Anda di halaman 1dari 8

KELOMPOK 5

NAMA ANGGOTA :
 ALFITO RAHMAN
 BABOGI IKALAWANG
 MAHESA AFREDINATA
 THOMAS HANI HESTON
KATA PENGANTAR
Puji syukur marilah kita panjatkan kepada tuhan yang maha
esa, yang mana telah memberi kesehatan kepada kami, sehingga
kami dapat menyelesaikan makalah prakarya tentang salah satu
tanaman serealia yaitu padi. Berkat kerja keras kami dari kelompok 5
dapat menyusun makalah ini dengan teratur, kami dari kelompok 5
berterima kasih kepada guru pembimbing kami, yaitu ibu Arpinaini,
S.Pd, yang telah membimbing kami dalam pembuatan makalah
tentang padi ini. Kami dari kelompok 5 mohon maaf jika ada
kesalahan kata-kata maupun informasi dalam makalah ini.
ASAL MULA PADI
Padi (bahasa latin: Oryza sativa L.) merupakan salah satu tanaman
budidaya terpenting dalam peradaban. Padi diduga berasal dari India atau
Indocina dan masuk ke Indonesia dibawa oleh nenek moyang yang migrasi dari
daratan Asia sekitar 1500 SM. Hingga saat ini padi sudah tersebar hampir di
semua daerah asia, negara-negara dengan penghasil padi yang banyak seperti
Vietnam, China, dan lain-lain. Sedangkan perkembangan penghasilan padi di
Indonesia masih belum bisa berkembang, hal ini terbukti dengan kegiatan
indonesia yang masih sering mengimport padi dari luar negeri, meskipun
indonesia adalah penghasil terbesar ketiga padi di dunia setelah China dan
India

Setelah mengetahui asal usul tanaman padi, kita akan mengenal lebih
dalam tentang bagaimana cara kita mengolah padi dari proses penanaman
sampai pengolahan setelah panen.

A.Persiapan media tanam


Media tanam untuk menanam padi haruslah disiapkan minimal dua
minggu sebelum penanaman. Tanah harus dipastikan bebas dari gulma dan
rumput liar. Jika sudah bebas dari tanaman liar, basahi tanah dengan air lalu
lakukan pembajakan. Pembajakan dilakukan untuk mempersiapkan tanah
dalam keadaan lunak dan gembur serta cocok untuk penanaman. Di zaman
modern ini pembajakan tidak lagi dilakukan dengan mencangkul tetapi dengan
menggunakan sapi ataupun traktor. Setelah melalui pembajakan, kembali
genangi media tanam dengan air. Air diberikan dalam jumlah banyak untuk
menutupi seluruh lahan dengan ketinggian hingga 10 cm. Biarkan air pada
media tanam terus menggenang.
B. Pemilihan bibit
Bibit pada tanaman padi harus melalui pengujian terlebih dahulu untuk
menentukan kualitasnya. Setelah dua jam periksalah benih tersebut. Cara
menanam benih padi yaitu dengan Pemeriksaan benih dilakukan dengan
mengidentifikasi perubahan pada benih. Jika terdapat lebih dari 90 butir benih
atau lebih dari 90% benih mengeluarkan kecambah, maka artinya benih
tersebut berkualitas unggul dan bermutu tinggi. Setelah menentukan benih
yang akan dijadikan bibit, maka dapat dilakukan persemaian segera

C.Persemaian
Persemaian dilakukan setelah menentukan bibit yang unggul. Bibit
unggul tersebut kemudian akan disemai di wadah persemaian. Wadah
persemaian terlebih dahulu harus disiapkan. Kebutuhan wadah semai
diberikan dalam perbandingan sebesar 1 : 20. Misalkan akan menggunakan
lahan sawah sebesar 1 hektar maka wadah persemaiannya sekitar 500 m2.
Lahan pada wadah persemaian haruslah juga berair dan berlumpur. Berikan
pupuk urea dan pupuk TSP pada lahan persemaian dengan dosis masing-
masing 10 gr per 1 m2. Jika lahan persemaian sudah siap, sebarkan benih yang
telah berkecambah dengan merata.

