Anda di halaman 1dari 8

GEMPA BUMI DAN TSUNAMI DI PALU DAN DONGGALA

Oleh :

Amir Mahmud

NIM : 18102042

S1IF-06-B

Dosen :

Shintia Dwi Alika, M.Pd

PROGRAM STUDI S1 TEKNIK INFORMATIKA


FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI DAN INFORMATIKA
INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM
PURWOKERTO
2018
BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Gempa bumi adalah guncangan yang terjadi di permukaan bumi. Biasanya


gempa bumi terjadi akibat pelepasan energi yang dihasilkan oleh tekanan yang
dilakukan oleh pergerakan lempeng bumi.

Guncangan yang terjadi akibat gempa biasanya mengakibatkan kerusakan parah


pada struktur tanah dan apa yang ada diatasnya seperti rumah dan jalan raya. Kerusakan
bisa bertambah parah jika diikuti tsunami yang diakibatkan gempa yang terjadi dibawah
laut yang menyebabkan gelombang besar yang menerpa daratan.

Kejadian gempa di Donggala-Palu misalnya. Ini merupakan peristiwa gempa


yang disusul oleh tsunami padahal gempa terjadi di darat. Sehingga menjadi menarik
untuk dipelajari untuk mengetahui apa yang menjadi sebab terjadinya suatu gempa dan
kenapa bisa menyebabkan sebuah tsunami di Donggala-Palu.

Pentingnya membahas topik ini adalah karena kita berada di negara yang
memiliki kemungkinan mengalami gempa yang bisa diakibatkan oleh letusan gunung
berapi ataupun pergeseran lempeng bumi sehingga kita perlu tahu mengenai penyebab
dan cara menanggulanginya.

Hal yang dapat dilakukan untuk menanggulangi bencana gempa dan tsunami di
Donggala-Palu salah satunya adalah bersama sama saling membantu dalam
mengevakuasi korban dan membantu distribusi bantuan logistik dan makanan.

2. Rumusan Masalah
1. Apa saja hal yang menyebabkan terjadinya gempa di Palu ?
2. Apa saja akibat yang harus ditanggung masyarakat Palu pasca gempa ?
3. Bagaimana cara kita berkontribusi untuk membantu masyarakat di Palu ?
3. Tujuan
1. Untuk mengetahui penyebab terjadinya gempa di Donggala-Palu.
2. Untuk mengetahui akibat yang ditanggung masyarakat Palu pasca gempa.
3. Untuk mengetahui bagaimana cara kita berkontribusi dalam membantu masyarakat
di Palu.
4. Manfaat
A. Bagi penulis
Menambah wawasan keilmuan yang berkaitan dengan gempa dan cara
mengatasinya serta meningkatkan rasa empati kita terhadap orang yang sedang
terkena musibah.
B. Bagi pembaca
Membuat pembaca menyadari pentingnya memiliki rasa empati terhadap
orang yang sedang tertimpa musibah sehingga saling membantu dan menambah
wawasan berkaitan dengan gempa.
BAB II

PEMBAHASAN

A. PENYEBAB GEMPA

Gempa bumi yang melanda wilayah Sulawesi dan mengakibatkan tsunami yang
melanda pantai barat Pulau Sulawesi bagian utara dengan kedalaman gempa 10 km
yang sumbernya berada 80 km sebelah barat laut kota Palu dengan magnitude 7,4 SR.
Kemudian terjadi gempa susulan di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah dengan
Magnitude terbesar 6,3 SR dan terkecil 2,9 SR.

Keadaan geografis kota Palu yang berkontur rendah dan adanya gempa dangkal
yang dipicu aktivasi sesar geser Palu-Koro menyebabkan wilayah tersebut mudah
terkena tsunami.

Kawasan yang terjadi gempa dilalui oleh patahan aktif yang disebut patahan
matano (Matano Fault) yang memanjang dari timur hingga ke Barat patahan Palu-Koro.
Inilah penyebab getaran gempa hingga skala magnitudo 7,7 SR yang menyebabkan
longsoran bawah laut pada lereng kritis dan menyebabkan tsunami.

