Anda di halaman 1dari 15

Penerapan Elastisitas dalam kehidupan sehari-hari

Posted by febrian hamidi


Sep 30 2010

Dalam kehidupan sehari-hari sebenarnya kita sering melukakan aktifitas-aktifitas


yang bersangkutan dengan penerapan ilmu fisika, baik kita sadari maupun tidak.
Berikut ini adalah beberapa penerapan ilmu fisika dalam kehidupan sehari-hari
khususnya dalam penerapan Elastisitas.

Kita mulai dari teknologi yang sering kita gunakan, yaitu sepeda motor atau
mobil.

Pegas yang digunakan sebagai peredam kejutan pada kendaraan sepeda motor.
Istilah kerennya pegas digunakan pada sistem suspensi kendaraan bermotor.
Tujuan adanya pegas ini adalah untuk meredam kejutan ketika sepeda motor yang
dikendarai melewati permukaan jalan yang tidak rata. Ketika sepeda motor
melewati jalan berlubang, gaya berat yang bekerja pada pengendara (dan gaya
berat motor) akan menekan pegas sehingga pegas mengalami mampatan. Akibat
sifat elastisitas yang dimilikinya, pegas meregang kembali setelah termapatkan.
Perubahan panjang pegas ini menyebabkan pengendara merasakan ayunan. Dalam
kondisi ini, pengendara merasa sangat nyaman ketika sedang mengendarai sepeda
motor. Pegas yang digunakan pada sepeda motor atau kendaraan lainnya telah
dirancang untuk mampu menahan gaya berat sampai batas tertentu. Jika gaya
berat yang menekan pegas melewati batas elastisitasnya, maka lama kelamaan
sifat elastisitas pegas akan hilang. Agar pegas sepeda motor dapat awet muda,
maka sebaiknya jangan ditumpangi lebih dari tiga orang. Perancang sepeda motor
telah memperhitungkan beban maksimum yang dapat diatasi oleh pegas (biasanya
dua orang).

Pegas bukan hanya digunakan pada sistem suspensi sepeda motor tetapi juga pada
kendaraan lainnya, seperti mobil, kereta api. Pada mobil, terdapat juga pegas pada
setir kemudi. Untuk menghindari benturan antara pengemudi dengan gagang setir,
maka pada kolom setir diberi pegas. Berdasarkan hukum I Newton (Hukum
Inersia), ketika tabrakan terjadi, pengemudi (dan penumpang) cenderung untuk
terus bergerak lurus. Nah, ketika pengemudi bergerak maju, kolom setir tertekan
sehingga pegas memendek dan bergeser miring. Dengan demikian, benturan
antara dada pengemudi dan setir dapat dihindari.

Karet Ketapel

Nah, contoh yang sangat sederhana dan mungkin sering kita temui adalah ketapel.
Ketika hendak menembak burung dengan ketapel misalnya, karet ketapel terlebih
dahulu diregangkan (diberi gaya tarik). Akibat sifat elastisitasnya, panjang karet
ketapel akan kembali seperti semula setelah gaya tarik dihilangkan.
Kasur Pegas

Contoh lain adalah kasur pegas. Ketika kita duduk atau tidur di atas kasur pegas,
gaya berat kita akan menekan kasur. Karena mendapat tekanan maka pegas kasur
termampatkan. Akibat sifat elastisitasnya, kasur pegas meregang kembali. Pegas
akan meregang dan termampat, demikian seterusnya. Akibat adanya gaya gesekan
maka suatu saat pegas berhenti bergerak. Kita yang berada di atas kasur merasa
sangat empuk akibat regangan dan mampatan yang dialami oleh pegas kasur.

Dinamometer

Dinamometer, sebagaimana tampak pada gambar di samping adalah alat pengukur


gaya. Biasanya digunakan untuk menghitung besar gaya pada percobaan di
laboratorium. Di dalam dinamometer terdapat pegas. Pegas tersebut akan
meregang ketika dikenai gaya luar. Misalnya anda melakukan percobaan
mengukur besar gaya gesekan. Ujung pegas dikaitkan dengan sebuah benda
bermassa. Ketika benda ditarik, maka pegas meregang. Regangan pegas tersebut
menunjukkan ukuran gaya, di mana besar gaya ditunjukkan oleh jarum pada skala
yang terdapat pada samping pegas.

