Anda di halaman 1dari 17

Laporan PSP2N Stase Keperawatan Keluarga- F.

Kep Universitas 2018


Jember

PREPLANNING KEGIATAN PARENTING CLASS PADA KELUARGA


DENGAN BALITA DI DESA SERUT KECAMATAN PANTI
KABUPATEN JEMBER

Oleh:
Kelompok 4

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI RI


UNIVERSITAS JEMBER
FAKULTAS KEPERAWATAN
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI NERS
Alamat: Jl. Kalimantan No. 37 Jember Telp./Fax. (0331) 323450
Laporan PSP2N Stase Keperawatan Keluarga- F. Kep Universitas 2018
Jember

PREPLANNING KEGIATAN PARENTING CLASS PADA KELUARGA


DENGAN BALITA DI DESA SERUT KECAMATAN PANTI
KABUPATEN JEMBER

Disusun untuk memenuhi laporan akhir Program Studi Pendidikan Profesi Ners
Stase Keperawatan Komunitas dan Keluarga

Oleh:
Kelompok 4

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI RI


UNIVERSITAS JEMBER
FAKULTAS KEPERAWATAN
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI NERS
Alamat: Jl. Kalimantan No. 37 Jember Telp./Fax. (0331) 323450
Laporan PSP2N Stase Keperawatan Keluarga- F. Kep Universitas 2018
Jember

BAB I. PENDAHULUAN

1.1 Analisis Situasi


Di zaman modern dan serba canggih seperti saat ini, ilmu pengetahuan dan
teknologi sangat mempengaruhi segala aspek dalam perkembangan kehidupan
manusia. Informasi yang beredar dengan cepat dan ditunjang akan teknologi yang
canggih mampu memberi perubahan terhadap perkembangan manusia secara
cepat pula, baik perubahan kearah dalam hal postif maupun hal negatif. Termasuk
di dalamnya seperti mempercepat berubahnya nilai-nilai sosial dan memberi
dampak yang signifikan terhadap manusia itu sendiri. Oleh karena itu,
peningkatan kualitas sumber daya manusia sangat diperlukan guna perubahan
karakteristik manusia ke arah yang lebih baik.
Keluarga merupakan sebuah institusi yang paling penting dalam menciptakan
dasar pendidikan dan perkembangan bagi anak. Karena pembentukan seorang
anak sangat dipengaruhi oleh lingkungan terkecil yaitu keluarga dan yang paling
pertama memberikan pengalaman bagi anak. Pengalaman yang dimiliki anak
tersebut akan menentukan pola pikir, karakter dan sifat alami dari seorang anak.
Anak merupakan tunas, potensi dan generasi penerus cita-cita bangsa yang
memiliki peran penting dalam menjamin eksistensi bangsa dan negara di masa
yang akan datang. Agar mereka kelak mampu memikul tanggung jawab itu, maka
mereka perlu mendapat kesempatan yang seluas-luasnya untuk dapat tumbuh dan
berkembang secara optimal baik fisik, mental, sosial maupun spiritual. Dan
berhak atas pemenuhan hak-hak dasarnya, perlu dilindungi dan mendapatkan
kehidupan yang sejahtera. Karenanya, segala bentuk tindakan yang kurang baik
pada anak perlu dicegah dan diatasi.
Pengetahuan dan pemahaman orangtua dalam pola asuh terhadap anak sangat
berpengaruh terhadap tumbuh perkembangan anak dan masa depannya. Maka dari
itu orangtua perlu diberikan keterampilan dalam mendidik anak didalam keluarga,
pengetahuan mengasuh dan membimbing anak dan agar dapat menjadi sumber
daya manusia yang berkualitas di masa yang akan datang.
Laporan PSP2N Stase Keperawatan Keluarga- F. Kep Universitas 2018
Jember

