Anda di halaman 1dari 24

TETES MINYAK MILIKAN

LAPORAN EKSPERIMEN FISIKA 1

Oleh :

Nama : Fikri Abdi Putra


NIM : 161810201068
Kelompok : B10
Shift/Waktu : 2/ 09.40-12.30 wib
Asisten : Intan Romadhony

LABORATORIUM FISIKA MODERN


JURUSAN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS JEMBER
2018
BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


R.A. Milikan pada tahun 1909 mengukur muatan listrik ion-ion di udara
dengan menyemprotkan butir-butir embun minyak diantara dua keping
kondensator. Butir-butir embun minyak tersebut ditempeli ion-ion di udara
sehingga oleh medan listrik yang kuat medannya diantara dua keping itu, butir
kabut minyak yang mengandung muatan listrik akan mengalami gaya
elektrolistrik coulomb. Eksperimen tetes minyak Milikan ini bertujuan untuk
menentukan besar jari-jari tetesan minyak serta banyaknya setiap muatan butiran
minyak. Persamaan yang digunakan adalah persamaan Faraday yang digunakan
untuk mengetahui sifat diskrit dari muatan elektron serta butiran minyak
dipengaruhi oleh gaya Archimedes (Soedojo,2001)
Eksperimen tetes minyak milikan dilakukan pertama mengatur peralatan pada
posisi horizontal dengan cara melihat gelembung air pada level meter tepat di
pusat lingkaran, kemudian atur posisi nol switch charging. Setelah itu off-kan
adaptor DC 12 volt dan DC power supply serta poswitch ionization source lever.
Peralatan siap digunakan hidupkan lampu halogen dengan memasang adaptor DC
12 volt. Mengamati jarum pemfokus yang diletakkan diatas chamber
menggunakan mikroskop. Memindahkan posisi switch ionization source lever ke
posisi spray droplet. Kemudian menyemprotkan atomizer dengan dua kali tekan
agar tetes minyak masuk dalam chamber. Memindahkan ionization source lever
pada posisi off ketika sudah melihat hujan tetes-tetes minyak. Plat konduktor pada
posisi nol. Memilih satu tetes yang memiliki kecepatan sekitar 0,02-0,05 m/s
kemudian mencatat kecepatan jatuh tetes yang terpilih tersebut. Selanjutnya
dengan menembak sinar alpha, memindahkan ionization layer posisi on serta
memberika tegangan DC berikutnya mencatat kecepatan naik untuk tetes minyak
yang sama. Memberi tegangan pada plat dan mencatat kecepatan naiknya.
Menembak lagi sinar alpha saat tetes tidak memberi renspon dan catat kecepatan
jatuh naik tetes minyak yang sama. Terakhir melakukan pengukuran sebanyak 15
pasang kecepatan naik dan kecepatan turun.
2

Eksperimen tetes minyak milikan ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui


muatan elektron. Gejala-gejala alam yang terjadi karena adanya elektron tersebut.
Muatan elektron banyak ditemui pada kehidupan sehari-hari, misalnya pada
kelistrikan, lampu hingga baterai dan masih banyak lagi. Bagian-bagian contoh
tersebut terjadi karena adanya muatan elektron yang bergerak di dalamnya.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang diatas, rumusan masalah yang diperoleh dalam
eksperimen tetes minyak milikan adalah
1. Bagaimana perbandingan nilai muatan electron hasil praktikum dengan teori
yang ada?
2. Bagaimana perbandingan antara kecepatan jatuh dan kecepatan naik pada hasil
eksperimen?
3. Bagaimana perbandingan bilangan Avogadro (N) yang dihasilkan dengan
referensi dan dari eksperimen tetes minyak milikan?

1.3 Tujuan
Tujuan yang diperoleh dalam eksperimen tetes minyak milikan adalah
1. Untuk mengetahui perbandingan nilai muatan electron hasil praktikum dengan
teori yang ada
2. Untuk mengetahui perbandingan antara kecepatan jatuh dan kecepatan naik
pada hasil eksperimen?
3. Untuk mengetahui perbandingan bilangan Avogadro (N) yang dihasilkan
dengan referensi dan dari eksperimen tetes minyak milikan?
3

