Anda di halaman 1dari 14

Tugas UAS

LAPORAN ANALISIS & OBSERVASI PRAKTEK PEMBELAJARAN IPS KELAS 4


TEMA 4 “BERBAGAI PEKERJAAN” SUB TEMA 1 “JENIS-JENIS PEKERJAAN”
PADA PERKULIAHAN PEMBELAJARAN IPS KELAS A DMS TAHUN 2014

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah


PEMBELAJARAN IPS
Doses Pengampu: Luthfiya Fathi Puspasari, ME

Oleh :
ANANG HARIYONO
NIM. 13141029 (DMS KELAS A)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH


FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAB KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
JUNI 2014

0
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dalam kegiatan perkuliahan Mata kuliah Pembelajaran IPS DMS
kelas A UIN Maulana Malik Ibrahim yang telah dilaksanakan dalam 11 kali
pertemuan, telah membahas mengenai pembelajaran IPS, strategi dan model-
model pembelajaran serta praktek-praktek pembelajaran (micro teaching).
Model-model pembelajaran yang diterapkan dalam micro teaching tersebut
memiliki karakteristik, kelebihan, dan kelemahan masing-masing. Dengan
meneliti dan mengobservasi kegiatan praktek pembelajaran mikro teaching
tersebut, aplikasi teori belajar, model pembelajaran di lembaga pendidikan,
dalam hal ini di sekolah, harus disesuaikan dengan aspek-aspek yang
berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran di kelas. Aspek-aspek tersebut
seperti; usia peserta didik, karakteristik peserta didik, materi pembelajaran,
tujuan pembelajaran, kebutuhan khusus, setting atau lingkungan belajar, dan
lain sebagainya.
Kegiatan meneliti dan observasi yang dilakukan adalah untuk
menganalisis apakah aplikasi praktek KBM yang dilaksanakan dalam
kegiatan micro teaching tersebut sudah tepat dan sesuai mulai dari
penyusunan sekenario pembelajaran penggunaan metode dan praktek
mengajar yang dilakukan oleh mahasiswa DMS kelas A?

B. Tujuan Kegiatan
Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan pengamatan kegiatan praktek
pembelajaran IPS pada perkuliahan dan mendeskripsikan hasil observasi
yang dilakukan. Tidak berhenti sampai di sini, hasil observasi dianalisis,
dengan cara mengidentifikasi jenis teori belajar atau model pembelajaran apa
yang diaplikasikan oleh guru dalam pembelajaran yang diampunya. Observasi
berlangsung satu kali pertemuan.

1
C. Ruang Lingkup Kegiatan Observasi
Sebenarnya laporan penelitian praktek mengajar yang dibuat ini adalah
refeksi kembali dari hasil observasi yang dilakukan pada saat kelompok
mahasiswa DMS kelas A mempraktekkan pengajaran dalam mikro teaching
mata kuliah Pembelajaran IPS semester genap di UIN Maulana Malik
Ibrahim Malang Tahun 2014 yang diampu oleh Ibu Dosen Lutfiya Fathi
Pusposari, ME. Selain itu, observer sendiri adalah mahasiswa DMS Kelas A
yang juga ikut terlibat dalam kegiatan.

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pelaksanaan Observasi
Laporan hasil kegiatan praktek observasi pada kelompok pengajar
mikro teaching dilaksanakan untuk memenuhi tugas mata kuliah
Pembelajaran IPS. Observasi dikategorikan sebagai salah satu model
pembelajaran kontekstual – aktual. Pelaksanaan observasi memberikan
gambaran secara nyata situasi dan kondisi tertentu. Refelksi observasi
pembelajaran ini memberikan tambahan wawasan bagi kelompok observer
mengenai praktek pembelajaran IPS di madrasah nantinya.
Berikut adalah pelaksanaan refleksi observasi yang dilakukan oleh
observer:
1. Tempat dan waktu pelaksanaan kegiatan observasi.
Obsevasi dilaksanakan pada praktek KBM (micro teaching) pada
perkuliahan Pembelajaran IPS di UIN Maliki Malang. Kelas yang
diobservasi adalah kelas DMS A, dengan jumlah mahasiswa 40 orang
Observasi dilaksanakan pada Sabtu, 31 Mei 2014, pada jam
perkuliahan ke-3, yakni pada pukul 12.30 – 14.30.
.
2. Aspek-aspek yang dinilai berkaitan dengan tugas uas Pembelaran IPS.
Judul (sudah disebutkan)
Latar Belakang (sudah disebutkan
Kajian Teori
Paparan data
Pembahasan Hasil
Kesimpulan
Lampiran

