Anda di halaman 1dari 25

ASUHAN KEPERAWATAN PADA AN.

I DENGAN DEMAM THYPOID

DI RUANG ANGGREK RUMAH SAKIT BHAKTI WIRA TAMTAMA

SEMARANG

Disusun Oleh :

Sanny Marliawanti

NIM : 1708339

PROGRAM STUDI PROFESI NERS

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KARYA HUSADA

SEMARANG

2017/2018
ASUHAN KEPERAWATAN

Pada An. I diruang anggrek

di Rumah Sakit Bhakti Wira Tamtama Semarang

1. Pengkajian

1. Identitas Klien

a. Nama : An. I

b. Umur : 5 tahun

c. Agama : Islam

d. Alamat : Kaligawe Rt 01/Rw 07 Semarang

e. Suku Bangsa : Jawa, Indonesia

f. Pendidikan :-

g. No. RM : 030630

h. Dx. Medis : Demam Thypoid

Identitas Penanggung Jawab

1. Nama : Ny. I

2. Hubungan Dengan Klien : Anak Kandung

3. Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga

4. Pendidikan : SMP

5. Alamat : Kaligawe Rt 01/Rw 07 Semarang

2. Keluhan Utama

Ibu klien mengatakan An.I panas


3. Riwayat kesehatan sekarang

Ibu klien mengatakan An. I dibawa ke Rumah Sakit Bhakti Wira Tamtama

Semarang karena mengalami masalah ± 3 hari sebelum masuk rumah sakit, pasien

demam naik turun, mual muntah 3 x, nyeri uluhati, batuk pilek

4. Riwayat kesehatan dahulu

Ibu klien mengatakan An I tidak pernah mengalami penyakit seperti sekarang,

5. Riwayat kesehatan keluarga

Ibu klien mengatakan dikeluarganya tidak ada yang memiliki penyakit seperti klien.

Ibu klien juga mengatakan dikeluarganya tidak ada yang memiliki riwayat menular

atau menurun seperti (AIDS, HIV, TBC, Hipertensi, Asma, PMS, Dll).

6. Riwayat kesehatan masa lalu

Ibu klien mengatakan didalam keluarga tidak ada yang memiliki penyakit seperti

klien.

7. Persepsi dan harapan keluarga sehubungan dengan penyakit anak:

a. Mengapa keluarga datang ke RS?

Ibu klien mengatakan An. I dibawa ke Rumah Sakit Bhakti Wira Tamtama

Semarang dikarenakan panas tidak sembuh-sembuh.

b. Bagaimana persepsi (apa yang diketahui) keluarga tentang sakit anaknya?

Ibu klien mengatakan An. I mengalami batuk, mual muntah dan nyeri pada

perut

c. Apakah sakit anak ini menimbulkan perubahan terhadap kehidupan sehari-hari?

Ibu klien mengatakan dalam keluarga mengalami perubahan karena cemas akan

penyakit anak, sehingga tidak bisa fokus dalam pekerjaan rumah tangga.

d. Harapan apa yang keluarga inginkan selama anak dirawat di RS?


Ibu klien mengharapkan agar An. I cepat sembuh dan bisa beraktivitas seperti

biasanya.

e. Anak tinggal dengan siapa?

Ibu klien mengatakan An. I tinggal bersama ibu dan ayahnya.

f. Siapa orang yang terpenting bagi anak?

Ibu

8. Kebutuhan Dasar Khusus

a. Kenyamanan istirahat tidur

1) Ketidak nyamanan

a) Apakah terjadi gangguan kenyamanan selama sakit?

Ibu klien mengatakan tidak ada.

2) Istirahat dan tidur

1) Bagaimana kebiasaan tidur anak selama sakit? Jelaskan waktu, lama, kualitas

tidur?

Sebelum sakit : Ibu klien mengatakan An. I tidur siang pada jam

13.30 – 16.30 atau 3 jam, dengan kualitas tidur

nyenyak atau nyaman. Dan pada malam hari An. I

tidur pada jam 09.00-05.30 atau 8 jam, dengan

kualitas tidur nyenyak atau nyaman.

