Anda di halaman 1dari 22

LAPORAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn.

D AB DENGAN
BATU URETER DI RSU CUT MUTIA

DI
S
U
S
U
N
OLEH ;

HENDRI

DINAS KESEHATAN PEMERINTAHAN KABUPATEN ACEH UTARA


STIKES GETSEMPENA LHOKSUKON TAHUN 2017/2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Allah SWT atas rahmat dan karunia yang dilimpahkan-Nya
sehingga kami dapat menyelesaikan laporan ini. laporan ini sebagai salah satu syarat
memperoleh nilai dalam mata kuliah keperawatan anak.

Dalam penulisan maupun penyusunan laporan ini, kami menyadari bahwa laporan ini tidak
akan terwujud tanpa ada partisipasi dari berbagai pihak. Oleh karena itu pada kesempatan ini,
penulis menyampaikan terima kasih atas dukungan semangat,
bimbingan, waktu dan material yang telah diberikan sehingga laporan ini dapat
diselesaikan dengan baik.

Kami menyadari sepenuhnya bahwa dalam penulisan laporan ini masih jauh dari
sempurna. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat
membangun untuk perbaikan selanjutnya. Tidak banyak yang diharapkan kami, semoga
laporan ini dapat bermanfaat bagi pembaca serta menjadi sumbangan pemikiran bagi
bangsa dan negara.
DAFTAR ISI
Kata Pengantar …………………………………………………………………………..…..
Daftar Isi ……………………………………………………………………….………….....
Bab I pendahuluan
1.1 Latar Belakang ………………….……………………………………………………..
1.2 Tujuan ............................................................................................................................
Bab II TINJAUAN TIORI
2.1 AnatomiFisiologiSistemUrinaria ………………………………………………….…
2.2 . Definisi Batu Ginjal...................................................................................................

2,3 EtiologiBatuGinjal.........................................................................................................

2.4 ManisfestasiKlinis...................................................................................................

2.5 Patofisiologi..................................................................................................................

Bab III tinjauan kasus asuhan keperawatan anak

3.1 format pengkajian .…………………………………………………….………..…...


Bab IV penutup
4.1 kesimpulan ..................................................................................................................
Daftar Pustaka ……………………………………………………………………..............
BAB I

PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
Manusia, seperti makhluk hidup lainnya, berusaha untuk mempertahankan homeostasis,
yang berarti keseimbangan. Otak dan organ tubuh lainnya bekerjasama untuk mengatur suhu
tubuh, keasaman darah, ketersediaan oksigen danvariabel lainnya. Mengingat bahwa
organisme hidup harus mengambil nutrisi danair, satu fungsi homeostatis penting adalah
eliminasi, atau kemampuan untuk mengeluarkan bahan kimia dan cairan, sehingga dapat
menjaga keseimbangan internal. Sistem kemih memainkan peran ekskretoris dan homeostatik
penting. Kelangsungan hidup dan berfungsinya sel secara normal bergantung
pada pemeliharaan kosentrasi garam, asam, dan elektrolit lain di lingkungan cairaninternal.
Kelangsungan hidup sel juga bergantung pada pengeluaran secara terus menerus zat-zat sisa
metabolism toksik dan dihasilkan oleh sel pada saat melakukan berbagai reaksi semi
kelangsungan hidupnya. Traktus urinarius merupakan system yang terdiri dari organ-organ
dan struktur-struktur yang menyalurkan urin dari ginjal ke luar tubuh. Ginjal
berperan penting mempertahankan homeostasis dengan mengatur konsentrasi
banyak konstituen plasma, terutama elektrolit dan air dan dengan mengeliminasi semuazat
sisa metabolisme. Sistem urin adalah bagian penting dari tubuh manusia yang
terutama bertanggung jawab untuk menyeimbangkan air dan elektrolit tertentu sepertikalium
dan natrium, membantu mengatur tekanan darah dan melepaskan produk limbah yang disebut
urea dari darah.
Sistem kemih terdiri terutama pada ginjal, yang menyaring darah, sedangkan ureter,
yang bergerak urin dari ginjal ke kandung kemih, kandung kemih, yang menyimpan urin, dan
saluran kencing, urin keluar melalui tubuh. Peran dari sistem urin dengan yang biasa bagi
kebanyakan orang adalah bahwa ekskresi; melalui air seni, manusia membebaskan diri dari
air tambahan dan bahan kimia dari aliran darah. Aspek penting lain dari sistem urin adalah
kemampuannya untuk membedakan antara senyawa dalam darah yang bermanfaat untuk
tubuh dan harus di jaga, seperti gula, dan senyawa dalam darah yang beracun dan harus
dihilangkan.
1.2. TUJUAN
Berdasarkan latar belakang di atas, adapun yang menjadi tujuan penulisan dari makalah
ini ialah sebagai berikut :

