Anda di halaman 1dari 9

Darah

Hemoglobin menurun

Oksigen menurun

ATP menurun

Keletihan

Intervesi :
1. Kaji keletihan pada anak dengan
mewawancarai orang tua dan mencat-
at perubahan tidur, aktifitas/bermain.
2. berikan aktifitas hiburan yang meny-
enangkan (Mis: membaca, berbincang
dengan orang lain)
3. Ajarkan pasien dan orang terdekat
untuk mengetahui tanda dan gejala
keletihan yang memerlukan
pengurangan aktifitas
4. konsultasikan dengan ahli gizi tentang
peningkatan asupan energy
Lakukan aktifitas ringan yang dapat
memfasilitasi kelelahan berjalan dari
satu tempat ke tempat lain
Aktifitas sedang seperti bersepeda
dan olahraga tenis
Aktifitas berat seperti senam dan
menggali.

Unnes Journal of Public Health


Rizky Ayu Fandika Asih dan
Dyah Mahendrasari Sukendra
Jurusan Ilmu kesmas,
Fakultas Ilmu Keolahragaan,
Universitas Negeri Semarang.
Sendi

terjadi athritis

terjadi inflamasi

Nyeri akut

Intervensi :
1. Melakukan pengkajian nyeri yang komprehensif
meliputi : lokasi, karakteristik, awitan dan durasi
frekuensi, kualitas, intensitas, atau kaparahan nyeri
dan faktor presipitasinya
2. Bantu pasien untuk lebih berfokus pada aktifitas ,
bukan pada nyeri dan rasa tidak nyaman dengan
melakukan pegalihan melalui Terapi bermain
3. Instruksikan pasien untuk menginformasikan kpd
keluarga atau perawat jika pereda nyeri tidak
dapat dicapai
4.Melakukan kolaborasi dengan dokter pemberian
obat penghilang nyeri (NSAID) seperti:paracetamol,
aspirin, ibuprofen, atau naproxen

Oleh Rasidah, S.Farm.Apt


Mahasiswa Farmasi Magister Farmasi Klinik UGM
Genetik

Penumpukan komplek
Imun

Pencetus Penyakit
Inflamasi Multi Organ

Hati

Terjadi Kerusakan Sintesa


Zat-zat yang dibutuhkan
oleh tubuh
Pembengkakan
Efusi dan Nyeri mual muntah, ulkus oral

Aktifitas Menurun Anoreksia

hambatan mobilitas Nutrisi kurang


fisik dari kebutuhan tubuh

Intervensi : Intervensi :
1. Monitoring Vital Sing sebelum dan 1. Kaji Mual Muntah pasien
sesudah latihan dan lihat respon pasien 2. Kaji Berat badan pasien
saat latihan 1. Tentukan motivasi pasien untuk
2. Dampingi dan bantu pasien saat mengubah kebiasaan makan
mobilisasi 2. Pantau nilai laboratorium, transferin,
3. Ajarkan dan bantu pasien dalam proses albumin, dan elektrolit
berpindah (mis : dari tempat tidur ke kursi) 3. Ciptakan lingkungan yang menyenang
4. kolaborasi dengan ahli terapi fisik kan untuk makan ( mis: pindahkan baran
dan okupasi sebagai sumber dalam barang yang tidak sedap di pandang
perencanaan aktifitas perawatan 4. Suapi pasien, jika perlu
pasien 6. Ajarkan pasien/keluarga tentang
makanan yang bergizi dan tidak mahal
7. Zat Gizi Makro (Karbohidrat, lemak,
zat gizi mikro (vitamin A, vitamin C,
vitamin D, vitamin E, vitamin B6,
besi dan selenium) sangat menunjang
pada kualitas hidup SLE

Suliza Miranty
Universitas Gadjah Mada, 20
Asupan makanan, status gizi,
kualitas hidup, lupus eritematosus sistemik
Lingkungan Obat-obatan

Sistem Regulasi
Kekebalan Terganggu

Mengaktivasi Sel T & B

Fungsi sel T
Supressor abnormal

Peningkatan Produksi
Auto Antibodi

SLE
Kerusakan jaringan

pembentukan lupus

perubahan fungsi
barier kulit

Ruam kupu-kupu SLE membran,


alopesia, urtikaria, dan vaskulitis
urserasi mulut & nasofaring

kerusakan integritas kulit

Intervensi :
1. Kaji fungsi alat-alat seperti alat penurunan
tekanan, meliputi kasur udara stastis, terapi
low-air loss, terapi udara yang di cairkan dan
kasur air
2. Lakukan perawatan kulit secara rutin
3. Ajarkan keluarga cara memandikan
pasien dengan sabun dan air hangat
4. Kolaborasi ahli gizi pemberian diet TKTP,
vitamin
4. Edukasikan pasien untuk menghindari papa-
ran panas, sinar matahari, obat-obatan yang
menginduksi.
Gunakan tabir surya untuk menghidari UVA dan
UVB . Tidak memanipulasi lesi.
Sarah Yunara, Litha Diahrahmawati
Universitas Airlangga
Departemen SMF, Ilmu penyakit dalam
RSUD Dr.Soetomo Surabaya