Anda di halaman 1dari 16

RESUME BAB 12 KEPEMIMPINAN

Nama: Febby Fitri Np

NPM: 10090115143

Kelas: Akuntansi – D

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS ISLAM BANDUNG

2018
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Manusia adalah makhluk Tuhan yang paling tinggi disbanding makhluk
Tuhan lainnya. Manusia di anugerahi kemampuan untuk berpikir, kemampuan
untuk memilah dan memilih mana yang baik dan mana yang buruk. Dengan
kelebihan itulah manusia seharusnya mampu mengelola lingkungan dengan
baik. Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup
sendiri.Manusia selalu berinteraksi dengan lingkungan, manusia hidup
berkelompok. Hidup dalam kelompok tentulah tidak mudah. Untuk
menciptakan kondisi kehidupan yang harmonis anggota kelompok haruslah
saling menghormati dan menghargai. Keteraturan hidup perlu selalu dijaga.
Hidup yang teratur adalah impian setiap insan. Menciptakan dan menjaga
kehidupan yang harmonis adalah tugas manusia.
Dengan berjiwa pemimpin manusia akan dapat mengelola diri, kelompok
dan lingkungan dengan baik. Khususnya dalam penanggulangan masalah
yang relative pelik dan sulit. Disinilah dituntut kearifan seorang pemimpin
dalam mengambil keputusan agar masalah dapat terselesaikan dengan baik.
Dalam kenyataannya para pemimpin dapat mempengaruhi moral dan
kepuasan kerja, keamanan, kualitas kehidupan kerja dan terutama tingkat
prestasi suatu organisasi. Para pemimpin juga memainkan peranan penting
dalam membantu kelompok, organisasi atau masyarakat untuk mencapai
tujuan mereka.
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Membedakan kepemimpinan dengan manajemen


Kepemimpinan sebagai kemampuan untuk memengaruhi suatu kelompok
menuju pencapaian sebuah visi atau tujuan yang ditetapkan. Sumber dari
pengaruh ini dapat secara formal, seperti yang dilakukan dengan peringkat
manajerial di dalam organisasi. Tidak semua pemimpin adalah para manajer,
demikian pula tidak semua manajer adalah para pemimpin. Organisasi
memerlukan kepemimpinan yang kuat dan manajemen yang kuat efektivitas
yang optimal. Kita memerlukan para pemimpin untuk menantang status quo,
menciptakan visi masa depan, dan menginspirasi para anggota organisasi
untuk mancapai visi. Kita juga memerlukan para manajer untuk merumuskan
rencana yang terperinci, menciptakan struktur organisasi yang efisien, dan
mengawasi kegiatan operasional sehari-hari.
2.2 Meringkaskan kesimpulan – kesimpulan dari teori sifat kepemimpinan
Teori Sifat

Teori sifat kepemimpinan berfokus pada kualitas dan karakteristik


personel. Pencarian atas kepribadian, sosial, fisik, atau intelektual yang
membedakan seorang pemimpin dengan yang bukan pemimpin menjadi tahap
awal dalam riset kepemimpinan. Berdasarkan teori Lima Besar, ditemukan
bahwa ekstraversi menjadi sifat yang sangat prediktif terhadap
kepemimpinan. Para pemimpin yang memiliki skor sangat tinggi dalam
ketegasan akan kurang efektif dibandingkan dengan mereka yang tingginya
moderat. Tidak seperti keramahan dan stabilitas emosional, sifat teliti dan
keterbukaan pada pengalaman memperlihatkan hubungan yang kuat dengan
kepemimpinan. Sifat lain yang akan mengindikasikan kepemimpinan efektif
adalah kecerdasan emosional (EI). Komponen utama dalam kecerdasan
emosional adalah empati. Seorang pemimpin yang efektif menampilkan dan
mengelola emosinya akan dapat lebih mudah memengaruhi perasaan para
pengikut dengan mengekspresikan simpati dan antusiasme yang tulus untuk
kinerja yang baik, dan dengan mengekspresikan kemarahan ketika para
pekerja gagal dalam melaksanakan pekerjaannya. Orang-orang yang tinggi
dalam kecerdasan emosional akan lebih cenderung untuk muncul sebagai para
pemimpin, bahkan setelah memperhitungkan kemampuan kognitif dan
kepribadian.

