Anda di halaman 1dari 117

LAMPIRAN A

PERHITUNGAN NERACA MASSA

Neraca Massa
Kapasitas produksi olein yang dihasilkan adalah sebesar 1000 ton/hari
Kapasitas produksi = 1000 ton/hari
= 1000 ton/hari x 1000 kg/ton x 1/24 hari/jam
= 41.666 kg/jam olein

Tabel LA-1 komposisi asam lemak bebas minyak sawit


Asam Lemak Stearin (% massa) Olein (% massa)
Miristat 1,4 % -
Palmitat 40,1 % -
Stearat 5,5 % -
Oleat - 42,7 %
Linoleat - 10,3 %
Total 47 % 53 %
Sumber : Soepadiyo M, 2003

Neraca Massa Dengan Perhitungan Mundur

Universitas Sumatera Utara


LA-1 Perhitungan Neraca Massa Pada Filter Press

F3 : 3 FP 101 4 F4 : 41.666 kg/jam


Wo3: 0,53 Wo4 : 0,995
Ws3: 0,47 Ws4 : 0,005
5 F5 :
Wo5 : 0,005
Ws5 : 0,995

Tujuan: Memisahkan antara stearin dan olein hasil kristalisasi


F3 = F4 + F5
F3o = F4o + F5o
F3s = F4s + F5s
Untuk alur 4 : F4 = 41.666 kg/jam
F4o = F4 x W4o F4s = F4 x W4s
= 41.666 x ( 0,995 ) = 41.666 x ( 0,005 )
= 41.457,67 Kg/jam = 208,33 kg/jam
Total : F3 = 41.666 + F5
Olein : 0,53 F3 = 41.457,67 + 0,005 F5
Stearin : 0,47 F3 = 208,33 + 0,995 F5
Dari neraca Olein diperoleh:
0,53 (41.666 + F5 ) = 41.457,67 + 0,005 F5
26.500 + 0,53 F5 = 41.457,67 + 0,005 F5
0,525 F5 = 19.375,67
F5 = 36.906,0381 Kg/jam
Dari neraca Total diperoleh:
F3 = 41.666 + F5
= 41.666 + 36.906,0381
= 78.572,0381 Kg/jam

Universitas Sumatera Utara


Untuk alur 3 : Untuk alur 5 :
3
F = 78.572,0381 kg/jam F5 = 36.906,0381 kg/jam
F3o = F3 x W3o F5s = F5 x W5s
= 78.572,0381 x ( 0,53 ) = 36.906,0381 x (0,995 )
= 41.643,18019 kg/jam = 36.721,50791 kg/jam
F3s = F3 x W3s F5o = F5 x W5o
= 78.572,0381 x ( 0,47 ) = 36.906,0381 x (0,005)
= 36.928,85791 kg/jam = 184,5301905 kg/jam

Tabel LA-2. Hasil Neraca Massa pada Filter Press


Masuk
Keluar (Kg/jam)
Komponen (Kg/jam)
Alur 3 Alur 4 Alur 5
Olein 41.643,18019 41.457,67 184,5301905
Stearin 36.928,85791 208,33 36.721,50791
Jumlah 78.572,0381 41.666 36.906,0381
Total 78.572,0381 78.572,0381

LA-2 Perhitungan Neraca Massa Pada Tangki Kristalisasi

F2 : 2 3 F3 : 78.572,0381kg/jam
C 101
Wo2: 0,53 Wo3 : 0,53
Ws2: 0,47 Ws3 : 0,47

Tujuan : Mengkristalkan stearin dengan proses pendinginan


Pada tangki kristalisasi tidak terjadi reaksi dan hanya ada 1 alur masuk
(F2) dan 1 alur keluar (F3). maka massa yang masuk sama dengan massa yang
keluar.

Universitas Sumatera Utara


F2 = F3 = 78.572,0381 kg/jam
F2o = F2 x Wo F2s = F2 x W2s
= 78.572,0381 x 0,53 = 78.572,0381 x 0,47
= 41.643,18019 kg/jam = 36.928,85791 kg/jam

Tabel LA-3 Hasil Perhitungan Neraca Massa Pada Tangki Kristalisasi


Komponen Masuk (kg/jam) Keluar (Kg/jam)
Alur 2 Alur 3
Olein 41.643,18019 41.643,18019
Stearin 36.928,85791 36.928,85791
Total 78.572,0381 78.572,0381

LA-3 Perhitungan Neraca Massa Pada Heat Exchanger

F1 : 1 2 F2 : 78.572,0381 kg/jam
HE 101
Wo1: 0,53 Wo2 : 0,53
Ws2: 0,47 Ws2 : 0,47

Tujuan : Memanaskan RBDPO hingga 76 oC menuju tangki kristalisasi


Pada heat exchanger tidak terjadi reaksi dan hanya ada 1 alur masuk (F1)
dan 1 alur keluar (F2). maka massa yang masuk sama dengan massa yang keluar.
F1 = F2 = 78.572,0381 kg/jam
F1o = F1 x W1o F1s = F1 x W1s
= 78.572,0381 x 0,53 = 78.572,0381 x 0,47
= 41.643,18019 kg/jam = 36.928,85791 kg/jam

Tabel LA-4 Hasil Perhitungan Neraca Massa Pada Heat Exchanger


Komponen Masuk (kg/jam) Keluar (Kg/jam)
Alur 1 Alur 2
Olein 41.643,18019 41.643,18019
Stearin 36.928,85791 36.928,85791
Total 78.572,0381 78.572,0381

Universitas Sumatera Utara


LA-5

LA-4 Perhitungan Neraca Massa Pada Bak penampung Yang dilengkapi HE

F5 : 36.906,0381 kg/jam 6 F6 :
BP 101
Wo5: 0,005 5
Wo6 : 0,005
Ws5: 0,995 Ws6 : 0,995

Tujuan : Menampung dan memanaskan stearin menuju tangki timbun


Pada bak penampung yang dilengkapi dengan heat exchanger tidak terjadi
reaksi dan hanya ada 1 alur masuk (F5) dan 1 alur keluar (F6). maka massa yang
masuk sama dengan massa yang keluar.
F5 = F6 = 36.906,0381 kg/jam
F6o = F6 x W6o F6s = F6 x W6s
= 36.906,0381 x 0,005 = 36.906,0381 x 0,995
= 184,5301905 kg/jam = 36.721,50791 kg/jam

Tabel LA-5 Hasil Perhitungan Neraca Massa Pada Bak penampung


Komponen Masuk (kg/jam) Keluar (Kg/jam)
Alur 5 Alur 6
Olein 184,5301905 184,5301905
Stearin 36.721,50791 36.721,50791
Total 36.906,0381 36.906,0381

Universitas Sumatera Utara


LAMPIRAN B
PERHITUNGAN NERACA PANAS

Neraca Panas
Basis perhitungan : 1 Jam operasi
Satuan panas : Kilo Kalori
Suhu referensi : 25 0C
Perhitungan Cp (kal/mol oC) menggunakan nilai setiap gugusnya.

Tabel LB-1 Harga Cp setiap gugusan


Gugus Harga
- CH3 8,8
- CH2 - 6,2
- CH = 5,3
- COOH 19,1
C= 2,9

2,9
C

Sumber : Lyman, 1980

Nilai kapasitas panas (Cp) untuk masing-masing komponen:


1. Cp Olein ( C18H34O2 ) = CH3 (CH2)7CH – ( CH2 )7COOH
= 1 (-CH3-)+ 2(-CH=)+14(-CH2-)+1(-COOH)
= 1 (8,8) + 2( 5,3 ) +14 (6,2) + 1 (19,1)
= 125.3 kal /mol oC

2. Cp Stearin ( C18H36O2 ) = CH3 (CH2)16COOH


= 1 (-CH3-)+ 16(-CH2-)+1(-COOH)
= 1 (8,8) + 16 (6,2) + 1 (19,1)
= 127,1 kal /mol oC

Universitas Sumatera Utara


Berat Molekul :
1. BM Olein : 282 gr/mol
2. BM Stearin : 284 gr/mol

LB-1 Perhitungan Neraca Panas Pada Tangki RBDPO

Steam
P = 2 atm
T = 180 oC
P = 1,5 atm P = 1,5 atm
T = 30 oC T = 60 oC
T 101
RBDPO 1 2 RBDPO

P = 2 atm
T = 100 oC
Kondensat

Panas Masuk
Q = n . Cp . Δt
Jumlah panas masuk (Q masuk) pada 30 oC adalah:
Tabel LB-2 Neraca Panas Masuk Pada Tangki RBDPO
n = m/BM Cp
Kompo m ΔT Qm
BM (kmol/ (kkal/
nen (kg/jam) o
(oC) (kkal/jam)
jam) kg C)
Olein 282 41.643,18019 147,6708517 125,3 5 92.515,78859
Stearin 284 36.928,85791 130,0311898 127.1 5 82.634,82112
Total 78.572,0381 175.150,6097

Universitas Sumatera Utara


Panas Keluar
Jumlah panas yang keluar (Qkeluar) pada 60oC adalah:

Tabel LB-3 Neraca Panas Keluar Pada Tangki RBDPO


n = m/BM Cp ΔT Qk
Komponen M (kg/jam) o o
(kmol/jam) (kkal/kg C) ( C) (kkal/jam)
Olein 41.643,18019 147,6708517 125,3 35 647.610,5201
Stearin 36.928,85791 130,0311898 127.1 35 578.443,7478
Total 78.572,0381 1.226.054.268

Panas yang dilepas steam (Qs):


Qs = Qk – Qm = 1.226.054.268 kkal/jam – 175.150,6097 kkal/jam
= 1.050.903,658 kkal/jam
Panas yang dibutuhkan fluida = 1.050.903,658 kkal/jam
= 1.050.903,658 kkal/jam x 4,184 kJ/kkal
= 4.396.980,906 kJ/jam
Dari Tabel steam Smith, 1950 diperoleh:
Pada tekanan 2 atm diperoleh temperatur saturated steam = 100 oC
HV (180oC, 2 atm) = 2828,6 kJ/kg
Hl (100oC, saturated steam) = 419 kJ/kg
Q = Hv - Hl
= 2828,6 kJ/kg – 419 kJ/kg
= 2409,6 kJ/kg
Masa steam yang diperlukan:
Qs
m
Q
4.396.980,906 kJ/jam

2409,6 kJ/kg
 1.824,776272 kg/jam

Universitas Sumatera Utara


LB-2 Perhitungan Neraca Panas Pada Heat Exchanger

Steam
P = 2 atm
T = 180 oC
P = 1,5 atm P = 1,5 atm
T = 60 oC T = 76 oC
HE 101
RBDPO 2 3 RBDPO

P = 2 atm
T = 110 oC
Kondensat

Panas Masuk
Q = n . Cp . Δt
Jumlah panas masuk (Q masuk) pada 60 oC adalah:

Tabel LB-4 Neraca Panas Masuk Pada Heat Exchanger


n = m/BM
Kompo m Cp (kkal/ ΔT Qm
BM (kmol/
nen (kg/jam) kgoC) (oC) (kkal/jam)
jam)
Olein 282 41.643,18019 147,6708517 125,3 35 647.610,5201
Stearin 284 36.928,85791 130,0311898 127.1 35 578.443,7478
Total 78.572,0381 1.226.054,268

Universitas Sumatera Utara


Panas Keluar
Jumlah panas yang keluar (Qkeluar) pada 76oC adalah:

Tabel LB-5 Neraca Panas Keluar Pada Heat Exchanger


n = m/BM Cp ΔT Qk
Komponen M (kg/jam)
(kmol/jam) (kkal/kgoC) (oC) (kkal/jam)
Olein 41.643,18019 147,6708517 125,3 51 943.661,0436
Stearin 36.928,85791 130,0311898 127.1 51 842.875,1754
Total 78.572,0381 1.786.536,219

Panas yang dilepas steam (Qs):


Qs = Qk – Qm = 1.786.536,219 kkal/jam – 1.226.054,268 kkal/jam
= 560.481,951 kkal/jam
Panas yang dibutuhkan fluida = 560.481,951 kkal/jam
= 560.481,951 kkal/jam x 4,184 kJ/kkal
= 2.345.056,483 kJ/jam
Dari Tabel steam Smith, 1950 diperoleh:
Pada tekanan 2 atm diperoleh temperatur saturated steam = 110 oC
HV (180oC, 2 atm) = 2828,6 kJ/kg
Hl (110oC, saturated steam) = 462 kJ/kg
Q = Hv - Hl
= 2828,6 kJ/kg – 462 kJ/kg
= 2366,6 kJ/kg
Masa steam yang diperlukan:
Qs
m
Q
2.345.056,483 kJ/jam

2366,6 kJ/kg
 990,8968491 kg/jam

Universitas Sumatera Utara


LB-3 Perhitungan Neraca Panas Pada Tangki Kristalisasi

Air dari WCT Air dari Chiller


P = 2 atm P = 2 atm
T = 24 oC T = 10 oC
P = 1,5 atm P = 1,5 atm
T = 76 oC 3 4 T = 24 oC
C 101
RBDPO RBDPO

P = 2 atm P = 2 atm
T = 38 oC T = 22 oC
Air ke WCT Air ke Chiller

Panas Masuk
Panas masuk pada tangki kristalisasi = Panas keluar dari Heat Exchanger
= 1.786.536,219 kkal/ jam
Panas Keluar
Proses pendinginan pada tangki kristaslisasi terbagi menjadi 2 tahap.
Tahap 1 didinginkan sampai suhu 40 oC menggunakan media air pendingin dari
o
Water cooling Tower, sedangkan tahap ke 2 didinginkan sampai 24 C
menggunakan media air pendingin dari Chiller.

Tabel LB-6 Neraca Panas Tahap I Pada Tangki Kristaslisasi


n = m/BM Cp ΔT Qk
Komponen M (kg/jam) o o
(kmol/jam) (kkal/kg C) ( C) (kkal/jam)
Olein 41.643,18019 147,6708517 125,3 15 277.547,3658
Stearin 36.928,85791 130,0311898 127.1 15 247.904,4634
Total 78.572,0381 525.451,8292

Universitas Sumatera Utara


Panas yang diserap air pendingin dari Water Cooling Tower adalah:
Q = 525.451,8292 kkal/ jam - 1.786.536,219 kkal/ jam
= - 1.261.084,39 kkal /jam.
Cp Air (H2O) = 1 kkal/kg oC (Geankoplis, 1997)
Maka jumlah air dingin adalah:
Q 1.261.084,39 kkal / jam
=   90.077,45643 kg
Cp. T 1kkal / kg oC x 14 oC jam

Tabel LB-7 Neraca Panas Tahap II Pada Tangki Kristaslisasi


n = m/BM Cp ΔT Qk
Komponen M (kg/jam)
(kmol/jam) (kkal/kgoC) (oC) (kkal/jam)
Olein 41.643,18019 147,6708517 125,3 -1 -18.503,15772
Stearin 36.928,85791 130,0311898 127.1 -1 -16.526,96422
Total 78.572,0381 -35.030,12194

Didalam stearin masih mengandung 0.5 % olein, maka hanya 99.5 % dari
stearin yang mengkristal (memadat)
∆HKristalisasi Stearin = -22,6 kkal/kg (Timms, 1985)
= -22,6 kkal/kg x 36.928,85791 x 0.995 kg/jam
= - 830.419,2278 kkal/jam
Panas yang diserap air pendingin dari Chiller adalah:
Q = -35.030,12194 kkal/ jam – 525.451,8292kkal/ jam + ∆Hkristalisasi
= - 560.481,9511 kkal /jam. + (- 830.419,2278 kkal/jam)
= - 1.390.901,179 kkal /jam
Cp Air (H2O) = 1 kkal/kg oC (Geankoplis, 1997)
Maka jumlah air dingin dari Chiller adalah:
Q
=
Cp. T

1.390.901,179 kkal/jam kg
  115.908,4316
1 kkal/kg o C x 12 o C jam

Universitas Sumatera Utara


LB-4 Perhitungan Neraca Panas Pada Filter Press
P = 1,5 atm P = 1,5 atm
o
T = 24 C T = 24 oC
3 FP 101 4
RBDPO Olein

5
P = 1 atm
Stearin T = 24 oC

Panas bahan masuk (Qmasuk) ke Filter Press sama dengan panas yang
keluar (Qkeluar) dari Filter Press T = 24 0C, maka:
Panas yang ditambahkan adalah: Qs = Qk – Qm = 0 kkal /jam

LB-5 Perhitungan Neraca Panas Pada Bak Penampung Dengan Koil


Pemanas
Steam
P = 2 atm
T = 180 oC
P = 1,5 atm P = 1,5 atm
T = 24 oC T = 70 oC
BP101
Stearin 5 6 Stearin

P = 2 atm
T = 100 oC
Kondensat
Tabel LB-8 Neraca Panas Masuk Pada Bak Penampung
n = m/BM Cp ΔT Qm
Komponen M (kg/jam)
(kmol/jam) (kkal/kgoC) (oC) (kkal/jam)
Olein 184,5301905 0,654362377 125,3 -1 -81,99160584
Stearin 36.721,50791 129,3010842 127.1 -1 -16.434,1678
Total 36.906,0381 -16.516,15941

Universitas Sumatera Utara


LB-9

Tabel LB.9 Neraca Panas Keluar Pada Bak Penampung


n = m/BM Cp ΔT Qk
Komponen M (kg/jam)
(kmol/jam) (kkal/kgoC) (oC) (kkal/jam)
Olein 184,5301905 0,654362377 125,3 45 3.689,622263
Stearin 36.721,50791 129,3010842 127.1 45 739.537,5511
Total 36.906,0381 743.227,1733

Panas yang dilepas steam (Qs):


Qs = Qk – Qm = 743.227,1733 kkal/jam – (-16.516,15941) kkal/jam
= 759.743,3327 kkal/jam
Panas yang dibuang oleh fluida = 759.743,3327 kkal/jam
= 759.743,3327 kkal/jam x 4,184 kJ/kkal
= 3.178.766,104 kJ/jam
Dari Tabel steam Smith, 1950 diperoleh:
HV (180oC, 2 atm) = 2828,6 kJ/kg
Hl (100oC, Saturated Steam) = 419 kJ/kg
Q = Hv - Hl
= 2828,6 kJ/kg – 419 kJ/kg
= 2409,6 kJ/kg
Masa steam yang diperlukan:
Qs
m
Q
3.178.766,104 kJ/jam

2409,6 kJ/kg
1.319,2090 kg/jam

Universitas Sumatera Utara


LAMPIRAN C
PERHITUNGAN SPESIFIKASI PERALATAN

LC-1 Tangki Bahan Baku RBDPO (T101)


Fungsi : Penyimpanan RBDPO untuk kebutuhan selama 1 hari
Kondisi : T = 60 oC, P = 1 atm
Jenis : Silinder tegak, alas dan tutup elipsoidal
Bahan konstruksi : Carbon Steel, SA-283 grade C
Jumlah : 3 unit

Tabel LC-1 Komposisi Bahan Dalam Tangki Bahan Baku


Komponen Massa (kg/jam) Densitas (kg/m3) Volume (m3)
Olein 41.643,18019 890,5 46,76381829
Stearin 36.928,85791 847 43,59959516
Total 78.572,0381 90,36341345

massa campuran 78.572,0381


Densitas campuran =   869,5116209 kg /m3
volume campuran 90,36341345
Perhitungan :
a. Volume
 Kebutuhan bahan = 78.572,0381 kg/jam
 Kebutuhan bahan 1 hari = 78.572,0381 kg/jam x 24 jam/hari
= 1.885.728,914 kg/hari
 Volume bahan untuk 1 hari
1.885.728,914 kg/hari 3
=  2.168,816 m
869,4736 kg/m 3 hari

 Faktor keamanan tangki 20 %, maka:


 Volume tangki (V) = (100 % + 20 % ) x Volume Bahan
= 1,2 x 2.168, 816 m3/hari = 2.602,580 m3/hari

Universitas Sumatera Utara


b. Diameter (D) dan Tinggi Tangki (H)

 Volume shell tangki (VS)


1
Vs = π D 2 H ; asumsi, D : H = 3 : 4
4
4
Maka H = D
3
1 4 π
Vs = π D2 . D  D3
4 3 3
 Volume tutup tangki (Vh)

Vh = Di 3 (Walas, 1988)
24
 Volume tangki (V)
π 3 π 8π 3 π 3
V = Vs + 2Vh = D  2 D3  D 2 D
3 24 24 24
10π 3 5π 3
= D  D
24 12
5π 3
2.602,58011 m3 = D
12
D = 12,576 m
H = 16,768 m

Universitas Sumatera Utara


c. Diameter dan Tinggi Tutup
Diameter tutup tangki = diameter tangki = 12,576 m
Tinggi tutup (Hh) = D/4 (walas, 1988)
12,576 m
= = 3,144 m
4
d. Tebal Shell Tangki (Brownell dan Young, 1979)
π 3 π
D  12,576 m  = 260,223
3
Volume tutup tangki (Vh) =
24 24
Volume cairan dalam shell (Vc Shell)
= V - Vh
= (2.602,579 – 260,223) m3 = 2.342,355 m3
Vc Shell
Tinggi cairan (Hc) =
π D2
4
2.342,355 m 3
= = 18,866 m
π 12,576 m 
2

4
L = 2 (Hh) + H
= 2 (3,14)+16,768
= 23,056
Tekanan hidrostatik :
P = ρ x g x L (Brownell dan Young, 1979)
3 2
= 869,4736 kg/m x 9,8 m/det x 23,056 m = 196.465,107 Pa
Faktor kelonggaran = 5%
Maka : Pdesign = (1,05) x 196.465,107 Pa
= 206.288,362 = 206,288362 kPa
Joint Efficiency (E) = 0,8
Allowable Stress (S): = 12650 Psia = 87218,714 kPa
Tebal Shell Tangki :
PD
T = C (Brownell dan Young, 1979)
2SE  1,2P

