Anda di halaman 1dari 12

SURAT DAKWAAN

Nomor Register perkara : Dak-


113/Pid.B/XII/2018/PN Pangkalpinang

Majelis Hakim yang Terhormat


Tim Penasehat Hukum Terdakwa dan;
Hadirin Sidang yang kami hormati;

Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Pangkalpinang dalam perkara Tindak Pidana
Pembunuhan, atas nama terdakwa :
Nama Lengkap : Ridha Naafia
Tempat Lahir : Pangkalpinang
Umur/tanggal lahir : 22 tahun/ 03 Februari 1993
Jenis Kelamin : PEREMPUAN
Kewarganegaraan : INDONESIA
Tempat Tinggal :Jalan Kedondong No. 186 Bukit sari
Agama : ISLAM
Pekerjaan : MAHASISWA
Pendidikan : SMA

PENAHANAN :
1. Ditahan oleh penyiidik Kepolisian Resort Pangkalpinang pada tanggal 26
Agustus 2018 sampai tanggal 20 september 2018
2. Perpanjangan penahan oleh Penyidik Kepolisiana Resort Pangkal Pinang pada
tanggal 21 September sampai dengan tanggal 19 oktober 2018
3. Ditahan Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Pangkalpinang Tanggal 20 Oktober
2018 sampai dengan sekarang.

DAKWAAN :

PRIMAIR
…………. Bahwa Terdakwa Ridha Naafia, Pada hari Rabu tanggal 25 Agustus 2018, pukul
18:00 WIB, Atau setidak-tidaknya pada suatu waktu yang masih pada bulan Agustus 2018
bertempat di tangga Lantai 1 Gedung Barat STIH Pertiba ,Jl. Adiyaksa Kacang Pedang No.9,
Atau setidak-tidaknya mengingat Pasal 84 Ayat (2) Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana
(KUHAP), Pengadilan Negeri Pangkalpinang berwenang mengadili, karena Terdakwa bertempat
tinggal di Wilayah hukum Pengadilan Negeri Pangkalpinang dan sebagian Saksi yang dipanggil
lebih dekat pada tempat Pengadilan Negeri Pangkalpinang, yang didalam Daerah tindak pidana
itu dilakukan,Telah dengan sengaja dilakukan perbuatan Pembunuhan yang direncanakan
terlebih dahulu, Terhadap korban SARPIN RIZALNO yang dilakukan oleh Terdakwa dengan
cara sebagai berikut:
 Bahwa Terdakwa adalah Seorang Mahasiswa di Kampus STIH Pertiba, yang terletak di Jalan
Adhyaksa Kacang Pedang No.9
 Bahwa Terdakwa telah menjalin hubungan dekat (pacaran) dengan Korban Sarpin Rizalno sejak
tahun 2014.
 Bahwa Terdakwa yang telah berjanji ketemuan dengan Korban di tangga lantai satu Gedung
Barat STIH Pertiba, bertemu dengan Korban Sarpin Rizalno dan berbicara di tangga lantai 1
Gedung Barat STIH Pertiba.
 Bahwa sekitar jam 17:30 WIB atau setidak-tidaknya pada hari Rabu 25 Agustus 2018, Terdakwa
mengutarakan maksud agar Korban Sarpin Rizalno bergegas melamarnya dan menikahinya.
 Bahwa ditengah-tengah pembicaraan, Korban Sarpin Rizalno monalak untuk melamar dan
menikahi Terdakwa, karena Korban telah memiliki Wanita idaman yang korban pada waktu itu
tidak menyebutkan nama dan identitasnya.
 Bahwa terjadi pertengkaran antara terdakwa dan korban Sarpin Rizalno, yang membuat
Terdakwa naik pitam dan mengambil pisau dalam Tas milik Terdakwa, lalu Terdakwa
menikamkan pisau pada dada Korban sebanyak 7 kali, dan Terdakwa langsung melarikan diri.
Perbuatan Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam Pidana dalam Pasal 340 Kitab Undang-
Undang Hukum Pidana