2.3 Mengidentifikasi prinsip – prinsip utama dan keterbatasan pokok dari


teori – teori mengenai perilaku
Teori mengenai perilaku kepemimpinan, teori-teori yang mengusulkan
perilaku spesifik yang mendiferensiasikan para pemimpin dari bukan para
pemimpin. Memprakasari struktur adalah samapi sejuah mana seorang
pemimpin akan mendefinisikan serta menstrukturisasi peranan dan para
pekerjanya dalam menca[ai tujuan. Hal ini meliputi perilaku yang berupaya
untuk mengorganisasi kerja, hubungan kerja, dan tujuan. Seorang pemimpin
yang tinggi dalam memprakarsai struktur adalah seseorang yang “menugaskan
para anggota kelompok terhadap tugas-tugas tertentu”, “mengharapkan para
pekerja untuk mempertahankan standar kinerja tertentu” dan “menekankan
pemenuhan tenggat waktu”.
Keramahan adalah sampai sejuah mana hubungan pekerjaan seseorang
dicirikan oleh rasa saling percaya, menghormati gagasan dari para pekerja,
dan menghargai perasaan mereka. Seorang pemimpin yang sangat ramah akan
membantu para pekerja dengan permasalahan pribadi, adalah seorang yang
ramah dan yang mudah untuk ditemui, memperlakukan para karyawannya
dengan sama, serta mengekspresikan penghargaan dan dukungan.
Pemimpin yang berorientasi pada pekerja, yang menekankan pada
hubungan interpersonel dengan menempatkan kepentingan pribadi dalam
kebutuhan dari para pekerja dan menerima perbedaan individual antara
mereka, dan pemimpin yang berorientasi pada produksi, menekankan pada
aspek teknis atau tugas dari pekerjaan, yang berfokus padan pencapaian tugas
dari kelompok.

Ringkasan dari teori mengenai sifat dan teori perilaku


Para pemimpin yang memiliki sifat-sifat tertentu dan orang yang
memperlihatkan keramahan dan membangun struktur perilaku akan telihat
lebih efektif. Barangkali Anda bertanya-tanya apakah para pemimpin yang
teliti (sifat) lebih cenderung membangun struktur (perilaku) dan para
pemimpin yang esktrover (sifat) akan menjadi (perilaku) yang penuh
keramahan.
2.4 Menilai teori kontigensi mengenai kepemimpinan dengan level
pendukung mereka
MODEL FIEDLER

Fred fiedler mengembangkan model kontingensi yang komprehensif


pertama kali bagi kepemimpinan. Model kontingensi fiedler menyatakan
bahwa kinerja kelompok yang efektif bergantung pada kecocokan yang tepat
diantara gaya pemimpin dan seberapa besar situasi memberikan kendali pada
pemimpin.

Mengindetifikasi gaya kepemimpinan Teori yang menyatakan kelompok


efektif bergantung pada kecocokan yang tepat di antara gaya kepemimpinan
dalam berinteraksi dengan para pemimpinan dalam berinteraksi dengan para
bawahan dan seberapa besar situasi memberikan kendali dan pengaruh kepada
pemimpin. Kuesioner rekan kerja yang paling tidak disukai, sebuah instrumen
yang dimaksudkan untuk mengukur apakah seseorang berorientasi pada tugas
atau hubungan.

Mendefinisikan situasi Setelah menilai gaya kepemimpinan dasar dari


individu melalui kuesioner LPC, maka kita mencocokkan pemimpin dengan
situasi. Fiedler mengidentifikasi tiga dimensi kontingensi atau situasional:

1. Hubungan pemimpin-anggota adalah derajat kepercayaan diri,


kepercayaan, dan menghormati yang mana para anggota miliki dalam
diri pemimpin mereka.
2. Struktur tugas adalah keadaan yang mana penugasan pekerjaan
dibuatkan prosedur (yaitu, terstruktur atau tidak terstruktur).
3. Kekuatan posisi adalah derajat dari pengaruh seorang pemimpin yang
memiliki variabel kekuatan yang lebih seperti merekrut, memecat,
disiplin, mempromosikan, dan menaikkan gaji.
Mencocokan antara para pemimpin dengan situasi Mengombinasikan
tiga dimensi kontingensi menghasilkan delapan kemungkinan situasi yang
mana para pemimpin dapat menemukan diri mereka sendiri. Model fiedler
mengusulkan pencocokan antara skor LPC individu dengan delapan situasi
untuk mencapai efektivitas kepemimpinan maksimum.

