Anda di halaman 1dari 14

Publikasi Online Mahsiswa Teknik

Mesin
Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Volume 1 No. 1 (2018)

ANALISA PENGARUH KECEPATAN AIR


RADIATOR
DAN JUMLAH PIPA TERHADAP EFEKTIVITAS
PENYERAPAN PANAS PADA MESIN MOTOR
BENSIN
M. Adib Misbakhul Islam
Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik
Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Dusun Ponggok, Desa Banjarsari, Kec. Perak. Kab. Jombang
email: adibsipemimpi@com.

ABSTRAK
Nowadays, motorcycle was the most popular ride, it because
motorcycle was easy to use and cheap. The component of
motorcycle is frame, electricity, and machine. There was a cooling
system in machine is used to cool the machine when heat. Main
function was to stabilize the temperature of machine. Because of
the problem above, there is an idea to design a radiator with
varian of fluid velocity nad pump. This research method is used to
analyze the influence of fluid velocity and amount of pipe variation
of motorcycle radiator. Each of fluid velocity is 0,000019 m³/min,
0,000026m³/min, and 0,000032m³/min. And amount variable of
pipe is 12, 15, and 18. The examiner tries to do this observation in
each variable for three times on 10 minutes. From the statement
above, it can assume that the higher value of fluid velocity and
pipes of radiator. The efectiveness of heat absorption is about
comparing in-out temperature of fluid and in-out temperature of
the air. The higher value was 0.5389 m³/min with the much pipes
and the higher of fluid velocity.
Keywords: Fluid velocity, pipe radiator and efectivness of heat
absorption
Publikasi Online Mahsiswa Teknik Mesin
Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Volume 1 No. 1 (2018)

PENDAHULUAN Efektivitas radiator diartikan


Sepeda motor menjadi sebagai seberapa cepat radiator
kendaraan yang populer beberapa tahun menurunkan suhu mesin dengan
terakhir. Dalam lima hingga tujuh tahun membandingkan suhu udara di sekitar
terakhir ada sekitar tiga juta lebih radiator, suhu cairan yang masuk ke
sepeda motor yang terjual dalam setiap radiator, dan suhu cairan saat keluar dari
tahunnya. Sepeda motor menjadi radiator (Holman dalam Nazaruddin,
kendaraan yang banyak diminati karena 1999). Kestabilan nilai efektifitas
efektif, efisien, gesit di jalan raya serta radiator tersebut merupakan suatu hal
murah biaya perawatannya. Hal tersebut yang wajar untuk diamati, kenaikan
dikarenakan komponen yang relatif suhu ukur terjadi merata pada parameter
lebih kecil dan tidak memerlukan suhu air yang keluar dari mesin, suhu air
teknisi khusus. yang keluar radiator masuk ke mesin
Secara struktural sepeda motor dan suhu udara di belakang radiator,
terdiri dari 3 komponen besar yakni sehingga menyebabkan besaran nilai
rangka, kelistrikan dan mesin. Rangka efektifitas radiator cenderung stabil
berguna melindungi mesin dan (Nazaruddin, 1999).
kelistrikan. Kelistrikan berkaitan Dan penelitian ini bermaksud
dengan mesin. Dan mesin sebagai untuk untuk “Menganalisa Pengaruh
sumber tenaga penggerak sepeda motor. Kecepatan Air Radiator dan Jumlah
Sistem yang terdapat pada mesin terdiri Pipa terhadap Efektivitas Penyerapan
dari bahan bakar, sistem pelumasan, Panas pada Mesin Motor Bensin”.
sistem pembuangan dan sistem
pendinginan. Pengertian Radiator
Sistem pendinginan mesin pada Radiator merupakan alat
motor berada di radiator dimana bahan penukar panas yang digunakan untuk
pendinginnya menggunakan cairan memindahkan energi panas dari satu
fluida sebagai alat penukar panas. Cara medium ke medium lainnya dengan
kerja radiator adalah mengubah suhu tujuan mendinginkan maupun
panas yang dikeluarkan oleh mesin memanaskan. Radiator pada umumnya
setelah diserap oleh fluida dan mengalir digunakan pada kendaraan bermotor.
ke radiator melalui pipa-pipa untuk Namun tidak jarang radiator juga
didinginkan kemudian dialirkan digunakan pada mesin yang
kembali ke mesin agar mesin motor memerlukan pendinginan ekstra seperti
tetap dalam kondisi stabil. Hal tersebut pada mesin produksi atau mesin yang
menyebabkan suhu cairan fluida pada bekerja dalam kondisi berat dan lama.
radiator menurun sedangkan suhu udara Pada kendaraan baik motor atau mobil,
di sekitarnya meningkat (Asep, 2008). radiator pada umumnya terletak di
Konsep utamanya adalah menjaga suhu depan dan berada di dekat mesin atau
mesin agar tidak terlalu panas sehingga pada posisi manapun yang
kerja mesin menjadi maksimal dan menguntungkan bagi sistem
mesin lebih awet. pendinginan. Hal ini bertujuan agar
mesin mendapatkan pendinginan yang
Publikasi Online Mahasiswa Teknik Mesin UNTAG Surabaya – Vol. 1 No. 1 (2018)

