Anda di halaman 1dari 7

JEEE-U (Journal of Electrical and Electronic Engineering-UMSIDA), vol. 1, No.

1 2017

Perencanaan Sistem Pentanahan Tenaga


Listrik Terintegrasi Pada Bangunan

Jamaaluddin1); Sumarno2) peralatan listrik atau jaringan terhadap petir, yang


1,2)
Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah berupa gangguan hubung singkat ke tanah.
Sidoarjo Untuk keperluan peningkatan kehandalan sistem
Jamaaluddin.dmk@gmail.com tenaga listrik pada suatu bangunan, maka dilakukan
interkoneksi antara sistem penangkap petir, sistem
Abstrak - Syarat kehandalan dan keamanan pentanahan peralatan dalam bangunan dengan
merupakan suatu hal yang mutlak diperlukan sistm pentanahan tenaga listriknya. Sebagaimana
dalam melakukan rancang bangun instalasi ditunjukkan pada Gambar 1:
Sistem Tenaga Listrik. Untuk mendapatkan Sistem Penangkap Petir yang terinterkoneksi
kehandalan dan keamanan pemakaian Tenaga dengan sistem Pentanahan Peralatan berikut Sistem
Listrik pada Bangunan harus ada suatu Pentanahan Tenaga Listriknya terintegrasi pada
interkoneksi yang baik antara Sistem suatu Bar Plate yang terletak pada Bak kontrol.
Penangkap Petir (Lightning System), Rancang Bangun Sistem tersebut diatas sangat
Pentanahan perangkat elektronika yang ada diperlukan agar supaya didapatkaan Sistem
pada bangunan dan Pentanahan Sistem Tenaga pentanahan yang baik yang sangat berpengaruh
Listrik (Grounding System) nya. Interkoneksi Nilai Tahanan Tanahnya. Perangkat elektronika
ketiga sistem tersebut dilakukan pada suatu Bar yang berada di dalam bangunan aman terhadap
Plate yang terletak pada Bak Kontrol, dengan tegangan lebih maupun tegangan kejut akibat
nilai indikasi keamanan yang baik dan sistem gangguan jaringan / petir.
yang handal apabila pada titik Bar Plate yang
berada pada Bak Kontrol tersebut mempunyai
nilai di bawah 1 Ω. Dengan mempergunakan
rumus Dwight di dapatkan nilai tahanan
pentanahan Sistem Tenaga Listrik pada tanah
liat sebagai contoh menunjukkan pada
kedalaman Copper Rod 1 m sudah mempunyai
nilai 0,72 Ω. Sehingga dengan melakukan
interkoneksi yang baik antara Sistem
Penangkap Petir (Lightnig System), Pentanahan
Perangkat Elektronik dan Pentanahan Sistem
Tenaga Listrik (Grounding System) pada suatu
bangunan maka akan di dapatkan Sistem
Tenaga Listrik yang handal dan aman. Gambar. 1.
Interkoneksi Sistem Penangkal Petir,
Kata kunci : Sistem Penangkap Petir, Pentanahan Perangkat elektronik dan Sistem
Pentanahan Peralatan Elektronik, Pentanahan Pentanahan Tenaga Listrik
Sistem Tenaga Listrik.
Interkoneksi sistem ini di tuntaskan dengaan
I. PENDAHULUAN pentanahan sistem tenaga listrik.. Baik gangguan
Hal yang perlu diperhatikan dalam kehandalan yang muncul karena petir atau tegangan kejut
beroperasinya sistem kelistrikan dan keamanan jaringan pada perangkat akan ter eliminasi dengan
pada manusia yang berada disekitarnya adalah mempergunakan sistem pentanahan yang baik.
Sistem Pentanahan Tenaga Listrik. Sistem Sistem penangkap petir, sistem ini terdiri dari 3
pentanahan merupakan sistem pengamanan bagian besar, yaitu Splitten (Penangkap petir),
terhadap gangguan yang sering terjadi pada Down Conductor (Penghantar ke bawah) dan
koneksi ke Bar Plat yang ada pada Bak kontrol.
29
JEEE-U (Journal of Electrical and Electronic Engineering-UMSIDA), vol. 1, No. 1 2017

