Anda di halaman 1dari 19

ASUHAN KEPERAWATAN JIWA

PADA PASIEN NY. “S” DENGAN PERILAKU KEKERASAN


DI RUANG ARIMBI RUMAH SAKIT JIWA PROVINSI BALI
TANGGAL 29 – 31 OKTOBER 2018

OLEH
NI PUTU NITA AYU SANDRA
NIM. P07120216058
KELAS 3B DIV KEPERAWATAN

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN DENPASAR
JURUSAN KEPERAWATAN
TAHUN 2018
I. IDENTITAS KLIEN
Ruang Rawat : Ny. S Tanggal Rawat : 20 Oktober 2018
Inisial :P No.RM : 14862
Umur : 35 tahun Status : menikah
Pekerjaan : IRT Pendidikan : SMA

II. ALASAN MASUK


Dua tahun lalu Ny.S pernah dirawat di RSJ karena sering mengamuk dan ingin melukai
diri sendiri dan anak-anaknya. Pada tanggal 20 Oktober 2018,Ny.S dibawa ke RSJ karena
ia sering mengamuk,melukai diri sendiri,membanting barang-barang,dan sering berteriak-
teriak pada anak-anaknya

III. FAKTOR PREDISPOSISI


1. Pernah mengalami gangguan jiwa dimasa lalu ?
ya
2. Pengobatan sebelumnya ?
kurang berhasil
3. Penolakan dari lingkungan : Ya
Jelaskan : Ny. S mengalami penolakan dari keluarga maupun masyarakat. Keluarga
Ny.S merawatnya dnegan baik,tetapi Ny.S memiliki hubungan yang kurang baik
dengan mertua dan iparnya
4. Adakah anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa?
ya
5. Pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan
Ny.S pernah mengalami kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan oleh almarhum
suaminya. Iya berkata tidak disukai oleh mertua dan iparnya. Setelah suaminya
meninggal,Ny. S sering mengamuk dan ingin melukai mertua dan iparnya dengan
membawa pisau
Masalah Keperawatan : Perilaku kekerasan
IV. FISIK
1. Tanda vital : TD : 110/80 mmHg N : 68 x/menit S : 37,2ºC RR: 22 x/menit
2. Ukuran : TB : 160 cm BB : 52 cm (Turun)
3. Keluhan fisik : Tidak

V. PSIKOSOSIAL
1. Genogram :

Riwayat gangguan jiwa

Pasien (35 tahun)


Jelaskan : Ayah Ny.S merupakan anak pertama dari tiga bersaudara,menikah dengan
ibu Ny.S yang merupakan anak ketiga. Ny.S adalah anak pertama,memiliki
satu orang adik perempuan. Ibu Ny.S sudah meninggal dan memiliki riwayat
penyakit gangguan jiwa.

2. Konsep Diri
a. Citra tubuh :
Klien menganggap tubuhnya sebuah anugrah dari tuhan. Klien bersyukur dan
menerima tubuhnya apa adanya.

b. Identitas diri :
Sebelum sakit, klien pernah sekolah sampai dengan SMA. Setelah klien tamat SMA
klien tidak bisa melanjutkan. Klien menerima dirinya sebagai perempuan,tetapi ia
klien mengatakan ia merasa bukan merupakan menantu dan istri yang baik bagi
keluarga nya.

c. Peran :
Klien berusia 35 tahun, klien sudah menikah. Klien mengatakan ia bukan
merupakan istri yang baik karena almarhum suaminya sering memukul dirinya saat
marah. Dalam melaksanakan tugas dirumah klien melakukannya bersama dengan
anak-anaknya seperti : menyapu, mencuci piring, mencuci baju dan membantu
memasak. Akan tetapi klien mengatakan bahwa mertua dan iparnya tidak menyukai
dirinya.