206,288362 kPa x 12,576 m x 39,37 inc


= m  0,125 inc = 0,85 in
2 x 87218,714 x 0,8  1,2 x 206,288362 kPa 

Universitas Sumatera Utara


Tebal shell standar yang dipilih = 7/8 in

e. Ukuran Tutup Tangki

Tutup tangki terbuat dari bahan yang sama dengan shell, maka:
Tebal tutup tangki = 7/8 in
Dari Tabel 5.4 Brownell dan Young (1979), diperoleh nilai :
Sf = Flange lurus = 4 in = 0,10 m
icr = Radius sudut bagian dalam = 2 5/8 in = 0,06
Dimensi keseluruhan : OA = t + b + sf (Brownell dan Young, 1979)
Dimana OA = Hh = Tinggi keseluruhan tutup tangki
b = Pinggan bagian dalam
a = Radius dalam
r = radius pinggan
Sehingga pinggan dalam,
b = 3,144 – 0,06 – 0,10 = 2,984 m
Maka diperoleh radius pinggan dalam sebesar:
r = b + AC

Dimana : AC = BC 2  AB 2
AB = a – icr
BC = r – icr
a = D/2 = 12,576 / 2 = 6,288 m

maka r = b BC 2  AB 2

Universitas Sumatera Utara


(r – b)2 = (r – icr)2 – (a – icr)2
r2 – 2br + b2 = (r2 – 2r(icr) + icr2) – (a2 – 2a(icr) + icr2)
2br = b2 + 2r(icr) + a2 – 2a(icr)
2 (2,984) r = 2,9842 + 2r (0,06) + 6,2882 – 2(6,288)(0,06)
r = 8,15 m

f. Jaket tangki (kern, 1965)


L = Da = 12,576 = 41,25 ft
Ρ = 869,4736 kg/m3 = 54,2814 lbm/ft3
k = 0,0925Btu/(hr)(ft2)(oF/ft) Tabel 4, kern. hal 800.
c = 125,84 Btu/lbmoF
µ = 18,2 CP x 2,4191 lbm/ft.hr

L2 x 41,25 2 x54,2814
Rei =   2.098,21
 44,02

Untuk Rei = 2.098,21dari Fig 20-2 kerndidapatkan j = 65

1 0 ,14
hixDi  cx  3   
J = 65 = x  x 
k  k   w 

Untuk mempermudah perhitungan dianggap = 1
w
Di = 41,25 ft
1 0 ,14
k  c  3   
hi = jx   x 
Di  k   w 
1
0,0925  125,84 x 44,02  3
= 65 x x  x1
41,25  0,0925 
= 37,71 Btu/(hr)(ft2)(oF)
1Btu
hoi = 1.050.903,685 kkal/hr x  4.167.606,51Btu / hr
0,25216kkal
hixhio 37,31x 4.167.606,51
uc = 
hi  hio 37,31  4.167.606,51
= 37,30 Btu/(hr)(ft2)(oF)

1 1
Rd = 0,005, hd =   200
Rd 0,005

Universitas Sumatera Utara


ucxhd 37,31x 200
UD = 
uc  hd 37,31  200

= 31,46
3,14
A = 3,14 x 41,25 x0,0925  x 41,252
4
= 1347,70 ft2

LC-2 Heat Exchanger (HE101)


Fungsi : Menaikkan suhu RBDPO dari 60 0C menjadi 760C
Jenis : 1-2 Shell and tube
Jumlah : 1 unit

Fluida panas
Dari perhitungan neraca panas pada lampiran B diperoleh:
Laju alir steam masuk = 990,8968491 kg/jam = 2.184,565 lb/jam
Panas yang dilepas steam = 2.345.056,483 kkal/jam = 2.222.675,945 Btu/jam
Tawal = 180 oC = 356 oF
Takhir = 110 oC = 230 oF

Fluida dingin
Laju alir olein = 78.572,0381 kg/jam = 91.807,976 lb/jam
Tawal = 60 oC = 140 oF
Takhir = 76 oC = 168.8 oF

Tabel LC-2 Data Temperatur Pada HE


Temperatur Fluida Panas Fluida Dingin Selisih
0 0
Tinggi T1 = 356 F t2 = 168.8 F ∆T = 187,2 0F
Rendah T2 = 230 0F t1 = 140 0F ∆T = 90 0F
Selisih 126 0F 28,8 0F 97,2 0F

Universitas Sumatera Utara


ΔT  Δt 97,2
LMTD    132,87 o F
 ΔT   187,2 
2,3 Log   2,3 log  
 Δt   90 
T1  T2
R  4,373
t 2  t1
t 2  t1
S  0,133
T1  t1
Dari Gambar 18 Kern (1950), diperoleh nilai FT = 1 maka:
∆TLMTD = FT x LMTD = 1 x 132,869 = 132,869 0F
Rd ≥ 0,003
∆P ≤ 10 Psi
T1  T2 356  230
Tc    293 0 F
2 2
t1  t 2 140  168,8
tc    154,4 0 F
2 2

1. Dari Tabel 8 Kern (1950) untuk medium organik UD = 50-100, diambil UD = 100
Btu/jam.ft2 . oF
Q 2.222.675,945 Btu/jam
A   167,283 ft 2
U D  Δt 
100 Btu/jam.ft 2 . 0 F 132,869 o F 
2. Digunakan 1 in OD tubes 1 in, Dari Tabel 10 kern (1950), diperoleh:
1 in OD, l = 20 ft; dengan luas permukaan luar “a” = 0,2618 ft2/ft
Jumlah tubes,
A 167,283 ft 2
Nt 
lxa


20 ft 0,2618 ft
2

ft
  31,948 buah

Dari Tabel 9 Kern (1950), dengan square pitch 1-P diperoleh jumlah tube
terdekat adalah Nt = 32 pada shell =10. in
3. Koreksi UD
A = L x Nt x a”
= 20 x 32 x 0,2618 = 167,552 ft2

Universitas Sumatera Utara


2.222.675,945 Btu
Q jam
UD  
A x Δt 167,552x 132,869
 99,839 Btu
jam. ft 2 F

Tube : Fluida Panas (Steam)


4. Flow area (at), dari Tabel 10 Kern (1950), diperoleh untuk 1 in OD tube square
pitch, at’ = 0,355 ft2
at' x Nt 0,355 x 32
at    0,078 ft 2
144 x n 144 x 1
5. Laju alir masa, Gt
Wt 2.184,565
Gt    28.007,243 lbm
at 0,078 jam.ft 2

6. Bilangan Reynold
0,67
Pada 8 BWG diperoleh Dt =  0,0558 ft (Tabel 10 Kern, 1950)
12
Pada Tc = 293o F, diperoleh µ = 0,014 cp (Fig. 15 Kern, 1950)
= 0,0338 lbm/ft. jam
Dt x Gt 0,0558 x 28.007,243
Ret    46.236,809
μ 0,0338
Shell : Fluida Dingin (Olein) :
7. Flow area, untuk 1 in OD tube 1 1/4 in square pitch 1-P, jumlah tube 32 buah
dengan panjang tube = 20 ft, diperoleh:

as  Shell  Tube (Kern, 1950)

1  1 2   1 2 
  π D    N t π D 
144  4   4 
1  1 2   1 2 
  π 10    32 π 1 
144  4   4 
 0,370 ft 2
8. Laju alir masa (Gs)
W 91.807,976
Gs    248.129,664 lbm
as 0.370 jam ft 2

Universitas Sumatera Utara


9. Bilangan Reynold (Re)
Pada tc = 154,4 oF, diperoleh µ = 7 cp (Fig. 14 Kern, 1950)
= 16,9337 lbm/ft. jam

4 as 4 0,370
De   = 0,147 ft
N t π OD 32 x π 1
ID 10
De . Gs 0,147 x 248.129,664
Res    2.153,992
μ 16,9337
10. Pada Re = 2.153,992 dengan L/D = 20/0,216 = 92,59, dari Fig 24, Kern
(1950) diperoleh JH = 9
11. cp = 126,1460 Btu/lbm. oF
K = 0,0925 Btu/jam ft2 (oF/ft) (Tabel 5 Kern, 1950 )
1
K  cp μ  3
h0  JH   s
Dt  K 
1 1
h0 K  cp μ  3
0,0925  126,146 x 16,9337  3
 JH   9  
s Dt  K  0,147  0,0925 
= 161,272
hio = 1500 Btu/jam ft2 .oF (Kern, 1950)
Фs = 1
hio
tw = tc + (Tc - tc)
hio  ho

1500
= 154,4 + (293 - 154,4)
1500  161,272
= 279,545 oF
Pada tw = 279,545 oF diperoleh µw = 1,4 cp (Fig. 15 Kern, 1950)
= 3,386 lbm/ft. jam
0,14 0,14
 μ   3,386 
Фs =     1
μw   3,386 
ho
ho = Φs = 161,272 x 1 = 161,272
Φs
12 Koefesien Uc

Universitas Sumatera Utara


hio x ho 1500 x 161,272
Uc    145,616 Btu
hio  ho 1500  161,272 jam.ft 2 0 F

13. Faktor Pengotor Rd


UC  UD 145,616  99,839
Rd    0,0046
UC x UD 145,616 x 99,839
Syarat Rd ≥ 0,003
Maka design Heat Exchanger memenuhi

Penurunan Tekanan
Tube
Pada 293 oF dan P = 2 atm, diperoleh Volume spesifik (V) = 11,41 ft3/lbm
 1 
 11,41
S = = 0,0014
62,5
14. Pada Ret = 46.236,809 ; maka
f = 0,00017 (Fig. 26 Kern, 1950 )
Gt = 28.007,243 lb/jam.ft2
1 f G2 L n
ΔPt  x
2 5,22 x 1010 x Dt x s x φ t
1 0,00017 28.007,243 20 x 1
2


2 5,22 x 1010 x 0,0558 x 0,0014
 0,32 Psi

Shell
4 x as
15. De 
 
N.  . OD   . ID
12 12

4 x 0,370

  
32 x 3,14 x 1  3,14 x 10
12 12

1,48
  0,174
8,381  0,143

De . Gs 0,174 x 248.129,664
Res    2.919,537
μ 16,9337

Universitas Sumatera Utara


Dari Fig.26 Kern (1950), pada Res = 2.919,537 diperoleh f = 0,00038 ft2/in2
f G2 L n
ΔPt 
5,22 x 1010 x De x s x φ t
0,00038 248.129,664 x 20 x 1
2


5,22 x 1010 x 0,174 x 1,08 x 1
 0,048 Psia
∆P ≤ 10 Psia , maka desain Heat Exchanger diterima

LC-3 Pompa Bahan Baku (P101)


Fungsi : Memompakan bahan baku dari tangki RBDPO ke
Heat Exchanger
Jenis : Sentrifugal Pump
Bahan konstruksi : Commercial Steel
Jumlah : 1 unit
Data :
Temperatur = 600C
Laju alir massa (F) = 78.572,0381 kg/jam
= 173222,597 lbm/jam
Densitas = 869,4736 kg/m3 = 54,2814 lbm/ft3
Viskositas = 18,2 cp= 0,0122 lbm/ft.det

Perhitungan :
Laju alir volumetrik:
F 173.222,597 lbm/jam
Q= =
ρ 54,2814 lbm/ft 3
1 jam
= 3.191,196 ft3/jam x
3600 detik
= 0,886 ft3/det x 7,481 gal/ ft3 x 60 det/menit
= 397,835 gpm
Diameter optimum :

Universitas Sumatera Utara


Dopt = 3,9 (Q)0,45 . (ρ)0,13 (Peters dkk, 2004)
0,45 0,13
= 3,9 (0,886) . (54,2814)
= 6,22 in
Dari Appendix C-6a Foust (1980), dipilih pipa :
Ukuran pipa nominal = 6 in
Schedule = 40
Diameter dalam (ID) = 6,065 in = 0,505 ft = 0,154 m
Luas penampang dalam (A) = 0,2006 ft2
Q 0,886 ft 3 /det
Kecepatan linier, V = = = 4,416 ft/det
A 0,2006 ft 2
ρDV
Bilangan Reynold, NRe =
μ

54,2814 lbm/ft 3 x 0,505ft x 4,416 ft/det


=
0,0122 lbm/ft.det
= 9.923,968

Untuk commercial steel dengan diameter 6 in dari Appendix C-1 Foust

(1980), diperoleh :  = 0,0003


D

Pada NRe = 9.923,968 dan  = 0,0003 dari Appendix C-3 Foust (1980),
D
diperoleh f = 0,033

Dari Appendix C-2a Foust (1980), diperoleh instalasi pipa sebagai berikut:
 Pipa lurus =8m
 2 buah gate valve fully opened (L/D = 13)
L2 = 2 x 13 x 0,154 = 4,004 m
 3 buah elbow 90 0 (L/D = 30)
L3 = 3 x 30 x 0,154 = 13,86 m
 1 buah sharp edge entrance (K= 0,5 ; L/D = 33)
L4 = 1 × 33 × 0,154 = 5,082 m
 1 buah sharp edge exit (K= 1,0 ; L/D = 65)

Universitas Sumatera Utara


L5 = 1 × 65 × 0,154 = 10,01 m
ΣL = 40,956 m
= 134,368 ft
Faktor gesekan (∑F)
0,0334,416 ft/det  (134,368 ft)
2
fV 2 ΣL
∑F = =
2g c D 2 x 32,174 lbm.ft/lbf.det x 0,505 ft
= 2,660 ft.lbf/lbm
Dari persamaan neraca energi :
g ΔV 2 ΔP
Wf  ΔZ    F
gc 2g c ρ
Tinggi pemompaan (ΔZ) = 20 ft
 32,174 ft/det 2 
Wf = 20ft  2 
+ 0 + 0 + 2,660 ft.lbf/lbm
 32,174 ft.lbm/lbf.det 
= 22,660 ft.lbf/lbm
Efisiensi pompa = 80 % (Petters dkk, 2004)
ρQWf
Daya pompa =
η

=
 
54,2814 lbm/ft 3 0,886 ft 3 /det 22,660 ft.lbf/lbm
0,8

 1 HP 
= 1.362,243 ft.lbf/det x  
 550 ft.lbf/det 
= 2,4 HP
Maka dipilih pompa dengan daya motor = 2,5 HP
LC-4 Tangki Kristalisasi (C101)
Fungsi : Mengkristalkan RBDPO melalui pendinginan
Kondisi : T = 60 oC, P = 1 atm
Jenis : Silinder tegak, alas dan tutup elipsoidal
Bahan konstruksi : Carbon Steel, SA-283 grade C
Jumlah : 2 unit
Perhitungan :
Data bahan Analog dengan LC-1, maka diperoleh:
a. Volume

Universitas Sumatera Utara


 Kebutuhan bahan = 78.572,0381 kg/jam
 Densitas campuran = 869, 4736 kg/m3
 Kebutuhan bahan 8 jam = 78.572,0381 kg/m3 x 8 jam/operasi
= 628.576,304 kg/operasi
 Volume bahan untuk 8 jam
628,576,304 kg/operasi 3
=  722,938 m
869,4736 kg/m 3 operasi

 Faktor keamanan tangki 20 %, maka:


 Volume tangki = (100 % + 20 % ) x Volume Bahan
= 1,2 x 722,938 m3/operasi = 867,526 m3/operasi
b. Diameter dan Tinggi Tangki
Perhitungan Analog dengan LC-1, maka diperoleh:
5π 3
867,526 m3 = D
12
D = 8,720 m
H = 11,626 m
c. Diameter dan Tinggi Tutup
Diameter tutup tangki = diameter tangki = 8,720 m
D 8,720 m
Tinggi tutup =  = 2,18 m (Walas, 1988)
4 4
d. Tebal Shell Tangki
Tinggi total cairan dalam tangki (L) :
π 3 π
D  8,720 m  = 173,499
3
Volume tutup tangki (Vh) =
24 24
Volume cairan dalam shell (Vc Shell)
= V - Vh
= (867,526 – 173,499)m3 = 694,026 m3
Vc Shell
Tinggi cairan (Hc) =
π Di 2
4
694,026 m 3
= = 11,627 m
π 8,720 m 
2

Universitas Sumatera Utara


L = 2 (Hh)+H = 2 (2,18) +11,629 = 15,986 m
Tekanan hidrostatik :
P = ρ x g x L (Brownell dan Young, 1979)
= 869,4736 kg/m3 x 9,8 m/det2 x 15,986 m = 139.353,381 Pa
Faktor kelonggaran = 5%
Maka : Pdesign = (1,05) x 139.353,381 Pa
= 146.321,050 Pa = 146,321050 kPa
Joint Efficiency (E) = 0,8
Allowable Stress (S): = 12650 psia = 87.218,714 kPa

Tebal Shell Tangki :


PD
T = C (Brownell dan Young, 1979)
2SE  1,2P

146,321050 kPa x 8,720 m x 39,37 inc


= m  0,125 inc
2 x 87.218,714 x 0,8  1,2 x 146,321050 kPa 
= 0,48 in
Tebal shell standar yang dipilih = 7/16 in
Tutup tangki terbuat dari bahan yang sama dengan shell, maka:
Tebal tutup tangki = 7/16 in
Dari Tabel 5.4 Brownell and young (1979), diperoleh nilai :
Sf = Flange lurus = 3 ½ in = 0,08m
Icr = Radius sudut bagian dalam = 1 5/16 in = 0,03 m
Dimensi keseluruhan : OA = t + b + sf (Brownell dan Young, 1979)
Dimana OA = Hh = Tinggi keseluruhan tutup tangki
b = Pinggan bagian dalam
a = Radius dalam
r = radius pinggan
Sehingga pinggan dalam,
b = 2,18 – 0,03 – 0,08 = 2,07 m
Maka diperoleh radius pinggan dalam sebesar:
r = b + AC

Dimana : AC = BC 2  AB 2

Universitas Sumatera Utara


AB = a – icr
BC = r – icr
a = D/2 = 8,720/2 = 4,36 m

maka r = b BC 2  AB 2
(r – b)2 = (r – icr)2 – (a – icr)2
r2 – 2br + b2 = (r2 – 2r(icr) + icr2) – (a2 – 2a(icr) + icr2)
2br = b2 + 2r(icr) + a2 – 2a(icr)
2 (2,07) r = 2,072 + 2r (0,03) + 4,362 – 2(4,36)(0,03)
r = 5,64 m
e. Daya Pengadukan
Jenis pengaduk : Flat six-blade open turbine
Jumlah daun : 6 buah
Jumlah baffle : 4 buah
Untuk turbin standar (Mc Cabe dkk, 1994) diperoleh:
Da/Dt = 1/3 maka Da = 1/3 Dt = 1/3 x 8,720 m = 2,906 m
E/Da = 1 maka E = Da = 2,906 m
L/Da = ¼ maka L = ¼ Da = ¼ x 2,906 m = 0,726 m
W/Da = 1/8 maka W = 1/8 Da = 1/8 x 2,906 m = 0,363 m
J/Dt = 1/12 maka J = 1/12 Dt = 1/12 x 8,720 m = 0,726 m
Dimana :
Dt = diameter tangki
Da = diameter impeller
E = tinggi turbin dari dasar tangki
L = panjang blade pada turbin
W = lebar blade pada turbin
J = lebar baffle
Kecepatan pengadukan = 0,3 putaran/detik
Viskositas campuran = 9,5 cp = 0.0095 kg/m.s
Bilangan Reynold :
ρ x N x Da 2
NRe =
μ

Universitas Sumatera Utara


869,4736 kg/m 3 x 0,3 x 2,906m 
2

=
0,0095 kg
m.s
= 231.870,377
Maka perhitungan daya pengaduk menggunakan rumus :
P = Np x n3 x ρ x Da5
Untuk Nre = 231.870,377 dari Fig. 3.4.4 Geankoplis (1997), diperoleh
Np = 3 maka :
P = 3 x (0,3 3 ) x 869,4736 x (2,906 5 )
1 HP
= 14.595,516 Watt x = 19,59 HP
745 Watt
Efisiensi motor penggerak = 80 % (Peters dkk, 2004)
19,59
Daya motor penggerak = = 24,48 HP
0,8
1
Maka dipilih motor dengan daya = 24 HP
4
f. Jaket Pendingin: (Brownell dan Young, 1979)
Ditetapkan jarak jaket (j) = 1 in = 0,0254 m
Diameter dalam jaket (D1) = D + (2 x Tebal bejana)
= 8,720 + (2 x 0,0111)
= 8,742 m
Diameter luar jaket (D2) = 2 j + D1
= ( 2 x 0,0254) + 8,720
= 8,770 m

Luas yang dilalui air pendingin (A) =



4
D 2
2 2
 D1 
= π/4 (8,770 2 –8,742 2
)
= 0,562 m2

LC-5 Pompa Heat Exchanger (P102)


Fungsi : Memompakan bahan baku dari Heat Exchanger
menuju tangki Kristalisasi
Jenis : Sentrifugal Pump

Universitas Sumatera Utara


Bahan konstruksi : Commercial steel
Jumlah : 1 unit
Data :
Kondisi operasi : - Temperatur : 76 0C
- Tekanan : 1 atm
Laju alir massa (F) = 94.285,7143 kg/jam
= 173.222,597 lbm/jam
Densitas = 869,4736 kg/m3 = 54,2814 lbm/ft3
Viskositas = 9,5 cp = 6,4 x 10-4 lbm/ft.det
Perhitungan :
Laju alir volumetrik :
F 173.222,597 lbm/jam
Q= =
ρ 54,2814 lbm/ft 3
1 jam
= 3.191,196 ft3/jam x
3600 detik
= 0,886 ft3/det x 7,481 gal/ ft3 x 60 det/menit
= 397,888 gpm
Diameter optimum :
Dopt = 3,9 (Q)0,45 . (ρ)0,13 (Peters dkk, 2004)
= 3,9 (0,886)0,45 . (54,2814) 0,13
= 6,219 in

Dari Appendix C-6a Foust (1980), dipilih pipa :


Ukuran pipa nominal = 6in
Schedule = 40
Diameter dalam (ID) = 6,065 in = 0,505 ft = 0,154 m
Luas penampang dalam (A) = 0,2006 ft2
Q 0,886 ft 3 /det
Kecepatan linier, V = = = 4,416 ft/det
A 0,2006 ft 2
ρDV
Bilangan Reynold, NRe =
μ

Universitas Sumatera Utara


54,2814 lbm/ft 3 x 0,505ft x 4,416 ft/det
=
6,4 . 10  4 lbm/ft.det
= 189.143,538
Untuk commercial steel dengan diameter 6 in dari Appendix C-1 Foust

