Anda di halaman 1dari 6

SMA NEGERI 1 SURAKARTA Nomor

LABORATORIUM KIMIA Tanggal


penetapan

Revisi ke
Tanggal revisi

INSTRUKSI KERJA
Nama Alat : Timbangan Analitik
Merk : Fujitsu
Type : GS

Prinsip Kerja Alat : penggunaan sumber tegangan listrik yaitu stavolt dan dilakukan peneraan
terlebih dahulu sebelum digunakan kemudian bahan diletakkan pada neraca lalu dilihat angka
yang tertera pada layar, angka itu merupakan berat dari bahan yang ditimbang.

Instruksi Penggunaan alat :

1. Pastikan peralatan neraca analitik terhubung dengan sumber listrik


2. Persiapkan bahan yang akan ditimbang dan juga alat
untuk menimbangnya yaitu kaca arloji.
3. Normalkan neraca dengan menekan tombol O.
Sampai dilayar tertera tulisan 0000, dan neraca siap
dipergunakan.
4. Buka pintu neraca, masukkan kaca arloji. Timbang, lalu normalkan lagi neracanya
dengan menekan tombol O.
5. Masukkan sedikit demi sedikit bahan yang akan ditimbang. Timbang bahan tersebut
sampai batas yang diinginkan.
6. Tutup pintu neraca, tunggu hingga hasil yang tertera pada layer menunjukkan angka
perhitungan yang akurat tidak berubah lagi. Lalu catat hasil penimbangan.
7. Buka pintu neraca, keluarkan kaca arloji beserta hasil timbangannya.
8. Tutup kembali pintu neraca. Normalkan kembali neraca dengan menekan tombol O

Penyusun : Disahkan oleh :


Yusri Dwi Nuryanti Dra. Aris Yuwani,M.Pd
SMA NEGERI 1 SURAKARTA Nomor

LABORATORIUM KIMIA Tanggal


penetapan

Revisi ke
Tanggal revisi

INSTRUKSI KERJA
Nama Alat : Desikator

Prinsip Kerja Alat : terdapat silika gel yang berfungsi untuk mempertahan kan kelembapan suatu
bahan.

Instruksi Penggunaan alat :


1. 1. Pastikan silica gel yang terdapat dalam desikator masih berfungsi (warna biru)
2. Buka tutup desikator dengan cara menggeser kesamping
3. Letakkan sampel, dan tutup kembali dengan cara yang sama
4. Setelah penyimpanan/pengeringan buka tutup desikator
5. Ambil sampel dan tutup kembali desikatornya

Penyusun : Disahkan oleh :


Yusri Dwi Nuryanti Dra. Aris Yuwani,M.Pd
SMA NEGERI 1 SURAKARTA Nomor

LABORATORIUM KIMIA Tanggal


penetapan

Revisi ke
Tanggal revisi

INSTRUKSI KERJA
Nama Alat : Buret

Prinsip Kerja Alat : terdapat stopcock yang berfungsi agar tidak terjadi kebocoran larutan

Instruksi Penggunaan alat :


1. Oleh karena presisi buret yang tinggi, kehati-hatian pengukuran volume dengan buret
sangatlah penting untuk menghindari galat sistematik. Ketika membaca buret, mata harus
tegak lurus dengan permukaan cairan untuk menghindari galat paralaks. Bahkan ketebalan
garis ukur juga mempengaruhi pembacaan. Bagian bawah meniskus cairan harus menyentuh
bagian atas garis. Kaidah yang umumnya digunakan adalah dengan menambahkan 0,02 mL
jika bagian bawah meniskus menyentuh bagian bawah garis ukur. Oleh karena presisinya
yang tinggi, satu tetes cairan yang menggantung pada ujung buret harus ditransfer ke labu
penerima, biasanya dengan menyentuh tetasan itu ke sisi labu dan membilasnya ke dalam
larutan dengan pelarut.
2. Untuk mengisi buret, menutup stopcock (keran) di bagian bawah dan menggunakan corong
untuk menghindari terjadinya tumpahan.. Anda mungkin perlu untuk mengangkat corong
sedikit, untuk memungkinkan larutan penitar untuk mengalir bebas.
3. Anda juga dapat mengisi buret menggunakan pipet transfer sekali pakai. Pipet ini bekerja
lebih baik daripada corong trutama untuk buret berkapasitas kecil (10 burets ml). Pastikan
pipet transfer kering kemudian dibilas dengan titran, sehingga konsentrasi larutan tidak akan
berubah.
4. Sebelum titrasi, Perlu diperhatikan kondisi buret dengan larutan titran dan memeriksa bahwa
buret mengalir bebas. Untuk kondisi buret, bilas sehingga semua permukaan yang ada
dilapisi dengan larutan, lalu tiriskan. Pembilasan dua atau tiga kali akan memastikan bahwa
konsentrasi titran tidak diubah oleh setetes air yang tertinggal
5. Periksa ujung buret dari adanya gelembung udara. Untuk menghilangkan sebuah gelembung
udara,dengan cara memukul sisi ujung buret sementara larutan mengalir. Jika terdapat
gelembung udara yang hadir selama titrasi, pembacaan volume mungkin dalam kesalahan
dan akan mempengarahi keakuratan data tang diperoleh.
6. Bilas ujung buret dengan air dari botol mencuci (labu semprot) dan mengeringkan hati-hati,.
Setelah beberapa menit memeriksa larutan pada ujung untuk melihat apakah buret Anda
bocor. Tip(ujung mulut buret) harus bersih dan kering sebelum Anda membaca volume
awal.
7. Ketika buret anda diisi dengan larutan, tanpa gelembung udara atau kebocoran, maka
sebelum membaca volume awal (biasanya menginpitkan ke titik 0,00 ml skala). Pastikan
bahwa dinding bagian dalam buret dalam kondisi kering. Kita dapat menggunakan bantuan
kertas saring untuk mengeringkan bagian dalam buret. Hal ini bertujuan untuk menghindari
penambahan volume larutan setelah diimpitkan.
8. Pembacaan buret kartu dengan persegi panjang hitam dapat membantu Anda untuk
mengambil membaca lebih akurat. Baca bawah dari meniskus. Pastikan mata anda pada
tingkat meniskus, bukan atas atau di bawah. Membaca dari sudut, bukan lurus, menghasilkan
kesalahan paralaks.
9. Memberikan larutan untuk labu titrasi dengan memutar stopcock (kran) tersebut. Larutan
penitar harus disampaikan dengan cepat sampai beberapa mL dari titik akhir.
10. Titik akhir harus didekati perlahan-lahan, dengan penambahan tetes demi tetes.. Gunakan
labu semprot untuk membilas/mencuci ujung buret dari larutan. Titik akhir (ekivalen) dapat
menunjukkan kepada Anda bagaimana untuk memberikan setetes sebagian larutan, ketika
mendekati titik akhir.