Saat Sakit : Ibu klien mengatakan saat sakit tidur siang An. I

1 ½ jam dengan kualitas tidur tidak nyenyak. Pada

malam hari jam 22.00 – 04.00, dengan kualitas tidur

tidak nyenyak atau sering terbangun.


2) Adakah gangguan istirahat tidur selama sakit?

Ibu klien mengatakan ada karena An. I tidur pada siang dan malam hari tidak

nyenyak dan sering terbangun.

b. Personal Hygiene

1) bagaimana kebiasaan anak / keluarga dalam memenuhi kebersihan diri: mandi,

gosok gigi,kuku, cuci tangan,sebelum makan? Jelaskan!

Sebelum sakit : Ibu klien mengatakan An. I dirumah melakukan dengan

mandiri (mandi, gosok gigi, cuci tangan sebelum makan).

Saat Sakit : Ibu klien mengatakan saat sakit klien hanya disibin saja,

semua aktivitas dibantu oleh ibunya.

2) Apakah ada bahan kimia atau sejenisnya yang digunakan untuk perawatan diri ?

Ibu klien mengatakan tidak ada.

3) Bagaimana cara ibu membersihkan daerah perineal setelah BAB ?

Ibu klien mengatakan mebersihkan dengan menggunakan air saja.

c. Keselamatan

a. Pergerakan

1) Adakah kesulitan rentang pergerakan?

Ibu klien mengatakan An. I tidak mengalami masalah pergerakan

b. Penglihatan

Ibu klien mengatakan An. I tidak memiliki masalah pada penglihatan.

c. Pendengaran

Ibu klien mengatakan An. I tidak memiliki masalah pendengaran.

d. Cairan

1) Apakah ada perbedaan jumlah cairan yang di minum selama sakit?

Sebelum sakit : Ibu klien mengatakan An. I sering minum air putih
± 10 gelas.

Saat Sakit : Ibu klien mengatakan saat sakit An. I hanya minum

air putih ± 6 gelas.

2) Minuman apa yang di sukai?

Ibu klien mengatakan klien suka minum air putih, teh hangat.

3) Minuman apa yang tidak di sukai?

Ibu klien mengatakan klien tidak suka minum minuman yang bersoda, dan

tidak suka minum minuman kemasan.

4) Apakah anak mempunyai kebiasaan minum kopi, soda atau yang lain.

Ibu klien mengatakan tidak ada.

5) Apakah pengeluaran keringat yang berlebihan? Bila ada, kapan dan bagaimana

cara mengatasinya.

Ibu klien mengatakan tidak ada.

e. Nutrisi

1) Apakah keluhan: Mual, muntah. Bila iya, kapan frekuensi dan bagaimana cara

mengatasinya.

Ibu klien mengatakan An. I mengalami mual dan muntah kurang lebih 3 x

selama sakit. Cara mengatasinya ibu klien memberikan minum hangat setelah

muntah.

2) Apakah sakit menimbulkan cara makan anak, bila iya (jelaskan).

Ibu klien mengatakan An. I makan tetapi sedikit-sedikit.

3) Makanan apa yang disukai anak.

Ibu klien mengatakan An. I suka sekali dengan Ayam goreng.

4) Apakah ada makanan pantangan untuk anak? Bila iya, jelaskan.

Ibu klien mengatakan tidak ada.


5) Apakah anak melakukan diit khusus? Bila iya jelaskan.

Ibu klien mengatakan diberi makan bubur dari RS

6) Pemenuhan kebutuhan nutrisi sehari-hari (contoh menu dalam 24 jam).

Pagi : Naget, nasi, telur, susu, tempe, sayur

Siang : mie, air putih, nasi, tempe, ayam, sayur

Sore : ayam, air, nasi, telur

Makanan selingan diantara waktu makan: ibu klien mengatakan tidak ada

7) Apakah anak mengkonsumsi makanan tambahan? Bila iya, jelaskan.

Ibu klien mengatakan An. I tidak mengkonsumsi makanan tambahan, akan

tetapi klien mengkonsumsi OSB Nutrisi otak.

f. Gaya Hidup / Pola Asuh

1) Apakah dalam keluarga ada yang mempunyai kebiasaan merokok? Jika ya

berapa banyak dalam sehari

Ibu klien mengatakan tidak ada

2) Apakah anak mempunyai kebiasaan makan makanan cepat saji (Junk Food).

