Anda di halaman 1dari 10

NUSA TENGGARA BARAT

Nusa Tenggara Barat (disingkat NTB) adalah sebuah provinsi di Indonesia


yang berada pada bagian barat Kepulauan Nusa Tenggara. Provinsi ini
beribukota di Mataram dan memiliki 10 Kabupaten/Kota.

Di awal kemerdekaan Indonesia, wilayah ini termasuk dalam wilayah Provinsi


Sunda Kecil yang beribukota di Singaraja. Kemudian, wilayah Provinsi Sunda
Kecil dibagi menjadi 3 provinsi: Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara
Timur. Dua pulau terbesar di provinsi ini adalah Lombok yang terletak di barat
dan Sumbawa yang terletak di timur.

Sebagian besar dari penduduk Lombok berasal dari suku Sasak, sementara suku
Bima dan Sumbawa merupakan kelompok etnis terbesar di Pulau Sumbawa.

(Gambar wilayah NTB)


A. SEJARAH NTB

Keberadaan status provinsi, bagi NTB tidak datang dengan sendirinya.


Perjuangan menuntut terbentuknya Provinsi NTB berlangsung dalam rentang
waktu yang cukup lama. Provinsi NTB, sebelumnya sempat menjadi bagian dari
Negara Indonesia Timur dalam konsepsi Negara Republik Indonesia Serikat,dan
menjadi bagian dari Provinsi Sunda kecil setelah pengakuan kedaulatan
Republik Indonesia.

Seiring dinamika zaman dan setelah mengalami beberapa kali proses perubahan
sistem ketatanegaraan, barulah terbentuk Provinsi NTB. NTB, secara resmi
mendapatkan status sebagai provinsi sebagaimana adanya sekarang, sejak tahun
1958, berawal dari ditetapkannya Undang-undang Nomor 64 Tahun 1958
Tanggal 14 Agustus 1958 tentang Pembentukan Daerah-daerah Swatantra
Tingkat I Bali, NTB dan NTT, dan yang dipercayakan menjadi Gubernur
pertamanya adalah AR. Moh. Ruslan Djakraningrat.

B. IKLIM

Berdasarkan data statistik dari lembaga meteorologi, temperatur maksimum


pada tahun 2001 berkisar antara 30,9° – 32,1 °C, dan temperatur minimum
berkisar antara 20,6° - 24,5&degC. Temperatur tertinggi terjadi pada bulan
September dan terendah ada bulan November. Sebagai daerah tropis, NTB
mempunyai rata-rata kelembaban yang relatif tinggi, yaitu antara 48 - 95 %.

C. GEOGRAFIS

Nusa Tenggara Barat terdiri dari Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, memiliki
luas wilayah 20.153,15 km2. Terletak antara 115° 46' - 119° 5' Bujur Timur dan
8° 10' - 9 °g 5' Lintang Selatan
D. SENJATA TRADISIONAL NTB

1. Keris

Keris Lombok secara umum berukuran besar dan panjang, yakni antara 58
cm sampai 71 cm. Sedangkan keris Sumbawa berukuran besar dan pendek,
yakni antara 34 cm hingga 51 cm.

2. Tulup

Tulup adalah salah satu senjata tradisional berburu Suku Sasak, Lombok,
Nusa Tenggara Barat. Tulup terbuat dari kayu meranti yang dilubangi,
berpeluru potongan-potongan seperti lidi dari pelepah pohon enau yang
berbentuk seperti mata panah yang disebut ancar. Mata ancar biasanya diolesi
racun dari getah pohon tatar.

3. Kelewang

Klewang adalah pedang khas tentara khusus kerajaan Lombok. Kisaran tahun
penciptaan berkisar rentang 1700 – 1800 Masehi. Sebagaimana diungkap dalam
buku “Keris Lombok” karangan Bapak Ir. Lalu Djelenga. Masyarakat umum di
Lombok lebih sering menyebut Klewang. Julukan yang hampir sama bagi
semua jenis pedang. Pasukan tentara kerap menyandang di bagian tubuh-
punggung belakang. Bentuk bilah besi terhunus dengan lengkungan khas. Ujung
mata pedang meruncing pada sisi bilah bagian yang tajam. Pamor pada pangkal
bilah sangat kontras dengan tera motif yang kian tampil cantik. Terutama pada
bagian tengah bilah hingga ujung. Rentang panjang bilah capai 50 cm.

5.GOLOK

Pisau besar atau golok ini merupakan salah satu senjata tradisional suku Sasak
yang berasal dari Lombok, Nusa Tenggara Barat. Gagang golok terbuat dari
tanduk ukir berbentuk seekor singa utuh dengan kecermatan ukiran yang
mengagumkan. Semacam mendak perak melingkar dintara gagang golok dan
bilahnya. Sarung golok terbuat dari kayu berukir motif tradisional setempat.
Sekilas tempak terlihat kemiripan pola ukiran dengan ukiran tradisional Bali.
Bilah golok ditempa dari baja putih tanpa pamor yang cukup tebal.
E. SUKU

1. Suku Bayan

Suku Bayan merupakan suku masyarakat yang berada di Kabupaten


Lombok Utara.

2. Suku Dompu

Suku ini berdiam di pulau Sumbawa, Propinsi Nusa Tenggara Barat dalam
wilayah kabupaten Dompu dan tersebar dalam 4 kecamatan: Huu, Dompu,
Kempo, dan Kilo. Kabupaten Dompu merupakan daerah berbukit-bukit dan
daerah vulkanik.

3. Suku Bima

Orang Bima berdiam di Kabupaten Bima yang terletak di Pulau Sumbawa,


sebagian lagi berdiam di Kabupaten Dompu dan di Pulau Sangiang, di Provinsi
Nusa Tenggara Barat.