maksimal sesuai yang dibutuhkan panas atau dingin. Agar fungsi


mesin. tersebut terjaga maka tutup
(https://id.wikipedia.org/wiki/Radiator radiator
diakses pada tanggal 06 Juni 2017).
Fungsi radiator pada sepeda 2. Thermostat. Komponen ini
motor adalah sebagai komponen memiliki fungsi untuk
pendingin agar performa kuda besi tetap mempercepat terjadinya suhu
tinggi sekaligus efisien. Oleh karena itu kerja pada mesin saat mesin
radiator motor sering disebut dengan masih dingin dan juga berfungsi
cooling system. Panas dihasilkan mesin untuk mempertahankan mesin
diserap oleh cairan atau radiator selalu pada suhu kerjanya.
coolant yang bersikulasi pada water Thermostat yang ada pada
jacket di silinder dan kepala silinder. radiator motor biasanya
Lalu, cairan panas ini akan dipasang antara radiator dan
didorong/disedot menuju radiator. Di sirkuit pendingin (silinder block
komponen yang terbuat dari banyak dan silinder heat). Komponen
pipa kecil ini, cairan akan tersebar. ini bekerja seperti katup
Karena banyak sirip yang dilalui angin, otomatis yang bekerja
maka suhu otomatis turun. Kemudian, berdasarkan panas, dimana pada
cairan yang sudah didinginkan akan waktu dingin katup akan
berputar kembali ke dalam mesin. menutup dan pada waktu panas
Radiator terdiri dari upper tank, katup akan terbuka.
lower water tank dan radiator core 3. Kipas Pendingin Pada Radiator
pada. Jika cairan sudah bersirkulasi Motor. Radiator pada motor
namun suhu tetap tinggi, maka kinerja didinginkan oleh aliran udara
radiator akan dibantu extra fan atau luar yang mengalir melewati
kipas tambahan. Fungsinya, tentu untuk sirip-siripnya. Pada saat
menyedot udara dari depan radiator, kendaraan berhenti aliran udara
sehingga pendinginan bisa berlangsung tidak akan cukup untuk
dengan mendinginkan radiato. Hal yang
maksimal(https://id.wikipedia.org/wiki/ harus diperhatikan untuk
Radiator diakses pada tanggal 02 Juli mengatasi masalah ini maka
2017). Komponen-komponen radiator dibelakang radiator dipasang
dijelaskan lebih banyak yakni: kipas pendingin untuk
1. Tutup Radiator berfungsi untuk membantu agar aliran udara
menaikkan titik didih air selalu cukup untuk
pendingin dengan jalan mendinginkan radiator.
menahan ekspansi air pada saat 4. Tangki Cadangan disebut juga
air menjadi panas sehingga dengan reservoir yang
tekanan air lebih tinggi dari dihubungkan ke radiator melalui
tekanan udara luar. Selain fungsi selang overflow. Komponen ini
tersebut, komponen ini juga memiliki fungsi untuk menjaga
berfungsi untuk agar volume air pendingin yang
mempertahankan air pendingin ada pada radiator tetap dalam
di dalam sistem agar tetap penuh keadaan stabil.
walaupun mesin dalam keadaan

2
Publikasi Online Mahasiswa Teknik Mesin UNTAG Surabaya – Vol. 1 No. 1 (2018)

5. Pompa Air atau water pump (pipa kapiler) pada radiator core dan
merupakan komponen dengan keluar dari lower tank melalui lower
fungsi mensirkulasikan air hose sudah berupa air dingin. Air yang
pendingin dengan jalan telah didinginkan tersebut kembali
membuat perbedaan tekanan disirkulasikan ke sepanjang water
anatara saluran hisap dengan jacket dan melakukan penyerapan panas
saluran tekanan yang terdapat seperti diuraikan di atas.
pada pompa. Pompa yang Proses pembuangan panas air
umumnya digunakan pada radiator terjadi pada radiator core. Air
radiator motor adalah tipe panas yang mengalir pada tube
sentrifugal. memindahkan panas dari air (fluida
6. Selang Radiator memiliki fungsi pendingin) ke permukaan dalam tube
sebagai penghubung antara secara konveksi. Panas selanjutnya
radiator dan blok mesin. Selang dipindahkan dari permukaan dalam ke
radiator ada 2 yaitu upper hose permukaan luar tube secara konduksi,
berfungsi mengalirkan air panas dan diteruskan lagi dari permukaan luar
dari mesin ke radiator, dan yang tube ke fin (kisi-kisi radiator) secara
kedua ada lower hose berfungsi konduksi juga. Panas dari fin radiator di
untuk menyalurkan air yang pindahkan ke udara luar secara
sudah didinginkan kembali ke konveksi (Made Ricki Murti, 2008).
mesin.
7. Water Jacket merupakan Proses Pembuangan Panas pada
komponen terakhir yang ada Radiator
pada radiator yang memiliki Besar pembuangan panas
fungsi sebagai saluran-saluran radiator adalah suatu nilai yang
tempat air mengalir di blok menunjukkan besarnya panas pada air
mesin. radiator yang dapat dibuang ke udara
luar. Persamaan yang digunakan untuk
Prinsip Kerja Radiator Sebagai menghitung adalah (Made Ricki Murti,
Pembuangan Panas Mesin 2008):
Panas mesin terpusat pada ruang
bakar/silinder yang merupakan hasil q = m.Cp ( Th, in - Th,out )
dari proses pembakaran udara dan
bahan bakar. Panas di ruang mesin ini Keterangan:
dipindahkan dari sisi dalam silinder ke q =Laju perpindahan panas (W)
m =Laju aliran massa air (kg/s)
water jacket secara konduksi. Cp =Kalor spesifik fluida air (kj/kg °C)
Kemudian panas pada water jacket Th, in =Temperatur air saat masuk radiator (K)
diteruskan ke fluida pendingin (air) Th, out =Temperatur air saat keluar radiator (K)
secara konveksi, akibatnya air menjadi
panas. Air pendingin yang telah panas Perpindahan panas yang terjadi
ini disirkulasikan (dipompakan) ke pada mesin radiator merupakan
radiator untuk didinginkan lagi agar perpindahan energi dari suatu daerah
mampu menyerap panas kembali. lainnya sebagai akibat dari perbedaan
Air panas masuk radiator ke temperatur antar daerah tersebut. Pada
upper tank melalui upper hose, mesin radiator, perpindahan panas
selanjutnya ke lower tank melalui tube terjadi melalui 2 cara yaitu:

3
Publikasi Online Mahasiswa Teknik Mesin UNTAG Surabaya – Vol. 1 No. 1 (2018)

1. Konduksi. Perpindahan panas konveksi, yaitu konveksi


konduksi merupakan dimana aliran fluida terjadi
perpindahan energi yang terjadi bukan karena dipaksa oleh
pada media padat atau fluida suatu alat, tetapi disebabkan
yang diam sebagai sebagai karena gaya apung (bouyancy
akibat dari perbedaan force).
temperatur. Hal ini merupakan b. Konveksi paksa (force
perpindahan energi dari partikel convection) yaitu konveksi
yang lebih enerjik ke partikel yang terjadi dimana aliran
yang kurang enerjik pada benda fluida disebabkan oleh
akibat interaksi antar partikel peralatan bantu fan, blower
partikel. Energi ini di dan lain-lain.
hubungkan dengan pergerakan c. Konveksi dengan perubahan
translasi, sembarang, rotasi dan fase, yaitu sama seperti
getaran dari molekul molekul. pendidihan (boiling) dan
Temperatur lebih tinggi berarti pengembunan (kondensasi).
molukul lebih berenergi
memindahkan energi ke Persamaan laju perpindahan
temperatur lebih rendah (kurang panas konveksi (Made Ricki Murti,
energi). Untuk konduksi panas, 2008)
persamaan aliran
dengan hukum Fourier (Made,
dikenal
͚
Ts> T adalah :Qkonv= hA (Ts- T ) ͚
2008).
Jika kondisi pada dinding datar Keterangan:
laju perpindahan panas satu Qkonv = Besar laju perpindahan konveksi (W)
H = Koefisien konveksi (W/m²K)
dimensi adalah sebagai berikut: A = Luas permukaan perpindahan panas (m²)
(Ts- T͚ )= Perbedaan Temperatur (K)
Qkond= -K.A dT/dx
Persamaan diatas disebut
Keterangan:
Qkond =Besar laju perpindahan konduksi (W)
dengan hukum Newton pendinginan
K =Konduktivitas thermal bahan (W/m.K) atau Newton`s Law of Cooling.
A =Luas permukaan perindahan panas (m²)
dT/dx = Temperatur Gradient
Sistem pendinginan Air (Water
(-) = Perpindahan panas dari temperatur tinggi
ke temperaturerendah Cooling System)
Sistem pendinginan air panas
2. Konveksi. Perpindahan panas yang berasal dari pembakaran gas
konveksi adalah suatu dalam ruang bakar dan silinder sebagian
perpindahan panas yang terjadi diserap oleh air pendingin yang
antara suatu permukaan padat bersirkulasi melalui dinding silinder
dan fluida yang bergerak atau dan ruang bakar. Keadaan ini dapat
mengalir akibat adanya terjadi karena adanya mantel air
temperatur. Secara umum pendingin (water jacket). Panas yang
konveksi dapat dibedakan diserap oleh air pendingin pada mantel-
menjadi 3, yaitu: mantel air selanjutnya akan menaikkan
a. Konveksi bebas (free temperatur air pendingin tersebut. Jika
convection) atau natural air pendingin itu tetap berada pada

