Anda di halaman 1dari 5

Tugas PPKN

Nama : Eka Wulandari


Kelas/Abs : IX H / 08

SMPN 2 WONOSOBO
Tugas PPKN (KD 4)
Pertanyaan!
1. Jelaskan pengertian persatuan dan kesatuan!
2. Urutan prinsip-prinsip persatuan dan kesatuan dalam keberagaman
suku,agama,ras,dan antargolongan!
3. Diskripsi kan bentuk keberagaman masyarakat Indonesia di pandang dari:
a. Suku bangsa
b. Adat istiadat
c. Agama
4. Diskripsi kan pengaruh keberagaman masyarakat Indonesia:
a. Dampak Positif
b. Dampak negatif
5. Jelaskan pengertian konflik!
6. Diskripsi kan bentuk konflik pada masyarakat Indonesia berdasarkan jenisnya!
7. Diskripsi kan penyebab konflik dalam masyarakat!
8. Diskripsi kan akibat positif yang ditimbulkan oleh terjadinya konflik!
9. Diskripsi kan upaya pencegahan konflik yang bersifat SARA!

Jawaban:
1. Persatuan berarti perkumpulan dari berbagai komponen yang membentuk menjadi
satu. Kesatuan merupakan hasil perkumpulan tersebut yang telah menjadi satu dan
utuh. Dengan demikian persatuan dan kesatuan mengandung arti bersatunya
macam-macam corak yang beraneka ragam menjadi satu kebulatan yang utuh dan
serasi.
2. Prinsip-prinsip persatuan dan kesatuan
a. Prinsip Bhineka Tunggal Ika
Prinsip ini mewajibkan kita untuk bersatu sesuai dengan makna dari Bhineka
Tunggal Ika itu sendiri, yaitu walaupun berbeda-beda tetapi merupakan satu
kesatuan
b. Prinsip Nasionalisme Indonesia
Nasionalisme merupakan paham yang mencintai tanah air, adanya
kesiapsiagaan dari warga negara untuk membela tanah air nya.
c. Prinsip kebebasan yang bertanggung jawab
Manusia Indonesia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang maha esa,yang
memiliki kebebasan dan tanggung jawab tertentu pada dirinya,
sesamanya,dan dalam hubungannya dengan Tuhan yang maha esa.
d. Prinsip Wawasan Nusantara
Wawasan Nusantara merupakan cara pandang bangsa Indonesia tentang
dirinya dan lingkungan nya yang merupakan satu kesatuan ideologi, politik,
ekonomi,sosial budaya,dan pertahanan keamanan.
e. Prinsip Persatuan Pembangunan untuk Mewujudkan Cita-cita Reformasi
Kita harus dapat mengisi kemerdekaan serta melanjutkan pembangunan
menuju masyarakat yang adil dan makmur sebagai cita-cita bangsa di era
reformasi.
3. Bentuk keberagaman masyarakat Indonesia
a. Suku Bangsa
Walaupun memiliki satu bangsa yang beraneka ragam,kita tetap satu
bangsa,tanah air, dan bahasa, yaitu Indonesia.
b. Adat Istiadat
Adat merupakan peraturan tentang perbuatan manusia yang lazim dilakukan
sejak nenek moyang dan diikuti oleh keturunan nya. Adat yang telah
melembaga,disebut adat istiadat.
c. Agama
Pemerintah menetapkan agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan
Konghuchu sebagai agama resmi penduduk Indonesia.
4. Pengaruh keberagaman masyarakat Indonesia
a. Dampak positif
- terciptanya integritas nasional
- Menjadi sarana untuk memajukan pergaulan antarsuku, agama,
budaya, dan golongan
- Dapat memperkaya khazanah budaya bangsa
b. Dampak negatif
- Terjadinya konflik dalam masyarakat
- Munculnya sikap primordialisme, yaitu pandangan yang berpegang
teguh pada hal-hal yang dibawa sejak kecil baik mengenai tradisi,
adat istiadat, kepercayaan, maupun segala sesuatu yang ada di
lingkungan pertama
- Munculnya sikap etnosentrisme, yaitu suatu pandangan yang
menganggap bahwa suku bangsanya sendiri lebih unggul
