Anda di halaman 1dari 4

3.

4 Intervensi Keperawatan

No Diagnosa Goal Statement (NOC) Intervensi (NIC) Rasional


Keperawatan
1. Gangguan  Mempertahankan lapang
persepsi ketajaman penglihatan tanpa
sensori kehilangan lebih lanjut.  Orientasikan pasien terhadap  Dengan
penglihatan  Tentukan ketajaman lingkungan, staf, orang lain di mengetahui
penglihatan, catat apakah satu areanya. ekspresi perasaan
atau kedua mata terlibat.  Letakkan barang yang pasien dapat
dibutuhkan/posisi bel pemanggil mempermudah
dalam jangkauan. tindakan
 Dorong klien untuk keperawatan
mengekspresikan perasaan selanjutnya
tentang kehilangan/kemungkinan
kehilangan penglihatan.
 Lakukan tindakan untuk
membantu pasien untuk
menangani keterbatasan
penglihatan, contoh, atur
perabot/mainan, perbaiki sinar
suram dan masalah penglihatan
malam
o Ketajaman penglihatan
dapat digunakan untuk
mengetahui gangguan
penglihatan yang terjadi
o Orientasi akan
mempercepat penyesuaian
diri pasien di lingkungan
baru
o Mempermudah
pengambilan barang jika
dibutuhkan

2. Nyeri akut  Rasa nyeri yang ri rasakan


pasien berkurang / hilang
o Tentukan riwayat  Berikan tindakan kenyamanan
nyeri, misalnya lokasi dasar (misalnya: reposisi) dan  Persetujuan klien
nyeri, frekuensi, aktifitas hiburan (misalnya: dan keluarga akan
durasi, dan intensitas mudik, telefisi). mempermudah
(skala 0 – 10) dan  Bicarakan dengan individu dan pelaksanaan
tindakan keluarga penggunaan terapi terapi
penghilangan yang distraksi, serta metode pereda
digunakan nyeri lainnya.
 Ajarkan tindakan pereda nyeri Untuk selanjutnya klien
 Beri individu pereda rasa sakit dapat melakukan tindakan
yang optimal dengan analgesik pereda nyeri secara
 Dengan mengetahui skala nyeri mandiri
penderita maka dapat ditentukan
tindakan yang sesuai untuk 
menghilangkan rasa nyeri
tersebut
 Tindakan kenyamanan dasar
dapat menurunkan rasa nyeri

3 Cemas  Kecemasan dapat segera


berhubungan teratasi.
dengan  Kaji tingkat ansietas, derajat
penyakit yang pengalaman nyeri/timbulnya
diderita klien. gejala tiba – tiba dan
pengetahuan kondisi saat ini.
 Berikan informasi yang
akurat dan jujur. Diskusikan
dengan keluarga bahwa
pengawasan dan pengobatan
dapat mencegah kehilangan
penglihatan tambahan.
 Dorong pasien untuk
mengakui masalah dan
mengekspresikan perasaan.
 Identifikasi sumber/orang
yang menolong.
 Untuk mempermudah
rencana tindakan
keperawatan yang akan
diberikan selanjutnya
 Kolaborasi dengan keluarga
pasien akan mempercepat
proses penyembuhan.

4 Resiko cidera  Resiko cedera berkurang.


trauma.  Orientasikan pasien klien
terhadap lingkungan, staf,
dan orang lain yang ada di  Dukungan
areanya. keluarga penting
 Anjurkan keluarga dalam proses
memberikan mainan yang penyembuhan
aman (tidak pecah), dan pasien
pertahankan pagar tempat
tidur.
 Arahkan semua alat mainan
yang dibutuhkan klien pada
tempat sentral pandangan
klien dan mudah untuk
dijangkau.
 Orientasi akan mempercepat  Mempermudah
penyesuaian diri pasien di pengambilan
lingkungan baru mainan

5 Risiko  Proses perkembangan klien


keterlambatan berjalan dengan normal.
perkembangan  Berikan kesempatan anak
mengambil keputusan dan
melibatkan orang tua dalam
perencanaan kegiatan.
o Melibatkan orang tua  Orang tua
berperan aktif dalam berperan penting
perawatan anak dalam tumbuh
o Lakukan pendekatan kembang anak
melalui metode  Cara paling mudah
permainan. dan efektif unuk
o Buat jadwal untuk anak-anak
prosedur terapi dan
latihan.

o Upaya meningkatkan
pola pikir klien