Anda di halaman 1dari 19

MAKALAH

MEKANIKA TANAH

“ PERMEABILITAS TANAH, KONSEP REGANGAN EFEKTIF DAN


TEGANGAN NORMAL & GESER, SERTA DISTRIBUSI TEGANGAN AKIBAT
PEMBEBANAN “

OLEH :

MUH. IQBAL ARSYIDIK

R1D1 16 062

JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN

FAKULTAS ILMU DAN TEKNOLOGI KEBUMIAN

UNIVERSITAS HALU OLEO

KENDARI

2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat
serta karunia-Nya sehingga alhamdulillah Makalah Mekanika Tanah ini dapat
terselesaikan tepat pada waktunya.

Dalam proses penyusunan makalah ini, penulis banyak mengalami kesulitan.


Namun berkat bantuan dan bimbingan, terutama kepada yang terhormat dosen pembimbing
mata kuliah Mekanika Tanah Bapak Al Amin Siharis, S.T., M.T yang memberikan
bimbingan sehingga makalah ini dapat terselesaikan. Untuk itu penulis mengucapkan
banyak terimah kasih serta penghargaan sebesar-besarnya, dan semoga Allah SWT dapat
melimpahkan Rahmat-Nya atas segala amal yang dilakukan.

Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu
kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu penulis harapkan demi
kesempurnaan makalah ini. Semoga laporan ini bermanfaat.

Kendari, Mei 2018

Penulis
DAFTAR ISI

Halaman Sampul ...................................................................................................


Kata Pengantar ......................................................................................................
Daftar isi ...............................................................................................................
Daftar Gambar ......................................................................................................
BAB I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ..........................................................................................
1.2 Rumusan Masalah .....................................................................................
1.3 Manfaat .....................................................................................................
BAB II. PEMBAHASAN
2.1.Permeabilitas Tanah ..................................................................................
2.1.1 Pengertian Permeabilitas Tanah.......................................................
2.1.2 Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Permeabilitas Tanah .............
2.1.3 Faktor - Faktor Yang Dipengaruhi Permeabilitas ............................
2.2 Konsep Regangan Efektif Dan Tegangan Normal & Geser ....................
2.2.1 Konsep Regangan Efektif Tanah .....................................................
2.2.2 Konsep Tegangan Efektif Tanah .....................................................
2.2.3 Tegangan Normal ............................................................................
2.2.4 Tegangan Geser ...............................................................................
2.3 Distribusi Tegangan Akibat Pembebanan.................................................
BAB III. PENUTUP
3.1 Kesimpulan ...............................................................................................
3.2 Saran .........................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA ..........................................................................................
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Profil Tanah

Gambar 2. Rembesan ke atas

Gambar 3. Tidak ada rembesan

Gambar 4. Rembesan ke bawah

Gambar 5. Penampang bidang dalam tanah

Gambar 6. Percobaan geser langsung

Gambar 7. Distribusi tegangan tanah

Gambar 8. Distribusi tegangan dalam tanah

Gambar 9. Tegangan akibat berat sendiri tanah

Gambar 10. Tegangan akibat beban di permukaan tanah


BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Mekanika tanah adalah suatu cabang dari ilmu teknik yang mempelajari perilaku
tanah dan sifatnya yang diakibatkan oleh tegangan dan regangan yang disebabkan oleh
gaya-gaya yang bekerja.
Tanah didefinisikan sebagai material yang terdiri dari agregat (butiran) mineral-
mineral padat yang tidak tersementasi (terikat secara kimia) satu sama lain dan dari
bahan-bahan organik yang telah melapuk (yang berpartikel padat) disertai dengan zat
cair dan gas yang mengisi ruang-ruang kosong diantara partikel-partikel padat tersebut.
Tanah memiliki peranan yang sangat penting dalam perencanan suatu struktur
bangunan, untuk mendapatkan sebuah struktur yang kokoh maka dibutuhkan daya
dukung tanah (bearing capacity) yang cukup untuk menahan beban struktur tersebut.
Namun tidak semua tanah mampu mendukung konstruksi. Hanya tanah yang
mempunyai stabilitas baik yang mampu mendukung konstruksi yang besar.