dibandingkan dengan suku lainnya
- Fanatisme yang berlebihan, yaitu paham yang berpegang teguh
secara berlebihan terhadap keyakinan sendiri sehingga menganggap
salah terhadap keyakinan yang lain
5. Konflik berasal dari kata kerja Latin configere yang berarti saling memukul. Secara
sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih
(bisa juga kelompok) di mana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain
dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.
6. Bentuk konflik berdasarkan jenisnya:
a. Konflik antarsuku, yaitu pertentangan antara suku yang satu dengan suku
yang lain.
b. Konflik antaragama, yaitu pertentangan antara kelompok yang dimiliki
keyakinan atau agama yang berbeda.
c. Konflik antar ras, yaitu pertentangan antara ras yang satu dengan ras yang
lain. Yang dapat terjadi karena sikap rasialis, yaitu memperlakukan orang
berbeda-beda berdasarkan ras.
d. Konflik antargolongan, yaitu pertentangan antara kelompok atau golongan
dalam masyarakat.
7. Penyebab konflik dalam masyarakat
a. Gejala menguatnya etnosentrisme kelompok. Etnosentrisme berasal dari kata
etnos yang berarti suku sedangkan sentrisme berarti titik pusat. Dengan
demikian, etnosentrisme memiliki arti perasaan suatu kelompok dimana
kelompoknya merasa dirinya paling baik, paling benar, paling hebat sehingga
mengukur kelompok lain dengan nilai dan norma kelompoknya sendiri.
b. Stereotip terhadap suatu kelompok, yaitu anggapan yang dimiliki terhadap
suatu kelompok yang bersifat tidak baik.
c. Hubungan antarpenganut agama yang kurang harmonis. Sikap fanatik yang
berlebihan terhadap keyakinan masing-masing, dapat menimbulkan sikap
tidak toleran terhadap keyakinan agama lain.
d. Hubungan antara penduduk asli dan penduduk pendatang yang kurang
harmonis dapat menimbulkan berbagai masalah dalam masyarakat yang
beragam.
8. Dampak positif terjadinya konflik
- Bertambah kuatnya rasa solidaritas kelompok
- Memperjelas aspek-aspek kehidupan yang belum jelas atau belum
tuntas untuk ditelaah.
- Memungkinkan adanya penyesuaian kembali norma-norma dan
nilai-nilai, serta hubungan-hubungan sosial dalam kelompok yang
bersangkutan sesuai dengan kebutuhan individu atau kelompok.
- Merupakan jalan untuk mengurangi ketergantungan antarindividu
dan antarkelompok.
- Dapat membantu menghidupkan kembali norma-norma lama dan
menciptakan norma-norma yang baru.
- Dapat berfungsi sebagai sarana untuk mencapai keseimbangan
antara kekuatan-kekuatan dalam masyarakat.
- MemunculkanMemunculkan sebuah kompromi baru apabila pihak
yang berkonflik dalam kekuatan yang seimbang.
9. Upaya pencegahan konflik yang bersifat SARA
Upaya mengatasi konflik dapat dilakukan dengan cara:
 Secara Preventif, artinya upaya dilakukan untuk mencegah terjadinya
masalah sebelum masalah terjadi. Hal itu dapat dilakukan dengan
mengembangkan sikap toleransi, kerjasama, latihan bersama, dsb
 Secara Represif adalah upaya mengatasi masalah pada saat atau setelah
terjadi masalah, seperti penangkapan, pembubaran paksa, dsb.
 Secara Kuratif, merupakan upaya tindak lanjut atau penanggulangan akibat
masalah yang terjadi. Cara ini bertujuan untuk mengatasi dampak dari
masalah yang terjadi.
 Mengembangkan sikap saling menghargai dan menghormati berbagai
keberagaman di masyarakat.
 Menerima keanekaragaman budaya sebagai bagian budaya bangsa.