Evaluasi Beberapa studi yang menguji keseluruhan validitas dari model


fiedler menemukan bukti yang cukup besar untuk mendukung bagian yang
substansial dari model tersebut. Jika kita menggunakan tiga kategori dan
bukannya delapan kategori semula, banyak bukti yang mendukung
kesimpulan-kesimpulan fiedler

TEORI-TEORI KONTINGENSI LAINNYA

- Teori kepemimpinan situasional

Teori ini mengatakan bahwa kepemimpinan yang berhasil akan


bergantung pada pemilihan gaya kepemimpinan kontingensi yang tepat
terhadap kesiapan dari para pengikutnya, sampai sejauh mana mereka bersedia
dan mampu menyelesaikan suatu tugas tertentu.

- Teori jalur-Tujuan

Suatu teori yang menyatakan bahwa merupakan tugas dari pemimpin


untuk membantu para pengikut dalam memperoleh tujuan-tujuan mereka
dan untuk menyediakan pengarahan dan atau dukungan untuk memastikan
bahwa tujuan-tujuan mereka sesuai dengan keseluruhan tujuan kelompok

atau organisasi. Menurut teori jalur-tujuan, apakah seorang pemimpin


harus mengarahkan atau mendukung, atau harus memperlihatkan beberapa
perilaku lainnya, bergantung pada analisi yang rumit atas situasi. Teori ini
memprediksikan:

1. Kepemimpinan yang mengarahkan akan menghasilkan kepuasan


yang lebuh tinggi pada tugas yang bersifat ambigu atau penuh
tekanan dibandingkan pada tugas-tugas yang terstruktur dan ditata
dengan baik.
2. Kepemimpinan yang mendukung akan menghasilkan kinerja dan
kepuasan yang tinggi ketika para pekerja mengerjakan tugas yang
terstruktur.
3. Kepemimpinan yang mengarahkan lebih cenderung dipandang
sebagai faktor yang mubazir jika berbeda antara para pekerja yang
memiliki kemampuan yang tinggi atau pengalaman yang luas.
- Model pemimpin-partisipasi

Suatu teori mengenai kepemimpinan yang menyediakan


serangkaian aturan untuk menentukan bentuk dan jumlah pegambilan
keputusan secara partisipatif dalam situasi yang berbeda.

TEORI PERTUKARAN PEMIMPIN – ANGGOTA


Teori pertukaran pemimpin-anggota merupakan suatu teori yang
mendukung penciptaan para pemimpin di dalam kelompok dan di luar
kelompok dan diluar kelompok; para bawahan dengan status di dalam
kelompok yang akan memiliki peringkat kinerja yang lebih tinggi, tingkat
perputaran pekerja yang rendah, dan kepuasan kerja yang lebih tinggi.

2.5 Membedakan kepemimpinan karismatik dengan kepemimpinan


transformasional

KEPEMIMPINAN KARISMATIK DAN KEPEMIMPINAN


TRANSFORMASIONAL

Kepemimpinan karismatik

Apa yang dimaksud dengan kepemimpinan karismatik?

Mendefinisikan karisma lebih dari satu abad yang lalu sebagai “kualitas
tertentu dari kepribadian seseorang, dengan kebijakan yang mana dia tetapkan
secara terpisah dari orang biasa dan diperlakukan sebagai yang dikaruniai
dengan supranatural, manusia super, atau sedikitnya kekuatan atau kualitas
yang luar biasa secara spesifik. Teori kepemimpinan karismatik, suatu teori
kepemimpinan yang menyatakan bahwa para pengikut membuat atribut
kepahlawanan atau kemampuan dalam kepemimpinan yang luar biasa ketika
mereka mengamati perilaku-perilaku tertentu.

Apakah para pemimpin yang karismatik dibawa sejak dilahirkan atau


karena diasah?

Para individu semenjak dilahirkan membawa sifat-sifat yang dapat


menjadikan mereka karismatik. Pada kenyataannya, studi terhadap anak
kembar yang identik telah menemukan bahwa anak kembar memiliki hasil
skor kepemimpinan yang karismatik yang sama, bahkan jika mereka
dibesarkan dalam keluarga yang berbeda dan tidak pernah bertemu sama
sekali. Untuk mengembangkan aura karisma dengan mempertahankan
pandangan yang optimis, gunakan keinginan yang besar sebagai sebuah
katalisator untuk menghasilkan antusiasme, dan berkomunikasi dengan
seluruh anggota badan, bukan hanya dengan kata-kata.