Timbangan

Timbangan yang kita gunakan untuk mengukur berat badan (dalam fisika, berat
yang dimaksudkan di sini adalah massa) juga memanfaatkan bantuan pegas.
Hidup kita selalu ditemani oleh pegas. Neraca pegas yang digunakan untuk
mengukur berat badan, terdapat juga neraca pegas yang lain

Penerapan elastisitas benda padat pada konstruksi bangunan

Pada pembahasan mengenai tarikan, tekanan dan geseran, kita telah belajar
mengenai perubahan bentuk pada setiap benda padat akibat adanya tegangan yang
dialami benda tersebut. Ketika sebuah benda diberikan gaya luar maka akan
timbul gaya dalam alias gaya internal pada benda itu sendiri.

Salah satu pemanfaatan sifat elastisitas benda padat dalam konstruksi bangunan
adalah berkaitan dengan teknik memperluas ruangan. Berikut ini beberapa cara
yang digunakan oleh ahli bangunan dalam memperluas ruang sebuah bangunan .
Mari kita bahas satu persatu….

Tiang dan Balok penyanggah pada pintu

Setiap rumah atau bangunan lainnya pasti memiliki pintu atau penghubung
ruangan yang bentuknya seperti gambar di bawah. Kebanyakan bangunan
menggunakan batu dan bata sebagai bahan dasar (disertai campuran semen dan
pasir).
Persoalannya, batu dan bata sangat lemah terhadap tarikan dan geseran walaupun
kuat terhadap tekanan. Misalnya, jika batu dan bata ditumpuk (disusun secara
vertikal) dalam jumlah banyak, batu dan bata tidak mudah patah (bentuknya tetap
seperti semula). Dalam hal ini batu dan bata sangat kuat terhadap tekanan. Tetapi
jika batu dan bata mengalami tegangan tarik dan tegangan geser, batu dan bata
mudah patah. Oleh karena itu digunakan balok untuk mengatasi masalah ini.
Balok mampu mengatasi tegangan tarik, tegangan tekan dan tegangan geser. Jika
kita amati balok penyanggah pada pintu rumah, tampak bahwa balok tersebut
tidak berubah bentuk. Sebenarnya terdapat perubahan bentuk balok, hanya
perubahannya sangat kecil sehingga tidak tampak ketika dilihat dari jauh. Bagian
atas balok mengalami mampatan akibat adanya tegangan tekan yang disebabkan
beban di atasnya, sedangkan bagian bawah balok mengalami pertambahan
panjang (akibat tegangan tarik). Tegangan geser terjadi di dalam balok.

