Anda di halaman 1dari 4

HUBUNGAN INTERNASIONAL

1. HI adalah hubungan kerjasama antar bangsa dlm segala aspek yg dilakukan suatu negara utk mencapai kepentingan nasional.
2. Tygve Nathiessen, HI merupakan bagian dari ilmu politik dan karena itu komponen2 hubungan internasional meliputi politik internasional,
organisasi internasional, administrasi internasional, dan hukum internasional.
3. Menurut Mochtar Kusumaatmadja hubungan dan kerjasama antar bangsa itu timbul karena adanya kebutuhan yang disebabkan oleh pembagian
kekayaan alam dan perkembangan industri yang tidak merata di dunia.
4. Prinsip hubungan/kerjasama Indonesia sesuai dengan politik LN yg bebas dan aktif diabdikan bagi kepentingan nasional.
5. Politik luar negeri Indonesia adalah politik LN bebas aktif. Bebas berarti tidak memihak, dan Aktif berarti Indonesia akan melaksanakan
ketertiban dunia berdasarkan atas kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

6. Ada 2 faktor yang melandasi pentingya HI, yaitu :


a. Faktor Internalà ada kekhawatiran terancam kelangsungan hidupnya baik melalui kudeta maupun intervensi negara lain.
b. Faktor eksternal, yaitu;
➢ Suatu negara tidak dapat hidup/berdiri sendiri tanpa bantuan & kerja sama dgn negara lain untuk memecahkan masalah ekonomi, politik,
hukum, sosbud dan hankam.
➢ Membangun komunikasi antar bangsa dan negara dalam memenuhi kebutuhan nasional.
➢ Mewujudkan tatanan dunia baru yang bermanfaat bagi kesejahteraan dan perdamaian dunia.

7. Hubungan internasional menurut jenisnya dapat berupa;


a. Kerjasama bilateral (hubungan antara dua negara),
b. Kerjasama regional (hubungan antar negara dalam satu kawasan)à ASEAN, SEATO, NATO, APEC, AFTA, NAFTA, MEE.
c. Kerjasama multilateral (hubungan lebih dari dua negara yg tidak terbatas pada wilayah/kawasan)à OKI, OPEC, PBB, G20

8. Asas dalam hubungan internasional yaitu


a. Teritorial, yaitu asas kekuasaan negara atas daerah/wilayah nya.
b. Kebangsaan, yaitu asas kekuasaan negara atas rakyat/WN nya.
c. Kepentingan umum, yaitu asas kekuasaan negara utk melindungi WN di seluruh wilayah RI tanpa ikatan apapun.

9. Faktor penentu kualitas HI suatu negara tergantung faktor: SDA, jumlah penduduk, kekuatan nasional, dan letak geografis.
10. Unsur-unsur dalam dalam hubungan diplomatik, yaitu :
a. Hubungan antarnegara.
b. Pertukaran misi diplomatik.
c. Status pejabat diplomatik.
d. Keterlibatan hukum internasional.

11. Sarana hubungan internasional adalah;


a. Diplomasi àseluruh kegiatan untuk melaksanakan politik LN suatu negara dalam hubungan dgn negara dan bangsa lain menyampaikan
argumen secara politis.
b. Negosiasi à proses komunikasi antar pelaku politik international utk bersepakat dlm usaha mengatasi masalah
c. Lobi à bertujuan untuk memengaruhi negara tertentu untuk memastikan bahwa pandangan tersampaikan.
d. Propaganda àusaha sistematis untuk mempengaruhi pikiran, emosi, dan manipulasi persepsi masyarakat umum.
e. Ekonomi àsarana ini digunakan secara luas dalam HI baik di masa damai maupun perang. Seperti ekspor dan impor.

f. Kekuatan militer (show of force) àperalatan militer yg memadai dapat menambah keyakinan dan stabilitas untuk berdiplomasi. Suatu
negara semakin percaya diri.

12. Perwakilan diplomatik (CD) adalah seseorang yg diangkat sbg pejabat negara, ditunjuk oleh kepala negara utk mewakili kepentingan nasional
di negara lain, dan ia bertindak atas nama negara.

13. Dalam menjalankan tugasnya, diplomat berfungsi sebagai:


a. Lambang prestige negara asal/pengirim.
b. Perwakilan diplomatik suatu negara di negara lain.
c. Perwakilan yuridis yang sah dari negara pengirim.
d. Perwakilan kepala negara asal di negara penerima.