Bagaimana pemimpin yang karismatik mempengaruhi pengikutnya

Sebenarnya para pemimpin yang karismatik mempengaruhi para


pengikutnya? Yaitu dengan menyampaikan visi yang menarik serta strategi
dalam jangka panjang untuk memperoleh suatu tujuan dengan mengaitkan
masa sekarang dengan masa depan yang lebih baik bagi organisasi. Sebuah
visi memerlukan pernyataan visi yang menyertainya, yaitu sebuah
penyampaian formal dari visi atau misi organisasi.

Apakah kepemimpinan karismatik yang efektif bergantung pada situasi

Orang-orang yang bekerja bagi para pemimpin yang karismatik


termotivasi untuk mengarahkan upaya ekstra, karena mereka menyukai dan
menghormati para pemimpin mereka, mengekspresikan kepuasan yang lebih
besar.

Sisi gelap dari kepemimpinan karismatik

Setiap perusahaan ingin memiliki seorang CEO yang karismatik, dan


untuk menarik mereka, para dewan direktur memberikan kepada mereka
otonomi dan sumber daya yang belum pernah dinikmati sebelumnya-
menggunakan pesawat jet pribadi dan penthouse yang bernilai jutaan.

KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL

- Para pemimpin yang transaksional, yang membimbing para


pengikut mereka menuju tujuan yang ditetapkan dengan menjelaskan
peran dan tugas yang dibutuhkan. Para pemimpin yang
transformasional menginspirasi para pengikut untuk melampaui
kepentingan diri sendiri mereka demi keuntungan organisasi.
- Model kepemimpinan yang lengkap, manajemen dengan
pengecualian aktif atau pasif—sedikit lebih baik, tetapi masih
dianggap tidak efektif. Para pemimpin manajemen dengan
pengecualian cenderung tersedia hanya ketika terdapat sebuah
permasalahan, yang sering sangat terlambat.
- Bagaimana kepemimpinan transformasional, para pemimpinyang
transformasional lebih efektif karena mereka kreatif, selain itu mereka
mendorong yang pengikutnya agar menjadi kreatif juga.
- Evaluasi atas kepemimpinan yang transformasional,
kepemimpinan yang transformasional telah mendukung level
pekerjaan yg beragam dan jabatan.
2.6 Mendefinisikan kepemimpinan yang autentik
Kepemimpinan yang Autentik: Etika dan Kepercayaan

Apakah yang Dimaksud dengan Kepemimpinan Autentik?

para pemimpin yang mengetahui siapakah mereka, mengetahui apa yang


mereka yakini dan nilai, serta bertindak dengan nilai tersebut dan meyakini
secara terbuka dan berterus terang. Para pengikut mereka akan
mempertimbangkan mereka menjadi orang-orang yang memiliki etika.

Kepemimpinan yang Beretika Etika dan kepemimpinan saling beririsan


pada sejumlah titik waktu. Kepemimpinan yang transformasional memiliki
implikasi etika ketika para pemimpin ini mengubah cara berpikir dari para
pengikutnya.

Kepemimpinan yang melayani Suatu gaya kepemimpinan yang ditandai


dengan melampaui kepentingan pemimpin sendiri dan akan menitikberatkan
pada kesempatan untuk membantu para pengikutnya agar bertumbuh dan
berkembang.

Kepercayaan dan Kepemimpinan Kepercayaan, suatu ekspektasi positif


yang orang lain tidak akan bertindak secara oportunis. Sedangkan
kepemimpinan, kemampuan untuk memengaruhi suatu kelompok menuju
sebuah pencapaian.

Bagaimana Kepercayaan dapat Dikembangkan. Kepercayaan bukan


hanya mengenai pemimpin; karakteristik dari para pengikut kita untuk
meyakini bahwa seorang pemimpin layak untuk dipercayaiBukti-bukti telah
mengidentifikasi 3 hal, yaitu:

1. Integritas, mengacu pada kejujuran dan kebenaran.


2. Kebajikan berarti bahwa orang yang di percaya akan memikat
ketertarikan di hati anda, bahkan jika anda tidak serta merta
sejajar dengan mereka.
3. Kemampuan mencakup pengetahuan dan keahlian teknik dan
individu serta interpersonal

Kepercayaan sebagai Sebuah Proses . Waktu merupakan komponen


terakhir dalam membangun kepercayaan. Kita dapat mempercayai orang-
orang didasarkan pada pengamatan perilaku mereka selama suatu periode
waktu tertentu.