MAKALAH PEGAS

PENDAHULUA

Latar Belakang

Perkembangan teknologi dewasa ini sudah sangat pesat salah satunya di bidang
otomotif. Kenyamanan dan keamanan pengendara menjadi faktor utama disamping
kehandalan dari mesin mobil itu sendiri. Hal ini mendorong industri-industriotomotif
bersaing untuk menghasilkan suatu produk otomotif yang berkualitas. Kenyamanan dan
keselamatan pengendara kendaraan bermotor khususnya kendaraan roda empat harus
terjamin baik secara langsung maupun tidak langsung. Hal ini dimaksudkan agar
pengemudi tidak mengalami gangguan yang dapat mengakibatkan cedera atau rasa sakit
selama mengendarai kendaraan. Salah satu komponen yang berperan penting dalam
memberikan kenyamanan terhadap pengendara kendaraanbermotor adalah
pegas.Pegas adalah suatu komponen yang berfungsi untuk menerima beban dinamis
dan memberikan kenyamanan dalam berkendara[1]. Oleh karena itu, material pegas
harus memiliki kekuatan elastik tinggi dan diimbangi juga dengan ketangguhan yang
tinggi. Hal ini disebabkan kondisi pembebanan yang diterima oleh pegas tersebut. Salah
satu jenis pegas yang umum digunakan pada kendaraan bermotor roda empat adalah
pegas daun. Pegas daun yang telah lama digunakan akan mengalami penurunan kualitas
sifat mekanik dikarenakan beban dinamis yang terjadi pada komponen ini. Penurunan
kualitas sifat mekanik ini menyebabkan pegas tersebut tidak layak digunakan karena
akan membuat kondisi tidak nyaman bagi pengendara. Melalui penelitian ini akan
dilakukan rekondisi material pegas daun, hal ini diharapkan dapat menjadi solusi
peningkatan kekuatan dan ketangguhan pada pegas daun yang telah terpakai. Untuk
mengembalikan sifat mekanik pegas tersebut maka akan dilakukan perlakuan panas
yang meliputi quenching dan 2 tempering pada temperatur dan waktu penahanan
tertentu. Efek dari temperatur tempering yang bervariasi akan diamati melalui uji
mikrostruktur sedangkan sifat mekanik akan dianalisa melalui uji kekuatan tarik dan uji
kekerasan, untuk mengetahui komposisi kimia dan jenis baja pegas akan dilakukan uji
komposisi kimia. Melalui rekondisi material diharapkan mampu memanfaatkan kembali
penggunaan pegas daun pada kendaraan bermotor, sehingga lebih hemat dalam
perawatan dan mereduksi biaya suku cadang. Sifat mekanik material pegas yang
direkondisi diprediksikan mampu memenuhi kembali standar kelayakan awal dan
mempunyai umur pemakaian yang relatif sama.

Macam-macam pegas yang di bahas.

1. Pegas Daun
2. Pegas Koil
3. Pegas Batang Torsi (Puntir)

4. Pegas Spiral
5. Pegas pada klep
Pembahasan pegas

Pegas berfungsi untuk menghilangkan getaran karoseri yang ditimbulkan oleh pukulan
jalan pada roda. Selain itu juga menjamin roda tetap menapak pada jalan.

Pemegasan pada kendaraan dihasilkan oleh: ban pegas suspensi dan pegas tempat
duduk.

Massa tak terpegas (A), meliputi:Roda, rem, aksel dan pegas bagian bawah.Massa
terpegas (B), meliputi: Bodi dan semua komponen yang melekat pada bodi, penumpang
barang dan pegas bagian atas.

Kendaraan semakin nyaman jika massa tak terpegas semakin ringan

1. Pegas Daun

Pegas daun adalah komponen yang berfungsi untuk meredam kejutan yangditimbulkan
permukaan jalan. Pegas jenis ini mampu menerima beban yang lebih besar bila dibandingkan dengan
pegas lainnya seperti pegas koil dan pegas torsi. Olehkarena itu, pegas daun banyak digunakan pada
sistem suspensi belakang padakendaraan.Kerjanya : bila roda-roda belakang menerima kejutan dari
permukaan jalan makaditeruskan ke rumah poros belakang yang mengakibatkan pegas daun
terjadipemanjangan atau pegas berubah bentuk dari elips mendekati lurus (pemegasan pegasdaun)
yang konstruksinya dilengkapi dengan ayunan pegas.Untuk memperhalus proses pemegasan pegas
daun yang berlebihan makasuspensi ini dilengkapi peredam getaran yang dipasangkan di antara
penopang pegasdaun dengan frame.Komponen utama pegas daun dan fungsinya meliputi :

Pemeriksaan pegas daun :

a. Dalam keadaan terlepas dan bersih lembaran pegas tidak retak atau pada ujung –
ujungnya tidak terjadi keausan yang berlebihan.
b. Ujung- ujung pegas daun tidak terjadi keausan yang berlebihan

Sifat – sifat:

 Konstruksi sederhana

 Dapat meredam getaran sendiri (gesekan antara daun pegas)

 Berfugsi sebagai lengan penyangga (tidak meme

 lukan lengan, memanjang – melintang)

Aksel depan / belakang, tanpa / dengan penggerak roda.