4
Publikasi Online Mahasiswa Teknik Mesin UNTAG Surabaya – Vol. 1 No. 1 (2018)

water jacket maka air itu cenderung dipanaskan oleh hasil


akan mendidih dan menguap. Hal pembakaran di dalam ruang
tersebut sangat merugikan, oleh karena bakar dan silinder sehingga air
itu untuk menghindarinya air tersebut tadi akan menyerap panas dan
disirkulasikan. Air yang memiliki temperaturnya akan naik
temperatur yang masih dingin dialirkan mengakibatkan turunnya berat
mengganti air yang memiliki jenis sehingga air tadi akan
temperatur lebih panas dengan kata lain didesak ke atas oleh air yang
air yang lebih panas dialirkan keluar masih dingin dari radiator. Air
(Maleev,1982). yang panas akan mengalir
Sirkulasi pendingin air secara dengan sendirinya ke bagian
garis besar ada 2 macam, yaitu: atas radiator dimana selanjutnya
1. Sirkulasi Alam (Natural temperaturnya akan turun
Circulation). Sistem karena telah dibuang sebagian
pendinginan pada sirkulasi jenis oleh radiator. Pada saat yang
ini, terjadi dengan sendirinya bersamaan dengan turunnya air
yang diakibatkan oleh pada radiator juga terjadi
perbedaan berat jenis air pan pembuangan panas yang besar
as dengan yang masih dingin, sehingga mempercepat turunnya
dimana air yang telah panas air pada radiator. Turunnya air
berat jenisnya lebih rendah akan mendesak air yang telah
daripada air yang masih dingin. panas dari mesin keradiator
Contohnya motor diesel selinder bagian atas.
tunggal-horisontal berpendingin 2. Sirkulasi dengan tekanan.
air. Pada saat air dalam tangki Sirkulasi jenis ini hampir sama
dipanaskan, maka air yang telah dengan sirkulasi jenis aliran
panas akan menempati bagian hanya saja pada sirkulasi ini
atas dari tangki dan mendesak ditambahkan tekanan untuk
air yang berada di atasnya mempercepat terjadinya
segera mengalir ke pipa, air sirkulasi air pendingin, pada
yang mengalir memasuki bagian sistem ini ditambahkan pompa
bawah dari tangki dimana air. Pompa air
setelah dipanaskan air akan ini ada yang ditempatkan pad
mengalir ke atas (Maleev, a saluran antara radiator deng
1982). an mesin dimana air yang
Air yang berada di dalam tangki mengalir ke mesin ditekan oleh
pada mesin disamakan dengan pompa, ada juga yang
air yang berada pada mantel- ditempatkan pada saluran antara
mantel air. Panas diambil dari mesin dengan radiator.
panas hasil pembakaran di Sirkulasi jenis ini banyak
dalam silinder. Radiator dipakai digunakan pada mesin-mesin
untuk mengubah temperatur air motor karena dapat berlangsung
pendingin yang panas menjadi dengan sempurna dan air yang
lebih dingin, maka sebagai berada di dalam mantel-mantel
pembuang panas air yang berada air tetap dalam keadaan penuh
di dalam mantel-mantel air tanpa ada gelembung udara.

5
Publikasi Online Mahasiswa Teknik Mesin UNTAG Surabaya – Vol. 1 No. 1 (2018)

Pada sirkulasi jenis ini Pengertian Kecepatan Air Radiator


kecenderungan air untuk Cairan pendingin atau air
mendidih sangatlah kecil sekali radiator berfungsi sebagai penyerap
karena tekanannya melebihi panas. Kalor yang berasal dari
tekanan atmosfir yang berarti pembakaran bahan bakar di mesin
titik didihnya akan berada jauh diserap oleh air radiator dan dibawa
diatas 100°C (Maleev, 1982). menuju radiator untuk diturunkan
suhunya. Setelah air radiator mengalami
Cairan Pendingin pada Radiator penurunan suhu, dibawa kembali ke
Cairan pendingin atau fluida mesin untuk menyerap kalor kembali
yang digunakan pada radiator adalah dan begitu seterusnya. Sebenarnya kalor
air. Fluida ini dalam proses pendinginan sangatlah dibutuhkan oleh mesin
akan bergerak atau disebut oksidasi terutama dalam hal efisiensi bahan
untuk mengambil panas yang berasal bakar. Logikanya pada saat suhu mesin
dari pembakaran bahan bakar dalam dingin, bensin tidak sepenuhnya masuk
silinder mesin dan kemudian akan dalam ruang bakar melainkan
didinginkan pada radiator. Namun mengembun pada dinding intake
sebagai media penyerap panas, radiator manifold. Namun ketika suhu
memiliki efek yang merugikan juga meningkat, bensin lebih mudah
yang diantaranya tercampur. Di lain sisi, panas tersebut
(http://www.ilmuteknikmesin.com/2016 justru mengakibatkan masalah pada
/11/sistem-pendinginan-pada- mesin yakni menimbulkan engine
mesin.html?m=1, tanggal 11 mei locking atau kuncian pada mesin
2017): (https://www.autoexpose.org/2017/05/c
1. Air nantinya akan menimbulkan ara-kerja-sistem-pendingin-
endapan kotoran pada saluran radiator.html diakses pada tanggal 02
pendingin dan water jacket, Januari 2018).
kerusakan itu berbentuk korosi
atau karat yang dalam jangka Jumlah Pipa Radiator
waktu lama akan menimbulkan Inti radiator terdiri dari pipa-
kerusakan. pipa yang berguna untuk mengalirkan
2. Air mempunyai sifat akan air dari upper tank ke lower tank dan
membeku pada temeratur yang sirip-sirip pendingin untuk membuang
rendah keadaan ini tentunya panas air dalam pipa-pipa air. Udara
akan menyebabkan sirkulasi juga dialirkan pada sirip-sirip pendingin
mengalami masalah atau agar pembuangan panas secepat
gangguan mungkin. Besar kecilnya inti radiator
3. Air juga berpotensi tergantung pada kapasitas mesin dan
mengandung zat kapur yang jumlah pipa (SMK: 2004).
dapat menyebabkan endapan Pipa berfungsi sebagai media
pada pipa pipa radiator, keadaan pengurai kalor air radiator. Bentuk pipa
ini tentunya akan memanjang dengan agak pipih dan
mengakibatkan penyumbatan memiliki lubang kecil. Tujuan desain
pipa pipa tersebut tersebut agar aliran air radiator yang
mengalir dari upper tank ke lower tank
bisa berlangsung lama karena semakin

