Anda di halaman 1dari 20

Lampiran 1: Daftar Riwayat Hidup

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Nama : Eva Octariani

Tempat/Tanggal Lahir : Tumbang Tarusan, 04 Oktober 1994

Jenis Kelamin : Perempuan

Pekerjaan : Mahasiswa

Alamat : Jln. Lumba-lumba No. 79B

Riwayat Pendidikan :

1) SDN-1 Petak Bahandang 2007


2) SMPN-1 Katingan Hilir Lulus Tahun 2010
3) SMAN-3 Palangka Raya Lulus Tahun 2013
Lampiran 2: Lembar Permohonan Penelitian

LEMBAR PERMOHONAN PENELITIAN

Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Peningkatan Pengetahuan dan


Sikap Lansia Tentang Senam Rematik Dalam Penanganan Nyeri Sendi
Pada Lansia di Posyandu Rindang Banua Wilayah Kerja UPT
Puskesmas Pahandut Palangka Raya

Dengan hormat,
Saya yang bernama Eva Octariani, mahasiswa Program Studi S-1
Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Eka Harap Palangka Raya bermaksud
mengadakan penelitian yang berjudul “Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap
Peningkatan Pengetahuan Dan Sikap Lansia Tentang Senam Rematik Dalam
Penanganan Nyeri Sendi Pada Lansia Di Posyandu Rindang Banua Wilayah Kerja
UPT Puskesmas Pahandut Palangka Raya”. Penelitian ini dilakukan sebagai salah
satu persyaratan untuk memperoleh gelar Sarjana Keperawatan.
Sehubungan dengan hal tersebut, maka saya mohon kesediaan Bapak/Ibu
untuk memberikan jawaban atas pertanyaan yang diberikan dalam bentuk kuesioner.
Keikutsertaan Bapak/Ibu dalam mengisi kuesioner bersifat sukarela dan tidak
berpengaruh pada nilai apapun. Jawaban yang telah Bapak/Ibu berikan akan dijamin
kerahasiannya dan hanya akan digunakan kepentingan penelitian saja. Atas kerja
sama yang baik saya ucapkan banyak terima kasih.

Palangka Raya, April 2017


Pemohon

Eva Octariani
2013.C.05a.0427
Lampiran 3: Formulir Persetujuan Menjadi Responden

FORMULIR PERSETUJUAN MENJADI RESPONDEN

Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Peningkatan Pengetahuan dan


Sikap Lansia Tentang Senam Rematik Dalam Penanganan Nyeri Sendi
Pada Lansia di Posyandu Rindang Banua Wilayah Kerja UPT
Puskesmas Pahandut Palangka Raya

Oleh:
Eva Octariani
2013.C.05a.0427

Saya adalah mahasiswa Program Studi S-1 Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu
Kesehatan Eka Harap Palangka Raya yang akan mengadakan penelitian. Penelitian
ini dilakukan sebagai salah satu kegiatan dalam menyelesaikan tugas akhir pada
pendidikan saya.
Tujuan penelitian ini secara umum adalah untuk mengetahui Pengaruh
Pendidikan Kesehatan Terhadap Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Lansia Tentang
Senam Rematik Dalam Penanganan Nyeri Sendi Pada Lansia di Posyandu Rindang
Banua Wilayah Kerja UPT Puskesmas Pahandut Palangka Raya.
Saya mengharapkan kesediaan Anda untuk menjadi peserta penelitian ini,
saya menjaga kerahasiaan identitas. Data yang didapat hanya digunakan untuk
kepentingan penelitian ini dan tidak akan digunakan untuk maksud lain.
Partisipasi Anda dalam penelitian ini bersifat bebas tanpa adanya paksaan.
Jika Anda bersedia menjadi penelitian, silahkan Anda untuk mengisi identitas
dibawah ini.
Palangka Raya, April 2017

Responden
No. Responden:

(Diisi oleh peneliti)

KUESIONER PENELITIAN
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENINGKATAN
PENGETAHUAN DAN SIKAP LANSIA TENTANG SENAM REMATIK
DALAM PENANGANAN NYERI SENDI PADA LANSIA
DI POSYANDU RINDANG BANUA WILAYAH
KERJA UPT PUSKESMAS PAHANDUT
PALANGKA RAYA

Tujuan Kuesioner

Kuesioner ini dilakukan untuk kepentingan yang dijamin kerahasiaannya dan tidak
digunakan untuk maksud lain.