3. Data Observasi
Mahasiswa Praktek : LILIK MUFIDAH, Dkk.

3
NIM : 131410xx
Kelas Praktek : 4 MI
Tema : 4 Berbagai Pekerjaan
Sub Tema : Jenis-jenis Pekerjaan

4. Kesulitan dan hambatan.


Dalam melaksanakan tugas perkuliahan ini, mahasiswa dengan
jujur menyampaikan kesulitan mentelaah tugas yang dimaksudkan.
Namun mahasiswa berusaha mengerjakan tugas yang dimaksud dan
berpendapat bahwa tugas yang dimaksud adalah merefleksikan kembali
praktek microteaching Pembelajaran IPS yang sudah dilaksanakan dengan
melakukan refleksi observatif dan analisis terhadap micro taching tersebut
untuk dikaji dan ditelaah kembali apakah proses pembelajaran tersebut
sudah sesuai dengan prosedur KBM yang benar mulai dari RPP sampai
praktek mengajarnya. Sungguh disayangkan mahasiswa tidak mendapat
RPP yang dikerjakan dengan berkelompok, sehingga pada bagian
lampiran laporan ini, tidak terdapat RPP. RPP memiliki fungsi penting
dalam kegiatan pembelajaran, karena deskripsi mengenai persiapan –
pelaksanaan – penilaian proses pembelajaran tercantum dalam RPP.
Namun demikian, hal ini tidak menjadi permasalahan yang signifikan
dalam kegiatan observasi yang dilakukan. Oleh karenanya, dalam hasil
observasi tugas ini, penjabaran RPP tidak berasal dari RPP yang dimiliki
dan disusun oleh guru, tetapi merupakan refleksi dari hasil pengamatan
yang dilakukan terhadap mikro teaching yang berlangsung saat itu.
Refleksi yang dimaksud adalah penjabaran proses pembelajaran
yang akan dideskripsikan secara runtut, sistematis, dan lengkap
sebagaimana pengamatan yang dilaksanakan. Ini berarti ada peleburan
istilah, bukan RPP (bukan rencana) tetapi pelaksanaan pembelajaran yang
dideskripsikan secara naratif. Harapannya agar laporan observasi ini
tersusun secara lengkap, disamping memudahkan observer dalam
melakukan analisis yang dikaitkan dengan aplikasi bagaimana cara

4
mengajar yang profesional, ketrampilan membuka, menyampaikan dan
menutup serta model-model dan teori belajar yang digunakan.

B. Deskripsi Hasil Observasi


Pada waktu observasi dilakukan, pembelajaran IPS yang dipelajari
adalah IPS Kelas 4 Tema 4 Sub Tema 1

Tabel 1.1 KD IPS pada bagian pelaksanaan pembelajaran yang diobservasi.


Pelaksanaan pembelajaran IPS berdasarkan hasil observasi
dideskripsikan secara naratif, sebagai berikut:
1. Ketrampilan membuka pelajaran
 Apersepsi sudah dilaksanakan, namun mengkaitkan dan
menghubungkan dengan dunia nyata belum dimunculkan untuk
merangsang dan memancing siswa.

5
 Siswa belum dikondisikan pada keadaan siap belajar
2. Ketrampilan menjelaskan dan menguasai kelas
 Guru memanggil siswa ke depan, lalu guru memberikan sebuah
gambar pada beberapa siswa, kemudian siswa diminta
memdeskripsikan tentang pekerjaan tersebut, sementara siswa
yang lain diminta untuk menebak pekerjaan apa tersebut.
 Penjelasan yang disampaikan oleh guru banyak yang miss
konsep, misalkan: “petani menghasilkan apa?” nelayan
menghasilkan apa? Ikan (=miss konsep).

Tabel 2.2 Gambar berbagai pekerjaan


3. Ketrampilan menutup
 Guru menutup langsung pelajaran tanpa memberikan refleksi
dan evaluasi terhadap pembelajaran
 Reward bersama belum diberikan

C. Analisis Observasi Kelas dengan Aplikasi Teori Belajar yang Digunakan


Sebelum membahas mengenai hasil analisis observasi pembelajaran
IPS dengan aplikasi teori belajar tertentu, perlu digambarkan bagan mengenai
alur pelaksanaan pembelajaran secara garis besar. Bagan tersebut untuk
mempermudah analisis aplikasi teori belajar pada tiap bagian dalam proses
pembelajaran yang diobservasi. Berikut adalah bagan yang menggambarkan
alur pelaksanaan pembelajaran yang diobservasi:

6
Pembukaan Kegiatan Inti

Penjelasan materi oleh guru

Latihan kelompok

Presentasi dan diskusi

Kesimpulan dan penarikan


kesimpulan secara bersama

Penutup

Bagan 1. Alur pelaksanaan pembelajaran.