D.Penanaman
Proses penanaman dilakukan setelah benih pada proses persemaian
telah tumbuh daun sempurna sebanyak tiga hingga empat helai. Jangka waktu
dari persemaian ke bibit siap tanam umumnya sekitar 12 hingga 14 hari saja.
Jika sudah siap tanam, pindahkan bibit dari lahan semai ke lahan tanam.
Pemidahan dilakukan dengan hati-hati dan tidak merusak tanaman.
Penanaman dilakukan pada lubang-lubang tanam yang telah disiapkan. Khusus
untuk tanaman padi dalam satu lubang dapat ditanam dua bibit sekaligus.
Penanaman dilakukan dengan memasukkan bagian akar membentuk huruf L
agar akar dapat tumbuh dengan sempurna. Kedalaman bibit ditanam pun
ditentukan berkisar pada rentang 1 cm hingga 15 cm. Masa penanaman padi
lebih baik dilakukan dua kali dalam setahun berdasarkan masa penanamannya
yang ideal.
E.Perawatan lahan
Perawatan dilakukan dengan tiga hal yaitu penyiangan, pengairan, dan
pemupukan. Penyiangan dilakukan dengan menjaga kebersihan lahan dari
tanaman pengganggu. Penyiangan harus dilakukan rutin setiap periode waktu
tertentu. Bisa dilakukan dua minggu sekali atau tiga minggu sekali. Pengairan
diberikan sesuai kebutuhan. Seperti pada tanaman lainnya, pastikan tidak ada
kekurangan atau kelebihan air. Selanjutnya untuk pemupukan, dilakukan
pertama kali setelah tanaman padi berusia satu minggu. Jenis pupuk yang
diberikan adalah pupuk urea dengan dosis 100 kg per hektar dan pupuk TPS
dengan dosis 50 kg per hektar. Pemupukan selanjutnya dilakukan setelah 25
hari hingga 30 hari setelah penanaman. Diberikan kembali pupuk urea dengan
dosis 50 kg per hektar dan pupuk Phonska dengan dosis 100 kg per hektar.

F.Pencegahan hama dan penyakit


Pencegahan hama dan penyakit dapat kita lakukan dengan pestisida
maupun dengan cara alami.

Macam-macam hama yang menyerang padi:


 Penggerek batang padi putih ("sundep", Scirpophaga innotata)
 Penggerek batang padi kuning (S. incertulas)
 Wereng batang punggung putih (Sogatella furcifera)
 Wereng coklat (Nilaparvata lugens)
 Wereng hijau (Nephotettix impicticeps)
 Lembing hijau (Nezara viridula)
 Walang sangit (Leptocorisa oratorius)
 Ganjur (Pachydiplosis oryzae)
 Lalat bibit (Arterigona exigua)
 Ulat tentara/Ulat grayak (Spodoptera litura dan S. exigua)
 Tikus sawah (Rattus argentiventer)
G.Pemanenan
Pemannenan kita lakukan dengan menggunakan mesin atau dengan cara
manual untuk memanen padi. Cara kita memanen padi tergantung dengan
cara masing-masing.

H.Pengolah Padi pasca panen


Setelah padi dipanen, bulir padi atau gabah dipisahkan dari jerami padi.
Pemisahan dilakukan dengan memukulkan seikat padi sehingga gabah terlepas
atau dengan bantuan mesin pemisah gabah. Gabah yang terlepas lalu
dikumpulkan dan dijemur. Pada zaman dulu, gabah tidak dipisahkan lebih dulu
dari jerami, dan dijemur bersama dengan merangnya. Penjemuran biasanya
memakan waktu tiga sampai tujuh hari, tergantung kecerahan penyinaran
matahari. Penggunaan mesin pengering jarang dilakukan. Istilah "Gabah Kering
Giling" (GKG) mengacu pada gabah yang telah dikeringkan dan siap untuk
digiling. (Lihat pranala luar). Gabah merupakan bentuk penjualan produk padi
untuk keperluan ekspor atau perdagangan partai besar.

