Anda di halaman 1dari 1

ita menyudahi. Namun tak sengaja bertemu kembali.

Seperti kedua orang yang


tak saling mengenal, kita tak bertegur sapa. Kenyataan pun tak bisa ku tepis,
telah ada yang melangkah bersamamu, mengapit tanganmu, lalu kau tertawa
bersamanya. Inginku bertanya, senyaman apakah kau bersamanya, mungkinkah
kenyamananmu akan tergantikan oleh sebuah perjuangan?
Aku memperjuangkanmu, lagi?

~ptrsyd