Anda di halaman 1dari 11

BAB I

PENDAHULUAN

1. Penulisan Kasus

“ Hal ini tidak sejalan dengan nuraniku ”

Tiga (3) orang pasien masuk di ruang IGD secara


bersamaan.Pasien A perempuan berusia 15 tahun yang juga
adik kandung dari Ners yang bertugas mengalami demam sejak
1 hari yang lalu.Pasien B laki-laki berusia 12 tahun mengalami
sesak nafas dialami sejak 20 menit yang lalu.Pasien C
perempuan berusia 22 tahun masuk dengan keluhan lemas.
Ners yang bertugas menangani pasien A terlebih dahulu dengan
alasan adik kandung sebelum menangani pasien lain.

Dari kasus ini, prinsip etik apakah yang dilanggar oleh Ners
tersebut

2. Daftar Kata Sulit

Etik
Lemas
IGD
Demam
Ners
Sesak Nafas

1
3. Daftar Pertanyaan

1) Apa saja sanksi yang didapat oleh perawat saat melanggar


kode etik ?
2) Apa saja etika dari profesi ners ?
3) Apa saja prinsip prinsip dalam keperawatan dan berikan
contohnya ?
4) Bagaimana cara memecahkan masalah saat seseorang
melanggar kode etik ?
5) Apakah tindakan etika yang dimiliki ners tersebut merupakan
etika ners pada umum nya? Beriksan alasannya.
6) Bagaimana cara agar perawat tersebut sadar akan kewajiban
nya dan kembali mematuhi prinsip etik yang ada?
7) Tindakan apakah yang seharusnya dilakukan oleh perawat
tersebut sesuai dengan di skenario?

2
BAB II

PEMBAHASAN

1. Jawaban Kata sulit


Etik : Pedoman tertulis yang mengatur norma-
norma perilaku ( Ners Andro )
Lemas : Tidak ada atau hilangnya kekuatan atau
tenaga yang ada didalam tubuh seseorang (Dorland,
2015)
IGD : Salah satu unit kedepan dari bagian
pelayanan Rumah Sakit yang memberikan pelayanan
pada pasien gawat darurat ( KBBI )
Demam : Peningkatan Temperatur tubuh diatas
normal (Dorland, 2015)
Ners : Profesi diatas perawat S1 yang memiliki
pengetahuan dan pengalaman yang luas dibanding S1.
Sesak Nafas : Pernafasan yang terengah-engah atau
pernafasan yang sukar (Dorland, 2015)

2. Jawaban Pertanyaan
1) Apa saja sanksi yang didapat oleh perawat saat melanggar
kode etik ?
Sanksi akan diberikan setelah yang bersangkutan dinyatakan
melanggar kode etik keperawatan
Sanksi I : Diberikan teguran secara lisan dan dilakukan
pembinaan.
Sanksi II : Diberikan teguran secara tertulis dan
dilakukan pembinaan.
Sanksi III : Diberikan hukuman (Denda/Pelajaran).

3
Catatan : Sanksi diberikan tergantung darinbesarnya
pelanggaran yang dibuat.
2) Apa saja etika dari profesi ners ?
- Respect
- Otonomi
- Justice
- Beneficience
- Tidak merugikan
- Kejujuran
- Tepat janji
- Kerahasiaan
3) Apa saja prinsip prinsip dalam keperawatan dan berikan
contohnya ?
- Otonomi (Autonomi) prinsip otonomi didasarkan pada
keyakinan bahwa individu mampu berpikir logis dan mampu
membuat keputusan sendiri. Orang dewasa mampu
memutuskan sesuatu dan orang lain harus menghargainya.
Otonomi merupakan hak kemandirian dan kebebasan
individu yang menuntut pembedaan diri. Salah satu contoh
yang tidak memperhatikan otonomi adalah Memberitahukan
klien bahwa keadaanya baik,padahal terdapat gangguanatau
penyimpangan
- Beneficience (Berbuat Baik) prinsip ini menentut perawat
untuk melakukan hal yan baik dengan begitu dapat
mencegah kesalahan atau kejahatan. Contoh perawat
menasehati klien tentang program latihan untuk memperbaiki
kesehatan secara umum, tetapi perawat menasehati untuk
tidak dilakukan karena alasan resiko serangan jantung.
- Justice (Keadilan) nilai ini direfleksikan dalam praktek
professional ketika perawat bekerja untuk terapi yang benar
sesuai hukum, standar praktik dan keyakinan yang benar