Melihat kondisi tersebut, program parenting merupakan salah satu sarana


yang dapat dimanfaatkan dalam meningkatkan kualitas sebagai orangtua di dalam
keluarga. Salah satunya dengan penanaman sikap atau perilaku orangtua ramah
anak seperti ramah pendidikan, ramah gizi, ramah pengasuhan dan ramah
perlindungan agar kebutuhan anak-anaknya dengan baik akan mempengaruhi
fase-fase perkembangan anak yang secara terstuktur dan teratur.
Berdasarkan pengkajian yang telah mahasiswa lakukan pada tanggal 2 Mei
2018 di Desa Serut didapatkan data bahwa beberapa keluarga dengan anak
pertama memiliki kemampuan merawat anak yang masih kurang. Data dari
puskesmas menunjukan terdapat 12 balita dengan BGM pada tahun 2017 dan 10
balita pada tahun 2018. Hal tersebut bisa disebabkan oleh, ibu yang masih belum
mengetahui berat badan dan tinggi badan ideal sesuai usia anak. Sehingga
pemberian kelas parenting diharapkan dapat meningkatkan pemahaman orang tua
untuk merawat anak.

1.2 Perumusan Masalah


Bagaimana cara mengatasi pemahaman masyarakat dalam merawat anak
balita pada masyarakat di lingkungan Desa Serut Kecamatan Panti?

BAB II. TUJUAN DAN MANFAAT


2.1 Tujuan
2.1.1 Tujuan Umum
Tujuan umum dari perencanaan terkait gizi bayi dan balita adalah
meningkatkan upaya pemeliharaan kesehatan yang lebih lanjut.

2.1.2 Tujuan Khusus


Laporan PSP2N Stase Keperawatan Keluarga- F. Kep Universitas 2018
Jember

a. Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang gizi bayi dan balita


b. Mengajarkan kepada masyarakat untuk mencegah terjadinya gizi buruk pada
bayi dan balita
c. Mengajarkan kepada masyarakat cara untuk mengatasi atau menurunkan
kejadian gizi buruk pada bayi dan balita
d. Mengajarkan kepada masyarakat cara memenuhi kebutuhan gizi bayi dan balita

2.2 Manfaat
Diharapkan dengan adanya upaya peningkatan pemeliharaan kesehatan
memberikan manfaat:
a. Masyarakat dapat memahami tentang gizi bayi dan balita
b. Masyarakat dapat mengetahui macam-macam gizi bayi dan balita
c. Masyarakat dapat hidup sehat dan memelihara kesehatan

BAB III. KERANGKA PENYELESAIAN MASALAH

3.1 Dasar Pemikiran


Keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari kepala
keluarga dan anggota keluarga seperti ibu dan anak yang tinggal dalam satu
tempat. Anak usia dini merupakan manusia kecil yang memiliki potensi yang
masih harus dikembangkan maka sering disebut Golden Age atau usia ke emasan,
yang dimana perkembangan anak menjadi dasar dan memberikan pengaruh yang
sangat besar bagi pertumbuhan dan perkembangan anak selanjutnya, serta
berpengaruh dalam pembentukan karakter dan kepribadian anak.
Keluarga adalah lingkungan dimana beberapa orang yang masih memiliki
hubungan darah, dan bersatu. Menurut Murray dan Zentner dalam Ayu (2010,
Laporan PSP2N Stase Keperawatan Keluarga- F. Kep Universitas 2018
Jember

hlm.Pengetahuan dan pemahaman orangtua dalam pola asuh terhadap anak sangat
berpengaruh terhadap tumbuh perkembangan anak dan masa depannya. Maka dari
itu orangtua perlu diberikan keterampilan dalam mendidik anak didalam keluarga,
pengetahuan mengasuh dan membimbing anak dan agar dapat menjadi sumber
daya manusia yang berkualitas di masa yang akan datang.

3.2 Kerangka Penyelesaian Masalah

Kurangnya pengetahuan ibu terkait


tumbuh kembang balita

Kurangnya informasi yang didapat


oleh orang tua
Adanya gizi buruk

Intervensi: Pendidikan kesehatan


dengan penerapan parenting class

BAB IV. RENCANA PELAKSANAAN KEGIATAN

4.1 Realisasi Penyelesaian Masalah


Pendidikan kesehatan merupakan upaya untuk memberikan pengalaman
belajar atau menciptakan suatu kondisi bagi masyarakat khususnya ibu dengan
balita. Dalam realisasi penyelesaian masalah mengenai peningkatan status gizi
yang dapat dilakukan adalah melakukan pendidikan kesehatan tentang program
parenting.