Petunjuk Pengisian:
1. Isilah data identitas dengan nomor keterangan.
2. Berilah tanda check list (√) pada kotak identitas anda yang benar.
3. Isilah kuesioner ini dengan jujur dan tidak dipengaruhi oleh orang lain.
4. Diisi sendiri oleh responden dan tidak boleh diwakilkan.

I. Identitas Responden

2. Usia :

35-45 tahun 50-60 tahun

46-50 tahun >60 tahun

3. Tingkat pendidikan :

Tidak sekolah

SD atau yang sederajat


SMP atau yang sederajat

SMA atau yang sederajat

Perguruan Tinggi atau yang sederajat.

4. Pekerjaan :

Bekerja :

Ibu Rumah Tangga Swasta

PNS Lainnya..............

Tidak bekerja
5. Apakah anda pernah mendapatkan informasi tentang senam rematik?

Pernah
Tidak pernah
6. Jika pernah sumbernya dari?
Pendidikan
TV/Radio
Majalah
koran
II. Kuesioner Pengetahuan

Petunjuk Pengisian:

Berilah tanda check list (√) pada jawaban yang anda anggap benar dibawah ini.

NO PERTANYAAN BENAR SALAH

1. Apakah manfaat dari senam rematik


daya tahan tubuh menjadi meningkat?

2. Apakah dengan melakukan senam


rematik dapat mengurangi resiko
terjadinya rematik dan nyeri sendi?
3. Apakah lansia yang melakukan senam /
latihan fisik secara teratur tidak dapat
mengurangi penyakit serangan jantung
dan tekanan darah tinggi?
4. Apakah latihan pemanasan lebih baik
dilakukan terlebih dahulu sebelum
melakukan latihan inti?
5. Apakah frekuensi yang ideal senam
yang dilakukan 3-5 kali perminggu
untuk meningkatkan kebugaran tubuh,
otot-otot menjadi lebih kencang dan
tidak kaku serta mencegah terjadinya
nyeri sendi?
6. Apakah dalam melakukan senam
memerlukan waktu lebih dari 1 jam?

7. Apakah lansia yang melakukan senam


akan stress?
8. Apakah dalam melakukan senam
sebaiknya menggunakan pakaian ketat
dan tebal/ yang menghalangi gerakan?
9. Apakah dengan melakukan olahraga
jalan cepat secara teratur dapat
mempertahankan kesehatan dan
kesegaran jasmani lansia?

10. Apakah dengan melakukan olahraga


bersepeda tidak termasuk kedalam
olahraga yang dapat menyehatkan bagi
lansia?

11. Apakah dengan melakukan senam


rematik dapat membuat jantung menjadi
lebih sehat?

12. Apakah saat melaksanakan senam


rematik sebaiknya tidak dipaksakan
agar rasa nyeri tidak bertambah?

13. Apakah latihan pemanasan sangat baik


dilakukan sebelum melakukan gerakan
untuk meningkatkan kerja otot jantung?

14. Apakah latihan senam rematik ditujukan


bagi mereka yang sehat dan klien
rematik yang berada dalam kondisi
normal atau fase tenang?

15. Apakah gerakan senam rematik


mempunyai pengaruh untuk
meringankan nyeri sendi terutama pada
latihan gerak sendi?

16. Apakah latihan senam rematik hanya


dilakukan dengan posisi berdiri saja?
III. Kuesioner Sikap

Petunjuk Pengisian:

Isilah data di bawah ini dengan lengkap. Berilah tanda check list (√) pada kolom yang
tersedia sesuai dengan pendapat anda, di mana Sangat Setuju: SS, Setuju: S, Tidak
Setuju: TS, Sangat Tidak Setuju: STS. Sesuai dengan jawaban anda !
Pernyataan Jawaban Ket.
No
Sangat Setuju Tidak Sangat
setuju setuju tidak
setuju

1. Perasaan saya nyaman


walaupun saya menggunakan
pakaian yang ketat ataupun
kendur dalam melaksanakan
senam.
2. Saya tetap melakukan olahraga
(senam) walaupun saya sudah
lansia karena manfaatnya
sangat bagus untuk tubuh.
3. Saya merasa kemampuan fisik
saya meningkat setelah
melakukan senam (olahraga)
secara teratur.
4. Saya selalu melakukan senam
dimulai dari, gerakan inti,
pemanasan dan pendinginan.
5. Saya merasa kebugaran dan
jantung paru saya meningkat
setelah melakukan 3-5 kali
senam (olahraga) perminggu.
6. Saya merasa dengan melakukan
latihan fisik/ senam lansia tidak
akan meningkatkan kualitas
tidur lansia.

