Anda di halaman 1dari 28

MAKALAH ASUHAN KEPERAWATAN IBU HAMIL

TRISMESTER KEDUA

DISUSUN OLEH KELOMPOK 7:


NAVILLATA BIRRA AMIRAH
AFRIDA YANIS
FIRMAN ADHA
ERIKA MAYARNI
SYAHRONI FITRI

UNIVERSITAS PAHLAWAN TUANKU TAMBUSAI


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
TA. 2017/2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan
rahmat dan karunia-Nya kepada penulis sehingga penulis bisa menyelesaikan tugas
makalah tentang Asuhan Keperawatan Ibu Hamil Trimester II
Sebagai manusia, apapun yang ada dan tertera pada makalah ini tentunya
memiliki banyak kekurangan. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan
saran yang membangun dari teman-teman semua agar kedepannya penulis bisa lebih baik
lagi dan meningkatkan pengetahuan serta pengalaman dalam menyelesaikan makalah
selanjutnya.
Atas kritik dan sarannya penulis mengucapkan terima kasih. Semoga ilmu yang
tertuang dalam makalah ini bisa mendatangkan manfaat bagi saya terutama sebagai
penulis dan bagi teman-teman semua yang membacanya.

Bangkinang, 22 Februari 2018

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ………………………………………………………………. i


DAFTAR ISI ………………………………………………………………………… ii

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ………………………………………………………………… 1
1.2 Rumusan Masalah ……………………………………………………………… 1
1.3 Tujuan …………………………………………………………………………… 1

BAB II TINJAUAN TEORITIS


2.1 Pengertian Kehamilan Trimester II ……………………………………………… 2
2.2 Perubahan Fisiologis yang terjadi pada Ibu Hamil Trimester II ……….………… 2
2.3 Perubahan Psikologis Ibu Hamil pada Trimester II ……………………………… 5
2.4 Perubahan yang terjadi Pada Janin Trimester II …………………………………. 6
2.5 Tanda-Tanda Peringatan Trimester II ………………………….…………. 7
2.6 Ketidaknyamanan Ibu Hamil Trimester II …………………….………….. 7
2.7 Pathway ………………………………………………………..………….. 11

BAB III ASUHAN KEPERAWATAN


3.1 Pengkajian Keperawatan pada Ibu Hamil Trimester II .………………………… 12
3.2 Diagnosa keperawatan yang muncul ………………………………..…………… 15
3.3 Intervensi Keperawatan ……………………………………………………….… 17

BAB IV PENUTUP
4.1 Kesimpulan …………………………………………………………………… ….. 24
4.2 Saran ……………………………………………………………………………… 24

DAFTAR PUSTAKA

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Ibu hamil trimester kedua, yakni masa kehamilan pada minggu ke-14 sampai
dengan minggu ke-24 masa kehamilan. Pada trimester kedua ini kehamilan biasanya
sudah tampak jelas. Ibu hamil dan keluarganya sudah mengatur waktunya untuk
kehamilan. Sebagian besar ibu hamil pada trimester kedua ini tidak memiliki
permasalahan yang serius. Namun tidak sedikit ibu hamil pada masa ini ketika
memeriksakan kehamilannya mengeluhkan ketidaknyamanan. Kebanyakan dari keluhan
ini adalah ketidaknyamanan normal dan merupakan bagian dari perubahan yang terjadi
pada tubuh dan emosional ibu selama kehamilan. Walaupun ketidaknyamanan yang
umum dalam kehamilan trimester kedua ini tidak mengancam keselamatan jiawa, namun
hal tersebut bisa saja sangat menjenuhkan dan menyulitkan bagi ibu. Perawat harus
mendengarkan ibu, membicarakan tentang berbagai macam keluhannya dan membantu
mencarikan cara untuk mengatasinya. Maka dari itu diperlukan asuhan keperawatan yang
tepat oleh seorang perawat agar ibu hamil pada trimester kedua ini dapat menikmati
kehamilannya.

1.2 Rumusan Masalah:


1. Apa yang dimaksud dengan Kehamilan Trimester II?
2. Perubahan fisiologis apa saja yang terjadi pada Ibu Hamil Trimester II?
3. Perubahan Psikologis apa saja yang terjadi pada Ibu Hamil Trimester II?
4. Perubahan apa yang terjadi pada janin Trimester II?
5. Bagaimanakah pengkajian keperawatan pada Ibu Hamil Trimester II?
6. Diagnosa apa saja yang mungkin muncul pada Ibu Hamil Trimester II?
1.3 Tujuan:
1. Memahami pengertian dari Kehamilan Trimester II.
2. Memahami Perubahan fisiologis terjadi pada Ibu Hamil Trimester II.
3. Memahami Perubahan Psikologis yang terjadi pada Ibu Hamil Trimester II.
4. Memahami Perubahan yang terjadi pada janin Trimester II.
5. Memahami Pengkajian keperawatan pada Ibu Hamil Trimester II.
6. Memahami Diagnosa yang mungkin muncul pada Ibu Hamil Trimester II.