Ibu klien mengatakan An. I suka makan makanan instan seperti Mie.

3) Apakah anak mempunyai kebiasaan melakukan exercise (olah raga), jika ya

berapa kali dalam seminggu

Ibu klien mengatakan ya, pada saat sekolah pada jam olah raga

g. Eliminasi

1) BAB

a) Adakah ada keluhan dalam BAB? Bila ada apa dan bagaimana cara

mengatasinya?

Ibu klien mengatakan tidak ada keluahan BAB

b) Kebiasaan BAB sebelum dan saat sakit


Sebelum Sakit : ibu klien mengatakan An. I sebelum sakit tidak

memiliki gangguan BAB, An. I BAB 1x/hari, dengan

konsistensi padat.

Saat Sakit : ibu klien mengatakan An. I saat sakit tidak memiliki

gangguan BAB, An. I BAB 1x/hari, dengan konsistensi

padat.

c) Adakah kebiasaan menggunakan obat pencahar? Bila ya jelas jenis dan

frekuensi penggunaannya.

Ibu klien mengatakan An. I jika BAB menggunakan obat dari apotik, jika

tidak sembuh-sembuh dibawa ke puskesmas atau rumah sakit terdekat.

2) BAK

a) Adakah keluhan dalam BAK? Jika ada, apa dan bagaimana cara

mengatasinya

Ibu klien mengatakan An. I tidak memiliki masalah BAK.

b) Kebiasaan BAK sebelum dan saat sakit

Sebelum sakit : ibu klien mengatakan sebelum sakit BAK klien

± 4 x/hari.

Saat Sakit : Ibu klien mengatakan BAK klien

± 3 x/hari.

h. Oksigenasi

1) Adakah keluhan sesak nafas? Bila ya, kapan dan bagaimana cara

mengatasinya

Ibu klien mengatakan tidak ada gangguan dalam pernafasan.

i. Seksualitas

1) Bagaimana persepsi anak tentang identitas seksual?


Ibu klien mengatakan An. I diajarkan antara anak laki-laki dan perempuan itu

berbeda, seperti ibu dan ayah itu berbeda.

j. Konsep Diri

1) Bagaimanakah konsep diri (harga diri, identitas diri, gambaran diri, ideal diri,

persepsi diri) anak?

g. Riwayat kehamilan dan persalinan.

No Nama Gangguan Cara Masalah Penolong Masalah Keadaan

Persalinan Persalinan Persalinan Persalinan Bayi Anak

1. An. I Tidak ada Normal Tidak ada Di RS Tidak Normal

ada

2. An. A Tidak Normal Tidak ada Di RS Tidak Normal

ada
h. Keluarga

1) GENOGRAM

Keterangan:

: Perempuan

: laki-laki

: Pasien

: Meninggal

: tinggal dalam satu rumah


2) Kondisi rumah : Ibu klien mengatakan kondisi rumah bersih

3) Lingkungan tempat tinggal : Ibu klien mengatakan lingkungan rumahnya

Bersih

4) Kebersihan rumah dan lingkungan: Ibu klien mengatakan membersihkan

lingkungan rumah 2x/hari.

5) Kebiasaan keluarga : Ibu klien mengatakan setiap hari ibu

melakukan tugas rumah tangga (seperti

mengepel, menyapu rumah dan lingkungan,

cuci baju, dll). Ibu klien mengatakan ayah klien

berkerja di pabrik.

i. Pemeriksaan Fisik (Head To Toe)

1) Antropometri :

A : Antopometri

Berat sebelum sakit : 26 kg


BB saat sakit : 23 kg
Tinggi badan : 110 cm
IMT = BB/(TBxTB)
23/ (1,15x1,15) = 23/1,3= 17,6 ( BB kurang )
2) Keadaan umum : Klien tampak bersih, tidak bau, klien tampak lemas

3) Kulit, kuku : Warna kulit klien tampak sawo matang dan kuku tampak

pendek

4) Kepala : Kepala tidak ada benjolan/massa, tidak ada bekas luka di

kepala tidak ada nyeri tekan, kulit kepala bersih, rambut

bersih.