Gambar 1. Profil Tanah

Dengan mengetahui dan menguasai kondisi tanah yang ada maka sebuah bangunan
dapat direncanakan dengan baik.
1.2 Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Jelaskan mengenai permeabilitas tanah.
2. Jelaskan mengenai konsep regangan efektif dan tegangan normal & geser.
3. Jelaskan distribusi tegangan akibat pembebanan.

1.3 Manfaat
Adapun manfaat dari pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Dapat mengetahui permeabilitas tanah.
2. Dapat mengetahui konsep regangan efektif dan tegangan normal & geser.
3. Dapat mengetahui distribusi tegangan akibat pembebanan.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Permeabilitas Tanah


2.1.1 Pengertian Permeabilitas Tanah
Permeabilitas (K) merupakan salah satu parameter petrofisik yang berupa
kemampuan batuan untuk dapat meloloskan fluida. Satuan permeabilitas yang umum
digunakan ialah Darcy. Aliran fluida dalam media berpori berdasarkan Hukum Darcy
diturunkan secara empiris sebagai berikut:
Qf = (K.A.ΔP)/(μ.L)
Dengan:
Qf = Laju alir fluida, cm3/sec
A = Luas penampang media berpori, cm2
μ = Viskositas fluida, cps
ΔP = P1 – P2 = Perbedaan tekanan, atm
L = Panjang media berpori, cm
K = Permeabilitas, Darcy

Hukum Darcy menjelaskan tentang kemampuan air mengalir pada rongga-rongga


(pori) dalam tanah dan sifat-sifat yang memengaruhinya. Ada dua asumsi utama yang
digunakan dalam penetapan hukum Darcy ini. Asumsi pertama menyatakan bahwa
aliran fluida/cairan dalam tanah bersifat laminar. Sedangkan asumsi kedua menyatakan
bahwa tanah berada dalam keadaan jenuh.
Hukum Darcy menunjukkan bahwa permeabilitas tanah ditentukan oleh koefisien
permeabilitasnya. Koefisein permeabilitas tanah bergantung pada berbagai faktor.
Setidaknya, ada enam faktor utama yang memengaruhi permeabilitas tanah, yaitu:
 Viskositas Cairan, yaitu semakin tinggi viskositasnya, koefisien permeabilitas
tanahnya akan semakin kecil.
 Distribusi Ukuran Pori, yaitu semakin merata distribusi ukuran porinya, koefesien
permeabilitasnya cenderung semakin kecil.
 Distibusi Ukuran Butiran, yaitu semakin merata distribusi ukuran butirannya,
koefesien permeabilitasnya cenderung semakin kecil.
 Rasio Kekosongan (Void Ratio) , yaitu semakin besar rasio kekosongannya,
koefisien permeabilitas tanahnya akan semakin besar.
 Kekasaran Partikel Mineral, yaitu semakin kasar partikel mineralnya, koefisien
permeabilitas tanahnya akan semakin tinggi.
 Derajat Kejenuhan Tanah, yaitu semakin jenuh tanahnya, koefisien permeabilitas
tanahnya akan semakin tinggi.

2.1.2 Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Permeabilitas Tanah


 Tekstur tanah
Tekstur tanah adalah perbandingan antara pasir, liat, dan debu yang menyusun suatu
tanah. Tekstur sangat berppengaruh pada permeabilitas. Apabila teksturnya pasir maka
permeabilitas tinggi, karena pasir mempunyai pori-pori makro. Sehingga pergerakan air
dan zat-zat tertentu bergerak dengan cepat.
 Struktur tanah
Struktur tanah adalah agregasi butiran primer menjadi butiran sekunder yang
dipisahkan oleh bidang belah alami. Tanah yang mempunyai struktur mantap maka
permeabilitasnya rendah, karena mempunyai pori-pori yang kecil. Sedangkan tanah
yang berstruktur lemah, mempunyai pori besar sehingga permeabilitanya
tinggi.(Semakin kekanan semakin rendah).
 Porositas
Permeabilitas tergantung pada ukuran pori-pori yang dipengaruhi oleh ukuran partikel,
bentuk partikel, dan struktur tanah. Semakin kecil ukuran partikel, maka semakin
rendah permeabilitas.
 Viskositas cairan
Viskositas merupakan kekentalandari suatu cairan. Semakin tinggi viskositas, maka
koefisien permeabilitas tanahnya akan semakin kecil.
 Gravitas
Gaya gravitasi berpengaruh pada kemampuan tanah untuk mengikat air. Semakin kuat
gaya gravitasinya, maka semakin tinggi permeabilitanya.
 BI dan BJ
Jika BI tinggi, maka kepadatan tanah juga tinggi, sehingga permeabilitasnya lambat
atau rendah.