14. Tugas Umum perwakilan diplomatik, yaitu :


a. Representasi, (mewakili negara pengirimnya di tempat ia ditugaskan)
b. Relasi, (menjaga hubungan baik / persahabatan dgn negara tempat ia ditugaskan)
c. Observasi, (mengadakan pengamatan dan melaporkannya ke negara asal/pengirim)
d. Proteksi, (melindungi warga negara nya yang tinggal di negara tempat ia ditugaskan)
e. Negosiasi, (membuat perjanjian, berunding dan mencapai kesepakatan dgn negara penerima)

15. Perbedaan perwakilan diplomatik & perwakilan konsuler


No Corps Diplomatic Corps Counsuler
1 Bersifat politis Non-politis
2 Jumlahnya 1 yaitu Embassy Terdiri dari beberapa konsulat
3 Keberadaannya di ibukota negara Keberadaannya di ibukota propinsi / negara bagian
4 Di kepalai oleh seorang Ambassador (DBLBBP) Dikepalai oleh seorang Konsul Jendral (Konjen)
5 Staff terdiri dari: Ambassador, Envoy/Gerzant, Minister Staff terdiri dari: Konjen, Wakonsul, Agen Konsul, dan Para Konsul.
Residen, Charge d’Affaires, dan Atase.
6 Memiliki 2 hak istimewa yaitu; hak immunitas & hak Tidak
ekstrateritorial

16. Hak Ekstrateritorial adalah Kebebasan diplomat terhadap daerah perwakilannya di negara lain termasuk bangunan kantor dan halamannya,
bendera, dokumen dan surat-surat yg bebas sensor, dimana aparat keamanan dilarang masuk tanpa izin dari pihak perwakilan negara yg
bersangkutan.
17. Hak Immunitas adalah hak seorang diplomat untuk tidak tunduk terhadap yurisdiksi hukum dinegara penerima.
18. Segala aturan yang berkaitan dengan hak, kewajiban, dan tugas para anggota perwakilan diplomatik dan konsuler RI ditetapkan oleh kementerian
luar negeri (Kemenlu) RI.
19. Seorang perwakilan diplomatik merupakan wakil langsung dari negara pengirim, sehingga dlm menjalankan tugasnya, wakil diplomatik
(DBLBBP) harus menyertakan surat kepercayaan dari presiden yg dikenal dengan Letter of Credence (LoC).

20. Berakhirnya korps diplomatik (CD) disebabkan oleh:


a. Habis masa jabatan
b. Ditarik oleh negara asal/pengirim
c. Tidak disukai oleh negara penerima
d. Persona non grata (dipecat secara tidak hormat)
e. Perang/Konflik antara ke-2 negara pengirim & negara penerima.

21. Dalam prakteknya, perwakilan diplomatik mengenal 2 kategori; yaitu


a. Diplomat Tetap
Yaitu pejabat negara (diplomat) yg ditempatkan di negara tertentu secara permanen sesuai masa jabatannya.
b. Misi Khusus/Duta Keliling
Yaitu misi sementara yg mewakili negaranya untuk dikirim ke negara lain atas persetujuan dan bertujuan membicarakan masalah khusus
guna melaksanakan tugas khusus (konferensi) yg sifatnya tidak permanen.

22. Dalam perjalanan tugasnya seorang perwakilan diplomatik ada kalanya harus memperbaharui surat kepercayaan/LoC (Letter of Credence) dari
kepala negara (Presiden/Raja), Hal ini disebabkan:
a. Perubahan struktur politik negara.
b. Perubahan pangkat/status pejabat diplomat ybs.
c. Wafatnya kepala negara yang mengirimnya.

23. Tahap-tahap penempatan perwakilan diplomatik adalah sbb:


1. Ke-2 negara saling bertukar informasi terkait pembukaan perwakilan diplomatik.
2. Negara pengirim sudah mendapat persetujuan dari negara penerima nya.
3. Diplomat yg ditunjuk membawa LoC (surat kepercayaan) dari kepala negara pengirimnya.
4. LoC (surat kepercayaan) tersebut harus diserahkan kepada kepala negara penerima.