4
untuk memperoleh kualitas pelayanan kesehatan. Contoh
ketika perawat dinas sendirian dan ketika itu ada klien baru
masuk serta ada juga klien rawat yang memerlukan bantuan
perawat maka perawat harus mempertimbangkan faktor-
faktor dalam faktor tersebut kemudian bertindak sesuai
dengan asas keadilan.
- Nonmaleficince (tidak merugikan) prinsi ini berarti tidak
menimbulkan bahaya/cedera fisik dan psikologis pada klien.
Contoh ketika ada klien yang menyatakan kepada dokter
secara tertulis menolak pemberian transfuse darah dan
ketika itu penyakit perdarahan (melena) membuat keadaan
klien semakin memburuk dan dokter harus mengistrusikan
pemberian transfuse darah. akhirnya transfuse darah ridak
diberikan karena prinsi beneficence walaupun pada situasi
ini juga terjadi penyalahgunaan prinsi nonmaleficince.
- Veracity (Kejujuran) nilai ini bukan cuman dimiliki oleh
perawat namun harus dimiliki oleh seluruh pemberi layanan
kesehatan untuk menyampaikan kebenaran pada setia klien
untuk meyakinkan agar klien mengerti. Informasi yang
diberikan harus akurat, komprehensif, dan
objektif.Kebenaran merupakan dasar membina hubungan
saling percaya. Klie memiliki otonomi sehingga mereka
berhak mendapatkan informasi yang ia ingin tahu. Contoh
Ny. S masuk rumah sakit dengan berbagai macam fraktur
karena kecelakaan mobil, suaminya juga ada dalam
kecelakaan tersebut dan meninggal dunia.Ny. S selalu
bertanya-tanya tentang keadaan suaminya.Dokter ahli bedah
berpesan kepada perawat untuk belum memberitahukan
kematian suaminya kepada klien perawat tidak mengetahui
alasan tersebut dari dokter dan kepala ruangan

5
menyampaikan intruksi dokter harus diikuti. Perawat dalam
hal ini dihadapkan oleh konflik kejujuran.
- Fidelity (Menepati janji) tanggung jawab besar seorang
perawat adalah meningkatkan kesehatan, mencegah
penyakit, memulihkan kesehatan, dan meminimalkan
penderitaan. Untuk mencapai itu perawat harus memiliki
komitmen menepati janji dan menghargai komitmennya
kepada orang lain.
- Confidentiality (Kerahasiaan) kerahasiaan adalah informasi
tentang klien harus dijaga privasi klien. Dokumentasi tentang
keadaan kesehatan klien hanya bisa dibaca guna keperluan
pengobatan dan peningkatan kesehatan klien. Diskusi
tentang klien diluar area pelayanan harus dihindari.
- Accountability (Akuntabilitasi) akuntabilitas adalah standar
yang pasti bahwa tindakan seorang professional dapat dinilai
dalam situasi yang tidak jelas atau tanda tekecuali. Contoh
perawat bertanggung jawab pada diri sendiri, profesi, klien,
sesame teman sejawat, karyawan, dan masyarakat. Jika
perawat salah memberi dosis obat kepada klien perawat
dapat digugat oleh klien yang menerima obat, dokter yang
memberi tugas delegatif, dan masyarakat yang menuntut
kemampuan professional.

4) Bagaimana cara memecahkan masalah saat seseorang


melanggar kode etik ?
- Melihat siapa yang terlibat
- Apa tindakan yang diusulkan
- Mengidentifikasi konflik/kode etik yang dilanggar
- Membuat tindakan alternatif
5) Apakah tindakan etika yang dimiliki ners tersebut merupakan
etika ners pada umum nya? Beriksan alasannya.

6
Menurut kelompok kami perawat di dalam scenario tidak
termasuk kedalam Etika ners pada umumnya karena tidak
memiliki prinsip justice yaitu keadilan, ia lebih memilih merawat
adiknya terlebih dahulu daripada pasien lain yang datang
duluan atau lebih parah penyakitnya.
6) Bagaimana cara agar perawat tersebut sadar akan kewajiban
nya dan kembali mematuhi prinsip etik yang ada?
Kode etik yang dilanggar adalah kode etik justice (keadilan)
7) Tindakan apakah yang seharusnya dilakukan oleh perawat
tersebut sesuai dengan di skenario?
Dengan cara melakukan kewajibannya sebagai seorang ners
pada umumnya dengan mendahulukan pasien yang
membutuhkan tindakan medis dan tidak mengulangi tindakan
yang melanggar kode etik serta ia harus memahami prinsip
prinsip keperawatan yang ada.

7
BAB III
BAGAN/SKEMA/KONSEP SOLUSI

8
DAFTAR PUSTAKA

http://gustinerz.com/8-prinsip-etika-dalam-keperawatan/

Dorland. 2015. Kamus Kedokteran Dorland. Indonesia: Elsevier.