6
Publikasi Online Mahasiswa Teknik Mesin UNTAG Surabaya – Vol. 1 No. 1 (2018)

lama air berada di inti radiator semakin Exchange Effectiveness) didefinisikan


lama juga waktu yang digunakan untuk dengan mesin radiator dilihat dari
memindahkan panas dari mesin ke kemampuannya dalam menyerap panas
radiator. mesin (Holman,1999 :498 dalam
Nazaruddin). Rumus yang digunakan
Efektivitas Penyerapan Panas adalah sebagai berikut:
Efektivitas bila dilihat dari
pengertian istilah berarti pencapaian ɛ= Perpindahan kalor maksimum yang mungkin
Perpindahan kalor nyata
target output yang diukur dengan cara
membandingkan output anggaran atau Perpindahan kalor yang
seharusnya (OA) dengan output sebenarnya (actual) dapat dihitung dari
realisasi atau sesungguhnya (OS), jika energi yang dilepaskan oleh fluida
(OA) > (OS) disebut efektif panas / energi yang diterima oleh fluida
(Schemerhon John R. Jr., 1986). dingin untuk penukar kalor aliran lawan
Kemudian pengertian efektifitas arah:
menurut Prasetyo Budi Saksono (1984)
adalah efektifitas adalah seberapa besar q= mh ch(Th1 − Th2 ) = mc cc (Tc1 − Tc2 )…
tingkat kelekatan output yang dicapai
dengan output yang diharapkan dari Keterangan:
sejumlah input. q = perpindahan panas (watt)
m = laju aliran massa (m3/s)
Berdasarkan hal tersebut maka ch = kalor spesifik fluida Panas (J/kg°C)
untuk mencari tingkat efektifitas dapat cc = kalor spesifik fluida dingin(J/kg°C)
digunakan rumus sebagai berikut : Th1 = suhu masuk fluida panas (°C)
Th2 = suhu keluar fluida panas (°C)
Tc2 = suhu masuk fluida dingin (°C)
Efektifitas = Ouput Aktual/Output Target >=1
Tc2 = suhu keluar fluida dingin (°C)

 Jika output aktual berbanding output Perpindahan kalor dinyatakan:


yang ditargetkan lebih besar atau
sama dengan 1 (satu), maka akan qmak =(mc)min (Th masuk – Tc masuk)
tercapai efektifitas.
 Jika output aktual berbanding output Perhitungan efektivitas dengan
yang ditargetkan kurang daripada 1 fluida yang menunjukkan nilai mc
(satu), maka efektifitas tidak yang minimum untuk penukar kalor
tercapai lawan arah maka:
(https://dansite.wordpress.com
/2009/03/28/pengertian-efektifitas/) mhch(T −T ) Th1 −Th2
ɛh = mhch(Th1 −Th2) =
h1 c2 Th1 −Tc2
Metode perhitungan pada mhch(Th1 −Th2 ) Th1 −Th2
penelitian ini menggunakan rumus
ɛc = mhch(T =
h1 −Tc2 ) Th1 −Tc2
metode efektifitas pendinginan. Metode
efektifitas mempunyai beberapa Secara umum efektivitas dapat
keuntungan untuk menganalisa dinyatakan sebagai:
perbandingan berbagai jenis penukar
kalor dalam memilih jenis yang terbaik ɛ = beda suhu maksimum
ΔT(fluidaminimum)
di dalam penukar kalor
untuk melaksanakan pemindahan kalor
tertentu. Efektifitas penukar kalor (Heat

7
Publikasi Online Mahasiswa Teknik Mesin UNTAG Surabaya – Vol. 1 No. 1 (2018)

Jika fluida dingin ialah fluida digunakan dan variasi jumlah pipa
minimum, maka: radiator. Kecepatan air radiator
T −T divariasikan dengan 0.000019 m3/min,
ɛ= T c2 − Tc1 0.000026 m3/min, dan 0.000032
h1 c1 m3/minSedangkan pipa dengan variasi
Keterangan: jumlah 12, 15, dan 18 buah.
ɛ = efektivitas penyerapan panas
Th1 = suhu masuk fluida panas (°C) Alur Penelitian
Th2 = suhu keluar fluida panas (°C)
Tc2 = suhu masuk fluida dingin (°C) Alur penelitian merupakan
Tc2 = suhu keluar fluida dingin (°C) langkah-langkah yang ditempuh secara
bertahap dan disusun secara sistematis
PERSIAPAN UJI COBA dalam sebuah penelitian dengan tujuan
Dalam penelitian ini, variabel agar penelitian memiliki arah.
yang diukur terdiri dari tiga variabel Diantaranya adalah:
yakni variabel efektivitas penyerapan 1. Start
panas pada radiator mesin motor 2. Studi Literatur
berbahan bakar bensin (Y) sebagai 3. Studi Lapangan
variabel terikat. Sedangkan variabel 4. Penentuan Masalah.
bebas terdiri dari dua variabel yakni 5. Persiapan Alat dan Bahan.
variabel kecepatan air radiatorsebagai 6. Skema alat uji dan bahan pada
variabel bebas pertama (X1) dan jumlah radiator terlihat seperti gambar
pipa sebagai variabel bebas kedua (X2). 6 berikut:
Bila digambarkan, ke tiga variabel 2
tersebut memiliki alur sebagai berikut:

3
Variabel Terikat
Efektivitas
Penyerapan Panas
Radiator

1 5
Variabel Bebas Variabel Bebas
7 4
Pertama Kedua
Kecepatan Air Jumlah Pipa
Radiator Gambar 1. Skema alat uji radiator
(Made, 2008)
Keterangan :
Bagan 1 1. Radiator
Alur Hubungan antara 2. Mesin
3. Kipas radiator
Variabel Bebas dan Variabel Terikat 4. Pompa radiator
5. Flow meter
Variasi dari Variabel Penelitian 6. Thermometer in (T1h1)
7. Thermometer out (T2h2)
Variabel yang digunakan untuk
mendukung bahan penelitian tugas ini
yaitu kecepatan air radiator yang

8
Publikasi Online Mahasiswa Teknik Mesin UNTAG Surabaya – Vol. 1 No. 1 (2018)

Pengujian Variasi Radiator pada Tc1: Suhu udara di depan


Motor Bensin. radiator (ºC)
Setelah alat dan bahan telah Tc2: Suhu udara di belakang
disiapkan dan disetting kemudian radiator (ºC)
dilakukan proses pengambilan data 6. Mencatat data pada menit ke 10
dengan menyesuaikan kecepatan air. 7. Semua data yang diambil
Mencatat temperatur fluida pendingin dimasukkan ke dalam tabel data
pada sisi masuk dan keluar radiator, 8. Matikan mesin/ dinginkan
volume aliran fluida (Q) yang kemudian mesin
dilakukan pengolahan data untuk 9. Lakukan langkah 1 sampai
nenetukan laju aliran massa (ṁ), panas dengan 8 untuk tiap
spesifik fluida (Cp), laju pembungan pengambilan data pada setiap
radiator (q), dan selanjutnya pengolahan variasi percobaan
data secara grafik.
Mesin dihidupkan dan Setelah data didapat,
dipertahankan dalam keadaan steady selanjutnya dimasukkan dalam tabel
(rpm 1700±100). Mencatat data dengan untuk menentukan mana yang memiliki
waktu uji 10 menit pada tiap variarinya nilai efektifitas penyerapan panas
(Hadi, April 2014). paling tinggi dari variabel variabel yang
Pengujian diawali dengan digunakan.
proses penyusunan peralatan, serta
diperiksa dan disetting agar dapat Analisa Data
dioperasikan dengan baik. Pelaksanaan Setelah dari tabel penyajian data
pengujian yang dilakukan adalah hasil pengujian modifikasi radiator pada
sebagai berikut : motor bensin maka akan dilakukan
1. Hidupkan mesin analisis data yaitu melakukan
2. Setting putaran mesin (rpm) dan perhitungan untuk mendapatkan hasil
dipertahankan dalam keadaan yang dihasilkan yang sesuai dengan
konstan (rpm 1500) dengan tujuan dari penelitian dengan
kecepatan aliran 0.000019 memberikan data dan rumus-rumus
m³/min dan putaran mesin untuk perhitungan yang digunakan diatas
variasi dengan rpm 1800 atau sebelumnya.
dengan kecepatan aliran Penelitian ini bersifat
0.000026 m³/min dan setting eksperimen yang bertujuan untuk
putaran mesin ke rpm 2000 atau melihat fenomena atau keadaan
dengan kecepatan 0.000032 tertentu. Model analisis yang diambil
m³/min ialah dengan mengumpulkan data,
3. Catat kecepatan aliran fluida/air kemudian data yang bersifat kuantitatif
(m3/min) diproses dengan cara diklasifikasikan
4. Ukur temperature fluida dan dihitung dengan menggunakan
pendingin suatu rumus terapan.
Th1: Suhu fluida keluar dari Analisa data pada tabel efektivitas
mesin masuk radiator (ºC) penyerapan panas pada radiator mesin
Th2: Suhu fluida keluar radiator motor bensin dengan
masuk ke mesin (ºC)
5. Ukur temperature aliranudara

9
Publikasi Online Mahasiswa Teknik Mesin UNTAG Surabaya – Vol. 1 No. 1 (2018)

variasi kecepatan air radiator dan


jumlah pipa menggunakan rumus Grafik Perbandingan Variasi Radiator
sebagai berikut:
T −T
ɛ = c2 c1 0.5450
Th1 − Tc1
0.5400 0.5389
0.5375
Keterangan: 0.5350 0.5346