2.1.3 Faktor - Faktor Yang Dipengaruhi Permeabilitas


 Infiltrasi
Infiltrasi kemampuan tanah menghantar partikel. Jika permeabilitas tinggi maka
infiltrasi tinggi.
 Erosi
Erosi perpindahan massa tanah,jika permeabilitas tinggi maka erosi rendah
 Drainase
Drainase adalah proses menghilangnya air yang berkelebihan secepat mungkin dari
profil tanah. Mudah atau tidaknya r hilang dari tanah menentukan kelas drainase
tersebut. Air dapat menghilang dari permukaan tanah melalui peresapan ke dalam
tanah. Pada tanah yang berpori makro proses kehilangann airnya cepat, karena air dapat
bergerak dengan lancer. Dengan demikian, apabila drainase tinggi, maka permeabilitas
juga tinggi.
 Konduktifitas
Konduktifitas ias didapat saat kita menghitung kejenuhan tanah dalam air (satuan nilai),
untuk membuktikan permeabilitas itu cepata atau tidak. Konduktifitas tinggi maka
permeabilitas tinggi.
 Run off
Run off merupakan air yang mengalir di atas permukaan tanah. Sehingga, apabila run
off tinggi maka permeabilitas rendah.
 Perkolasi
Perkolasi merupakan pergerakan air di dalam tanah. Pada tanah yang kandungan litany
tinggi, maka perkolasi rendah.
2.2 Konsep Regangan Efektif Dan Tegangan Normal & Geser
2.2.1 Konsep Regangan Efektif Tanah
Regangan efektif merupakan Perubahan relatif dalam ukuran atau bentuk suatu
benda karena pemakaian tegangan disebut regangan (strain). Regangan adalah suatu
besaran yang tidak memiliki dimensi karena rumusnya yaitu meter per meter. Definisi
regangan berdasarkan rumusnya adalah perubahan panjang ΔL dibagi dengan panjang
awal benda L . Secara matematis dapat ditulis :
𝑝𝑒𝑟𝑡𝑎𝑚𝑏𝑎ℎ𝑎𝑛 𝑝𝑎𝑛𝑗𝑎𝑛𝑔
𝑅𝑒𝑔𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 =
𝑝𝑎𝑛𝑗𝑎𝑛𝑔 𝑚𝑢𝑙𝑎 − 𝑚𝑢𝑙𝑎

2.2.2 Konsep Tegangan Efektif Tanah


Dalam suatu tanah dengan volume tertentu, butiran pori tersebut berhubungan satu
sama lain hingga merupakan suatu saluran seperti kemampuan memampat dari tanah,
daya dukung pondasi, kestabilan timbunan, dan tekanan tanah horisontal pada konstruksi
dinding penahan tanah.
 Tegangan Pada Tanah Jenuh Air tanpa Rembesan
Tegangan total pada titik A dapat dihitung dari berat volume tanah jenuh air dan
berat volume air diatasnya.

= H γw + (HA – H) γsat
Dimana:
= tegangan total pada titik A.
γw = berat volume air.
γsat = berat volume tanah jenuh air.
H = tinggi muka air diukur dari permukaan tanah didalam tabung.
HA = jarak antara titik A dan muka air.

 Tegangan Pada Tanah Jenuh Air dengan Rembesan


Tegangan efektif pada suatu titik di dalam massa tanah akan mengalami perubahan di
karenakan oleh adanya rembesan air yang melaluinya. Tegangan efektif ini akan
bertambah besar atau kecil tergantung pada arah dari rembesan.
 Pada gambar (2), tanah menderita gaya
rembesan ke arah atas.
 Tegangan efektif pada titik A adalah :

σ’ = h1 γw + z γsat – z γw – (h1 + Δh) γw

σ’ = z (γsat – γw) – Δh γw

σ’ = z γ’ – Δh γw

Gambar 2. Rembesan ke atas

 Pada gambar (3), karena tidak ada gaya


rembesan (Δh = 0).
 Tegangan efektif pada titik A adalah :