4.2 Khalayak Sasaran


Khalayak sasaran pada kegiatan pendidikan kesehatan ini yaitu ibu dengan
balita yang ada di Desa Serut, Kecamatan panti, Kabupaten Jember.

4.3 Metode yang Digunakan


1. Jenis model pembelajaran : konstruktif
Laporan PSP2N Stase Keperawatan Keluarga- F. Kep Universitas 2018
Jember

2. Landasan teori : diskusi


3. Langkah pokok
a. Menciptakan suasana pertemuan yang baik
b. Mengidentifikasi pilihan tindakan
c. Menetapkan tindak lanjut sasaran

= Sasaran

= Pemateri

BAB V. HASIL KEGIATAN

5.1 Analisis Evaluasi dan Hasil-Hasilnya


5.1.1 Evaluasi Struktur
a. Mahasiswa telah melakukan pengkajian sebagai data dasar sebelum
memulai pendidikan kesehatan
b. Mahasiswa telah menyiapkan media pembelajaran dalam proses
pendidikan kesehatan dan menggunakan bahasa yang mudah
dipahami
5.1.2 Evaluasi Proses
a. Kegiatan dilakukan selama kurang lebih 2 bulan, dimulai pada bulan
Mei hingga Juni 2018.
b. Tiap sesi pertemuan peserta diberikan materi berbeda, yang terdiri
dari 8 materi.
5.1.3 Evaluasi hasil
a. Masyarakat mengetahui pertambahan berat badan dan tinggi dari
balitanya di akhir sesi pertemuan
b. Masyarakat memiliki keterampilan dalam merawat dan pemberian
makanan tambahan untuk anak balitanya
Laporan PSP2N Stase Keperawatan Keluarga- F. Kep Universitas 2018
Jember

5.2 Faktor Pendorong


5.2.1 Kader posyandu membantu dalam menyelenggarakan kegiatan terutama
pembuatan PMT
5.2.2 Partisipasi yang baik dari masyarakat terkait pentingnya kelas ini bagi
bayi dan balita

5.3 Faktor Penghambat


5.3.1 Kunjungan masyarakat ke posyandu terkadang mengalami kesulitan
karena keluarga bisa hadir jika ada jadwal imunisasi
5.3.2 Terdapat ibu balita yang kerja, sehingga terkadang datang terlambat

BAB VI. KESIMPULAN DAN SARAN

6. 1 Kesimpulan
Program pendidikan keorangtuan atau program parenting termasuk kedalam
pendidikan orang dewasa, yang dimana pendidikan orang dewasa menurut
(Sudjana, 2010) yaitu diperuntukkan bagi orang dewasa dalam lingkungan
masyarakatnya, agar mereka dapat mengembangkan kemampuan, memperkaya
pengetahuan, meningkatkan keterampilan dan profesi yang telah dimiliki,
memperoleh cara-cara baru, serta mengubah sikap dan perilaku orang dewasa.
Program parenting adalah pendidikan yang diberikan kepada anggota
keluarga, khususnya bagi orang tua yang memiliki kemampuan untuk mendidik
dan merawat anak untuk dapat tumbuh dan berkembang secara optimal sehingga
dapat menciptakan sumber manusia yang berkualitas bagi negara dan masa yang
akan datang. Hal tersebut sesuai dengan pengertian parenting yang dikemukakan
dalam Juknis Orientasi Teknis Peningkatan Program Parenting tahun 2011,
program parenting adalah program dukungan yang ditunjukan kepada para orang
tua atau anggota keluarga yang lain agar semakin memiliki kemampuan dalam
melaksanakan fungsi sosial dan pendidikan dalam hal mengasuh, merawat,
melindungi, dan mendidik anaknya di rumah sehingga anak dapat tumbuh dan
berkembang secara optimal, sesuai dengan usia dan tahap perkembangannya.