Konstruksi Pegas Daun

Pegas daun yang umumnya digunakan pada mobil adalah bentuk semielliptikal

seperti ditunjukkan pada Gambar 2-1. Pegas daun ini terbentuk dari

sejumlah pelat-pelat (berbentuk seperti daun). Daun-daun ini biasanya mempunyai

ciri dilengkungkan sehingga daun-daun itu akan melayani untuk melentur menjadi

lurus oleh karena kerja beban.


Gambar2-1 Pegas Daun Semieliptikal

Daun-daun itu disatukan bersama oleh sabuk seperti gelang yang disusutkan

melingkarinya pada posisi tengah atau dengan baut yang menembusnya di tengah.

Sabuk tersebut menggunakan efek kuat dan kokoh, oleh karena itu panjang efektif

pegas untuk melentur akan menjadi panjang keseluruhan pada pegas dikurangi lebardari
sabuk. Dalam hal sabuk tengah (centre bolt), dua per tiga jarak di antar pertengahan
sabuk-U (U-bolt) akan dikurangi dari panjang keseluruhan pegas agar

mendapatkan panjang efektif. Pegas ditumpukkan pada rumah poros dengan

menggunakan sabuk-U.Daun yang lebih panjang dikenal sebagai daun utama (main leaf
atau masterleaf) dengan ujung dibentuk menyerupai lubang mata yang mana di pasang
denganbaut untuk mengikat pegas pada tumpuannya. Biasanya pada mata tersebut,
pegasdisematkan pada sengkang (shackle), yang juga diberikan bantalan yang terbuat
dari

Gambar2-1 Pegas Daun Semieliptikalbahan anti gesekan seperti perunggu (bronze) atau
karet (rubber). Daun pegas yanglainnya dikenal sebagai graduated leaves. Agar
mencegah terjadinya gesekan ataudesakan pada daun yang berbatasan, ujung-ujung
dari graduated leaves diatur dalam

bermacam-macam bentuk seperti diperlihatkan oleh Gambar 2-1. Daun utama akan
melawan beban-beban lentur vertikal dan juga beban-beban yang disebabkan bagian
samping kendaraan dan torsi, oleh karena adanya tegangan disebabkan oleh
bebanbeban ini, sudah menjadi kebiasaan memberikan dua daun dengan panjang penuh
dan blok bantalan pada daun tersusun (graduated leaves) seperti ditunjukkan pada

Gambar2-1. Jepitan pantul (rebound clips) diletakkan pada posisi pertengahan panjang
pegas, sehingga susunan daun-daun juga ikut andil menghantarkan tegangan pada daun
panjang penuh (full length leaves) ketika pegas memantul. Tetapi karena kondisi
pemebebanan ini tidak saja pada kondisi statik melainkan juga bekerja pada kondisi
beban dinamik, maka pengecekan kekuatan bahan akibat beban kombinasi diatas harus
juga dilakukan dalam keadaan pembebanan dinamis. Sehingga teori-teori kegagalan
material yang dipakai pun juga memakai standart kemanan static dan aman secara
dinamik. Kekuatan Lelah bahan

Dalam kehidupan kita sehari – hari sering kita menjumpai suatu komponen

yang rusak walaupun tanpa menerima beban yang cukup berarti. Namun komponen
tersebut telah dipakai dalam kurun waktu tertentu dengan jam kerja kontinu yang cukup
lama. Akhirtnya walupun secara pembebanan komponen tersebut telah menerima apa
yang dikenal dengan beban lelah. Yang mana kekuatan suatu bahan yang dikenai beban
lelah ini akan menjadi berkurang atau bahkan bisa dibawah harga kekuatan luluhnya.
Secara umum kekuatan lelah suatu bahan dapat dituliskan dalam bentuk Sn =
Cs.Cr.Cd.Kf(Syield)

2. Pegas Koil

Komponen ini berfungsi untuk menyerap kejutan/gaya yang diakibatkan dari permukaan
jalan tidak rata, penempatannya diantara lower arm dan upperr arm. Pemeriksaan
pegas koil dalam keadaan terlepas dan bersih pastikan tidak ada bagian yang retak atau
aus, ukur tinggi bebas pegas sesuai dengan buku manual sesuai dengan jenis mobil yang
diperiksa .batas limit = 273 mm.

