Anda di halaman 1dari 15

SESI 4 STIMULASI PERSEPSI : PERILAKU KEKERASAN

Tugas Ini Disusun Untuk Memenuhi Laporan Keperawatan Jiwa Program


Profesi Tahun 2011

DISUSUN OLEH:

NURBAITI

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PERTAMEDIKA

PROGRAM S1 PROFESI NERS

JAKARTA

2011
2
RENCANA TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK (TAK)
STIMULASI PERSEPSI : PERILAKU KEKERASAN

A. TOPIK
Sesi IV : Mencegah Perilaku Kekerasan dengan Kegiatan Spiritual
B. TUJUAN
Tujuan Umum :
Klien dapat mengontrol perilaku kekerasan dengan kegiatan spiritual
Tujuan Khusus :
1. Klien dapat menyebutkan kegiatan ibadah yang dilakukan
2. Klien dapat mempraktikan kegiatan ibadah yang dilakukan
3. Klien dapat memasukkan dalam jadwal kegiatan harian

C. LANDASAN TEORI
Perilaku kekerasan adalah suatu bentuk perilaku yang bertujuan untuk
melukai seseorang secara fisik maupun psikologis, dapat pula dilakukan secara
verbal pada diri sendiri, orang lain dan lingkungan. Perilaku kekerasan merupakan
suatu keadaan di mana seseorang melakukan tindakan yang dapat membahayakan
secra fisik baik terhadap diri sendiri, orang lain maupun lingkungan (Stuart dan
Sundeen, 2007). Suatu keadaan di mana klien mengalami perilaku yang dapat
mebahayakn klian sendiri, lingkungan termasuk orang lain dan barang-barang
(Maramis, 2005).
Terapi aktivitas kelompok (TAK) stimulasi persepsi adalah terapi yang
menggunakan aktivitas sebagai stimulus yang terkait dengan pengalaman dan
/atau kehidupan untuk didiskusikan dalam kelompok. Hasil diskusi kelompok
dapat berupa kesepakatan persepsi atau alternative penyelesaian masalah.
Terapi aktivitas kelompok (TAK) juga merupakan salah satu terapi modalitas
yang dilakukan oleh perawat pada sekelompok yang mempunyai masalah
keperawatan yang sama. Aktivitas digunakan sebagai terapi, dan kelompok
digunakan sebagai target asuhan. Hasil diskusi dapat berupa kesepakatan persepsi
atau alternatif penyelesaian masalah. Didalam kelompok terjadi dinamika
interaksi yang ketergantungan, saling membutuhkan dan menjadi laboratorium
tempat klien berlatih perilaku baru yang adaptif untuk memperbaiki perilaku lama

1
yang maladaptif. Klien dilatih mengekspresikan perasaannya terhadap stimulus
yang disediakan. Kemampuan klien dievaluasi dan di tingkatkan pada tiap sesi.

D. KLIEN
1. Karakteristik
a. Klien yang mengalami perilaku kekerasan atau resiko perilaku kekerasan
b. Klien PK yang sudah terkontrol
c. Klien yang dapat diajak berkerjasama
d. Klien yang dapat megidentifikasi perilaku kekerasannya
2. Proses Seleksi
a. Berdasarkan observasi dan wawancara
b. Menindak lanjuti asuhan keperawatan
c. Informasi dan keterangan dari klien sendiri dan perawatan
d. Penyelesaian masalah berdasarkan masalah keperawatan
e. Klien cukup kooperatif dan dapat memahami pertanyaan yang diberikan
f. Membuat kontrak dengan klien yang setuju ikut TAK, meliputi:
menjelaskan tujuan TAK pada klien, rencana kegiatan kelompok dan
aturan main dalam kelompok
3. Jumlah klien : 7 orang (di ruang Cendrawasih)

E. PENGORGANISASIAN
1. Waktu
a. Hari /tanggal : Selasa, 8 November 2011
b. Waktu : Pukul 17.00 s/d 17.30 WIB ( fase orientasi 15 menit,
Fase kerja 10 menit, fase terminasi 5 menit ) 30 menit
c. Tempat : Ruang Cendrawasih

2. Tim terapis
- Setting tempat: Peserta dan terapis duduk bersama dan membentuk
lingkaran

K K F K K

K 2
C
L
O
L

K K K F
K

Keterangan:

L O
Leader : Observer :

Co.Leader : Fasilitator K
CL F
:

Klien :
K

Tim terapis dan uraian tugas:


Leader : Nurbaiti
Uraian Tugas :
a. Menjelaskan tujuan pelaksanaan TAK
b. Memperkenalkan diri dan memperkenalkan anggotanya untuk saling
mengenal
c. Menjelaskan peraturan kegiatan TAK sebelum kegiatan dimulai
d. Mampu memotivasi anggota untuk aktif dalam kelompok
e. Mampu memimpin TAK dengan baik
Co.Leader : Kelly Dharma Vicahya
Uraian Tugas :
a. Menyampaikan informasi dan fasilitator ke pemimpin tentang aktivitas klien
b. Mengambil alih posisi leader jika kegiatan menyimpang
c. Mengingatkan leader tentang waktu
d. Bersama leader menjadi contoh bentuk kerjasama yang baik
3
e. Membantu leader mengorganisir klien
Fasilitator : Arifah dan Shinta Wahyuni
Uraian Tugas :
a. Memfasilitasi klien yang kurang aktif
b. Berperan sebagai rolemodel bagi klien selama kegiatan berlangsung
c. Mempertahankan kehadiran peserta
Observer : Sri Yati Maryono
Uraian Tugas :
a. Mengobservasi jalannya atau proses kegiatan
b. Mencatat perilaku verbal dan non verbal klien selama kegiatan berlangsung

3. Metode dan media


a. Metode:
a) Dinamika kelompok
a) Diskusi dan tanya jawab
b) Simulasi
b. Media
a. Papan tulis/ kertas dan alat tulis
b. Name tag untuk peserta
c. Jadwal kegiatan harian klien dan pulpen

F. RENCANA EVALUASI
1. Struktur
Meliputi rencana TAK, proposal TAK, konsul proposal TAK, izin kepala
ruangan, mempersiapkan tempat.
2. Proses
a. Klien dapat mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir
b. Klien dapat mendemonstrasikan perilaku yang terkontrol seperti
melakukan ibadah secara teratur
c. Klien dapat mengungkapkan perasaannya setelah mengikuti TAK
d. Kegiatan dilaksanakan tepat waktu
e. Leader dan Co. Leader dapat mengarahkan peserta untuk aktif
melaksanakan kegiatan TAK
3. Hasil
4
a. Diharapkan pasien dapat mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir
sebesar 100%
b. Klien dapat menyebutkan kegiatan ibadah yang dapat dilakukan sebesar
100%
c. Klien dapat mempraktekan kegiatan ibadah yang dapat dilakukannya
sebesar 100%

G. ANTISIPASI
Penanganan terhadap klien yang tidak aktif dalam aktivitas :
a. Memanggil klien
b. Memberi kesempatan pada klien untuk menjawab sapaan perawat atau klien
lain
Bila klien meninggalkan kegiatan tanpa izin :
a. Panggil nama klien
b. Tanyakan alasan klien meninggalkan kegiatan
Bila klien lain ingin ikut :
a. Berikan penjelasan bahwa kegiatan ini ditujukan kepada klien yang telah
dipilih
b. Katakan pada klien bahwa ada kegiatan lain yang mungkin didikuti oleh klien
tersebut
c. Jika klien memaksa beri kesempatan untuk masuk dengan tidak memberi
pesan pada kegiatan ini

H. PROSES PELAKSANAAN
1. Orientasi
a. Salam Teraupetik
1) Salam dari terapis kepada klien
2) Perkenalkan nama dan panggilan terapis (pakai nametag)
3) Menanyakan nama dan panggilan semua klien (beri Nametag )
4) Klien dan terapis pakai name tag
b. Evaluasi dan validasi
1) Menanyakan perasaan klien saat ini
2) Menanyakan apakah ada penyebab marah, tanda dan gejala marah,
serta perilaku kekerasan

5
3) Tanyakan apakah kegiatan fisik dan interaksi social yang asertif untuk
mencegah perilaku kekerasan sudah dilakukan
c. Kontrak
1) Terapis menjelaskan tujuan kegiatan yang akan dilaksanakan, yaitu
kegiatan ibadah untuk mencegah perilaku kekerasan
2) Terapis menjelaskan aturan main, yaitu:
a. Jika ada klien yang ingin meninggalkan kelompok harus meminta
izin kepada terapis
b. Lama kegiatan 30 menit
c. Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir
2. Tahap Kerja
a. Terapis menanyakan agama dan kepercayaan masing-masing klien
b. Terapis mendiskusikan kegiatan ibadah yang biasa dilakukan masing-
masing klien
c. Menuliskan kegiatan ibadah masing-masing klien
d. Meminta klien untuk memilih satu kegiatan ibadah
e. Meminta klien mendemonstrasikan kegiatan ibadah yang dipilih
f. Beri pujian pada penampilan klien
3. Fase Terminasi
a. Evaluasi
1) Terapis menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK
2) Menanyakan jumlah cara pencegahan perilaku kekerasan yang telah
dipelajari
3) Terapis memberikan pujian dan penghargaan atas jawaban yang benar
b. Tindak lanjut
1) Menganjurkan klien menggunakan kegiatan fisik, interaksi social yang
asertif, dan kegiatan ibadah jika stimulus penyebab perilaku kekerasan
terjadi
2) Menganjurkan klien melatih kegiatan fisik, interaksi social yang asertif
dan kegiatan ibadah secara teratur
3) Memasukkan kegiatan ibadah pada jdwal kegiatan harian klien
c. Kontrak yang akan datang

