Anda di halaman 1dari 2

Penentuan Harga Wajar

Dengan kata lain, harga wajar obligasi adalah jumlah nilai sekarang (present
value) dari anuitas bunga yang dibayarkan dan nilai sekarang dari nominalnya.
Identik dengan perhitungan di bab-bab sebelumnya, perhitungan nilai sekarang
juga dapat menggunakan tabel-tabel nilai sekarang. Untuk contoh dan soal di bab
ini, kecuali dinyatakan lain, kita akan menggunakan periode perhitungan yield
adalah sama dengan periode pembayaran bunga

(1  (1  i )  n ) C F
P 
i (1  i ) n

(1  (1  i ) n )
P  F  (c  i ) F
i

dengan :
F = Nilai nominal atau nilai pari obligasi
c = Tingkat bunga (kupon) obligasi per periode
C = Pembayaran bunga per periode
i = Yield per periode
n = Jumlah periode
P = Harga wajar obligasi

Contoh 9.1

Sebuah obligasi bernilai nominal Rp 100.000.000 dengan bunga j2 = 12% jatuh


tempo dalam 10 tahun. Tentukan harga wajar obligasi jika investor mengharapkan
yield:

a. 14% p.a.

b. 10% p.a.
Jawab :
a. F  Rp 100.000.000
12%
c  6%
2
C  6%  Rp 100.000.000  Rp 6.000.000
n  10 tahun  20 semester
14%
i   7%
2
(1  (1  i)  n ) C F
P 
i (1  i) n
(1  (1  7%)  20 ) Rp 6.000.000 Rp 100.000.000
P 
7% (1  7%) 20
P  Rp 63.564.085,47  Rp 25.841.900,28
P  Rp 89.405.985,75
10%
b. Jika i   5% maka :
2
(1  (1  5%)  20 ) Rp 6.000.000 Rp 100.000.000
P 
5% (1  5%) 20
P  Rp 74.773.262,05  Rp 37.688.948,29
P  Rp 112.462.210,34

Persamaan lainnya yang juga dapat digunakan untuk menghitung harga wajar
obligasi adalah dengan mencari selisih antara bunga yang diharapkan, yaitu yang
sesuai dengan yeild dan bunga yang dibayarkan. Kemudian kita menghitung nilai
sekarang dari anuitas selisih bunga ini ditambah dengan nilai nominal untuk
mendapatkan harga wajar.