(1980), diperoleh :  = 0,0003


D

Pada NRe = 189.143,538dan  = 0,0003 dari Appendix C-3 Foust (1980)


D
diperoleh f = 0,018

Dari Appendix C-2a Foust (1980), diperoleh instalasi pipa sebagai berikut:
 Pipa lurus =8m
 2 buah gate valve fully opened (L/D = 13)
L2 = 2 x 13 x 0,154 = 4,004 m
 3 buah elbow 90 0 (L/D = 30)
L3 = 3 x 30 x 0,154 = 13,86 m
 1 buah sharp edge entrance (K= 0,5 ; L/D = 33)
L4 = 1 × 33 × 0,154 = 5,082 m
 1 buah sharp edge exit (K= 1,0 ; L/D = 65)
L5 = 1 × 65 × 0,154 = 10,01 m
ΣL = 40,956 m
= 134,368 ft

Faktor gesekan (∑F)


0,0184,416 ft/det  (134,368 ft)
2
fV 2 ΣL
∑F = =
2g c D 2 x 32,174 lbm.ft/lbf.det x 0,505ft
= 1,451 ft.lbf/lbm
Dari persamaan neraca energi :
g V 2 P
W f  Z    F
gc 2 gc 
Tinggi pemompaan (ΔZ) = 40 ft

Universitas Sumatera Utara


 32,174 ft/det 2 
Wf = 40 ft  2 
+ 0 + 0 + 1,451 ft.lbf/lbm
 32,174 ft.lbm/lbf.det 
= 41,451ft.lbf/lbm
Efisiensi pompa = 80 % (Petters dkk, 2004)
ρQWf
Daya pompa =
η

=
 
54,2814 lbm/ft 3 0,886ft 3 /det 41,451 ft.lbf/lbm
0,8

 1 HP 
= 2.491,895 ft.lbf/det x  
 550 ft.lbf/det 
= 4,5 HP
Maka dipilih pompa dengan daya motor = 4,5 HP

LC-6 Filter Press (FP101)


Fungsi : Memisahkan Olein Dan Stearin
Jenis : Plate and Frame Filter Press
Temperatur : 24 oC
Jumlah : 3 unit
Dari LA-1 diperoleh:
Laju alir filtrat : 41. 666 kg/jam /3Unit = 13.888,666 (99,5 % Olein dan
0,5 % Stearin)
250  49.750
Densitas filtrat : = 847,2 kg/m3
 250


  49.750
890,5  847

Laju alir cake : 36.906.0381 kg/jam (99,5 % Stearin dan 0,5 % Olein)
44.064,28  221,4286
Densitas cake =890,2714 kg/m3
 
:
 44.064,28   221.428
 890,5  847
Luas penyaringan efektif dihitung dengan menggunakan persamaan:
 W 
L . A (1 – E) ρs = ρ ( V + E . L . A)   (Prabhudesai, 1984)
1 W 
Dimana:
L = Tebal cake pada frame

Universitas Sumatera Utara


A = Luas penyaringan efektif (m2)
E = Poros partikel = 0,05
ρ = Densitas cairan
ρ0 = Densitas cake
W = Fraksi masa cake dalam umpan
V = Volume filtrat hasil penyaringan (m3)
Direncanakan luas penyaringan efektif filter press untuk waktu proses 1 jam
(berdasarkan pengamatan pada PT. Bintang Tenera)
Maka jumlah umpan yang harus ditangani = 78.572,0381 kg/jam
13.888,666 kg
Volume filtrat hasil penyaringan = = 16,397 m3
847,2 kg
m3
Tebal cake yang diestimasi pada frame = 2,5 in = 0,0635 m (Prabhudesai, 1984)
Dipilih plate and frame dengan ukuran 1450 mm
Luas frame = 2,9 m2 (Prabhudesai, 1984)
Maka:
 W 
L . A (1 – E) ρs = ρ ( V + E . L . A)  
1W 
 0,4697 
0,0635 x A x(1-0,05) x 890,2714 = 847,2(16,397 + 0,05 x 0,0635 x A)  
 1  0,4697 
53,7075 A = 13.890,948 A ( 0,885 )
A = 228,897 m2
228,897 m 2
Maka jumlah plate = = 78,930 Unit
2,9 m 2
Faktor Keamanan 5%
Jumlah plate yang dibutuhkan = 1,05 x 78,930 = 82,8 plate
Maka Jumlah plate setiap unit terdiri dari : 83 plate

LC-7 Pompa Tangki Kristalisasi (P103)


Fungsi : Memompakan Olein dan Stearin dari tangki
Kristalisasi menuju Filter Press
Jenis : Sentrifugal Pump
Bahan konstruksi : Commercial steel

Universitas Sumatera Utara


Jumlah : 1 unit
Data :
Temperatur = 24 0C
Laju alir massa (F) = 78.572,0381 kg/jam
= 173.222,597 lbm/jam
Densitas = 869,4736 kg/m3 = 54,2814 lbm/ft3
Viskositas = 69,2 cp = 0,0465 lbm/ft.det
Perhitungan :
Laju alir volumetrik :
F 173.222,597 lbm/jam
Q= =
ρ 54,2814 lbm/ft 3
1 jam
= 3.191,196 ft3/jam x
3600 detik
= 0,886 ft3/det x 7,481 gal/ ft3 x 60 det/menit
= 397,888 gpm
Diameter optimum :
Dopt = 3,9 (Q)0,45 . (ρ)0,13 (Peters dkk, 2004)
0,45 0,13
= 3,9 (0,886) . (54,2814)
= 6,220 in

Dari Appendix C-6a Foust (1980), dipilih pipa :


Ukuran pipa nominal = 6 in
Schedule = 40
Diameter dalam (ID) = 6,065 in = 0,505 ft = 0,154 m
Luas penampang dalam (A) = 0,2006 ft2
Q 0,886 ft 3 / det
Kecepatan linier, V = = = 4,416 ft/det
A 0,2006 ft 2
ρDV
Bilangan Reynold, NRe =
μ

Universitas Sumatera Utara


54,2814 lbm/ft 3 x 0,505ft x 4,416 ft/det
=
0,0465 lbm/ft.det
= 2.603,265
Untuk commercial steel dengan diameter 8 in dari Appendix C-1 Foust

(1980), diperoleh :  = 0,0003


D

Pada NRe = 2.603,265dan  = 0,0003 dari Appendix C-3 Foust (1980)


D
diperoleh f = 0,048
Dari Appendix C-2a, Foust (1980), diperoleh instalasi pipa sebagai berikut:
 Pipa lurus =8m
 2 buah gate valve fully opened (L/D = 13)
L2 = 2 x 13 x 0,154 = 4,04 m
 2 buah elbow 90 0 (L/D = 30)
L3 = 2 x 30 x 0,154 = 13,86 m
 1 buah sharp edge entrance (K= 0,5 ; L/D = 33)
L4 = 1 × 33 × 0,154 = 5,082 m
 1 buah sharp edge exit (K= 1,0 ; L/D = 65)
L5 = 1 × 65 × 0,154 = 10,01 m
ΣL = 40,956 m
= 134,368 ft

Faktor gesekan (∑F)


0,0484,416 ft/det  (134,368ft)
2
fV 2 ΣL
∑F = =
2g c D 2 x 32,174 lbm.ft/lbf.det x 0,505 ft
= 3,870 ft.lbf/lbm
Dari persamaan neraca energi :
g ΔV 2 ΔP
Wf  ΔZ    F
gc 2g c ρ
Tinggi pemompaan (ΔZ) = 15 ft

Universitas Sumatera Utara


 32,174 ft/det 2 
Wf = 15 ft  2 
+ 0 + 0 + 3,870 ft.lbf/lbm
 32,174 ft.lbm/lbf.det 
= 18,870 ft.lbf/lbm
Efisiensi pompa = 80 % (Petters dkk, 2004)
ρQWf
Daya pompa =
η

=
 
54,2814 lbm/ft 3 0,886ft 3 /det 18,870 ft.lbf/lbm
0,8

 1 HP 
= 1.134,401 ft.lbf/det x  
 550 ft.lbf/det 
= 2,06 HP
Maka dipilih pompa dengan daya motor = 2 HP

LC-8 Bak Penampung Stearin yang dilengkapi dengan Koil Pemanas (BP105)
Fungsi : Menampung Stearin dari Filter Press dan memanaskan Stearin
dari 24 0C menjadi 700C
Jumlah : 3 unit
Bahan : Carbon Steel
1. Ukuran Bak penampung
Laju cake = 36.721,50791 kg/jam / 3 unit Filter Press = 12.240,502 kg
Densitas = 890,5 kg/m3
Direncanakan bak menampung stearin selama 1 jam
Factor keamanan 50 %
12.240,502 kg x 1,5
Volume bak =  20,618 m 3
890,5 kg 3
m
Direncanakan :
Panjang = 2 x tinggi bak
Lebar = tinggi bak
Maka:, Volume bak = pxlxt
20,618 = 2 x t3

Universitas Sumatera Utara


20,618
t = 3 = 2,176 m
2
Diperoleh:
Panjang = 2 x 2,176 = 4,352 m
Lebar = tinggi = 2,176 m

2. Koil Pemanas
Panas yang dilepas steam (Q) = 759.743,3327 kkal/jam = 3.012.941,516 Btu/jam
Laju cake = 36.721,50791 kg/jam = 80.957,490 lb/jam
= 22,488 lb/det
Tawal = 24 oC = 75,2 oF
Takhir = 70 oC = 158 oF

Koefisien perpindahan panas dengan menggunakan koil :


1 0 ,14
k c   3
 b 
hi = j     (Kern, 1950)
Dj  k   w 
dimana :
hi = koefisien perpindahan panas, Btu/jam ft2 F
j = konstanta yang berhubungan dengan bilangan Reynold
c = panas spesifik
μ = viskositas, lb/ft jam
k = konstanta panas, Btu/jam ft F
ρ = densitas, lb/ft3

Data :
Konduktivitas panas stearin Kstearin = 0,0925 btu/jam ft2 (oF/ft)
Panas spesifik stearin, Cpstearin = 126,1460 Btu/lbm. oF
Viskositas stearin µstearin = 56 cp = 135,4692 lbm/ft.jam
= 0,0376 lbm/ft.det
Ukuran pipa untuk koil adalah 1 in, sch 40
OD = 1,32 in = 0,110 ft
ID = 1,049 in = 0,0874 ft

Universitas Sumatera Utara


D. G 0,0874 x 22,488
NRe =  = 52,272
μ 0,0376
Dengan NRe 52,272 dari gambar 24 Kern (1950) diperoleh j = 2,5
1 1
cμ 3
 126,146  135,4692  3
  =  = 184.744,7746
 k   0,0925 
0,14
 μb 
  =1
 μw 
0,0925
hi = 2,5 × × 1 × 184.744,7746 = 488.812,690 Btu/jam ft2 F
0,0874
Koefisien perpindahan panas untuk steam, ho
OD
ho = × hi
ID
0,110
= × 488.812,690 = 615.210,479 Btu/jam ft2 F
0,0874

Koefisien menyeluruh bersih, Uc


hi  ho 488.812,690  615.210,479
Uc = = = 272.388,023 Btu/jam ft2 F
hi  ho 488.812,690  615.210,479

1 1
Asumsi Rd = 0,005 ; hd = = = 200 Btu/jam ft2 F
Rd 0,005
Koefisien menyeluruh desain, UD
Uci  h d 272.388,023  200
UD = = = 199,853 Btu/jam ft2 F
UC  h d 272.388,023  200
Luas permukaan perpindahan panas pada koil, A
Q 3.012.941,516
A = = = 182,074 ft2
U D  ΔT 199,853  82,8
External surface 1 in sch 40 = 0,344 ft2/ft (Tabel 11 Kern, 1950)
Panjang koil direncanakan 4 m (sesuai dengan panjang bak penampung). Maka
jumlah koil adalah:
A 182,074
= = = 40,34 buah
External Surface 0,344 x 4 x 3,28
= 40 buah.

Universitas Sumatera Utara


LC-9. Tangki Timbun Olein (T102)
Fungsi : Penyimpanan Olein selama 1 hari
Kondisi : T = 30 oC, P = 1 atm
Jenis : Silinder tegak, alas dan tutup elipsoidal
Bahan konstruksi : Carbon Steel, SA-283 grade C
Jumlah : 3 unit

Berdasarkan perhitungan pada LA-1 maka diperoleh:

Tabel LC-4 Komposisi Dalam Tangki Timbun Olein


Komponen Massa (kg/jam) Densitas (kg/m3) Volume (m3)
Stearin 208,33 890,5 0,233
Olein 41.457,67 847 48,946
Total 41.666 49,179

massa campuran 41.666


Densitas campuran =   847,231 kg 3
volume campuran 49,179 m

Perhitungan :
a. Volume
 Laju alir masa = 41.666 kg/jam/3 Unit = 13888,666 kg/jam
 Densitas = 847,231 kg/m3
 Kebutuhan bahan 1 hari = 13888,666 kg/jam x 24 jam/hari
= 333.328 kg/hari
 Volume bahan untuk 1 hari
333.328 kg/hari 3
=  393,432 m
847,231 kg/m 3 hari

 Faktor keamanan tangki 20 %, maka:


 Volume tangki = (100 % + 20 % ) x Volume Bahan
= 1,2 x 393,432 m3/operasi = 472,118 m3/operasi
c. Diameter dan Tinggi Tangki
Perhitungan Analog dengan LC-1, maka diperoleh:

Universitas Sumatera Utara


5π 3
472,118 m3 = D
12
D = 7,119 m
H = 9,49 m
c. Diameter dan Tinggi Tutup
Diameter tutup tangki = diameter tangki = 7,119 m
D 7,119 m
Tinggi tutup =  = 1,779 m (Walas, 1988)
4 4
f. Tebal Shell Tangki
Tinggi total cairan dalam tangki (L) :
π 3 π
D  7,119 m  = 48,812 m3
3
Volume tutup tangki (Vh) =
24 24
Volume cairan dalam shell (Vc Shell)
= V - Vh
= (472,118– 48,812) m3 = 423,30m3
Vc Shell
Tinggi cairan (Hc) =
π Di 2
4
423,30 m 3
= = 10,40 m
π 7,119 m 
2

4
L = 2(Hh) + H
= {2(1,179) +9,49} m3
= 11,848 m3

Tekanan hidrostatik :
P = ρ x g x L (Brownell dan Young, 1979)
= 847,231 kg/m3 x 9,8 m/det2 x 11,848 m = 198.345,508 Pa
Faktor kelonggaran = 5%

Maka : Pdesign = (1,05) x 198.345,508 Pa


= 103.262,784 Pa = 103,262784 kPa
Joint Efficiency (E) = 0,8

Universitas Sumatera Utara


Allowable Stress (S): = 12650 Psia = 87218,714 kPa
Tebal Shell Tangki :
PD
T = C (Brownell dan Young, 1979)
2SE  1,2P

103,232284 kPa x 7,119 m x 39,37 inc


= m  0,125 inc = 0,624 in
2 x 87218,714 x 0,8  1,2 x 103,232284 kPa 
Tebal shell standar yang dipilih = 5/8 in
Tutup tangki terbuat dari bahan yang sama dengan shell, maka:
Tebal tutup tangki = 5/8 in
Dari Tabel 5.4 Brownell dan Young (1979), diperoleh nilai :
Sf = Flange lurus = 3 ½ in = 0,08 m
icr = Radius sudut bagian dalam = 1 7/8 in = 0,04 m
Perhitungan Analog dengan LC-1 maka diperoleh:
b = 3,44 m
a = D/2 = 7,119 / 2 = 3,55 m
r = 3,55 m

LC-10 Pompa Filter Press (P104)


Fungsi : Memompakan Olein dari Filter Press menuju tangki
timbun Olein
Jenis : Sentrifugal Pump
Bahan konstruksi : Commercial steel
Jumlah : 3 unit

Data :
Temperatur = 60 0C
Laju alir massa (F) = 41.666 kg/jam / 3 Unit = 13888,666 kg/jam
= 30.618,953lbm/jam
Densitas = 847 kg/m3 = 52,8783 lbm/ft3
Viskositas = 18,2 cp = 0,0122lbm/ft.det (Timms, 1985)
Perhitungan :
Laju alir volumetrik :

Universitas Sumatera Utara


F 30.618,953 lbm/jam
Q= =
ρ 52,8783 lbm/ft 3
1 jam
= 0,160 ft3/jam x
3600 detik
= 0,160 ft3/det x 7,481 gal/ ft3 x 60 det/menit
= 72,197 gpm
Diameter optimum :
Dopt = 3,9 (Q)0,45 . (ρ)0,13 (Peters dkk, 2004)
= 3,9 (0,160)0,45 . (52,8783) 0,13
= 2,86 in
Dari Appendix C-6a Foust (1980), dipilih pipa :
Ukuran pipa nominal = 2 1/2 in
Schedule = 40
Diameter dalam (ID) = 1,610 in = 0,134 ft = 0,04 m
Luas penampang dalam (A) = 0,01414ft2
Q 0,160 ft 3 /det
Kecepatan linier, V = = = 11,315 ft/det
A 0,3474 ft 2
ρDV
Bilangan Reynold, NRe =
μ

52,8783 lbm/ft 3 x 0,134ft x 11,315 ft/det


=
0,0122 lbm/ft.det
= 6571,689
Untuk commercial steel dengan diameter 2 1/2 in dari Appendix C-1 Foust

(1980), diperoleh :  = 0,0007


D

Pada NRe = 6571,689dan  = 0,0007dari Appendix C-3 Foust (1980),


D
diperoleh f = 0,036
Dari Appendix C-2a Foust (1980), diperoleh instalasi pipa sebagai berikut:
 Pipa lurus =8m
 3 buah gate valve fully opened (L/D = 13)
L2 = 3 x 13 x 0,04 = 1,04 m
 3 buah elbow 90 0 (L/D = 30)

Universitas Sumatera Utara


L3 = 3 x 30 x 0,04 = 3,6 m
 1 buah sharp edge entrance (K= 0,5 ; L/D = 33)
L4 = 1 × 33 × 0,04 = 1,32 m
 1 buah sharp edge exit (K= 1,0 ; L/D = 65)
L5 = 1 × 65 × 0,04 = 2,6 m
ΣL = 16,56 m
= 5,047 ft
Faktor gesekan (∑F)
0,03611,315 ft/det  (5,047 ft)
2
fV 2 ΣL
∑F = =
2g c D 2 x 32,174 lbm.ft/lbf.det x 0,134 ft
= 2,69 ft.lbf/lbm
Dari persamaan neraca energi :
g ΔV 2 ΔP
Wf  ΔZ    F
gc 2g c ρ
Tinggi pemompaan (ΔZ) = 61 ft
 32,174 ft/det 2 
Wf = 53 ft  2 
+ 0 + 0 + 2,69 ft.lbf/lbm
 32,174 ft.lbm/lbf .det 
= 63,69 ft.lbf/lbm
Efisiensi pompa = 80 % (Petters, 2004)
ρQWf
Daya pompa =
η

=
 
52,8783 lbm/ft 3 0,134 ft 3 /det 63,69 ft.lbf/lbm
0,8

 1 HP 
= 564,109 ft.lbf/det x  
 550 ft.lbf/det 
= 1,02 HP
Maka dipilih pompa dengan daya motor = 1 HP

LC-11. Tangki Timbun Stearin (T103)


Fungsi : Penyimpanan Stearin selama 1 hari
Kondisi : T = 30 oC, P = 1 atm
Jenis : Silinder tegak, alas datar, dan tutup elipsoidal

Universitas Sumatera Utara


Bahan konstruksi : Carbon Steel, SA-283 grade C
Jumlah : 3 unit

Berdasarkan perhitungan pada LA-1 maka diperoleh:

Tabel LC-5 Komposisi Dalam Tangki Timbun Stearin


Komponen Massa (kg/jam) Densitas (kg/m3) Volume (m3)
Stearin 36.721,50791 890,5 41,236
Olein 184,5301905 847 0,217
Total 36.906,0381 41,453

massa campuran 36.906,0381


Densitas campuran =   890,310 kg 3
volume campuran 41,453 m

Perhitungan :
a. Volume
 Laju alir masa = 36.721,50791 kg/jam / 3 Unit
= 12.240,502 kg/jam
 Kebutuhan bahan 1 hari = 12.240,502 kg/jam x 24 jam/hari
= 293.772,063 kg/hari
 Volume bahan untuk 1 hari
293.772,063 kg/hari 3
=  329,895 m
890,5 kg/m 3 hari

 Faktor keamanan tangki 20 %, maka:


 Volume tangki = (100 % + 20 % ) x Volume Bahan
= 1,2 x 329,895 m3/hari = 395,874 m3/hari
b. Diameter dan Tinggi Tangki
Perhitungan Analog dengan LC-1, maka diperoleh:
5π 3
395,874 m3 = D
12
D = 6,713 m
H = 8,95 m

Universitas Sumatera Utara


c. Diameter dan Tinggi Tutup
Diameter tutup tangki = diameter tangki = 6,713 m
D 6,713 m
Tinggi tutup =  = 1,678 m
4 4
d. Tebal Shell Tangki
Tinggi total cairan dalam tangki (L) :
π 3 π
D  6,713 m  = 39,579
3
Volume tutup tangki (Vh) =
24 24
Volume cairan dalam shell (Vc Shell)
= V - Vh
= (395,874 – 39,579) m3 = 356,294 m3
Vc Shell
Tinggi cairan (Hc) =
π Di 2
4
356,294 m 3
= = 10,071m
π 35,375 m 
2

4
L = 2(Hh) +H = 2 (1,678) +10,071 = 13,427
Tekanan hidrostatik :
P = ρ x g x L (Brownell dan Young, 1979)
= 890,310 kg/m3 x 9,8 m/det2 x 13,427 = 117.151,085 Pa
Faktor kelonggaran = 5%
Maka : Pdesign = (1,05) x 109.909,9746 Pa
= 123.008,639 Pa = 123,008639 kPa
Joint Efficiency (E) = 0,8
Allowable Stress (S): = 12650 psia = 87218,714 kPa
Tebal Shell Tangki :
PD
T = C (Brownell dan Young, 1979)
2SE  1,2P