5) Leher :tidak ada pembesaran kelenjar tiroid

6) Thorax : Normal
7) Abdomen :datar, ada nyeri tekan pd ulu hati, tidak ada luka

8) Punggung : Daerah punggung klien normal tidak ada kelainan

9) Urogenital : Tidak ada kelainan pada daerah urongenital

10) Ekstermitas :

a) Ekstremitas superior (tangan):

Dekstra (kanan) : Tidak oedema, akral hangat, kekuatan otot baik

Sinistra (Kiri) : Tidak oedema, akral hangat, kekuatan otot baik dan

terpasang infuset.

b) Ekstermitas inferior (kaki)

Dekstra (kanan) : Tidak oedema, akral hangat, CRT kurang dari 2 detik

dan kekuatan otot baik

Sinistra (Kiri) : Tidak oedema, akral hangat, CRT kurang dari 2 detik

dan kekuatan otot baik

j. Pemeriksaan penunjang

Tgl Pemeriksaan 3 Oktober 2017

No Pemeriksaan Hasil Nilai rujukan Satuan

1. Hematologi

Kadar HB 11,5 11-15,6 gr %

Hitung lekosit 1.700 4.500-13,500 sel/mm

Hitung trombosit 63.000 154.000-442.000 sel/mm

Hematokrit 37,8 31-45 %

Eritrosit 4,45 3,7-5,8 Juta/mm

M.C.V 84,9 69-93 Fl


M.C.H 26,7 22-34 Pg

M.C.H.C 31,4 32-36 Gr/dl

2. WIDAL

S typhi O negatif

S typhi H (+) 1/160

k. Program Terapi

 Infus : Ringer Laktat 15 tpm


 Injeksi : Ceftriaxon 2 x 500 mg
Dexametason 2 x 0,5 mg
Ranitidin 2 x 30 mg
Vit C 2x 100 mg

 Oral : Paracetamol syrup 3 x 1 CTH


 Diit : Bubur tiim rendah serat 3 kali sehari

l. Tanda-Tanda Vital

TTV, N:120 x/Menit

S: 39,1 0C

RR: 24 x/Menit
B. Analisa data

Nama: An. I Ruang: Anggrek

Umur : 5 Tahun No. Rm: 030630

No Tanggal Data focus Masalah Etiologi

1 2-10-17 Ds: Hipertermi Penyakit

- Ibu klien mengatakan (Thypoid)

badannya panas

Do:

- Suhu 39,1 0C

- Badan An. I terasa panas

2 2-10-17 DS : Ketidakseimbangan Kurang asupan


- Ibu pasien mengatkan nutrisi kurang dari makanan
mengatakan klien tidak ada kebutuhan tubuh
nafsu makan
- Ibu mengatakan makanan
yang diberikan cuma
habis 1/4 porsi
- Ibu Klien mengatakan
mual muntah kurang lebih
3x
DO :
- Pasien terlihat lemas dan
bibir terlihat kering
- Antopometri

Berat sebelum sakit :


26 kg
BB saat sakit :
23 kg
Tinggi badan :
110 cm
- IMT = BB/(TBxTB)
23/ (1,15x1,15) = 23/1,3=
17,6 ( BB kurang )

C. DIAGNOSA KEPERAWATAN

Nama: An. I Ruang: Anggrek

Umur : 5 Tahun No. Rm: 030630

No. Diagnosa Keperawatan TTD

1. Hipertermi berhubungan dengan penyakit (Thypoid)

2. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d Kurang


asupan makanan

D. INTERVENSI KEPERAWATAN

Nam a: An. I Ruang: Anggrek

Umur : 8 Tahun No. Rm: 096166

No. INTERVENSI

DX
Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi TTD

1. NOC: NIC :

Setelah dilakukan tindakan 1. Monitor suhu klien sesering mungkin.

keperawatan selama 1x24 jam, 2. Monitor RR, nadi klien

diharapkan suhu tubuh klien 3. Monitor warna dan suhu kulit

dalam batas normal, dengan 4. Monitor intake dan output

kriteria hasil : 5. Kolaborasi dengan tim medis


- TTV dalam batas normal

- Tidak ada pusing, merasa

nyaman.