1.4 Manfaat
Manfaat yang diperoleh dalam eksperimen tetes minyak milikan adalah
sehari-hari pada kehidupan sehari-hari,misalnya dalam kelistrikan.
Pengaplikasiannya pada penyalaan lampu. Pada skalar dihidupkan arus listrik
mengalir akibat adanya elektron bebas yang bergerak dari kutub negatif menuju
kutub positif. Elektron yang berada di sepanjang filamen secara konstan akan
menabrak atom. Energi yang terbentuk akan memanaskan atom sehingga dapat
melepaskan atom-atom yang terlihat seperti cahaya yang terpancar.
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Sejarah
Robert A. Milikan melakukan percobaan oil drop atau yang dikenal dengan
tetes minyak milikan pada tahun 1913. Percobaan tetes minyak milikan yang
diteliti oleh Milikan untuk mengetahui nilai muatan elektron. Percobaan ini
dilakukan dengan menyeimbangkan gaya-gaya yaitu gaya listrik pada suatu tetes kecil
minyak yang berada pada diantara dua buah plat konduktor dan gaya gravitasi.
Percobaan tetes minyak milikan ini menunjukkan bahwa muatan elektron bersifat
diskrit yaitu gaya ke bawah dan terhambat karena adanya suatu gaya penghambat
yaitu gaya stokes. Percobaan tetes milikan ini bertujuan untuk menentukan besar
jari-jari tetesan minyak dan untuk menentukan nilai muatan butiran minyak (Alonso,
1992)

2.2 Definisi
Tetes minyak milikan merupakan percobaan yang menunjukkan bahwa
muatan elektron bersifat diskrit yaitu dimana gaya ke bawah pada tetes minyak
milikan (percepatan ke bawah) akan terhambat oleh suatu gaya stokes (gaya
penghambat)”Percobaan ini dilakukan dengan menyeimbangkan gaya-gaya antra
gaya gravitasi dan gaya listrik pada suatu tets kecil minyak yang berada di antara
dua buah pelat konduktor. Eksperimen tetes minyak milikan merupakan
percobaan untuk menunjukkan bahwa elektron bersifat diskrit yaitu gaya ke
bawah pada tetes milikan (percepatan ke bawah) akan terhambat oleh suatu gaya
stokes (gaya penghambat). Hal tersebut dapat terjadi ketika minyak milikan jatuh
ke udara. Yang selanjutnya akan mengalami percepatan ke bawah yang
disebabkan oleh gaya gravitasi. Sedangkan pada saat yang sama gerak tetes
minyak milikan tersebut dihambat oleh gaya stokes. Kecepatan tetes minyak
tersebut akan meningkat sampai mencapai kecepatan stasioner ketika gaya berat
kebawah sama dengan gaya stokes ke atas (Krane, 1992)
Pada tahun 1909 R.A. Milikan mengukur muatan listrik ion-ion di udara
dengan menyemprotkan butir-butir embun minyak diantara dua keping
5

kondensator. Butir-butir embun minyak itu akan segera ditempeli ion-ion di udara
sehingga oleh medan listrik yang kuat medannya E diantara dua keping itu, butir
kabut minyak yang mengandung muatan listrik q akan mengalami gaya
elektrolistrik coulomb sebesar qE. Di samping itu, butir yang massanya m, jatuh
oleh gaya berat mg serta mengalami gaya gesekan stokes sebesar 6 πrvη dimana r
jari-jari, v kecepatan gaya butir, η koefisien viskositas udara. Kecuali itu, butir
embun atau kabut minyak tersebut sudah tentu juga akan mengalami gaya ke atas
Archimedes (A) (Soedojo,2001).

Gambar 2.1. Eksperimen Tetes Minyak Milikan


(Sumber : Soedojo, 2001)
Dengan tidak ada medan listrik, butir kabut minyak akan jatuh bebas dengan
kecepatan yang makin besar sampai cukup besar hingga gaya gesekan viskositas
stokes cukup besar untuk mengatasi gaya berat. Misalkan pada saat itu kecepatan
jatuhnya v0. Maka berlaku persamaan
2.1
Atau

( ) ( )

Dimana dan masing-masing adalah massa jenis kabut minyak dan udara.
Dilain sisi dengan mengenakan medan listrik yang kuat medannya E=V/d dimana
v dan d adalah beda potensial dan jarak antara kedua kuping berlaku persamaan

Apabila dengan menggunakan kedua persamaan diatas satu dari yang lain, serta
menghitung r dari persamaan viskositas (Soedojo, 2001)
6