123,008639 kPa x 9,68 m x 39,37 inc


= m  0,125 inc
2 x 87218,714 x 0,8  1,2 x123,008639 kPa 
= 0,46 in
Tebal shell standar yang dipilih = 7/16 in

Universitas Sumatera Utara


d. Tebal Tutup Tangki
Tutup tangki terbuat dari bahan yang sama dengan shell, maka:
Tebal tutup tangki = 7/16 in

Dari tabel 5.4 Brownell and young, (1979), diperoleh nilai :


Sf = Flange lurus = 3 ½ in = 0,08 m
Icr = Radius sudut bagian dalam = 1 5/16 in = 0,03m
Dimensi keseluruhan : OA = t + b + sf (Brownll dan Young, 1979)
Dimana OA = Hh = Tinggi keseluruhan tutup tangki
b = Pinggan bagian dalam
a = Radius dalam
r = radius pinggan
Perhitungan Analog dengan LC-1 maka diperoleh:
b = 1,568 m
a = D/2 = 10,3 / 2 = 3,35 m
r = 4,381m

LC-12 Pompa Tangki Stearin (P105)


Fungsi : Memompakan Stearin dari Bak penampung berkoil
menuju tangki timbun Stearin
Jenis : Sentrifugal Pump
Bahan konstruksi : Commercial steel
Jumlah : 3 unit

Data :
Temperatur = 70 0C
Laju alir massa (F) =36.721,50791 kg/jam/ 3Unit
=12.240,502 kg/jam
= 26.985,830 lbm/jam
Densitas = 890,2714 kg/m3 = 55,5798 lbm/ft3
Viskositas = 18,2cp = 0,0122 lbm/ft.det
Perhitungan :

Universitas Sumatera Utara


Laju alir volumetrik :
F 26.985,830 lbm/jam
Q= =
ρ 55,5798 lbm/ft 3
1 jam
= 485,533 ft3/jam x
3600 detik
= 0,134 ft3/det x 7,481 gal/ ft3 x 60 det/menit
= 72,85 gpm
Diameter optimum :
Dopt = 3,9 (Q)0,45 . (ρ)0,13 (Peters dkk, 2004)
= 3,9 (0,134)5 . (55,5798)0,13
= 2,65 in
Dari Appendix C-6a Foust (1980), dipilih pipa :
Ukuran pipa nominal = 2 1/2 in
Schedule = 40
Diameter dalam (ID) = 1,610 in = 0,134 ft = 0,04 m
Luas penampang dalam (A) = 0,01414ft2
Q 0,134 ft 3 / det
Kecepatan linier, V = = = 9,47 ft/det
A 0,01414 ft 2
ρDV
Bilangan Reynold, NRe =
μ

55,5798 lbm/ft 3 x 0,134ft x 9,47 ft/det


=
0,0122 lbm/ft.det
= 5789,186

Untuk commercial steel dengan diameter 3 in dari Appendix C-1 Foust

(1980), diperoleh :  = 0,0007


D

Pada NRe = 5785,186 dan  = 0,0007dari Appendix C-3 Foust (1980)


D
diperoleh f = 0,037

Dari Appendix C-2a Foust (1980), diperoleh instalasi pipa sebagai berikut:
 Pipa lurus =8m

Universitas Sumatera Utara


LC-36

 3 buah gate valve fully opened (L/D = 13)


L2 = 3 x 13 x 0,04 = 1.04 m
 3 buah elbow 90 0 (L/D = 30)
L3 = 3 x 30 x 0,04 = 3,6 m

 1 buah sharp edge entrance (K= 0,5 ; L/D = 33)


L4 = 1 × 28 × 0,04 = 1,32m
 1 buah sharp edge exit (K= 1,0 ; L/D = 65)
L5 = 1 × 58 × 0,04 = 2,6 m
ΣL = 16,56 m
= 5,047 ft
Faktor gesekan (∑F)
0,037 9,47ft/det  (5,047 ft)
2
fV 2 ΣL
∑F = =
2g c D 2 x 32,174 lbm.ft/lbf.det x 0,134ft
= 1,942 ft.lbf/lbm
Dari persamaan neraca energi :
g ΔV 2 ΔP
Wf  ΔZ    F
gc 2g c ρ
Tinggi pemompaan (ΔZ) = 58 ft
 32,174 ft/det 2 
Wf = 58 ft  2 
+ 0 + 0 + 1,942 ft.lbf/lbm
 32,174 ft.lbm/lbf .det 
= 59,942 ft.lbf/lbm
Efisiensi pompa = 80 % (Petters dkk,2004)
ρQWf
Daya pompa =
η

=
 
55,5798 lbm/ft 3 0,134ft 3 /det 59,942 ft.lbf/lbm
0,8

 1 HP 
= 558,037 ft.lbf/det x  
 550 ft.lbf/det 
= 1,01 HP
Maka dipilih pompa dengan daya motor = 1 HP

Universitas Sumatera Utara


LAMPIRAN D
PERHITUNGAN SPESIFIKASI PERALATAN
UTILITAS

LD-1 Bak Pengendapan (BP201)


Fungsi : Menampung dan mengendapkan kotoran terbawa dari
air tanah
Bentuk : Bak dengan permukaan persegi
Konstruksi : Beton kedap air
Jumlah : 3 unit
Densitas air pada suhu 30oC : 1000 kg/m3
Direncanakan lama penampungan 2 jam, maka :
Jumlah air masuk = 2 jam × 9.683,63 kg/jam
= 19.367,26kg
Faktor keamanan = 20 %
1,2  19.367,63
Volume bak = = 23,240 m3
1.000
Panjang (p) = 3 × tinggi bak (t)
Lebar (l) = 2 × tinggi bak (t)
Maka,
V = p×l×t
31,491 = 6t3

23,240
t = 3 = 1,570 m
6
diperoleh :
t = 1,570 m
p = 4,711 m
l = 3,14 m
Luas bak = 4,711 x 3,14= 14,792 m2

Universitas Sumatera Utara


LD-2 Tangki Pelarutan Aluminium Sulfat Al2(SO4)3 (T201)
Fungsi : Membuat larutan Aluminium Sulfat Al2(SO4)3
Bentuk : Silinder tegak dengan alas datar dan tutup elipsoidal
Bahan konstruksi : Stainless steel
Jumlah : 1 unit
Kondisi pelarutan : Temperatur = 30oC
Tekanan = 1 atm
Jumlah air yang diolah = 9.683,63 kg/jam
Al2(SO4)3 yang digunakan mempunyai keonsentrasi 30 % (% berat)
Tangki pelarutan aluminium sulfat dirancang untuk 30 hari
Banyak alum yang dilarutkan = 11,616 kg/hari
Densitas Al2(SO4)3 30 % = 1.363,1 kg/m3 (Perry, 1999)
= 85,095 lbm/ft3
Faktor keamanan = 20 %
Ukuran tinggi
11,616 x 30
Volume larutan, V1 = = 0,852 m3
0,3  0,852
Volume tangki, Vt = 1,2 × 0,852 m3 = 1,022 m3
Direncanakan :
Diameter dengan tinggi tangki, D:H = 2:3
Diameter dengan tinggi head tinggi, D : H = 6 : 1
1
Volume tangki, V= π D2 (Brownell dan Young, 1979)
4
2
1 3  3
Volume shell tangki, Vs = π  D   π D3 = 1,179 D3
4 2  8
1
Volume head tangki, Vh = π D 3 = 0,131 D3 (Walas, 1988)
24
Maka, Vt = Vs + Vh = 1,179 D3 + 0,131 D3
1,022 = 1,31 D3
D = 1,086 m = 3,563 ft
Diperoleh:
Hs = 3/2 x 1,086 m = 1,629 m
Hh = 1/6 x 1,086 m = 0,181 m

Universitas Sumatera Utara


Ht = 1,629 m + 0,181 m = 1,709 m
Diameter tutup = diameter tangki = 1,086 m
0,852 m 3
Tinggi Al2(SO4)3 dalam tangki = = 0,920 m
1 π 1,086 2
4
Tebal dinding tangki
Direncanakan digunakan bahan konstruksi stainless steel
Dari Tabel 13.1 Brownell dan Young (1979), diperoleh data :
 Allowable stress (s) = 18.750 Psi
 Efisiensi sambungan (E) = 0,8
 Faktor korosi,( CA ) = 1/8 in
 Tekanan operasi, Po = 1 atm = 14,7 psi
 Faktor keamanan tekanan = 20 %
 Tekanan desain = 1,2 × Po = 17,64 psi
Tebal dinding silinder tangki
PD
t=  CA ( Brownell dan Young, 1979)
2SE  1,2P
(17,64)(3,563) x 12
=  0,125 = 0,148 in
2(18.750)(0,8)  1,2(17,64)
Dipilih tebal tangki standar 3/16 in.
Daya pengaduk (Mc Cabe dkk, 1994)
Jenis pengaduk : Flat six-blade open turbine
Jumlah daun : 6 buah
Jumlah baffle : 4 buah
Untuk turbin standar diperoleh:
Da/Dt = 1/3 maka Da = 1/3 Dt = 1/3 x 1,086 m = 0,362 m = 1,187 ft
E/Da = 1 maka E = Da = 0,362 m
L/Da = ¼ maka L = ¼ Da = ¼ x 0,362 m = 0,090 m
W/Da = 1/8 maka W = 1/8 Da = 1/8 x 0,362 m = 0,045 m
J/Dt = 1/12 maka J = 1/12 Dt = 1/12 x 1,086 m = 0,090 m
Dimana :
Dt = diameter tangki
Da = diameter impeller

Universitas Sumatera Utara


E = tinggi turbin dari dasar tangki
L = panjang blade pada turbin
W = lebar blade pada turbin
J = lebar baffle
Kecepatan pengadukan, N = 1 rps
Viskositas Al2(SO4)3 = 6,72 × 10-4 lbm/ft.det (Kirk Othmer, 1967)
Dari Persamaan 3.4.1 Geankoplis (1997), untuk bilangan Reynold adalah
ρ N (Da)2
NRe =
μ

(85,095)(1)(1,187) 2
= = 150.309,174
6,72  10  4
Dari Gambar 3.4.4 Geankoplis (1997), untuk NRe 150.309,174 diperoleh NPo
=3
Sehingga dari Persamaan 3.4-2 Geankoplis (1997):
N Po N 3 Da 5 ρ
P=
gc

(3)(1) 3 (1,187) 5 (85,095)


= = 0,033
32,174  550
Efisiensi motor penggerak = 80 %
0,033
Daya motor penggerak = = 0,042
0,8
Maka daya motor yang dipilih = 1 Hp

LD-3 Tangki Pelarutan Natrium Karbonat (Na2CO3) (T202)


Fungsi : Membuat larutan Natrium Karbonat (Na2CO3)
Bentuk : Silinder tegak dengan alas datar dan tutup elipsoidal
Bahan konstruksi : Stainless steel
Jumlah : 1 unit
Kondisi pelarutan : Temperatur = 30oC
Tekanan = 1 atm
Jumlah air yang diolah = 9.683,63 kg/jam
(Na2CO3) yang digunakan mempunyai konsentrasi 30 % (% berat)

Universitas Sumatera Utara


Tangki pelarutan dirancang untuk 30 hari
Jumlah (Na2CO3) yang butuhkan = 6,264 kg/hari
Densitas (Na2CO3) 30 % = 1327 kg/m3 (Perry, 1999)
= 82,842 lbm/ft3
Faktor keamanan = 20 %
Ukuran tinggi
6,264 x 30
Volume larutan, V1 = = 0,566 m3
0,3  0,472
Volume tangki, Vt = 1,2 × 0,64 m3 = 0,768 m3
Direncanakan :
Diameter dengan tinggi tangki, D:H = 2:3
Diameter dengan tinggi head tinggi, D : H = 6 : 1
1
Volume tangki, V= π D2 (Brownell dan Young, 1979)
4
2
1 3  3
Volume shell tangki, Vs = π  D   π D3 = 1,179 D3
4 2  8
1
Volume head tangki, Vh = π D 3 = 0,131 D3 (Walas, 1988)
24
Maka, Vt = Vs + Vh = 1,179 D3 + 0,131 D3
0,566 = 1,31 D3
D = 1,322 m = 4,337 ft
Diperoleh:
Hs = 3/2 x 1,322 m = 1,983 m
Hh = 1/6 x 1,322 m = 0,220 m
Ht = 1,983 m + 0,220 m = 2,203 m
Diameter tutup = diameter tangki = 0,837 m
0,472 m 3
Tinggi (Na2CO3) dalam tangki = = 1,322 m
1 π 0,472 2
4
Tebal dinding tangki
Direncanakan digunakan bahan konstruksi Stainless steel
Dari Tabel 13.1 Brownell dan Young (1979), diperoleh data :
 Allowable stress (s) = 18.750 Psi

Universitas Sumatera Utara


 Efisiensi sambungan (E) = 0,8
 Faktor korosi,( CA ) = 1/8 in
 Tekanan operasi, Po = 1 atm = 14,7 psi
 Faktor keamanan tekanan = 20 %
 Tekanan desain = 1,2 × Po = 17,64 psi
Tebal dinding silinder tangki
PD
t=  CA (Brownell dan young, 1979)
2SE  1,2P
(17,64)(4,337) x 12
=  0,125 = 0,155 in
2(18.750)(0,8)  1,2(17,64)
Tebal tangki standar 3/16 in.
Daya pengaduk (Mc Cabe dkk, 1994)
Jenis pengaduk : Flat six-blade open turbine
Jumlah daun : 6 buah
Jumlah baffle : 4 buah
Untuk turbin standar diperoleh:
Da/Dt = 1/3 maka Da = 1/3 Dt = 1/3 x 1,322 m = 0,440 m = 1,445 ft
E/Da = 1 maka E = Da = 0,440 m
L/Da = ¼ maka L = ¼ Da = ¼ x 0,440 m = 0,11 m
W/Da = 1/8 maka W = 1/8 Da = 1/8 x 0,440 m = 0,055 m
J/Dt = 1/12 maka J = 1/12 Dt = 1/12 x 1,322 m = 0,11 m
Dimana :
Dt = diameter tangki
Da = diameter impeller
E = tinggi turbin dari dasar tangki
L = panjang blade pada turbin
W = lebar blade pada turbin
J = lebar baffle
Kecepatan pengadukan, N = 1 rps
Viskositas Al2(SO4)3 = 6,72 × 10-4 lbm/ft.det (Kirk Othmer, 1967)
Dari persamaan 3.4.1 Geankoplis (1997), untuk bilangan Reynold adalah

Universitas Sumatera Utara


ρ N (Da)2
NRe =
μ

(85,095)(1)(1,445) 2
= = 264.405,487
6,72  10  4
Dari Gambar 3.4.4 Geankoplis (1997), untuk NRe 106.017,353 diperoleh NP =
3
Sehingga dari persamaan 3.4-2 Geankoplis (1997):
N P N 3 Da 5 ρ
P=
gc

(3)(1) 3 (1,445) 5 (85,095)


= = 0,090
32,174  550
Efisiensi motor penggerak = 80 %
0,090
Daya motor penggerak = = 0,11
0,8
Maka daya motor yang dipilih = 1 Hp

LD-4 Clarifier (CL201)


Fungsi : Memisahkan endapan (flok) yang terbentuk karena
penambahan alum dan soda abu
Bahan : Carbon steel SA-53 Grade B
Jumlah : 2 unit
Laju massa air = 9.683,63 kg/jam
Laju massa Al2(SO4)3 = 0,484kg/jam
Laju massa Na2CO3 = 0,261 kg/jam
Laju alir total = 9.683,63 kg/jam
ρ air = 1.000 kg/m3
ρ Al2(SO4)3 = 1.363.1 kg/m3
ρ Na2CO3 = 1.327 kg/m3
m
V=

9.683,63
Vair = = 9,68363 m3/jam
1.000

Universitas Sumatera Utara


0,484
VAl2(SO4)3 = = 0,00019 m3/jam
1.363,1
0,261
VNa2CO3 = = 0,00027 m3/jam
1.327
Vtotal = 9,684 m3/jam
m campuran 9.684,375
ρ campuran = = = 1.000,038 kg/m3
v campuran 9,684

Asumsi ρ partikel = 1.350 kg/m3


= 1,350 gr/cm3
kecepatan terminal dihitung dengan menggunakan :
(ρs  ρ)gDp 2
υs 
18μ
Dimana :
υs : kecepatan terminal pengendapan, cm/det
ρs : densitas partikel campuran pada 30oC
ρ : densitas larutan pada 30oC
Dp : diameter partikel = 0,02 cm
g : percepatan gravitasi = 980 cm/det
μ : viskositas larutan pada 30oC = 0,0345 gr/cm.det (Perry, 1999)
maka,
(1,350  1)  980  0,02 2
s  = 0,221 cm/det
18  0,0345
Ukuran clarifier
Laju volumetrik, Q = 9,684m3/jam
Q = 4 × 10-2 × D3 (Ulrich, 1984)
Dimana :
Q : laju alir volumetrik umpan
D : diameter clarifier, m
Sehingga :
1
 Q  3
D =  2 
= 6,232 m
 4.10 
Ditetapkan tinggi clarifier, H = D = 6,232 m = 20,447ft

Universitas Sumatera Utara


Waktu pengendapan :
Ht 6,232 m  100 cm
t = = = 2.819,909 det
υs 0,221cm/det x 1 m
= 0,783 jam
Tebal dinding clarifier
Direncanakan digunakan bahan konstruksi Carbon Steel SA-53, Grade B
Dari Tabel 13.1 Brownell dan Young (1979), diperoleh data :
 Allowable stress (s) = 12750
 Efisiensi sambungan (E) = 0,8
 Faktor korosi = 1/8 in
 Tekanan operasi, Po = 1 atm = 14,7 psi
 Faktor keamanan tekanan = 20 %
 Tekanan desain, P = 1,2 × Po = 17,64 psi
Tebal dinding tangki
PD
t=  CA (Brownell dan Young, 1979)
2SE  1,2P
(17,64)(20,447)  12
=  0,125 = 0,33 in
2(12750)(0,8)  1,2(17,64)
Dari Tabel 5.4 Brownell dan Young (1979) dipilih tebal tangki 3/8 in.
Daya clarifier
P = 0,006 D2 (Ulrich, 1984)
Dimana :
P : daya yang dibutuhkan clarifier,
P = 0,006 × (20,628)2 = 2,50 Hp = 2,5 Hp

LD-5 Sand Filter (SF201)


Fungsi : Menyaring air yang berasal dari clarifier
Bentuk : Silinder tegak dengan alas dan tutup ellipsoidal
Bahan : Carbom Steel SA-53 Grade B
Jumlah : 2 unit
Laju alir massa : 9.683,63 kg/jam
Densitas air pada : 1.000 kg/m3

Universitas Sumatera Utara


Tangki direncanakan menampung air setiap ¼ jam
Faktor keamanan : 20 %
Maka,
11.359,4969 kg/jam  0,25 jam
Volume air = = 2,420m3
1.000 kg/m 3
Volume tangki= 1,2 × 2,420 = 2,90m3
Direncanakan perbandingan tinggi penyaring dengan diameter (Hs : D) = 2 : 1
tinggi head dengan diameter (Hh : D) =1:6
π 2 π 2 π
Vs = D Hs = D (2D) = D3 = 1,571 D3
4 4 2
π 3
Vh = D = 0,131 D3 (Walas, 1988)
24
Vt = Vs + 2 Vh (Brownell dan Young, 1979)
3,936 = 1,571 D3 + 2 (0,131 D3)

2,90
D = 3 = 1,16 m = 3,823ft
1,833
Hs = 2 D = 2 (1,16) = 2,32 m
Hh = 1/6 D = 1/6 (1,16) = 0,19 m
Tinggi pasir = 1,0999 m
Sehingga, tinggi tangki = 2,32 + 2(0,19) + 1,0875 = 3,78 m
Volume air = 2,420 m3
π D3
V shell = = 1,633 m3
3
1,633
Tinggi air (Ha)=  1,16 = 0,78 m
2,420
Tebal dinding tangki
Direncanakan digunakan bahan konstruksi Carbon Steel SA-53, Grade B
Dari Tabel 13.1 Brownell dan Young (1979), diperoleh data :
 Allowable stress (s) = 12750 Psi
 Efisiensi sambungan (E) = 0,8
 Faktor korosi = 1/8 in
 Tekanan operasi, Po = 1 atm = 14,7 psi

Universitas Sumatera Utara


 Faktor keamanan tekanan = 20 %
 Tekanan desain, P = 1,2 × Po = 17,64 psi
Tebal dinding tangki
PD
t=  CA (Brownell dan Young, 1979)
2SE  1,2P
(17,64)(3,823)  12
=  0,125 = 0,164 in
2(12750)(0,8)  1,2(17,64)
Dari Tabel 5.4 Brownell dan Young dipilih tebal tangki 3/16 in.

LD-6 Menara Air (MA201)


Fungsi : Mendistribusikan air untuk berbagai keperluan
Jenis : Silinder tegak dengan tutup dan alas datar
Bahan : Plate stell SA-53, Grade B
Jumlah : 1 unit
Laju alir massa : 9.683,63 kg/jam
Densitas air pada : 1.000 kg/m3
Faktor keamanan : 20 %
Maka,
19683,63 kg/jam
Volume air = 3
= 9,68363m3
1.000 kg/m
Volume tangki= 1,2 × 9,68363 = 11,620 m3
Direncanakan perbandingan diameter dengan tinggi silinder H = D
1
V = πD2H (Brownell dan Young, 1979)
4
1
V = πD3
4
1
11,620 = πD3
4
D = 2,455 m = 8,055 ft
H = 2,716 m = 8,055 ft
Tebal dinding tangki
Direncanakan digunakan bahan konstruksi Plate stell SA-53, Grade B
Dari Tabel 13.1 Brownell dan Young (1979), diperoleh data :

Universitas Sumatera Utara


 Allowable stress (s) = 12750 Psi
 Efisiensi sambungan (E) = 0,8
 Faktor korosi = 1/8 in
 Tekanan operasi, Po = 1 atm = 14,7 psi
 Faktor keamanan tekanan = 20 %
 Tekanan desain, P = 1,2 × Po = 17,64 psi
Tebal dinding tangki
PD
t=  CA (Brownell dan Young, 1979)
2SE  1,2P
(17,64)(8,055)  12
=  0,125 = 0,208 in
2(12750)(0,8)  1,2(17,64)
Dari Tabel 5.4 Brownell dan Young (1979), dipilih tebal tangki ¼ in.

