Anda di halaman 1dari 24

Aspek Medikolegal Pada Demensia

Dr. Wahyu Dwi Atmoko, SpF


Kasus jesica kopi sianida
Kasus Nunun Nurbaiti
DEMENSIA
ISU HUKUM DAN ETIKA
KODEKI
• Pasal 2
• “Seorang dokter harus senantiasa berupaya
melaksanakan profesinya sesuai dengan
standar profesi yang tertinggi”.

• Pasal 3
• “Dalam melakukan pekerjaan kedokterannya,
seorang dokter tidak boleh dipengaruhi oleh
sesuatu yang mengakibatkan hilangnya
kebebasan dan kemandirian profesi”.
• Pasal 5
• “Tiap perbuatan atau nasihat yang mungkin
melemahkan daya tahan psikis maupun fisik hanya
diberikan untuk kepentingan dan kebaikan pasien,
setelah memperoleh persetujuan pasien”.
• Pasal 7c
• “Seorang dokter harus menghormati hak-hak
pasien, hak-hak sejawatnya, dan hak tenaga
kesehatan lainnya, dan harus menjaga
kepercayaan pasien”.

• Pasal 12
• “Setiap dokter wajib merahasiakan segala
sesuatu yang diketahuinya tentang seorang
pasien, bahkan juga setelah pasien itu
meninggal”.
UU Nomor 29, Tahun 2004
Tentang Praktik Kedokteran
• Dalam UUPK ini diatur tentang Standar
Pelayanan, Persetujuan Tindakan
Kedokteran, Rekam Medis, Rahasia
Kedokteran, Kendali Mutu dan Kendali
Biaya, Hak dan Kewajiban Dokter, Hak
dan Kewajiban Pasien serta Pembinaan
• Dalam UUPK terdapat pemisahan yang jelas antara
pelanggaran etik profesi dan disiplin dokter dan dokter
gigi.
• Pelanggaran etik profesi adalah pelanggaran terhadap
Kode Etik Kedokteran dan Kedokteran gigi yang
disusun oleh IDI dan PDGI,
• Pelanggaran disiplin adalah penyimpangan terhadap
standar profesi yang ditentukan oleh organisasi profesi
dan prosedur standar operasional yang ditentukan
oleh sarana pelayanan setempat. Untuk menegakkan
disiplin dokter dan dokter gigi dalam UUPK dibentuk
Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia
(MKDKI)
TERIMAKASIH