Anda di halaman 1dari 12

Tugas Paper

“Minyak Atsiri”

Mata Kuliah : Botani Umum


Kelas :B
Nama Mahasiswa. : Rizki Insyani Putri (163-069)

FAKULTAS BIOLOGI
JURUSAN BIOMEDIK
UNIVERSITAS NASIONAL
2016/2017
PENDAHULUAN

A. Pengantar

Tanah Indonesia kaya akan berbagai jenis tanaman rempah-rempah.


Kekayaan alam akan berbagai tanaman hayati, telah menempatkan Indonesia sebagai
salah satu negara pengekspor rempah-rempah terbesar di dunia sampai sekarang
disamping India dan Cina. Pemerintah mengakui rempah-rempah merupakan salah satu
bahan ekspor non migas yang paling stabil dan sebagai salah satu penyumbang devisa
negara cukup besar. Hal ini teruji pada saat krisis moneter tahun 1998 rempah-rempah
merupakan komoditas ekspor Indonesia yang paling menguntungkan. Berdasarkan data
tersebut Indonesia menjadikan rempah-rempah sebagai salah satu topik penelitian
unggulan saat ini.
Minyak yang terdapat di alam dibagi menjadi tiga golongan besar, yaitu:
minyak mineral (mineral oil), minyak yang dapat dimakan (edible fat) dan minyak atsiri
(essential oil). Minyak atsiri dikenal juga dengan nama minyak teris atau minyak terbang
(volatile oil) yang dihasilkan oleh tanaman. Indonesia merupakan penghasil sejumlah
minyak atsiri seperti sereh, minyak kayu cendana, minyak daun cengkeh, minyak
kenanga, minyak akar wangi, minyak nilam dan sebgainya. Sebelum Perang Dunia ke II,
bahkan hingga sekarang Indonesia menduduki peringkat tertinggi dalam perdagangan
untuk sejumlah minyak atsiri.
Berdasarkan studi dan percobaan-percobaan yang berskala laboratorium
ternyata proses kimia terhadap minyak atsiri seperti yang dilakukan di luar negeri dapat
dikerjakan oleh pakar-pakar kimia di Indonesia. Minyak atsiri atau yang disebut juga
dengan essential oils, etherial oils, atau volatile oils adalah komoditi ekstrak alami dari
jenis tumbuhan yang berasal dari daun, bunga, kayu, biji-bijian bahkan putik bunga.
Setidaknya ada 150 jenis minyak atsiri yang selama ini diperdagangkan di pasar
internasional dan 40 jenis di antaranya dapat diproduksi di Indonesia (lihat web.DAI)
Meskipun banyak jenis minyak atsiri yang bisa diproduksi di Indonesia, baru sebagian
kecil jenis minyak atsiri yang telah berkembang dan sedang dikembangkan
di Indonesia.
B. Fokus Masalah

Paper ini mengajak anda mengetahui bahwa dalam perkembangan sekarang


hasil sintesis senyawa turunanan minyak atsiri dapat digunakan sebagai feromon, aditif
biodisel, antioksidan, polimer, aromaterapi, penjerap logam, sun screen block dan banyak
lagi kegunaan lainnya. Kemampuan untuk melakukan konversi komponen minyak atsiri
menjadi menjadi senyawa-senyawa yang lebih berguna merupakan suatu hal penting yang
mendesak sekarang. Hal ini disebabkan senyawa turunan minyak atsiri yang diimpor ke
Indonesia harganya jauh lebih mahal daripada harga minyak atsiri yang dieskpor oleh
Indonesia .Oleh sebab itu, paper ini akan mempelajari tentang minyak atsiri agar lebih
banyak diketahui oleh masyarakat luas.
Berikut adalah gagasan-gagasan untuk memahami fokus paper:
1. Apakah minyak atsiri ?
2. Bagaimana sifat-sifat minyak atsiri ?
3. Apa saja penggolongan minyak atsiri ?
PEMBAHASAN

