Anda di halaman 1dari 19

UJI BINOMIAL

1. STATISTIK UJI BINOMIAL


Untuk sembarang nilai p : 0 ≤ 𝑝 ≤ 1 dan 𝑛 ≤ 25
𝑥
𝑛!
𝑃(𝑥) = ∑ ∙ 𝑝 𝑥 ∙ (1 − 𝑝)𝑛−𝑥
(𝑛 − 𝑥)! 𝑥!
𝑖=0

Keterangan:
𝑖 = 0,1,2,3,..., n
𝑛 = banyaknya percobaan
𝑥 = banyaknya peristiwa sukses
𝑝 = probabilitas peristiwa sukses
𝑞 = probabilitas peristiwa gagal, dimana 𝑞 = 1 − 𝑝 dalam setiap percobaan

2. HIPOTESIS UJI BINOMIAL


H0 : 𝑝 = 𝑝0 = 0,5
H1 : 𝑝 ≠ 𝑝0 ≠ 0,5

Keterangan:
𝑝 adalah besar proporsi hasil pengujian
𝑝0 adalah besarnya proporsi yang diduga atau dihipotesiskan

3. KRITERIA UJI BINOMIAL


Kriteria uji dua arah dari uji binomial adalah
 H0 ditolak jika 2𝑃(𝑥) ≤ 𝛼 atau nilai sig ≤ 𝛼
 H0 gagal ditolak atau H0 diterima jika 𝟐𝑷(𝒙) > 𝛼 atau nilai sig > 𝛼
UJI WILCOXON
a. Hipotesis:
H0 : Tidak terdapat perbedaan skor yang signifikan terhadap perlakuan tanpa music dan
dengan perlakuan musik.
H1 : Terdapat perbedaan skor yang signifikan terhadap perlakuan tanpa music dan dengan
perlakuan musik.
b. Taraf signifikansi dan Nilai t tabel pada tabel uji Wilcoxon.
𝛼 = 0,05 dengan n = 14
Maka : T0,05;14 = 26
c. Kriteria pengujian
H0 diterima apabila Thitung ≥ Ttabel
H0 ditolak apabila Thitung < Ttabel

SAMPEL BESAR
Menentukan nilai Z

N(N  1)
T
T  σT 4
Z 
σT N(N  1)(2N  1)
24
Menentukan nilai Z table
Untuk menentukan Z table dengan uji dua pihak α/2 = 0,05/2 = 0,025. Luas kurva F(z) = 0,5
- 0.025 = 0,4750. Dengan demikian koordinat Z tablenya = 1,96.
UJI MC NEMAR
A. STATISTIKA UJI

Rumus Chi-Kuadrat, setelah adanya korelasi kontinuitas disempurnakan:

(|𝐴 − 𝐷| − 1)2 Rumus 3.3


𝜒2 =
𝐴+𝐷

dengan dk = 1

Sesudah
Sebelum
– +
+ A B
– C D

B. KRITERIA UJI

Terima H0 jika 𝜒 2 ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 < 𝜒 2 𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 atau nilai sig > 0,05.
UJI MANN U WHITNEY TEST

a. Hipotesis :
H0 = Tidak ada perbedaan prestasi dari penggunaan metode A dan B

H1 = Terdapat pebedaan prestasi dari penggunaan metode A dan B


b. Kriteria pengambilan keputusan :
Terima H0 : 𝑈ℎ𝑖𝑡 ≥ 𝑈𝑡𝑎𝑏𝑙(∝)
c. Uji :
Harga 𝑈1 𝑑𝑎𝑛 𝑈2 dapat dicari dengan prosedur sebagai berikut :
𝑛1 (𝑛1 + 1)
𝑈1 = 𝑛1 𝑛2 + − ∑ 𝑅1
2
𝑈1 = 𝑛1 𝑛2 − 𝑈2
atau kalau sampel besar
𝑛1 (𝑛1 +1)
𝑈2 = 𝑛1 𝑛2 + − ∑ 𝑅2
2

d. Hasil
Dengan taraf kesalahan 5% maka diperoleh :
𝑈𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙(𝑛1 𝑛2 ) = ⋯
𝑈ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 = 4
e. Kriteria pengujian
Terima H0 : Bila 𝑈ℎ𝑖𝑡 ≥ 𝑈𝑡𝑎𝑏𝑙(∝)
Dari hasil diatas, karena 𝑈ℎ𝑖𝑡 = 4 ≥ 𝑈𝑡𝑎𝑏𝑙(∝) = 1
Maka H0 diterima dengan tingkat kepercayaan 95%

Perhitungan Pengujian Hipotesis SAMPEL BESAR

Perhitungan hipotesis dalam penelitian ini menggunakan Uji Mann Whitney (Uji “U”),
dengan langkah-langkah penghitungannya :

