Anda di halaman 1dari 6

MATERIAL KONSTRUKSI GEOGRID

Geogrid adalah bahan Geosynthetic yang digunakan untuk memperkuat tanah.Geogrid


biasanya digunakan untuk memperkuat sebagai dinding penahan, serta subbases atau subsoils
bawah jalan atau bangunan. Sebagai pemisah tanah dibawah ketegangan. Dibandingkan dengan
tanah, geogrids kuat dalam ketegangan. Hal ini memungkinkan geogrid mentransfer kekuatan
untuk area yang lebih besar dari tanah untuk menghindari hal buruk yang akan terjadi.

Geogrid biasanya terbuat bahan polimer, seperti poliester, polietilena atau polyproylene .
Mereka mungkin woven atau rajutan dari benang, panas dilas dari strip dari berbagai bahan, atau
terbuat dari pola yang teratur dari lubang di lembar materi, kemudian membentang ke dalam
kotak.

Pengembangan metode pembuatan bahan polimer yang relatif kaku oleh tarikkan,
meningkatkan kemungkinan bahwa bahan-bahan tersebut dapat digunakan dalam penguatan
tanah untuk dinding, lereng curam, dasar jalan dan tanah pondasi. Digunakan dengan demikian,
fungsi utama dari geogrids dihasilkan di bidang penguatan . Daerah ini, seperti halnya dengan
banyak Geosynthetics lainnya, sangat aktif, dengan sejumlah produk yang berbeda, bahan,
konfigurasi, dll, yang membentuk pasar geogrid hari ini. Fitur kunci dari semua geogrids adalah
bahwa bukaan antara set berdekatan rusuk membujur dan melintang, yang disebut " lubang, "
cukup besar untuk memungkinkan tanah pemogokan - melalui dari satu sisi geogrid ke yang lain.
Tulang rusuk beberapa geogrids cukup kaku dibandingkan dengan serat-serat geotekstil . Seperti
dibahas kemudian, tidak hanya kekuatan tulang rusuk penting, tetapi kekuatan persimpangan
juga penting. Alasan untuk ini adalah bahwa dalam situasi pelabuhan pemogokan - melalui tanah
dalam lubang beruang terhadap rusuk melintang , yang mentransmisikan beban ke tulang rusuk
membujur melalui persimpangan. Persimpangan, tentu saja, di mana tulang rusuk membujur dan
melintang bertemu dan terhubung. Hal itu kadang-kadang disebut " node ".

Berdasarkan bentuk bukaannya (Aperture), maka Geogrid bisa dibagi menjadi :

1. Geogrid Uniaxial

Adalah Geogrid yang mempunyai bentuk bukaan tunggal dalam satu segmen (ruas).
Berfungsi sebagai material perkuatan pada sistem konstruksi dinding penahan tanah
(Retaining Wall) dan perkuatan lereng (Slope reinforcement)

2. Geogrid Biaxial

Adalah Geogrid yang mempunyai bukaan berbentuk persegi.

Berfungsi sebagai stabilisasi tanah dasar. Seperti pada tanah dasar lunak (soft clay
maupun tanah gambut). Metode kerjanya adalah interlocking, artinya mengunci agregat yang
ada di atas Geogrid sehingga lapisan agregat tersebut lebih kaku, dan mudah dilakukan
pemadatan.
3. Geogrid Triax

Adalah Geogrid yang mempunyai bukaan berbentuk segitiga.

Fungsinya sama dengan Biaxial sebagai material stabilisasi tanah dasar lunak, hanya saja
performance nya lebih baik. Hal ini disebabkan bentuk bukaan segitiga lebih kaku sehingga
penyebaran beban menjadi lebih merata.
GEOGRID bisa diaplikasikan:

1. Pada syarah jalan geogrid dapat diaplikasikan pada tanah lunak secara perkerasan
pertama pecah tolok ukur tertentu, serta bila tanah dasarnya bercorak lempung yang
lunak mau lebih indah bila digabung dengan geotextile dibawah geogrid. Pemasangan
geogrid dengan memakai baru resolusi pembagian diatasnya membuat geogrid tersebut
bekerja lebih efektif dalam menyebarkan tegangan sehingga zona dasar sanggup menahan
muatan lebih buntal. Umumnya geogrid yang diterapkan pada syarah ini macam
Polypropylene Biaxial Geogrid.
Pada kasus proteksi longsoran (slope protection), dapat menggunakan geogrid yang
dibentuk sedemikian rupa lapis demi leretan (layer by layer) serta menggunakan material
urug yang baik dan pemadatan yang baik, menunjuk lapisan geogrid tersebut bisa
memotong urutan kelongsoran, jadi tebing/slope siap menjadi lebih stabil setara dengan
rancangan yang aku inginkan. Saat proteksi longsoran umumnya geogrid yang
dimanfaatkan adalah Polyester Uniaxial Geogrid.

2. Geogrid dapat dikenakan pada tata timbunan (stock pile), dimana geogrid beroperasi
memperluas penyebaran tegangan, oleh karena itu tanah dasar dibawahnya dapat
menahan beban yang direncanakan. Umumnya geogrid yang digunakan pada syarah ini
macam Polypropylene Biaxial Geogrid.

3. Pada abutment jembatan, geogrid umumnya dipadukan dengan material key stone
sehingga siap menahan beban kendaraan serta mendapatkan potongan yang tunak
sehingga effisien terhadap bilik. Umumnya geogrid yang dimanfaatkan pada konstruksi
ini macam Polyester Unixial Geogrid.

Menurut Material Rendah / Bahan Baku, Geogrid Terdiri Daripada Dua Spesies:

1. Geogrid Polyester (PET), berbahan pokok polyester yang dilapisi/”dicoating” secara


polymer hitam pvc.

2. Geogrid Polypropylene (PP), berbahan dasar polypropylene.


Berdasarkan Susunan Dan Fungsinya Geogrid Terdiri Dari:
Geogrid Biaxial merupakan jenis geogrid yang digunakan sebagai material stabilisasi
ataupun perkuatan pada tanah dasar yang sabar, seperti di daerah hutan berpaya,
berlumpur & gambut. Jalan kerja geogrid biaxial merupakan interlocking (mengunci
agregat) jadi lapisan timbunan yang ada diatasnya kian kaku kemudian distribusi bagasi
menjadi kian merata. Fungsi dari geogrid biaxial ialah sebagai material stabilisasi tanah
dasar & mencegah terjadinya differential settlement (penurunan setempat) sehingga
mereduksi biaya pemeliharaan Geogrid macam ini juga dapat mereduksi tebal base atau
sub base sampai dengan 60% dengan demikian menghemat upah pelaksanaan rencana.

Geogrid Uniaxial digunakan dalam aplikasi perkuatan tanah, pagar penahan zona,
stabilisasi lereng dan tumpukan diatas zona lunak. Geogrid Uniaxial sanggup memberikan
perkuatan pada komposisi slope reinforcement sehingga sanggup membangun lebih tinggi dan
lebih seimbang pada daerah terbatas.

Geogrid mengandalkan daya tarik yang tinggi serta kemuluran creep yang nista, untuk
kejadian longsoran geogrid ditempatkan saat lapisan tanah, ditimbun dan dipadatkan untaian
demi leretan sehingga mampu menjaga dan menstabilkan zona dengan mendistribusikannnya
menjadi memuaskan tarik.

Geogrid berbentuk seperti jaring dimana dapat menyampaikan perkuatan pada sistem slope
reinforcement oleh karena itu dapat menyusun lebih semampai dan lebih tegak pada area
terpatok.