Anda di halaman 1dari 5

Kinantya Putri Ridelfi

1611413012

Macam-macam Cengkeram Kawat


Secara garis besar dikenal dua kelompok cengkeram kawat, yaitu Cengkeram
Oklusal dan Cengkeram Gingival yang masing-masing terdiri lagi dalam beberapa
bentuk.
A. Cengkeram Oklusal
1. Cengkeram 3 Jari
Berbentuk seperti Akers Clasp, cengkeram ini dibentuk dengan jalan
menyoldir lengan-lengan kawat pada sandaran atau menanamnya ke
dalam basis. Tersedia pula bentuk jadi dari kawat baja tahan karat, yang
tinggal disesuaikan dengan bentuk anatomi gigi. Desainnya sama dengan
cengkeram 2 jari tetapi memiliki oklusal rest.
Indikasi: gigi premolar dan molar.

2. Cengkeram 2 Jari
Berbentuk sama seperti Akers Clasp tetapi tanpa sandaran, yang bila
perlu dapat ditambahkan berupa sandaran cor. Tanpa sandaran,
cengkeram ini dengan sendirinya berfungsi retentif saja pada protesa
dukugan jaringan. Desainnya terdiri dari lengan bukal dan lingual, body,
bahu, dan bagian retensi dari akrilik
Indikasi: Gigi premolar dan gigi molar.

3. Cengkeram Jackson
Cengkeram ini merupakan penahan langsung ortodontik. Desainnya
cengkeram ini mulai dari palatal/lingual, terus ke oklusal di atas titik
kontak, turun ke bukal melalui di bawah lingkaran terbesar, naik lagi ke
oklusal di atas titik kontak, turun ke lingual masuk retensi akrilik.
Indikasi: Gigi premolar dan gigi molar yang mempunyai kontak yang baik
di bagian mesial dan distalnya. Bila gigi penjangkaran terlalu cembung,
seringkali cengkeram ini sulit masuk pada waktu pemasangan protesa.

4. Cengkeram Setengah Jackson


Cengkeram ini disebut pula Cengkeram satu jari atau cengkeram C.
Desainnya mulai dari bukal lalu ke oklusal di atas titik kontak, turun ke
lingual dan terus ke retensi akrilik.
Indikasi: Gigi molar dan gigi premolar yang terlalu cembung sehingga
cengkeram Jackson sulit masuk pada waktu pemasangan protesa.

5. Cengkeram S
Berbentuk seperti huruf S, cengkeram ini bersandaran pada singulum gigi
kaninus. Desainnya mulai dari bukal lalu ke insisal di atas titik kontak,
turun ke bawah masuk ke dalam akrilik.
Indikasi: Biasa dipakai untuk kaninus bawah, dapat pula digunakan untuk
kaninus atas, bila ruang interoklusalnya cukup.

6. Cengkeram Rush Anker


Desainnya mulai dari oklusal di aproksimal terus ke arah lingual ke bawah,
masuk ke dalam akrilik. Fungsinya hanya untuk meneruskan beban
kunyah protesa ke gigi penjangkaran dan sebagai retensi pada
pembuatan splint.
Indikasi: Gigi molar dan premolar yang mempunyai titik kontak yang baik.

7. Cengkeram Panah
Disebut Panah, karena berbentuk anak panah yang ditempatkan pada
interdental gigi, dan diperuntukkan bagi anak-anak dimana retensi
kurang. Itulah sebabnya cengkeram ini dipakai untuk protesa
sementara selama masa pertumbuhan.

B. Cengkeram Gingival
1. Cengkeram Panah Anchor
Cengkeram ini merupakan cengkeram interdental atau proksimal.
Tersedia juga dalam bentuk siap pakai, untuk disoldir pada kerangka atau
ditanam dalam basis

2. Cengkeram Meacock
Cengkeram ini khusus untuk bagian interdental, terutama pada gigi molar
1, dan merupakan cengkeram protesa dukungan jaringan. Digunakan
untuk anak-anak pada masa masa pertumbuhan, cengkeram ini
menambah retensi untuk Spoon Denture.

3. Cengkeram Penahan Bola


Sering disebut dengan Ball Retainer Clasp.
C. Hairpin Clasp/Fish Hook/Reverse Loop/Cangkolan Kail Ikan
Merupakan modifikasi dari cangkolan Akers. Desainnya yaitu modifikasi
terletak pada bagian bukal, tetapi ukuran gigi harus relative besar.
Kekurangannya yaitu mudah terjadi karies dan estetik kurang, sehingga
biasanya hanya dipakai untuk rahang bawah.
Indikasi: Gigi posterior yang undercut retentifnya kurang untuk dipakaikan
cangkolan Akers.