6. 2 Saran
Laporan PSP2N Stase Keperawatan Keluarga- F. Kep Universitas 2018
Jember

6.2.1 Bagi Keluarga


Meningkatkan peran serta dan dukungan aktif dari keluarga dalam
memaksimalkan tumbuh kembang anak balita
6.2.2 Bagi Masyarakat
Masyarakat turut berperan aktif dalam memberikan pengalaman dalam
mengasuh anak balita dengan orang tua lain

6.2.3 Bagi Tenaga Kesehatan


Tenaga kesehatan dapat memfasilitasi media dalam menu gizi
seimbang buat bayi dan balita
6.2.4 Bagi Praktik Keperawatan Komunitas
Dalam praktik keperawatan komunitas harus lebih paham situasi dan
kondisi yang ada di lapangan sehingga intervensi yang diberikan
maksimal dan tercapai
6.2.5 Bagi Departemen Kesehatan dan Departemen Pendidikan
Departemen Kesehatan dan Departemen Pendidikan dapat mendukung
menu gizi seimbang dan variasi makanan tambahan.
Laporan PSP2N Stase Keperawatan Keluarga- F. Kep Universitas 2018
Jember

DAFTAR PUSTAKA

Departemen kesehatan RI. 2006. Pedoman Umum Pemberian Makanan


Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) Lokal Tahun 2006. Jakarta.
Prinsip Pemberian Makanan Pendamping ASI. [online].1. .http://www.sehatgroup.
web.id/artikel/1403.asp (20 November 2017).
WHO, 2009, Buku Saku Pelayanan Kesehatan Anak di Rumah Sakit, Pedoman
Bagi Rumah sakit Rujukan Tingkat Pertama di Kabupaten/Kota.
Bobak, Lowdermilk,Jensen. 2004. Buku Ajar Keperawatan Maternitas. Jakarta:
EGC.

Daftar Lampiran
Lampiran 1: Berita Acara
Lampiran 2: Daftar Hadir
Lampiran 3: SAP
Lampiran 5: Materi
Lampiran 6: Media

Jember, Juni 2018


Laporan PSP2N Stase Keperawatan Keluarga- F. Kep Universitas 2018
Jember

Pemateri

Mahasiswa Profesi Ners


Laporan PSP2N Stase Keperawatan Keluarga- F. Kep Universitas 2018
Jember

Lampiran 1: Berita Acara

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


UNIVERSITAS JEMBER
FAKULTAS KEPERAWATAN
T.A 2017/2018

BERITA ACARA

Pada hari ini, Rabu tanggal 23 Bulan Mei tahun 2018 jam 09.00.s/d 09.30 WIB
bertempat di Desa Serut Kecamatan Panti Kabupaten/Kota Jember Propinsi Jawa
Timur telah dilaksanakan Kegiatan Pendidikan Kesehatan tentang Nutrisi Balita.
Kegiatan ini diikuti oleh __ orang (dafar hadir terlampir).

Jember, 23 Mei 2018


Mengetahui,

Kepala Desa Serut

Abdul Asis
Laporan PSP2N Stase Keperawatan Keluarga- F. Kep Universitas 2018
Jember

Lampiran 2: Daftar Hadir

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


UNIVERSITAS JEMBER
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
T.A 2015/2016

DAFTAR HADIR

Kegiatan Pendidikan Kesehatan tentang Nutrisi Balita dilaksanakan pada hari:


Rabu tanggal 23 Bulan Mei tahun 2018 jam 09.00.s/d 09.30 WIB bertempat di
Desa Serut Kecamatan Panti Kabupaten/Kota Jember Propinsi Jawa Timur.

NO NAMA ALAMAT TANDA TANGAN


1. 1.
2. 2.
3. 3.
4. 4.
5. 5.
6. 6.
7. 7.
8. 8.
9. 9.
10. 10.
11. 11.
12. 12.
13. 13.
14. 14.
15. 15.
16. 16.
17. 17.
18. 18.
19. 19.
20. 20.