A. Definisi Minyak Atsiri

Para ahli biologi menganggap, minyak atsiri merupakan metabolit sekunder


yang biasanya berperan sebagai alat pertahanan diri agar tidak dimakan oleh hewan
(hama) ataupun sebagai agen untuk bersaing dengan tumbuhan lain dalam
mempertahankan ruang hidup. Walaupun hewan kadang-kadang juga mengeluarkan bau-
bauan (seperti kesturi dari beberapa musang atau cairan yang berbau menyengat dari
beberapa kepik), zat-zat itu tidak digolongkan sebagai minyak atsiri.
Minyak atsiri bersifat mudah menguap karena titik uapnya rendah. Selain itu,
susunan senyawa komponennya kuat mempengaruhi saraf manusia (terutama di hidung)
sehingga seringkali memberikan efek psikologis tertentu (baunya kuat). Setiap senyawa
penyusun memiliki efek tersendiri, dan campurannya dapat menghasilkan rasa yang
berbeda. Minyak atsiri merupakan senyawa yang pada umumnya berwujud cairan, yang
diperoleh dari bagian tanaman, akar, kulit, batang, daun, buah, biji maupun dari bunga
dengan cara penyulingan dengan uap. Meskipun kenyataan untuk memperoleh minyak
atsiri dapat juga diperoleh dengan cara lain seperti dengan cara ekstraksi dengan
menggunakan pelarut organic maupun dengan cara dipres atau dikempa dan secara
enzimatik.
Minyak atsiri (minyak esensial) adalah komponen pemberi aroma yang dapat
ditemukan dalam berbagai macam bagian tumbuhan. Istilah esensial dipakai karena
minyak atsiri mewakili bau tanaman asalnya. Dalam keadaan murni tanpa pencemar,
minyak atsiri tidak berwarna. Namun pada penyimpanan yang lama, minyak atsiri dapat
teroksidasi dan membentuk resin serta warnanya berubah menjadi lebih tua (gelap).
Untuk mencegah supaya tidak berubah warna, minyak atsiri harus terlindungi dari
pengaruh cahaya, misalnya disimpan dalam bejana gelas yang berwarna gelap. Bejana
tersebut juga diisi sepenuh mungkin sehingga tidak memungkinkan hubungan langsung
dengan udara, ditutup rapat serta disimpan di tempat yang kering dan sejuk.
Minyak atsiri secara umum di bagi menjadi dua kelompok. Pertama, minyak
atsiri yang komponen penyusunnya sukar untuk dipisahkan, seperti minyak nilam dan
minyak akar wangi. Minyak atsiri kelompok ini lazimnya langsung digunakan tanpa
diisolasi komponen-komponen penyusunnya sebagai pewangi berbagai produk. Kedua,
minyak atsiri yang komponen-komponen senyawa penyusunnya dapat dengan mudah
dipisahkan menjadi senyawa murni, seperti minyak sereh wangi, minyak daun cengkeh,
minyak permen dan minyak terpentin. Senyawa murni hasil pemisahan biasanya
digunakan sebagai bahan dasar untuk diproses menjadi produk yang lebih berguna.
Pada tanaman, minyak atsiri mempunyai tiga fungsi yaitu: membantu proses
penyerbukan dan menarik beberapa jenis serangga atau hewan, mencegah kerusakan
tanaman oleh serangga atau hewan, dan sebagai cadangan makanan bagi tanaman.
Minyak atsiri digunakan sebagai bahan baku dalam berbagai industri, misalnya industri
parfum, kosmetika, farmasi, bahan penyedap (flavouring agent) dalam industri makanan
dan minuman (Ketaren, 1985).