1
BAB II
TINJAUAN TEORITIS

2.1 Pengertian Kehamilan Trimester II

Kehamilan trimester kedua merupakan waktu kehamilan pada minggu ke 13


sampai dengan 28 atau waktu kehamilan menginjak umur 4 bulan hingga 6 bulan.
Memasuki bulan keempat, perkembangan janin akan memasuki trimester kedua. Janin
akan mulai bergerak yaitu pada bulan keempat tepatnya sekitar mingu ketiga belas. Hal
ini terjadi karena hormone pada bayi mulai aktif sehingga mereka sudah mulai
berinteraksi dengan situasi di dalam kandungan.
Berat janin mencapai 45 gram tapi akan meningkat drastic yaitu sampai 160 gram
dan panjang sekitar 12 inci. Begitu pula dengan panca indera yang lainnya seperti mata,
hidung, telinga ataupun mulut. Wajah mulai terbentuk pada janin. Yang paling penting,
pada umur lima bulan bayi akan memiliki lapisan putih yang melapisi tubuh serta
kulitnya yang kemudian kita kenal dengan ari-ari.

2.2 Perubahan Fisiologis yang terjadi pada Ibu Hamil Triester II

Adaptasi fisik yang terjadi pada kehamilan adalah sebagai berikut.


2.2.1 Perubahan yang terjadi pada Sistem Reproduksi;
a. Uterus;
Rahim yang semula besarnya sejempol atau beratnya 30 gram mengalami hipertrofi
dan hyperplasia, sehingga menjadi seberat 1.000 gram saat kehamilan. Perubahan pada
isthmus uteri menjadi lebih panjang dan lunak, sehingga pada pemeriksaan dalam seolah-
olah kedua jari dapat saling sentuh. Perlunakan isthmus disebut tanda Hegar.
b. Serviks;
Terjadi perubahan warna dan konsistensi.
c. Vagina dan vulva;
Organ vagina dan vulva mengalami peningkatan sirkulasi darah karean pengaruh
esterogen, sehingga tampak makin merah dan kebiru-biruan (tanda Chadwiks).

2
d. Ovarium;
Terjadi kehamilan indung telur yang mengandung korpus luteum gravidarum akan
meneruskan fungsinya sampai terbentuk plasenta yang sempurna pada usia 16 minggu.
e. Payudara;
Payudara mengalami pertumbuhan dan perkembangan sebagai persiapan
memberikan ASI pada saat laktasi. Perkembangan payudara dipengaruhi oleh hormone
esterogen, progesterone, somatomammotropin. Pembentukan payudara akan terasa lebih
lembut, kenyal dan berisi, serta jalur-jalur pembuluh darah di sekitar wilayah dada akan
lebih terlihat jelas dari biasanya, hal ini untuk persiapan saat menyusui. Berikut ini
fungsi-fungsi hormone pada payudara:
a) Hormon Esterogen;
 Menimbulkan hipertrofi sistem saluran payudara.
 Menimbulkan pertumbuhan lemak dan air serta garam, sehingga payudara
tampak makin besar.
b) Hormone Progesteron;
 Mempersiapkan asinus sehingga dapat berfungsi.
 Menambah jumlah sel asinus.
c) Hormon Somatomammotropin;
 Mempengaruhi sel asinus untuk membuat kasein, laktabumin, dan
laktoglobulin.
 Penimbunan lemak sekitar alveolus payudara.
2.2.2 Perubahan Sistem Sirkulasi
Peredaran darah ibu dipengaruhi beberapa faktor berikut ini.
a. Meningkatnya kebutuhan sirkulasi darah, sehingga dapat memenuhi kebutuhan
perkembangan janin dalam rahim.
b. Terjadi hubungan langsung antara arteri dan vena pada sirkulasi retroplasenter.
c. Pengaruh hormone esterogen dan progesterone.
Akibat dari faktor tersebut dijumpai beberapa perubahan peredaran darah, antara lain
sebagai berikut.
a. Volume darah;
Volume darah semakin meningkat, dimana jumlah serum darah lebih besar dari
pertumbuhan sel darah, sehingga terjadi semacam pengenceran darah (hemodilusi)
dengan puncaknya pada usia kehamilan 32 minggu. Curah jantung akan bertambah

