Anda di halaman 1dari 1

A.

Pengertian Phantosmia
Phanto berasal dari bahasa yunani yang berarti ilusi dan osme yang artinya
penciuman yang jika diartikan secara menyeluruh adalah penciuman ilusi. Penyakit
Panthosmia terjadi dikarenakan bagian atas dari saluran penciuman terlalu aktif, dan
bagian tersebutlah yang memberi persepsi untuk suatu bau. Seorang Phantosmia akan
mencium suatu bau dengan sangat berlebihan, dan terus menyimpan persepsi bau
tersebut dalam otaknya (Sartika, Asti et al. 2018). Istilah lain phantosmia yaitu
sensasi bau tanpa adanya stimulus odoran/ halusinasi odoran. Ini termasuk bagian dari
Disosmia yaitu persepsi bau yang salah (Huriyati, Effy., B. J. Budiman., T. Nelvia.
2017)

B. Etiologi Phantosmia
1. Trauma kepala

Trauma kepala dapat menyebabkan kehilangan sebagian atau seluruh fungsi


penghidu. Hal ini disebabakan kerusakan pada epitel olfaktorius dan gangguan aliran
udara dihidung. Adanya trauma menyebabkan hematom pada mukosa hidung, atau
luka pada epitel olfaktorius. Kerusakan dapat terjadi pada serat saraf olfaktorius,
bulbus olfaktorius dan kerusakan otak di regio frontal, orbitofrontal, dan
temporal(Huriyati, Effy., B. J. Budiman., T. Nelvia. 2017)

Dan juga cedera otak yang menyebabkan sensori tertentu dalam otak rusak,
atau orang dengan penyakit Alzheimer (halusinasi penciuman dan visual)(Sartika,
Asti et al. 2018).

2. Infeksi saluran nafas atas

Infeksi saluran nafas atas yang sering menyebabkan gangguan penghidu yaitu
common cold. Kemungkinan mekanismenya adalah kerusakan langsung pada epitel
olfaktorius atau jalur sentral karena virus itu sendiri yang dapat merusak sel reseptor
olfaktorius (Huriyati, Effy., B. J. Budiman., T. Nelvia. 2017)

3. Penyakit sinonasal

Gangguan penghidu pada penyakit sinonasal seperti rinosinusitis kronik atau


rinitis alergi disebabkan inflamasi dari saluran nafas yang menyebabkan
berkurangnya aliran udara dan odoran yang sampai ke mukosa olfaktorius (Huriyati,
Effy., B. J. Budiman., T. Nelvia. 2017)

Dapus

Huriyati, Effy., B. J. Budiman., T. Nelvia. 2017. Gangguan fungsi penghidu dan


pemeriksaannya.Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.

Sartika, Asti et al. 2018. Makalah Sistem Olfaktori. Fakultas Pendidikan Psikologi
Universitas Negeri Jakarta