B. Sifat Fisika Minyak Atsiri

Sifat fisik terpenting dari minyak atsiri adalah dapat menguap pada suhu
kamar sehingga sangat berpengaruh dalam menentukan metode analisis yang dapat
digunakan untuk menentukan komponen kimia dan komposisinya dalam minyak asal.
Sifat-sifat fisika minyak atsiri, yaitu :
1. Bau yang karakteristik
Minyak atsiri adalah minyak yang dihasilkan dari jaringan tanaman tertentu,
seperti akar, batang, kulit, bunga, daun, biji dan rimpang. Minyak ini bersifat
mudah menguap pada suhu kamar (250C) tanpa mengalami dekomposisi dan
berbau wangi sesuai dengan tanaman penghasilnya, serta umumnya larut
dalam pelarut organik tetapi tidak larut dalam air (Gunther, 1990).
2. Bobot jenis
Bobot jenis adalah perbandingan bobot zat di udara pada suhu 250C terhadap
bobot air dengan volume dan suhu yang sama. Penentuan bobot jenis
menggunakan alat piknometer. Berat jenis minyak atsiri umumnya berkisar
antara 0,800-1,180. Bobot jenis merupakan salah satu kriteria penting dalam
penentuan mutu dan kemurnian minyak atsiri (Gunther, 1987).
3. Indeks Bias
Indeks bias suatu zat adalah perbandingan kecepatan cahaya dalam udara
dengan kecepatan cahaya dalam zat tersebut. Penentuan indeks bias
menggunakan alat Refraktometer. Prinsip penggunaan alat adalah penyinaran
yang menembus dua macam media dengan kerapatan yang berbeda,
kemudian terjadi pembiasan (perubahan arah sinar) akibat perbedaan
kerapatan media. Indeks bias berguna untuk identifikasi suatu zat dan deteksi
ketidakmurnian (Guenther, 1987).
4. Putaran Optik
Setiap jenis minyak atsiri memiliki kemampuan memutar bidang polarisasi
cahaya ke arah kiri atau kanan. Besarnya pemutaran bidang polarisasi
ditentukan oleh jenis minyak atsiri, suhu, dan panjang gelombang cahaya
yang digunakan. Penentuan putaran optik menggunakan alat Polarimeter
(Ketaren, 1985).
5. Kelarutan Dalam Alkohol

Kelarutan dalam alkohol merupakan nilai perbandingan banyaknya minyak


atsiri yang larut sempurna dengan pelarut alkohol. Setiap minyak atsiri
mempunyai nilai kelarutan dalam alkohol yang spesifik, sehingga sifat ini
bisa digunakan untuk menentukan suatu kemurnian minyak atsiri.
Minyak atsiri banyak yang mudah larut dalam etanol dan jarang yang
larutdalam air, sehingga kelarutannya mudah diketahui dengan menggunakan
etanol pada berbagai tingkat konsentrasi. Untuk menentukan kelarutan
minyak atsiri jugatergantung pada kecepatan daya larut dan kualitas minyak
atsiri tersebut. Kelarutan minyak juga dapat berubah karena lamanya
penyimpanan. Halini disebabkan karena proses polimerisasi menurunkan
daya kelarutan, sehinggauntuk melarutkannya diperlukan konsentrasi etanol
yang tinggi. Kondisipenyimpanan kurang baik dapat mempercepat
polimerisasi diantaranya cahaya,udara, dan adanya air bisa menimbulkan
pengaruh yang tidak baik.
6. Warna
Sesuai dengan SNI 06-2385-2006, minyak atsiri berwarna kuning muda
hingga coklat kemerahan, namun setelah dilakukan penyimpanan minyak
berubah warna menjadi kuning tua hingga coklat muda. Guenther (1990)
mengatakan bahwa minyak akan berwarna gelap oleh aging, bau dan
flavornya tipikal rempah, aromatik tinggi, kuat dan tahan lama.