Sebuah bangunan gedung agar terhindar dari Penelitian yang pernah dilakukan oleh ahli
bahaya sambaran petir dibutuhkan nilai tahanan kelistrikan, mengenai sistem pentanahan Sistem
pentanahan < 5 Ω [3], sedangkan untuk pentanahan Tenaga Listrik sebagai berikut :
peralatan-peralatan elekronika dibutuhkan nilai 1. Dengan cara mengasumsikan bahwa lapisan
tahanan pentanahan < 3 Ω bahkan beberapa tanah tediri atas lapisan-lapisan yang
perangkat membutuhkan nilai tahanan pentanahan mempunyai nilai tahanan jenis berbeda, maka
< 1 Ω.[3]. dalam memilih dan memasang sistem
Pentanahan sistem elektronika dalam bangunan pentanahan perlu diketahui kondisi - kondisi
dilakukan dengan melakukan koneksi perangkat pada lapisan tanah yang dalam. Mengingat
elektronika dengan penghantar Ground yang keterbatasan dari alat-alat pengukuran tahanan
terpasang pada panel SDP (Sub Distribution Panel). tanah untuk menyelidiki kondisi spesifik tanah
Penghantar Grounding yang berada pada SDP tersebut, maka dikembangkan suatu metode atau
dikoneksikan dengan Penghantar Ground yang pola pemikiran yang menggambarkan nilai
berada ada MDP (Main Distribution Panel). tahanan jenis tanah pada kedalaman tertentu[1].
Penghantar Ground yang berada pada MDP 2. Apabila struktur dari tanah dianggap homogen
dikoneksikan dengan bar plate yang berada pada maka tahanan elektroda untuk 1 batang rod akan
Bak Kontrol. semakin kecil bila elektroda tersebut ditanam
Untuk mengatasi tegangan kejut yang tersebar semakin jauh dari permukaan tanah. Untuk 2
melalui fasa jaringan listrik diperlukan peralatan batang elektroda, bila jarak antara keduanya
Pentanahan yang dinamakan Arrester. Dimana menjadi lebih besar dari panjang elektroda,
Arrester ini mempunyai dua sisi koneksi, yaitu sisi maka nilai tahanan pentanahan akan menjadi
primer yang dikoneksikan dengan jaringan fasa semakin kecil. Bilamana jumlah elektroda
listrik, lalu sisi sekunder yang dikoneksikan dengan semakin banyak maka tahanannya semakin
penghantar Ground kecil, baik pada tanah yang homogen maupun
Pentanahan tenaga listrik yang dikoneksikan tak homogeny[2].
dengan kedua sistem diatas, dipasang bermula pada 3. Elektrode batang dimasukkan tegak lurus ke
bar plate yang berada di Bak Kontrol di koneksikan dalam tanah dan panjangnya disesuaikan
dengan Copper Rod atau Copper Plate yang dengan resistans pembumian yang diperlukan
ditanam ke dalam tanah. (lihat Tabel 3.18-2). Resistans pembumiannya
Perlu Rancangan secara khusus untuk Coper Rod sebagaian besar tergantung pada panjangnya
dan Copper Plate yang ditanam ke dalam tanah dan sedikit bergantung pada ukuran
berikut pemasangan konfigurasi yang dibutuhkan penampangnya. Jika beberapa elektrode
untuk mencapai syarat keamanan nilai tahanan diperlukan untuk memperoleh resistans
pentanahan pada suatu area tertentu. pembumian yang rendah, jarak antara elektrode
tersebut minimum harus dua kali panjangnya.
II LANDASAN TEORI Jika elektrode tersebut tidak bekerja efektif pada
Nilai Tahanan pentanahan pada suatu tempat seluruh panjangnya, maka jarak minimum
berbeda – beda yang disebabkan oleh : komposisi antara elektrode harus dua kali panjang
tanah, kandungan air tanah, kelembapan tanah dan efektifnya[3].
juga jenis tanah yang terdiri atas tanah liat , tanah 4. Sistem pentanahan yang baik, apabila diukur
rawa, tanah pasir, tanah kerikil, tanah ladang dan beda potensialnya antara titik nol jaringan
tanah berbatu. Hal ini mempengaruhi nilai tahanan dengan grounding mempunyai nilai tegangan
pentanahan dan berpengaruh pada hantaran tidak lebih dari 5 volt.
listriknya[1].