B. AKIBAT YANG DISEBABKAN GEMPA DAN TSUNAMI

Gempa dan tsunami yang terjadi di Donggala-Palu memang sangat


memprihatinkan. Banyak warga yang kehilangan anggota keluarganya dalam kejadian
tersebut, kehilangan tempat tinggal. Bahkan ada juga para napi yang melakukan
pembakaran lapas di Sulawesi Tengah karena tuntutan mereka untuk menemui
keluarganya tidak dikabulkan.

Jumlah korban jiwa per 10 Oktober 2018 pukul 13.00 WIB, 2.045 orang
meninggal dunia dengan rincian :

a) Kota Palu 1.636 orang.


b) Donggala 171 orang.
c) Sigi 222 orang.
d) Parigi Moutong 15 orang.
e) Pasangkayu, Sulbar 1 orang.
Gempa dan tsunami juga berdampak pada infrastruktur yang ada, contohnya
Pelabuhan Pantoloan di Palu, porak poranda, terminal rusak dan alat berat tumbang,
Bandara SIS Al-Jufrie, Jembatan Kuning Ponulele luluh lantah, Padamnya Listrik,
hingga Masjid Apung Polo yang roboh dan masuk ke laut.
Selain infrastruktur juga terjadi kelangkaan BBM yang menyebabkan warga
menjarah BBM di SPBU, penjarahan toko, warga berebut makanan di minimarket dan
pasar swalayan karena belum banyak bantuan makanan yang datang dan masih
sedikitnya dapur umum yang didirikan, air berubah menjadi keruh sehingga warga
kekurangan pasokan air bersih untuk sehari hari.
Akibat guncangan gempa bumi, beberapa saat setelah puncak gempa terjadi
muncul gejala likuefaksi (pencairan tanah) yang memakan banyak korban jiwa dan
material. Dua tempat yang paling nyata mengalami bencana ini adalah Kelurahan
Petobo dan Perumnas Balaroa di Kota Palu. Balaroa ini terletak di tengah-tengah sesar
Palu-Koro. Saat terjadinya likuifaksi, terjadi kenaikan dan penurunan muka tanah.
Beberapa bagian amblas 5 meter, dan beberapa bagian naik sampai 2 meter. Di Petobo,
ratusan rumah tertimbun lumpur hitam dengan tinggi 3-5 meter. Terjadi setelah gempa,
tanah di daerah itu dengan lekas berubah jadi lumpur yang dengan segera menyeret
bangunan-bangunan di atasnya. Di Balaroa, rumah amblas, bagai terisap ke tanah.
Adrin Tohari, peneliti LIPI, ada menyebut bahwa di bagian tengah zona Sesar Palu-
Koro, tersusun endapan sedimen yang berumur muda, dan belum lagi
terkonsolidasi/mengalami pemadatan. Karenanya ia rentan mengalami likuefaksi jika
ada gempa besar.
Akibat likuefaksi, ditemukan korban meninggal di Perumnas Balaroa 48 orang,
dan di Petobo 36 orang. Ratusan hektar tanah beserta bangunan rusak, Jalan aspal
terperosok, kebun rusak.