1.2.1. Tujuan Umum


Dengan adanya makalah asuhan keperawatan ini diharapkan mahasiswa dapat
memahami serta mampu menjelaskan tentang konsep penyakit batu uretra serta asuhan
keperawatan batu uretra.

1.2.2. Tujuan Khusus


a. Agar mahasiswa mampu mengetahui definisi dari batu uretra.
b. Agar mahasiswa mampu memahami anatomi dari uretra.
c. Agar mahasiswa mampu mengetahui etiologi serta patofisiologi dari batu uretra.
d. Agar mahasiswa mampu mengidentifikasi manifestasi klinis dari batu uretra.
e. Agar mahasiswa mampu menjelaskan tentang penatalaksanaan dari batu uretra.
f. Agar mahasiswa mampu menyebutkan komplikasi dari batu uretra.
g. Agar mahasiswa mampu memahami serta mampu melakukan pengkajian batu uretra.
h. Agar mahasiswa mampu memahami serta mampu merumuskan diagnose keperawatan batu
uretra.
i. Agar mahasiswa mampu memahami serta mampu membuat intervensi batu uretra.
j. Agar mahasiswa mampu memahami serta mampu melakukan evaluasi terhadap pasien batu
uretra
BAB II

TINJAUAN TEORI

2.1 Anatomi Fisiologi Sistem Urinaria

a. Ginjal adalah suatu kelenjar yang terletak di bagian belakang dari kavum abdominalis di
belakang peritoneum, melekat langsung di bagian belakang abdomen. Bentuknya seperti
biji kacang, jumlahnya ada dua kiri dan kanan, ginjal kiri lebih besar dari ginjal kanan dan
pada umumnya ginjal laki-laki lebih panjang dari ginjal wanita.

Ginjal juga merupakan salah satu organ tubuh yang sangat penting. Ginjal berfungsi :

1.Memegang peranan penting dalam pengeluaran zat-zat toksis atau racun.

2.Mempertahankan suasana keseimbangan cairan.

3.Mempertahankan keseimbangan kadar asam dan basa dari cairan tubuh.

4.Mempertahankan keseimbangan garam-garam dan zat-zat lain dalam tubuh.

5.Mengeluarkan sisa-sisa metabolisme hasil akhir dari protein ureum, kreatinin.

b. Ureter terdiri dari dua saluran pipa masing-masing bersambung dari ginjal ke kandung kemih
(vesika urinaria) panjangnya 25-30 cm. Ureter sebagian terletak dalam rongga abdomen dan
sebagian terletak dalam rongga pelvis.
Lapisan dinding ureter menimbulkan gerakan-gerakan peristaltik tiap lima menit sekali
yang akan mendorong air kemih masuk ke dalam kandung kemih. Gerakan peristaltik urin
melalui ureter yang diekskresikan oleh ginjal dan disemprotkan dalam bentuk pancaran
melalui osteum uretralis masuk ke kandung kemih.