SUBSIDAIR
…………. Bahwa Terdakwa Ridha Naafia, Pada hari Rabu tanggal 25 Agustus 2018, pukul
18:00 WITA, Atau setidak-tidaknya pada suatu waktu yang masih pada bulan Desember 2014
bertempat di tangga lantai 1 Gedung Barat kampus STIH Pertiba Pangkalpinang, Atau setidak-
tidaknya mengingat Pasal 84 Ayat (2) Kitap Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP),
Pengadilan Negeri Mataram berwenang mengadili, karena Terdakwa bertempat tinggal di
Wilayah hukum Pengadilan Negeri Mataram dan sebagian Saksi yang dipanggil lebih dekat pada
tempat Pengadilan Negeri Pangkalpinang, yang didalam Daerah tindak pidana itu
dilakukan,Telah mekukan perbuatan Pembunuhan Terhadap korban SARPIN
RIZALNO yang dilakukan oleh Terdakwa dengan cara sebagai berikut:
 Bahwa Terdakwa adalah Seorang Mahasiswa di Kampus STIH Pertiba Terletak di Jalan Adhyaksa
Kacang pedang no.9
 (SELEBIHNYA DIANGGAP TELAH DIBACAKAN)
-----Perbuatan Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam Pidana dalam
Pasal 338 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana
Pangkalpinang, 30 Oktober 2018

Jaksa Penuntut Umum


Siti Nuraini, S.H

NOTA KEBERATAN

(EKSEPSI)

Atas Surat Dakwaan Dalam Perkara Pidana


Nomor Register Perkara: 113/Pid.B/XII/2015/PN Mataram
Atas nama terdakwa :
SONYA SOLATIAH
Dakwaan Primair: Pasal 340 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana
Dakwaan Subsidair: Pasal 338 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana

A. PEDAHULUAN
Majelis hakim yang kami muliakan
Saudara jaksa penuntut umum serta hadirin persidangan yang kami hormati,

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji sukur kehadrat tuhan yang maha esa karena dengan
nikmat kesehatan yang diberikannya, kita semua yang hadir dalam persidangan ini dapat
mengikuti peroses persidangan yang mulia ini.

B. ALASAN KEBERATAN
Setelah mempelajari dan memahami surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum yang dibacakan pada
tanggal 30 Oktober 2018, Kami hendak mengajukan keberatan atas surat dakwaan tersebut
sesuai dengan prinsip-prinsip atas asas-asas hukum acara pidana yang berlaku.

KEBERATAN ATAS DAKWAAN

1. Pemeriksaan yang Cacat Hukum

Dalam hubungan dengan proses penerapan hukum (pemeriksaan) guna pembuatan BAP yang
menyangkut Saudari Sonya Solatiah, kami menilai bahwa pemeriksaan tingkat penyidik, klien
kami tidak mendapat bantuan hukum yang sebenarnya. Padahal dalam pasal 54 Kitab Undang-
Undang Hukum Acara Pidana menyebutkan dengan tegas, bahwa :

"Guna kepentingan pembelaan, tersangka atau terdakwa berhak mendapat bantuan hukum
selama dalam waktu dan setiap tingkat pemeriksaan"

Dan pasal 27 ayat (2) huruf a Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2009 tentang Implementasi
Prinsip dan Standard Hak Asasi Manusia dalam Penyelenggaraan Tugas Polri menyatakan,
"...dalam melakukan pemeriksaan terhadap saksi, tersangka atau terperiksa, petugas dilarang
memeriksa saksi, tersangka atau terperiksa sebelum didampingi oleh penasihat hukumnya,
kecuali atas persetujuan yang diperiksa".
Oleh karena itu selama pemeriksaan tingkat pertama, klien kami Saudari Ridha Naafia tidak
mendapat haknya, maka pemeriksaan (BAP) tersebut dapat dikatakan cacat hukum.
Dengan demikian menurut kami, surat dakwaan terhadap Saudari Ridha Naafia juga cacat
hukum, sebab surat dakwaan tersebut disusun berdasarkan BAP yang cacat hukum.