2. NOC : NIC :
Setelah dilakukan tindakan
keperawatan selama 3 x 24 jam 1. Kaji kebiasaan makan klen

diharapkan kebutuhan nutrisi 2. Jaga kebersihan mulut, bersihkan secret

terpenuhi , pasien tidak mual maupun kotoran-kotoran sebelum makan

dengan kriteria hasil : 3. Berikan makanan sedikit-sedikit tapi sering

a. Terjadi peningkatan 4. Berikan atau anjurkan untuk memberikan

berat badan makanan tambahan di luar jam makan

b. Klien dapat menghabis sesuai dengan kesukaan klien selama tidak

kan porsi yg disediakan ada kontraindikasi

c. Mual dan muntah dapat 5. Kolaborasi dengan ahli gizi

diatasi. 6. Monitor BB setiap hari

d. Nafsu makan klien ada


E. IMPLEMENTASI KEPERAWATAN (HARI I)

No Tanggal/ Implementasi Respon TTD

Jam

1. 3/10/17 1. Monitor suhu klien DS: Ibu klien mengatakan An. I

08.00 sesering mungkin. badannya demam

DO: - Klien teraba hangat,

- Suhu tubuh klien: 38,1 0C

08.00 2. Monitor RR, nadi DS: -

klien DO: RR: 30 x/menit, N: 100

x/menit

08.00 3. Monitor warna dan DS: -

suhu kulit DO: Klien tampak lemas, suhu

tubuh klien 38,1 0C

08.00 DS: Ibu klien mengatakan An. I


4. Monitor intake dan
minum air putih sebanyak ±6
output
gelas

DO: Ibu klien tampak kooperatif

dalam menjawab semua

pertanyaan klien.

08.00 DS: - Ibu klien mengatakan akan


5. Kolaborasi dengan
mengompres An. I
tim medis pemberian - Ibu klien mengatakan akan

paracetamol memberikan obat penurun

panas sesuai anjuran

perawat.

DO: Ibu klien tampak kooperatif

2. 08.10 1) Mengkaji kebiasaan DO :


makan klien DS : Ibu Klien mengatakan An.
I biasa menghabiskan makan
satu porsi nasi dengan lauk
seperti ayam goreng tetapi tidak
dengan sayur

08.10 2) Menjaga kebersihan DO :


mulut, bersihkan Pasien bersedia untuk
secret maupun membersihkan mulut sebelum
kotoran-kotoran makan, Lidah pasien kotor
sebelum makan DS :

08.25
3) Memberikan makanan DO :
sedikit-sedikit tapi DS :
sering Ibu klien mengatakan klien
bersedia untuk makan makanan
sedikit tapi sering seperti bubur
yang di dapat dari rumah sakit

4) Memberikan atau DS :
08.25
menganjurkan untuk Pasien makan makanan yang
memberikan makanan disukainya seperti roti biskuit
tambahan di luar jam DO : -
makan sesuai dengan
kesukaan klien
selama tidak ada
kontraindikasi
08.25 5) Berkolaborasi DS:
dengan ahli gizi Ibu pasien mengatakan pasien
mendapatkan makanan bubur
dari RS 3 x sehari
DO : -

DO :
08.40
6) Monitor BB pasien
BB pasien 23 kg

DS :-

IMPLEMENTASI KEPERAWATAN (HARI KE II)

No Tanggal/ Implementasi Respon TTD

Jam

1. 4/10/17 1. Monitor suhu klien DS: Ibu klien mengatakan An. I

08.00 sesering mungkin. hangat

DO: - Klien teraba hangat,

- Suhu tubuh klien: 37,5 0C

08.00 2. Monitor RR, nadi DS: -

klien DO: RR: 30 x/menit, N: 92 x/menit

08.00 3. Monitor warna dan DS: -

suhu kulit DO: Klien tampak lemas, suhu

tubuh klien 37,5 0C


08.00 DS: Ibu klien mengatakan An. I

4. Monitor intake dan minum air putih sebanyak ±6

output gelas

DO: Ibu klien tampak kooperatif

dalam menjawab semua

pertanyaan klien.