Apakah Konsekuensi dari Kepercayaan? Kepercayaan di antara para


supervisor dengan para pekerja memiliki sejumlah keuntungan. Disini hanya
terdapat beberapa yang telah diperlihatkan oleh riset:

- Kepercayaan mendorong pengambilan risiko


- Kepercayaan memfasilitasi pembagian informasi
- Mempercayai kelompok lebih efektif
- Kepercayaan mendorong produktivitas

2.7 Memperlihatkan peranan pendamping yang dimainkan dalam


pemahaman mengenai kepemimpinan

TERDEPAN UNTUK MASA MENDATANG: PENDAMINGAN

Pendampingan

Seorang pembimbing adalah pekerja senior yang menyongkong dan


mendukung pekerja kurang berpengalaman, anak didik. Para pembimbing
yang berhasil merupakan para pengajar yang baik. Mereka menyajikan
gagasan-gagasan secara jelas, mendengarkan dengan baik, dan berempati
dengan permasalahan yang dihadapi oleh para anak didiknya.

2.8 Membahas mengenai tantangan bagi efektivitas kepemimpinan

Kepemimpinan sebagai sebuah atribut Sebuah teori kepemimpinan


yang mengatakan bahwa kepemimpinan hanyalah sekedar sebuah atribut yang
orang-orang akan diambil mengenai individu lainnya.
Subtitusi dan Menetralisasi kepemimpinan. Subtitusi, atribut misalnya
pengalaman dan pelatihan, yang dapat menggantikan kebutuhan akan
dukungan atau kemampuan dari seorang pemimpin untuk menciptakan
struktur. Penetralisasi, atribut yang menjadikannya tidak mungkin bagi
perilaku pemimpin untuk membuat beberapa perbedaan terhadap hasil dari
pengikut.
Kepemimpinan secara Online Kepercayaan yang didasarkan pada
identifikasi, kepercayaan yang didasarkan pada saling memahami niatan satu
sama lain dan menghargai keinginan serta kehendak orang lain.

MENEMUKAN DAN MENCIPTAKAN PARA PEMIMPIN YANG


EFEKTIF
- Memilih para pemimpin

Proses organisasi yang harus dijalankan untuk mengisi


posisi dalam manajemen merupakan latihan dalam
mengindetifikasi para pemimpin yang efektif.

- Pelatihan para pemimpin


Pelatihan kepemimpinan cenderung lebih berhasil dengan
pengawasan diri yang tinggi, organisasi dapat dapat
mengjarkan keahlian implementasi. Dapat mengajarkan
keahlian seperti membangun kepercayaan dan pendampingan.
BAB III
Kesimpulan

Dari pembahasan di bab kali ini kita dapat menyimpulkan bahwa


Kepemimpinan merupakan kemampuan untuk memengaruhi suatu kelompok
menuju pencapaian sebuah visi atau tujuan yang ditetapkan. Teori sifat
kepemimpinan merupakan teori-teori yang mempertimbangkan kualitas dan
karakteristik personel yang mendiferensiasikan para pemimpin dari yang
bukan para pemimpin. Pemimpin yang autentik adalah para pemimpin yang
mengetahui siapakah mereka, mengetahui apa yang mereka yakini dan nilai,
serta bertindak dengan nilai tersebut dan meyakini secara terbuka dan
berterus terang. Untuk menciptakan para pemimpin yang efektif dapat
dilakukan dengan cara pelatihan kepemimpinan. Pelatihan kepemimpinan
cenderung lebih berhasil dengan pengawasan diri sendiri yang tinggi,
organisasi dapat mengajarkan keahlian implementasi, dapat membangun
kepercayaan dan pendampingan, dapat mempelajari bagaimana mengevaluasi
situasi, memodifikasi mereka untuk lebih menyesuaikan dengan gaya mereka,
dan menilai mana perilaku pemimpin yang dangat efektif dalam suatu situasi
tertentu, dan pelatihan kepemimpinan dapat meningakatkan kemampuan
perorangan untuk memperlihatkan kualitas kepemimpinan yang karismatik.
Tinjauan Akhir Bab
1. Apakah kepemimipinan dan manajemen berbeda satu sama lainnya?
Jika demikian, bagaimana?
Berbeda, kepemimpinan merupakan kemampuan untuk memengaruhi
suatu kelompok menuju pencapaian sebuah visi atau tujuan yang ditetapkan.
Tidak semua pemimpin adalah para manajer, demikian pula tidak semua
manajer adalah pemimpin.
2. Apa perbedaan di antara teori sifat dan teori perilaku? Apakah teori –
teori tersebut valid?
Teori sifat kepemimpinan merupakan teori-teori yang mempertimbangkan
kualitas dan karakteristik personel yang mendiferensiasikan para pemimpin
dari yang bukan para pemimpin. Dasar yang diperhitungkannya yaitu,
ekstraversi, ketegasan, keramahan dan stabilitas emosional, sifat teliti dan
keterbukaan pada pengalaman Sedangkan Teori mengenai perilaku
kempemimpinan merupakan teori-teori yang mengusulkan perilaku spesifik
yang mendiferensiasikan para pemimpin dari bukan para pemimpin. Dua
dasar sangat diperhitungkan sebagai perilaku kepemimpinan oleh para
karyawan; meprakarsai struktur dan keramahan. Tipe perilaku ada dua, yaitu
pemimpin yang berorientasi pada pekerja dan pemimpin yang berorientasi
pada produksi.