d. Ideal Diri :
Klien berharap agar bisa sembuh dan cepat pulang karena ingin minta maaf pada
anak-anaknya yang sudah menjadi korban kemarahannya.
Harga Diri :
Klien mengatakan tidak berkomunikasi dengan mertua dan iparnya sejak lama,klien
mengatakan mertuanya tidak menyukai dirinya karena tidak dapat memberikan
cucu laki-laki sebagai penerus keluarga
Masalah keperawatan : Resiko melukai diri dan orang lain
3. Hubungan Sosial
a. Orang yang berarti :
Klien mengatakan bahwa kedua anaknya merupakan orang-orang yang berarti
baginya
b. Peran serta dalam kegiatan kelompok/masyarakat :
Semenjak suaminya meninggal,klien tidak sering bersosialisasi keluar rumah untuk
mengikuti arisan ataupun kegiatan PKK karena pernah mengamuk saat melakukan
kegiatan di masyarakat.
c. Hambatan dalam berhubungan dengan orang lain :
Klien mengatakan dirinya tidak perlu aktif di masyarakat karena klien hanya ingin
fokus pada anak-anaknya dan takut melukai orang lain jika ia kambuh atau marah.

Masalah Keperawatan: Perilaku kekerasan

4. Spiritual
a. Nilai dan keyakinan :
Klien mengatakan menganut agama hindu,mengatakan percaya akan adanya Tuhan
dan percaya akan adanya Karma
b. Kegiatan ibadah :
Klien mengatakan dirinya jarang sembahyang,ia mengatakan sembahyang jika ada
hari besar keagamaan saja.

VI. STATUS MENTAL


1. Penampilan
Rapi seperti biasanya
Jelaskan: klien tampak rapi,rambut tersisir rapi,dan menggunakan pakaian sewajarnya.

2. Pembicaraan
Cepat dan kasar
Jelaskan: saat diajak berbicara,klien berbicara dengan cepat dan sering mendominasi
pembicaraan dan sedikit memberikan kesempatan orang lain untuk berbicara

3. Aktivitas motoric
Kompulsif, Klien terlihat gelisah, tegang, sering berpindah – pindah
4. Alam perasaan
Jelaskan: klien tidak tampak sedih,tidak tampak gembira berlebihan

5. Afek/ emosi
Labil
Jelaskan: emosi klien cepat tersulut,sensitive,dan mudah tersinggung

6. Interaksi selama wawancara


Mudah tersinggung
Jelaskan : klien mudah tersinggung saat diajak bicara,sehingga harus hati-hati dalam
memilih topik pembicaraan

7. Persepsi
Jelaskan: Tampak tidak ada gangguan persepsi pada klien

Proses pikir
Sirkumstansial
Jelaskan: proses pikir klien sirkumstansial

8. Isi pikir
Klien tidak pernah mempunyai pikiran yang aneh-aneh yang dirasakan saat ini hanya
gelisah menunggu kedatangan keluarga
Waham
Jelaskan : klien tidak mengalami waham

9. Tingkat kesadaran
Bingung dan kurang fokus
Disorientasi:
Klien tidak megalami disorientasi
10. Memori
Gangguan daya ingat jangka pendek
Jelaskan : Klien mengalami gangguan daya ingat jangka pendek sehingga klien lupa
kejadian yang telah terjadi dalam jangka waktu seminggu.

11. Tingkat konsentrasi dan berhitung


Mudah beralih
Jelaskan : Klien mampu berkomunikasi, tidak mampu berkonsentrasi lama

12. Kemampuan penilaianklien mengatakan bahwa ia bersalah telah mengamuk,tetapi saa

13. Daya tilik diri


Menyalahkan hal-hal di luar dirinya
Jelaskan : Klien sadar bahwa dirinya telah berbuat salah karena telah berperilaku
kekerasan dan merasa menyesal akan tetapi klien tidak tahu tujuannya di RSJ.