2. Surat Dakwaan Tidak Jelas (Obscur Libellum)

Bahwa Dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum, yang mendakwa Terdakwa Sonya
Solatiah dengan dakwaan primair pasal 340 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dan dakwaan
Subsidair pasal 338 Kitab Undang-Undang Hukum pidana sangat tidak memenuhi rasa
keadilan, karena dalam pasal-pasal tersebut adalah delik pembunuhan, sedangkan yang menjadi
unsur delik pembunuhan adalah “adanya niat untuk membunuh” sedangkan seperti yang
sama-sama telah diketahui, kasus posisi peristiwa pidana ini adalah Terdakwa RIDHA NAAFIA
ingin bertemu dengan Korban Sarpin Rizalno pada tangga lantai 1 dasar Gedung barat kampus
STIH pertiba, niat terdakwa Ridha Naafia bertemu Korban adalah untuk meminta Korban Sarpin
Rizalno melamar dan menikahinya, sehingga tidakada niat untuk membunuh korban.
Terjadinya pembunuhan dikarenakan emosi yang memuncak setelah penolakan permintaannya
oleh korban Sarpin Rizalno, yang dalam istilah Ilmu Kriminologi disebut The Episodic
Criminal atau dorongan emosi yang hebat, karena telah 4 tahun menjalin hubungan pacaran dan
si Korban menolak menikahinya, sehingga disana tidak terdapat unsur membunuh, melainkan
hanya untuk membuat si korban sakit.

Dengan demikian akibat ketidak cermatan Jaksa Penuntut Umum dalam membuat surat
dakwaannya tersebut jelas tidak memenuhi syarat sebagaimana diamanatkan pasal 143 ayat (2)
point b KUHP.
Dengan demikian, sesuai dengan pasal 143 ayat (3) KUHP, surat dakwaan tersebut adalah batal
demi hukum.

C. PENUTUP

Ketua Majlis Hakim Yang Terhormat,


Jaksa Penuntut Umum Yang Kami Hormati,
Hadirin Sidang yang Kami Hormati

Berdasarkan uraian di atas, Kami berkesimpulan, bahwa:


1) Surat Dakwaan Jaksa Penuntut Umum Adalah Cacat Hukum.
2) Surat Dakwaan Jaksa Penuntut Umum Tidak Memenuhi Syarat Materil.
Oleh karena itu, kami mohon kepada Ketua Majlis Hakim untuk memberikan putusan, yaitu
menyatakan batal demi hukum atau setidak-tidaknya menolak surat dakwaan Jaksa Penuntut
Umum, karena surat dakwaan tersebut merupakan abscurum libeleum.

Pangkalpinang, 30 Oktober 2018

Hormat kami,
Tim Penasehat Hukum Terdakwa
SURAT TUNTUTAN
Nomor : TUT-113/Pid.B/IX/ 2015/PN. Pangkalpinang

Jaksa Penuntut umum pada Kejaksaan Negeri Pangkalpinang dengan memperhatikan hasil
pemeriksaan sidang dalam perkara atas nama Terdakwa :
Nama Lengkap : Ridha Naafia
Tempat Lahir : Pangkalpinang
Umur/tanggal lahir : 22 tahun / 03 Februari 1993
Jenis Kelamin : Perempuan
Kewarganegaraan : Indonesia
Tempat Tinggal : Jl. Kedondong No. 186 Bukit Sari
Agama : Islam
Pekerjaan : Mahasiswa
Pendidikan : SMA

I. PENDAHULUAN
Majelis Hakim yang Terhormat
Tim Penasehat Hukum Terdakwa dan
Hadirin Sidang yang Kami Hormati
Berdasarkan Surat Penetapan Hakim pada Pengadilan Negeri Pangkalpinang, dengan nomor
register 113/Pid.B/IX/2015/PN. pangkalpinang
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena atas rahmatnya dan
karunianya kita masih diberi kesempatan dan kesehatan untuk dapat hadir dalam proses
persidangan yang merupakan sebagian dari tugas dan tanggung jawab kita sebagai aparat
penegak hukum.
Pada kesempatan ini kami menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada Ketua
Majelis Hakim yang telah memimpin persidangan ini dengan arif dan bijaksana serta penuh
dengan kesabaran, ketelitian dan kecermatan.