08.00 5. Berikan Pct sesuai DS: - Ibu klien mengatakan jika

advis dokter An. I panas dikompres

- Ibu klien mengatakan akan

memberikan obat penurun

panas sesuai anjuran

perawat.

- Klien bersedia diberikan

obat injeksi IV

DO: Obat injeksi telah diberikan

obat injeksi IV

2. 08.10 1. Menjaga kebersihan DS :


mulut, bersihkan Pasien bersedia untuk
secret maupun membersihkan mulut sebelum
kotoran-kotoran makan
sebelum makan DO :
Lidah tampak kotor

08.10 2. Memberikan DS :
makanan sedikit- Pasien bersedia untuk makan
sedikit tapi sering makanan sedikit tapi sering
seperti bubur yang di dapat dari
rumah sakit dan pasien sudah
tidak mual
DO :-

08.25
3. Memberikan atau DS :
menganjurkan untuk Pasien makan makanan yang
memberikan makanan disukainya seperti roti biskuit
tambahan di luar jam DO :-
makan sesuai dengan
kesukaan klien
selama tidak ada
kontraindikasi

08.25
4. Berkolaborasi DS :
dengan ahli gizi Ibu pasien mengatakan pasien
mendapatkan makanan bubur
dari RS 3 x sehari
DO : -

5. Monitor BB pasien DS:-


08.25
DO :

BB pasien 23 kg
IMPLEMENTASI (HARI KE III)

No Tanggal/ Implementasi Respon TTD

Jam

1. 5/10/17 1. Monitor suhu klien DS: Ibu klien mengatakan An. I

08.00 sesering mungkin. badannya sudah tidak panas

DO: - Suhu tubuh klien: 36,6 0C

08.00 2. Monitor RR, nadi klien DS: -

DO: RR: 25 x/menit, N: 83 x/menit

3. Monitor warna dan suhu DS: -

08.00 kulit DO: Klien tampak segar dan

nyaman, suhu tubuh klien

36,6 0C

4. Monitor intake dan output


08.00 DS: Ibu klien mengatakan An. I

minum air putih sebanyak ±6

gelas

DO: Ibu klien tampak kooperatif

dalam menjawab semua

pertanyaan klien.
5. Kolaborasi dengan tim
09.30 DS: Ibu klien mengatakan
medis
memberikan obat apabila panas

DO: -

2. 08.10 1. Memberikan DS :
makanan sedikit- Pasien bersedia untuk makan
sedikit tapi sering makanan sedikit tapi sering
seperti bubur yang di dapat dari
rumah sakit dan pasien sudah
tidak mual
DO :-

08.10
2. Memberikan atau DS :
menganjurkan untuk Pasien makan makanan yang
memberikan makanan disukainya seperti roti biskuit
tambahan di luar jam DO :-
makan sesuai dengan
kesukaan klien
selama tidak ada
kontraindikasi

3. Berkolaborasi DS :
08.15
dengan ahli gizi Ibu pasien mengatakan pasien
mendapatkan makanan bubur
dari RS 3 x sehari
DO : -

0830
4. Monitor BB pasien DS:-

DO :

BB pasien 23 kg
F. EVALUASI KEPERAWATAN

NO. SOAP TTD

DX

1. S: Ibu klien mengatakan An. I

badannya sudah tidak panas

O: Klien tampak lemas, Suhu: 36,6 0C, RR: 25 x/menit, nadi 83

x/menit

A: Masalah teratasi sebagian

P: Pertahankan intervensi intervensi:

1. Monitor suhu klien sesering mungkin.

2. Monitor RR, nadi klien

3. Monitor warna dan suhu kulit

4. Monitor intake dan output

5. Kolaborasi dengan tim medis

2. S : klien mengatakan sudah tidak mual

O : Hb = 11.5 gr

BB = 23 kg

A : Masalah teratasi sebagian

P : lanjutkan intervensi keperawatan.

1. Memberikan makanan sedikit-sedikit tapi sering


2. Memberikan atau menganjurkan untuk memberikan makanan tambahan
di luar jam makan sesuai dengan kesukaan klien selama tidak ada
kontraindikasi
3. Berkolaborasi dengan ahli gizi

4. Monitor BB pasien