Selanjutnya dalam menganalisis pelaksanaan pembelajaran tersebut


sesuai dengan teori belajar tertentu, analisis akan difokuskan pada kegiatan
inti. Analisis tidak hanya secara deskriptif naratif tetapi akan dideskripsikan
dengan skema dan foto-foto yang diperoleh saat observasi dilaksanakan.
Tujuannya, selain untuk mempermudah dalam mengidentifikasikan jenis teori
belajar yang relevan dimaksudkan juga agar hasil analisis dapat memberikan
gambaran riil pelaksaan pembelajar IPS yang telah diamati.
Kenyataan bahwa dalam suatu proses pembelajaran yang dilakukan
melibatkan penerapan satu teori belajar saja, terbukti dalam pembelajaran IPS
yang telah diobservasi oleh kelompok observer. Dalam setiap tahapan
kegiatan inti, kegiatan belajar dapat dikategorikan dalam teori belajar yang
berbeda. Berikut analisis detailnya:
1. Penjelasan materi oleh guru.
 Guru memberikan penjelasan secara lisan pada siswa di depan kelas.

7
 Siswa diminta maju ke depan bermain tebak-tebakan
 Guru memberikan penjelasan dengan metode ceramah pada siswa
Disela-sela penjelasannya, guru juga mengajukan pertanyaan
pada siswa terkait dengan materi yang sedang dijelaskannya.
Terutama saat guru memberikan contoh mengenai keluarga sebagai
pelaku ekonomi rumah tangga yang berperan sebagai produsen,
konsumen, dan distributor.
 Di akhir penjelasannya, guru menawarkan pada siswa untuk bertanya.

Pada tahap ini, telah tampak bahwa guru mengaplikasikan teori


disiplin mental dalam pembelajarannya. Ini terlihat pada saat guru
memberikan penjelasan mengenai materi yang sudah ada dalam buku paket
yang dimiliki oleh siswa. Pada dasarnya, siswa dapat memperoleh
pemahaman dengan membaca meteri mengenai berbagai pekerjaan dalam
buku tema 4 tersebut. Akan tetapi melalui penjelasan guru, dimaksudkan agar
siswa yang belum mengerti dan belum paham akan menjadi mengerti dan
paham. Selain itu siswa yang telah paham akan menjadi lebih jelas dengan
konsep-konsep materi yang diajarkan.
Memang tidak ada jaminan bahwa siswa sebelumnya telah membaca
materi tersebut, dan saat pembelajaran pun siswa juga tidak diminta untuk
membaca terlebih dahulu. Oleh karenanya, penjelasan guru yang diberikan
secara sistematis dan terinci sesuai dengan model pengajaran ekspositori,
dimana kegiatan pembelajaran terpusat pada guru. Guru aktif memberikan
penjelasan atau informasi terinci tentang bahan pengajaran. Ini sesuai dengan
teori disiplin mental. Siswa diharapkan mampu menguasai materi
pembelajaran berdasarkan penjelasan guru secara terinci.
Prinsip pengulangan penyampaian materi dimaksudkan untuk
menguatkan pengetahuan dan pemahaman siswa terhadap materi yang sedang
dipelajari, dan ini sangat sesuai dengan teori disiplin mental.
2. Latihan Kelompok.