Tabel. 1. Resistansi Pembumian pada resistans jenis


rho 1 = 100 Ωm. diambil dari tabel. 3.18.-2 [3]
Jenis elektrode Batang atau pipa
Panjang (m) 1 2 3 5
Resistansi Pembumian (Ohm) 70 40 30 20

30
JEEE-U (Journal of Electrical and Electronic Engineering-UMSIDA), vol. 1, No. 1 2017

Menurut IEEE Std 142™-2007 4 [5], tujuan tahanan pentanahan yang rendah.Nilai tahanan
sistem pembumian adalah: tanah sangat bervariasi. Hal ini tergantung
1. Membatasi besarnya tegangan terhadap pada iklim, kandungan elektrolit dan jenis
bumi agar berada dalam batasan yang tanahnya.
diperbolehkan. Metode pentanahan dalam hal ini yang dipakai
2. Menyediakan jalur bagi aliran arus yang adalah Driven Ground, yaitu menanamkan
dapat memberikan deteksi terjadinya batang elektroda tegak lurus ke dalam tanah
hubungan yang tidak dikehendaki antara atau beberapa buah batang yang merupakan
konduktor sistem dan bumi. Deteksi ini kelompok elektroda biasanya berdiameter ¾
akan mengakibatkan beroperasinya inchi sampai dengan 2 inchi, dan panjangnya
peralatan otomatis yang memutuskan antara 3 meter sampai 15 meter.
suplai tegangan dari konduktor tersebut.
Tabel. 2. Tahanan jenis beberapa jenis
Oleh karenanya pemasangan elektrode tanah
pentanahan yang baik dan sesuai dengan Diambil dari (3.18.3.1. PUIL, 2000)
standard akan memperoleh hasil – hasil
sebagaimana telah disebutkan diatas. Jenis Tanah Tahanan Jenis
Elektroda pentanahan yang akan dipergunakan (Ω.m)
adalah Copper Rod (Tembaga pejal) dengan Tanah Rawa 30
diameter 5/8 inch atau 15.89 mm dengan Tanah Liat dan Ladang 100
panjang 4 m. Pasir Basah 200
Metode-metode yang digunakan dalam Kerikil Basah 500
mereduksi nilai R untuk elektroda batang
Pasir dan Kerikil Kering 1000
pembumian, telah direkomendasikan menurut
Tanah berbatu 3000
IEEE Std. 142-1982 [5] yaitu :
1. Penambahan jumlah batang pembumian.
Nilai tahanan pentanahan untuk beberapa jenis
2. Memperpanjang ukuran batang pembumian.
tanah berbeda. Hal ini dikarenakan karena
3. Membuat perlakuan terhadap tanah (soil
struktur tanah yang berlainan antara satu jenis
treatment) terbagi atas :
tanah dengan jenis tanah yang lain. Tanah
a. Metode bak ukur (Container
lempung mempunyai nilai tahanan pentanahan
Method).
yang rendah, ini disebabkan oleh
b. Metode parit (Trench Method).
komposisinya yang mempunyai bentuk
4. Menggunakan batang Pembumian khusus.
partikel halus sehingga mudah untuk
5. Metode kombinasi.
menyerap air atau mineral – mineral lain dan
kemudian menyimpannya. Sifat inilah yang
Nilai tahanan tanah bisa diketahui dengan
menyebabkan tanah lempung memiliki nilai
mempergunakan persamaan sebagai berikut :
tahanan jenis rendah bila dibandingkan
dengan jenis tanah lainnya seperti tanah pasir
{ } dan tanah berbatu. Secara lebih jelas dapat
dilihat dari tabel. 2.
Dimana :
R = Tahanan pasak ke tanah (Ohm). Penelitian ini bertujuan untuk :
ρ = Tahanan tanah rata – rata (Ohm – 1. Memahami interkoneksi Sistem penangkap
Cm). petir, sistem pentanahan peralatan
L = Panjang pasak ke tanah (cm). elektronika di dalam bangunan dengan
a = Jari – jari penampang pasak (cm). pentanahan sistem tenaga listrik. Sehingga
apabila terjadi tegangan gangguan petir,
Rumus Dwight diatas menunjukkan, bahwa atau terjadi gangguan tegangan kejut
tahanan tanah merupakan faktor kunci yang jaringan atau sebab yang lain akan segera
menentukan tahanan elektroda dan pada dimankan dengan melakukan pentanahan
kedalaman berapa elektroda tersebut harus sistem tenaga listrik.
ditanam di dalam tanah untuk memperoleh
29
JEEE-U (Journal of Electrical and Electronic Engineering-UMSIDA), vol. 1, No. 1 2017