c. Vesika urinaria kandung kemih adalah satu kantong berotot yang dapat mengempes yang
mempunyai tiga muara, dua muara ureter serta satu muara uretra.
Distensi kandung kemih oleh air kemih akan merangsang stresreseptors yang terdapat pada
dinding kandung kemih dengan jumlah 250 cc sudah cukup untuk merangsang berkemih
(proses miksi). Akibatnya akan terjadi reflek kontraksi dinding kandung kemih, dan pada
saat yang sama terjadi relaksasi spinter internus, segera diikuti oleh relaksasi spinter
eksternus, akhirnya terjadi pengosongan kandung kemih. Rangsangan yang menyebabkan
kontraksi kandung kemih dan relaksasi spinter internus dihantarkan melalui serabut-serabut
saraf para simpatis. Kontraksi spinter eksternus secara volunter ini hanya mungkin bila saraf-
saraf yang menangani kandung kemih uretra medula spinalis dan otak masih utuh. Bila ada
kerusakan pada saraf-saraf tersebut maka terjadi inkontinensia urin (kencing keluar terus-
menerus tanpa disadari) dan retensi urin (kencing tertahan).
2.2 . Definisi Batu Ginjal

Batu di dalam saluran kemih (Urinary Calculi) adalah massa keras seperti batu yang
terbentuk di sepanjang saluran kemih dan bisa menyebabkan nyeri, perdarahan, penyumbatan
aliran kemih atau infeksi. Batu ini bisa terbentuk di dalam ginjal (batu ginjal) maupun di
dalam kandung kemih (batu kandung kemih). Proses pembentukan batu ini
disebut urolitiasis (litiasis renalis, nefrolitiasis).

2.3 Etiologi Batu Ginjal

Secara epidemiologis terdapat beberapa faktor yang mempermudah terjadinya batu saluran
kemih yang dibedakan sebagai faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik yaitu:

1. Faktor intrinsik, meliputi:

a. Herediter: Diduga dapat diturunkan dari generasi ke generasi.

b. Umur: paling sering didapatkan pada usia 30-50 tahun.

c. Jenis kelamin: jumlah pasien pria 3 kali lebih banyak dibanding pasien wanita.

2. Faktor ekstrinsik, meliputi:

a. Geografi: pada beberapa daerah menunjukkan angka kejadian yang lebih tinggi
daripada daerah lain sehingga dikenal sebagai daerah stone belt (sabuk batu).

b. Iklim dan temperatur.

c. Asupan air: kurangnya asupan air dan tingginya kadar mineral kalsium dapat
meningkatkan insiden batu saluran kemih.

d. Diet: diet tinggi purin, oksalat dan kalsium mempermudah terjadinya batu saluran
kemih.

e. Pekerjaan: penyakit ini sering dijumpai pada orang yang pekerjaannya banyak duduk
atau kurang aktivitas fisik (sedentary life).

2.4 Manisfestasi Klinis

a. Keluhan pertama yang dirasakan adalah rasa sakit amat tajam atau hebat pada punggung
bagian bawah, pinggang atau perut bagian bawah, atau khusus pada laki-laki di pangkal
alat kelamin.

b. Kadang-kadang saluran air kencing tersumbat sehingga penderita sukar buang air kecil,
atau tidak dapat melakukannya sama sekali. Darah menetes ke luar
ketika penderita mulai buang air kecil

c. Infeksi sistem air kencing dapat terjadi secara bersamaan.


2.5 Patofisiologi

Ada beberapa teori tentang terbentuknya Batu saluran kemih adalah:

a. Teori nukleasi: Batu terbentuk di dalam urine karena adanya inti batu atau sabuk batu
(nukleus). Partikel-partikel yang berada dalam larutan kelewat jenuh akan mengendap di
dalam nukleus itu sehingga akhirnya membentuk batu. Inti bantu dapat berupa kristal atau
benda asing saluran kemih.

b. Teori matriks: Matriks organik terdiri atas serum/protein urine (albumin, globulin dan
mukoprotein) sebagai kerangka tempat mengendapnya kristal-kristal batu.

c. Penghambat kristalisasi: Urine orang normal mengandung zat penghambat pembentuk


kristal yakni magnesium, sitrat, pirofosfat, mukoprotein dan beberapa peptida. Jika kadar
salah satu atau beberapa zat ini berkurang akan memudahkan terbentuknya batu dalam
saluran kemih.