3
sekitar 30% bertambahnya hemodilusi darah mulai tampak sekitar umjur kehamilan 16
minggu. Oleh karena itu, pengidap penyakit jantung harus berhati-hati untuk hamil
beberapa kali.
b. Sel darah;
Sel darah merah meningkat jumlahnya untuk mengimbangi pertumbuhan janin
dalam rahim. Anemia atau kurang darah terjadi karena kebutuhan darah pada saat
kehamilan adalah lebih besar sekitar dua atau tiga kali lipat dari biasanya.
c. Perubahan Sitem Respirasi
Selama periode kehamilan, sistem respirasi berubah, hal ini terjadi karena
kebutuhan O2 semakin meningkat. Disamping itu terjadi pula desakan diafragma karena
dorongan rahim. Ibu hamil bernapas lebih dalam sekitar 20-25% dari biasanya. Ibu hamil
dapat merasa lelah karena kerja jantung dan paru-paru menjadi lebih berat.
d. Perubahan Sistem Pencernaan
Kebutuhan nutrisi pada ibu hamil makin tinggi untuk pertumbuhan janin dan
persiapan pemberian ASI. Perubahan metabolisme pada kehamilan antara lain:
 Keseimbangan asam basa mengalami penurunan dari 155 mEq/liter menjadi
145 mEq/liter karena hemodilusi darah dan kebutuhan mineral yang diperlukan
janin.
 Kebutuhan protein meningkat untuk pertumbuhan dan perkembangan janin,
perkembangan organ kehamilan, serta persiapan laktasi.
 Kebutuhan kalori bisa didapatkan dari karbohidrat, lemak, dan protein.
 Kebutuhan zat mineral (kalsium, fosfor, zat besi, dan air).
 Berat badan ibu hamil bertambah.
e. Perubahan Integrumen
 Perubahan deposit pigmen dan hiperpigmentasi karena pengaruh melanophore
stimulating hormone (MHS), pengaruh lobus hipofisis anterior, dan pengaruh
kelenjar suprsrenalis.
 Perubahan kondidi kulit yang berubah terbalik dari keadaan semula, yang
biasanya (pada saat belum hamil) kulit kering, maka kini akan menjadi
berminyak, begitu pula sebaliknya.
 Rambut menjadi lebih kering atau berminyak karena adanya perubahan
hormon.

4
2.3 Perubahan Psikologis Ibu Hamil pada Trimester II

Trimester kedua biasanya adalah saat ibu merasa sehat. Tubuh ibu sudah terbiasa
dengan kadar hormon yang lebih tinggi dan rasa tidak nyaman karena hamil sudah
berkurang. Perut ibu belum terlalu besar sehingga belum dirasakan sebagai beban. Ibu
sudah menerima kehamilannya dan mulai dapat menggunakan energi dan pikirannya
secara lebih konstruktif. Pada trimester ini pula ibu dapat merasakan gerakan bayinya dan
ibu mulai merasakan kehadiran bayinya sebagai seorang di luar dari dirinya sendiri.
Banyak ibu yang merasa terlepas dari rasa kecemasan, rasa tidak nyaman seperti yang
dirasakan pada trimester pertama dan merasakan meningkatnya libido ( Pusdiknakes,
2003: 27).
Ibu merasa lebih stabil, kesanggupan mengatur diri lebih baik, kondisi atau
keadaan ibu lebih menyenangkan, ibu mulai terbiasa dengan perubahan fisik tubuhnya,
janin belum terlalu besar sehingga belum menimbulkan ketidaknyamanan. Ibu sudah
mulai menerima dan mengerti dan mengerti tentang kehamilannya ( Tri Rusmi
Widayatun dalam Dewi, 1999: 154).
Perubahan emosi;
Bulan ke 4:
 Tampak egosentris dan sering melamun
 mulai menunjukan tingkah laku “mengayomi; menyiapkan segala sesuatu untuk
bayi yang akan lahir dan untuk dirinya dalam mengantisipasi kelahiran.
 Kelabilan alam perasaan dan emosi
 keasikan dan kelabilan alam perasaan menyusahkan orang-orang disekitarnya;
memerlukan kasih sayang, perhatian, dan pemahaman ekstra.
 Ketidakstabilan mirip dengan sindroma pra menstruasi, termasuk mudah
tersinggung, suasana hati yang berubah-ubah, tidak rasional dan cengeng
 Perasaan tidak karuan, pikiran kacau, menjadi pelupa, menjatuhkan barang-
barang, mengalami kesulitan untuk memudahkan perhatian