24. Istilah-istilah penting:


a. Nota (note)à(hubungan diplomasi antara Kemenlu & kepala perwakilan asing).
b. Nota diplomatic (note diplomatique)à(hubungan diplomasi antar Kemenlu).
c. Nota kolektif (note collective)à (hubungan diplomasi via nota yg dikirim 1 negara ke beberapa negara).
d. Nota Identik (identique notes)à(hubungan diplomasi via nota dari 2 negara/lebih yg dikirim ke 1 negara).
e. Nota verbale (note verbale)à(hubungan diplomasi yg ditandai bukti tertulis dari suatu pembicaraan diplomasi).
f. Memorandum (memo)à(hubungan diplomasi yg ditandai adanya pernyataan resmi antar pemerintah).

25. Asas-asas perjanjian internasional adalah sbb;


a. Pacta Sun Servada à Perjanjian internasional itu isinya bersifat memaksa dan harus ditaati.
b. Rebus Sig Stantibusà Perjanjian internasional dapat ditangguhkan pelaksanaanya apabila tdk memungkinkan.
c. Reciprocitasà perjanjian internasional menyetujui adanya perlakuan timbal balik yang mengikat antar negara.
d. Courtesy à perjanjian internasional dilakukan atas dasar rasa saling menghargai antar negara yang mengadakannya.
e. Bonafides à perjanjian internasional didasari dengan niat dan itikad yang baik oleh negara yang mengadakannya.
f. Egality rights à perjanjian internasional mengakui adanya persamaan kedudukan negara yang sejajar.
26. Subyek hubungan internasional adalah pihak-pihak yang boleh mengadakan perjanjian internasional.
27. Subyek hukum internasional ada 7, yaitu:
a. Negara
b. Organisasi internasional
c. Palang merah internasional
d. Individu internasional
e. Tahta suci vatikan
f. Pihak dalam sengketa (Bellegrent)
g. Perusahaan multinasional

28. Pengertian Perjanjian Internasional


a. Perjanjian internasional menurut Openheimer-Lauterpacht adalah persetujuan antar negara yg menimbulkan hak dan kewajiban diantara
pihak-pihak yg mengadakannya.
b. Perjanjian internasional menurut Mochtar Kusumaatmadja adalah perjanjian yang diadakan antar anggota-anggota masyarakat bangsa yg
bertujuan untuk mengakibatkan akibat-akibat hukum tertentu.
c. Schwarzenberger, perjanjian internasional adalah suatu persetujuan antara subyek2 hukum internasional yg menimbulkan kewajiban-
kewajiban yg mengikat dalam hukum internasional dapat berbentuk bilateral maupun multilateral.
d. Konvensi Wina tahun 1969, perjanjian internasional adalah suatu persetujuan yg dibuat antar negara dalam bentuk tertulis, dan diatur oleh
hukum internasional, apakah dalam instrumen tunggal/dua/lebih instrumen yg berkaitan dan apapun nama yg diberikan padanya.
e. UU No. 37 Th 1999 tentang Hubungan Luar Negeri. Perjanjian internasional adalah perjanjian dalam bentuk dan sebutan apapun yg diatur
oleh hukum internasional dan dibuat secara tertulis oleh pemerintah RI dgn 1/lebih negara, organisasi internasional, atau subyek hukum
internasional lain, serta menimbulkan hak dan kewajiban pada pemerintah RI yg bersifat hukum publik.
f. UU No. 24 Th 2000 tentang Perjanjian Internasional.
Perjanjian internasional adalah perjanjian dalam bentuk dan nama tertentu yg diatur
dalam hukum internasional, yg dibuat secara tertulis serta menimbulkan hak dan kewajiban di bidang hukum publik.

29. Penggolongan Perjanjian internasional menurut proses pembuatan terbagi 2, yaitu;


a. Perjanjian pentingà melalui 3 tahap; negotiation (perundingan), signature (penandatanganan), dan ratification (pengesahan).
b. Perjanjian Sederhana (Agreement)à melalui 2 tahap; negotiation dan signature.

30. Penggolongan Perjanjian internasional menurut fungsinya terbagi 2, yaitu;


a. Law making treaties àperjanjian internasional langsung membentuk hukum.
b. Treaty contractàperjanjian internasional yang bersifat khusus.

31. Pihak yang dapat melakukan perundingan (negotiation), yaitu;


a. Kepala negara (Presiden/Raja).
b. Kepala pemerintahan (Prime Minister).
c. Duta besar luar biasa dan berkuasa penuh (Ambassador).
d. Menteri luar negeri (Menlu).
e. Pejabat negara yg memiliki full power letter (surat kuasa penuh) dari kepala negara.