Jember, 23 Mei 2018


Mengetahui,
Kepala Desa Serut

Abdul Asis
Laporan PSP2N Stase Keperawatan Keluarga- F. Kep Universitas 2018
Jember

Lampiran 3. Satuan Acara Penyuluhan (SAP)

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Topik/Materi : Parenting Class


Sasaran ` : Ibu dan Balita
Hari/Tgl : Rabu, 23 Mei 2018
Alokasi Waktu: 09.00 s/d selesai (60 menit)
Tempat : Rumah sekertaris desa, Desa Serut

A. Standar Kompeensi
Setelah mendapatkan pendidikan kesehatan selama 30 menit masyarakat
mengerti terkait gizi bayi dan balita serta membuat PMT dirumah sendiri.
B. Kompetensi Dasar
Setelah mendapatkan pendidikan kesehatan terkait gizi bayi dan balita,
masyarakat dapat:
1. Mengetahui nutrisi yang baik untuk balita sesuai usia
2. Mengetahui pentingnya imunisasi, dampak, dan penanganannya
3. Mengetahui ASI dan MPASI
4. Pentingnya memonitor BB dan TB
5. Pentingnya Posyandu, PAUD, dan BKB
6. Manfaat Bermain untuk anak
7. Pola asuh orang tua
8. Komuniasi sesuai usia anak
C. Pokok Bahasan: Parenting Class
D. Sub pokok Bahasan
1. Mengetahui nutrisi yang baik untuk balita sesuai usia
2. Mengetahui pentingnya imunisasi, dampak, dan penanganannya
3. Mengetahui ASI dan MPASI
4. Pentingnya memonitor BB dan TB
5. Pentingnya Posyandu, PAUD, dan BKB
6. Manfaat Bermain untuk anak
7. Pola asuh orang tua
8. Komuniasi sesuai usia anak
d. Waktu: 60 menit
e. Bahan/Alat yang Digunakan
Booklet
f. Metode Pembelajaran
Laporan PSP2N Stase Keperawatan Keluarga- F. Kep Universitas 2018
Jember

a. Jenis model pembahuluhan: pembahuluhan dan demonstrasi


b. Landasan teori : diskusi
c. Langkah pokok
a) Menciptakan suasana pertemuan yang baik
b) Mengidentifikasi pilihan tindakan
c) Menetapkan tindak lanjut sasaran
g. Setting Tempat
Keterangan:
1. Pemateri

2. Peserta

h. Persiapan
Pemateri menyiapkan materi kelas parenting untuk ibu balita di Desa Serut
kemudian membuat media pembelajaran
i. Kegiatan Pendidikan Kesehatan
Tahap Kegiatan
Kegiatan Penyuluh Waktu
kegiatan Peserta
Pendahuluan 1. Memberi salam, Memperhatikan 5 menit
mengingatkan kontrak
waktu kegiatan dan
membuka materi
2. Menjelaskan gambaran Memperhatikan
kegiatan secara umum
3. Menjelaskan tentang TIU Memperhatikan
dan TIK.
Penyajian 1. Menjelaskan tentang gizi Memperhatikan 50 menit
bayi dan balita
2. Memberi kesempatan pada Memberikan
masyarakat untuk bertanya pertanyaan.
tentang materi yang baru
dijelaskan.
3. Memberikan jawaban atas Memperhatikan
Laporan PSP2N Stase Keperawatan Keluarga- F. Kep Universitas 2018
Jember

pertanyaan yang telah


diberikan
Penutup 1. Memberi pertanyaan pada Menjawab 5 menit
keluarga tentang materi pertanyaan
yang telah dijelaskan
2. Memberikan komentar
Memperhatikan
terhadap jawabanan telah
dan memberi
diberikan
sumbang saran
3. Menyimpulkan materi
4. Menutup pertemuan dan Memperhatikan
memberi salam. Memperhatikan
dan menjawab
salam.

Lampiran 6. Dokumentasi
Laporan PSP2N Stase Keperawatan Keluarga- F. Kep Universitas 2018
Jember

Gambar 1. Kegiatan Pendidikan Kesehatan pada ibu dan balita di Dusun Badean
Kulon Desa Serut Kecamatan Panti Kabupaten Jember pada tanggal 23 Mei 2018
oleh Mahasiswa Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Jember

Gambar 2. Kegiatan Pendidikan Kesehatan pada ibu dan balita di Dusun Badean
Kulon Desa Serut Kecamatan Panti Kabupaten Jember pada tanggal 23 Mei 2018
oleh Mahasiswa Profesi Ners
Fakultas Keperawatan Universitas Jember