C. Sifat Kimia Minyak Atsiri

1) Bilangan Asam
Bilangan asam pada minyak atsiri menandakan adanya kandungan asam
organik pada minyak tersebut. Asam organik pada minyak atsiri bisa terdapat
secara alamiah. Nilai bilangan asam dapat digunakan untuk menentukan
kualitas minyak (Kataren, 1985).
2) Bilangan Ester
Bilang ester merupakan banyaknya jumlah alkali yang diperlukan untuk
penyabunan ester. Adanya bilangan ester pada minyak dapat menandakan
bahwa minyak tersebut mempunyai aroma yang baik. Dari hasil analisis
diperoleh bahwa minyak kilemo dari daun yang disuling dengan metode
kukus secara visual mempunyai bilangan ester tertinggi, sedangkan minyak
kilemo dari kulit batang yang disuling dengan metode rebus menghasilkan
bilangan ester terendah.

Minyak atsiri yang kita kenal selama ini, memiliki sifat mudah menguap dan
mudah teroksidasi. Hal itulah yang menyebabkan perubahan secara fisika maupun kimia
pada minyak atsiri. Perubahan sifat kimia minyak atsiri dapat terjadi saat :
1. Penyimpanan bahan
Penyimpanan bahan sebelum dilakukan pengecilan ukuran bahan
mempengaruhi jumlah minyak atsiri, terutama dengan adanya penguapan
secara bertahap yang sebagian besar disebabkan oleh udara yang bersuhu
cukup tinggi. Oleh karena itu, bahan disimpan pada udara kering bersuhu
rendah.
2. Proses ekstraksi
a. Proses ekstraksi
Perubahan sifat kimia dapat disebabkan karena suhu ekstraksi terlalu
tinggi.
b. Proses distilasi
Perubahan sifat kimia pada proses ini terutama disebabkan karena
adanya air, uap air, dan suhu tinggi.
c. Proses pengepresan
Perubahan sifat kimia pada proses ini terutama disebabkan karena
minyak atsiri berkontak dengan udara.

D. Sumber-Sumber Minyak Atsiri

Nama Tanaman Bagian Negara Asal


Minyak Penghasil Tanaman
Sereh wangi Cymbopogon Daun Srilanka
nardus R
Nilam Pogostemon cablin Daun Malaysia, Indonesia
(patchouli) Benth
Kayu Putih Melaleuca Daun Indonesia
(cajuput) Leucadenron
Sereh dapur Cymbopogon Daun Madagaskar,
(lemon grass) citrates Guetemala
Lada (pepper) Piper nigrum L Daun/buah India Timur, Cina,
Srilanka
Kenanga Cananga odorata Bunga Indonesia
(cananga) Hook
Cengkeh Caryophyllus Bunga Zanzibar, Indonesia,
(clove) Madagaskar
Lavender Lavandula Bunga Perancis, Rusia
offcinalis
Chaix
Mawar (rose) Rosa alba L Bunga Bulgaria, Turki
Melati Jasminumofficinale Bunga Perancis selatan
(jasmine) L
Kapolaga Elettaria Biji India, amerika
(cardamom) cardamomun
L
Seledri (celery Apium graveolen L Biji Inggris, India
seed)
Sitrun (lemon) Citrus medica Buah/Kulit Buah Kalifornia
Adas (fennel) foeniculum fulgares Buah/Kulit Buah Eropah, tengah,
Mill Rusia
Akar wangi Vetiveria Akar/rhizoma Indonesia, Lousiana
(Vetiver) zizanioides
Stap
Kunyit Curcuma longa Akar/rhizoma Amerika selatan
(Turmeric)
Jahe (ginger) Zingiber officinale Akar/rhizoma Jamaika
Roscoe
“Camphor” Cinnamomun Batang/kulit buah Formosa, Jepang
Camphora L
Kayu Cinnamomun Batang/kulit batang Prancis, Indo Cina
Manis( zeylanicum Ness
Cinna
mon)
Cendana Santalum Album L Batang/kulit batang Mysole, Inggris
(sandal wood)

E. Manfaat Minyak Atsiri

Minyak atsiri membantu mengelola stres dan mempromosikan relaksasi.