Penyusun : Disahkan oleh :


Yusri Dwi Nuryanti Dra. Aris Yuwani,M.Pd
SMA NEGERI 1 SURAKARTA Nomor

LABORATORIUM KIMIA Tanggal


penetapan

Revisi ke
Tanggal revisi

INSTRUKSI KERJA
Nama Alat : Neraca Digital

Prinsip Kerja Alat : terdapat tombol zero untuk mengkalibrasikan hasil timbangan

Instruksi Penggunaan alat :


1. Bagian-bagian neraca Digital beserta fungsinya.

NO BAGIAN-BAGIAN FUNGSI
1. Tombol off/on Untuk mematikan dan menyalakan neraca
2. Units Untuk mengukur satuan yang dipakai
3. Layar display Untuk menunjukkan hasil
4. Dudukan Benda Untuk meletakkan benda yang akan dipakai
5. Zero Untuk mengkalibrasi alat

2. Cara Pengoperasian neraca digital.


 Tekan tombol power untuk menghidupkan neraca.
 Atur satuan yang akan dipakai dengan menekan tombol units.
 Kalibarasi alat dengan menekan tombol zero.
 Meletakkan beban yang akan ditimbang pada dudukan beban.
 Bacalah hasil pengukuran benda yang tertera pada layar display

Penyusun : Disahkan oleh :


Yusri Dwi Nuryanti Dra. Aris Yuwani,M.Pd
SMA NEGERI 1 SURAKARTA Nomor

LABORATORIUM KIMIA Tanggal


penetapan

Revisi ke
Tanggal revisi

INSTRUKSI KERJA
Nama Alat : Sentrifus Tangan

Prinsip Kerja Alat : Sentrifuge (pemusing/centrifuge) adalah sebuah perangkat yang


berputar pada poros tetapnya dengan berbagai kecepatan.

Instruksi Penggunaan alat :


1. Jumlah tabung yang digunakan harus genap dan diletakkan saling berhadapan.
2. Pada saat sentrifuge berputar, jangan dihentikan dengan tangan.
3. Untuk sentrifuge dengan ligatan tinggi harus disertai dengan pendingin yang menjaga
agar larutan yang diputar tidak terpengaruh.
4. Rumah tabung harus disertai dengan beban karet agar tabung tidak mudah pecah/
5. Rotor harus membuat putaran yang konstan.
Cara Menggunakan Sentrifuge
1. Sambungkan stop kontak ke stavolt bersumber 220 Volt
2. Buka penutup Sentrifuge
3. Cek kebersihan bagian dalam alat
4. Masukkan sampel kedalam tabung dengan volume yang sama antar tiap-tiap tabung
5. Masukkan tabung yang telah diisi dengan sampel kedalam sentrifuge sebanyak
2/4/6/12 buah
6. Tutup kembaki sentrifuge
7. Tekan tombol kecepatan yang diinginkan(rpm)
8. Tekan tombol waktu yang diinginkan(menit)
9. Tunggu sampai sentrifuge benar-benar berhenti, baru sampel bisa di keluarkan
10. Setelah pemakaian pertama, istirahatkan selama 15 menit baru kemudian di pakai
untuk pemakaian kedua
11. Matikan tombol power

Penyusun : Disahkan oleh :


Yusri Dwi Nuryanti Dra. Aris Yuwani,M.Pd