Bulan ke 5:
 Menerima realita kehamilan
 Berkurangnya perubahan suasana hati, tetapi kadang-kadang perasaan cepat,
marah dan tersinggung masih muncul

5
Bulan ke 6:
 Perubahan suasana hati mulai berkurang
 Perasaan cemas tentang masa depan

2.4 Perubahan yang terjadi Pada Janin Trimester II

Perubahan janin pada Bumil trimester II


1. Minggu ke-14
Perkembangan Janin : - Sistem otot semakin kuat.
- Sistem saraf mulai berfungsi.
- Pembuluh darah mulai berkembang.
2. Minggu ke-15
Perkembangan Janin : - Tangan mulai bisa mengepal.
- Berat janin mencapai 200 gr.
- Kaki sudah mulai menendang.

3. Minggu ke-16
Perkembangan Janin :
sistem muskuloskeletal sudah matang, sistem saraf mulai melaksanakan kontrol,
pembuluh darah berkembang dengan cepat, tangan janin dapat mengenggam, kaki
menendang dengan aktif, semua organ mulai matang dan tumbuh, panjang ubun-ubun
bokong telah mencapai 12 cm, berat janin sekitar,2 kg, denyut jantung janin dapat
didengar dengan doppler, pankreas telah memproduksi insulin
4. Minggu ke-18
Perkembangan Janin :
1. Adanya lapisan lemak yang melindungi janin.
2. Rambut-rambut halus menutupi tubuh dan memelihara kelembaban kulit.

5. Minggu 20
1. Tubuh janin memanjang dengan cepat
2. Verniks melindungi tubuh, lanugo menutupi tubuh dan menjaga minyak pada
kulit.
3. Alis, bulu mata dan rambut terbentuk
4. Pertambahan berat mencapai 0,5 Kg

6
5. Janin mengembangkan jadwal yang teratur untuk tidur, menelan dan
menendang

6. Minggu 24
1. Kerangka berkembang dengan cepat karena sel pembentukan tulang
menigkatkan aktifitasnya
2. Berat janin 0,7-0,8 Kg
3. Kulit kemerahan dan keriput karena belum terbentuknya jaringan ikat subkutis
4. Susunan saraf pusat, kardiovaskuler, dan pernapasan belum berfungsi
sempurna dan diantara ketiganya belum dapat berkoordinasi baik sehingga jika
janin lahir pada periode ini, janin tidak akan dapat bertahan hidup.

2.5 Tanda-Tanda Peringatan Trimester II


TANDA-TANDA / GEJALA KEMUNGKINAN PENYEBAB
- Menetap, kadang-kadang muntah. - Hypertensi gravidarun.
- Keluar cairan dari vgina, bleeding,- Membran pecah sebelum waktunya,
cairan, amnion. keguguran.
- Demam, panas, kencing panas, diare.- Infeksi.
- Perubahan gerakan janin. Tak ada
gerakan janin setelah gerakan lebih- Janin beresiko atau intrauteris fetal
cepat, ada perubahan yang tidak death (IUFD)
biasa dalam jumlah atau polanya.

2.6 Ketidaknyamanan Ibu Hamil Trimester II


Ketidaknyamanan Fisiologis
- Pigmentasi yang mendalam, jerawat,- Melanocyt, stimulating hormon
kulit berminyak. (dari pituitary anterior)
- Spider nevi (Telangi ectasis)- Jaring-jaring setempat sampai
kelihatan selama trimester II/III pada dengan arteriola (arteri terakhir) dari
leher, thorax, wajah dan lengan. penambahan konsentrasi estrogen
- Erytema telapak tangan terjdi pada- Bercak kemerahan menyebar pada

7
50% wanita hamil, yang menyertai telapak tangan dan menutupi kulit
spider nevi. yang berlebihan dan ujung jari yang
disebabkan oleh faktor predisposisi
genetis dan hyper estrogen.
- Palpitasi - Tidak diketahui, tidak disertai oleh
cardiacpersisten yang irreguler
- Supinehypotensi (symdroma aorta- Disebabkan oleh tekanan uterus
vena cava) dan bradicard. yang hamil atas vena cava ascenden
saat terlentang mengurangi aliran
darah uterus-plasenta dan perfusi
renal
- - Vasomotor lability atau psotural
hypotensi dari hormon, pada
Pusing dan sinkrope (orthostatik
kehamilan yang terakhir mungkin
hypotensi) yang menetap selama
disebabkan oleh vena yang statis
hamil.
pada extremitas bawah.
- Makanan idaman - Penyebabnya tidak diketahui;
idaman ditentukan oleh budaya /
letak geografis.
- Rasa panas dalam perut (pvrosis/acid- Progesteron memperlambat
indigestion), sensasi panas pada motilitas gastrointestinal tract dan
bagian bawah dada atau bagian atas pencernaan membalikkan peristaltik;
abdomen, kadang-kadang dengan merelaxasi spincter cardiac; dan
bersendawa sedikit naik rasa cairan. memperlambat waktu buang air
besar, memindahkan isi perut ke atas
dan ditekan oleh pembesaran uterus.
- Konstipasi – Terjadi 50% pada semua- Motilitas gastrointestinal tract
wanita hamil diperlambat oleh progesteron, akibat
peningkatan resorbsi air dan
pengeringan feces, tekanan intestinal
karena semakin membesarnya uterus