6
1) Menyepakati untuk belajar cara baru untuk mengontrol perilaku
kekerasan yaitu minum obat teratur
2) Menyepakati waktu dan tempat pertemuan berikutnya

7
SESI 4: TAK
STIMULASI PERSEPSI PERILAKU KEKERASAN
KEMAMPUAN MENCEGAH PERILAKU KEKERASAN SPIRITUAL

Mempraktikan kegiatan Mempraktikan


NO Nama Klien
ibadah pertama kegiatan ibadah kedua
1. Tn. M √ √

2. Tn. Mk √ √

3. Tn. K √ √

4. Tn. S √ x

5. Tn. A √ √

6. Tn. J x x

Petunjuk:
1. Tulis nama panggilan klien yang ikut TAK pada kolom nama klien
2. Untuk tiap klien, beri penilaian tentang kemampuan mempraktikan dua kegiatan ibadah
pada saat TAK. Beri tanda √ jika klien mampu dan tanda x jika klien tidak mampu.

8
STRATEGI PELAKSANAAN TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK (TAK)
STIMULASI PERSEPSI : PERILAKU KEKERASAN
SESI 4 : MENCEGAH PERILAKU KEKERASAN SPIRITUAL

Proses Pelaksanaan Tindakan (Strategi Komunikasi)


1. Fase Orientasi
a. Salam Terapeutik
“Selamat sore bapak-bapak? Sebelumnya saya mau bertanya...apakah
bapak-bapak sudah kenal dengan suster yang ada disini? Alhamdulillah kalau
sudah kenal. Apakah ada anggota baru yang ikut dalam kegiatan pada sore
hari ini? Ya, kalau ada coba bisa memperkenalkan diri ...Nah, karena ada
anggota baru maka bapak/ibu perawat juga perlu memperkenalkan diri, saya
mulai dari saya, nama saya Nurbaiti biasa dipanggil Baiti, sedangkan bapak
ini silahkan berdiri pak, untuk memperkenalkan diri...selanjutnya silahkan
ibu...”
b. Evaluasi dan Validasi
“Bagaimana perasaan bapak A sore ini ? Bagaimana perasaan bapak B
sore ini? Bagaimana perasaan bapak C sore ini? Bagaimana perasaan bapak D
sore ini? Bagaimana perasaan bapak E sore ini? Alhamdulillah semuanya baik-
baik ya. Mengingatkan kembali, tadi siang kita melakukan TAK tentang
mencegah perilaku kekerasan social, dan telah di ajarkan bagaimana
mengungkapkan kekesalan dengan cara yang sopan, meminta tanpa paksa dan
bagaimana menolak dengan baik. bagaimana bapak-bapak apakah sudah
dilakukan?
c. Kontrak
“Baiklah, sesuai dengan kontrak sore ini kita akan melakukan kegiatan
terapi aktivitas kelompok tentang mencegah perilaku kekerasan spiritual
tujuanya yaitu kegiatan ibadah untuk mencegah perilaku kekerasan. Dan
waktunya selama 30 menit (mulai pk. 17.00 s/d pk.17.30), yang akan kita
lakukan sekarang dan di tempat ini”.

9
2. Fase Kerja

“Baiklah untuk mengefektifkan waktu kita mulai saja kegiatan kita sekarang.
“Pada TAK kali ini kita mempunyai tata tertib, antara lain; setiap peserta harus
mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir, peserta harus mendengarkan aba-aba
dari perawat, jika ada peserta yang ingin ke kamar mandi harus meminta ijin
kepada perawat, dan selama kegiatan berlangsung jika peserta ada yang ingin
bertanya silahkan mengacungkan tangan.
Saya suster Baiti akan menjelaskan peraturan dalam terapi aktifitas kelompok.
Sesi keempat ini , Suster Baiti akan bertanya pada bapak-bapak yang ada disini ”
Bapak sebutkan agama yang bapak anut masing masing ? dimulai dari kanan
sebutkan ya pak?
”nah..sekarang bapak bapak sekalian sebutkan kegiatan ibadah apa saja yang biasa
bapak lakukan setiap hari? (perawat menuliskan di white board)
”Sekarang bapak tuliskan kegiatan ibadah yang bapak lakukan masing –masing
dan tuliskan di white board?
”Sekarang bapak memilih dari salah satu kegiatan ibadah yang bapak sebutkan?
Kemudian peragakan/ praktekan pada kami satu persatu. Baiklah sekarang kita
mulai dari Bapak A dan Bapak B. Sekarang Bapak A dan Bapak B peragakan pada
kami kegiatan ibadah yang biasa bapak lakukan? Sekarang giliran Bapak C dan
Bapak D. Sekarang Bapak C dan Bapak D peragakan pada kami kegiatan ibadah
apa yang biasa bapak lakukan? (berikan pujian atau tepuk tangan setelah setiap
klien berhasil dan mampu melakukan demonstrasi tersebut , demonstrasi
dilakukan sampai semua klien mencoba tindakan tersebut).