LD-7 Penukar Kation (CE201)


Fungsi : Mengurangi kesadahan air
Bentuk : Silinder tegak dengan alas dan tutup elipsoidal
Bahan konstruksi : Plate steel SA-167, Tipe 304
Jumlah : 1 unit
Kondisi pelarutan : Temperatur = 30oC
Tekanan = 1 atm
Jumlah air yang diolah = 1.075,068 kg/jam
Densitas air = 1.000 kg/m3
Jumlah resin yang digunakan = 0,049 ft3/jam = 0,002 m3/jam
1.075,068
Laju masa total = + 0,002 = 1,075 m3/jam
1.000
Faktor keamanan = 20 %
Volume cation exchanger = 1,2 x 1,075 = 1,29 m3/jam
Direncanakan :
Diameter dengan tinggi tangki, D:H = 1:3
Diameter dengan tinggi head tinggi, D : H = 6 : 1
1
Volume tangki, V= π D2 (Brownell dan Young, 1979)
4

Universitas Sumatera Utara


1
Volume shell tangki, Vs = π D2 (3D) = 2,357 D3
4
1
Volume head tangki, Vh = π D 3 = 0,131 D3 (Walas, 1988)
24
Maka, Vt = Vs + 2 Vh = 2,357 D3 + 2 (0,131 D3)
1,29 = 2,619 D3
D = 0,78 m = 2,55 ft
Diperoleh:
Hs = 3/1 x 0,78 m = 2,34 m
Hh = 1/6 x 0,78 m = 0,13 m
Ht = 2,34 m + 0,13 m = 2,47 m
Diameter tutup = diameter tangki = 0,78 m
Tebal dinding tangki
Direncanakan digunakan bahan konstruksi plate steel SA-167, Tipe 304
grade C. Dari Tabel 13.1 Brownell dan Young (1979), diperoleh data :
 Allowable stress (s) = 18750 Psi
 Efisiensi sambungan (E) = 0,8
 Faktor korosi,( CA ) = 1/8 in
 Tekanan operasi, Po = 1 atm = 14,7 psi
 Faktor keamanan tekanan = 20 %
 Tekanan desain = 1,2 × Po = 17,64 psi
Tebal dinding silinder tangki
PD
t=  CA (Brownell dan Young, 1979)
2SE  1,2P
(17,64)(2,55) x12
=  0,125 = 0,143 in
2(18750)(0,8)  1,2(17,64)
Dipilih tebal tangki standar 3/16 in.

LD-8 Penukar Anion (AE201)


Fungsi : Mengurangi kesadahan air
Bentuk : Silinder tegak dengan alas dan tutup elipsoidal
Bahan konstruksi : Plate steel SA-167, Tipe 304

Universitas Sumatera Utara


Jumlah : 1 unit
Kondisi pelarutan : Temperatur = 30oC
Tekanan = 1 atm
Jumlah air yang diolah = 1.075,068 kg/jam
Densitas air = 1.000 kg/m3
Jumlah resin yang digunakan = 0,003 ft3/jam = 0,00009 m3/jam
1.075,068
Laju masa total = + 0,00009 = 1,075 m3/jam
1.000
Faktor keamanan = 20 %
Volume Anion exchanger = 1,2 x 1,075 = 1,29 m3/jam
Direncanakan :
Diameter dengan tinggi tangki, D:H = 1:3
Diameter dengan tinggi head tinggi, D : H = 6 : 1
1
Volume tangki, V= π D2 (Brownell dan Young, 1979)
4
1
Volume shell tangki, Vs = π D2 (3D) = 2,357 D3
4
1
Volume head tangki, Vh = π D 3 = 0,131 D3 (Walas, 1988)
24
Maka, Vt = Vs + 2 Vh = 2,357 D3 + 2 (0,131 D3)
1,29 = 2,619 D3
D = 0,78 m = 2,55 ft
Diperoleh:
Hs = 3/1 x 0,78 m = 2,34 m
Hh = 1/6 x 0,78 m = 0,13 m
Ht = 2,34 m + 0,13 m = 2,47 m
Diameter tutup = diameter tangki = 0,78 m
Tebal dinding tangki
Direncanakan digunakan bahan konstruksi plate steel SA-167, Tipe 304
Dari Tabel 13.1 Brownell dan Young (1979), diperoleh data :
 Allowable stress (s) = 18750 Psi
 Efisiensi sambungan (E) = 0,8
 Faktor korosi,( CA ) = 1/8 in

Universitas Sumatera Utara


 Tekanan operasi, Po = 1 atm = 14,7 psi
 Faktor keamanan tekanan = 20 %
 Tekanan desain = 1,2 × Po = 17,64 psi
Tebal dinding silinder tangki
PD
t=  CA (Brownell dan Young, 1979)
2SE  1,2P
(17,64)(2,55) x12
=  0,125 = 0,143 in
2(18750)(0,8)  1,2(17,64)
Dipilih tebal tangki standar 3/16 in.

LD-9 Daerator (DE201)


Fungsi : Menghilangkan gas-gas terlarut dalam umpan ketel
Bentuk : Silinder horizontal dengan alas dan tutup elipsoidal
Bahan konstruksi : Plate steel SA-167, Tipe 304
Jumlah : 1unit
Kondisi pelarutan : Temperatur = 90oC
Tekanan = 1 atm
Jumlah air yang diolah = 1.075,068 kg/jam
Densitas air pada suhu 90oC = 965,321 kg/m3
1.075,068
Laju masa total = = 1,114 m3/jam
965,321
Faktor keamanan = 20 %
Volume deaerator = 1,2 x 1,114 = 1,336 m3/jam
Direncanakan :
Diameter dengan tinggi tangki, D:H = 1:3
Diameter dengan tinggi head tinggi, D : H = 6 : 1
1
Volume tangki, V= π D2 (Brownell dan Young, 1979)
4
1
Volume shell tangki, Vs = π D2 (3D) = 2,357 D3
4
1
Volume head tangki, Vh = π D 3 = 0,131 D3 (Walas, 1988)
24
Maka, Vt = Vs + 2 Vh = 2,357 D3 + 2 (0,131 D3)

Universitas Sumatera Utara


1,336 = 2,619 D3
D = 0,799 m = 2,621 ft
Diperoleh:
Hs = 3/1 x 0,799 m = 2,397 m
Hh = 1/6 x 0,799 m = 0,133 m
Ht = 2,397 m + 0,133 m = 2,53 m
Diameter tutup = diameter tangki = 0,799 m
Tebal dinding tangki
Direncanakan digunakan bahan konstruksi plate steel SA-167, Tipe 304
grade C. Dari Tabel 13.1 Brownell dan Young (1979), diperoleh data :
 Allowable stress (s) = 18750 Psi
 Efisiensi sambungan (E) = 0,8
 Faktor korosi,( CA ) = 1/8 in
 Tekanan operasi, Po = 1 atm = 14,7 psi
 Faktor keamanan tekanan = 20 %
 Tekanan desain = 1,2 × Po = 17,64 psi
Tebal dinding silinder tangki
PD
t=  CA (Brownell dan Young, 1979)
2SE  1,2P
(17,64)(2,621) x12
=  0,125 = 0,143 in
2(18750)(0,8)  1,2(17,64)
Dipilih tebal tangki standar 3/16 in.

LD-10 Ketel Uap (KU201)


Fungsi : Menyediakan uap untuk keperluan proses
Bentuk : Pipa api
Bahan konstruksi : Carbon Steel
Jumlah : 1 unit
Perhitungan kebutuhan bahan bakar dapat dilihat pada Bab VII. Kebutuhan
panas pada ketel uap adalah sebesar = 3.642.778,25 kkal/hari / 0,252 kkal/Btu
= 14.455.469,25 Btu/hari

Universitas Sumatera Utara


1 Hp
= 167,30 Btu/dtk x
0,7068 Btu/dtk
= 236,70 Hp
Menghitung jumlah tube.
Luas permukaan perpindahan panas, A = P x 10 ft2/Hp (Kern, 1950)
= 236,70 Hp x 10 ft2/Hp
= 2367 1ft2
Direncanakan menggunakan tube dengan spesifikasi:
 Panjang tube, L = 30 ft
 Diameter tube = 3 in
 Luas permukaan pipa, a’ = 1,456 ft2/ft
Sehingga jumlah tube,
A 2367
Nt  i

L xa 30 x 1,456
= 54 Buah
= 54 Buah

LD-11 Tangki Pelarutan Kaporit (T205)


Fungsi : Membuat larutan kaporit
Bentuk : Silinder tegak dengan alas datar dan tutup elipsoidal
Bahan konstruksi : Stainless steel
Jumlah : 1 unit
Kondisi pelarutan : Temperatur = 30oC
Tekanan = 1 atm
Jumlah air yang diolah = 750 kg/jam
Kaporit yang digunakan mempunyai keonsentrasi 70 % (% berat)
Tangki pelarutan kaporit dirancang untuk 30 hari
Banyak kaporit yang dilarutkan = 0,12 kg/hari
Densitas kaporit 50 % = 1.560 kg/m3 (Perry, 1999)
= 97,385 lbm/ft3
Faktor keamanan = 20 %
Ukuran tinggi

Universitas Sumatera Utara


0,12 x 30
Volume larutan, V1 = = 0,005 m3
0,5  1560
Volume tangki, Vt = 1,2 × 0,005 m3 = 0,006 m3
Direncanakan :
Diameter dengan tinggi tangki, D:H = 2:3
Diameter dengan tinggi head tinggi, D : H = 6 : 1
1
Volume tangki, V= π D2
4
2
1 3  3
Volume shell tangki, Vs = π  D   π D3 = 1,179 D3
4 2  8
1
Volume head tangki, Vh = π D 3 = 0,131 D3
24
Maka, Vt = Vs + Vh = 1,179 D3 + 0,131 D3
0,006 = 1,31 D3
D = 0,166 m = 0,545 ft
Diperoleh:
Hs = 3/2 x 0,166 m = 0,249 m
Hh = 1/6 x 0,166 m = 0,028 m
Ht = 0,249 m + 0,028 m = 0,277 m
Diameter tutup = diameter tangki = 0,166 m
0,006 m 3
Tinggi kaporit dalam tangki = = 0,277 m
1  0,166 2
4
Tebal dinding tangki
Direncanakan digunakan bahan konstruksi stainless steel
Dari Tabel 13.1 Brownell dan Young (1979), diperoleh data :
 Allowable stress (s) = 18750 psi
 Efisiensi sambungan (E) = 0,8
 Faktor korosi,( CA ) = 1/8 in
 Tekanan operasi, Po = 1 atm = 14,7 psi
 Faktor keamanan tekanan = 20 %
 Tekanan desain = 1,2 × Po = 17,64 psi

Universitas Sumatera Utara


Tebal dinding silinder tangki
PD
t=  CA ( Brownell dan Young, 1979)
2SE  1,2P
(17 ,64 )( 0,545 ) x12
=  0,125 = 0,129 in
2 (18750 )( 0,8)  1, 2 (17 ,64 )

Dipilih tebal tangki standar 3/16 in.


Daya pengaduk
Jenis pengaduk : Flat six-blade open turbine
Jumlah daun : 6 buah
Jumlah baffle : 4 buah
Untuk turbin standar diperoleh: (Mc Cabe dkk, 1994)
Da/Dt = 1/3 maka Da = 1/3 Dt = 1/3 x 0,166 m = 0,055 m = 0,181 ft
E/Da = 1 maka E = Da = 0,055 m
L/Da = ¼ maka L = ¼ Da = ¼ x 0,055 m = 0,014 m
W/Da = 1/8 maka W = 1/8 Da = 1/8 x 0,055 m = 0,007 m
J/Dt = 1/12 maka J = 1/12 Dt = 1/12 x 0,166 m = 0,014 m
Dimana :
Dt = diameter tangki
Da = diameter impeller
E = tinggi turbin dari dasar tangki
L = panjang blade pada turbin
W = lebar blade pada turbin
J = lebar baffle
Kecepatan pengadukan, N = 2 rps
Viskositas CaClO2 = 4,3 × 10-4 lbm/ft.det (Kirk Othmer, 1967)
Dari persamaan 3.4-1, Geankoplis (1997), untuk bilangan Reynold adalah
ρ N (Da)2
NRe =
μ

(97,307)(2)(0,181) 2
= = 14.827,324
4,3  10  4
Dari Gambar 3.4.4 Geankoplis (1997), untuk NRe = 14.827,324 diperoleh NP
= 2,25

Universitas Sumatera Utara


Sehingga dari persamaan 3.4-2 Geankoplis (1997) :
N P N 3 Da 5 ρ
P=
gc

(2,25)(2) 3 (0,181) 5 (97,307)


= = 0,000019
32,174  550
Efisiensi motor penggerak = 80 %
0,000019
Daya motor penggerak = = 0,000024
0,8
Maka daya motor yang dipilih = 1 Hp

LD-12 Water Cooling Tower (WCT201)


Fungsi : Mendinginkan air pendingin bekas dari temperatur
38oC menjadi 24oC
Jenis : Mechanical Draft Cooling Tower
Bahan konstruksi : Carbon Steel SA-53 Grade B
Jumlah : 1 unit
Kondisi operasi :
Suhu air masuk menara (TL2) = 38oC = 100,4oF
Suhu air keluar menara (TL1) = 24oC = 75,2oF
Suhu udara (TG1) = 25oC = 77oF
Dari Gambar 12-14 Perry (1999), diperoleh suhu bola basah, Tw = 72oF
Dari Gambar 12-14 Perry (1999), untuk data temperatur di atas diperoleh
konsentrasi air = 1,25 gal/ft2.menit
Dari Gambar 12-3 Perry (1999), untuk Tw = 72oF dan Temperatur bola kering
= 77oF diperoleh kelembaban, (H) = 0,016 kg uap air/kg udara kering
Densitas air (38oC) = 1000 kg/m3
Laju massa air pendingin = 90.077,4560 kg/jam
Laju volumetrik air pendingin= 90.077,4560 / 1000 = 90,0774 m3/jam
Kapasitas air, Q = 90,0774 m3/jam × 264,17 gal/m3 / 60 menit/jam
= 396,5960 gal/menit
Faktor keamanan = 20%
Luas menara, A = 1,2 × (kapasitas air/konsentrasi air)

Universitas Sumatera Utara


= 1,2 × (396,5960 gal/menit)/(1,25 gal/ft2.menit)
= 380,7322 ft2
(90.077,4560 kg/jam)(1jam)(3,2808 ft) 2
Laju alir air tiap satuan luas (L)=
(380,7322 ft 2 )(3600 s)(1 m 2 )
= 0,7074 kg/s.m2
Perbandingan L : G direncanakan = 5 : 6
Sehingga laju alir gas tiap satuan luas (G) = 0,849 kg/m2.s
Perhitungan tinggi menara :
Maka, dari Persamaan 9.3.8 Geankoplis (1997) menjadi:
Hy1 = (1,005 + 1,88 H)(TG1-0) + (2501,4 H)
= (1,005 + 1,88 × 0,016)(25-0) + 2501,4 (0,016)
= 40,7995 kJ/kg
Dari pers. 10.5-2, Geankoplis (1997) :
G (Hy2 – Hy1) = L (TL2 – TL1)
0,849 (Hy2 – 41,057.103) = 0,7074 (4,187.103)(38-24)
Hy2 = 89,6479 kJ/kg

200
180
160
Entalpi 10^3 (j/kg)

140
120 kesetimbangan
100
Operasi
80
Min G
60
40
y = 7.8x - 146.4
20
0
0 10 20 30 40 50
Suhu (C)

Gambar LD.1 Grafik Entalpi dan Temperatur Cairan pada Cooling Tower (CT)

Universitas Sumatera Utara


Tabel LD.1 Perhitungan Entalpi dalam Penentuan Tinggi Menara Pendingin
Hy Hy* 1/(Hy*-Hy)
40,7995 72 0,0321
65 94,467 0,0252
75 118,626 0,0206
89,6478 150 0,0166

0.0350

0.0300
1/(Hy-hy)

0.0250

0.0200

0.0150

0.0100
50 70 90 110 130 150 170
Hy

Gambar LD.2 Kurva Hy terhadap 1/(Hy*-Hy)


H y2
G dHy
Ketinggian menara, z =
M.k G .a 
H y1
Hy * Hy
(Geankoplis, 1997)

H y2
dHy
Luasan daerah di bawah kurva dari Gambar LD.2 : 
H y1
Hy * Hy
= 2,197

Estimasi kG.a = 1,207.10-7 kg.mol/s.m3 (Geankoplis, 1997)


0,582 x 2,198
Maka ketinggian menara, z = =3,6 m = 11,83 ft
29  (1,207.107 )(1,013.105 )
Perhitungan Daya Kipas
Diambil performance menara 90%, maka dari Gambar 12-15 Perry (1999),
diperoleh tenaga kipas 0,03 Hp/ft2.
Daya yang diperlukan = 0,03 Hp/ft2 × 11,83 2 ft2 = 4,1981 Hp
Digunakan daya standart 4,5 Hp
Perhitungan laju alir udara minimum

Universitas Sumatera Utara


Dari Gambar LD.1 diperoleh slope = 7,8
Slope = L/Gmin (Geankoplis, 1997)
Gmin = 0,7074/7,8
= 0,091 kg/s.m2
Laju alir udara minimum adalah: 0,091 kg/s.m2.

LD-13 Chiller (CH201)


Fungsi : Menyediakan air pendingin dengan suhu 10oC-11oC
Jenis : Single stage mchanical refrigeration cycle
Jumlah : 1 unit
Bahan konstruksi : Carbon steel
Data:
Panas yang dipindahkan (Q) :1.390.901,179 kkal/jam = 5.819.530,533 kJ/jam
Laju air pendingin : 90.077,45643 kg/jam
Refrigerant yang dipakai : Amoniak (NH3)

Gambar LD.3 Siklus Referigrasi

Perhitungan:
SA = SB (Isentropi)
SB = 10,051 kJ/kg.K = SA = SBl + X ∆SBlV
= SBl + X (SBV - SBl )
= 5,8602 + X ( 10,228 – 5,8602)
4,1908 = 4,3218 X
X = 0,9675

Universitas Sumatera Utara


HB = HBl + X (HBV - HBl )
= -659,9 + 0,9675 (518,1 – (-659,9))
= 479,7561 kJ/kg

HA = HAl + X (HAV - HAl )


= -716,77 + 0,9675 (508,61 – (-716,77))
= 468,7239 kJ/kg

HC = HD (Isentalpi) = -716,77 kJ/kg (Perry, 1999)

Efek refrigerasi (Sandler, 1999)


Q = HA - HD
= 468,7239 kJ/kg - ( -716,77 kJ/kg)
= 1.196,5261 kJ/kg
Kerja masuk pada kompresor
Wkompresor = HB - HA (Sandler, 1999)
= 479,7561 kJ/kg - 468,7239 kJ/kg
= 11,0322 kJ/kg

Coefficient of performance (COP) (Sandler, 1999)


HA  HD
COPteoritis =
HB  HA
1.196,5261
= = 107,457
11,0322

Asumsi COP aktual = 60 % COP teoritis


COPaktual = 107,457 x 0,6 = 64,4745

Kerja kompresor aktual


Q = 1.390.901,179 kkal/jam = 5.819.530,533 kJ/jam
5.819.530,533 kJ/jam
Waktual =
64,4745

Universitas Sumatera Utara


= 90.260,964 kJ/jam
= 23,764 Btu/det = 33,621Hp
Laju sirkulasi refrigrant
Q
M =
HA  HD
5.819.530,533 kJ/jam

1.196,5261 kJ/kg
= 4.863,688 kg refrigrant NH3/jam

LD-14 Pompa Sumur Bor (P201)


Fungsi : Memompa air dari sumur bor ke bak pengendapan
Jenis : Pompa sentrifugal
Jumlah : 2 unit
Bahan konstruksi : Commercial Steel
Kondisi operasi
Temperatur : 30oC
Densitas air : 1000 kg/m3 = 62,428 lbm/ft3 (Perry, 1999)
Viskositas air : 1 cp = 6,719 × 10-4 lbm/ft.s (Perry, 1999)
Laju alir massa (F) : 9.683,63 kg/jam = 4.392,465lbm/jam
F 4.392,465 lbm/jam
Laju alir volume, Q : = 3
= 70,360 ft3/jam
ρ 62,428 lbm/ft
= 0,0195 ft3/s
Diameter optimum, Do =3,9 × Q0,45 × ρ0,13 (Peters dkk, 2004)
= 3,9 × (0,0195) 0,45 × (62,428) 0,13
= 1,134 in
Digunakan pipa dengan spesifikasi dipilih : (Geankoplis, 1997)
 Ukuran pipa nominal : 1 1/4 in
 Schedule pipa : 40
 Diameter dalam (ID) : 1,380in = 0,115 ft = 0,035 m
 Diameter luar (OD) : 1,660 in = 0,138 ft
 Luas penampang dalam (Ai) : 0,01040 ft2

Universitas Sumatera Utara


Q 0,0195 ft 3 /s
Kecepatan linier, v = = = 1,875 ft/s
Ai 0,01040 ft 2
ρvD (62,428)(1,875)(0,115)
Bilangan Reynold, NRe = =
μ 6,719.10  4
= 20.034,287
Untuk commercial steel dengan diameter 1 1/4 in dari Appendix C-1 Foust

(1980), diperoleh :  = 0,0015


D

Pada NRe = 20.034,287 dan  = 0,00015 dari Appendix C-3 Foust (1980)
D
diperoleh f = 0,03
Dari Appendix C-2a Foust (1980), diperoleh instalasi pipa sebagai berikut:
 Pipa lurus = 70 m
 2 buah gate valve fully opened (L/D = 13)
L2 = 2 x 13 x 0,035 = 0,91 m
 3 buah elbow 90 0 (L/D = 30)
L3 = 3 x 30 x 0,035 = 3,15 m
 1 buah sharp edge entrance (K= 0,5 ; L/D = 24)
L4 = 1 × 24 × 0,035 = 0,84 m
 1 buah sharp edge exit (K= 1,0 ; L/D = 46)
L5 = 1 × 46 × 0,035 = 1,61 m
ΣL = 76,51 m
= 251,014 ft
Faktor gesekan (∑F)
0,031,875 ft/det  (251,014 ft)
2
fV 2 ΣL
∑F = =
2g c D 2 x 32,174 lbm.ft/lbf.det x 0,115 ft
= 1,908ft.lbf/lbm
Dari persamaan neraca energi :
g ΔV 2 ΔP
Wf  ΔZ    F
gc 2g c ρ
Tinggi pemompaan (ΔZ) = 150 ft
 32,174 ft/det 2 
Wf = 150 ft  2
+ 0 + 0 + 1,908ft.lbf/lbm
 32,174 ft.lbm/lbf.det 