8
predisposisi konstipaso karena
suplementasi zat besi oral.
- Kembung dan bersendawa - Berkurangnya motilitas
gastrointestinal akibat hormon,
memberikan peluang bakteri untuk
memproduksi gas; menelan udara.
- - Predisposisi hereditas : relaxasi otot
halus dinding vena karena hormon
Varices vens : yang diikuti sakit kaki
yang menyebabkan vasocongestion
dan kelemahan bisa menetap pada
pelvic; kondisi ini diperberat oleh
kaki dan vulva; hemorhaid adalah
pembesaran uterus, hamil dan
varices perianal.
gerakan bowel
usus kebawah.
- Sakit kepala - Ketegangan emosional (biasanya
lebih dari vasculer migrain
headache) nyeri mata (kelainan
refraksi)vasculer engorgement dan
sumbatan sinus dari stimulasi
hormon
- Carpal tunnel syndrom (antara lain :- Tekanan syaraf median karena
ibu jari, jari kedua dan jari ketiga, sisi perubahan dalm jaringan
lateral jari kelingking) mengelilinginya, nyeri, mati rasa,
rasa gatal, panas, kehilangan
kemampuan gerak (mengetik)
menjatuhkan benda.
- Mati rasa periodik, jari gatal- Syndroma traksi flexus brachial dari
(acrodysesthesia) 5% dari wanita terasa berat pada bahu selama hamil
hamil (khususnya malam dan pagi hari)
- Nyeri sekitar ligamen (kelemahan) - Ligamen yang menciut / tertekan
disebabkan oleh pembesaran uterus.

9
- Nyeri sendi, pinggang dan tekanan- Relaxasi sendi symfisis da
pelvic, hypermobilitas sendi. sakroiliaka karena hermonal,
akibatnya peivic tidak stbil,
lengkung cervicothoracis dan
lumbar yang berlebihan karena
perubahan pada pusat grafitasi dari
pembesaran perut.

10
2.7 Pathway

11
BAB III
ASUHAN KEPERAWATAN

3.1 Pengkajian Keperawatan pada Ibu Hamil Trimester II

Pengkajian Umum
1. Data Subyektif
a. Identitas (Nama, alamat, umur, pekerjaan, agama, suku/bangsa)
b. Keluhan utama
c. Riwayat penyakit saat ini berhubungan dengan keluhan atau masalah utama:
 Tanggal dan waktu awitan
 Bentuk awitan
 Faktor pencetus atau latar belakang, yang berhubungan dengan awitan
 Perjalanan penyakit sejak awitan, termasuk durasi dan kekambuhan
 Lokasi spesifik
 Jenis nyeri atau ketidaknyamanan dan keparahan atau intensitas
 Gejala lain yg berkaitan
 Hubungan dengan fungsi dan aktivitas tubuh
 Gambaran kualitas (warna, konsistensi) dan kuantitas (jumlah,isi) jika
ada perdarahan,rabas.
 Faktor yang mempengaruhi masalah, baik yang memperparah atau yang
meredakan.
 Bantuan medis sebelumnya (dan dari siapa) unntuk ,asalah ini diagnosis
dan perawatan
 Keefektifan suatu terapi atau obat yang digunakan (dimulai atas inisisatif
diri sendiri atau dipogramkan dokter)
d. Status perkawinan
e. Riwayat obstetri dan ginekologi:
Riwayat Obstetri:
 Gravida / para (sistem penghitungan 4-5)
 Tipe golongan darah Rh dan ABO
 Pada setiap kehamilan
 Tanggal kehamilan berakhir