1. Merumuskan hipotesis
H0 : Tingkat hasil belajar dengan Learning Starts with a Question sama dengan
tingkat hasil belajar dengan metode konvensional
H1 : Tingkat hasil belajar dengan Learning Starts with a Question lebih besar dari
pada tingkat hasil belajar dengan metode konvensional
2. Menentukan hipotesis statisik
𝐻0 = 𝑧 = 𝑧0
𝐻1 = 𝑧 > 𝑧1
3. Menentukan pengujian statistik

a. Kelompokkan data menjadi sampel dua sampel, masing-masing diurutkan dari data
terbesar ke data terkecil.
b. Memberi ranking atau jenjang pada kedua sampel tersebut dengan cara digabung
pemberian rangking, nilai terkecil dari kedua sampel diberi peringkat 1.
c. Menjumlah rangking masing-masing sampel. Berdasarkan penghitungan jumlah
peringkat diperoleh : 𝑅1 = 1631, 𝑅2 = 784
d. Tentukan 𝑈1 𝑑𝑎𝑛 𝑈2
𝑛1 (𝑛1 + 1)
𝑈1 = 𝑛1 𝑛2 + − ∑ 𝑅1 𝑛2 (𝑛2 + 1)
2 𝑈2 = 𝑛1 𝑛2 + − ∑ 𝑅2
2
e. Tentukan U
U = Min (𝑈1 , 𝑈2 )
f. Tentukan rata rata 𝜇𝑢
𝑛1 𝑛2
𝜇𝑢 =
2

g. Tentukan rata-rata baku (𝜎𝑢 )


𝑛1 𝑛2 (𝑛1 + 𝑛2 + 1
𝜎𝑢 = √
12
h. Tentukan nilai z
𝑈 − 𝜇𝑢
𝑧=
𝜎𝑢
i. Tentukan nilai p
Karena pada tabel z nilai p (𝑧 ≥ 3,9) = 1 𝑑𝑎𝑛 𝑝(𝑧 ≤ −3,9) = 0 maka nilai z
= - 4,46 sesuai dengan sifat distribusi normal dengan taraf signifikasi ∝= 0,05
diperoleh nilai p = 0,00
2. Melakukan pengambilan keputusan
Karena diperoleh 𝑝 < 𝛼(0,00 < 0,05), 𝑚𝑎𝑘𝑎 𝑡𝑜𝑙𝑎𝑘 𝐻0 𝑑𝑎𝑛 𝑡𝑒𝑟𝑖𝑚𝑎 𝐻1,
artinya tingkat hasil belajar kelas eksperimen lebih tinggi dari pada kelas kontrol

Data Ranking pada kelompok Eksperimen dan Kontrol


UJI FRIEDMAN
 Hipotesis
HO = Tidak ada perbedaan penilaian terhadap kebijakan pemerintahan dengan
presiden yang berbeda
HA = Ada perbedaan penilaian terhadap kebijakan pemerintahan dengan
presiden yang berbeda
 Taraf signifikansi
α= 5%
 Statistik Uji
Uji Friedman dapat dilakukan untuk mengetahui apakah ada perbedaan
penilaian terhadap kebijakan pemerintahan karena pengujian dilakukan terhadap
sampel kecil yang berhubungan dan data berskala ordinal.

Hasil chi-square hitung digunakan untuk mencari p-value yang kemudian


dibandingkan dengan taraf signifikansi. Tabel N diperuntukkan untuk data sampel
berhubungan dengan k = 3 dengan 2≤N≤9 atau k=4 dengan 2≤N≤4.
UJI COCHRAN’S Q

1. Beri skor 1 untuk ya dan 0 untuk tidak


2. Masukkan skor tersebut ke tabel N x k (N = baris = jumlah responden, k = kolom =
jumlah kelompok yang di observasi)
3. Hitung nilai Q, dengan rumus :

Keterangan:
Gj: jumlah keseluruhan sukses dalam kolom ke-j
Li: jumlah keseluruhan sukses dalam baris ke-i
4. Cari nilai kritis x2 dengan df = k-1