4. Suku Donggo

Suku Donggo (Dou Donggo) merupakan suku yang mendiami kecamatan


Donggo kabupaten Bima provinsi Nusa Tenggara Barat.

5. Suku Sasak

Orang Sasak mendiami Pulau Lombok di deretan pulau-pulau Nusa Tenggara


(Sunda Kecil).

6. Suku Sumbawa

Orang Sumbawa atau Semawa mendiami Kabupaten Sumbawa di Pulau


Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat.
F. PAKAIAN ADAT

1. SUKU BIMA

G. LAGU DAERAH

1. Lagu Bolelebo
2. Lagu Orlen-Orlen

3.Lagu Kupendi
4. Lagu Haleleu Ala De Teang
5. Lagu O re re
6. Lagu Moree
7. Lagu Pai Mura Rame
8. Lagu Tutu Koda
9. Lagu Tebe O Nana

H.RUMAH ADAT

- Rumah Dalam Loka


Rumah Dalam Loka merupakan desain asli rumah kediaman raja-raja Sumbawa
di silam. Kuatnya pengaruh budaya Islam yang masuk di wilayah ini pada masa
itu telah membuat hampir seluruh aspek adat dan kesukuan masyarakat
Sumbawa larut dalam nilai-nilai syariah Islam. Dalam Loka sendiri berasal dari
2 kata dalam bahasa Sumbawa, yakni “Dalam” yang berarti “Istana” dan
“Loka” yang berarti “Dunia. Penamaan tersebut sesuai dan fungsi rumah adat
ini yang memang digunakan untuk pusat pemerintahan dan kediaman raja-raja
Sumbawa pada masa silam.

Sesuai dengan fungsi tersebut, rumah adat NTB ini memiliki desain yang cukup
besar. Bangunan yang luasnya mencapai ini berdiri dengan ditopang oleh 99
tiang yang melambangkan 99 sifat Alloh (asmaul husna) dalam ajaran Islam.

Tiang-tiang penyangga mampu menopang tegaknya rumah yang terbagi


menjadi 2 ukuran sama besar (kembar) yang bernama Bala Rea atau Graha
Besar. Dalam Graha Besar ini ada beberapa ruangan yang dipisahkan dinding
penyekat sesuai dengan fungsi dan namanya masing-masing, yaitu:

- Lunyuk Agung terletak di bagian depan bangunan berfungsi sebagai tempat


musyawarah, resepsi, atau acara pertemuan adat dan keagamaan.

- Lunyuk Mas terletak di sebelah Lunyuk Agung berfungsi sebagai ruangan


khusus permaisuri, istri-istri menteri, dan staf penting kerajaan saat
dilangsungkan upacara adat.
- Ruang Dalam yang terletak di sebelah barat. Ada yang hanya disekat oleh
kelambu dan berfungsi sebagai tempat shalat, dan di sebelah utaranya
merupakan kamar tidur dayang-dayang dan permaisuri.

- Ruang Dalam yang terletak di sebelah timur terdiri dari empat kamar. Kamar-
kamar ini diperuntukan bagi putra/putri raja yang sudah menikah.

- Ruang sidang terletak di bagian belakang Bala Rea. Selain digunakan untuk
bersidang, pada malam hari ruangan ini juga dijadikan tempat tidur para dayang.

- Kamar mandi terletak di luar ruangan induk yang memanjang dari kamar
peraduan raja hingga kamar permaisuri.

- Bala Bulo terletak di samping Lunyuk Mas dan terdiri dari dua lantai. Lantai
pertama berfungsi sebagai tempat bermain anak-anak raja yang masih kecil, dan
lantai kedua berfungsi sebagai tempat menyaksikan pertunjukan di lapangan
istana bagi permaisuri dan istri para bangsawan.

Selain bagian dalam, bagian luar rumah adat NTB ini juga tak kalah unik.
Terdapat beberapa kelengkapan sebagai penghias di sini, seperti kebun istana
(kaban alas), gapura (bala buko), rumah jam (bala jam), dan tempat untuk
lonceng istana. Selain itu, tangga rumah yang persis terletak di bagian depan
juga tak kalah menarik. Tangga ini tidak dilengkapi dengan anak tangga,
melainkan hanya berupa susunan papan yang datar. Susunan tersebut sengaja
dibuat demikian agar setiap orang yang hendak masuk rumah merunduk sebagai
lambang penghormatan bagi raja.

Demikian sedikit uraian yang dapat kami sampaikan tentang rumah adat Nusa
Tenggara Barat yang bernama Rumah Dalam Loka ini. saat ini, rumah dalam
loka sudah tidak lagi digunakan sebagai pusat pemerintahan dan kediaman
kepala daerah. Ia telah beralih fungsi menjadi musium dengan nama yang sama
yaitu Museum Dalam Loka.

I.TEMPAT WISATA

1. Pantai Senggigi

2. Pantai Pink
3. Gili Trawangan

4. Taman Narmada

5. Gunung Rinjani

6. Pura Batu Bolong

7. Pantai Kuta Lombok

8. Pantai Sire

9. Pantai Sekotong

10. Batu Layar

11. Ampenan Kota Tua

J. KABUPATEN/KOTA
- Kabupaten Bima
- Kabupaten Dompu

- Kabupaten Lombok Barat

- Kabupaten Lombok Tengah

- Kabupaten Lombok Timur

- Kabupaten Lombok Utara

- Kabupaten Sumbawa

- Kabupaten Sumbawa Barat

- Kota Bima

- Kota Mataram
NAMA : DANISH ZAIDAN AZLIN

KELAS : VII SA’AD BIN ABI WAQQASH

NUSA TENGGARA BARAT