Batu saluran kemih dapat menimbulkan penyulit berupa obstruksi dan infeksi saluran
kemih. Manisfestasi obstruksi pada saluran kemih bagian bawah adalah retensi urin atau
keluhan miksi yang lain. Sedangkan pada batu saluran kemih bagian atas dapat
menyebablkan hidroureter atau hidronnefrosis. Batu yang di biarkan di dalam saluran
kemih dapat menimbulkan infeksi abses ginjal, pronefrosis, urosepsi, dan kerusakan
ginjal permanen (Gagal ginjal). Batu yang menyumbat ureter, pelvis renalis maupun
tubulus renalis dapat mennyebebkan nyeri punggung atau kolik renalis biasanya pada
daerah antara tulang rusuk dan tulang pinggang yang menjalar ke perut, daerah kemaluan
dan paha sebelah dalam.
BAB III

TINJAUAN KASUS DAN ASUHAN KEPERAWATAN

1. Pengkajian

Nama klien : Tn. D AB

Usia : 57 tahun

Pekerjaan : petani

Agama : Islam

Alamat : lhoksukon.

Mr : 488134

Waktu Masuk Rumah Sakit

Tanggal 28maret 2018, Waktu masuk RS jam 13.29.27 WIB.

Saat di kaji tanggal 26maret 2018

Kesadaran : Compos Mentis

TD : 120/80 mmhg

Nadi : 74 x/menit

RR : 22 x/menit

Suhu : 37 C

RIWAYAT KESEHATAN

1. Deskripsi Riwayat kesehatan Sekarang

Alasan Masuk RS : ps dibawa kerumah sakit dengan keluhan nyeri pinggang ,

2. Diskripsi Riwayat Kesehatan Lalu : tidak diketahui

3. Diskripsi Riwayat Kesehatan Keluarga : tidak ada


4. Keluhan saat pengkajian awal tanggal 26 maret 2018

Klien mengatakan sakit daerah punggung dan perut.

PENGKAJIAN KEBUTUHAN

KENYAMANAN

Nyeri / tidak nyaman : Ya

Deskripsi nyeri :

P : Nyeri terasa di daerah punggung

Q : Nyeri seperti di tusuk-tusuk

R : Nyeri pada bagian punggung kiri sampai perut

S : Nyeri skala 4-5

T ; nyeri bertambah saat beraktifitas secara tiba-tiba saat kencing kadang nyeri kadang tidak

Skala nyeri 4-5

AKTIVITAS

Aktifitas dapat beraktifitas secara mandiri

OKSIGENASI

Saat dikaji tidak terpasang oksigen

NUTRISI

perhitungan BB ideal

BB : 75 kg

TB : 160 cm

BBI =(TB-100)- 10 % (TB-100)

=(160-100)- 10% (160-100)

= 60-6

= 54 kg
Perhitungan IMT

IMT : 2 = 2 = = 29,29

Satus gizi klien (interpretasi hasil perhitungan)

Pada saat klien dikaji dapat makan seperti biasa

ELIMINASI

Klien BAB tidak, selama perawatan BAB satu kali.

REPRODUKKSI DAN SEKSUAL

Tidak ada keluhan

KOMUNIKASI

Saat di kaji komunikasi klien lancer, tidak ada masalah.

PEMERIKSAAN FISIK

KARDIOVASKULER

Inspeksi : tidak ada benjolan, bentuk simetris, konjungtiva tidak anemis

Palpasi : ekspansi dada sama, tidak ada nyeri tekan pada daerah dada

Perkusi : bunyi ketuk jantuk dullness

Auskultasi : bunyi jantung I dan II, tidak ada gallop

RESPIRASI

Inspeksi : Ekspansi dada simetris

Palpasi : Tidak ada nyyeri tekan, vokalis vomitus seimbang

Perkusi : Bunyi resonan pada perut klien

Auskultasi : Tidak ada Ronkhi

PENCERNAAN

Pengkajian Oral

Inspeksi dan Palpasi


Pada saat dikaji terlihat bibir klien simetris, bersih, jumlah gigi lengkap, tidak ada nyeri tekan