7. Saya merasa olahraga dengan


jalan cepat secara teratur tidak
dapat mempertahankan
kesehatan dan kesegaran
jasmani lansia
8. Saya selalu melakukan
olahraga ringan di rumah
seperti melakukan senam
rematik ( rentang pergerakan
sendi) karena manfaatnya
bagus untuk lansia.
9. Saya selalu melakukan senam
lebih dari 1 jam.
10. Saya merasa senam rematik
adalah suatu latihan fisik untuk
meningkatkan kualitas
kesegaran jasmani dan
mengurangi resiko nyeri sendi
pada lansia.
11. Saat sendi saya terasa nyeri,
saya langsung berobat ke
puskesmas/posyandu
12. Saya merasa senam rematik
sangat penting dilakukan
untuk mencegah terjadinya
nyeri sendi.
13. Saya akan rutin melakukan
senam rematik (seperti 3-5
kali dalam seminggu) agar
mengurangi nyeri sendi.
14. Setiap lansia berhak
memperoleh pendidikan
tentang senam rematik yang
tepat yang dapat digunakan
untuk mencegah terjadinya
nyeri sendi.

Saya merasa senam rematik


15. sangat penting untuk
membantu mengurangi resiko
timbulnya rematik dan nyeri
sendi pada lansia.
16. Saya merasa melakukan terapi
senam rematik dapat dilakukan
sebagai olahraga ringan yang
sangat mudah untuk dilakukan
lansia.
17. Nyeri sendi sangat menganggu
aktivitas dan pekerjaan saya.

18. Saya merasa lansia perlu aktif


melakukan gerakan-gerakan
senam rematik supaya terhindar
dari resiko terjadinya rematik
dan nyeri sendi yang
berkepanjangan.
19. Saya Merasa sangat perlu
aktif dalam mengikuti
kegiatan yang ada di
Posyandu pada saat diadakan
kegiatan senam lansia, salah
satunya senam rematik pada
lansia.
20. Setelah selesai melakukan
senam rematik dan nyeri
berkurang, tidak perlu
dilanjutkan dalam mengikuti
kegiatan senam yang dilakukan
di Posyandu berikutnya.

Kuesioner Sikap dimodifikasi Dari Martini 2013


SATUAN ACARA PENYULUHAN

Topik : Senam Rematik

Sasaran : Lansia

Hari, tanggal : Jumat, 24 Juli 2015

Tempat : Ruangan Dahlia BLUD RS Dr. Doris Sylvanus P. Raya

Waktu : 30 menit

Penyuluh : Mahasiswa Prodi S1 Keperawatan

STIKES EKA HARAP PALANGKA RAYA

1. Tujuan Instruksional Umum


Setelah diberikan penyuluhan diharapkan pasien dan keluarga dapat memahami
tentang pencegahan ulkus dekubitus

2. Tujuan Instruksional Khusus


Setelah diberikan penyuluhan klien dapat :
a. Menyebutkan pengertian ulkus dekubitus
b. Menyebutkan etiologi ulkus dekubitus
c. Menyebutkan klasifikasi ukus dekubitus
d. Menyebutkan manifestasi klinis ulkus dekubitus
e. Menyebutkan penatalaksanaan ulkus dekubitus
f. Menyebutkan pencegahan ulkus dekubitus
3. Materi
a. Pengetian ulkus dekubitus
b. Etiologi ulkus dekubitus
c. Klasifikasi ulkus dekubitus
d. Manifestasi klinis ulkus dekubitus
e. Penatalaksanaan ulkus dekubitus
f. Pencegahan ulkus dekubitus
4. Metode
Ceramah
Tanya jawab
5. Media
Leaflet
6. Evaluasi
a. Bentuk : test lisan
b. Materi test : pengertian ulkus dekubitus, etiologi ulkus dekubitus, klasifikasi
ulkus dekubitus, manifestasi klinis ulkus dekubitus, penatalaksanaan ulkus
dekubitus, dan pencegahan ulkus dekubitus.
c. Kriteria Evaluasi
d. Klien dapat menjelaskan kembali : pengertian ulkus dekubitus, etiologi ulkus
dekubitus, klasifikasi ulkus dekubitus, manifestasi klinis ulkus dekubitus,
penatalaksanaan ulkus dekubitus, dan pencegahan ulkus dekubitus
7. Kegiatan Penyuluhan