Universitas Sumatera Utara


= 151,908 ft.lbf/lbm
Efisiensi pompa = 80 % (Petters dkk, 2004)
ρQWf
Daya pompa =
η

62,428 lbm/ft 3 0,0195 ft 3 /det 151,908 ft.lbf/lbm


=
0,8

 1HP 
= 231,155ft.lbf/det x  
 550 ft.lbf/det 
= 0,42 Hp
Maka dipilih pompa dengan daya motor = 1 Hp

LD-15 Pompa Bak Pengendapan (P202)


Fungsi : Memompa air dari bak pengendapan ke clarifier
Jenis : Pompa sentrifugal
Jumlah : 2 unit
Bahan konstruksi : Commercial Steel
Kondisi operasi
Temperatur : 30oC
Densitas air : 1000 kg/m3 = 62,428 lbm/ft3 (Perry, 1999)
-4
Viskositas air : 1 cp = 6,719 × 10 lbm/ft.s (Perry, 1999)
Laju alir massa (F) : 9.683,63 kg/jam = 4.392,465 lbm/jam
F 4.392,465 lbm/jam
Laju alir volume, Q : = = 70,360 ft3/jam
ρ 62,428 lbm/ft 3
= 0,0195 ft3/s
Diameter optimum, Do =3,9 × Q0,45 × ρ0,13 (Peters dkk, 2004)
= 3,9 × (0,0195) 0,45 × (62,428) 0,13
= 1,134 in
Digunakan pipa dengan spesifikasi dipilih : (Geankoplis, 1997)
 Ukuran pipa nominal : 11/4 in
 Schedule pipa : 40
 Diameter dalam (ID) : 1,380 in = 0,115 ft = 0,035 m
 Diameter luar (OD) : 1,660 in = 0,138 ft

Universitas Sumatera Utara


 Luas penampang dalam (Ai) : 0,01040 ft2

Q 0,0195 ft 3 /s
Kecepatan linier, v = = = 1,875 ft/s
Ai 0,01040 ft 2
ρvD (62,428)(1,875)(0,115)
Bilangan Reynold, NRe = =
μ 6,719.10  4
= 20.034,287

Untuk commercial steel dengan diameter1 1/4 in dari Appendix C-1 Foust

(1980), diperoleh :  = 0,0015


D

Pada NRe = 20.034,287dan  = 0,0015dari Appendix C-3 Foust (1980)


D
diperoleh f = 0,03

Dari Appendix C-2a Foust (1980), diperoleh instalasi pipa sebagai berikut:
 Pipa lurus = 15 m
 2 buah gate valve fully opened (L/D = 13)
L2 = 2 x 13 x 0,035 = 0,91 m
 3 buah elbow 90 0 (L/D = 30)
L3 = 3 x 30 x 0,035 = 3,15 m
 1 buah sharp edge entrance (K= 0,5 ; L/D = 24)
L4 = 1 × 24 × 0,035 = 0,84m
 1 buah sharp edge exit (K= 1,0 ; L/D = 46)
L5 = 1 × 46 × 0,035 = 1.61m
ΣL = 21,51 m
= 70,570 ft
Faktor gesekan (∑F)
0,031,878 ft/det  (70,570 ft)
2
fV 2 ΣL
∑F = =
2g c D 2 x 32,174 lbm.ft/lbf.det x 0,115 ft
= 1,009 ft.lbf/lbm
Dari persamaan neraca energi :

Universitas Sumatera Utara


g ΔV 2 ΔP
Wf  ΔZ    F
gc 2g c ρ
Tinggi pemompaan (ΔZ) = 35 ft
 32,174 ft/det 2 
Wf = 35 ft  2
+ 0 + 0 +1,009 ft.lbf/lbm
 32,174 ft.lbm/lbf.det 
= 36,009 ft.lbf/lbm
Efisiensi pompa = 80 % (Petters dkk, 2004)
ρQWf
Daya pompa =
η

=
 
62,428 lbm/ft 3 0,0195 ft 3 /det 36,009 ft.lbf/lbm
0,8

 1HP 
= 54,794 ft.lbf/det x  
 550 ft.lbf/det 
= 0,0,09 Hp
Maka dipilih pompa dengan daya motor = 1 Hp

LD-16 Pompa Sand Filter (P203)


Fungsi : Memompakan air dari sand filter ke menara air
Jenis : Pompa sentrifugal
Jumlah : 1 unit
Bahan konstruksi : Commersial steel
Kondisi operasi
Temperatur : 30oC
Densitas air : 1000 kg/m3 = 62,428 lbm/ft3 (Perry, 1999)
Viskositas air : 1 cp = 6,719 × 10-4 lbm/ft.s (Perry, 1999)
Laju alir massa (F) : 9.683,63 kg/jam = 4.392,465 lbm/jam
F 4.392,465 lbm/jam
Laju alir volume, Q : = 3
= 70,360 ft3/jam
ρ 62,428 lbm/ft
= 0,0195 ft3/s

Universitas Sumatera Utara


Diameter optimum, Do =3,9 × Q0,45 × ρ0,13 (Peters dkk, 2004)
0,45 0,13
= 3,9 × (0,195) × (62,428)
= 1,134 in
Digunakan pipa dengan spesifikasi dipilih : (Geankoplis, 1997)
 Ukuran pipa nominal : 1 1/4 in
 Schedule pipa : 40
 Diameter dalam (ID) : 1,380 in = 0,115 ft = 0,0358 m
 Diameter luar (OD) : 1,660 in = 0,138 ft
 Luas penampang dalam (Ai) : 0,01040 ft2

Q 0,195 ft 3 /s
Kecepatan linier, v = = = 1,875 ft/s
Ai 0,01040 ft 2

ρvD (62,428)(11,875)(0,115)
Bilangan Reynold, NRe = =
μ 6,719.10  4
= 20.034,287

Untuk commercial steel dengan diameter 1 1/4 in dari Appendix C-1 Foust

(1980), diperoleh :  = 0,0015


D

Pada NRe = 20.034,287dan  = 0,0015 dari Appendix C-3 Foust (1980)


D
diperoleh f = 0,03
Dari Appendix C-2a Foust (1980), diperoleh instalasi pipa sebagai berikut:
 Pipa lurus = 30 m
 2 buah gate valve fully opened (L/D = 13)
L2 = 2 x 13 x 0,035 = 0,91 m
 3 buah elbow 90 0 (L/D = 30)
L3 = 3 x 30 x 0,035 = 3,15 m
 1 buah sharp edge entrance (K= 0,5 ; L/D = 24)
L4 = 1 × 24 × 0,035 = 0,84 m
 1 buah sharp edge exit (K= 1,0 ; L/D = 46)
L5 = 1 × 46 × 0,035 = 1,61 m

Universitas Sumatera Utara


ΣL = 36,51 m
= 119,782 ft
Faktor gesekan (∑F)
0,031,875 ft/det  (119,782 ft)
2
fV 2 ΣL
∑F = =
2g c D 2 x 32,174 lbm.ft/lbf.det x 0,115 ft
= 1,707 ft.lbf/lbm
Dari persamaan neraca energi :
g ΔV 2 ΔP
Wf  ΔZ    F
gc 2g c ρ
Tinggi pemompaan (ΔZ) = 70 ft

 32,174 ft/det 2 
Wf = 70 ft  2
+ 0 + 0 + 1,707 ft.lbf/lbm
 32,174 ft.lbm/lbf.det 
= 71,707 ft.lbf/lbm
Efisiensi pompa = 80 % (Petters dkk, 2004)
ρQWf
Daya pompa =
η

62,428 lbm/ft 3 0,195 ft 3 /det 71,707 ft.lbf/lbm


=
0,8

 1HP 
= 109,115 ft.lbf/det x  
 550 ft.lbf/det 
= 0,19 Hp
Maka dipilih pompa dengan daya motor = 1 Hp

LD-17 Pompa Anion Exchanger (P204)


Fungsi : Mengalirkan air dari cation exchanger ke anion
exchanger
Jenis : Pompa sentrifugal
Jumlah : 1 unit
Bahan konstruksi : Commersial steel
Kondisi operasi
Temperatur : 30oC

Universitas Sumatera Utara


Densitas air : 1000 kg/m3 = 62,428 lbm/ft3 (Perry, 1999)
-4
Viskositas air : 1 cp = 6,719 × 10 lbm/ft.s (Perry, 1999)
Laju alir massa (F) : 1.159,084 kg/jam = 2.555,316 lbm/jam
F 2.555,316 lbm/jam
Laju alir volume, Q : = = 40,932 ft3/jam
ρ 62,428 lbm/ft 3
= 0,011 ft3/s
Diameter optimum, Do= 3,9 × Q0,487 × ρ0,144 (Peters dkk, 2004)
= 3,9 × (0,011) 0,487 × (62,428) 0,344
= 1,794 in

Digunakan pipa dengan spesifikasi Appendix A-5 Geankoplis (1999), dipilih :


 Ukuran pipa nominal : 2 in
 Schedule pipa : 40
 Diameter dalam (ID) : 2,067 in = 0,172 ft = 0,052 m
 Diameter luar (OD) : 2,375 in = 0,198 ft
 Luas penampang dalam (Ai) : 0,0233 ft2

Q 0,011 ft 3 /s
Kecepatan linier, v = = = 0,472 ft/s
Ai 0,0233 ft 2
ρvD (62,428)(0,472)(0,172)
Bilangan Reynold, NRe= = = 50681,547
μ 6,719.10  4

Untuk commercial steel dengan diameter 2 in dari Appendix C-1 Foust

(1980), diperoleh :  = 0,00085


D

Pada NRe = 10.291,747 dan  = 0,00085 dari Appendix C-3 Foust (1980)
D
diperoleh f = 0,026
Dari Appendix C-2a Foust (1980), diperoleh instalasi pipa sebagai berikut:
 Pipa lurus =7m
 2 buah gate valve fully opened (L/D = 13)
L2 = 2 x 13 x 0,052 = 1,352 m
 3 buah elbow 90 0 (L/D = 30)

Universitas Sumatera Utara


L3 = 3 x 30 x 0,052 = 4,68 m
 1 buah sharp edge entrance (K= 0,5 ; L/D = 26)
L4 = 1 × 26 × 0,052 = 1,352 m
 1 buah sharp edge exit (K= 1,0 ; L/D = 53)
L5 = 1 × 53 × 0,052 = 2,756 m
ΣL = 17,14 m
= 56,233 ft
Faktor gesekan (∑F)
0,0320,472 ft/det  (56,233 ft)
2
fV 2 ΣL
∑F = = = 0,036 ft.lbf/lbm
2g c D 2 x 32,174 lbm.ft/lbf.det x 0,172 ft
Dari persamaan neraca energi :
g ΔV 2 ΔP
Wf  ΔZ    F
gc 2g c ρ
Tinggi pemompaan (ΔZ) = 18 ft
 32,174 ft/det 2 
Wf = 18 ft  2
+ 0 + 0 + 0,036 ft.lbf/lbm
 32,174 ft.lbm/lbf.det 
= 18,103 ft.lbf/lbm
Efisiensi pompa = 80 % (Petters dkk, 2004)
ρQWf
Daya pompa =
η

=
 
62,428 lbm/ft 3 0,011 ft 3 /det 18,103 ft.lbf/lbm
0,8

 1 Hp 
= 15,539 ft.lbf/det x  
 550 ft.lbf/det 
= 0,02 Hp
Maka dipilih pompa dengan daya motor = 1 Hp

LD-18 Pompa Deaerator (P205)


Fungsi : Mengalirkan air dari Deaerator ke Boiler (ketel uap)
Jenis : Pompa sentrifugal
Jumlah : 1 unit
Bahan konstruksi : Commersial steel

Universitas Sumatera Utara


Kondisi operasi
Temperatur : 90oC
Densitas air : 965,321 kg/m3 = 60,263 lbm/ft3 (Perry, 1999)
Viskositas air : 1 cp = 6,719 × 10-4 lbm/ft.s (Perry, 1999)
Laju alir massa (F) : 1.075,068 kg/jam = 2.370,09 lbm/jam
F 2.370,09 lbm/jam
Laju alir volume, Q : = 3
= 39,32 ft3/jam
ρ 60,263 lbm/ft
= 0,65 ft3/s
Diameter optimum, Do: 3,9 × Q0,487 × ρ0,144 (Peters dkk, 2004)
= 3,9 × (0,65) 0,487 × (60,263) 0,344
= 12,75 in
Digunakan pipa dengan spesifikasi Appendix A-5 Geankoplis (1999), dipilih :
 Ukuran pipa nominal : 12 in
 Schedule pipa : 40
 Diameter dalam (ID) : 11,938 in = 0,30 ft = 0,09 m
 Diameter luar (OD) : 12,75 in = 0,32 ft
 Luas penampang dalam (Ai) : 0,01040 ft2
Q 0,65 ft 3 /s
Kecepatan linier, v = = = 62,5 ft/s
Ai 0,01040 ft 2
ρvD (60,263)(62,5)(0,115)
Bilangan Reynold, NRe= = = 644.649,96
μ 6,719.10  4
Untuk commercial steel dengan diameter 12 in dari Appendix C-1 Foust

(1980), diperoleh :  = 0,00018


D

Pada NRe = 644.649,96 dan  = 0,00018dari Appendix C-3 Foust (1980)


D
diperoleh f = 0,015
Dari Appendix C-2a Foust (1980), diperoleh instalasi pipa sebagai berikut:
 Pipa lurus =8m
 2 buah gate valve fully opened (L/D = 13)
L2 = 2 x 13 x 0,09 = 2,34 m
 3 buah elbow 90 0 (L/D = 30)

Universitas Sumatera Utara


L3 = 2 x 30 x 0,09 = 5,4 m
 1 buah sharp edge entrance (K= 0,5 ; L/D = 40)
L4 = 1 × 40 × 0,035 = 3,6 m
 1 buah sharp edge exit (K= 1,0 ; L/D = 80)
L5 = 1 × 80 × 0,09 = 7,2 m
ΣL = 26,54m
= 87,07 ft
Faktor gesekan (∑F)
0,01562,5 ft/det  (87,07 ft)
2
fV 2 ΣL
∑F = = = 264,27 ft.lbf/lbm
2g c D 2 x 32,174 lbm.ft/lbf.det x 0,30 ft
Dari persamaan neraca energi :
g ΔV 2 ΔP
Wf  ΔZ    F
gc 2g c ρ
Tinggi pemompaan (ΔZ) = 18 ft
 32,174 ft/det 2 
Wf = 18 ft  2
+ 0 + 0 + 264,27 ft.lbf/lbm
 32,174 ft.lbm/lbf.det 
= 282,27 ft.lbf/lbm
Efisiensi pompa = 80 % (Petters dkk, 2004)
ρQWf
Daya pompa =
η

=
 
60,263 lbm/ft 3 0,65 ft 3 /det 282,27 ft.lbf/lbm
0,8

 1 Hp 
= 13.820,98 ft.lbf/det x  
 550 ft.lbf/det 
= 25,12 Hp
Maka dipilih pompa dengan daya motor = 25 Hp

LD-19 Pompa Chiller (P207)


Fungsi : Mendistribusikan air pendingin dari Chiller
Jenis : Pompa sentrifugal
Jumlah : 1 unit
Bahan konstruksi : Commersial steel

Universitas Sumatera Utara


Kondisi operasi
Temperatur : 10oC
Densitas air : 1000 kg/m3 = 62,428 lbm/ft3 (Perry, 1999)
Viskositas air : 1 cp = 6,719 × 10-4 lbm/ft.s (Perry, 1999)
Laju alir massa (F) : 115.908 kg/jam = 255.531,7283 lbm/jam
F 255.531,7283 lbm/jam
Laju alir volume, Q : = 3
= 4.093,223 ft3/jam
ρ 62,428 lbm/ft
= 1,137 ft3/s
Diameter optimum, Do: 3,9 × Q0,45 × ρ0,13 (Peters dkk, 2004)
= 3,9 × (1,137) 0,45 × (62,428) 0,13
= 7,07 in
Dari Appendix A-5 Geankoplis (1997), digunakan pipa dengan spesifikasi :
 Ukuran pipa nominal : 8 in
 Schedule pipa : 40
 Diameter dalam (ID) : 7,981 in = 0,665 ft = 0,203 m
 Diameter luar (OD) : 8,625 in = 0,719 ft
 Luas penampang dalam (Ai) : 0,3474 ft2

Q 1,137 ft 3 /s
Kecepatan linier, v = = = 3,276 ft/s
Ai 0,3474 ft 2
ρ v D (62,428)(3,276)(0,665)
Bilangan Reynold, NRe= = = 202.413,893
μ 6,719.10  4

Untuk commercial steel dengan diameter 8 in dari Appendix C-1 Foust

(1980), diperoleh :  = 0,00022


D

Pada NRe = 202.413,893dan  = 0,00022 dari Appendix C-3 Foust (1980),


D
diperoleh f = 0,026
Dari Appendix C-2a Foust (1980), diperoleh instalasi pipa sebagai berikut:
 Pipa lurus = 25 m
 2 buah gate valve fully opened (L/D = 13)
L2 = 2 x 13 x 0,203 = 5,278 m

Universitas Sumatera Utara


 3 buah elbow 90 0 (L/D = 30)
L3 = 2 x 30 x 0,203 = 12,18 m
 1 buah sharp edge entrance (K= 0,5 ; L/D = 35)
L4 = 1 × 35 × 0,203 = 7,105 m
 1 buah sharp edge exit (K= 1,0 ; L/D = 70)
L5 = 1 × 70 × 0,203 = 14,21 m
ΣL = 63,773 m
= 209,226 ft
Faktor gesekan (∑F)
0,0263,276ft/det  (209,226 ft)
2
fV 2 ΣL
∑F = =
2g c D 2 x 32,174 lbm.ft/lbf.det x 0,665 ft
= 1,364 ft.lbf/lbm
Dari persamaan neraca energi :
g ΔV 2 ΔP
Wf  ΔZ    F
gc 2g c ρ
Tinggi pemompaan (ΔZ) = 55 ft
 32,174 ft/det 2 
Wf = 55 ft  2
+ 0 + 0 + 1,364 ft.lbf/lbm
 32,174 ft.lbm/lbf.det 
= 56,364ft.lbf/lbm
Efisiensi pompa = 80 % (Petters dkk, 2004)
ρQWf
Daya pompa =
η

=
 
62,428 lbm/ft 3 1,137 ft 3 /det 56,364 ft.lbf/lbm
0,8

 1 Hp 
= 5.000,940ft.lbf/det x  
 550 ft.lbf/det 
= 9,09 Hp
Maka dipilih pompa dengan daya motor =10 Hp

Universitas Sumatera Utara


LD-20 Pompa Water Cooling Tower (P206)
Fungsi : Mendistribusikan air pendingin dari Cooling tower
Jenis : pompa sentrifugal
Jumlah : 1 unit
Bahan konstruksi : Commersial steel
Kondisi operasi
Temperatur : 24oC
Densitas air : 1000 kg/m3 = 62,4302 lbm/ft3 (Perry, 1999)
Viskositas air : 1 cp = 6,71 × 10-4 lbm/ft.s (Perry, 1999)
Laju alir massa (F) : 115.908,4316 kg/jam = 255,531,7283 lbm/jam
F 255.531,7283 lbm/jam
Laju alir volume, Q : = 3
= 4.093,223 ft3/jam
ρ 62,428 lbm/ft
= 1,137 ft3/s
Diameter optimum, Do: 3,9 × Q0,45 × ρ0,13 (Peters dkk, 2004)
0,45 0,13
= 3,9 × (1,137) × (62,428)
= 7,07 in
Dari Appendix A-5 Geankoplis (1997), digunakan pipa dengan spesifikasi :
 Ukuran pipa nominal : 8 in
 Schedule pipa : 40
 Diameter dalam (ID) : 7,981 in = 0,665 ft = 0,203 m
 Diameter luar (OD) : 8,625 in = 0,719 ft
 Luas penampang dalam (Ai) : 0,3474 ft2

Q 1,137 ft 3 /s
Kecepatan linier, v = = = 3,276 ft/s
Ai 0,3474 ft 2
ρ v D (62,428)(3,276)(0,665)
Bilangan Reynold, NRe= = = 202.413,893
μ 6,719.10  4

Untuk commercial steel dengan diameter 8 in dari Appendix C-1 Foust

(1980), diperoleh :  = 0,00022


D

Universitas Sumatera Utara


Pada NRe = 202.413,893 dan  = 0,00022 dari Appendix C-3 Foust
D
(1980), diperoleh f = 0,026

Dari Appendix C-2a Foust (1980), diperoleh instalasi pipa sebagai berikut:
 Pipa lurus = 25 m
 2 buah gate valve fully opened (L/D = 13)
L2 = 2 x 13 x 0,203 = 5,278 m
 3 buah elbow 90 0 (L/D = 30)
L3 = 2 x 30 x 0,203 = 12,18 m
 1 buah sharp edge entrance (K= 0,5 ; L/D = 35)
L4 = 1 × 35 × 0,203 = 7,105 m
 1 buah sharp edge exit (K= 1,0 ; L/D = 70)
L5 = 1 × 70 × 0,203 = 14,21 m
ΣL = 63,773 m
= 209,226 ft
Faktor gesekan (∑F)
0,0263,2761ft/det  (209,226 ft)
2
fV 2 ΣL
∑F = =
2g c D 2 x 32,174 lbm.ft/lbf.det x 0,665 ft
= 1,364ft.lbf/lbm
Dari persamaan neraca energi :
g ΔV 2 ΔP
Wf  ΔZ    F
gc 2g c ρ
Tinggi pemompaan (ΔZ) = 55 ft
 32,174 ft/det 2 
Wf = 55 ft  2
+ 0 + 0 + 1,364 ft.lbf/lbm
 32,174 ft.lbm/lbf.det 
= 56,042 ft.lbf/lbm
Efisiensi pompa = 80 % (Petters dkk, 2004)
ρQWf
Daya pompa =
η