2. Memahami sistem pentanahan tenaga Tester 4105 A. Sedangkan spesifikasi alat


listrik bangunan dengan mempergunakan yang dipergunakan untuk mengukur tahanan
batang elektroda (Copper-Rod), dengan pentanahan adalah sebagai berikut :
harapan didapatkan nilai tahanan a) Merk : KYORITSU
pentanahan < 1 Ω. b) Jenis : Digital Earth Resistance
3. Mengetahui metode apa yang dipakai Tester 4105A
untuk menurunkan nilai tahanan c) Alat ini berfungsi untuk
pentanahan pada jenis tanah pasir dan menampilkan nilai tahanan
kerikil kering. pentanahan yang terukur dengan
4. Mendapatkan nilai pentanahan tenaga kemampuan mengukur sampai 1999
listrik yang baik agar bisa Ω (ohm). Skema gambar Earth
dioperasionalkan secara baik dan aman Resistance Tester ini ditunjukan pada
untuk mahluk hidup yang ada disekitarnya. gambar .2.
5. Menambah sumber bacaan tentang sistem
pentanahan, utamanya yang bersifat teknis Gambar.2. Earth Resistance Tester
dilapangan dan menjadi bahan acuan bagi (Diambil dari Manual Instruction : Digital
penelitian selanjutnya. Earth Tester 4105 A)
6. Menambah manfaat pada bidang ketenaga
listrikan baik pada perumahan dan industri.

III. METODOLOGI PENELITIAN


Dilakukan penentuan titik dimana elektrode
pentanahan akan ditanam. Dalam melakukan
penanaman elektroda bisa diupayakan pada
titik yang mudah untuk menanam / tidak
terbentur dengan batu atau kerikil. Jika masih 1. LCD penampil nilai ukur.
membentur dengan kerikil yang keras atau 2. Simbol baterai dalam keadaan lemah.
batu, maka bisa dipindahkan ke titik 3. LED indicator (berwarna hijau).
sampingnya. 4. Tombol uji untuk mengunci.
Untuk memudahkan penanaman elektroda 5. Terminal pengukuran.
bisa dibantu dengan mempergunakan
penyiraman air pada titik tersebut. Setelahnya Langkah – langkah pelaksanaan penelitian
dilakukan pengukuran tahanan pentanahan adalah :
dengan mempergunakan Digital Earth 1. Mempersiapkan elektroda pentanahan dan
Resistance Tester 4105 A. dalam berbagai alat – alat bantu pemasangannya.
macam kedalaman pentanahan. 2. Dilakukan pengecekan tegangan baterai
Elektrode pentanahan dalam penelitian ini dengan menghidupkan Digital Earth
mempergunakan tembaga pejal (Copper Rod) Resistance Tester . Jika layar tampak
dengan diameter 5/8 inchi = 15.89 mm bersih tanpa simbol baterai lemah berarti
sepanjang 4 m. Copper rod ini ditanam ke kondisi baterai dalam keadaan baik. Jika
dalam tanah mulai kedalaman 1 m dan layar menunjukkan simbol baterai lemah
ditambah 0.5 m pengukuran. atau bahkan layar dalam keadaan gelap
Jikalau pada penanaman elektroda pentanahan berarti baterai perlu diganti.
sampai habis (4 m) masih belum didapatkan 3. Membuat rangkaian pengujian seperti pada
hasil pentanahan yang diinginkan (<1 Ohm), gambar 3. dengan menanam elektroda
maka dapat dilakukan menanam elektroda utama dan elektroda bantu. Menanam
pentanahan pada samping elektroda elektroda dengan memukul kepala
pentanahan yang sudah tertanam (di pararel), elektroda menggunakan martil, jika
sehingga akan di dapatkan nilai pentanahan menjumpai lapisan tanah yang keras
yang lebih kecil dari pada sebelumnya. sebaiknya jangan memaksakan penanaman
Pada tiap – tiap kedalaman dilakukan elektroda.
pengukuran tahanan pentanahannya dengan
mempergunakan alat Digital Earth Resistance
30
JEEE-U (Journal of Electrical and Electronic Engineering-UMSIDA), vol. 1, No. 1 2017