32. Pihak yang melakukan penandatanganan (signature), yaitu;


a. Kepala negara (Presiden/Raja).
b. Kepala pemerintahan (PM).
c. Menteri luar negeri (Menlu).
d. Duta besar luar biasa berkuasa penuh (Ambassador).

33. Pihak yang dapat melakukan pengesahan (ratification), yaitu;


a. Lembaga legislatif (Parlemen/DPR).
b. Lembaga eksekutif (Presiden/Perdana Menteri).
c. Lembaga legislatif dan Eksekutif

34. Tujuan ratifikasi, yaitu;


a. Memberi keyakinan pada legislatif/DPR bahwa perjanjian diadakan demi kepentingan rakyat.
b. Mengikatkan diri pada perjanjian yang benar-benar diperlukan oleh negara yang mengadakan.

35. Persyaratan perjanjian adalah pernyataan suatu negara untuk terikat pada isi perjanjian multilateral dgn pembatasan khusus.
36. Ada 2 teori Persyaratan dalam perjanjian internasional, yaitu;
a. Kebulatan suara (unanimity principle)à persyatan sah bagi yg mengajukan, jika diterima oleh seluruh peserta perjanjian.
b. Pan Amerikaà perjanjian mengikat negara yg mengajukandan yg menerima persyaratan tersebut.
37. Pernyataan menerima suatu perjanjian internasional disebut Acceptance, dan pernyataan turut serta dalam perjanjian internasional disebut
Accesion.

38. Perhatikan faktor penyebab berikut;


No Batalnya Perjanjian Berakhirnya Perjanjian
1 Ada unsur kesalahan pada perjanjian. Telah habis masa berlakunya.
2 Ada unsur penipuan saat pembuatan perjanjian. Telah tercapai tujuan perjanjian.
3 Ada Paksaan pada salah 1 peserta perjanjian. Telah terpenuhi syarat berakhirnya perjanjian.
4 Ada Penyalahgunaan dlm pembuatan perjanjian. Hilangnya salah 1 peserta (mengundurkan diri).
5 Bertentangan dengan hukum internasional. Ada persetujuan dari peserta utk mengakhiri perjanjian.
6 Negara peserta yg melanggar ketentuan hukum. Ada perjanjian baru yg meniadakan perjanjian lama.
7 Tidak disetujui oleh mayoritas masyarakat. Secara sepihak diakhiri salah 1 perserta & diterima pihak lain

39. Dasar hukum hubungan internasional adalah sbb;


a. Pasal 38 ayat 1 dalam piagam mahkamah internasional.
b. Pasal 11 ayat 1 dan pasal 13 dalam Undang-Undang Dasar 1945.
c. Pasal 1 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
d. UU. No. 37 /1999 tentang hubungan luar negeri.
e. Deklarasi Juanda 13 Des 1957 yg diakui PBB pada 10 Des 1982, dan disahkan oleh pemerintah RI dgn UU No. 17 Tahun 1985 tentang
Hukum Laut.

40. Istilah penting perjanjian internasional antara lain;


1. Traktat (treaty)àperjanjian internasional yang bersifat formal/resmi.
2. Konvensi (convention) àperjanjian multilateral yg tidak membutuhkan kebijakan tingkat tinggi.
3. Protocol àpersetujuan tidak resmi yg mengatur masalah tambahan tertentu.
4. Persetujuan (agreement) àperjanjian yg bersifat teknis & tidak membutuhkan ratifikasi.
5. Perikatan (arrangement)àperjanjian untuk transaksi2 yang bersifat sementara.
6. Proses verbal àcatatan dari konferensi diplomatik.
7. Piagam (statue) àperjanjian kerja yg menciptakan hukum & bersifat konstitutif.
8. Deklarasi (declaration)àperjanjian yang berupa dokumen tidak resmi
9. Modus vivendi àkesepakatan yang bersifat sementara
10. Pertukaran nota à persetujuan yang melibatkan wakil dari militer.
11. Charter àperjanjian yg melakukan fungsi administrasi dlm pendirian lembaga.
12. Pakta (pact) àpersetujuan khusus yang membutuhkan ratifikasi.
13. Covenant àpersetujuan anggaran dasar yg bersifat multilateral.
14. Ketentuan penutup (final act) àringkasan hasil konvensi dan kesepakatannya.
15. Ketentuan umum (general act) àperjanjian yang bersifat resmi dan tidak resmi.

---- 000 ----