No Waktu Kegiatan penyuluh Kegiatan peserta


.
1. 2 menit Pembukaan :

a. Membuka kegiatan dengan a. Menjawab salam.


mengucapkan salam. b. Mendengarkan dan
b. Menjelaskan tujuan dari memperhatikan.
penyuluhan.
c. Menyebutkan materi yang akan
diberikan.

a. Memperhatikan dan
2. 20 Pelaksanaan :
menjawab
menit
Menjelaskan tentang : pertanyaan yang
diajukan.
1. Pengertian ulkus dekubitus
b. Bertanya dan
2. Etiologi ulkus dekubitus
menjawab
3. Klasifikasi ulkus dekubitus
pertanyaan yang
4. Manifestasi klinis ulkus dekubitus
diajukan.
5. Penatalaksanaan ulkus dekubitus
6. Pencegahan ulkus dekubitus

3. 6 menit Evaluasi :

Menanyakan kepada peserta tentang Menjawab pertanyaan


materi yang telah diberikan, meminta
peserta untuk mengulang kembali.

4. 2 menit Terminasi :

a. Mengucapkan terimakasih atas a. Mendengarkan


perhatian peserta b. Menjawab salam
b. Mengucapkan salam penutup.
8. Referensi

Smeltzer, S. 2001. Buku ajar keperawtan medikal bedah. Jakarta: EGC.

Perry & Potter. 2005. Fundamental Keperawatan. Jakarta: EGC.

MATERI PENYULUHAN

1. Pengertian ulkus dekubitus


Dekubitus sering disebut ulkus dermal/ulkus dekubitus atau luka tekan terjadi
akibat tekanan yang sama pada suatu bagian tubuh yang mengganggu sirkulasi
(Harnawatiaj, 2008).
2. Etiologi ulkus dekubitus
a. Tekanan
b. Gesekan dengan kekuatan besar
c. Kelembaban
d. Gesekan
e. Malnutrisi

3. Klasifikasi
a. Derajat 1
Area memerah dan kembali ke kulit normal setalah 20 menit tekanan
dilepaskan.kulit masih utuh tapi area telihat pucat pada awal tekanan
dihilangkan.
b. Derajat 2
Permukaan kulit bagian paling atas hilang ( baik epidermis maupun dermis),
lesi dangkal dengan warna merah pink dan terdapat eschar / blister
(lepuhan).
c. Derajat 3
Deep ulcer menjalar ke dermis dan jaringan sub cutis. Eschar menjalar ke
dermis dan jaringan sub cutis. Eschar putih , abu-abu / kuning terlihat pada
dasar luka, lubang luka memiliki bibir/ tepi , terdapat cairan nanah.
d. Derajat 4
Luka dalam yang menjalar ke otot dan tulang, terdapat bau busuk, eschar
coklat/ hitam dan terdapat cairan nanah.

4. Tanda dan Gejala


a. Stadium Satu
Adanya perubahan dari kulit yang dapat diobservasi. Apabila dibandingkan
dengan kulit yang normal, maka akan tampak salah satu tanda sebagai berikut:
perubahan temperatur kulit (lebih dingin atau lebih hangat), perubahan konsistensi
jaringan (lebih keras atau lunak), perubahan sensasi (gatal atau nyeri). Pada orang
yang berkulit putih, luka mungkin kelihatan sebagai kemerahan yang menetap.
Sedangkan pada yang berkulit gelap, luka akan kelihatan sebagai warna merah yang
menetap, biru atau ungu. Stadium ini umumnya reversibel dan dapat sembuh dalam 5-
10 hari.