Gambar. 3. Skematik pemasangan Gambar.4. Diagram Alur Penelitian


elektroda pentanahan dan elektroda bantu
untuk proses pengukuran tahanan tanah. Mulai
(Diambil dari Manual Instruction : Digital
Earth Tester 4105 A)
Penentuan Titik yang akan
dipasang copper rod

Pemasangan
/penambahan copper
Rod

Dilakukan pengukuran
Tahanan copper rod
4. Menentukan jarak antar elektroda bantu
minimal 5 meter dan maksimal 10 meter.
5. Mengukur tegangan tanah dengan dengan
mengarahkan range switch ke earth Sudah memenuhi
<1Ω
voltage dan pastikan bahwa nilai indikator
10 V atau kurang. Jika earth voltage
bernilai lebih tinggi dari 10 V diperkirakan
akan terjadi banyak kesalahan dalam nilai Dilakukan pembandingan
pengukuran tahanan. dengan hasil perhitungan
6. Mengecek penghubung atau penjepit pada
elektroda utama dan elektroda bantu
dengan mensetting range switch ke 2000Ω
Selesai
dan tekan tombol ” PRESS TO TEST ”.
Jika tahanan elektroda utama terlalu tinggi
atau menunjukkan simbol ” . . . ” yang
Sesudahnya hasil pengukuran tahanan
berkedip-kedip maka perlu dicek
pentanahan dengan menggunakan Digital
penghubung atau penjepit pada elektroda
Earth Tester tersebut dibandingkan dengan
utama.
hasil perhitungan mempergunakan rumus
7. Melakukan pengukuran. Mensetting range
Dwight (Persamaan no. 1 diatas). Secara
switch ke posisi yang diinginkan dan tekan
diagram dapat dilihat pada diagram alur
tombol ” PRESS TO TEST ” selama
seperti Gambar 4 diatas :
beberapa detik.
8. Mencatat nilai ukur tahanan yang muncul
IV. HASIL PENELITIAN
dari Digital Earth Resistance Tester.
Pengukuran yang dilakukan dengan tahapan –
9. Mengembalikan posisi tombol ” PRESS
tahapan diatas, dengan menempatkan posisi
TO TEST ” ke posisi awal.
elektroda bantu (P) pada posisi antara 0 – 5 m
10. Melakukan pengujian tahanan untuk
tepatnya pada posisi 5 m dari elektroda
kedalaman elektroda yang berbeda dengan
pentanahan (E), dan menempatkan posisi
langkah 3, 7, 8, 9.
elektroda bantu (C) pada posisi 5 – 10 m
11. Perubahan kedalaman elektroda utama
tepatnya pada posisi 10 m dari elektroda
adalah sebesar 0.5 m pada tiap tiap
pentanahan (E) atau 4 m dari posisi elektroda
pengukuran.
bantu (P), dengan mengubah kedalaman
elektroda pentanahan.[4]