σ’ = z γsat – z γw

σ’ = z (γsat – γw)

σ’ = z γ’

Gambar 3. Tidak ada rembesan

 Pada gambar (4), di sini terjadi aliran arah ke


bawah dengan tinggi tekanan air sebesar –
(h1+ z)

 Tegangan efektif pada titik A adalah : σ’ = z


γ’ – [– (h1 + z)] γw σ’ = z (γsat – γw )+ h1
γw + z γw σ’ = z γsat – z γw + h1 γw+ z γw
σ’ = z γsat + h1 γw

Gambar 4. Rembesan ke bawah


Keterangan :
γsat = adalah berat volume tanah jenuh.
γw =adalah berat volume air. dan
γ’ =adalah berat volume tanah terendam

2.2.3 Tegangan Normal


 Tegangan normal total (σ) pada bidang di dalam masatanah, yaitu tegangan yang
dihasilkan dari beban akibatberat total tanah termasuk air dalam ruang pori,
persatuanluas bidangnya, yang arahnya tegak lurus bidang.
 Tegangan normal efektif (σ’) pada bidang di dalam tanah, yaitu tegangan yang
dihasilkan dari beban akibat berat butiran tanah persatuan luas bidangnya.

 Tekanan air pori (u), disebut juga dengan tekanan netral yang bekerja ke segala
arah sama besar, yaitu tekanan air yang mengisi rongga diantara butiran padat;

Hubungan dari ketiganya adalah :


σ = σ’ + u  Tegangan normal efektif atau
tegangan vertikal efektif diartikan
sebagai jumlah komponen P’ di
dalam luasan A, dibagi luas A,
atau
£ 𝑃′
σ= 𝐴

 Tegangan normal total adalah :


𝑃
σ=𝐴

 Jika titik singgung dianggap


terletak diantara butirannya,
tekanan air pori akan bekerja
pada bidang di seluruh luasan A,
sehingga persamaan
kesetimbangan dalam arah
normal bidang AA, adalah :

Gambar 5. Penampang bidang dalam tanah

P = Σ P’ + u A
2.2.4 Tegangan Geser
Parameter kuat geser tanah diperlukan untuk analisis-analisis dalam berbagai
macam soal praktis, terutama untuk menghitung daya dukung tanah, tegangan tanah atau
gaya dorong pada dinding penahan tanah dan kesetabilan lereng. Menurut teori Mohr
(1910) kondisi keruntuhan suatu bahan terjadi oleh akibat adanya kombinasi keadaan
kritis dari tegangan normal dan tegangan geser.
Hubungan fungsi antara tegangan normal dan tegangan geser pada bidang
runtuhnya, dinyatakan oleh persamaan :
τ = f (σ)
dimana τ = tegangan geser
σ = tegangan normal
f = gaya

Kekuatan geser tanah adalah gaya perlawanan yang dilakukan oleh butir-butir tanah
terhadap desakan atau tarikan. Dengan dasar pengertian ini, bila tanah mengalami
pembebanan akan ditahan oleh :

 Kohesi tanah yang bergantung pada jenis tanah dan kepadatannya, tetapi tidak
tergantung dari tegangan normal yang bekerja pada bidang geser.
 Gesekan antara butir-butir tanah yang besarnya berbanding lurus dengan
tegangan normal pada bidang gesernya.

Tegangan-tegangan efektif yang terjadi didalam tanah sangat dipengaruhi oleh


tekangan air pori. Terzaghi (1925) mengubah persamaan Coulomb dalam bentuk
tegangan efektif sebagai berikut :

τ = c’ + (σ – u) tg φ’

τ = c’ + σ’ tg φ’

dengan :

c’ = kohesi tanah efektif


σ’ = tegangan normal efektif
u = tekanan air pori
φ’ = sudut gesek dalam tanah efektif

Gambar 6. Percobaan geser langsung


2.3 Distribusi Tegangan Akibat Pembebanan
Untuk memperkirakan penurunan pada permukaan tanah, kita harus mengetahui
penambahan tegangan pada setiap kedalaman.