II. SURAT DAKWAAN


Majelis Hakim yang Terhormat
Tim Penasehat Hukum para Terdakwa dan
Hadirin Sidang yang Kami Hormati

A. DAKWAAN :
..................DIANGGAP TELAH DIBACAKAN.................

III. FAKTA-FAKTA DI PERSIDANGAN

Majelis Hakim yang Terhormat


Tim Penasehat Hukum para Terdakwa dan
Hadirin Sidang yang Kami Hormati

Fakta-fakta yang terungkap dalam pemeriksaan persidangan secara berturut-turut berupa


keterangan saksi-saksi, ahli, surat, keterangan terdakwa dan barang bukti sebagai berikut :
..................DIANGGAP TELAH DIBACAKAN.................

IV. ANALISA FAKTA

Majelis Hakim yang Terhormat


Tim Penasehat Hukum para Terdakwa dan
Hadirin Sidang yang Kami Hormati

Dari fakta –fakta persidangan yang terdiri dari alat bukti keterangan saksi, keterangan ahli, dan
kami uraikan keterangan terdakwa serta barang bukti yang kami anggap telah diuraikan diatas,
maka sampailah kami pada uaraian fakta-fakta hukum / yuridis yang merupakan kesimpulan
tentang fakta perbuatan dan kejadian yang telah dapat dibuktikan dipersidangan, adalah sebagai
berikut :

..................DIANGGAP TELAH DIBACAKAN.................

V. ANALISA YURIDIS
..................DIANGGAP TELAH DIBACAKAN.................

VI. KESIMPULAN
Majelis Hakim yang terhormat dan
Tim Penasehat Hukum para Terdakwa dan
Hadirin Sidang yang Kami Hormati

Berdasarkan anlisa yuridis dan pertanggung jawaban pidana sebagaimana telah diuraikan diatas
maka kami selaku penuntut umum didalm perkara ini berkesimpulan bahwa terdakwa Ridha
Naafia telah terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana
Pembunuhan sebagaimana diatur dan diancam pidana primair pasal 340 Kitab Undang-undang
Hukum Pidana, Subsidair pasal 338 Kitab Undang-undang Hukum Pidana

VII. TUNTUTAN PIDANA


Majelis Hakim yang terhormat
Tim Penasehat Hukum para Terdakwa dan
Hadirin Sidang yang Kami Hormati

Selanjutnya sampailah kami kepada tuntutan pidana terhadap terdakwa, dengan memperhatikan
ketentuan peraturan perundang-undangan yang berkenaan dengan perkara ini, kami penuntut
umum didalam perkara ini :

MENUNTUT
Supaya Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pangkalpinang yang memeriksa dan mengadili
perkara ini memutuskan :
1. Menyatakan terdakwa RIDHA NAAFIA Telah terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah
melakukan tindak pidana Pembunuhan sebagaimana diatur dan diancam pidana, Primair pasal
340 Kitab Undang-undang Hukum Pidana dan Subsidair, Pasal 338 Kitab Undang-undang
Hukum Pidana dalam dakwaan.

2. Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa RIDHA NAAFIA dengan pidana penjara 15 tahun
dikurangi sepenuhnya selama Terdakwa berada dalam tahanan,

3. Menyatakan Barang Bukti, berupa sebuah pisau dikembalikan kepada Terdakwa

4. Menetapkan supaya Terdakwa tetap dalam tahanan

5. Menetapkan agar Terdakwa membayar biaya perkara sebesar Rp. 6000 (Enam Ribu Rupiah)

VIII. PENUTUP
Majelis Hakim yang kami muliakan,
Saudara penasehat hukum terdakwa yang kami hormati, dan
Hadirin Sidang yang Kami hormati
Demikian surat tuntutan ini dibacakan dan diserahkan dalam persidaangan pada hari ini, Selasa
tanggal 30 oktober 2018.

