Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PRAKTIKUM

KEGIATAN 4
I. Topik
Menghitung Sel Darah Putih (SDP)
II. Tujuan
1. Menghitung Sel Darah Putih (SDP)
2. Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah Sel Darah Putih
(SDP)
III. Alat dan Bahan
1. Alat
a. Pipet khusus bertanda ‘11’
b. Bilik hitung (counting chamber)
c. Pipet tetes
d. Blood lancet steril disposable
e. Mikroskop
f. Alat tulis
2. Bahan
a. Kapas
b. Alkohol
c. Reagen Turk
d. Darah praktikan
IV. Cara Kerja

Mempersiapkan alat dan bahan yang akan digunakan dan dibersihkan terlebih
dahulu

Menyiapkan bilik hitung (counting chamber) diatas mikroskop dan menggunakan


perbesaran 40x sampai kotak-kotaknya terlihat

Mensterilkan kulit ujung jari tengah dengan kapas yang telah diberi alkohol dan
menunggu sampai kering
Menusukan blood lancet steril disposible pada ujung jari hingga darah keluar

Mengambil darah dengan cara menyedot menggunkan pipet khusus ‘11’ sampai
skala 0,5

Menyedot larutan Hayem menggunakan pipet khusus (yang digunakan untuk


menyedot darah) sampai tanda 11

Memegang kedua ujung pipet dengan ibu jari dan jari telunjuk kemudian
menggerak-gerakan supaya darah dan Reagen Turk bercampur.

Meneteskan darah yang telah tercampur reagen Turk pada bagian tepi kaca
penutup sehingga dapat meratap pada tiap kotakkan.

*kotakan yang diguanakan yaitu 4 kotak (ACGI)

Menghitung jumlah sel darh putih pada setiap kotak dan memasukkan ke dalam
rumus yaitu: jumlah SDP/ mm3 = (ax20x10)/4 atau jumlah SDP/ mm3 = bx20x10

*a =jumlah SDP dari setiap kotak *b= rata-rat tiap kotak


V. Hasil
Tabel Hasil Perhitungan Sel Darah Putih
1. Mahasiswa 1
No Kotak Jumlah SDP
1 Kiri Atas 17
2 Kiri bawah 27
3 Kanan atas 32
4 Kanan atas 28
Jumlah 104
Rata- rata tiap kotak 26
Total SDP 104x50=5200 SDP/m3
2. Mahasiswa 2
No Kotak Jumlah SDP
1 Kiri atas 35
2 Kiri bawah 39
3 Kanan atas 32
4 Kanan bawah 37
Jumlah 143
Rata-rata tiap kotak 35,75
Total SDP 143x50=7150 SDP/m3
3. Mahasiswa 3
No Kotak Jumlah SDP
1 Kiri atas 34
2 Kiri bawah 42
3 Kanan atas 19
4 Kanan bawah 14
Jumlah 110
Rata-rata tiap kotak 27,5
Total SDP 110x50=5500 SDP/m3
VI. Pembahasan
Sel darah putih (SDP) atau leukosit berasal dari myeloblast (stem cell).
Pembentukan SDP di dalam sumsum tulang, kecuali limfosit yakni di kelenjar
thymus dan bursa ekuivalen. Jumlahleukosit pada orang dewasa normal berkisar
5.000 – 9.000/mm3. Leukosit merupakan unit yangmobil/aktif dari sistem
pertahanan tubuh. Leukosit ini sebagian dibentuk di sumsum tulang(granulosit,
monosit dan sedikit limfosit) dan sebagian lagidi jaringan limfe (limfosit dan sel-
selplasma). Setelah dibentuk, sel-sel ini diangkut dalam darah menuju berbagai
bagian tubuh untukdigunakan. Kebanyakan sel darah putih ditranspor secara khusus
ke daerah yang terinfeksi danmengalami peradangan serius (Guyton, 1997). Fungsi
sel darah putih ini adalah untukmelindungi badan dari infeksi penyakit serta
pembentukan antibodi di dalam tubuh. Jumlah seldarah putih lebih sedikit daripada
sel darah merah dengan perbandingan 1:700.
Jumlah leukosit dipengaruhi oleh umur, penyimpangan dari keadaan basal
dan lain-lain.Pada bayi baru lahir jumlah leukosit tinggi, sekitar 10.000-
30.000/mm3. Jumlah leukosit tertinggipada bayi umur 12 jam yaitu antara 13.000-
38.000/mm3. Setelah itu jumlah leukosit turun secarabertahap dan pada umur 21
tahun jumlah leukosit berkisar antara 4.500-11.000/mm3. Padakeadaan basal
jumlah leukosit pada orang dewasa berkisar antara 5.000-9.0004/mm3.
Jumlahleukosit meningkat setelah melakukan aktifitas fisik yang sedang, tetapi
jarang lebih dari11.000/mm3.
Jenis-jenis sel darah putih berdasarkan bentuk intinya dapat dibedakan
menjadi granulosit dan agranulosit. Granulosit karena memiliki granula di dalam
sitoplasmanya. Granulosit dapat dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu:
a. Neutrofil : granula kecil-kecil berwarna merah muda dan meningkat
jumlahnya pada infeksi karena bakteri.
b. Eosinofil : granula berwarna kemerahan dan jumlahnya meningkat pada
infeksi parasit.
c. Basofil : granula berwarna ungu dan biru, jumlahnya meningkat pada reaksi
alergi.
Agranulosit karena tidak memiliki granula di dalam sitoplasmanya. Agranulosit
dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:
a. Monosit : nukleus tunggal, besar, motil, tercat biru, berfungsi sebagai
fagositik.
b. Limfosit : nukleus tunggal, besar, nonmotil, bulat, tercat biru, berfungsi
memproduksi antibodi.
(Nurcahyo, Heru dan Tri Harjana, 2015: 38).