Gambar 1.2 Gejala Klinis Stadium 1


b. Stadium Dua
Hilangnya sebagian lapisan kulit yaitu epidermis atau dermis, atau keduanya.
Cirinya adalah lukanya superficial, abrasi, melempuh, atau membentuk lubang
yang dangkal. Stadium ini dapat sembuh dalam 10 - 15 hari.

Gambar 1.3 Gejala Klinis Stadium 2


c. Stadium Tiga
Hilangnya lapisan kulit secara lengkap, meliputi kerusakan atau nekrosis dari
jaringn subkutan atau lebih dalam, tapi tidak sampai pada fascia. Biasanya
sembuh dalam 3-8 minggu.

Gambar 1.4 Gejala Klinis Stadium 3


d. Stadium Empat
Hilangnya lapisan kulit secara lengkap dengan kerusakan yang luas, nekrosis
jaringan, kerusakan pada otot, tulang atau tendon. Adanya lubang yang dalam
serta saluran sinus juga termasuk dalam stadium IV dari luka tekan. Dapat
terjadi artritis septik atau osteomielitis dan sering disertai anemia. Dapat
sembuh dalam 3 - 6 bulan.
Gambar 1.5 Gejala Klinis Stadium 4

Menurut stadium luka tekan diatas, luka tekan berkembang dari permukaan
luar kulit ke lapisan dalam (top-down).Namun menurut hasil penelitian saat ini, luka
tekan juga dapat berkembang dari jaringan bagian dalam seperti fascia dan otot
walapun tanpa adanya adanya kerusakan pada permukaan kulit. Ini dikenal dengan
istilah injuri jaringan bagian dalam (Deep Tissue Injury). Hal ini disebabkan karena
jaringan otot dan jaringan subkutan lebih sensitif terhadap iskemia daripada
permukaan kulit. Kejadian DTI sering disebabkan karena immobilisasi dalam jangka
waktu yang lama, misalnya karena periode operasi yang panjang. Penyebab lainnya
adalah seringnya pasien mengalami tenaga yang merobek (shear).

Jenis luka tekan ini lebih berbahaya karena berkembang dengan cepat
daripada luka tekan yang dimulai dari permukaan kulit. Kebanyakan DTI juga lebih
sulit disembuhkan walaupun sudah diberikan perawatan yang adekuat. NPUAP dan
WOCN (2005) menyimpulkan bahwa DTI masuk ke dalam kategori luka tekan,
namun stadium dari DTI masih diperdebatkan karena stadium yang selama ini ada
merepresentasikan luka tekan yang dimulai dari permukaan menuju kedalam jaringan
(top-down), sedangkan DTI dimulai dari dalam jaringan menuju ke kulit superficial
(bottom-up).
Selama ini perawat sulit untuk mengidentifikasi adanya DTI karena kerusakan
pada bagian dalam jaringan sulit untuk dilihat dari luar. Yang selama ini sering
digunakan sebagai tanda terjadinya DTI pada pasien yaitu adanya tanda trauma yang
dalam atau tanda memar pada jaringan. Pada orang yang berkulit putih, DTI sering
nampak sebagai warna keunguan atau kebiruan pada kulit. Saat ini terdapat metode
yang reliabel untuk mengenali adanya DTI, yaitu dengan menggunakan
ultrasonografi. Bila hasil ultrasonografi menunjukan adanya daerah hypoechoic,
maka ini berarti terdapat kerusakan yang parah pada jaringan bagian dalam, meskipun
tidak ada kerusakan dipermukaan kulit atau hanya minimal.

5. Penatalaksanaan
Prinsip penatalaksanaan ulkus dekubitus adalah:
a. Mengurangi tekanan
b. Perawatan ulkus (cleaning & dressing)
c. Mengatasi nyeri, infeksi dan undernutrition
6. Pencegahan
1. Merubah posisi pasien yang tidak dapat bergerak sendiri, minimal setiap 2
jam sekali untuk mengurangi tekanan
2. Melindungi bagian tubuh yang tulangnya menonjol dengan bahan-bahan
yang lembut (misalnya bantal, bantalan busa)
3. Mengkonsumsi makanan sehat dengan zat gizi yang seimbang
4. Menjaga kebersihan kulit dan mengusahakan agar kulit tetap kering.