9
Referensi Pustaka :

Ada 8 prinsip etika keperawatan yang wajib diketahui oleh perawat dalam
memberikan layanan keperawatan kepada individu, kelompok/keluarga, dan
masyarakat.

1. Otonomi (Autonomi) prinsi otonomi didasarkan pada keyakinan bahwa


individu mampu berpikir logis dan mampu membuat keputusan sendiri.
Orang dewasa mampu memutuskan sesuatu dan orang lain harus
menghargainya. Otonomi merupakan hak kemandirian dan kebebasan
individu yang menuntut pembedaan diri. Salah satu contoh yang tidak
memperhatikan otonomi adalah Memberitahukan klien bahwa keadaanya
baik,padahal terdapat gangguanatau penyimpangan
2. Beneficience (Berbuat Baik) prinsip ini menentut perawat untuk
melakukan hal yan baik dengan begitu dapat mencegah kesalahan atau
kejahatan. Contoh perawat menasehati klien tentang program latihan untuk
memperbaiki kesehatan secara umum, tetapi perawat menasehati untuk
tidak dilakukan karena alasan resiko serangan jantung.
3. Justice (Keadilan) nilai ini direfleksikan dalam praktek professional ketika
perawat bekerja untuk terapi yang benar sesuai hukum, standar praktik dan
keyakinan yang benar untuk memperoleh kualitas pelayanan kesehatan.
Contoh ketika perawat dinas sendirian dan ketika itu ada klien baru masuk
serta ada juga klien rawat yang memerlukan bantuan perawat maka
perawat harus mempertimbangkan faktor-faktor dalam faktor tersebut
kemudian bertindak sesuai dengan asas keadilan.
4. Nonmaleficince (tidak merugikan) prinsi ini berarti tidak menimbulkan
bahaya/cedera fisik dan psikologis pada klien. Contoh ketika ada klien
yang menyatakan kepada dokter secara tertulis menolak pemberian
transfuse darah dan ketika itu penyakit perdarahan (melena) membuat
keadaan klien semakin memburuk dan dokter harus mengistrusikan
pemberian transfuse darah. akhirnya transfuse darah ridak diberikan
karena prinsi beneficence walaupun pada situasi ini juga terjadi
penyalahgunaan prinsi nonmaleficince.
5. Veracity (Kejujuran) nilai ini bukan cuman dimiliki oleh perawat namun
harus dimiliki oleh seluruh pemberi layanan kesehatan untuk
menyampaikan kebenaran pada setia klien untuk meyakinkan agar klien
mengerti. Informasi yang diberikan harus akurat, komprehensif, dan
objektif. Kebenaran merupakan dasar membina hubungan saling percaya.
Klie memiliki otonomi sehingga mereka berhak mendapatkan informasi
yang ia ingin tahu. Contoh Ny. S masuk rumah sakit dengan berbagai
macam fraktur karena kecelakaan mobil, suaminya juga ada dalam

10
kecelakaan tersebut dan meninggal dunia. Ny. S selalu bertanya-tanya
tentang keadaan suaminya. Dokter ahli bedah berpesan kepada perawat
untuk belum memberitahukan kematian suaminya kepada klien perawat
tidak mengetahui alasan tersebut dari dokter dan kepala ruangan
menyampaikan intruksi dokter harus diikuti. Perawat dalam hal ini
dihadapkan oleh konflik kejujuran.
6. Fidelity (Menepati janji) tanggung jawab besar seorang perawat adalah
meningkatkan kesehatan, mencegah penyakit, memulihkan kesehatan, dan
meminimalkan penderitaan. Untuk mencapai itu perawat harus memiliki
komitmen menepati janji dan menghargai komitmennya kepada orang lain.
7. Confidentiality (Kerahasiaan) kerahasiaan adalah informasi tentang klien
harus dijaga privasi klien. Dokumentasi tentang keadaan kesehatan klien
hanya bisa dibaca guna keperluan pengobatan dan peningkatan kesehatan
klien. Diskusi tentang klien diluar area pelayanan harus dihindari.
8. Accountability (Akuntabilitasi) akuntabilitas adalah standar yang pasti
bahwa tindakan seorang professional dapat dinilai dalam situasi yang tidak
jelas atau tanda tekecuali. Contoh perawat bertanggung jawab pada diri
sendiri, profesi, klien, sesame teman sejawat, karyawan, dan masyarakat.
Jika perawat salah memberi dosis obat kepada klien perawat dapat digugat
oleh klien yang menerima obat, dokter yang memberi tugas delegatif, dan
masyarakat yang menuntut kemampuan professional.

Referensi: dihimpun dari berbagai sumber online.

11