VII. KEBUTUHAN PERSIAPAN PULANG


1. Kemampuan klien memenuhi/menyediakan kebutuhan :
a. Makan : Bantuan minimal
b. Keamanan : Bantuan minimal
c. Tempat tinggal : Bantuan minimal
d. Perawatan kesehatan : Bantuan minimal
e. Berpakian/berhias: Bantuan minimal
f. Transportasi : Bantuan minimal
g. Uang : Bantuan total

2. Kegiatan hidup sehari-hari


a. Perawatan diri : Bantuan minimal
b. Nutrisi :
- Apakah anda puas dengan pola makan : ya
- Apakah anda memisahkan diri : ya
- Frekwensi makan perhari : 3 kali
- Frekwensi kudapan perhari : 1 kali
- Nafsu makan : baik,tidak bermasalah
- BB : 52 kg
- Diet khusus : tidak ada

c. Tidur
- apakah ada masalah ? : ya
- apakah anda merasa segar setelah bangun tidur ? : tidak
- apakah ada kebiasaan tidur siang ? : tidak
- apa yang menolong anda untuk tidur ? menonton televisi
- Waktu tidur malam : pukul 23.00

3. Kemampuan klien dalam


- Mengantisipasi kebutuhan sendiri ? : ya
- Membuat keputusan berdasarkan keinginan sendiri : ya
- Mengatur penggunaan obat ? : tidak
- Melakukan pemeriksaan kesehatan (Follow up) : tidak

4. Klien memiliki sistem pendukung


Keluarga : ya
Teman Sejawat : tidak
Profesional/terapis : tidak
Kelompok social : tidak

5. Apakah klien menikmati saat bekerja, kegiatan yang menghasilkan atau hobi : ya

VIII. MEKANISME KOPING


Adaptif Maladaptif
Bicara dengan orang lain Minum alkohol
Mampu menyelesaikan masalah Relaksaksi lambat berlebih
Teknik relokasi Berkerja berlebihan
Aktivitas konstruktif Menghindar
Olahraga Mencederai diri
Lainnya Lainnya
Alasan : klien cepat mengalami emosi dan cenderung ingin mencederai diri atau orang-
orang sekitarnya
Masalah keperawatan : Resiko mencederai diri sendiri dan orang lain

IX. MASALAH PSIKOSOSIAL DAN LINGKUNGAN


Masalah dengan dukungan Kelompok:
Keluarga klien mengatakan bahwa klien tidak mendapat dukungan dari kelompok PKK
yang sebelumnya klien aktif di kelompok tersebut karena klien pernah marah dan
memaki serta berkata kasar saat mengikuti kegiatan kelompok dan berusaha mencederai
orang lain

Masalah dengan Lingkungan:


Lingkungan klien tidak menerima keadaan klien karena dianggap membahayakan
orang lain,hal ini mengakibatkan klien tidak mendapat dukungan dari lingkungannya
dan semakkin minim beraktivitas di luar rumah

Masalah dengan pendidikan :


Klien tidak memiliki masalah dengan pendidikannya
Masalah dengan Pekerjaan :
Klien tidak memiliki masalah dengan pekerjaannya,klien tidak bekerja,hanya sebagai
ibu rumah tangga
Masalah dengan perumahan :
Klien mengatakan tidak mengalami masalah dengan perumahan
Masalah dengan ekonomi:
Semenjak suaminya meninggal,klien dinafkah oleh anak pertamanya yang bekerja
serabutan karena hanya lulus SMP
Masalah dengan pelayanan kesehatan :
Klien tidak memiliki masalah dengan pelayanan kesehatan

X. PENGETAHUAN KURANG TENTANG :


Penyakit jiwa
Faktor presipitasi
Koping
Lainnya
Sistem pendukung
Penyakit fisik
Obat-obatan

XI. ASPEK MEDIK


- Diagnosa medik : Skizofrenia tak terinci

XII. DAFTAR MASALAH KEPERAWATAN

NO DATA MASALAH
1 S:
§ Keluarga mengatakan sejak 4 hari sebelum masuk RS klien Perilaku
mengamuk semakin sering, merusak barang yang ada Kekerasan
didekatnya
§ Keluarga mengatakan klien jika mempunyai masalah dan
tidak bisa ditahan lagi klien kemudian menjadi
mengamuk atau merusak barang-barang yang ada.