=
 
62,428 lbm/ft 3 1,137 ft 3 /det 56,364 ft.lbf/lbm
0,8

Universitas Sumatera Utara


 1 Hp 
= 5.000,940 ft.lbf/det x  
 550 ft.lbf/det 
= 9,09 Hp
Maka dipilih pompa dengan daya motor = 10 Hp

LD-21 Pengolahan Limbah


a. Bak penampung
Fungsi : Tempat menampung air buangan sementara
Bentuk : Persegi panjang
Jumlah : 1 unit
Laju volumetrik air buangan = 16,467 m3/hari
Waktu penampungan air buangan = 7 hari
Volume air buangan = 16,467 x 7 hari = 115,269 m3
Direncanakan digunakan 1 buah bak penampung
Bak terisi 80 %, maka volume bak = 115,269 / 0,8 = 144,086 m3
Direncanakan ukuran bak sebagai berikut:
- Panjang bak (p) = 4 x tinggi bak (t)
- Lebar bak (l) = 2 x tinggi bak (t)
Maka:
Volume bak =p x l x t
144,086 m3 = 4t x 2t x t
Tinggi bak = 2,740 m
Jadi dimensi bak
Panjang = 4 x 2,740 m = 10,962 m
Lebar = 2 x 2,740 m = 5,48 m
Tinggi = 2,740 m
Luas bak = 10,962 x 5,48 = 60,07 m2

b. Bak pengendapan
Fungsi : Menghilangkan padatan dengan cara pengendapan
Bentuk : Persegi panjang
Jumlah : 1 unit

Universitas Sumatera Utara


Laju volumetrik air buangan = 16,467 m3/hari
Direncanakan kecepatan overflow maksimum = 6 m3/m2hari
Waktu tinggal air buangan = 1 hari = 24 jam
Volume bak = 16,467 m3/hari x 1 hari = 16,467 m3
16,396 m 3 hari
Luas bak, A = 3
 2,732 m 2
6m 2
m hari
A = ¼  D2
D = 2,14 m
Kedalaman bak, h = V/A = 16,467 / 2,14 = 7,678 m

c. Bak penetralan
Fungi : Tempat menetralkan pH limbah yang bersifat asam (limbah
dianggap bersifat asam)
Bentuk : Persegi panjang
Jumlah : 1 unit
Laju volumetrik air buangan = 16,467m3/hari
Waktu penampungan air buangan = 1 hari
Volume bak = 16,467m3/hari x 1 hari = 16,467 m3
Direncanakan menggunakan 1 buah bak penetralan dengan volume 80%
Volume bak = 16,467 / 0,8 = 20,583 m3
Direncanakan ukuran bak sebagai berikut:
Direncanakan ukuran bak sebagai berikut:
- Panjang bak (p) = 3 x tinggi bak (t)
- Lebar bak (l) = 2 x tinggi bak (t)
Maka:
Volume bak =p x l x t
3
20,583 m = 3t x 2t x t
Tinggi bak = 0,793 m
Jadi dimensi bak
Panjang = 3 x 0,793 m =2,379m
Lebar = 2 x 0,793 m = 1,586m
Tinggi = 0,793 m

Universitas Sumatera Utara


Luas bak = 2,379 x 1,586= 3,773 m2
Air buangan dari pabrik yang menghasilkan bahan-bahan organik. Maka air
limbah tersebut harus dinormalkan dari keadaan asam sampai mencapai pH=7. untuk
menetralkan air limbah menggunakan soda abu (Na2CO3). Kebutuhan soda abu untuk
menetralkan limbah organik = 0,15 gram soda abu/30 ml air limbah yang mempunyai
pH = 5 (laboratorium Kimia analitik FMIPA, USU, 1999).
Jumlah air buangan = 16,467 m3/hari = 16.467 ltr/hari = 16.467.000 ml/hari
Kebutuhan soda abu = 16.467.000 ml/hari x (0,15 gr/30 ml)
= 82335 gr/hari = 82,335kg/hari

d. Pengolahan Limbah Dengan Sistem Activated Sludge (Lumpur Aktif)


Pengolahan limbah cair pabrik ini dilakukan dengan menggunakan activated
sludge (sistem lumpur aktif), mengingat cara ini dapat menghasilkan effluent dengan
BOD yang lebih rendah (20-30 mg/l) (Perry, 1999).
Proses lumpur aktif merupakan proses aerobis dimana flok lumpur aktif (lumpur
yang mengdanung mikroorganisme mikroflora dan mikrofauna) tersuspensi di dalam
campuran lumpur yang mengandung O2. Biasanya mikroorganisme yang digunakan
merupakan kultur campuran seperti bakteri (Sphaerotilus natans, Thiothrix sp,
lactobacillus sp, Peloploca sp, dan lain-lain), protozoa, fungi (Leptomitus sp,
Geotrichum cdanidum, dan lain-lain), rotifera, dan nematoda. Flok lumpur aktif ini
sendiri merupakan makanan bagi mikroorganisme ini sehingga akan diresirkulasi
kembali ke tangki aerasi.
Data:
Laju alir volumetrik air buangan (Q) = 16,467 m3/hari = 4.350,087 gal/hr
BOD5 influent (So) = 760 mg/l (Hammer, 1986)
Efisiensi reaktor (E) = 95 % (Metcalf dan Eddy, 1991)
Koefisien cell yield (Y) = 0,8 mgvss/mg BOD5 (Metcalf dan Eddy, 1991)
Koefisien endogenous decay (Kd) = 0,025 hari-1 (Metcalf dan Eddy, 1991)
Mixed liquor suspended solid = 450 mg/l
Mixed liquor volatile suspended solid (X) = 340 mg/l
Waktu tinggal sel (Qc) = 7 hari

Universitas Sumatera Utara


1. Penentuan BOD5 Effluent (S)
So  S
E x 100 % (Metcalf dan Eddy, 1991)
So

ES o
S  So 
100
95 x 760
S  760 
100
S = 38 mg/l (BOD5 effluent (s) maksimum = 50 mg/l)
2. Penentuan volume aerator (Vr)
e c . Q. Y (S o  S)
Vr  (Metcalf dan Eddy, 1991)
X. (1  Kd. e c )

(7 hari) . (16,467 m 3 /hari) . (0,8) . (760  38) mg/l



(340 mg/l) (1  0,025x7)
= 166,656m3
3. Penentuan ukuran kolom aerasi
Tinggi cairan dalam aerator = 4,57 m (Metcalf dan Eddy, 1991)
Perbandingan lebar dan tinggi = 1,5 : 1 (Metcalf dan Eddy, 1991)
Jadi, lebar = 1,5 x 4,57 m = 6,855 m
V =pxlxt
166,656m3 = p x 4,57 m x 6,855 m
166,656
p = = 5,3 m
31,327
Faktor kelonggaran = 0,5 m diatas permukaan air (Metcalf dan Eddy,
1991). Jadi, ukuran aerator, sebagai berikut:
 Panjang = 5,3m
 Lebar = 6,855 m
 Tinggi = 4,57 + 0,5 = 5,07 m

4. Penentuan jumlah flok yang disirkulasi (Qr)


Dimana :
Qw = Debit alir Sludge
Xr = Masa padatan resirkulasi (yang diolah kembali)
Qc = Debit alir limbah olahan

Universitas Sumatera Utara


LD-44

Xc = Masa padatan limbah olahan


Perhitungan: (Metcalf dan Eddy, 1991)
Qc = Q = 4.350,087 galon/hari
Xe = 0,001 X = 0,001 x 340 mg/l = 0,34 mg/l
Xr = 0,999 X = 339,66 mg/l
Px = Qw + Xr
Y
Yobs =
1  kd θc
0,8
Yobs = = 0,68
1  0,025 x 7
Px = 0,68 x 4.350,087 (760-38) mg/l = 2.135.718,714 gal.mg/l.hari
Neraca massa pada bak sedimentasi
Akumulasi = Jumlah massa masuk – jumlah massa keluar
0 = (Q + Qr) X - Qe Xe - Qw Xr
= QX + QrX - Q (0,001 X) - Px
QX 0,001  1  Px
Qr =
X
4.350,087 x 340 0,001  1  2.135.718,714
=
340
= 1.939,788 m3
5. Penentuan waktu tinggal di aerator ()
Vr 1.935,788 m 3
θ  3
= 11,755 hari = 12 hari
Q 16,467 m
hari

Universitas Sumatera Utara


LAMPIRAN E
PERHITUNGAN ASPEK EKONOMI

Dalam rencana pra rancangan pabrik pembuatan olein dan stearin digunakan
asumsi sebagai berikut:
1. Perusahaan beroperasi selama 330 hari dalam setahun.
2. Kapasitas produksi maksimum adalah 1000 ton/hari
3. Perhitungan didasarkan pada harga peralatan terpasang (HPT)
4. Harga alat disesuaikan dengan basis Agustus 2007, dimana nilai tukar dollar
terhadap rupiah adalah US$ 1 = Rp 9.020,- (Harian Analisa 3 Agustus 2007)

LE.1 Modal Investasi Tetap


LE.1.1 Modal Investasi Tetap Langsung (MITL)
A. Biaya Tanah
Biaya tanah pada lokasi pabrik diperkirakan Rp 50.000,-/m2 (Besitang, 2007)
Harga tanah seluruhnya = 12000 m2 x Rp 50.000,-/m2
= Rp 600.000.000,-

Biaya perataan tanah diperkirakan 5 % dari harga tanah seluruhnya


Biaya perataan tanah = 0,05 x Rp 600.000.000,- (Peters dkk , 2004)
= Rp 30.000.000,-
Total biaya tanah = Rp 600.000.000,- + Rp 30.000.000,-
= Rp 630.000.000.-

Universitas Sumatera Utara


B. Harga Bangunan
Perincian harga bangunan dapat dilihat pada Tabel LE–1 berikut:

Tabel LE – 1 Perincian harga bangunan


Nama Bangunan Luas (m2) Harga (Rp/m2) Jumlah (Rp)
Area Proses 5.000 3.000.000 15.000.000.000
Kantor 300 2.000.000 600.000.000
Parkir 500 1.000.000 500.000.000
Tempat Ibadah 200 1.000.000 200.000.000
Kantin 44 500.000 22.000.000
Poliklinik 100 1.000.000 100.000.000
Bengkel 200 1.200.000 240.000.000
Pembangkit Listrik 150 2.000.000 300.000.000
Pengolahan air 500 2.000.000 1.000.000.000
Pengolahan Limbah 420 500.000 210.000.000
Ruang Boiler 200 2.500.000 500.000.000
Pos Keamanan 6 500.000 3.000.000
Jalan 600 2.000.000 1.200.000.000
Gudang Peralatan 780 1.000.000 780.000.000
Taman 1.000 300.000 300.000.000
Total 10.000 20.955.000.000

C. Perincian Harga Peralatan


Harga peralatan dapat dicari dengan menggunakan persamaan berikut :
I   X2
m

Cx = Cy  x  . 
I  X
 y   1 

Dimana : Cx = Harga alat pada tahun pembelian (2007)


Cy = Harga alat pada kapasitas yang tersedia
Ix = Index harga pada tahun 2007
Iy = Index harga pada tahun yang tersedia
X1 = Kapasitas alat yang tersedia

Universitas Sumatera Utara


X2 = Kapasitas alat yang diinginkan
m = Faktor eksponensial untuk jenis alat yang tersedia
Untuk menghitung semua harga peralatan pada pabrik, digunakan Metoda
Marshall R Swift Equipment Cost Index. Index yang digunakan adalah Chemichal
Engineering Plant Cost Index (Peters dkk, 2004).

Tabel LE – 2 Data Index Harga Chemical Engeneering (CE)


Index
Tahun Xi Xi2 Yi2 Xi . Yi
(Yi)
1993 964,2 1 1 929681,64 964,2
1994 993,4 2 4 986843,56 1986,8
1995 1027,5 3 9 1055756,25 3082,5
1996 1039,1 4 16 1079728,81 4156,4
1997 1056,8 5 25 1116826,24 5284,0
1998 1061,9 6 36 1127631,61 6371,4
1999 1068,3 7 49 1141264,89 7478,1
2000 1089,0 8 64 1185921,00 8712,0
2001 1093,9 9 81 1196617,21 9845,1
2002 1102,5 10 100 1215506,25 11025,0
Total 10496,6 55 385 11035777,46 58905,5
Sumber: Peters dkk, 2004

Untuk mencari Index harga pada tahun 2007 digunakan Metoda Regresi
Koefisien Korelasi, yaitu :
(n .  X i .Yi )  ( X i .  Yi )
r =
{(n .  X i  ( X i ) 2 } x {n .  Yi  ( Yi ) 2 )}
2 2

= 0,97
Harga koefisien yang mendekati +1 menyatakan bahwa terdapat hubungan linear
antar variabel X dan Y, sehingga persamaan regresi yang mendekati adalah
Persamaan Regresi Linear.

Universitas Sumatera Utara


Persamaan umum Regresi Linear adalah Y = a + b X
Dengan : Y = Index harga pada tahun yang dicari (2007)
X = Variabel tahun ke n
a, b = Tetapan persamaan regresi
dimana a dan b dapat dicari dengan menggunakan rumus :
( X i x  Yi )  ( X i x  X i . Yi )
2

a =
(n .  X i )  ( X i ) 2
2

(385 x 10496,6)  (55 x 58905,5)


= = 971,38
(10 x 385)  55 2
(n x  X i . Yi )  ( X i x  Yi )
b =
(n .  X i )  ( X i ) 2
2

(10 x 58905,5)  (55 x 10496,6)


= = 14,23
(10 x 385)  55 2
Dengan demikian harga Index pada tahun 2007 (n =15 tahun, maka X = 15)
adalah:
Y = 971,38 + (14,23 x 15)
= 1184,9
Untuk alat yang tidak tersedia, faktor eksponennya (m) dianggap 0,6 (Peters dkk,
2004).

Contoh perhitungan estimasi harga peralatan:


Nama alat : Tangki Stearin
Jumlah : 3 buah
Volume tangki (X2) : 395,874 m3
Untuk tangki RBDPO, volume tangki yang disediakan
X1 = 10.000 m3
Cy = US$ 380.000
Ix = 1184,9
Iy = 1102,5
m = 0,57

Universitas Sumatera Utara


Maka harga tangki pada tahun 2007 :
0 , 57
 395,874   1184,9 
Cx = US$ 380.000 x    
 10000   1102,5 
= US$6.4817,783 x Rp 9.020,-
= Rp 584.633.679,-
Dengan cara yang sama perkiraan harga alat proses yang lainnya dapat dilihat
pada Tabel LE – 3 dan Tabel LE – 4 untuk perkiraan harga peralatan utilitas pada
Pabrik Pembuatan Olein dan Stearin dari Refined Bleached Degummed Palm Oil.

Tabel LE – 3 Perkiraan Harga Peralatan Proses


No Nama Alat Unit Harga/Unit (Rp) Harga Total (Rp)
1 Tangki RBDPO 3 2.541.488.110 7.624.464.330
2 Heat Exchanger 1 854.001.723 854.001.723
3 Tangki Kristalisasi 2 1.516.529.898 3.033.059.796
4 Filter Press 3 339.595.007 1.018.785.021
5 Bak Penampung 3 61.854.000 185.562.000
6 Tangki Olein 3 601.449.202 1.804.347.606
7 Tangki Stearin 3 584.633.679 1.753.901.037
8 Pompa 101* 1 8.000.000 24.000.000
9 Pompa 102* 1 5.000.000 5.000.000
10 Pompa 103* 1 3.000.000 3.000.000
11 Pompa 104* 3 2.500.000 7.500.000
12 Pompa 105* 3 2.500.000 7.500.000
Total 29 16.321.121.513
Sumber: Peters dkk, 2004
* PT Sinak Teknik, 2007

Universitas Sumatera Utara


Tabel LE – 4 Perkiraan Harga Peralatan Utilitas
Harga/Unit Harga Total
No Nama Alat Unit (Rp) (Rp)
1 Bak Pengendapan 3 9.447.300.000 28.341.900.000
2 Clarifier 2 290.520.000.000 581.040.000.000
3 Sand Filter 2 250.497.310 500.994.620
4 Menara Air 1 78.049.000 78.049.000
5 Penukar Kation 1 23.324.464 23.324.464
6 Penukar Anion 1 24.589.916 24.589.916
7 Pembangkit Steam 1 1.475.897.658 1.475.897.658
8 Water Cooling Tower 1 404.657.313 404.657.313
9 Chiller 1 265.424.305 265.424.305
10 Tangki Alum 1 19.574.030 19.574.030
11 Tangki CaCO3 1 13.976.505 13.976.505
12 Tangki NaOH 1
13 Tangki H2SO4 1
14 Tangki Kaporit 1 1.046.742 1.046.742
16 Pompa 201* 2 2.500.000 5.000.000
17 Pompa 202* 2 2.500.000 5.000.000
18 Pompa 203* 1 2.500.000 2.500.000
19 Pompa 204* 1 2.500.000 2.500.000
20 Pompa Water Cooling Tower* 1 9.000.000 9.000.000
21 Pompa Chiller* 1 9.000.000 9.000.000
Total 25 3.449.915.453.-
Sumber: Peters dkk, 2004
* PT Sinar Teknik, 2007

Total harga peralatan = Rp 16.321.121.513,- + Rp 3.449.915.453,-


= Rp 19.691.037.966,-

Harga peralatan di atas masih merupakan perkiraan. Untuk harga alat sampai di
lokasi pabrik ditambahkan biaya sebagai berikut (Peters dkk, 2004):

Universitas Sumatera Utara


- Biaya transportasi = 5%
- Biaya asuransi = 1%
- Bea masuk = 15 %
- PPn = 10 %
- PPh = 10 %
- Biaya gudang di pelabuhan = 0,5 %
- Biaya administrasi pelabuhan = 0,5 %
- Transportasi lokal = 0,5 %
- Biaya tak terduga = 0,5 %
Total = 43 %

Alat dengan tanda ( * ) adalah harga OTR dan tidak dikenakan biaya tambahan
Maka alat yang dikenakan biaya tambahan adalah
= 19.691.037.966,- - 80.000.000,- = 1.961.103.796,-
Harga alat impor sampai ke lokasi pabrik = 1,43 x Rp 19.694.165.674,-
= Rp 28.158.184.291,-
Harga total alat = Rp28.158.184.291,-+ Rp 80.000.000,- = Rp.28.238.184.291,-
Biaya pemasangan diperkirakan 10 % dari harga peralatan (Peters dkk, 2004)
Biaya pemasangan = 0,1 x Rp 28.238.184.291,-
= Rp 2.823.818.429,-
D. Harga peralatan terpasang (HPT)
= Rp 28.238.184.291,-+ Rp 2.823.818.429,-
= Rp 31.062,022,721,-

E. Instrumentasi dan Alat Kontrol


Diperkirakan biaya instrumentasi dan alat kontrol 13 % dari HPT
(Peters dkk, 2004)
Biaya instrumentasi dan alat kontrol = 0,13 x Rp 31.062,022,721,-
= Rp 4.038.060.354,-
F. Biaya Perpipaan
Diperkirakan biaya perpipaan 80 % dari HPT. (Peters dkk, 2004)
Biaya perpipaan = 0,8 x Rp 31.062,022,721,-= Rp 24.849.602.176,-

Universitas Sumatera Utara


G. Biaya Instalasi Listrik
Diperkirakan biaya instalasi listrik 10 % dari HPT. (Peters dkk, 2004)
Biaya instalasi listrik = 0,1 x Rp 31.062,022,721,-= Rp 3.106,200,272,-
H. Biaya Insulasi
Diperkirakan biaya insulasi 8 % dari HPT. (Peters dkk, 2004)
Biaya insulasi = 0,08 x Rp 31.062,022,721,-
= Rp 2.484.960.218,-
I. Biaya Inventaris Kantor
Diperkirakan biaya inventaris kantor 1 % dari HPT. (Peters dkk, 2004)
Biaya inventaris kantor = 0,01 x Rp 31.062,022,721,-
= Rp 310.620.027,-
J. Biaya Perlengkapan Kebakaran dan Keamanan
Diperkirakan biaya perlengkapan kebakaran dan keamanan 1 % dari HPT.
(Peters dkk, 2004)
Biaya perlengkapan kebakaran dan keamanan = 0,01 x Rp 31.062,022,721,-
= Rp 310.620.027,-
K. Sarana Transportasi

Tabel LE – 5 Biaya Sarana Transportasi


Harga/unit Harga Total
Jenis kendaraan Unit Jenis
(Rp) (Rp)
Mobil Direktur 1 New Camry 2.4 G A/T 382.000.000 382.000.000
Mobil Manajer 4 Ford Everest 4x2 A/T XLT 256.700.000 1.026.800.000
Mobil Dinas 1 Innova E Standar 152.300.000 152.300.000
Truk 2 Dyna 6 roda Chassis 140 PS 181.200.000 362.400.000
Total 1.923.500.000
Sumber: Autobild, 2007

Total MITL = A + B + C + D + E + F + G + H + I + J + K
= Rp 68.085.565.795,-

Universitas Sumatera Utara


LE.1.2 Modal Investasi Tetap Tak Langsung (MITTL)
A. Pra Investasi
Diperkirakan 7 % dari MITL = 0,07 x Rp 68.085.565.795,-
= Rp 4.765.989.606,-
B. Engineering dan Supervisi
Diperkirakan 8 % dari MITL = 0,08 x Rp 68.085.565.795,-
= Rp 5.446,845.263.576,-
C. Biaya Kontraktor
Diperkirakan 2 % dari MITL = 0,02 x Rp 68.085.565.795,-
= Rp 1.361.711.316,-
D. Biaya Tak Terduga
Diperkirakan 10 % dari MITL = 0,1 x Rp 68.085.565.795,-
= Rp 6.808.556.579,-
Total MITTL = A+B+C+D
= Rp 18.383.102.765,-
Total MIT = MITL + MITTL
= Rp 68.085.565.795,-,-+ Rp. 18.385.932.190,-
= Rp 86.468.668.559,-

LE.2 Modal Kerja


Modal kerja dihitung untuk pengoperasian pabrik selama 3 bulan (90 hari).