Hitungan tegangann-tegangan yang terjadi didalam tanah berguna untuk analisis ;


• tegangan – regangan (stress – strain) pada tanah
• penurunan (settlement) yang terjadi pada tanah
Dalam hitungan tegangan dalam tanah, tanah dianggap bersifat elastis, homogen,
isotropis, terdapat hubungan linier antara tegangan dan regangan, tegangan ini
disebabkan ;
• beban yang bekerja dipermukaan tanah, ini berkurang jika kedalam bertambah.
• berat sendiri tanah, ini bertambah jika kedalaman bertambah.

Gambar 7. Distribusi tegangan tanah


Distribusi Tegangan Dalam Tanah Tegangan yang terjadi di dalam massa tanah
dapat disebabkan oleh beban yang bekerja dipermukaan atau oleh beban akibat berat
sendiri tanah Tegangan akibat beban di permukaan tanah berkurang bila kedalaman
bertambah Tegangan akibat berat sendiri tanah bertambah bila kedalaman bertambah.
 Distribusi Tegangan Dalam Tanah

Gambar 8. Distribusi tegangan dalam tanah

 Tegangan akibat berat sendiri tanah


Tegangan akibat berat sendiri tanah bertambah bila kedalaman bertambah.

Gambar 9. Tegangan akibat berat sendiri tanah


 Tegangan Akibat Beban di Permukaan Tanah
• Beban Titik (Teori Boussinesq, 1885)
q/satuan
• Beban Garis
panjang
• Beban Lajur

Gambar 10. Tegangan akibat beban di permukaan tanah


BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari makalah ini adalah sebagai berikut :
1 Permeabilitas tanah adalah suatu kesatuan yang melipui infiltrasi tanah dan
bermanfaat sebagai permudahan dalam pengolahan tanah.(Dede rohmat, 2009).
Permeabilitas tanah memiliki lapisan atas dan bawah. Lapisan atas berkisar antara
lambat sampai agak cepat (0,20 – 9,46 cm jam-1), sedangkan di lapisan bawah
tergolong agak lambat sampai sedang (1,10 -3,62 cm jam-1). Hal – hal yag
mempengaruhii oleh permeabilitas adalah tekstur tanah, struktur tanah, porositas,
viskositas cairan,gravitas, dan BI dan BJ , serta hal-hal yang dipengruhi permeabilitas
adalah infiltrasi, erosi, drainase, konduktifitas,run off dan perkolasi.
2. Parameter kuat geser tanah diperlukan untuk analisis-analisis dalam berbagai macam
soal praktis, terutama untuk menghitung daya dukung tanah, tegangan tanah atau gaya
dorong pada dinding penahan tanah dan kesetabilan lereng. Menurut teori Mohr (1910)
kondisi keruntuhan suatu bahan terjadi oleh akibat adanya kombinasi keadaan kritis dari
tegangan normal dan tegangan geser.
3. Distribusi Tegangan Dalam Tanah Tegangan yang terjadi di dalam massa tanah dapat
disebabkan oleh beban yang bekerja dipermukaan atau oleh beban akibat berat sendiri
tanah Tegangan akibat beban di permukaan tanah berkurang bila kedalaman bertambah
Tegangan akibat berat sendiri tanah bertambah bila kedalaman bertambah.

3.2 Saran
Saran penulis yang dapat disampaikan semoga pembuatan makalah ini dapat
memberikan manfaat bagi pembaca. Dan apabila terdapat kesalahan dalam
penulisannya, penulis sangat berharap kritik dan saran yang bersifat membangun dari
semua pihak demi kesempurnaan pembuatan makalah berikutnya.
DAFTAR PUSTAKA

https://rahdathidayat12.blogspot.com/2017/05/makalah-permeabilitas-tanah.html
( Diakses pada hari jumat, 29 juni 2018 pada pukul 20.15 wita )

https://edoc.site/distribusi-tegangan-dalam-tanah-mektan-ii-pdf-free.html
( Diakses pada hari jumat, 29 juni 2018 pada pukul 20.30 wita )

http://ratnarizya.blogspot.com/2012/05/laporan-ddit-porositas-tanah.html
( Diakses pada hari jumat, 29 juni 2018 pada pukul 21.10 wita )

https://edoc.site/distribusi-tegangan-dalam-tanah-mektan-ii-pdf-free.html
( Diakses pada hari jumat, 29 juni 2018 pada pukul 21.45 wita )

Foth. H. D, 1988. Dasar-dasar Ilmu Tanah. Gajah Mada University Press: Yogyakarta.