Tetes minyak milikan merupakan percobaan yang menunjukkan bahwa


muatan electron bersifat diskrit yaitu gaya ke bawah pada tetes milikan
(percepatan ke bawah) akan terhambat oleh gaya stokes. Percobaan ini dilakukan
dengan mengembangkan gaya-gaya antara gaya listrik pada suatu tetes kecil
minyak yang berada diantara dua buah pelat konduktor. Ketika minyak jatuh di
udara akan mengalami percepatan ke bawah. Menurut stokes, bila sebuah benda
dilepaskan tanpa kecepatan awal di dalam fluida benda mula-mula akan
mendapatkan kecepatan (Purwanto, 1999).
Viskositas merupakan salah satu sifat fluida. Viskositasyaitu kekentalan,
setiap fluida memiliki kekentalan(viskositas) yang berbeda beda. Viskositas ini
ditimbulkankarenaadanya tegangan geser. Pada fluida bergerak, setiapelemen-
elemen dari fluida akan mengalami tegangan yangdisebabkan oleh desakan oleh setiap
elemen elemen yanglainnya yang mengelilingi elemen tersebut. Tegangan
yangdihasilkan pada setiap bagian permukaan elemen tersebutdipecahkan ke
dalam komponen-komponen normal dantangensial terhadap arah gerakan fluida
yakni tekanantimbul, yang dapat terjadi pada fluida bergerak ataupun padafluida
diam dan tegangan geser yang terjadi hanyapadafluida yang bergerak (Dugdale,
1986)
Menurut Serway (2004), pada setiap butir tetesan minyak memiliki sebuah
massa m dan membawa sebuah muatan q yang muatan tersebut bernilai negatif.
Apabila tidak ada medan listrik yang beroperasi di antara plat logam. Terdapat
dua gaya yang bekerja pada muatan tersebut, yaitu gaya berat gravitasi mg yang
bergerak ke bawah (ada pula gaya apung di atas butiran minyak dikarenakan
udara yang mengelilingi tetesan minyak tersebut. Gaya ini bisa digantikan dengan
gaya berat gravitasi mg di bawah, sehingga gaya apung ini tidak termasuk dalam
analisis). Selain gaya berat gravitasi, terdapat pula gaya viskositas Fd yang
bergerak ke atas. Gaya-gaya tersebut digambarkan seperti ada gambar 2.2 di
bawah ini
7

Gambar 2.2 Gaya pada butiran minyak


(Sumber : Serway, 2004)
Gaya viskositas besarnya sama dengan kecepatan tetesan minyak. Saat tetesan
minyak tersebut mencapai kecepatan terminalnya (v), dua gaya (gaya viskositas
dan gaya berat gravitasi) tersebut akan senilai satu sama lain dan membentuk
persamaan (2.4) seperti di bawah ini
.
BAB 3 . METODE EKSPERIMEN

Metode praktikum merupakan cara ilmiah dalam mendapatkan data yang


akan digunakan untuk keperluan kegiatan eksperimen. Metode penelitian berisi
tentang rancangan penelitian, jenis dan sumber data, definisi operasional variabel,
metode analisis data dan kerangka pemecahan masalah. Metode penelitian
tersebut akan dijelaskan pada praktikum eksperimen tetes minyak milikan adalah
sebagai berikut
3.1 Rancangan Penelitian
Skema dari rancangan praktikum kegiatan eksperimen tetes minyak milikan
disajikan dalam bentuk diagram alir sebagai berikut pada gambar 3.1
Identifikasi

Tinjauan Pustaka

Variabel Penelitian

Kegiatan Eksperimen

Data

Analisis

Kesimpulan

Gambar 3.1 Diagram Alir Rancangan Kegiatan Eksperimen

Langkah awal untuk melakukan eksperimen Tetes minyak milikan yaitu


mengidentifikasi permasalahan.Kemudian dilanjutkan dengan melakukan tinjauan
pustaka mengenai muatan elektron yang dicari pada eksperimen tetes minyak
milikan. Kemudian menyiapkan alat dan bahan dan mulai merangkai alat yang
digunakan pada eksperimen. Eksperimen dilakukan dengan pengambilan data
9

berupa kecepatan naik dan turun tetes minyak tersebut serta tahap akhir dalam
eksperimen ini menarik kesimpulan.

3.2 Jenis dan Sumber Data Eksperimen


Jenis dan sumber data pada eksperimen tetes minyak milikan yang dilakukan
bersifat kuantitatif, dimana data yang didapat dari hasil pengukuran objektif. Data
yang akan diambil berupa jarak dan waktu dimana ketika tetes minyak turun dan
naik. Data tersebut bervariasi. Data yang bervariasi akan berpengaruh pada
ketelitian praktikum yang sedang dilakukan.

