Anda di halaman 1dari 18

LEADERSHIP THROUGH BRIDGE

TEAM MANAGEMENT
Compiled by: Capt. Dayan@2017

Kepemimpinan Melalui Manajemen


Tim Anjungan 1
BRIDGE TEAM MANAGEMENT CONCEPT

 Konsep Bridge Team Management kita perlu dipahami bahwa dalam


pelaksanaanya adalah bagaimana suatu Pelayaran dilakukan dengan
selamat (safety) tidak perduli siapapun penanggungjawab (person in
charge) yang melakukan dinas jaga.
 Secara umum dikatakan bahwa Bridge Team Management adalah
implementasi cara kerja yang harus dilakukan berdasarkan standar ber-
navigasi yang di tentukan oleh Maritime Organizations. Maksudnya
adalah semua personel yang terlibat harus menggunakan cara terbaik
dari semua sumberdaya manusia dan material yang ada di atas kapal
dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

2
Leadership through Bridge Team Management

 Bridge Team Management adalah menunjukkan bahwa cara berlayar harus di


organisir dalam kondisi yang selamat (safety) siapapun orangnya. System
elektronik untuk navigasi dan perlengkapan modern lainnya saat ini adalah
sebagai pengganti pekerjaan yang bisa dilakukan oleh manusia, tapi di waktu
bersamaan semua peralatan modern tersebut memerlukan personel dengan
standarisasi pelatihan untuk bernavigasi.
 Konsep Bridge Team Management secara tidak langsung menyatakan semua
member mempunyai tugas sebagai pemimpin, bukan hanya satu orang. Karena
itu setiap anggota team harus mempunyai pengetahuan teknis dan adminitrasi
yang berkualitas. Apabila seorang pemimpin tidak siap menggunakan fungsi
kepemimpinannya, maka crew akan mencari pemimpin lainnya, dan situasi ini
membawa gangguan kepada wewenang Captain. Dilain sisi, perusahaan juga
yang mendapat implikasi yang secara management sudah menetapkan
Captain sebagai pemimpin umum diatas kapal

3
BRIDGE TEAM MANAGEMENT CONCEPT

 Captain bisa membuat gaya


kepemimpinan sendiri yang sesuai, tapi
ada beberapa unsur umum terhadap
semua gaya kepemimpinan yang
membantu memberi kesan hebat:
a. Percaya diri atas keputusan dan
tindakanyang sudah diambil;
b. Mengakui kesalahan jika terbukti;
c. Menunjukkan respek kepada oran lain;
d. Mendapatkan respek atas keberhasilan
yang dicapai.
 Kewenangan diatas kapal bisa terganggu,
jika Captain menggunakan kekuasaan
dengan;
a. Memaksakan crew untuk respek;
b. Mengancam menggunakan posisinya;
c. Menolak bekerjasama dengan sebagian
crew;
d. Terlalu banyak intervensi (mengganggu)
segala kegiatan diatas kapal;
e. Mengabaikan perintah dan petunjuk
petunjuk perusahaan.
4
BRIDGE TEAM MANAGEMENT CONCEPT

 Suatu manajemen navigasi yang efisien dimulai dari pemimpin (Captain) yang berarti
memanfaatkan sumber daya yang tersedia dengan cara yang benar dan melakukan
komunikasi yang baik dalam team anjungan (bridge team). Para perwira yunior seringkali
merasa tidak enak jika harus memanggil Captain ke anjungan. Bagaimanapun juga,
Captain harus sesegera mungkin di beritahu jika berkembang situasi yang berbahaya,
sebab ia lebih suka membantu mencari solusi bagi perwira dinas jaga.
 Captain bertambah yakin kapada perwira dinas jaga yang menunjukkan keinginannya
untuk memanggilnya dari pada perwira yang membiarkan situasi berbahaya menjadi
tambah buruk. Dengan memanggil Captain ke anjungan, maka perwira jaga bisa belajar
dari pengalaman Captain yang dating naik ke anjungan.
 Perwira jaga sudah seharusnya untuk memanggil Captain lebih awal dan ini harus
menjadi prinsip setiap waktu. Captain bertanggungjawab atas keselamatan dan efisiensi
operasional kapal dan Captain seorang navigator yang berpengalaman di kapal dan
mungkin pernah mengalami situasi seperti itu sebelumnya. Perwira jaga harus mematuhi
perintahnya dan tetap memberitahu perkembangan situasi dan harus menanyakan
tentang kejadian yang tidak normal atau berpotensi berbahaya