Akhir kata, semoga Tuhan yang maha kuasa kiranya memberikan kekuatan bathin dan
keteguhan iman kepada kita semua khususnya kepada majelis hakim didalam menjatuhkan
putusan di terhadap perkara ini.Amin

Pangkalpinang, 30 Oktober 2018


Penuntut Umum
NOTA P E M B E L A A N
PLEDOI
Perkara Nomor : 113/Pid.B/XII/2015/PN Pangkalpinang
Perkara Pembunuhan Untuk dan Atas nama Terdakwa
Ridha Naafia

I. PENDAHULUAN

Majelis Hakim yang kami Muliakan,


Saudara Jaksa Penuntut Umum yang kami Hormati
Para Hadirin di Persidangan yang Kami Hormati

Alhamdulillah, proses persidangan yang melelahkan ini sudah menjelang berakhir. Sesuai
dengan prosedur hukum acara pidana, setelah jaksa penuntut umum mengajukan
tuntutan/requisitor pada gilirannya kami, selaku Tim Penasehat Hukum Terdakwa saudara Sonia
Solatiah, untuk mengajukan Nota Pembelaan (Pledoi), sebagaimana diamanatkan dalam pasal
182 ayat (1) KUHAP
Pertama-tama kami menyampaikan terimakasih dan penghargaan serta hormat kepada
Majelis Hakim pada Pengadilan Negeri Pangkalpinang yang telah dengan tekun memimpin
pemeriksaan persidangan perkara ini, begitu pula kepada Jaksa Penuntut Umum maupun
terdakwa Ridha Naafia, yang atas kerjasamanya sehingga pemeriksaan perkara ini telah
berlangsung lancar sampai hari ini, tentu juga karena sikap para pengunjung sidang yang tertib
selama proses persidangan.

II. TENTANG DAKWAAN DAN TUNTUTAN


Majelis Hakim yang kami muliakan,
Jaksa Penuntut Umum yang Kami hormati,
Hadirin sidang yang Kami hormati

A. Dakwaan
Bahwa dalam perkara ini, Terdakwa didakwakan melakukan tindak pidana sebagaimana yang
diatur dan diancam pidana sebagai berikut:
Primair: Pasal 340 Kitab Undang-undang Hukum Pidana
Subsidair: Pasal 338 Kitab Undang-undang Hukum Pidana
B. Tuntutan
Bahwa Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Pangkalpinang dengan surat tuntutannya telah
menuntut Terdakwa sebagai berikut:
1. Menyatakan terdakwa ridha naafia Telah terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah
melakukan tindak pidana Pembunuhan sebagaimana diatur dan diancam pidana, Primair pasal
340 Kitab Undang-undang Hukum Pidana dan Subsidair, Pasal 338 Kitab Undang-undang
Hukum Pidana dalam dakwaan
2. Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa Ridha Naafia dengan pidana penjara 15 tahun dikurangi
sepenuhnya selama Terdakwa berada dalam tahanan.
3. Menyatakan Barang Bukti, berupa sebuah pisau dikembalikan kepada Terdakwa
4. Menetapkan supaya Terdakwa tetap dalam tahanan
5. Menetapkan agar Terdakwa membayar biaya perkara sebesar Rp. 6000 (Enam Ribu Rupiah)

III. TENTANG FAKTA-FAKTA DI PERSIDANGAN


A. Keterangan Saksi-Saksi
(SELEBIHNYA DIANGGAP TELAH DIBACAKAN)
C. Keterangan Terdakwa
(SELEBIHNYA DIANGGAP TELAH DIBACAKAN)
IV. ANALISA YURIDIS
Majelis Hakim yang kami muliakan,
Jaksa Penuntut Umum yang Kami hormati,
Hadirin sidang yang Kami hormati