12
 Minggu gestasi
 Tempat beraslin misal rumah sakit (nama), pusat kelahiran anak (nama),
Rumah
 Lama bersalin
 Jenis persalinan(spontan,seksio sesarea, forsep, ekstrasi vakum)
 RhoGAM yang diterima
 Masalah obstetrik, medis dan sosial
- selama kehamilan ( misal, preeklampsia, ISK, kekerasan dalam rumah
tangga)
- selama persalinan dan melahirkan (misal : malpresentasi, malposisi,
eklampsia, induksi pitosin, stiulasi pitosin, laserasi pareneal utama,
laserasi serviks)
- Selama masa pasca-perdarahan (misal : ISK, perdarahan, infeksi uterin,
kekerasan dalam rumah tangga).
 Berat lahir bayi
 Jenis kelain bayi
 kelainan kongenital / komplikasi neonates (misal: ikterik,masalah
pernafasan)
 status bayi saat lahir ( hidup / meninggal)
 status bayi saat ini (hidup dan dalam keadaan sehat, masalah , penyebab
kematian )

Riwayat Ginekologi
 Infertilitas
 Terpajan dietilstilbestrol (DES)
 Infeksi vagina (misal monilia, vaginosis bakteri)
 Penyakit menular seksual (PMS) misal : klamedia, sivilis, gonorea, herpes,
trikomonas, kondiloma akumita.
 Servisitis kronis
 Endometritis
 Penyakit radang panggul
 Kista (Barthkolin, ovarium)
 Endometriosis

13
 Mioma
 Ralaksasi pelviks (sistokel,litokil)
 Polip
 Massa pada payudara
 Pap smire yg abnormal
 Biopsi (sevikal, endometrium, payudara)
 Kanker ginekologi
 Pembedahan gikenologi
 Perkosaan

f. Riwayat KB
KB terakhir yang digunakan jika pada kehamilan perlu juga ditanyakan rencana KB
setelah melahirkan.
g. Riwayat Kesehatan Dahulu
 Penyakit waktu kecil dan imunisasi (measles, mumps, chickenpox)
 Tes laboratorium akhir akhir ini terhadap penyakit infeksi (misal : hepatitis,
tb, HIV), tanggal dan hasilnya.
 Penyakit berat misal: pneumonia, hepatitis, demam rematik, difteri dan polio
 Masuk rumah sakit : tanggal dan penyebab masuk
 Pembedahan : tanggal dan penyebab
 Kecelakaan : fraktur, luka, dan lain lain.
 Transfursi darah : tanggal, penyebab dan reaksi.
 Alergi, misal : makanan,lingkungan,debu, bulu hewan dan asma
 Alergi obat
 Penggunaan alkohol
 Kebiasaan : merokok, alkohol, kafein(kopi, teh, soda, coklat) ; keselamatan
(sabuk pengaman, helm)
 Pola tidur.
 Diet
 Aktivitas
 Resiko dalam pekerjaan : posisi (berdiri, duduk), tarikan (mata, otot),
ventilasi, paparan racun kimiawi
 Resiko dari lingkungan ; udara, air dan lain lain

14
 Tes skrining genetik, misal sel sabit dan lain lain hasilnya
 Penyakit spesifik : diabetes, jantung, TB, asma, hepatitis / liver, ISK,
tromboplebitis, penyakit endokrin, gastrointestinal, cancer, hipertensi, aids,
penyakit jiwa, epilepsi, anemia.
 Pengobatan yang didapat.

3.2 Diagnosa keperawatan yang mungkin muncul pada Ibu Hamil Trimester II
1. Gangguan Citra Tubuh, Resiko tinggi terhadap…
Batasan karakteristik :
- Respon non verbal terhadap presepsi perubahan terhadap tubuh (mis.
Penampilan struktur dan fungsi
- Verbalisasi persepsi yang mencermiknan perubahan pandangan tentang
tubuh individu dalam penampilan Perilaku menghindari bentuk tubuh
2. Ketidakefektifan pola nafas berhubungan dengan ……
Batasan karakteristik :
- Keluhan –keluhan sesak nafas
- Dispnea
Perubahan kedalaman nafas
3. Kurang pengetahuan (kebutuhan belajar), mengenai kebutuhan alamiah dari
kehamilan
Batasan karakteristik :
- Meminta informasi
2. Pernyataan masalah atau konsep yang salah
4. Cidera, resiko tinggi terhadap, janin ……..
Batasan karakteristik :
- Pekerjaan yang terlalu berat untuk ibu hamil
- Klien tidak memahami resiko janin
- Jatuh

5. Curah jantung, resiko tinggi terhadap dekompensasi ……..


Batasan karakteristik :
- Adanya edema patologis
- Tanda-tanda HAK
- Memiliki masalah kardiovaskuler