8
Tahap selanjutnya adalah pemberian latihan kelompok. Setelah guru
menjelaskan secara lisan dan disertai dengan tanya jawab ringan, siswa
diminta untuk mengerjakan tiga butir latihan soal. Latihan soal
menggambarkan keseluruhan substansi penjelasan materi oleh guru mengenai
berbagai pekerjaan. Bisa dikatakan bahwa pada tahap ini terjadi prinsip
pengulangan materi. Perbedaannya, jika sebelumnya melalui penjelasan guru
secara lisan, pada tahap ini siswa mendalami materi dengan cara mengerjakan
latihan soal secara berkelompok dengan panduan buku siswa.
Dalam menjawab soal latihan, siswa tidak dibatasi untuk
memberikan jawaban yang sama dengan penjelasan guru, siswa
diperbolehkan memberikan contoh peranan pelaku ekonomi rumah tangga
berdasarkan buku, dan berdasarkan pengetahuan, serta pengalaman mereka.
Ini artinya pada tahap ini selain terjadi aplikasi teori belajar disiplin mental,
juga telah diterapkan teori belajar konstruktivistik dalam proses pembelajaran
yang berlangsung.
.
Pada tahap ini terjadi aplikasi teori belajar disiplin mental dan teori
belajar konstruktivistik. Berikut dijelaskan dalam bagan mengenai posisi
masing-masing:
Siswa membaca materi
yang ada pada buku paket. Aplikasi teori
Siswa mengerjakan
latihan soal. belajar
disiplin
mental.
Penjelasan guru mengenai
materi yang ada dalam
AKOMODASI
Situasi baru 
buku paket. Stuktur ternyata
Kognitif  pemungut
Pekerjaan sampah juga
adalah guru, mulia, apapun
pegawai, pekerjaan itu
tentara, bersyukurlah
polisi, dokter,
Bagan 3. Posisi TB.konstrukivisme dll.

9
Proses pembelajaran IPS berbagai pekerjaan yang diobservasi sesuai
dengan teori belajar konstruktivisme Jean Piaget. Piaget berpendapat bahwa
belajar ditentukan karena adanya karsa individu, artinya pengetahuan berasal
dari induvidu. Siswa berinteraksi dengan lingkungan sosial, yaitu teman
sebayanya dibanding orang-orang yang lebih dewasa. Penentu utama
terjadinya belajar adalah individu yang bersangkutan (siswa) sedangkan
lingkungan sosial menjadi faktor sekunder. Keaktifan siswa menjadi penentu
utama dan jaminan kesuksesan belajar, sedangkan penataan kondisi hanya
sekedar memudahkan belajar.
Masih menurut Piaget, proses belajar untuk membangun kognisi
seseorang, terdiri atas tiga tahapan, antara lain:
a. Asimilasi, yaitu pengintegrasian informasi baru ke struktur kognitif yang
sudah ada.
b. Akomodasi adalah proses penyesuaian struktur ke dalam situasi baru.
c. Equilibrasi adalah penyesuaian yang berkesinambungan antara asimilasi
dan akomodasi.

3. Presentasi dan Diskusi.


Presentasi belum dilakukan setelah siswa mengerjakan soal latihan
kelompok berdasarkan alokasi waktu yang telah ditentukan oleh guru. Tetapi
guru langsung mengajukan pertanyaan dan memberikan jawaban direct atau
langsung kepada siswa. Pada tahap ini terlihat dominasi metode ceramah
yang sangat dominan.
4. Evaluasi dan Penarikan Kesimpulan secara Bersama.
Evaluasi dalam hal ini maksudnya adalah penilaian guru terhadap
proses pembelajaran yang telah dilangsungkan. Bukan penilaian pekerjaan
tertulis siswa, karena penilaian pekerjaan tertulis tentunya dapat dilakukan
pada waktu yang berbeda, dan menjadi agenda guru dalam menganalisi pekan
efektif membuat prota dan promes. Evaluasi yang dimasud disini meliputi
penilaian kinerja dan keaktifan siswa selama proses pembelajaran

10
berlangsung. Penilaian kinerja dan keaktifan mencakup penilaian bagaimana
atensi yang ditunjukkan oleh siswa pada saat siswa mendengarkan penjelasan
guru, pada saat guru mengajukan pertanyaan, pada saat siswa bekerja dalam
kelompok, pada saat siswa persentasi dan diskusi. Penilaian ini ditunjukkan
oleh guru dalam bentk apresiasi selama proses pembelajaran, dan
disampaikan secara lisan. Guru juga melakukan penilaian secara tertulis
keaktifan siswa dengan melakukan pencatatan nama. Dalam hal ini siswa
yang bertanya, menjawab, dan yang mempresentasikan jawaban kelompok.
Penarikan kesimpulan bersama dilakukan dengan cara; guru
bersama-sama dengan siswa memberikan ulasan lisan yang berisi ringkasan
atau esensi materi yang telah dipelajari. Dalam penarikan kesimpulan
bersama dapat ditarik esensi pembelajaran kali ini telah mencapai tujuan
pembelajaran yang diharapkan.
Namun pada faktanya, guru sama sekali belum melakukan a belum
mempresntasikan jawaban, penarikan kesimpulan bersama juga belum dilakukan.
Artinya refleksi dan evaluasi terhadap proses pembelajaran belum dilakukan
Secara keseluruhan, berdasarkan hasil analisis aplikasi teori belajar dengan
observasi yang telah dilakukan terhadap pembelajaran IPS, telah mengaplikasikan
perpaduan antara teori belajar disiplin mental dengan teori belajar
konstruktivisme, namun tidak maksimal diterapkan dan dominansi metode
ceramah masih terlihat kental. Kreativitas guru dan inovasi pembelajaran menjadi
bagian penting dalam proses pembelajaran di kelas, agar pembelajaran dapat
mencapai tujuan yang diharapkan. Pembelajaran yang diampu oleh guru dinilai
belum berjalan secara dinamis dan menyenangkan, dilain sisi belum mengkaitkan
antar komponen kd dan penguasaan materi belum tercapai dengan baik
dikarenakan banyak sekali kata-kata guru yang membingungkan dan
misskonsepsi. Namun apresiasi tertap diberikan karena telah melaksanakan tugas
mikroteaching dengan baik.