Dimana :
R = Tahanan pasak ke tanah (Ohm).
ρ = 100 (Ohm – Cm).(dicontohkan
perhitungan untuk Jenis tanah liat).
L = 100 (cm).
31
JEEE-U (Journal of Electrical and Electronic Engineering-UMSIDA), vol. 1, No. 1 2017

a = 15.89 (mm) = 1.59 (cm). dengan jenis tanah yang dipergunakan untuk
menancapkan alat pentanahan.
dengan mengubah nilai kedalaman elektroda
pentanahan (Nilai L), maka didapatlah hasil
perhitungan sebagaimana termaktub pada Kesimpulan
tabel. 3: 1. Dengan melakukan interkoneksi yang baik
pada sistem Penangkap Petir (Lightning
Tabel. 3. Hasil Perhitungan Nilai Tahanan System, Sistem pentanahan alat alat
Pentanahan elektronika di dalam gedung dan
pentanahan Sistem Tenaga Listrik, maka
Nilai akan di dapatkan Pemakaian dan
NO kedalaman H. hitung pemanfaatan Sistem Tenaga Listrik yang
Handal dan aman.
1 100,00 0,72 2. Dengan melakukan pentanahan Sistem
Tenaga Listrik yang baik akan diperoleh
2 150,00 0,52
nilai Tahanan Pentanahan Tenaga Listrik
3 200,00 0,42
dengan nilai di bawah 1 Ω, dan ini akan
4 250,00 0,35 memberikan dampak keamanan manusia
5 300,00 0,32 dari efek tegangan langkah yang muncul
6 350,00 0,26 akibat sambaran petir yang diketanahkan.
3. Pada hasil perhitungan tahanan pentanahan
dengan mempergunakan Rumus Dwight,
Gambar.5. Grafik Hasil Perhitungan Nilai pada kedalaman elektroda pentanahan
Tahanan Pentanahan sedalam 100 cm adalah sebesar 0,72
Ω.sudah memenuhi persyaratan tehanan
pentanahan yang baik.

Daftar Pustaka
[1] Pabla, A.S. 1994. Sistem Distribusi Daya
Listrik. Erlangga. Jakarta.

[2] Tadjuddin, 2000. Penerapan SistemGrid


Tak Simetri pada Pentanahan Gardu
Induk Bulukamba. Available at http
www.elektroindonesia.com/ elektro.
Diakses 26 Juni 2005.
Dari data pada tabel 3, tampak terjadi
[3] Badan Standarisasi Nasional (BSN), 2000,
penurunan nilai tahanan pentanahan pada tiap
Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2000
penurunan kedalaman. Pada kasus ini
(PUIL 2000).
dicontohkan mempergunakan media tanah liat
sebagai tempat penanaman Copper Rod.
[4]Wahyono, Budhi Prasetiyo, 2013.
Dengan mempergunakan media Tanah liat di
ANALISA PENGARUH JARAK DAN
dapatkan hasil perhitungan sebagaimana pada
KEDALAMAN TERHADAP NILAI
tabel 3, bahwa pada kedalaman penanaman
TAHANAN PEMBUMIAN DENGAN 2
copper rod 1 m sudah mendapatkan nilai
ELEKTRODA BATANG, Prosiding SNST
Tahanan Pentanahan sebesar 0,72 Ω. Semakin
ke-4 Tahun 2013 Fakultas Teknik
dalam akan memiliki nilai tahanan pentanahan
Universitas Wahid Hasyim Semarang
semakin rendah. Sampai pada kedalaman 3 m
maka tahanan pentanahan akan memiliki nilai
[5]IEEE Standard 142, “IEEE Recommended
tahanan pentanahan sebesar 0,26 Ω.
Practice For Grounding Of Industrial
Untuk jenis – jenis tanah yang lain dapat
And Comercial Power Sistem”, vol. 11,
mempergunakan nilai ρ yang disesuaikan

32
JEEE-U (Journal of Electrical and Electronic Engineering-UMSIDA), vol. 1, No. 1 2017

American National Standar Institute,


USA,1982.

33