3.3 Definisi Operasional Variabel dan Skala Pengukuran


Definisi operasional variabel dalam eksperimen tetes minyak milikan adalah
sebagai berikut:
3.3.1 Variabel Eksperimen
Variabel bebas yaitu faktor-faktor yang nantinya akan diukur, dipilih, dan
dimanipulasi dalam penelitian untuk melihat hubungan antara fenomena atau
peristiwa yang diteliti atau diamati. Variabel bebas pada eksperimen tetes minyak
milikan adalah waktu dan jarak
Variabel terikat merupakan faktor-faktor yang diamati ataupun diukur dalam
sebuah penelitian, untuk menentukan ada tidaknya pengaruh dari variabel bebas.
Variabel terikat adalah kecepatan turun dan kecepatan naik
Variabel kontrol merupakan variabel yang dikendalikan dalam penelitian dan
menyebabkan hubungan di antara variabel bebas dan juga variabel terikat bisa
tetap konstan. Variabel kontrol adalah muatan tetes minyak

3.3.2 Skala Pengukuran


Skala Pengukuran yang digunakan pada praktikum eksperimen tetes minyak
milikan adalah sebagai berikut
a. Menentukan nilai muatan en
10

[( ) ] [ ] √

b. Menentukan bilangan Avogadro

c. Deksripansi

| |

3.4 Kerangka Pemecahan Masalah


Kerangka pemecahan masalah yang digunakan dalam eksperimen tetes
minyak milikan adalah sebagai berikut
3.4.1 Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang digunakan dalam eksperimen tetes minyak milikan
adalah
1. Millikan oil drop apparatus berfungsi untuk mengubah tegangan (+ atau -)
sehingga akan merubah arah gerak tetes minyak
2. Adaptor DC 12 Volt berfungsi untuk menghasilkan tegangan DC 12 volt pada
lampu halogen.
3. High voltage DC power supply berfungsi sebagai memiliki fungsi sebagai
sumber tegangan
4. Multimeter digital berfungsi untuk mengukur nilai arus listrik, resistansi, dan
tegangan listrik
11

5. Atomizer + minyak = 886 kg/m3 berfungsi untuk menyemprotkan minyak


milikan ke dalam chamber
6. Stopwatch berfungsi sebagai penghitung waktu tempuh naik dan turunya tetes
minyak
7. Barometer berfungsi untuk mengetahui besarnya tekanan udara

3.4.2 Tata Laksana Eksperimen


Tata laksana pada eksperimen tetes minyak milikan adalah
a. Waktu dan Tempat Eksperimen
Waktu dan tempat eksperimen pada praktikum tetes minyak milikan adalah
waktu eksperimen dilaksanakan pada hari senin tanggal 5 Nopember 2018 pukul
09.40 sampai pukul 12.30 shift 2 bertempat di laboratorium Fisika Modern
FMIPA Universitas Jember

b. Desain Percobaan
Desain percobaan yang digunakan dalam eksperimen tetes minyak milikan
adalah

Gambar 3.2 Rangkaian eksperimen tetes minyak milikan


(sumber: Tim penyusun, 2018)
12

Diagram Simulasi
Simulasi penelitian pada praktikum tetes minyak milikan dapat dilihat pada
diagram dibawah ini

Alat dan bahan


percobaan disiapkan

Sumber cahaya diatur

Minyak disemprotkan ke
tempat penyemprotan

Satu butiran minyak yang


akan diamati, dicari dan
ditetapkan

Tegangan input diatur

kecepatan jatuh tetes minyak


yang dipilih dicatat

Posisi switch dikembalikan


di posisi awal

kecepatan naik tetes minyak


yang dipilih dicatat

Melakukan
Gambar pengulangan
3.2 Diagram sebanyak
simulasi 15
eksperimen
pasang kecepatan naik dan kecepatan
turun

Gambar 3.3 Diagram Simulasi eksperimen


13

3.4.3 Langkah Kerja


Langkah kerja yang digunakan pada praktikum tetes minyak milikan
adalah sebagai berikut
1.Peralatan disusun seperti pada gambar 3.2
2. lampu halogen dihidupkan dengan memasang adaptor DC 12 volt
3. jarum fokus diletakkan pada chamber serta diamati menggunakan mikroskop
4.atomizer berisi minyak disiapkan. Posisi switch ionization source lever
dipindahkan ke spray doplet
5. atomizer disemprotkan dengan sekali tekan kemudian tekan sekali lagi untuk
mendorong tetes minyak masuk ke dalam chamber
6. switch ionization source lever dipindahkan ke posisi off
7.Plat konduktor di groundkan (posisi nol).Satu tetes dipilih dan dicatat kecepatan
jatuh tetes minyak
8.Sinar alpha ditembakkan. Tegangan DC diberikan serta kecepatan naik tetes
minyak dicatat
9. plat konduktor dilepaskan tegangannya. Kecepatan naik dan jatuhnya tetes
minyak dicatat.
10.Sinar alpha ditembakkan lagi jika tetes tidak memberi renspon pada tegangan
plat kemudian kecepatam jatuh dan naik tetes minyak yang sama dicatat
11. pengukuran diulangi sebanyak 15 pasang kecepatan naik dan kecepatan turun.