Dari fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan yaitu keterangan saksi-saksi, keterangan Ahli
dan keterangan Terdakwa sendiri, maka Kami Penasehat Hukum Terdakwa telah menganalisa
Dakwaan dan juga Tuntutan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum sangat bertentangan
dengan fakta-fakta peristiwa pidana yang sesungguhnya telah terjadi.
Dakwaan dan Tuntutan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum, yang mendakwa
Terdakwa Ridha Naafia dengan Primair: Pasal 340 Kitab Undang-undang Hukum Pidana,
sangat tidak rasional dengan unsur-unsur pasal dan fakta di lapangan, dimana Terdakwa Ridha
Naafia tidak memiliki niat untuk Membunuh Korban Sarpin Rizalno, Seperti yang telah
diterangkan Terdakwa sendiri bahwa pisau yang digunakan Terdakwa bukan semata untuk
digunakan untuk membunuh Terdakwa, namun karena dorongan emosi yang hebat atau dikenal
dengan The Episodic Criminal dalam Ilmu Kriminologi, maka pisau yang sebenarnya bertujuan
untuk mengupas buah mangga dengan saksi Rio Zabily digunakan untuk menikam dada korban.
Dan kemudian terkait dakwaan Subsidair pasal 338 Kitab Undang-undang Hukum Pidana,
Menurut analisis Kami selaku Kuasa Hukum Terdakwa Ridha Naafia, sangat tidak sesuai dengan
unsur-unsur hukum dan fakta atau kasus posisi tindak pidana tersebut, dimana dengan sungguh-
sungguh Terdakwa Ridha Naafia memberi keterangan bahwa niat sebagai unsur yang
menentukan tindak pidana yang dilakukan adalah bukan untuk “Membunuh” Korban, melainkan
hanya untuk memberikan rasa sakit pada diri Korban, hal itu disebatkan karena dorongan emosi
yang hebat, dimana telah menjalin hubungan selama kurang lebih 4 tahun dengan Korban,
namun Korban menolak permintaan Terdakwa untuk melamar dan menikahi Terdakwa dengan
alasan Korban memiliki Kekasih lainnya, hal tersebut membuat keguncangan terhadap bhatin
Terdakwa sehingga dengan spontanitas Terdakwa mengeluarkan pisau yang hendak digunakan
untuk “Rujakan” bersama Saksi Rio Zabily lalu menikamkan pisau tersebut pada Korban.
Sehingga Pasal-pasal yang didakwakan pada Terdakwa, baik Primair maupun Subsidair adalah
cacat hukum, dimana Terdakwa tidak ada unsur niat untuk membunuh, melainkan unsur
penganiayaan atau menyakiti korban dengan berakibat yang tidak diduga oleh Terdakwa adalah
kematian Korban tersebut.

V. PENUTUP
Majelis Hakim yang kami muliakan,
Jaksa Penuntut Umum yang Kami hormati,
Hadirin sidang yang Kami hormati

Dengan uraian tersebut diatas maka kami penasehat hukum terdakwa memohon kepada Majelis
Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini agar menjadi bahan pertimbangan dalam
mengambil keputusan sesuai dengan peraturan perundang – undangan yang berlaku dan rasa
keadilan, akhirnya kami selaku Penasihat Hukum terdakwa memohon kepada majelis hakim
memutus sebagai berikut :
PRIMAIR
1. Menyatakan Terdakwa ridha naafia Bebas dari segala dakwaan dan tuntutan;
2. Memulihkan nama baik ridha naafia sesuai dengan harkat dan martabat yang melekat pada
dirinya seperti sediakala;
3. Membebankan seluruh biaya perkara kepada Negara;

SUBSIDAIR
Namun apabila Majelis Hakim berpendapat lain maka Kami para Penasehat Hukum Terdakwa
berikut Terdakwa memohon putusan yang seadil-adilnya (Ex Aequo et Bono)