Gabah yang telah kering disimpan atau langsung ditumbuk/digiling,


sehingga beras terpisah dari sekam (kulit gabah). Beras merupakan bentuk
olahan yang dijual pada tingkat konsumen. Hasil sampingan yang diperoleh
dari pemisahan ini adalah:

 sekam (atau merang), yang dapat digunakan sebagai bahan bakar


 bekatul, yakni serbuk kulit ari beras; digunakan sebagai bahan makanan
ternak, dan
 dedak, campuran bekatul kasar dengan serpihan sekam yang kecil-kecil;
untuk makanan ternak.

Beras dapat dikukus atau ditim agar menjadi nasi yang siap dimakan. Beras
atau ketan yang ditim dengan air berlebih akan menjadi bubur. Pengukusan
beras dapat juga dilakukan dengan pembungkus, misalnya dengan anyaman
daun kelapa muda menjadi ketupat, dengan daun pisang menjadi lontong, atau
dengan bumbung bambu yang disebut lemang (biasanya dengan santan). Beras
juga dapat diolah menjadi minuman penyegar (beras kencur) atau obat balur
untuk mengurangi rasa pegal (param).
I. Keanekaragaman genetik padi

Hingga sekarang ada dua spesies padi yang dibudidayakan manusia secara
massal: Oryza sativa yang berasal dari Asia dan O. glaberrima yang berasal dari
Afrika Barat.

Pada awal mulanya Oryza sativa dianggap terdiri dari dua subspesies, indica
dan japonica (sinonim sinica). Padi japonica umumnya berumur panjang,
postur tinggi namun mudah rebah, lemmanya memiliki "ekor" atau "bulu" (Ing.
awn), bijinya cenderung membulat, dan nasinya lengket. Padi indica,
sebaliknya, berumur lebih pendek, postur lebih kecil, lemmanya tidak ber-
"bulu" atau hanya pendek saja, dan bulir cenderung oval sampai lonjong.
Walaupun kedua anggota subspesies ini dapat saling membuahi, persentase
keberhasilannya tidak tinggi. Contoh terkenal dari hasil persilangan ini adalah
kultivar 'IR8', yang merupakan hasil seleksi dari persilangan japonica (kultivar
'Deegeowoogen' dari Formosa) dengan indica (kultivar 'Peta' dari Indonesia).
Selain kedua varietas ini, dikenal varietas minor javanica yang memiliki sifat
antara dari kedua tipe utama di atas. Varietas javanica hanya ditemukan di
Pulau Jawa.

Kajian dengan bantuan teknik biologi molekular sekarang menunjukkan


bahwa selain dua subspesies O. sativa yang utama, indica dan japonica,
terdapat pula subspesies minor tetapi bersifat adaptif tempatan, seperti aus
(padi gogo dari Bangladesh), royada (padi pasang-surut/rawa dari Bangladesh),
ashina (padi pasang-surut dari India), dan aromatic (padi wangi dari Asia
Selatan dan Iran, termasuk padi basmati yang terkenal). Pengelompokan ini
dilakukan menggunakan penanda RFLP dibantu dengan isozim. Kajian
menggunakan penanda genetik SSR terhadap genom inti sel dan dua lokus
pada genom kloroplas menunjukkan bahwa pembedaan indica dan japonica
adalah mantap, tetapi japonica ternyata terbagi menjadi tiga kelompok khas:
temperate japonica ("japonica daerah sejuk" dari Cina, Korea, dan Jepang),
tropical japonica ("japonica daerah tropika" dari Nusantara), dan aromatic.
Subspesies aus merupakan kelompok yang terpisah.

Berdasarkan bukti-bukti evolusi molekular diperkirakan kelompok besar


indica dan japonica terpisah sejak ~440.000 tahun yang lalu dari suatu populasi
spesies moyang O. rufipogon.Domestikasi padi terjadi di titik tempat yang
berbeda terhadap dua kelompok yang sudah terpisah ini. Berdasarkan bukti
arkeologi padi mulai dibudidayakan (didomestikasi) 10.000 hingga 5.000 tahun
sebelum masehi.