Pengujian pegas koil dalam keadaan pegas koil terlepas ukur tinggi bebas
pegas,kemudian tekan pegas dengan beban tertentu.

Ukur kembali tinggi bebas pegas , bila ukuran kurang dari batas limit spesifikasi sesuai
yang ditentukan maka pegas perlu diganti, dan sebaliknya

Catatan :
a. Bila pegas lemah dapat dirasakan ada kejutan tidak normal saat kendaraan
melewati jalan yang rata.

b. Bila pegas lemah, maka keausan ban menjadi tidak normal

Pada saat pemegasan, batang pegas koil menerima beban puntir dan lengkung
Sifat-sifat:

 Langkah pemegasan panjang

 Tidak dapat meredam getaran sendiri

 Tidak dapat menerima gaya horisontal (perlu lengan-lengan)

 Energi beban yang diabsorsi lebih besar daripada pegas daun

 Dapat dibuat pegas lembut

Penggunaan Pada suspensi independen dan aksel rigid

3.Pegas Batang Torsi (Puntir)

Pada saat pemegasan, pegas menerima beban puntir


Sifat – sifat:

 Memerlukan sedikit tempat

 Energi yang diabsorsi lebih besar daripada pegas lain

 Tidak mempunyai sifat meredam getaran sendiri

 Dapat menyetel tinggi bebas mobil

 Langkah pemegasan panjang

 Mahal

Penggunaan:

Suspensi Independen
4. Pegas Spiral

Pegas spiral itu dibuat dari batang pegas khusus yang dilingkarkan membentuk spiral dengan jalan
memanaskannya. Setelah terbentuk kemudian dipanaskan secara hati- hati untuk disepuh.Ujung yang
satu dibuat sedemikian rupa guna dipasang pada bagian rangka, sedang ujunglainnya untuk dipasang
pada sumbu atau kelengkapan suspensi menurut kebutuhan.

di sini pelapis karet sangat diperlukan untuk menahan getaran yang terjadi, lihat
gambar2.15. Kedua ujungnya duduk pada piring dudukan (Mounting).Pegas spiral sangat
praktis untuk suspensi mobil, karena ringan, murah, tidak memakanbanyak tempat,
tidak ada gesekan dalam. Kekurangannya karena tidak ada kekakuan yanglatent ke arah
samping, sehingga memerlukan batang-batang kontrol, sendi-sendi,
untukmengendalikan roda.

Gambar2.15
5. Pegas pada klep
Pegar klep atau pir katup pada mesin memiliki peranan penting , sebagai penekan klep
agar menutup sehingga kompresi mesin tidak sampai bocor.

Pir klep pada kondisi bebas atau tanpa tekanan memiliki panjang sesuai spesifikasi
pabrik, apabila panjangnya kurang dari spesifikasi pabrik maka pir klep/pegas katup
wajib ganti daripada mesin nanti mengalami kebocoran kompresi.

Cara mengukur panjang pir klep bisa kita lakukan menggunakan jangka
sorong/kaliper/sketmat.

Untuk panjang pir klep mesin 2E (starlet): 4,51mm.

Perhitungan pegas yang di gunakan pada kendaraan


Untuk pegas yang tersusun seri sebagaimana gambar di bawah ini.

Untuk pegas yang tersusun paralel layaknya gambar aplikasi berikut :

Karena kedua pegas mendapatkan beban yang sama maka berlaku

y1=y2= sementara F1+F2 sebab kedua pegas tersebut membagi dua beban yang
diterimanya.

Menjadikan W (beban) = F1 + F2

sehingga =
=

karena maka

Secara dist