Praktikum ini dilakukan di Laboratorium Zoologi FMIPA UNY.


Praktikum ini bertujuan untuk menghitung jumlah Sel Darah Putih. Jumlah
naracoba yang digunakan dalam praktikum ini adalah sebanyak 3 orang dengan
membedakan jenis kelamin yakni 2 berjenis kelamin perempuan dan 1 berjenis
kelamin laki-laki. Praktikum ini didasarkan bahwa jumlah sel darah putih sangat
berpengaruh dalam kesehatan tubuh manusia. Sehingga, penghitungan sel darah
putih sangat diperlukan.
Berbeda dengan penghitungan sel darah merah yang menggunakan larutan
hayem sebagai reagennya. Penghitungan sel darah putih menggunakan larutan
turk. Larutan turk adalah larutan yang sejenis dengan larutan Hayem, hanya saja
fungsi dan komposisinya yang berbeda. Larutan ini digunakan untuk pengencer
darah pada saat penghitungan sel darah putih. komposisi larutan turk terdiri dari
larutan gentian violet 1% dalam 1 mL air, asam asetat glacial 1 mL, dan 100 mL
aquadest.
Penghitungannya menggunakan alat yang sama dengan penghitungan sel
darah merah yaitu counting chamber. Akan tetapi, yang membedakan disini
adalah kotak penghitungnya adalah bagian luar dari yang tengah, bukanlah
bagian tengahnya. Dibawah mikroskop perbesaran 40x, sel darah putih nampak
besar dan tidaklah serapat pada penghitungan sel darah merah.
Gambar 1. Plat penghitungan sel darah putih
Dikutip dari Depkes RI (1989).
Bagian plat yang digunakan untuk menghitung adalah bagian bertanda W.
Kotak bertanda W berukuran lebih besar dibandingka dengan kotak yang berada
pada bagian tengahnya. Penghitungannya menggunakan rumus sebagai berikut
: Jumlah SDP/mm3 = (a x 20 x 10) / 4

(Nurcahyo, Heru. 2015 : 39).