O : Mata merah, wajah agak merah, pandangan tajam


2 S: Resiko
§ Klien mengatakan pernah memukul ibunya mencederai
§ Keluarga mengatakan sejak 4 hari sebelum masuk RS klien diri, orang
marah – marah, mengamuk, merusak alat rumah tangga lain dan
§ Keluarga mengatakan klien jika mempunyai masalah dan lingkungan
tidak bisa ditahan lagi klien kemudian menjadi
mengamuk atau merusak barang-barang yang ada.
O:
§ Mata merah, wajah agak merah, pandangan tajam
POHON MASALAH
Resiko mencederai diri, Orang lain, lingkungan ....... effort

Resiko Perilaku Kekerasan ....... Core Problem

Gangguan Konsep Diri: Harga diri


rendah ....... cause

XII. DIAGNOSA KEPERAWATAN


1. Perilaku kekerasan berhubungan dengan Gangguan Konsep Diri : Harga Diri Rendah
2. Resiko mencederai diri, orang lain dan lingkungan berhubungan dengan perilaku
kekerasan

Denpasar,31 oktober 2018


Mahasiswa

(Ni Putu Nita Ayu Sandra)


RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA

DIAGNOSA
TGL KEPERA TUJUAN INTERVENSI KEPERAWATAN
WATAN
29 Perilaku Setelah dilakukan SP I
Oktober kekersan tindakan 1. bina hubungan saling percaya
2018 keperawatan selama
2. identifikasi penyebab marah
09.00 3x pertemuan
3. identifikasi tanda dan gejala PK
diharapkan pasien
4. Identifikasi PK yang dilakukan
dapat mengontrol
5. Identifikasi akibat PK
perilaku kekerasan
6. Identifikasi cara kontrol PK
dengan kreteria
7. Latih cara kontrol PK dengan Fisik I (
hasil : nafas dalam )
1. Membina 8. Bimbing pasien memasukkan dalam
hubungan saling jadwal kegiatan harian
percaya SP II
2. Pasien dapat
1. Evaluasi kemampuan pasien mengontrol
menyebutkan PK dengan cara fisik I
penyebab PK 2. Latih pasien konrol PK dengan cara fisik
3. Pasien dapat II
menyebutkan 3. Bimbing pasien emasukkan jadwal
tanda gejala PK kegiatan harian
4. Pasien dapat SP III
mengidentifikasi
1. Evaluasi kemampuan pasien
PK yang
mengontrol PK dengan cara fisik I
dilakukan
dan II
5. Pasien dapat
2. Latih kontrol PK dengan cara
mengidentifikasi
verbal
akibat PK
3. Bimbing pasien memasukkan
6. Pasien
dalam jadwal kegiatan harian
menyebutkan
cara mengontrol
PK
SP IV
7. Pasien mampu
1. Evaluasi kemampuan pasien mengontrol
mempraktekkan
PK dengan cara fisik I , II dan verbal
latihan cara
2. Latih kontrol PK dengan cara spiritual
mengontrol PK
3. Bimbing pasien memasukkan dalam
dengan nafas
jadwal kegiatan harian
dalam, pukul
SP V
bantal atau
1. Evaluasi kemampuan pasien mengontrol
kasur, secara
PK dengan cara fisik I , II dan verbal
verbal, secara
2. Jelaskan cara kontrol PK dengan minum
spiritual dan
obat teratur
penggunaan
3. Bimbing pasien memasukkan dalam
obat dengan
jadwal kegiatan harian
benar
IMPLEMENTASI KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA

DIAGNOS IMPLEMENTASI
TGL A KEPERA KEPERAWATA EVALUASI PARA
WATAN N F
Senin, PerilakuSP I:
29 kekersan membina S: klien mengatakan namanya Ny.S
Oktob hubungan saling suka dipanggil S.
er percaya O: klien bicara lancar, tampak
2018 gelisah dan tidak terfokus
09.00 A: dapat terbina hubungan saling
percaya
P: lanjutkan intervensi 2

Mendiskusikan S: klien mengatakan pernah


bersama klien memukul anaknyanya ketika
penyebab marah, meminta di anaknya membersihkan
tanda dan gejala rumah. Klien merasa
PK, PK yang bersalah dan meminta diajari cara
dilakukan saat mengontrol marah,
marah, akibat PK, O: klien kooperatif, tatapan mata
cara kontrol PK tajam, tampak tegang, klien dapat
memahami perilaku kekerasan
A: PK dapat terpahami oleh klien
P: lanjutkan intervensi 3