Pengkajian Abdomen

Inspeksi : Tidak ada benjolan, simetris kanan kiri

Auskultasi : Bunyi bising usus normal 5x/ menit

Perkusi : Pada saat di ketuk terdapat bunyi tympani

Palpasi : Terdapat nyeri tekan di area punggung kiri sampai abdomen bagian bawah

PERKEMIHAN

Inspeksi : Tidak terpasang kateter

Palpasi : Terdapat nyeri tekan pada area ginjala atau punggung kiri

Perkusi ; Terdapat nyeri ketukan pada area ginjal dan perut sebelah kiri

ENDOKRIN DAN METABOLIK

Inspeksi : Pada saat dikaji tidak ada pembesaran kelenjar typoid dan tidak ada pembesaran vena jugularissara

Palpasi : Tidak ada nyeri tekan,tidak ada pembesaran vena jugularis

INTEGUMEN

Inspeksi : Kulit sawo matang,bersih,tidak ada lesi

Palpasi : Tidak ada nyeri tekan,integritas kulit baik

MUSKULOSKELETAL

Inspeksi : ?

Ekstermitas atas : Pergerakan tangan klien baik,tidak ada lesi,tidak ada udem,jari tangan lengkap

Ekstermitas bawah : Pergerakan kaki baik, tidak ada lesi, tidak ada nyeri

Palpasi : ?

Ekstermitas atas : Tidak ada nyeri tekan, kekuatan otot 5, reflek bisep dan trisep positif

Ekstermitas bawah : Tidak ada nyeri tekan, kekuatan otot 5, reflek patella positif, reflek babinski
negative.
PERSARAFAN

Pemeriksaan syaraf kranial

Nervus I : klien dapat mengenali bau minyak kayu putih

Nervus II : klien dapat membaca papan nama perawat dari jarak kurang lebih 60 cm

Nervus III : rangsangan cahaya pada pupil: miosis

Nervus IV : tidak terdapat defisiasi mata

Nervus V : mata klien berkedip saat di beri rangsangan

Nervus VI : klien dapat menggerakan bola mata

Nervus VII : klien dapat tersenyun

Nervus VIII : klien dapat menjawab pertanyaan dengan baik.

Nervus IX : pergerakan lidah kea rah depan dan belakang baik

Nervus X : klien dapat menelan dengan baik

Nervus XI : klien dapat mengangkat bahau dengan tahanan

Nervus XII : klien dapat menggerakan lidah ke segala arah

Pemeriksaan reflek patologis

Reflek bisep positif

Reflek trisep positif

Reflek patella positif

Reflek negative

PEMERIKSAAN HASIL LABORATOORIUM

Tanggal Nama pemeriksaan Hasil Nilai normal Interpretasi


hasil lab
10-03- pemeriksaan 16, 2 g/dl 13-18 g/dl Normal
2011 hematologi
48 % 40-52 % Normal
11-03- - Darah rutin:
2011
Hb 5,5 jt/µl 4,3-6,0jt/ µl Normal

Hematokrit 10.600 µl 4800-10.800/ µl Normal

Eritrosit
24mg/dl 20-50mg/dl Normal
Leukosit
1,4mg/dl 0,5-1,5mg/dl Normal
- Pemeriksaan kimia
146meq/l 139-145meq/l Terdapat
ureum peningkatan
Negative Negative natrium
keratin
Positif Negative Negative
natrium
Positif
USG abdomen

Foto BNO polos

Batu ginjal

Kurang pengetahuan
batu mengambat ureter, pelvis renalis, tubulus renalis
Infeksi
Nyeri
Obstruksi

Obstruksi

Obstruksi sal kemih bawah


Hidroureter
Nyeri punggung kolik renalis
Obstruksi sal kemih atas
Urosepsis
Abses ginjal
Kerusakan ginjal permanen
Retensi urin