Leukosit terdiri dari dua golongan utama, yaitu agranular dan granular.
Leukosit agranular mempunyai sitoplasma yang tampak homogen, dan intinya
berbentuk bulat atau berbentuk ginjal. Leukosit granular mengandung granula
spesifik (yang dalam keadaan hidup berupa tetesan setengah cair) dalam
sitoplasmanya dan mempunyai inti yang memperlihatkan banyak variasi dalam
bentuknya. Terdapat 2 jenis leukosit agranular yaitu; limfosit yang terdiri dari
sel-sel kecil dengan sitoplasma sedikit, dan monosit yang terdiri dari sel-sel yang
agak besar dan mengandung sitoplasma lebih banyak. Terdapat 3 jenis leukosit
granular yaitu neut rofil, basofil, dan asidofil (eosinofil) (Effendi, Z. 2003 dalam
Krishnan, S. 2011).
Leukosit diproduksi dengan kecepatan yang berbeda-beda bergantung
pada perubahan kebutuhan pertahanan dalam tubuh. Semua leukosit pada
dasranya berasal dari se-sel induk yang belum berdeferensiasi (sel-sel batang)
yang sama dengan sel induk yang menurunkan eritrosit dan trombosit. Ada
beberapa sifat penting yang dimilik leukosit: mampu bergerak seperti amuba
dengan membentuk kaki-kaki semu,khemotaksis yaitu mampu bergerak ke arah
luka atau peradangan, fagositosis yaitu mampu memfagosit benda-benda asing
yang masuk ke dalm tubuh misalnya bakteri dan diapedesis yaitu kemampuan
untuk menembus dinding kapiler menuju cairan jaringan.
Sel darah putih berbeda dengan sel darah merah. Selain jumlahnya yang
lebih sedikit daripada sel darah merah, sel darah putih memiliki ukuran yang
lebih besar, memiliki inti sel (nucleus), tidak memiliki hemoglobin, dan tidak
berwarna (bening) kecuali pada bagian granul. Sel darah putih terbagi menjadi
dua yakni granulosit dan agranulosit. Kedua sel darah putih tersebut sebenarnya
memiliki butiran pada kedua sitoplasma yang mengelilingi nucleus. Namun
granula pada granulosit lebih Nampak ketimbang agranulosit (Mader, Sylvia S.
2010: 122).
Leukosit mempunyai peranan dalam pertahanan seluler dan humoral
organisme terhadap zat-zat asingan. Leukosit dapat melakukan gerakan amuboid
dan melalui proses diapedesis leukosit dapat meninggalkan kapiler dengan
menerobos antara sel-sel endotel dan menembus kedalam jaringan penyambung
(Effendi, Z dalam Krishna,S.2011).

Tabel 3. Hasil analisis jumlah sel darah putih


Variabel N Mean Total SDP
Mahasiswa 1 104 26 5200
Mahasiswa 2 143 35,75 7150
Mahasiswa 3 110 27,5 5500

Berdasarkan tabel 3 diatas, nampak bahwa rerata jumlah sel darah putih
dari ke-3 praktikan masih memasuki mabang batas normal. Ambang batas normal
sel darah putih adalah sebesar 4000-11.000 per liter (Ronald A. Sacher dan
Richard A. McPherson. 2000). Kemudian diterangkan pula oleh Nucahyo, Heru
(2015), bahwa sel darah putih pada orang dewasa normal adalah berkisar antara
5000-9000 permm3.
Banyaknya sel darah putih tentu dipengaruhi oleh berbagai faktor baik
internal maupun eksternal. Jumlah sel darah putih sangat dipengaruhi oleh umur,
tingkat strees, pola makan, penyakit dan lingkungan (termasuk cuaca dan musim).
VII. Kesimpulan
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan
sebagai berikut :
1. Untuk menghitung sel darah putih alat yang digunakan sama dengan alat
pada perhitungan sel darah merah, tempat untuk menghitungnya berada di
pojok kanan atas, pojok kiri atas, pojok kiri bawah dan pojok kanan bawah
yang mana pada tiap kota terdapat 16 kotak kecil. Sehingga untuk
menghitung SDP menggunakan rumus : Jumlah SDP/mm3 = (jumlah x 20 x
10) / 4.Pada praktikan berjenis kelamin laki laki rata-rata memilki jumlah
sel darah putih 26 mm3, dan pada praktikan perempuan yang memilki
jumlah sel darah putih 35,75 mm3dan 27,5 mm3 pada tiap kotak nya.
2. Banyaknya sel darah putih tentu dipengaruhi oleh umur, tingkat strees, pola
makan, penyakit dan lingkungan (termasuk cuaca dan musim).
Daftar Pustaka

Dep.Kes RI.1989.Hematologi.Departemen Kesehatan RI: Jakarta.


Mader, Sylvia S. 2010. Human Biology, 11th ed. McGraw-Hill Companies, Inc:
New York.
Nurcahyo, Heru dan Tri Harjana. 2015. Petunjuk Praktikum Fisiologi Hewan.
Yogyakarta : FMIPA UNY.
Ronald A. Sacher dan Richard A. McPherson. 2000. Widmann’s Clinical
Interpretation of Laboratory Tests, 11th ed. Philadelphia : F.A Dacis
Company.