Mengajarkan cara S: klien mengtakan bisa tenang


kontrol PK dengan setelah tarik nafas dalam dan akan
Fisik I ( tarik nafas mencobanya ketika hendak marah.
dalam ) O:klien kooperatif, Klien mampu
mendemonstrasikan cara fisik I( tarik
nafas dalam) .
4. Membimbing A:dapat terkontrol PK dengan tarik
pasien nafas dalam
memasukkan P: lanjutkan intervensi SP2
dalam jadwal
- bimbing klien dalam
kegiatan harian memasukkan teknik kontrol marah
ke jadwal kegiatan harian
- ajarkan teknik kontrol marah
dengan fisik 2 (pukul batal )

Selasa SP II: S : klien mengatakan belum dapat


30 Memvalidasi mengontrol emosi, dan akan
Oktob masalah. mencoba
er Melatih cara cara control marah yang sudah
2018 kontrol PK dengan diajarkan (pukul bantal).
09.00 Fisik II ( pukul O: raut muka tegang, kontak mata
bantal ) baik, tampak gelisah
Membimbing A: SP II belum optimal
pasien P: optimalkan SP II,(cara control
memasukkan marah dengan cara fisik II pukul
dalam jadwal bantal)
kegiatan harian

Selasa SP II : S: klien mengatakan dapat


30 Melatih cara mengontrol emosinya dengan cara
Oktob control PK dengan fisik II(pukul bantal)
er cara fisik II (pukul dan berusaha melakukannya saat
2018 bantal) sedang marah.
14.00 Mengikutsertakan O: klien tampak senang, klien
klien dalam mampu mendemontrasikan cara fisik
jadwal kegiatan II dengan baik tanpa bimbingan.
sehari-hari. A: SP II tercapai.
P: Lanjutkan SP III ( cara control PK
dengan cara verbal).
Selasa SP III S : klien mengatakan masih ingat
30 Memvalidasi cara control marah yang sudah
Oktob masalah diajarkan (tarik nafas dalam dan
er 2. melatih kontrol pukul bantal)
2018 PK dengan cara , klien mengatakan sudah sering
16..00 verbal berdo’a dan shalat di RSJ
3. membimbing O: klien tampak senang, kontak mata
pasien baik, klien bersedia membicarakan
memasukkan dengan baik – baik ketika marah
dalam jadwal A: SP III tercapai
kegiatan harian P: lanjutkan SP IV (dengan cara
spiritual)

Rabu, SP IV S : klien mengatakan sudah dapat


31 Memvalidasi mengontrol emosi, dan akan
Oktob masalah mencoba cara control
er Melatih kontrol marah dengan berdo’a dan shalat
2018 PK dengan cara O: klien tampak senang
09.00 spiritual A: SP II belum optimal
Membimbing P: lanjutkan SP V (dengan cara
pasien minum obat teratur)
memasukkan
dalam jadwal
kegiatan harian

Rabu, SP V S : klien mengatakan sudah teratur


31 Memvalidasi dalam meminum obat
Oktob masalah O: klien tampak tenang dan senang,
er Menjelaskan cara klien kooperatif
2018 kontrol PK dengan
09.00 minum obat A: dapat menggunakan obat secara
teratur teratur
Membimbing P: pertahankan kondisi pasien
pasien
memasukkan
dalam jadwal
kegiatan harian
EVALUASI
Hari/tanggal/jam Diagnosa Evaluasi Paraf
Keperawatan
Rabu,31 Oktober Perilaku Kekerasan S : klien mengatakan sudah teratur dalam
2018 meminum obat
O: klien tampak tenang dan senang, klien
kooperatif
A: dapat menggunakan obat secara teratur
P: pertahankan kondisi pasien
Denpasar,02 November 2018
Nama Pembimbing / CT Nama Mahasiswa

I Gusti Ayu Harini,SKM.,M.Kes Ni Putu Nita Ayu Sandra


NIP.196412311985032011 NIM. P07120216058