Post Operasi

Adanya prosedur pembedahan


Trauma insisi terputusnya jaringan bedrest total

terputusnya jaringan luka masih basah pembatasan aktifitas

menekan ujung syaraf bebas

merangsang pengeluaran

zat vaso aktif seperti bradikinin, post the entery mikroorganisme pathogen aktifitas dibantu

histamine, serotonin, sistein

merangasang ujung2 mikroorganisme berkembang biak pemenuhan ADL trggngg

syaraf bebas

dihantarkan ke pusat nyeri

thalamus di kortek cerebri resti infeksi

nyeri di persepsikan

nyeri

KOREKSI:
2. Analisa data

Pre Operasi

No. Data Analisa Data Rumusan diagnosa

1. Ds : - klien mengatakan sakit pada Batu ginjal Nyeri Akut


daerah punggung sampai perut Obstruksi
Do : - Skala nyeri 4-5 Saluran kemih
- Hasil lab BNO foto poloshasil
positif bagian atas
- Terdapat peningkatan natrium
Saluran kemih

Bagian bawah

Hidro ureter

Nyeri Akut

2. Ds : - Faktor intrinsic dan factor Kurang pengetahuan


Do : - Klien minta dijelaskan tentang ekstrinsik penyebab batu
penyakitnya ginjal - kkenapa panahny hrus
- Wajah klien terlihat bingung naik dan turun?

batu ginjal

obstruksi, infeksi, abses ginjal

tanda dan gejala

kurang pengetahuan klien


tentang proses penyakit
3. Ds : - klien mengatakan ketakutan Defisit pengetahuan klien Gangguan rasa aman
dengan penyakitnya tentang penyakit, prosedur : cemas
Do : - Klien tampak gelisah pembedahan
Merupakan stimulus berupa
- Tampak cemas stressor psikologis
Mekanisme koping tidak
- Banyak bertanya efektif

- TTV
Peningkatan kecemasan
TD : 120/70

Nadi : 78 /mnt

Respirasi : 18 /mnt

Suhu : 36

Rumusan Dan Prioritas Diagnose Keperawatan

1. Nyeri akut b.d obstruksi saluran kemih ginjal oleh batu uretra

2. Kurang pengetahuan b.d kurang terpaparnya informasi tentang penyakit

3. Gangguan rasa aman cemas b.d prosedur pembedahan

3. Intervensi Keperawatan (Rapihkan untuk sist penulisanny agar tidak terlalu menumpuk, lihat contoh
yg sdh saya rapihkan pada dx 1)

Perencanaan
No. Diagnosa
Keperawatan Tujuan dan Kriteria
Intervensi Rasional
Hasil
1. Nyeri akut b.d Nyeri berkurang 1. kaji tingkat nyeri klien 1. Untuk mengetahui skala
obstruksi saluran atau hilang, dengan 2. observasi tanda – nyeri klien
kemih oleh batu criteria : tanda vital 2. untuk memantau keadaan
- TTV dalam batas 3. ajarkan teknik relaksasi umum klien dan ada
Ds : stabil yaitu tarik nafas dalam tidaknya reaksi infeksi
- Klien - Skala nyeri bila nyeri terasa. 3. relaksasi dapat
mengatakan berkurang 4. beri posisi tidur yang mengurangi nyeri
sakit pada - Ekspresi wajah nyaman 4. membantu mengurangi
daerah klien tenang atau 5. libatkan keluarga untuk rasa nyeri
punggung tidak meringis mendampingi pasien 5. Keluarga merupakan
sampai perut 6. kolaborasi dengan dokter dukungan utama untuk
Do: dalam pemberian motivasi klien
- Nyeri skala 4-5 analgesik 6. Analgesik sebagai
- Hasil lab BNO pengurang rasa sakit.
foto polos
hasil +
- Terdapat
peningkatan
natrium.
2. Kurang Klien mengerti 1. kaji tingkat pengetahuan 1.Pengetahuan
pengetahuan tentang keadaan pasien mengenai penyakitnya mempengaruhi persepsi
tentang kondisipenyakitnya, dengan klien terhadap penyakit
prognosis dankriteria : 2. obs. Respon pasien
kebutuhan terapi - Klien mengatakan terhadap penjelasan yang 2.respon sebagai
b.d kurang mengerti diberikan indikasi indikasi tingkat
terpajan atau salah tentang kepahaman klien terhadap
interprestasi penyakitnya 3. jelaskan tentang tanda dan penelasan
terhadap informasi - Klien dapat geja yang memerlukan
menerangkan evaluasi medic nyeri 3.tanda dan gejala yang
Do : - klien minta sekilas tentang berulang, hematuria, oliguria. memerlukan dan evaluasi
dijelaskan tentang penyakitnya. medic agar cepat tertangani
penyakitnya 4. jelaskan tentang diet yang
boleh dikonsumsi dan tidak 4.diet mempengaruhi
- Wajah klien terlihat boleh dikonsumsi. tingkat keparahan suatu
bingung penyakit.
Cema b.d ??? ???? ????
persiapan tindakan
operasi