3.4.4 Metode Analisis Data


Metode analisis data yang digunakan dalam eksperimen tetes minyak
milikan adalah
a. Tabel Pengamatan
Tabel 3.1 Pengamatan tetes minyak milikan
Pengukuran Kecepatan turun Kecepatan naik
tetes ke- Jarak (cm) Waktu (s) Jarak (cm) Waktu (s)
1 s/d 15
BAB 4. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil
Tabel 4.1 Hasil penentuan muatan tetes minyak milikan
charge direction distance t (s) v (cm/s) ̅ a (cm) charge charge
letter of time (cm/s) (esu) (C)
charge (cm)
A Naik 0.1 8.88 0.011 0.0103 3.33E-10
0.1 10.34 0.009 3.33E-10
0.1 9.98 0.010 3.33E-10
Turun 0.1 5.72 0.017 0.0104 1.28E-05 3.33E-10 6.51E-19
0.1 14.07 0.007 8.15E-06 3.33E-10 2.42E-19
0.1 15.12 0.006 7.86E-06 3.33E-10 1.53E-21
B Naik 0.1 6.89 0.014 0.0141 3.33E-10
0.1 7.17 0.013 3.33E-10
0.1 7.17 0.013 3.33E-10
Turun 0.1 1.91 0.052 0.0725 2.21E-05 3.33E-10 2.62E-18
0.1 1.24 0.080 2.74E-05 3.33E-10 4.6E-18
0.1 1.18 0.084 2.81E-05 3.33E-10 4.92E-18
C Naik 0.1 5.41 0.018 0.0189 3.33E-10
0.1 5.32 0.018 3.33E-10
0.1 5.09 0.019 3.33E-10
Turun 0.1 3.9 0.025 0.0263 1.55E-05 3.33E-10 1.21E-18
0.1 3.78 0.026 1.57E-05 3.33E-10 1.26E-18
0.1 3.73 0.026 1.58E-05 3.33E-10 1.3E-18
D Naik 0.1 9.72 0.0102 0.0083 3.33E-10
0.1 13.88 0.0072 3.33E-10
0.1 13.01 0.0076 3.33E-10
Turun 0.1 3.72 0.0268 0.0253 1.58E-05 3.33E-10 1.04E-18
0.1 3.7 0.0270 1.59E-05 3.33E-10 9.64E-19
0.1 4.54 0.0220 1.43E-05 3.33E-10 7.55E-19
E Naik 0.1 13.19 0.0075 0.0071 3.33E-10
0.1 14.6 0.0068 3.33E-10
0.1 14.15 0.0070 3.33E-10
Turun 0.1 23.66 0.0042 0.0044 6.28E-06 3.33E-10 1.31E-19
0.1 21.27 0.0047 6.63E-06 3.33E-10 1.35E-19
0.1 22.12 0.0045 6.5E-06 3.33E-10 1.33E-19
1.33E-18
15

Tabel 4.2 Hasil penentuan bilangan Avogadro


charge charge different number en (esu) D% Avogadro
letter (esu) between of number
charge electron
A 3.33E-10
3.33E-10
3.33E-10
3.33E-10 1.35E-09 4.06 1.35E-09 1.82 2.14E+23
3.33E-10 5.04E-10 1.51 5.04E-10 0.05 5.75E+23
3.33E-10 3.19E-12 0.009 3.19E-12 0.10 9.08E+25
B 3.33E-10
3.33E-10
3.33E-10
3.33E-10 5.46E-09 16.3 5.46E-09 10.4 5.3E+22
3.33E-10 9.58E-09 28.76 9.58E-09 18.9 3.02E+22
3.33E-10 1.03E-08 30.76 1.03E-08 20.3 2.82E+22
C 3.33E-10
3.33E-10
3.33E-10
3.33E-10 2.71E-09 7.56 2.52E-09 4.25 1.15E+23
3.33E-10 2.62E-09 7.87 2.62E-09 4.47 1.1E+23
3.33E-10 2.71E-09 8.14 2.71E-09 4.64 1.07E+23
D 3.33E-10
3.33E-10
3.33E-10
3.33E-10 2.17E-09 6.52 2.17E-09 3.52 1.33E+23
3.33E-10 2.01E-09 6.02 2.01E-09 3.17 1.44E+23
3.33E-10 1.57E-09 4.71 1.57E-09 2.27 1.84E+23
E 3.33E-10
3.33E-10
3.33E-10
3.33E-10 2.73E-10 0.82 2.73E-10 0.43 1.06E+24
3.33E-10 2.82E-10 0.84 2.82E-10 0.41 1.03E+24
3.33E-10 2.77E-10 0.83 2.77E-10 0.42 1.04E+24
2.77E-09 5.07 6.38E+24
16

