Anda di halaman 1dari 2

Tujuan:

1. Dapat merangkai kandang metabolik dengan benar


2. Mengetahui cara penggunaan kandang metabolik
3. Mengetahui cara koleksi sampel pakan, minum, urine, dan feses mencit

Dasar Teori
Mencit (Mus musculus) seringkali dimanfaatkan sebagai objek penelitian. Mencit
memiliki struktur fisik dan anatomi yang berbeda dengan manusia. Namun, mencit digunakan
sebagai objek penelitian karena mencit merupakan hewan mamalia yang mempunyai
beberapa kesamaan dalam hal fisiologi dan biokimia yang menyerupai manusia (Syahrin,
2006). Selain itu, kelebihan dari penggunaan mencit yang lain ialah mudah dipelihara,
rentang hidup singkat, mudah beradaptasi, jarak berkembang biak yang singkat, dan
kemudahan dalam mengamati makanan dan minuman yang dikonsumsi hingga dikeluarkan
dalam bentuk feses dan urin. Kemudahan dalam mengamati proses metabolisme memberikan
informasi penting mengenai status fisiologi dan kesehatan hewan secara keseluruhan
(Susilowati dkk, 2016).
Dalam pengamatan proses metabolisme, dapat menggunakan metode profil kandang
metabolik. Kandang metabolik adalah seperangkat alat yang telah disusun untuk mengatur
jumlah makanan dan minuman yang telah dikonsumsi, serta koleksi urin maupun feses dalam
jangka waktu 24 jam atau lebih. Pada awalnya, kandang digunakan untuk mengontrol
makanan hewan ternak saja. Namun, seiring perkembangan waktu dan teknologi desain
kandang metabolik dimodifikasi sedemikian rupa sehingga dapat digunakan untuk observasi
secara menyeluruh mengenai proses metabolisme dan faktor yang berpengaruh terhadap
proses metabolisme (Susilowati dkk, 2016).
Prinsip kerja dari kandang metabolik ialah terdapat bilik transparan pada bagian atas
dengan bagian bawah berbentuk jala sebagai pijakan mencit, tempat makan dan minum
berada di luar kandang yang memudahkan dalam hal pengontrolan makanan dan minuman
yang dikonsumsi maupun sisanya dalam kurun waktu tertentu. Bilik untuk koleksi urin dan
feses berada di bawah bilik tempat mencit berada dengan saluran yang berbeda, sehingga
feses ataupun urin akan terpisah dan memudahkan untuk pengukurannya (Susilowati dkk,
2016).
Susilowati, Lestari, S.R., Wulandari, N., & Gofur, A., 2016. Petunjuk Praktikum Fisiologi
Hewan dan Manusia. Malang: UM.
Syahrin, A. 2006. Kesan ekstrak etanol andrographis Paniculata (burm. F.) Nees ke atas
Tikus betina diabetik aruhan streptozotosin. Malaysia: University Sains Malaysia.

Anda mungkin juga menyukai