Anda di halaman 1dari 4

A.

SEJARAH SUMPAH PEMUDA


Pada awal abad ke 19, para pemuda Indonesia bertekad
untuk memperjuangkan kemerdekaan. Para pemuda tersebut
mulai menggabungkan diri ke dalam organisasi pergerakan
nasional, seperti Budi Utomo. Namun, didalam perkembangan
organisasi tersebut para pemuda mulai tidak mendapat tempat
semestinya. Hal itu disebabkan peranan para pemuda mulai
diambil alih oleh para priayi dan pegawai pemerintah. Oleh
karena itu, para pemuda kemudian berusaha membentuk
organisasi pergerakan nasional sendiri. Selanjutnya, mereka
bergabung dalam berbagai organisasi kepemudaan yang
bersifat kedaerahan dan keagamaan. Misalnya, Trikoro
Darma, Jong Sumatranen bond (Pemuda Sumatra), Jong
Celebes (Pemuda Sulawesi ), Jong Ambon (Pemuda Ambon),
Sekar Rukun ( Pemuda Sunda), Pemuda Kaum Betawi, Jong
Islamieten Bond(Pemuda Islam), dan Pemuda Kristen.
Pada tanggal 15 November 1925, diadakan pertemuan
seperti Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Ambon , dan
lain-lain.
Pada tahun 1926 berdiri organisasi Perhimpunan pelajar-
pelajar Indonesia (PPPI). Berdirinya organisasi ini merupakan
usaha untuk menumbuhkan persatuan di antara organisasi
pemuda yang ada di berbagai daerah.

Pada tanggal 30 April-2 Mei 1926 diselenggarakanlah


Kongres Pemuda 1 di Jakarta. Kongres Pemuda 1 dihadiri
oleh wakil-wakil organisasi pemuda. Tujuannya menanamkan
semangat kerja sama.
Pada tanggal 26-28 Oktober 1928 diadakan Kongres
Pemuda 2 di Gedung Indonesische Club (IC) di Jalan Kramat
Raya No.106, Jakarta.
Kongres Pemuda 2 berlangsung dengan suasana semangat
persatuan dan kebangsaan. Tekad pemuda sangat
mendambakan persatuan dan kesatuan di antara mereka.
Pemerintah colonial Belanda merasa sangat khawatir melihat
keadaan tersebut. Suasana sidang cukup tegang karena dijaga
oleh pemerintah colonial Belanda.
Bendera merah putih tidak dapat dikibarkan dalam kongres
karena dilarang oleh pemerintah kolonial Belanda. Bendera
merah putih hanya diwujudkan dalam bentuk hiasan ruangan.
Menurut Mohammad Yamin, “Indonesia sejak dulu adalah
Negara yang satu, tidak terpecah-pecah.
Pada sidang terakhir tanggal 28 Oktober 1928, para peuda
mencetuskan suatu ikrar. Ikrar ini terkenal dengan nama
Sumpah Pemuda, yang isinya adalah sebagai berikut.
1) Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertanah air yang
satu, tanah air Indonesia.
2) Kami putra dan putri Indonesia mengaku mengaku
berbangsa yang satu, bangsa Indonesia
®3) Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa
persatuan, bahasa Indonesia.
Kongres Pemuda 2 juga menetapkan lagu Indonesia Raya
sebagai lagu kebangsaan Indonesia. Lagu tersebut diciptakan
oleh W.R. Supratman. Bendera merah putih juga ditetapkan
sebagai bendera bangsa Indonesia.

Lagu Indonesia Raya untuk pertama kalinya dinyanyikan


dalam Kongres Pemuda 2.

C.NILAI-NILAI YANG TERKANDUNG DALAM


SUMPAH PEMUDA.
1.Berjuang tanpa pamrih
2.Berani karena benar
3.Pantang menyerah
4.Rela berkorban
5.Menegakkan keadilan dan kebenaran
Nama :Danish Zaidan Azlin

Kelas :VII Sa’ad bin abi waqqash

SEJARAH SUMPAH
PEMUDA