4.2 Pembahasan
Eksperimen tetes minyak milikan ini dilakukan oleh Robert A. Milikan pada
tahun 1913 untuk mengetahui nilai muatan elektron. Eksperimen pertama untuk
menentukan nilai muatan electron pada praktikum dibanding dengan teori. Harga
muatan dalam satuan coloumb tidak sesuai dengan teori. Harga muatan electron
yang didapat pada teori sebesar 1,6 x 10-19 C sedangkan pada eksperimen nilai
yang diperoleh sebesar 1,3 x 10-18 C. Dari perbandingan tersebut hasil yang
diperoleh memilik presentasi kesalahan presisi dan memiliki presentasi kesalahan
akurasi terhadap teori sebesar 5,07 %. Hal tersebut disebabkan beberapa
perbedaan kecepatan gerak tetes minyak yang disebabkan tidak seragamnya
ukuran tetes minyak ataupun juga tidak tepatnya dalam melakukan pengukuran
waktu.
Pengamatan kedua tentang kecepatan naik dan kecepatan turun tetes minyak
milikan. Hasil menunjukkan bahwa kecepatan turun tetes minyak milikan
berbanding lurus dengan besarnya muatan. Sehingga semakin besar muatan maka
nilai kecepatan semakin besar. Begitupun sebaliknya, apabila muatan tetes
minyak milikan kecil, maka kecepatan turun minyak semakin lambat juga. Nilai
muatan berhubungan dengan banyaknya muatan dalam tiap tetes minyak milikan.
Dimana apabila nilai muatannya besar maka semakin banyak electron yang
terkandung didalamnya. Hal tersebut menyebabkan kecepatan tetes minyak
milikan semakin cepat. Kecepatan turun dipengaruhi oleh gaya gravitasi,
sedangkan gaya naiknya dipengaruhi oleh gaya stoke yang membuatnya seimbang
dengan kecepatan jatuhnya. Namun yang dihasilkan menunjukkan bahwa
kecepatn naik pada tetes minyak milikan dibanding kecepatan turun yaitu pada
kecepatan turun nilainya lebih besar daripada kecepatan naik. Kecepatan turun
nilainya relatif stabil walaupun pada charge letter tertentu kecil dibanding besar
kecepatan turun sebelumnya. Hal ini terjadi juga pada kecepatan naik yang
memiliki nilai yang relatif stabil walaupun pada charge letter tertentu mengalami
kedaan turun dibanding sebelumnya. Kondisi dari kedua kecepatan tersebut nilai
kecepatan turun lebih besar dibanding kecepatan naik. Hal tersebut dapat
disimpulkan kecepatan turun memiliki nilai yang lebih besar dibanding kecepatan
17

naik. Dengan kata lain muatan electron pada saat turun lebih cepat dibanding
naiknya.
Percobaan selanjutnya mengenai bilangan Avogadro yang dihasilkan
melalui eksperimen tetes minyak milikan. Bilangan Avogadro menurut referensi
sebesar 6,02 x 1023 . Hasil yang diperoleh pada eksperimen tidak sesuai dengan
yang dihasilkan menurut referensi. Hasil yang diperoleh memiliki presentaasi
kesalahan presisi dan kesalahan akurasi terhadap teori. Namun pada kesalahan
presisi yang relatif kecil dibanding dari kesalahan akurasi. Perbandingan tersebut
memiliki nilai deksripansi yang lumaya besar walaupun tidak melebihi 10 %.
Selain itu ketidaksesuain tersebut dikarenakan muatan dalam satuan esu ataupun
jumlah muatanya memiliki nilai yang berbeda-beda yang tidak bernilai 1 sehingga
membuat bilangan Avogadro memiliki perbedaan yang cukup jauh terhadap
refernsi.
BAB 5. PENUTUP