A. Statistik Uji
Tolak H0 jika Q > X2 tabel

B. Hipotesis
Ho: Treatments memiliki efektivitas yang sama
H1: Treatments memiliki perbedaan efektivitas
KRUSKAL WALLIS

1. Hipotesis
H0: Semua k populasi berdistribusi identik
H1: Minimal ada k populasi yang tidak berdistribusi identik
2. Statistik Uji
Dalam perhitungan uji Kruskal Wallis ini masing-masing N digantikan dengan
rank, yaitu semua skor dalam seluruh k sampel yang digunakan diurutkan dalam suatu
rangkaian. Skor terkecil diganti dengan rank 1, yang setingkat diatasnya dengan rank
2, dan yang terbesar dengan rank N.
Jika hal di atas telah dikerjakan, jumlah rank dalam masing-masing sampel
(dihitung). Uji ini menentukan apakah jumlah ranknya sangat berlainan sehingga sangat
kecil kemungkinan bahwa sampel itu semua ditarik dari populasi yang sama.
Dapat ditunjukkan bahwa jika k sampel itu memang benar-benar dari populasi
yang sama atau identik (H0 diterima) maka mennggunakan rumus berikut:
𝑘
12 𝑅𝑖 2
𝐻= ∑ − 3(𝑁 + 1)
𝑁(𝑁 + 1) 𝑛𝑖
𝑖=1

Dimana:
K = perlakuan pada sampel
𝑛𝑖 = banyak sampel pengukuran pada perlauan sampel ke-i
𝑁 = banyak sampel keseluruhan
𝑅𝑖 = jumlah rank sampel i dimana tiap-tiap pengukuran di rank dari data keseluruhan
Jika ada sampel sama, maka sampel tersebut dirata-rata ranknya dan tiap skor
mendapatkan rank yang sama, kemudian tambahkan rumus bagi sampel yang sama
dengan rumus:
12 𝑅𝑖 2
∑𝑘𝑖 − 3(𝑁 + 1)
𝑁(𝑛 + 1) 𝑛𝑖
𝐻=
∑𝑇
1− 3
𝑁 −𝑁
𝑇 = 𝑡 2 − 1 (t adalah sampel yang berangka sama dalam skor yang berangka sama).
3. Kriteria uji
a. Jika sampel dengan 𝑛𝑖 ≤ 5 kelompok (k) = 3 maka tabel pembandingnya
menggunakan tabel Kruskal-Wallis.
b. Jika sampel dengan 𝑛𝑖 ≥ 5 maka tabel pembanding menggunakan tabel Chi-
kuadrat dengan 𝑑𝑓 = 𝑘 − 1.
Hasil akhir dari uji Kruskall-Wallis adalah nilai P value, yaitu apabila nilainya
< batas kristis misalkan 0,05 maka kita dapat menarik kesimpulan statistik terhadap
hipotesis yang diajukan yaitu: Ada perbedaan metode pembelajaran terhadap nilai ujian
siswa atau yang berarti menerima H1.
UJI MEDIAN

Sampel 1 2 3 …. c jumlah

> Median
A
O11 O12 O13 …. O1c
≤ Median
…. B
O21 O22 O23 O2c
Jumlah

…. N
N = a + b + n1+ n2+…+nc n1 n2 n3 nc

Eij

Oij Eij

6 4,24 0,73
3 4,71 0,62
7 3,29 4,18
0 3,76 3,76
3 4,76 0,65
7 5,29 0,55
0 3,71 3,71
8 4,24 3,33
Jumlah 17,53 = T

Keputusan:

Ho ditolak jika kuantile variable acak berdistribusi chi-


kuadrat dengan derajat kebebasan

IV. KRITERIA UJI


Kriteria uji pada uji median dengan kaidah pengambilan keputusan yaitu:
• menggunakan tabel distribusi normal
• menentukan harga kritis nilai berdasarkan taraf nyata yang diambil
untuk hipotesis H0 : Mx = My

• pengambilan keputusan
Tolaklah , jika jika T ≤ -z atau T ≥ z.

UJI SPEARMAN
Uji Statistik
n
6 T 2
rs  1  s 1
n(n  1)
2

Kriteria Uji
𝑟𝑠 > 𝑟𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 , maka kita tolak 𝐻0 .
KENDALL TAU
𝒏𝒌 − 𝒏𝒅
𝝉=
𝒏(𝒏 − 𝟏)/𝟐

Keterangan :

𝜏 = Koefisien Korelasi Kendall Tau

Nk = jumlah konkordan

Nd = jumlah diskordan

N = Jumlah anggota sampel.


a. Hipotesis

H0: τ = 0 (Tidak ada hubungan antara Variabel X dan Y)

H1: τ ≠ 0 (Ada hubungan antara Variabel X dan Y)


b. Keputusan
1. Untuk menguji signifikansi harga Τ yang diperoleh digunakan statistik (𝑛𝑘 - 𝑛𝑑 ).
Hipotesis nihil ditolak apabila harga (𝑛𝑘 - 𝑛𝑑 ) tersebut sama dengan atau lebih besar
dibanding nilai kritis Kendall’s Τ untuk p = 0,975. Hipotesis nihil juga ditolak
apabila harga (𝑛𝑘 - 𝑛𝑑 ) tersebut sama dengan atau lebih kecil dibanding nilai kritis
Kendall’s Τ untuk p = 0,025.