C. CARA BERKONTRIBUSI UNTUK MEMBANTU KORBAN

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk membantu korban bencana alam, salah
satunya banyak organisasi yang memberikan kesempatan kepada warga ataupun
mahasiswa untuk membantu korban bencana dengan donasi uang atau bahkan
mengajak untuk menjadi anggota kelompok yang terjun langsung ke lapangan
membantu masyarakat yang menjadi korban bencana.
Banyak juga pihak lain yang membantu untuk memulihkan keadaan di Donggala-
Palu, terutama pihak luar negeri yang turut membantu penanggulangan bencana gempa
dan tsunami. Ada 18 negara sahabat yang berniat membantu, bantuan disesuaikan
kebutuhan yang diperlukan. Contohnya bantuan penyediaan pesawat C130 dari
Singapura, Malaysia, Korea Selatan, India dan Amerika Serikat. Jepang dan Qatar
menyumbang genset. India menyumbang tenda dan genset. Jepang dan India
menyumbang petugas medis dan perlengkapan kesehatan. Bantuan juga ditawarkan
oleh Raja Salman, Presiden Turki dan Perdana Menteri Australia. Bantuan tersebut
dilakukan sampai fase rekonstruksi.
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Gempa bumi dan tsunami di Donggala dan Palu adalah peristiwa gempa
berkekuatan 7,4 SR yang diikuti dengan tsunami yang melanda pantai barat Pulau
Sulawesi bagian utara pada tanggal 28 September 2018, pukul 18.02 WITA.
Kawasan gempa dilalui oleh patahan aktif yang disebut patahan matano (Matano
Fault) yang memanjang dari timur hingga ke Barat patahan Palu-Koro yang
menghasilkan getaran gempa hingga skala magnitudo 7,7 SR, menyebabkan longsoran
bawah laut pada lereng kritis dan menyebabkan tsunami.
Akibat yang ditanggung masyarakat Donggala dan Palu seperti kekurangan
pasokan air bersih, kekurangan makanan dan minuman, bahan bakar minyak,
kehilangan anggota keluarga, tempat tinggal. Banyak juga infrastruktur penting yang
mengalami kerusakan seperti bandara, pelabuhan, jembatan, dan jalur listrik.
Bantuan yang bisa dilakukan adalah lewat donasi yang disediakan organisasi
amal yang banyak beredar disekitar kita. Bantuan juga datang dari negara sahabat yang
membantu meringankan penderitaan masyarakat yang terkena gempa dan tsunami.

B. SARAN
Demikianlah pokok bahasan tentang Gempa dan tsunami Palu-Donggala yang
dapat kami paparkan, Harapan kami makalah ini dapat bermanfaat untuk kita semua.
Penulis menyadari makalah ini masih jauh dari sempurna, Oleh karena itu saran dan
kritik yang membangun sangat diharapkan agar makalah ini dapat disusun menjadi
lebih baik lagi dimasa yang akan datang.
DAFTAR PUSTAKA

 Republika, 2018, Fenomena Likuifaksi dan Tenggelamnya Rumah-Rumah di Petobo,


https://www.republika.co.id/berita/nasional/news-analysis/18/10/02/pfy47b409-fenomena-
likuifaksi-dan-tenggelamnya-rumahrumah-di-petobo, Diakses pada tanggal 30 Oktober 2018
pukul 19:00.
 Safitri, Eva, 2018, Korban Meninggal Bencana Sulteng Jadi 2.045 Jiwa,
https://news.detik.com/berita/d-4250423/korban-meninggal-bencana-sulteng-jadi-2045-jiwa,
Diakses pada tanggal 30 Oktober 2018 pukul 19:00.
 Tribunnews, 2018, Aksi Warga Palu Jarah Barang Toko Disoroti Media Jepang,
Mendagri Tjahja Kumolo Beri Penjelasan,
http://www.tribunnews.com/nasional/2018/10/01/aksi-warga-palu-jarah-barang-toko-disoroti-
media-jepang-mendagri-tjahja-kumolo-beri-penjelasan, Diakses pada tanggal 30 Oktober 2018
pukul 19:00.
 Afriyadi , Achmad Dwi, 2018, Infrastruktur yang Rusak Akibat Gempa Donggala dan
Tsunami di Palu, https://finance.detik.com/infrastruktur/d-4236140/infrastruktur-yang-rusak-
akibat-gempa-donggala-dan-tsunami-di-palu, Diakses pada tanggal 30 Oktober 2018 pukul
19:00.
 JawaPos, 2018, Penjelasan Badan Geologi ESDM Penyebab Gempa Palu yang Picu
Tsunami, https://www.jawapos.com/nasional/humaniora/29/09/2018/penjelasan-badan-
geologi-esdm-penyebab-gempa-palu-yang-picu-tsunami, Diakses pada tanggal 30 Oktober
2018 pukul 19:00.
 CNN Indonesia, 2018, Kenali Penyebab Gempa Donggala dan Tsunami Palu,
https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20180929053140-199-334182/kenali-penyebab-
gempa-donggala-dan-tsunami-palu, Diakses pada tanggal 30 Oktober 2018 pukul 19:00.
 Ashari, Muhammad, 2018, 18 Negara Bantu Penanggulangan Bencana Gempa-
Tsunami Palu, www.pikiran-rakyat.com/nasional/2018/10/02/18-negara-bantu-
penanggulangan-bencana-gempa-tsunami-palu-430970, Diakses pada tanggal 30 Oktober
2018 pukul 19:00.