5.2 Kesimpulan
Kesimpulan yang diperoleh dalam eksperimen tetes minyak milikan adalah
1. Nilai harga muatan pada tetes minyak milikan berdasarkan eksperimen tidak
sesuai dengan teori karena nilainya belum mendekati
2. Perbandingan kecepatan naik dan turun pada tetes minyak milikan adalah
kecepatan turun memiliki nilai yang lebih besar dibanding kecepatan naik
3. Nilai Avpgadro berdasarkan eksperimen tidak sesuai dengan literature karena
nilai belum mendekati bilangan Avogadro sesuai referensi

5.2 Saran
Saran yang didapat setelah melakukan pengukuran tetes minyak milikan
adalah teliti dalam mengamati pergerakan ion untuk menempuh jarak tertentu,
lalu memilih satu tetes yang akan diukur, serta focus pada tetes tersebut.
Perhitungan dalam menentukan tetes minyak milikan ataupun dalam menentukan
bilangan Avogadro lebih diteliti lagi agar menghasilkan data yang sesuai dengan
referensi serta perhitungan rumus yang sesuai dengan teori juga. Dalam
melakukan eksperimen sebaiknya memahami konsep teori ataupun aplikatif dari
tetes minyak milikan serta memahami cara kerja eksperimen tersebut. Penglihatan
dan tangan harus jeli dan teliti pada saat merubah posisi – ke + ataupun sebaliknya
agar tidak kehilangan pengawasan terhadap satu tetes minyak yang diamati.
Penyemprotan minyak perlu diperhatikan dan tidak perlu berulang-ulang karena
dapat mempengaruhi hasil eksperimen.
19

DAFTAR PUSTAKA

Alonso m. Finn.1992. Fisika Universitas. Jakarta; Erlangga


Dugdale, R.H, 1986. Mekanika Fluida. Jakarta ; Erlangga
Krane J Kenneth. 1992. Fisika Modern. UI:Press Jakarta
Purwanto , A.1999. Fisika Kuantum.Yogyakarta : Gaya Media.
Serway, Raymond. 2004 .Physics for Scientist and Engineers.USA:Thomson
Brooks.
Soedojo, Peter. 2001. Azas-azas Ilmu Fisika Jilid 4.Yogyakarta : Gadjah Mada
University Press
Tim Penyusun. 2018.Buku Panduan Praktikum (LAB MANUAL) Eksperimen
Fisika 1. Jember: Universitas Jember
LAMPIRAN-LAMPIRAN

LAMPIRAN A. HASIL PERHITUNGAN TETES MINYAK MILIKAN


A1 Perhitungan muatan tetes minyak milikan
charge direction distance t (s) v (cm/s) ̅ (cm/s) a (cm)
letter of time
charge (cm)
A Naik 0.1 8.88 0.011261 0.010317 0.000018
0.1 10.34 0.009671 0.000018
0.1 9.98 0.01002 0.000018
Turun 0.1 5.72 0.017483 0.010401 1.28E-05 0.000018
0.1 14.07 0.007107 8.15E-06 0.000018
0.1 15.12 0.006614 7.86E-06 0.000018
B Naik 0.1 6.89 0.014514 0.014136 0.000018
0.1 7.17 0.013947 0.000018
0.1 7.17 0.013947 0.000018
Turun 0.1 1.91 0.052356 0.072582 2.21E-05 0.000018
0.1 1.24 0.080645 2.74E-05 0.000018
0.1 1.18 0.084746 2.81E-05 0.000018
C Naik 0.1 5.41 0.018484 0.018976 0.000018
0.1 5.32 0.018797 0.000018
0.1 5.09 0.019646 0.000018
Turun 0.1 3.9 0.025641 0.026302 1.55E-05 0.000018
0.1 3.78 0.026455 1.57E-05 0.000018
0.1 3.73 0.02681 1.58E-05 0.000018
D Naik 0.1 9.72 0.010288 0.008393 0.000018
0.1 13.88 0.007205 0.000018
0.1 13.01 0.007686 0.000018
Turun 0.1 3.72 0.026882 0.025312 1.58E-05 0.000018
0.1 3.7 0.027027 1.59E-05 0.000018
0.1 4.54 0.022026 1.43E-05 0.000018
E Naik 0.1 13.19 0.007582 0.007166 0.000018
0.1 14.6 0.006849 0.000018
0.1 14.15 0.007067 0.000018
Turun 0.1 23.66 0.004227 0.004483 6.28E-06 0.000018
0.1 21.27 0.004701 6.63E-06 0.000018
0.1 22.12 0.004521 6.5E-06 0.000018
21