Minyak atsiri sangat aktif terhadap bakteri, jamur dan virus dengan kekuatan kulit lebih
baik penetrasi dari antibiotik konvensional. Oleh karena itu mereka dapat bermanfaat
sangat baik terhadap berbagai macam infeksi kulit. Minyak atsiri menyeimbangkan
produksi sebum dan karenanya sangat baik untuk mengobati semua jenis kulit, kering,
berminyak, kombinasi dan normal.
Minyak atsiri adalah antiseptik. Minyak atsiri telah ditunjukkan untuk
menghancurkan semua bakteri uji dan virus sekaligus mengembalikan keseimbangan
tubuh. Dengan membantu meningkatkan asimilasi nutrisi pada tingkat sel dan
menyediakan oksigen yang dibutuhkan, minyak esensial dapat membantu merangsang
sistem kekebalan tubuh. Minyak atsiri mengandung blok bangunan untuk kesehatan yang
baik, termasuk mineral dan asam amino.
Minyak atsiri memiliki kemampuan untuk mencerna bahan kimia beracun
dalam tubuh. Minyak atsiri merangsang aktivitas enzimatik, mendukung kesehatan
pencernaan. Minyak atsiri adalah antioksidan kuat. Antioksidan menciptakan lingkungan
yang tidak ramah bagi radikal bebas, sehingga membantu untuk mencegah mutasi.
Sebagai pemulung radikal bebas, mereka juga dapat membantu mencegah pertumbuhan
jamur dan oksidasi dalam sel. Minyak atsiri akan ditampilkan untuk detoksifikasi sel dan
darah dalam tubuh.Minyak atsiri adalah aromatik. Saat menyebar, mereka menyediakan
pemurnian.

F. Metode Pembuatan Minyak Atsiri

Proses untuk mendapatkan minyak atsiri dikenal dengan cara menyuling atau
destilasi terhadap tanaman penghasil minyak. Penyulingan meruapakan proses pemisahan
komponen-komponen suatu campuran dari dua jenis cairan atau lebih berdasarkan
perbedaan titik uapnya dan proses ini dilakukan terhadap minyak atsiri yang tidak larut
dalam air.
Metode destilasi/penyulingan minyak atsiri dapat dilakukan dengan 3 cara, antara lain :
1) Penyulingan dengan sistem rebus (Water Distillation)
2) Penyulingan dengan air dan uap (Water and Steam Distillation)
3) Penyulingan dengan uap langsung (Direct Steam Distillation)
KESIMPULAN

Minyak atsiri (minyak menguap = volatile oil) adalah jenis minyak yang
berasal dari bahan nabati, bersifat mudah menguap pada suhu kamar tanpa mengalami
peruraian dan apabila dibiarkan terbuka dan memiliki bau seperti tanaman asalnya (khas).
Minyak atsiri bersifat mudah menguap karena titik uapnya rendah. Selain itu
susunan senyawa komponennya kuat memengaruhi saraf manusia (terutama di
hidung)sehingga sering sekali memberikan efek psikologi tertentu.
Minyak atsiri merupakan senyawa yang penting sebagai dasar wewangian
alat dan juga untuk rempah-rempah serta sebagai cita rasa dalam industri makanan. Pada
industri minuman beralkohol bermanfaat dalam pembuatan butter, cordials, rums,
vermouths, whiskies, wines, dan sebagainya.
DAFTAR PUSTAKA

Surahman dan Murti Herawati. 2001. Farmakognosi jilid II. Jakarta : Departemen
Kesehatan

Widyastuti, kiki dkk. 2001. Farmakognosi jilid I. Jakarta : Departemen kesehatan

Ketaren. 1985. Pengantar Teknologi Minyak Atsiri. Jakarta : Balai Pustaka

Scribd, 2014 Manfaat Minyak Atsiri, www.scribd.com/doc/52228779/4/Manfaat-


Minyak-Atsiri/

Rumah mesin, 2014 Cara Pembuatan Minyak Atsiri,


www.rumahmesinblog.wordpress.co/cara-pembuatan-minyak-atsiri/