5
BRIDGE TEAM MANAGEMENT CONCEPT

 Kehadiran Captain di anjungan tidak membebaskan tanggungjawab perwira jaga sampai


dengan Captain secara formal mengambil alih tanggugjawab. Untuk menghindari keragu
raguan, perwira jaga HARUS menganggap dirinya bertanggungjawab dala dinas jaga
sampai Captain secara formal menggantikan nya. Walaupun ada Captain di anjungan,
perwira jaga jangan ragu ragu mengambil tindakan segera untuk keselamatan kapal jika
diperlukan.
 Jumlah anggota anjungan ditentukan oleh Captain. Untuk menentukan komponen team
ajungan mempertimbangkan faktor antara lain;
a. jarak pandang, kondisi laut, kondisi cuaca;
b. kepadatan lalulintas perairan dan lain lain;
c. perhatian lebih ketika berlayar di areal Jalur pemisah lalulintas (TSS/Traffic Separation Scheme) atau
area control lalulintas kapal (VTS);
d. kegiatan ekstra yang terganggu akibat karakteristik kapal;
e. kualitas dan pengalaman perwira jaga;
f. aktivitas kapal saat itu, termasuk antisipasi komunikasi radio;
g. kemampuan maneuver kapal, ukuran dan dimensi kapal dan pengamatan cakrawala dari anjungan.

6
BRIDGE TEAM MANAGEMENT CONCEPT

 Perbedaan kultur (budaya) menunjukkan bahwa komunikasi hal yang


mendasar dan termasuk perkembangan kemampuan saling memahami
antara negara yang berbeda. Perbedaan ini menjadi lebih terlihat apabila
kita berhubungan langsung dengan orang orang dari berbagai negara.
Situasi ini akan sering ditemui diatas kapal dengan crew multinasional.
 Seorang pemimpin yang bagus (Captain) tahu bagaimana mengatasi
kesulitan yang muncul dari crew dengan perbedaan kultur (budaya) yang
bekerja bersama. Dia pertama harus mencoba memahami setiap budaya
yang ada di atas kapalnya dan menciptakan perekat. Apa yang pantas di
satu budaya belum tentu pantas di budaya lainnya. Kesalahpahaman
yang disebabkan oleh perbedaan kultur terlihat ketika seseorang
memaksakan pandangannya kepada orang lain dengan kultur dan prinsip
berbeda.

7
BRIDGE TEAM MANAGEMENT CONCEPT

 Tanpa pengetahuan karakteristik budaya orang lain sangat di perlukan


pendekatan diplomatis dari aspek aspek yang berkaitan dengan budaya sendiri.
Setiap orang mengembangkan dirinya sesuai dengan budaya masing masing,
oleh karena itu setiapkali ada interaksi budaya lain diatas kapal, maka Captain,
pertama kali harus menemukan kultural (kebudayaan) yang sama dan mencari
jawaban perbedaan yang ada.
 Captain harus mempertimbangkan juga jika dia berjumpa yang sama budaya-
nya. Dia harus menganggap ada resiko yang mana tindakannya bisa di mendapat
respon negatip dari yang lain. Demikian juga ini berlaku bagi crew, yang merasa
aman dalam budaya yang sama. Pertumbuhan kesadaran berbudaya dengan
maksud mengamati aspek aspek positip yang muncul dari dalam perbedaan
budaya.
 Perbedaan kebudayaan bisa mewakili satu sumber permasalahan bagi seorang
pemimpin (Captain) khususnya dalam satu bidang seperti maritime, dimana ada
kebutuhan yang konstan untuk bekerjasama

8
What is Your intention !

9
Komunikasi Pelatihan di atas Kapal
10
Komunikasi Pelatihan di atas Kapal

 Sebelum kapal memulai perlayarannya Captain harus memberikan


informasi ke Team Anjungan tentang hal hal yang khusus dari pelayaran
nanti, misalnya:
a. Rencana rute pelayaran;
b. Peryaratan yang wajib dilakukan oleh Team Anjungan sebelum memulai
pelayaran;
c. Mendiskusikan hal hal yang menjadi perhatian dari rute yang sudah dibuat.
d. Mengidentifikasi poin yang perlu;
e. Menetapkan cara kerja di anjungan untuk memastikan tingkat keselamatan
yang diperlukan
 Hal terkait komunikasi, antara lain;
a. Komunikasi di Team Anjungan harus jelas (clear).
b. Komunikasi antara anggota Team Anjungan yang mempunyai bahasa berbeda,
wajib dalam bahasa yang umum, yaitu Bahasa Inggris maritime.
c. Jika ada pandu (pilot) di atas kapal, komunikas juga harus dalam bahasa
Inggris

11
Komunikasi Pelatihan di atas Kapal

 Dalam berkoordinasi segala kegiatan di atas kapal secara efisien, adalah


sangat penting terutama dalam keadaat darurat. Captain harus bisa
komunikasi dalam bahasa Inggris dengan cara efisien kepada seluruh
Team Anjungan dan yang paling penting Captain harus mampu
menyampaikan maksudnya dan segala perintahnya, terutama dalam
keadaan darurat.
 Team anjungan yang diberi penjelasan dengan cara baik akan memahami
rencana Pelayaran dan akan mempunyai respon yang bagus jika keadaan
darurat. Anggota team anjungan akan mampu mengambil tindakan
antisipasi dan mengetahui jika ada suatu kesalahan dan mempunyai
kemampuan mengambil segala tindakan yang diperlukan unutk
menghindari situasi yang demikian.
 Jika Captain membuat jadwal yang baik, team anjungan akan mempunyai
kontrol yang baik dan menghindari kejadian yang muncul akibat
perubahan yang ada ketika bernavigasi diperairan. Cara merubah rencana
awal dan apa yang dilakukan ketika keadaan darurat terkait dengan
pengalaman team anjungan.