15
6. Kelebihan volume cairan, resiko tinggi terhadap ……..
Batasan karakteristik :
- Hypertensi
- Albuminuria
- Retensi cairan berlebih
- Edema wajah

7. Ketidaknyamanan
Batasan karakteristik :
- Tegang punggung
- Kram kaki
- Nyeri ulu hati

8. Koping indivual, tidak efektif, resiko tinggi terhadap


Batasan karakteristik :
- Tidak mempunyai ketrampilan koping.
- Tidak bisa memcahkan masalah sendiri.
- Ekspresi tidak bebas

9. Perubahan pola seksualitas


Batasan karakteristik
- Melaporkan kesulitan, pembatasan atau perubahan dalam
perilaku/aktivitas sosial.

16
3.3 Intervensi Keperawatan
Diagnosa Intervensi Rasional
Gangguan Citra Tubuh,
1. Tinjau ulang/ kaji sikap
1. Pada trimester kedua,
Resiko tinggi terhadap … terhadap kehamilan perubahan bentuk tubuh
perubahan bentuk tubuh, telah tampak. Respons
dan sebagainya. negatif dapat terjadi pada
2. Diskusikan perubahan klien/pasangan yang
aspek fisiologis, dan memiliki konsep diri yang
respon klien terhadap rapuh, didasarkan pada
perubahan. Berikan penampilan fisik.
informasi tentang
2. Indivudu bereaksi secara
kenormalan perubahan. berbeda terhadap
3. Diskusikan metoda perubahan yang terjadi.
perawatan kulit dan Informasi dapat membantu
berias (untuk klien memahami/menerima
meminimalkan/ apa yang terjadi.
menyembunyikan area
3. Belajar dan ikut untuk
kulit yang menjadi gelap), melihat dan merasa baik
menggunakan kaus kaki mungkin membantu untuk
penyokong , pemeliharaan mempertahankan perasaan
postur, dan program (+) tentang diri
latihan sedang

17
Kurang pengetahuan
1. Berikan informasi
1. Fero sulfat dan asam
(kebutuhan belajar), tentang kebutuhan folat dapat membantu
mengenai kebutuhan terhadap fero sulfat dan mempertahankan kadar
alamiah dari kehamilan asam folat Hb normal
2. Identifikasi
2. Membantu
kemungkinan resiko mengingatkan klien untuk
kesehatan individu. Tinjau terjadinya resiko
ulang tanda bahaya dan potensial dan
tindakan yang tepat memerlukan pemantauan
3. Diskusikan kebutuhan yang lebih ketat
terhadap pemeriksaan
3. Skrening untuk DMG
laboratorium khusus, pada gestasi minggu ke
skrining, dan pemantauan 24-26 resiko tinggi dapat
ketat sesuai indikasi mendeteksi terjadinya
hyperglikemia

18
Diagnosa Intervensi Rasional

Cidera, resiko tinggi


1. Kaji pertumbuhan
1. Merupakan skrening
terhadap, janin uterus dan tinggi fundus untuk gestasi multifel
pada setiap kunjungan 2. Faktor ini dapat
2. Tinjau ulang status memiliki dampak besar
kesehatan ibu; mis : pada jaringan dan organ
malnutrisi, 3. Gerakan janin yang
penyalahgunaan/ dapat dirasakan pertama
penggunaan zat terjadi pada gestasi
3. Perhatikan quickening minggu ke 16-20
(persepsi ibu terhadap
4. Mendeteksi adanya
janin ) dan denyut jantung janin di awla minggu ke
janin (DJJ) 5-6 gestasi
4. Bantu dengan prosedur
ultrasonografi dan jelaskan
tujuannya

19
Kelebihan volume cairan,
1. Pantau berat badan
1. Mendeteksi
resiko tinggi terhadap secara teratur penambahan berat badan
2. Tes urin terhadap berlebihan secara
albumin patologis dapat
3. Beriakn informasi tentang menyebabkan kadar
diet ( mis : peningkatan eksterogen merangsang
protein, tidak kelenjar adrenal
menambahkan garam
2. Deteksi masalah
meja, menghindari vaskuler dengan spasnme
makanan dan minuman glomerular dari ginjal
tinggi natrium) yang menurunkan resobsi
4. Tinjau ulang kadar HT albumen
3. Nutrisi adekuat
khusunya untuk
meningkatkan protein dan
menurunkan
kemungkinan HAK
4. Pada umumnya kadar
HT kadar lebih 41%
menunjukan perpindahan
cairan intravaskuler
mengakibatkan edema
jaringan