3. Fase Terminasi
a. Evaluasi Respon Klien
1) Evaluasi Subjektif :
“Bagaimana perasaan bapak bapak-bapak setelah mengikuti kegiatan
TAK hari ini? Apakah merasa senang, lebih tenang, sedih, bosan, atau
yang lain? Mungkin ada yang ingin mengungkapkan pendapatnya?”
2) Evaluasi Objektif :

10
“Tadi kita sudah belajar bagaimana cara mencegah perilaku kekerasan
spiritual, bisa bapak sebutkan kembali kegiatan-kegiatan ibadah apa
saja yang bisa dilakukan setiap hari sesuai dengan agama masing
masing ?(berikan pujian atau tepuk tangan setelah setiap klien berhasil
dan mampu menjawab pertanyaan dengan benar).
b. Rencana Tindak Lanjut
“Saya harap setelah mengikuti kegiatan ini bapak-bapak sekalian bila
ada perasaan ingin marah atau rasa kesal maka bapak bisa melakukan
kegiatan ibadah yang biasa dilakukan untuk mencegah perilaku kekerasan.
Dan bapak sebaiknya melakukan kegiatan ibadah ini secara teratur tidak
hanya pada saat marah atau kesal saja. Setelah itu masukkan ke dalam
jadwal kegiatan harian bapak masing-masing ya.

c. Kontrak Yang Akan Datang


“Baiklah Bapak, setelah ini kita akan melakukan kegiatan TAK lagi
dengan topic yang berbeda yaitu bapak belajar mengenai mencegah perilaku
kekerasan dengan patuh mengkonsumsi obat. Kegiatannya akan kita mulai
pada pukul 17.30 WIB di ruangan ini lagi selama kurang lebih 30 menit.
Baiklah karena waktunya sudah habis, sekarang kita tutup kegiatan ini dan
dilanjutkan oleh suster sinta untuk TAK berikutnya, selamat sore Pak.

11
LAPORAN EVALUASI
TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK (TAK)
STIMULASI PERSEPSI : PERILAKU KEKERASAN
SESI IV : MENCEGAH PERILAKU KEKERASAN SPIRITUAL

1. STRUKTUR
a. Proposal TAK telah dibuat pada hari Senin, tanggal 7 November 2011.
b. Konsul proposal TAK sesi IV telah dikonsul pada tanggal 7 November 2011
pada pembimbing lahan ibu Sri Supami.
c. Meminta izin kepada perawat yang bertugas pada hari pelaksanaan TAK.
d. Mempersiapkan tempat pada hari pelaksanaan TAK dilakukan oleh kelompok
mahasiswa praktek berjumlah 5 orang.
2. PROSES
a. Kegiatan TAK sesi IV dilakukan pada hari Selasa, tanggal 08
November 2011, jam 17.00 s/d 17.30 WIB, di ruang Cendrawasih.
b. Klien yang ikut dalam TAK sesi IV adalah klien dengan Perilaku
Kekerasan yang sesuai dengan seleksi yang telah ditentukan. Jumlah klien
yang ikut adalah 5 orang.
c. Klien yang ikut dapat menyebutkan dua kegiatan ibadah yang biasa
dilakukan.
d. Klien yang ikut dapat mempraktikan kegiatan ibadah yang biasa
dilakukan.
e. Klien yang ikut dapat mengungkapkan perasaannya setelah mengikuti
TAK.
f. Kegiatan dilakukan tepat waktu.
g. Leader dan Co Leader dapat mengarahkan peserta untuk aktif
melakukan kegiatan TAK.
h. Fasilitator dapat melakukan peranannya dengan baik.
i. Observer dapat melakukan peranannya dengan baik.
3. HASIL
a. Persentase klien dapat mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir sebesar
100%.

12
b. Persentase klien yang dapat menyebutkan kegiatan ibadah yang biasa
dilakukan sebesar 90%
c. Persentase klien yang dapat mempraktekan kegiatan yang biasa dilakukan
sebesar 90%.

13