Ds :
4. Lembar Implementasi Asuhan Keperawatan

No Tanggal Jam Tindakan Keperawatan Paraf


Diagnosa
I 11-Maret-2011 13.30 1. mengkaji nyeri : ???

14-Maret-2011 14.00 - lokasi, timbul nyeri

15-Maret-2011 09.00 - skala nyeri 4-5

11.10 2. mengobservasi tanda-tanda vital :

11.20 - kesadaran : CM

09.00 - TD : 150/90 mmHg

- Nadi : 78

- Respirasi :18

- Suhu : 36
1. Mengajarkan teknik relaksasi nafas
dalam untuk mengurangi nyeri
2. Mendampingi pasien untuk
pemeriksaan BNO foto polos
3.Memposisikan pasien untuk berbaring
pada posisi yang nyaman.
a. Mengkaji nyeri
b.Menjelaskan

5. Catatan Perkembangan Asuhan Keperawatan

Tanggal No Diagnosa Catatan Perkembangan Paraf


11-Maret-2011 I S : - Klien mengatakan nyeri
14-Maret-2011 pada area punggung
15-Maret-2011 sampai ke perut

O:

- Klien terlihat meringis

- Klien menunjuk lokasi nyeri

- Skala nyeri 4-5


A : Masalah belum teratasi

P : Intervensi dilanjutkan

- Lakukan relaksasi

- Berikan obat analgetik sesuai


dengan terapi dokter.

S:
- Klien mengatakan nyeri
masih terasa
- Nyeri sedikit hilang sat
melakukan nafas dalam
O:
- klien terlihat meringis
- Skala nyeri 3-4

A : Nyeri teratasi sebagian

P : Lanjutkan intervensi
S:

- Klien mengatakan nyeri sudah


berkurang
O:

- klien sudah bisa tersenyum

- Skala nyeri 2-3

A : Masalah teratasi…??
INTERVESI DI HENTIKAN
DOOONNNG!

P:

- Lanjutkan intervensi

- Konsul dokter ahli penyakit dalam


untuk persiapan operasi.
BAB IV

3.1 Kesimpulan
Batu saluran kemih merupakan keadaan patologis karena adanya masa keras seperti batu
yang terbentuk disepanjang saluran kencing dan dapat menyebabkan nyeri, perdarahan, atau
infeksi pada saluran kencing. Masalah keperawatan yang sering dialami pada batu saluran
kemih ialah nyeri akut, gangguan pola eliminasi urin, resiko tinggi kekurangan volume cairan
dan defisiensi pengetahuan.

3.2 Saran
Sebagai perawat harus selalu sigap dalam penanganan penyakit batu saluran
kemih. Selain itu perawat juga memberi health education kepada klien dan keluarga agar
mereka faham dengan batu saluran kemih dan bagaimana pengobatannya.
DAFTAR PUSTAKA

http://www.medicastore.com/images/batu_ginjal&imgrefurl

http://fund0c.multiply.com/journal/item/101&usg

www.anneahira.com/pencegahan-penyakit/batu-ginjal.htm

http://mediailmukeperawatan-susanto.blogspot.com/2009/03/askep-batu-ginjal.html

Doenges, ME. 2000. Rencana Asuhan Keperawatan. Edisi.3.Jakarta: EGC

cre : ’06 PSIK USK