12
Komunikasi Pelatihan di atas Kapal

 Ketika pelayaran sudah selesai dengan sukses, Captain harus


mendiskusikan khususnya tentang poin poin yang masih kurang kepada
team anjungan tentang Pelayaran (voyage) yang barusan diselesaikan.
Dengan cara berdiskusi seperti ini akan memberikan suatu koreksi yang
mungkin akan berguna lain waktu di rute yang sama. Motivasi untuk
tugas tugas yang dilakukan di atas kapal harus dating dari diri sendiri,
oleh karena itu tanggungjawab seorang Captain untuk menciptakan
kondisi yang memunculkan motivasi dari team anjungan..
 Kerjasama team adalah sesuatu yang sangat berharga sebagaimana di
atas kapal niaga, dan kerjasama ini akan berkembang jika setiap orang
dalam team mempunyai “nilai, batasan dan kompetensi”. Bekerja dalam
team anjungan harus professional antara Team Anjungan, Captain dan
Pandu. Komunikasi di anjungan harus terbuka tanpa batasan yg
disebabkan oleh posisi dalam rantai komando. Model komunikasi terbuka
ini tidak hanya di Team Anjungan tapi juga terhadap bagian lain diatas
kapal, termasuk kepada anggota crew yang baru dalam pelatihan dan
familiarisasi.

13
Komunikasi Pelatihan di atas Kapal

 Captain harus memberikan


perintah tertulis yang
merefleksikan apa yang
menjadi perhatiannya.
Semua instruksi ini tidak
boleh bertentangan dengan
peraturan umum terkait
Sistim Manajemen
Keselamatan. Disamping
perintah prosedur umum,
instruksi khusus juga juga
harus dibuat untuk hal hal
khusus.
 Team Anjungan harus tahu
dengan sangat baik apa yang
harus dilaporkan kepada
Captain dalam kondisi
normal bernavigasi, apasaja
informasi yang di sampaikan
dan juga kapan memanggil
Captain ke anjungan. 14
Komunikasi Pelatihan di atas Kapal

 Harus dinyatakan secara


jelas di dalam Sistim
Manajemen Keselamatan
perusahaan tugas dan
tanggungjawab seorang
Captain terkait
keselamatan kapal dan
termasuk mengambil alih
tugas perwira dinas jaga
ketika itu diperlukan.
 Captain tidak boleh
ditekan dengan cara
apapun dalam
mengambil keputusan
terkait dengan
keselamatan kapal dan
keselamatan navigasi,
terlebih lagi dalam
kondisi cuaca buruk. 15
Komunikasi Pelatihan di atas Kapal

 Team Anjungan harus tahu dengan


sangat baik apa yang harus dilaporkan
kepada Captain dalam kondisi normal
bernavigasi, apasaja informasi yang di
sampaikan dan juga kapan memanggil
Captain ke anjungan.
 Captain harus menyatakan dengan jelas
apa apa yang menjadi prioritas tugas
Team Anjungan dan mendapat
konfirmasi dari team anjungan apakah
mereka mengerti tugas dan
tanggungjawabnya yang sudah
ditetapkan.
 Cara terbaik mengawasi kinerja anggota
team anjungan adalah pelaporan secara
berkala setiap kejadian selama team
anjungan bertugas. Ini juga untuk
mendeteksi apakah ada kelemahan
dalam berdinas jaga. 16
DINAS JAGA – STCW 1978 /1995

 Prinsip Dinas Jaga - STCW Seksi A-VIII/2 yang dilaksanakan


berdasarkan prinsip manajemen sumber daya anjungan dan
kamar mesin;
1. Pengaturan dinas jaga harus bisa menjamin sesuai situasi yang ada;
2. Harus diperhatikan keterbatas kualifikasi dan kesehatan;
3. Harus dibuat peran masing masing anggota dinas jaga, tanggungjawab
dan peran team;
4. Captain, Chief Engineer dan Perwira Jaga harus memastikan
terselenggara dinas jaga yang benar, menggunakan dengan tepat sumber
daya yang ada seperti informasi, peralatan dan personel.
5. Harus tahu dan familiar dengan fungsi dan pengoperasian peralatan.
6. Harus memahami informasi dan merespon informasi dari
stasion/instalasi/peralatan.
7. Semua informasi harus dibagikan secara benar.
8. Harus menjaga pertukaran komunikasi secara tepat dalam segala situasi
9. Harus memberitahu Captain/Chief Engineer/Perwira jaga JIKA ragu ragu
mengambil tindakan untuk kepentingan keselamatan.
17
Kehidupan yang keras di laut,
crew yang bahagia,
berteman sama orang dari seluruh
dunia, TAPI,..
Bekerja sebagai SATU TIM

Capt. Dayan@2017 18