LE.2.1 Persediaan Bahan Baku


a. Persediaan Bahan Baku Proses
1. RBDPO
Kebutuhan = 78.572 kg/jam
Harga/kg = Rp 6.500,- (www.surabayapost.com)
Harga total = 90 hari x 24 jam/hari x 78.572 kg/jam x Rp 6.500/kg
= Rp 1.103.151.413.520,-
b. Persediaan Bahan Baku Utilitas
1. Alum, Al2(SO4)3
Kebutuhan = 11,616 kg/hari

Universitas Sumatera Utara


Harga = Rp 9.000,-/kg (CV. Rudang Jaya, 2007)
Harga total = 90 hari x 11,616 kg/hari x Rp 9.000,- /kg = Rp 9.408.960,-
2. Soda abu, Na2CO3
Kebutuhan = 6,264 kg/hari
Harga = Rp 8.100,-/kg (CV. Rudang Jaya, 2007)
Harga total = 90 hari x 6,264 kg/hari x Rp 8.100,- /kg = Rp 4.408.456,-
3. NaOH
Kebutuhan = 0,051 kg/hari
Harga = Rp 22.000,-/kg (CV. Rudang Jaya, 2007)
Harga total = 90 hari x 0,051 kg/hari x Rp 22.000,- /kg = Rp 100.980,-
4. Asam sulfat (H2SO4)
Kebutuhan = 0,279 kg/hari
Harga = Rp 367.000,-/liter (CV. Rudang Jaya, 2007)
0,279 kg/hari x 90 hari
Total harga = x 367.000 /kg  Rp 5.057.832
1,822 kg/ltr
5. Kaporit
Kebutuhan = 0,12 kg/hari
Harga = Rp 8.000,-/kg (CV. Rudang Jaya, 2007)
Harga total = 90 hari x 0,12 kg/hari x Rp 8.000,-/kg = Rp 86.400,-
6. Solar
Kebutuhan = 9.949 ltr/hari
Harga = Rp 5.000,-/ltr (Pertamina, 2007)
Harga total = 90 hari x 5.870 ltr/jam x Rp 5.000,-/ltr
= Rp 4.477.248.000,-
7. Amoniak
Kebutuhan = 4,863 ton
Harga = USD265,-/ton (www.chemlink.com)
Harga total = 4,863 ton x USD 265,-/ton x 9.020 Rp/USD
= Rp 11.625.673.426,-
Total biaya persediaan bahan baku proses dan utilitas selama 3 bulan adalah Rp
1.119.273.855.574,-
Total biaya persediaan bahan baku 1 tahun adalah = Rp 4.477.094.222.298,-

Universitas Sumatera Utara


LE.2.2 Kas
1. Gaji Pegawai

Tabel LE – 6 Perincian Gaji Pegawai


No Jabatan Jumlah Gaji/bulan (Rp) Gaji Total (Rp)
1 Dewan Komisaris 3 10.000.000 30.000.000
2 Direktur 1 15.000.000 15.000.000
3 Sekretaris 1 3.000.000 3.000.000
4 Manajer Personalia 1 6.000.000 6.000.000
5 Manajer Produksi 1 6.000.000 6.000.000
6 Manajer Umum 1 6.000.000 6.000.000
7 Manajer Pemasaran 1 6.000.000 6.000.000
8 Supervisor 4 4.000.000 16.000.000
9 Karyawan Legal 1 4.000.000 4.000.000
10 Karyawan Humas 2 4.000.000 8.000.000
11 Karyawan Perekrutan 1 4.000.000 4.000.000
12 Karyawan Proses 16 1.500.000 24.000.000
13 Karyawan Utilitas 12 1.500.000 18.000.000
14 Karyawan Bengkel 4 1.300.000 5.200.000
15 Karyawan Laboratorium 4 2.000.000 8.000.000
16 Karyawan Administrasi 3 1.000.000 3.000.000
17 Karyawan Kesehatan 2 1.500.000 3.000.000
18 Karyawan Keamanan 9 1.800.000 16.200.000
19 Karyawan Kebersihan 2 900.000 1.800.000
20 Karyawan transportasi 2 1.000.000 2.000.000
21 Karyawan Perlengkapan 1 1.300.000 1.300.000
22 Karyawan Pemasaran 2 2.000.000 4.000.000
23 Dokter 1 3.000.000 3.000.000
Total 75 193.500.000

Total gaji pegawai selama 3 bulan = 3 x Rp 193.500.000,- = Rp 580.500.000,-

Universitas Sumatera Utara


2. Biaya Administrasi Umum
Diperkirakan 10 % dari gaji pegawai = 0,1 x Rp 580.500.000,-
= Rp 58.050.000,-
3. Biaya Pemasaran
Diperkirakan 10 % dari gaji pegawai = 0,1 x Rp 580.500.000,-
= Rp 58.050.000,-
4. Pajak Bumi dan Bangunan
Menurut UU No. 20 Tahun 2000 Jo UU No. 21 Tahun 1997:
NJOP (Rp)
Objek Pajak Luas (m2) 2
Per m Jumlah
Bumi 12000 100.000 1.200.000.000
Bangunan 8500 300.000 2.550.000.000

Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) sebagai dasar pengenaan PBB


= Rp 1.200.000.000,- + Rp 2.550.000.000,- = Rp 3.750.000.000,-
Bangunan yang tidak kena pajak adalah tempat ibadah yaitu sebesar 100 m2
NJOP Tidak Kena Pajak = 200 x Rp 300.000,- (Perda Sumatera Utara)
= Rp 60.000.000,-
NJOP untuk penghitungan PBB = Rp 3.7500.00.000,- – Rp 60.000.000,-
= Rp 3.690.000.000,-
Nilai Jual Kena Pajak = 20 % x Rp 3.690.000.000,-
= Rp 738.000.000,-
Pajak Bumi dan Bangunan yang terutang = 0,5 % x Rp 738.000.000,-
= Rp 36.900.000,-
Pajak Bumi dan Bangunan per 3 bulan = (3/12) x Rp 36.900.000,-
= Rp 9.225.000,-
Tabel LE – 7 Perincian Biaya Kas
No. Jenis Biaya Jumlah (Rp)
1. Gaji Pegawai 580.500.000
2. Administrasi Umum 58.050.000
3. Pemasaran 58.050.000
4. Pajak Bumi dan Bangunan 9.225.000
Total 705.825.000

Universitas Sumatera Utara


LE.2.3 Biaya Start – Up
Diperkirakan 12 % dari Modal Investasi Tetap (Peters dkk, 2004)
= 0,12 x Rp 86.468.668.059,- = Rp 8.170.267.895,-

LE.2.4 Piutang Dagang


IP
PD   HPT
12
dimana: PD = Piutang dagang
IP = Jangka waktu kredit yang diberikan (3 bulan)
HPT = Hasil penjualan tahunan
1. Produksi olein (minyak goreng) = 41.666 kg/jam
Harga jual olein (minyak goreng) = Rp 9000 /kg (Pusat pasar, 2007)
Produksi olein per tahun adalah:
kg hari jam
= 41.666 x 330 x 24 = 329.994.720 kg/tahun
jam tahun hari
Hasil penjualan olein per tahun adalah
= 329.994.720 kg x Rp 9000 /kg
= Rp 2.969.952.480.000,-
2. Produksi Stearin = 36,906 kg/jam
Harga jual stearin = Rp 12.000/kg (Pusat pasar, 2007)
Produksi stearin per tahun adalah:
kg hari jam
= 36,906 x 330 x 24 = 292.295.821 kg/tahun
jam tahun hari
Hasil penjualan stearin per tahun adalah
= 292.295.821 kg x Rp 12.000 /kg = Rp 3.507.549.851.520,-
Maka harga total penjualan per tahun:
= Rp 2.969.952.480.000,- + Rp 3.507.549.851.520,-
= Rp 6.477.502.331.520,-
3
Piutang Dagang = x Rp 6.477.502.331.520,-
12
= Rp 1.619.375.582.880,-

Universitas Sumatera Utara


Tabel LE – 8 Perincian Modal Kerja
No. Jenis Biaya Jumlah (Rp)
1. Bahan baku proses dan utilitas 1.117.438.063.174
2. Kas 8.170.267.859
3. Start up 8.171.525.418
4. Piutang Dagang 1.619.375.582.880
Total 2.747.525.231.350

Total Modal Investasi = Modal Investasi Tetap + Modal Kerja


= Rp 86.468.668.059,- + Rp 2.747.525.231.350,-
= Rp 2.833.933.899.909,-
Modal ini berasal dari:
1. Modal sendiri = 60 % dari total modal investasi
= 0,6 x Rp 2.833.933.899.909,-
= Rp 1.700.396.339.945,-
2. Pinjaman dari Bank = 40 % dari total modal investasi
= 0,4 x Rp 2.833.933.899.909,-
= Rp 1.133.597.559.964,-

LE.3. Biaya Produksi Total


LE.3.1 Biaya Tetap (Fixed Cost = FC)
A. Gaji Tetap Karyawan
Gaji tetap karyawan terdiri dari gaji tetap tiap bulan ditambah 1 bulan gaji yang
diberikan sebagai tunjangan, sehingga
Gaji total = (12 +1 ) x Rp 1.133.597.559.964,-= Rp 215.383.536.393.091,-
B. Bunga Pinjaman Bank
Diperkirakan 19 % dari modal pinjaman bank
= 0,19 x Rp 1.132.869.189.525,-
= Rp 215.245.146.010,-
C. Depresiasi dan Amortisasi
Depresiasi dihitung dengan metode garis lurus dengan harga akhir nol.
PL
D
n

Universitas Sumatera Utara


dimana: D = Depresiasi per tahun
P = Harga awal peralatan
L = Harga akhir peralatan
n = Umur peralatan (tahun)
Semua modal investasi tetap langsung (MITL) kecuali tanah mengalami
penyusutan yang disebut depresiasi, sedangkan modal investasi tetap tidak
langsung (MITTL) juga mengalami penyusutan yang disebut amortisasi.

Biaya amortisasi diperkirakan 20 % dari MITTL, sehingga


Amortisasi = 0,2 x Rp 18.383.102.765,-
= Rp 3.676.620.553,-

Tabel LE – 9 Perkiraan Biaya Depresiasi


Umur
Komponen Biaya (Rp) Depresiasi (Rp)
(tahun)
Bangunan 20.955.000.000 30 698.500.000
Peralatan proses 16.321.121.513 10 1.632.112.151
Peralatan utilitas 3.449.916.453 10 344.991.645
Instrumentasi dan kontrol 4.038.699.939 10 403.869.994
Perpipaan 24.853.538.084 15 1.656.902.539
Instalasi listrik 3.106.692.261 20 155.334.613
Insulasi 2.485.353.808 15 165.690.254
Inventaris kantor 310.669.226 5 62.133.845
Perlengkapan kebakaran 310.669.226 20 15.533.461
Sarana Transportasi 1.923.500.000 20 96.175.000
Total 5.230.854.012
Sumber: Peters dkk, 2004

Total biaya depresiasi dan amortisasi


= Rp 3.676.620.553,-+ Rp 5.230.854.012,- = Rp 8.908.742.712,-

D. Biaya Tetap Perawatan


- Perawatan mesin dan alat-alat proses
Diperkirakan 10 % dari HPT
= 0,1 x Rp 31.062.002.721,- = Rp 3.106.200.272,-

Universitas Sumatera Utara


- Perawatan bangunan
Diperkirakan 10 % dari harga bangunan
= 0,1 x Rp 20.955.000.000,-
= Rp 2.095.000.000,-
- Perawatan kendaraan
Diperkirakan 10 % dari harga kendaraan
= 0,1 x Rp 1.923.500.000,-
= Rp 192.350.000,-
- Perawatan instrumentasi dan alat kontrol
Diperkirakan 10 % dari harga instrumentasi dan alat kontrol
= 0,1 x Rp 4.038.060.354,-
= Rp 403.806.035,-
- Perawatan perpipaan
Diperkirakan 10 % dari harga perpipaan
= 0,1 x Rp 24.849.602.176,-
= Rp 2.484.960.218,-
- Perawatan instalasi listrik
Diperkirakan 10 % dari harga instalasi listrik
= 0,1 x Rp 3.310.620.027,-
= Rp 310.669.226,-
- Perawatan insulasi
Diperkirakan 10 % dari harga insulasi
= 0,1 x Rp 2.484.960.218,-
= Rp 248.496.022,-
- Perawatan inventaris kantor
Diperkirakan 10 % dari harga inventaris kantor
= 0,1 x Rp 310.620.027,-
= Rp 31.062.003,-
- Perawatan perlengkapan kebakaran
Diperkirakan 10 % dari harga perlengkapan kebakaran
= 0,1 x Rp 310.620.027,-= Rp 31.062.003,-
Total biaya perawatan = Rp 8.904.056.579.470,-

Universitas Sumatera Utara


E. Biaya Tambahan (Pant Overhead Cost)
Diperkirakan 20 % dari modal investasi tetap
= 0,2 x Rp 86.468.668.559,-
= Rp 17.293.733.711.855,-

F. Biaya Laboratorium, Penelitian dan Pengembangan


Diperkirakan 10 % dari biaya tambahan
= 0,1 x Rp 17.293.733.711.855,-
= Rp 1.729.373.371.185,-

G. Biaya Asuransi
- Asuransi pabrik diperkirakan 1 % dari modal investasi tetap
= 0,01 x Rp 86.468.668.559,-
= Rp 864.686.686,-
- Asuransi karyawan 1,54 % dari total gaji karyawan
(Biaya untuk asuransi tenaga kerja adalah 2,54 % dari gaji karyawan, dimana
1% ditanggung oleh karyawan dan 1,54 % ditanggung oleh perusahaan)
= 0,0154 x (12/3) x Rp 580.500.000.,-
= Rp 35.758.800,-
Total biaya asuransi = Rp 900.445.485.593,-

H. Pajak Bumi dan Bangunan


PBB = Rp 9.225.000,-
Total Biaya Tetap =A+B+C+D+E+F+G+H
= Rp 255.643.345.106.082,-

LE.3.2 Biaya Variabel


A. Biaya Variabel Bahan Baku Proses dan Utilitas per tahun
= Rp 4.477.094.222.297.810,-
B. Biaya Variabel Pemasaran
Diperkirakan 10 % dari biaya tetap pemasaran.
= 0,1 x Rp 58.050.000,- = Rp 5.805.000,-

Universitas Sumatera Utara


C. Biaya Variabel Perawatan
Diperkirakan 10 % dari biaya tetap perawatan.
= 0,1 x Rp 8.905.104.515,-
= Rp 890.510.451,-
D. Biaya Variabel Lainnya
Diperkirakan 5 % dari biaya tambahan
= 0,05 x Rp 17.296.395.468,-
= Rp 864.819.773,-
Total biaya variabel = Rp 4.471.513.3857.923,-
Total biaya produksi = Biaya Tetap + Biaya Variabel
= Rp 255.510.331.824,- + Rp 4.471.513.3857.923,-
= Rp 4.727.023.719.747,-

LE.3.3 Perkiraan Laba/Rugi Perusahaan


A. Laba Sebelum Pajak
Laba sebelum pajak = Total penjualan – Total biaya produksi
= Rp 6.477.502.331.520,- – 4.727.023.719.747,-
= Rp 1.750.478.611.773,-
B. Pajak Penghasilan
Berdasarkan Keputusan Menkeu RI Tahun 2004, pasal 17, tentang Tarif Pajak
Penghasilan adalah:
- Penghasilan sampai dengan Rp 50.000.000,- dikenakan pajak sebesar 10 %.
- Penghasilan Rp 50.000.000,- sampai dengan Rp 100.000.000,- dikenakan
pajak sebesar 15 %.
- Penghasilan di atas Rp 100.000.000,- dikenakan pajak sebesar 30 %.
Maka pajak penghasilan yang harus dibayar adalah:
- 10 % x Rp 50.000.000,- = Rp 5.000.000,-
- 15 % x Rp (100.000.000,- - 50.000.000,-) = Rp 7.500.000,-
- 30 % x Rp (1.750.478.611.773,- – 100.000.000,-) = Rp 525.113.583.531,-
Total PPh = Rp 525.126.083.532,-

Universitas Sumatera Utara


C. Laba setelah pajak
Laba setelah pajak = laba sebelum pajak – PPh
= Rp 1.743.003.866.773,- – Rp 522.883.660.032,-
= Rp 1.225.352.528.241,-

LE.4 Analisa Aspek Ekonomi


A. Profit Margin (PM)
Laba sebelum pajak
PM = x 100 %
total penjualan

Rp 1.743.003.866.773,-
PM = x 100 %
Rp 6.477.502.331.520
= 27 %
Profit margin sebesar 27 % menunjukkan keuntungan perusahaan yang
diperoleh tiap tahunnya.

B. Break Even Point (BEP)


Biaya Tetap
BEP = x 100 %
Total Penjualan  Biaya Variabel

Rp 255.643.345.106.082,.
BEP = x100%
Rp 6.477.502. 331.520  Rp 4.478.855.119.641.350,
= 13 %
BEP merupakan titik keseimbangan penerimaan dan pengeluaran dari suatu
pabrik/unit dimana semakin kecil BEP maka perusahaan semakin baik. BEP
biasanya tidak lebih dari 50 %, maka dari hasil diatas diketahui pendapatan dan
pengeluaran sebanding.
Kapasitas produksi olein pada titik BEP = 41.666 kg x 13 %
= 5.307 kg
Kapasitas produksi stearin pada titik BEP = 36.906 kg x 13 %
= 4.701 kg
Nilai penjualan pada titik BEP = 13 % x Rp 60477.502.331.520,-
= Rp 825.063.754.914,-

Universitas Sumatera Utara


C. Return on Investment (RON)
Laba setelah pajak
RON = x 100 %
Modal Sendiri
Rp 1.220.120.206.741,
RON = x 100 %
Rp 1.700.396.339.945,
= 71.755 %

D. Pay Out Time (POT)


Laba setelah pajak
ROI =
Total Modal Investasi
Rp 1.220.120.206.741
ROI = = 0,431
Rp 2.833.993.899.909,
1
POT = x 1 Tahun
ROI
1
POT = x 1 Tahun = 2.323 Tahun
0,431
POT selama 2,323 tahun merupakan jangka waktu pengembalian modal dengan
asumsi bahwa perusahaan beroperasi dengan kapasitas penuh tiap tahun.

E. Internal Rate of Return (IRR)


Untuk menentukan nilai IRR harus digambarkan jumlah pendapatan dan
pengeluaran dari tahun ke tahun yang disebut “Cash Flow”. Untuk memperoleh
cash flow diambil ketentuan sebagai berikut:
- Laba kotor diasumsikan mengalami kenaikan 10 % tiap tahun
- Harga tanah diasumsikan mengalami kenaikan 10 % tiap tahun
- Masa pembangunan disebut tahun ke nol
- Jangka waktu cash flow dipilih 10 tahun
- Perhitungan dilakukan dengan menggunakan nilai pada tahun ke – 10
Cash flow = laba sesudah pajak + depresiasi
Dari hasi perhitungan diperoleh IRR sebesar 51,21 %

Universitas Sumatera Utara


LE-21

Universitas Sumatera Utara


8E+12

6E+12
Biaya (Rp)

4E+12
Penjualan
Biaya tetap
BEP = 13 %
2E+12 Biaya variabel
Biaya produksi

0
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100

Kapasitas Produksi (%)

Gambar LE.1 Break Even Chart Pabrik Pembuatan Olein dan Stearin

Universitas Sumatera Utara


LE-2

Tabel LE-10 Data Perhitungan Internal Rate Of Return (IRR)


Tahun Laba sebelum Pajak Laba sesudah Depresiasi Net P/F PV P/F PV
pajak pajak Cash Flow i = 51% i = 51 % i = 52% i = 52 %
0 0 0 0 0 (2,832,172,973,812) 1 (2,832,172,973,812) 1 (2,832,172,973,812)
1 1,750,478,611,773 525,126,083,532 1,225,352,528,241 8,908,742,712 1,234,261,270,953 0.6623 817,391,570,167 0.6579 812,013,994,048
2 1,925,526,472,950 577,638,691,885 1,347,887,781,065 8,908,742,712 1,356,796,523,777 0.4386 595,060,095,512 0.4328 587,256,113,131
3 2,118,079,120,245 635,402,561,074 1,482,676,559,172 8,908,742,712 1,491,585,301,883 0.2904 433,228,733,689 0.2848 424,734,296,944
4 2,329,887,032,270 698,942,817,181 1,630,944,215,089 8,908,742,712 1,639,852,957,801 0.1924 315,425,731,093 0.1873 307,206,609,852
5 2,562,875,735,497 768,837,098,899 1,794,038,636,598 8,908,742,712 1,802,947,379,309 0.1274 229,666,850,681 0.1232 222,210,773,896
6 2,819,163,309,046 845,720,808,789 1,973,442,500,258 8,908,742,712 1,982,351,242,969 0.0844 167,231,822,862 0.0811 160,738,192,278
7 3,101,079,639,951 930,292,889,668 2,170,786,750,283 8,908,742,712 2,179,695,492,995 0.0559 121,774,735,558 0.0533 116,276,167,965
8 3,411,187,603,946 1,023,322,178,635 2,387,865,425,312 8,908,742,712 2,396,774,168,023 0.0370 88,677,111,226 0.0351 84,115,961,148
9 3,752,306,364,341 1,125,654,396,498 2,626,651,967,843 8,908,742,712 2,635,560,710,554 0.0245 64,577,391,598 0.0231 60,852,823,418
10 4,127,537,000,775 1,238,219,836,148 2,889,317,164,627 8,908,742,712 2,898,225,907,339 0.0162 47,028,676,992 0.0152 44,024,694,896
Jumlah = 47,889,745,566 -12.743.364.236

47.889.745.566
IRR  49%  (52%  51%)
47.889.745.566  (  12.743.346.236)
= 51,21 %

Universitas Sumatera Utara