20
Diagnosa Intervensi Rasional

Ketidaknyamanan 1. Kaji status pernafasan


1. Kondisi ini adalah
(mis, sesak napas pada sering mengakibatkan
pengerahan tenaga, ketidaknyamanan secara
kelelahan) fisik pada trimester 2
2. Kaji ulang adanya
2. Penurunan motilitas
perubahan BAB dan gastrointestinal efek
Hemoroid suplemen zat besi dan
3. Diskusikan masukan peningkatan tekanan
diet, latihan, dan akibat perbesaran uterus
penggunaan palunak feses
3. Membantu dalam
seperti diperlihatkan pada pencegahan konstipasi
MK : trimester 1, DK4.: Tekanan pada saraf
Konstipasi, resiko tinggi pelfis potensial
terhadap menyebabkan kram kaki
4. Kaji ulang adanya kram
kaki, ajarkan klien untuk
meluruskan kaki dan
dorsofleksi telapak kaki

21
Diagnosa Intervensi Rasional

Koping indivual, tidak


1. Identifikasi rasa
1. Rasa takut dan angan-
efektif, resiko tinggi takut/angan-angan angan yang umum dari
terhadap klien/pasangan yang wanita atau pria dapat
mungkin dimiliki timbul pada saat dini
2. Evaluasi derajat
2. Kllien yang mengalami
disfungsi klien yang kesulitan dalam tugas-
dialami, untuk mengubah tugas yang berlebihan
apa yang sedang terjadi berkanaan dengan
dan yang sudah kehamilan
diperkirakan 3. Dapat menyulitkan bagi
3. Kuatkan pasangan individu yang melihat
bahwa rasa takut dan kenormalan dari
fantasi tersebut adalah pengalaman ini
normal 4. Mungkin butuh
4. Rujuk untuk konseling tambahan bantuan untuk
dan penyuluhan sesuai mengatasi masalah
kebutuhan pokok

22
Diagnosa Intervensi Rasional

Perubahan pola seksualitas


1. Tinjau ulang perubahan
1. Rasa takut mencederai
posisi yang mungkin janin pada saat koitus
dilakukan dalam aktivitas adalah hal ynag umum
seksual 2. Disini tampak frekuensi
2. Waspadai indikasi penyimpangna menjadi
kemungkinan kesulitan lebih tinggi misalnya
seksual atau perilaku yang perkosaan pada saat
tidak sesuai pasangan sedang hamil
3. Tinjau ulang apa yang
3. Menyakinkan dan
dirasakan dan didiskusikan memperhatikan bahwa
kemungkinan pilihan hal tersebut normal dan
dalam peningkatan kontak dapat membantu
fisik melalui berpelukan menghilangkan asites
dan bercumbu daripada
4. Kepuasan seksual yang
melakukan koitus secara optimal lahir prenatal
aktual. terjadi pada trimester
4. Diskusikan dampak kedua
kehamilan terhadap
5. Mungkin butuh bantuan
dampak koitus seksual untuk mengatasi masalah
yang normal dasar selama kehamilan
5. Rujuk pada perawat
klinis spesialis/konseling
sesuai indikasi

23
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa ibu hamil trimester kedua biasanya
adalah saat ibu merasa sehat. Tubuh ibu sudah terbiasa dengan kadar hormone yang lebih
tinggi dan rasa tidak nyaman karena kehamilannya. Walaupun demikian diperlukan
asuhan keperawatan secara tepat oleh seorang perawat kepada ibu hamil yang sedang
memeriksakan kehamilannya untuk mengantisipasi dan mencegah hal-hal yang tidak
diinginkan.

4.2 Saran
1. Diharapkan perawat mampu memberikan asuhan keperawatan secara tepat pada
ibu hamil trimester kedua.
2. Diharapkan perawat mampu membedakan antara ketidaknyamanan normal
dengan tanda-tanda bahaya yang dapat menganggu ibu hamil pada trimester
kedua.

24
Daftar Pustaka

Dewi, Vivian Nanny Lia, dkk. 2011. Asuhan Kehamilan untuk Kebidanan. Jakarta:
Salemba Medika
Hidayati, Ratna. 2010. Asuhan Keperawatan pada Kehamilan Fisiologis dan Patologis.
Jakarta : Salemba Merdeka
Manuaba, Ida Ayu Chandranita, dkk. 1996. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan, dan
KB. Jakarta : EGC
Varney, Helen, dkk. 2003. Buku Ajar Asuhan Kebidanan. Jakarta : EGC
Https :// www.Biologionline.blogspot.com/2011/04/urutan-perkembangan-janin.html
(Online)

25