d b G p charge charge
(esu) (C)
0.886 0.0013 0.787 0.000617 100 9800 102391 3.33E-10
0.886 0.0013 0.787 0.000617 100 9800 102391 3.33E-10
0.886 0.0013 0.787 0.000617 100 9800 102391 3.33E-10
0.886 0.0013 0.787 0.000617 100 9800 102391 3.33E-10 6.51E-19
0.886 0.0013 0.787 0.000617 100 9800 102391 3.33E-10 2.42E-19
0.886 0.0013 0.787 0.000617 100 9800 102391 3.33E-10 1.53E-21
0.886 0.0013 0.787 0.000617 100 9800 102391 3.33E-10
0.886 0.0013 0.787 0.000617 100 9800 102391 3.33E-10
0.886 0.0013 0.787 0.000617 100 9800 102391 3.33E-10
0.886 0.0013 0.787 0.000617 100 9800 102391 3.33E-10 2.62E-18
0.886 0.0013 0.787 0.000617 100 9800 102391 3.33E-10 4.6E-18
0.886 0.0013 0.787 0.000617 100 9800 102391 3.33E-10 4.92E-18
0.886 0.0013 0.787 0.000617 100 9800 102391 3.33E-10
0.886 0.0013 0.787 0.000617 100 9800 102391 3.33E-10
0.886 0.0013 0.787 0.000617 100 9800 102391 3.33E-10
0.886 0.0013 0.787 0.000617 100 9800 102391 3.33E-10 1.21E-18
0.886 0.0013 0.787 0.000617 100 9800 102391 3.33E-10 1.26E-18
0.886 0.0013 0.787 0.000617 100 9800 102391 3.33E-10 1.3E-18
0.886 0.0013 0.787 0.000617 100 9800 102391 3.33E-10
0.886 0.0013 0.787 0.000617 100 9800 102391 3.33E-10
0.886 0.0013 0.787 0.000617 100 9800 102391 3.33E-10
0.886 0.0013 0.787 0.000617 100 9800 102391 3.33E-10 1.04E-18
0.886 0.0013 0.787 0.000617 100 9800 102391 3.33E-10 9.64E-19
0.886 0.0013 0.787 0.000617 100 9800 102391 3.33E-10 7.55E-19
0.886 0.0013 0.787 0.000617 100 9800 102391 3.33E-10
0.886 0.0013 0.787 0.000617 100 9800 102391 3.33E-10
0.886 0.0013 0.787 0.000617 100 9800 102391 3.33E-10
0.886 0.0013 0.787 0.000617 100 9800 102391 3.33E-10 1.31E-19
0.886 0.0013 0.787 0.000617 100 9800 102391 3.33E-10 1.35E-19
0.886 0.0013 0.787 0.000617 100 9800 102391 3.33E-10 1.33E-19
1.33E-18
22

A.2 Perhitungan bilangan Avogadro


charge charge different number en (esu) D% Avogadro
letter (esu) between of number
charge electron
A 3.33E-10
3.33E-10
3.33E-10
3.33E-10 1.35E-09 4.06 1.35E-09 1.82 2.14E+23
3.33E-10 5.04E-10 1.51 5.04E-10 0.05 5.75E+23
3.33E-10 3.19E-12 0.009 3.19E-12 0.10 9.08E+25
B 3.33E-10
3.33E-10
3.33E-10
3.33E-10 5.46E-09 16.3 5.46E-09 10.4 5.3E+22
3.33E-10 9.58E-09 28.76 9.58E-09 18.9 3.02E+22
3.33E-10 1.03E-08 30.76 1.03E-08 20.3 2.82E+22
C 3.33E-10
3.33E-10
3.33E-10
3.33E-10 2.71E-09 7.56 2.52E-09 4.25 1.15E+23
3.33E-10 2.62E-09 7.87 2.62E-09 4.47 1.1E+23
3.33E-10 2.71E-09 8.14 2.71E-09 4.64 1.07E+23
D 3.33E-10
3.33E-10
3.33E-10
3.33E-10 2.17E-09 6.52 2.17E-09 3.52 1.33E+23
3.33E-10 2.01E-09 6.02 2.01E-09 3.17 1.44E+23
3.33E-10 1.57E-09 4.71 1.57E-09 2.27 1.84E+23
E 3.33E-10
3.33E-10
3.33E-10
3.33E-10 2.73E-10 0.82 2.73E-10 0.43 1.06E+24
3.33E-10 2.82E-10 0.84 2.82E-10 0.41 1.03E+24
3.33E-10 2.77E-10 0.83 2.77E-10 0.42 1.04E+24
2.77E-09 5.07 6.38E+24