11
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Mempelajari strategi pembelajaran, menguasai materi dan teori-teori
belajar akan lebih optimal jika dilengkapi dengan pelaksanaan observasi,
evaluasi terhadap pembelajaran di kelas. Kegiatan kegiatan evaluasi KBM
sangat membantu para mahasiswa untuk mengenali, mengidentifikasi, serta
melakukan analisis terhadap aplikasi pendekatan, strategi, model, metode dan
teori-teori belajar.
Kemampuan merancang skenario, membuka dan menutup
pembelajaran menjadi penting disamping guru benar benar menguasai strategi
pembelajaran, kemampuan menyampain materi agar tidak menjadi miss
konsepsi. Analisis hasil observasi untuk mengidentifikasi pelaksaaan
pembelajaran relevan dengan metode belajar tertentu, dilakukan dengan cara
menganalisis setiap tahapan proses pembelajaran pada kegiatan inti.
Berdasarkan hasil analisis tersebut, dapat ditemukan jawaban bahwa
pembelajaran IPS yang telah diobservasi masih dilakukan dengan metode
ceramah murni yang dominan dengan pendekatan teacher center. Pengunaan
metode-metode dan strategi-strategi pembelajaran yang banyak mengaktifkan
siswa belum nampak dilakukan pula, padahal pembelajaran yang baik adalah
membelajarkan siswa belajar bukan transfer pengetahuan semata.

B. Implikasi
Pelaksanaan refleksi observasi ini telah menambah wawasan
observer mengenai sangat penting melakukan evaluasi terhadap KBM yang
sudah dilaksanakan, apakah pembelajaran tersebut sudah benar dan sesuai
dengan teori teori pembelajaran atau tidak, dengan harapan untuk terus
meningkatkan profesionalisme guru itu sendiri. Penyusunan laporan ini
diharapkan mampu memberikan pengaruh positif bagi mahasiswa. Selain itu
diharapkan pula agar pendidik menunjukkan performa yang mantap dan

12
penyelenggaraan pembelajaran yang optimal agar tujuan pembelajaran dapat
tercapai.
Optimalisasi dalam persiapan hingga penilaian pembelajaran harus
direncanakan terlebih dahulu, sehingga pembelajaran yang dilakukan
memiliki arahan dan pedoman yang jelas. Mempelajari teori belajar tidak
cukup dengan menguasai konsep-konsepnya saja secara teoritis, tetapi
praktek untuk mengaplikasikan teori belajar dalam pembelajaran yang
diampu, akan memberikan pengaruh positif dalam pelaksanaan pembelajaran.

C. Saran
Setiap pendidik agar senantiasa melakukan personal – quality
control untuk menjamin mutu pengajaran dan pembelajaran sebagai bagian
penting kewajiban seorang guru. Penggunaan teori, strategi, pendekatan,
metode dan model pembelajaran yang diaplikasikan dalam proses
pembelajaran yang dilaksanakan di kelas harus melihat pada kondisi-kondisi
tertentu, seperti peserta didik, materi pembelajaran, dan lainnya. Hal ini
dimaksudkan agar pembelajaran memberikan makna bagi perubahan perilaku
peserta didik. Pembelajaran yang bermakna adalah pembelajaran yang tidak
hanya meningkatkan kemapuan kognitif siswa, tetapi juga mampu mendorong
perkembangan afeksi dan psikomotor siswa.

13