titik yang dipilih tersebut merupakan
titik potong grafik persamaan-persamaan tersebut dengan sumbu-x dan sumbu-
y.

𝑥 + 𝑦 = 500

𝑥 = 0 ⇒ 0 + 𝑦 = 500

⇔ 𝑦 = 500

𝑦 = 0 ⇒ 𝑥 + 0 = 500

⇔ 𝑥 = 500
Sehingga grafik persamaan x + y = 500 memotong sumbu-x di (500, 0) dan
memotong sumbu-y di (0, 500).

8.000𝑥 + 6.000𝑦 = 3.250.000

⇔ 4𝑥 + 3𝑦 = 1.625

𝑥 = 0 ⇒ 4.0 + 3𝑦 = 1.625

1.625
⇔ 𝑦=
3
2
⇔ 𝑦 = 541
3

𝑦 = 0 ⇒ 4𝑥 + 3.0 = 1.625

1.625
⇔ 𝑥=
4
1
⇔ 𝑥 = 406
4

Sedangkan grafik 8.000x + 6.000y = 3.250.000 memotong sumbu-x di (406 1/4,


0) dan memotong sumbu-y di (0, 541 2/3).

Langkah ketiga, kita gambarkan grafik persamaan-persamaan tersebut pada


koordinat Cartesius. Grafik persamaan-persamaan di atas dapat dilukis dengan
memplot titik-titik yang telah kita cari pada koordinat Cartesius kemudian
hubungkan titik (500, 0) dan (0, 500) untuk mendapatkan grafik x + y = 500,
serta titik (406 1/4, 0) dan (0, 541 2/3) untuk mendapatkan grafik 8.000x +
6.000y = 3.250.000.
Dari grafik di atas diperoleh bahwa titik potong grafik x + y = 500 dan 8.000x +
6.000y = 3.250.000 adalah (125, 375). Sehingga selesaian dari SPLDV di atas
adalah x = 125 dan y = 375.

Langkah keempat, kita gunakan selesaian di atas untuk menjawab pertanyaan


pada soal cerita. Karena x dan y secara berturut-turut menyatakan banyak karcis
I dan II yang terjual, maka banyaknya karcis kelas I yang terjual adalah 125
lembar dan 375 lembar untuk karcis kelas II

Guru: “Anak-anak, kita Latihan soal Matematika


yaa.”

Murid: (Kompak) “Iya buu.”

Guru: “Jika tante kalian memberi 2 permen


kepada kalian, kemudian di tambah lagi dengan 5
permen, ditambah lagi 10 permen, di tambah lagi
25 permen maka jawabannya adalah?”

Murid: (Dengan semangat) “Terimakasih


Tanteee!!”

Guru: (Nelen penghapus).

Anda mungkin juga menyukai