Nilai Efektivitase
ɛ= efektivitas penyerapan panas 0.5300 0.5313
0.5281
Th1= suhu masuk fluida panas (°C) 0.5250 0.5250
Th2= suhu keluar fluida panas (°C) 0.5219
Tc2= suhu masuk fluida dingin (°C) 0.5200
Tc2= suhu keluar fluida dingin (°C) 0.5150 0.5158
0.5127
0.5100
Data tersebut selanjutnya 0.5050
disajikan dalam bentuk 0.5000
visualisasi.Visualisasi ini bertujuan 0.4950
untuk mempermudah penulis maupun Pipa 12 Pipa 15 Pipa 18
orang lain untuk memahami penelitian
ini. Cara visualisasi dalam analisis data Gambar 2. Grafik Hasil Uji Coba
penelitian ini ialah dengan
menampilkan data dalam bentuk grafik, Grafik di atas merupakan hasil
sehingga dapat menggambarkan gabungan dari variasi kecepatan air
fenomena yang terjadi dengan jelas radiator dan jumlah pipa terhadap
(Nazaruddin, 1999). efektivitas penyerapan panas pada
radiator motor bensin. Dilihat dari
HASIL DAN PEMBAHASAN variasi kecepatan aliran 0.000019
Hasil penelitian akan m3/min memiliki nilai efektivitas
dimasukkan dalam tabel seperti di 0.5127 pada jumlah pipa 12 dan 0.5158
bawah ini: pada jumlah pipa 15 yang berarti
Q Julmah Wak Th1 Th2 Tc1 Tc2 Vudara
mengalami kenaikan nilai efektivitas
ɛ
(m3/min) Pipa tu (ºC) (ºC) (ºC) (ºC) (m/min) sebesar 0.9 %. Sedangkan pada jumlah
12 10 61.7 50.2 30.3 46.4 7.5 0.5127 pipa 12 nilai efektivitas 0.5219 dan
0,000019 15 10 62.4 50.8 30.8 47.1 7.5 0.5158
kenaikan lagi sebesar 0.9 %.
Sedangkan pada variasi
18 10 63.2 50.6 31.2 47.9 7.5 0.5219
kecepatan 0.000026m3/min dengan
12 10 63.6 50.9 31.6 48.4 7.5 0.5250
0,000026
jumlah pipa 12 buah, 15 buah dan 18
15 10 63.9 50.9 31.9 48.8 7.5 0.5281 buah memiliki nilai efektivitas secara
18 10 64.1 51 32.1 49.1 7.5 0.5313 berturut-turut yakni sebesar 0.5250,
12 10 64.3 51.2 32.5 49.5 7.5 0.5346
0.5281, dan 0.5313 dimana kenaikan
terjadi adalah sebesar 0,9 % dan 0,9 %.
0.000032 15 10 64.5 51.2 32.5 49.7 7.5 0.5375
Kemudian variasi kecepatan
18 10 64.7 51.5 32.6 49.9 7.5 0.5389
aliran yang terakhir yakni 0,000032
m3/min, nilai efektivitasnya adalah
Tabel 1. Hasil Pengujian Variasi Radiator 0.5346, 0.5375 dan 0.5389 dengan
presentase penurunan sebesar 0,9 % dan
Bila divisualisasikan maka 0,9 %.
tampak pada grafik berikut:

10
Publikasi Online Mahasiswa Teknik Mesin UNTAG Surabaya – Vol. 1 No. 1 (2018)

Dilihat dari variasi jumlah pipa pipa pada radiator mesin motor
mengalami perubahan grafik sebaliknya berbahan bakar bensin.
yakni adanya peningkatan. Dengan
jumlah pipa 12 buah pada kecepatan
aliran 0,000019 m3/min memiliki nilai PENUTUP
efektivitas sebesar 0,5127 dan pada
kecepatan 0,000026 m3/min memiliki Kesimpulan
nilai efektivitas sebesar 0,5250 Setelah dilakukan uji coba dan
sehingga mengalami peningkatan didapatkan hasil analisa data serta
sebesar 0.97 % kemudian pada pembahasan, maka kesimpulan yang
kecepatan aliran 0,000032 m3/min dapat diambil adalah nilai efektivitas
memiliki nilai efektivitas 0,5346 pada radiator mesin motor bensin
dengan presentase sebesar 0.98 % dipengaruhi oleh bertambahnya
Variasi pipa 15 buah dengan kecepatan aliran air dan jumlah pipa.
variasi kecepatan aliran 0.000019, Nilai efektivitas tertinggi adalah 0.5389
0.000026, dan 0,000032 m3/min dengan kecepatan air radiator tertinggi
mengalami peningkatan berturut-turut yakni 0.000032 m3/min dan jumlah pipa
sebesar 0,97 % dan 0,98 %. terbanyak yakni 18 buah. Semakin
Kemudian untuk variasi jumlah cepat aliran air radiator, maka nilai
terakhir yakni 18 buah dengan efektivitas semakin baik atau meningkat
perubahan keceptan yang sama didapat sehingga korelasi yang didapat adalah
nilai efektivitas dengan presentase korelasi positif. Begitu juga dengan
peningkatan sebesar 0,98 % dan 0,98% varian jumlah pipa, semakin banyak
secara berturut-turut. jumlah pipa yang dipakai untuk
mengalirkan air radiator, maka semakin
Pembahasan meningkat nilai efektivitas radiator
Dari penelitian yang sudah sehingga korelasinya adalah positif
dilakukan dan data yang didapat, juga. Korelasi positif antara kecepatan
diketahui bahwa: air radiator dan efektivitas penyerapan
1. Efektivitas tertinggi adalah panas disebabkan karena laju putaran
0.5389 dengan kecepatan air mesin yang meningkat. Sedangkan
paling besar yakni 0.000032 korelasi positif pada jumlah pipa
m3/min dan jumlah pipa variasi dikarenakan adanya kipas pendingin
yakni 18 buah. yang tidak dimodifikasi atau masih
Hal ini menunjukkan bahwa standart dan pembuangan panas tidak
semakin cepat aliran air radiator merata.
maka nilai efektivitas semakin
tinggi. Hal tersebut juga terlihat Saran
dari variasi jumlah pipa, nilai Dari hasil pengujian yang
efektivitas naik seiring dengan berjudul analisa pengaruh kecepatan air
pertambahan jumlah pipa. Maka radiator dan jumlah pipa terhadap
dapat diambil kesimpulan efektifitas penyerapan panas pada
bahwa nilai efektivitas semakin mesin motor bensin, maka beberapa
naik bersamaan dengan semakin saran dapat disampaikan sebagai
bertambah kecepatan air berikut :
radiator dan banyaknya jumlah