3. Apakah keterbatasan dari teori kepemimpinan?


4. Apakah yang dimaksud model kontingensi yang dikemukan oleh
Fiedler? Apakah teori tersebut telah didukung oleh riset?
Model kontijensi fiedler adalah teori yang menyatakan kelompok
efektif bergantung pada kecocokan yang tepat di antara gaya kepemimpinan
dalam berinteraksi dengan para bawahan dan seberapa besar situasi
memberikan kendali dan pengaruh kepada pemimpin. Iya, teori ini telah
didukung oleh riset.

5. Bagaimana kepemimpinan yang karismatik dengan transformasional


dapat diperbandingkan dan dibedakan? Apakah mereka valid?
Teori kepemimpinan karismatik merupakan suatu teori kepemimpinan
yang menyatakan bahwa para pengikut membuat atribut kepahlawanan atau
kemampuan dalam kepemimpinan yang luar biasa ketika mereka mengamati
perilaku-perilaku tertentu. Sedangkan Para pemimpin transaksional adalah
para pemimpin yang membimbing atau memotivasi para pengikut mereka
yang diarahkan menuju tujuan yang ditetapkan dengan menjelaskan peranan
dan tugas yang dibutuhkan.

6. Apakah yang dimaksud dengan kepemimpinan yang autentik? Mengapa


etika dan kepercayaan merupakan persoalan bagi kepemimpinan?
Pemimpin yang autentik adalah para pemimpin yang mengetahui
siapakah mereka, mengetahui apa yang mereka yakini dan nilai, serta
bertindak dengan nilai tersebut dan meyakini secara terbuka dan berterus
terang. karena etika dan kepemimpinan saling beririsan pada sejumlah titik
waktu. Kepemimpinan yang transformasional memiliki implikasi etika ketika
para pemimpin ini mengubah cara berpikir dari para pengikutnya. Para
pemimpin yang tidak etis akan menggunakan karisma mereka untuk
meningkatakan kekuasaannya atas para pengikutnya, diarahkan untuk
melayani dirinya sendiri hingga akhir. Dan para pengikut yang mempercayai
seorang pemimpin memiliki kepercayaan diri bahwa hak dan kepentingan
mereka tidak akan disalahgunakan.

7. Bagaimana pendampingan bermanfaat bagi kepemimpinan? Apa kunci


untuk melakukan pembimbingan secara efektif?
Para pembimbing bukan akan menjadi efektif bukan karena fungsi yang
mereka berikan, tetapi karena sumber daya yang mereka dapat peroleh;
seorang pembimbing terhubung dengan jaringan yang sangat bermanfaat
yang dapat membangun hubungan yang akan membantu kemajuan dari anak
didiknya. Jika seorang pembimbing tidak terhubung dengan baik atau bukan
merupakan sosok yang sangat kuat, maka nasihat pedamping yang terbaik
dalam dunia sekalipun tidak akan sangat bermanfaat.
8. Bagaimana organisasi dapat memilih dan mengembangkan para
pemimpin yang efektif?
a. Memilih para pemimpin

Proses organisasi yang harus dijalankan untuk mengisi


posisi dalam manajemen merupakan latihan dalam
mengindetifikasi para pemimpin yang efektif.

b. Pelatihan para pemimpin


Pelatihan kepemimpinan cenderung lebih berhasil dengan
pengawasan diri yang tinggi, organisasi dapat dapat
mengjarkan keahlian implementasi. Dapat mengajarkan
keahlian seperti membangun kepercayaan dan pendampingan.