11
Publikasi Online Mahasiswa Teknik Mesin UNTAG Surabaya – Vol. 1 No. 1 (2018)

1. Pengujian yang kami gunakan Universitas Sam Ratulangi:


masih banyak kekurangan, Jurnal Online Poros Teknik
sehingga dibutuhkan Mesin Vol. 4 No. 2.
penyempurnaan.
Penyempurnaan yang Hadi B, Aris Zainul Muttaqin. 2014.
diharapkan ialah pada bagian Efektfitas Variasi Campuran
yang memerlukan ketahanan Radiator Coolant Dengan Air
panas yang lebih tinggi, Terhadap Laju Pembuangan
mengingat alat ini Panas.Jember: Hadi B, Jurnal
dioperasikan untuk fluida ROTOR Vol. 7 No.1.
dengan suhu yang relatif
tinggi. Handoyo, Ekadewi Anggraini dan
2. Penelitian ini dapat Rahardjo Tirtoatmodjo. 1999.
dikembangkan lagi, misalnya Pengaruh Temperatur Air
dengan penyesuaian kipas Pendingin Terhadap Konsumsi
radiator agar setiap Bahan Bakar Motor Diesel
pendinginan menjadi lebih Stasioner di Sebuah Huller.
efektif. Universitas Kristen Petra
Fakultas Teknik Jurusan Teknik
Mesin.
DAFTAR PUSTAKA
http://camargus.com/magazine/283
Abidin, Kurniati dan Sri Wagiani, 2013. diakses pada 29 Maret 2017
Studi Analisis Perbandingan
Kecepatan Aliran Air Melalui https://dansite.wordpress.com
Pipa Venturi Dengan Perbedaan /2009/03/28/pengertian-
Diameter Pipa. Universitas efektifitas/ diakses pada tanggal
Cokroaminoto Palopo Fakultas 30 Maret 2017
MIPA Program studi Fisika.
http://www.tipepedia.com/2015/08/teor
Ade Irfan S. 2007. Analisa Sistem i-efektivitas-menurut-pendapat-
Pendinganan Pada Isuzu para.html?m=1#, diakses pada
Panther. Semarang: Laporan tanggal 5 April 2016
Tugas Akhir.
http://triatmono.info/data-penjualan-
Asep Ubaidillah. 2008. Analisa tahun-2012/data-penjualan-
Perpindahan Kalor Pada motor-tahun-2005/ diakses
Pendingin Radiator Dari Motor tanggal 02 januari 2018
Bakar Otto. Jakarta: Laporan
Tugas Akhir Universitas Mercu https://www.autoexpose.org/2017/09/b
Buana. agian-radiator-mobil.html
diakses pada tanggal 02 Januari
DavidFram Simamora, Frans P. Sappu, 2018
Tertius V.Y Ulan. Analisis http://www.ilmuteknikmesin.com/2016
Efektifitas Raiator Pada Mesin //sistem-pendinginan-pada-
Toyota Kijang Tipe 5 K.

12
Publikasi Online Mahasiswa Teknik Mesin UNTAG Surabaya – Vol. 1 No. 1 (2018)

mesin.html?m=1 diakses pada Wikipedia. 2017. Radiator. Diambil


tanggal 11 mei 2017 dari:
https://id.wikipedia.org/wiki/Ra
Nazaruddin dan Yuliani. 1999. Analisa diator diakses pada tanggal 06
Debit Aliran Fluida Terhadap Juni 2017
Efektivitas Radiator Pada
Engine Mobil Mazda. Jurnal Wikipedia. 2017. Radiator. Diambil
Aptek. Sekolah Tinggi dari:
Teknologi Pekanbaru Jurusan https://id.wikipedia.org/wiki/Ra
Teknik Mesin. diator diakses pada tanggal 02
Juli 2017
Hadi Sunandrio. 2015. “Serangan
Korosi Pada Pipa Aliminium
Radiator Kendaraan Roda
Empat”. Tangerang Selata.
Balai Besar Teknologi Kekuatan
Struktur Badan Pengkajian dan
Penerapan Teknologi

Made Ricki Murti. 2008. Laju


Pembungan Panas Pada
Radiator Dengan Fluida
Campuran 80% Dan 20% Air
Pada Rpm Konstan. Bali: Jurnal
Ilmiah Teknik Mesin CAKRAM
Vol 2 No 1.

Sukisno, Ahmad Yuhsin., 2014,


“Pengaruh Pemanasan Bahan
Bakar Melalui Pipa Bersirip
Radial pada Upper Tank
Radiator dan Penambahan
Etanol dalam Mesin Terhadap
Emisi Gas Buang CO dan HC
pada Toyota Kijang (Implikasi
pada Mata Kuliah Perpindahan
Panas)”, Skripsi, Surakarta:
Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan, Universitas Sebelas
Maret.

SMK, 2004, Pemeliharaan/Servis


Sistem Pendingin dan
Komponen-Komponennya.
Yogyakarta: Universitas Negeri
Yogyakarta

13